Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Ribuan Pengunjung

– Sebanyak 5.000 pelari merayakan garis finis Samsung Galaxy 5K di GBK.
– Galaxy Runners Station di Istora Senayan mencatat 10.000+ pengunjung yang mengeksplorasi ekosistem Galaxy selama 22–25 Oktober 2026.
– Workshop bersama praktisi kesehatan dan content creator perkenalkan efektivitas Energy Score, Vitals, dan Horizontal Lock pada perangkat Galaxy terbaru.

Jakarta, 27 Oktober 2026 – Ribuan pelari merayakan pencapaian mereka di Jakarta Running Festival (JRF) 2026, mulai dari menyelesaikan Samsung Galaxy 5K hingga mengabadikan personal best menggunakan Galaxy Z Fold8 di Galaxy Runners Station. Berpartisipasi sebagai sponsor kategori 5K untuk tahun kedua, Samsung Electronics Indonesia sukses menghadirkan pengalaman Galaxy Ecosystem yang mendukung aktivitas pelari, mulai dari memantau performa dengan Galaxy Watch hingga mendokumentasikan momen setelah mencapai garis finis. Sepanjang penyelenggaraan JRF 2026, Galaxy Runners Station mencatat lebih dari 10.000 pengunjung, sementara 5.000 pelari berpartisipasi dalam Samsung Galaxy 5K.

Ribuan Pelari Ramaikan Samsung Galaxy 5K di Jakarta Running Festival 2026

Ajang Samsung Galaxy 5K yang digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, diikuti oleh 5.000 pelari melalui sistem single mass start. Dipandu oleh official pacer, para peserta menjaga ritme lari secara optimal menggunakan fitur real-time seperti pace dan heart rate pada seri Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2.

Sejak pagi, para peserta memadati area start sebelum memulai perjalanan sejauh lima kilometer. Sepanjang lintasan, pengguna Galaxy Watch dapat memantau data secara langsung untuk membantu memahami performa serta intensitas aktivitas selama berlari.”Ini pertama kalinya saya ikut JRF, dan seru banget bisa lari bareng ribuan pelari lainnya. Walaupun mulai saat hari masih gelap, suasananya bikin saya tetap semangat sampai finis. Selama berlari, saya juga menggunakan Galaxy Watch9 untuk memantau pace, heart rate dan menjaga ritme lari,” ujar Aura, salah satu peserta Samsung Galaxy 5K.

Setelah menyelesaikan race, pelari dapat meninjau catatan waktu mereka sekaligus merayakan pencapaian bersama teman dan keluarga di Galaxy Runners Station, Istora Senayan. Selain itu, pengguna juga bisa bagikan hasil lari menggunakan preset overlay special via Samsung Health. 

Galaxy Runners Station Hadirkan Pengalaman Galaxy Setelah Garis Finish

Selama empat hari penyelenggaraan (22–25 Oktober 2026), Galaxy Runners Station mencatat lebih dari 10.000 pengunjung di empat zona interaktif:

Zona Galaxy Finisher Spot: Pelari dapat mengabadikan pencapaian mereka setelah menyelesaikan Samsung Galaxy 5K. Pengunjung cukup memasukkan catatan waktu finis atau personal best, kemudian berfoto menggunakan kamera 50 MP Galaxy Z Fold8 yang dicetak menjadi stiker sebagai kenang-kenangan dari JRF 2026.

Zona Push Limits, Without Any Worries: Pengunjung mencoba tantangan treadmill menggunakan Galaxy Watch Ultra2 sambil menyaksikan video trail dari sudut pandang orang pertama

Zona Personal Wellness Assistance: Pengunjung diajak mengenal fitur kesehatan harian Galaxy Watch9 melalui tantangan singkat

Zona Always Steady Even on the Move: Memungkinkan pengunjung mencoba fitur Horizontal Lock pada Galaxy Z Fold8 untuk merekam video dengan orientasi horizontal yang tetap stabil saat bergerak.

Melalui mekanisme stamp rally, lebih dari 6.000 pengunjung berhasil menuntaskan seluruh tantangan di empat zona tersebut dan membawa pulang perlengkapan lari resmi seperti Running Vest, Running Hat, dan Running Belt.

Workshop Interaktif Ajak Pengunjung Mengenal Gaya Hidup Aktif dan Content Creation

Rangkaian kegiatan di Galaxy Runners Station juga dilengkapi workshop pada 22-24 Oktober 2026. Melalui sesi bersama praktisi kesehatan, pelatih olahraga, dan content creator, Samsung mengajak pengunjung memahami bagaimana teknologi Galaxy dapat mendukung aktivitas sehari-hari.

Dr. Dion Haryadi, Jovial da Lopez, dan pelatih Matias Ibo berbagi wawasan mengenai pemantauan, persiapan olahraga, serta pentingnya mengatur waktu istirahat dengan dukungan Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2. Para peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai data kesehatan dan pemantauan yang tersedia melalui perangkat Galaxy Watch.

Sementara itu, Sastra Silalahi dan Andy Garcia memperkenalkan cara memanfaatkan Galaxy Z Fold8 untuk mengabadikan aktivitas olahraga. Melalui kamera 50 MP dan fitur Horizontal Lock, peserta mengeksplorasi teknik pengambilan foto serta video dalam kondisi bergerak.

Rest and Do the Rest: Menjaga Keseimbangan antara Aktivitas dan Pemulihan

Bagi pelari, mencapai garis finis merupakan salah satu bagian dari perjalanan menjaga gaya hidup aktif. Setelah beraktivitas, tubuh juga membutuhkan waktu istirahat dan pemulihan agar dapat kembali menjalani rutinitas dengan baik. Melalui semangat Rest and Do the Rest, Samsung mengajak masyarakat memahami bahwa gaya hidup aktif tidak hanya berfokus pada pencapaian performa, tetapi juga pada kemampuan mengenali kebutuhan tubuh.  

Galaxy Watch mendukung penggunanya melalui fitur pemantauan tidur, Energy Score, dan Vitals yang membantu pengguna memahami berbagai indikator gaya hidup aktif serta pola istirahat sehari-hari. Komitmen ini juga dilakukan secara konsisten lewat Galaxy Active Club (GAC), komunitas olahraga Samsung yang menghadirkan program Road to JRF di Jakarta dan Bandung melalui kegiatan latihan bersama secara terstruktur.

“Selamat kepada seluruh pelari yang telah menuntaskan Samsung Galaxy 5K di Jakarta Running Festival 2026. Setiap langkah menuju garis finis bukan hanya tentang mencapai target, tetapi juga tentang semakin mengenali kemampuan dan kebutuhan tubuh. Samsung senang dapat menjadi bagian dari perjalanan dan perayaan pencapaian para pelari tahun ini. Melalui semangat Rest and Do the Rest, kami ingin mengingatkan bahwa gaya hidup aktif bukan hanya tentang terus bergerak dan mendorong diri, tetapi juga memahami kapan tubuh membutuhkan istirahat. Dengan Galaxy Ecosystem, termasuk Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9, Samsung mendukung pelari untuk lebih memahami kondisi tubuh melalui berbagai insight yang mendukung gaya hidup aktif yang lebih seimbang,” ujar Andi Airin, Head of MX (Mobile Experience) Marketing & Demand Generation, Samsung Electronics Indonesia

Melalui partisipasi di JRF 2026, Samsung memperlihatkan bagaimana Galaxy ecosystem dapat mendukung berbagai kebutuhan dalam perjalanan gaya hidup aktif, mulai dari memantau aktivitas hingga mengabadikan pencapaian dalam rutinitas sehari-hari.

Lanjutkan Semangat JRF 2026 dengan Promo Galaxy Watch hingga 31 Oktober 2026

Bagi pelari yang ingin melanjutkan semangat JRF 2026 dan melanjutkan gaya hidup aktif dengan lebih mengenal diri, Samsung menghadirkan promo spesial Galaxy Watch hingga 31 Oktober 2026 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Galaxy Watch Ultra2: Konsumen bisa mendapatkan Cashback hingga Rp1 jutaan untuk pembelian bersama Galaxy Smartphone atau Galaxy Tab Series. Konsumen juga mendapatkan free berlangganan Strava selama 60 hari, dengan cicilan mulai dari Rp800 ribuan per bulan.

Galaxy Watch9: Konsumen bisa mendapatkan Cashback hingga Rp500 ribuan untuk pembelian bersama Galaxy Smartphone atau Galaxy Tab Series. Konsumen juga mendapatkan free berlangganan Strava selama 60 hari, dengan cicilan mulai dari Rp499 ribuan per bulan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Galaxy Watch Ultra2, Galaxy Watch9 dan Galaxy Z8 Series, kunjungi www.samsung.com/id.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sanggabiz di KUMPUL Connect for Change SUMMIT 2026: Mendefinisikan Ulang Dampak Nyata untuk Bisnis yang Terintegrasi

Sanggabiz berpartisipasi dalam KUMPUL Connect for Change SUMMIT 2026 (20–21 Oktober 2026 di Jakarta) dengan mengusung tema “Reimagine Impact” guna mempertegas posisinya sebagai mitra teknologi, AI, dan tata kelola sistem bisnis.

KUMPUL Connect for Change SUMMIT 2026 secara resmi diselenggarakan pada 20-21 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan dan beberapa lokasi lainnya di Jakarta, Indonesia. Dengan mengusung tema besar “Reimagine Impact”, konferensi ini menjadi titik kumpul penting bagi ekosistem inovasi dan bisnis. Sanggabiz turut berpartisipasi aktif dengan membuka booth pameran interaktif di acara ini. Kehadiran Sanggabiz mempertegas komitmen perusahaan sebagai mitra strategis dan operasional yang menjembatani solusi teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan tata kelola sistem bagi entitas bisnis yang ingin mengeksekusi strategi mereka secara konkret.

Mendorong Perubahan yang Terukur dan Diskalakan Selama ini, kesuksesan sebuah dampak sosial atau bisnis sering kali hanya dirayakan dan diukur melalui hal-hal yang mudah dihitung, seperti jumlah koneksi yang terjalin, dana yang didistribusikan, atau program yang berhasil diselesaikan. Meskipun angka-angka tersebut penting, metrik tersebut tidak menceritakan keseluruhan narasi perubahan yang terjadi di lapangan.

Visi Sanggabiz yang menekankan pentingnya struktur sebelum eskalasi (structure before scale) sangat selaras dengan tema konferensi ini. “Reimagine Impact” merupakan sebuah seruan untuk bergerak melampaui inisiatif-inisiatif sporadis dan terpecah belah (fragmented initiatives), menuju pada jalur perubahan yang terintegrasi, layak investasi (investable), dan dapat diskalakan (scalable).

Di seluruh kawasan, bisnis kecil yang sedang bertumbuh adalah motor penggerak utama yang memberi tenaga pada ekonomi ASEAN. Pada tahun 2023, sektor ini mendominasi 97% dari total ekosistem bisnis (mengalami kenaikan 5% dari tahun 2022), menyumbang 45% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) regional, dan menyediakan 85% dari total peluang lapangan kerja.

Ironisnya, di tengah kontribusi masif tersebut, banyak komunitas bisnis yang masih terputus koneksinya. Akibatnya, berbagai solusi sering kali kesulitan untuk menjangkau kelompok masyarakat atau pelaku usaha yang paling membutuhkannya. Melalui keterlibatannya di ajang ini, booth Sanggabiz berfungsi sebagai pusat interaksi untuk meretas kebuntuan tersebut menawarkan solusi operasional harian dan sistem dasbor (dashboard) agar UMKM dan wirausahawan dapat terhubung dengan ekosistem yang lebih luas secara efisien.

Partisipasi Sanggabiz dalam Connect for Change SUMMIT 2026 menyoroti realita bahwa sebuah dampak tidak lagi bisa didefinisikan hanya oleh satu program, satu kemitraan, atau satu hibah semata. Ketahanan ekosistem yang sesungguhnya (true resilience) baru akan terwujud ketika pengetahuan dibagikan dengan baik, kepercayaan dibangun di antara para pemangku kepentingan, dan kolaborasi tumbuh dengan subur.

Sanggabiz mengajak para pelaku industri untuk menyadari bahwa tantangan saat ini bukan hanya tentang bagaimana kita mengukur sebuah dampak, melainkan tentang bagaimana kita menghubungkan, mendanai, dan mendukung berbagai solusi bisnis agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Gaji Cepat Habis? Ini Cara Menyiapkan Dana Akhir Tahun Tanpa Mengganggu Keuangan Bulanan

Menjelang akhir tahun, pengeluaran sering kali bertambah. Mulai dari rencana liburan, membeli hadiah, menghadiri acara keluarga, hingga mempersiapkan kebutuhan tahun berikutnya. Tanpa perencanaan yang matang, berbagai pengeluaran tersebut bisa membuat kondisi keuangan menjadi kurang teratur.

Salah satu cara mengantisipasinya adalah menyiapkan dana sejak jauh hari. Dengan membagi penghasilan sesuai kebutuhan dan menentukan prioritas, kamu bisa menikmati momen akhir tahun tanpa harus mengorbankan kebutuhan rutin atau mengandalkan utang.

Lalu, bagaimana cara menyiapkan dana akhir tahun agar keuangan tetap terkendali? Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.

1. Buat Daftar Pengeluaran yang Sudah Direncanakan

Mulailah dengan mencatat kebutuhan yang kemungkinan muncul dalam beberapa bulan ke depan. Misalnya, biaya perjalanan, akomodasi, hadiah, kebutuhan rumah tangga, atau biaya pendidikan yang jatuh tempo pada awal tahun.

Setelah membuat daftar, kelompokkan pengeluaran berdasarkan tingkat prioritas. Kebutuhan pokok dan kewajiban rutin tetap perlu menjadi perhatian utama, sedangkan pengeluaran tambahan dapat disesuaikan dengan kondisi anggaran.

Langkah ini membantu kamu mengetahui berapa dana yang perlu disiapkan dan mengurangi risiko pengeluaran impulsif ketika akhir tahun tiba.

2. Tentukan Target Dana dan Waktu Pengumpulannya

Setelah mengetahui kebutuhan yang akan datang, tentukan target dana secara realistis. Misalnya, jika kamu membutuhkan Rp3 juta untuk liburan dalam tiga bulan, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.

Perhitungan sederhana seperti ini membuat target terasa lebih terukur. Kamu juga bisa menyesuaikannya dengan kemampuan finansial, misalnya memilih perjalanan yang lebih hemat atau memperpanjang waktu pengumpulan dana.

Yang terpenting, jangan sampai target menabung justru membuat kebutuhan pokok, cicilan, atau kewajiban rutin lainnya terbengkalai.

3. Pisahkan Dana Berdasarkan Tujuannya

Mencampur seluruh uang dalam satu rekening dapat membuat pengeluaran lebih sulit dipantau. Karena itu, pertimbangkan untuk memisahkan dana berdasarkan kebutuhan, seperti biaya hidup, dana darurat, dan tabungan untuk rencana tertentu.

Pemisahan ini membantu kamu melihat berapa dana yang tersedia untuk digunakan dan berapa yang sebaiknya tidak disentuh. Dengan begitu, uang yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan mendatang tidak mudah terpakai untuk pengeluaran lain.

Pastikan dana darurat tetap mudah diakses ketika dibutuhkan. Jangan mengalokasikan seluruh tabungan ke instrumen yang memiliki batasan pencairan sebelum memahami karakteristiknya.

4. Evaluasi Pengeluaran Kecil yang Berulang

Pengeluaran sehari-hari yang nominalnya terlihat kecil dapat terakumulasi menjadi jumlah yang cukup besar. Pembelian makanan di luar, langganan yang jarang digunakan, atau belanja spontan bisa memengaruhi kemampuan mengumpulkan dana.

Coba periksa catatan transaksi selama satu bulan. Identifikasi pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi tanpa mengganggu kebutuhan utama.

Bukan berarti semua pengeluaran menyenangkan harus dihilangkan. Tujuannya adalah menemukan keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan rencana keuangan yang ingin dicapai.

5. Gunakan Simulasi untuk Membantu Perencanaan

Perencanaan keuangan akan lebih mudah jika kamu memiliki gambaran tentang jumlah dana yang perlu disiapkan dan waktu yang tersedia. Kamu dapat menggunakan kalkulator sederhana atau spreadsheet untuk menghitung target setoran bulanan, total tabungan, dan estimasi hasil jika dana ditempatkan pada produk keuangan tertentu.

Jika mempertimbangkan instrumen berbunga, pastikan perhitungan menggunakan suku bunga yang berlaku, jangka waktu penempatan, dan pajak yang relevan. Hasil simulasi merupakan perkiraan, bukan jaminan hasil yang akan diterima.

Kebiasaan membuat perhitungan sebelum mengambil keputusan dapat membantu kamu membandingkan pilihan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan finansial.

6. Pahami Pilihan Menyimpan Dana untuk Berbagai Jangka Waktu

Setiap tujuan keuangan memiliki rentang waktu yang berbeda. Dana untuk membayar kebutuhan bulan depan tentu membutuhkan akses yang berbeda dari dana yang baru akan digunakan tahun depan.

Untuk kebutuhan yang harus dibayar dalam waktu dekat, likuiditas menjadi pertimbangan penting. Sementara itu, dana yang tidak dibutuhkan segera dapat dipertimbangkan untuk ditempatkan pada instrumen sesuai jangka waktu dan profil risiko.

Dalam konteks ini, penting memahami deposito itu gimana sebelum memilihnya. Deposito merupakan simpanan berjangka dengan ketentuan pencairan dan suku bunga yang ditetapkan sesuai produk. Karena karakteristiknya berbeda dari tabungan biasa, periksa tanggal jatuh tempo dan ketentuan pencairan sebelum menempatkan dana.

7. Sesuaikan Jangka Waktu dengan Kebutuhan Dana

Secara umum, pilihan penyimpanan dana perlu disesuaikan dengan kapan uang akan digunakan. Deposito jangka pendek dapat menjadi pertimbangan untuk dana yang memiliki target waktu relatif dekat, selama ketentuan jatuh temponya sesuai dengan rencana tersebut.

Sementara itu, deposito jangka panjang dapat dipertimbangkan untuk tujuan yang lebih jauh. Namun, jangan hanya membandingkan suku bunga. Perhatikan juga jangka waktu penempatan, fleksibilitas pencairan, serta konsekuensi jika dana perlu digunakan lebih awal.

Sebelum menentukan pilihan, kamu bisa memakai deposito kalculator atau kalkulator deposito untuk memperkirakan bunga berdasarkan nominal penempatan, suku bunga, dan durasi simpanan. Periksa kembali asumsi yang digunakan karena hasil bersih dapat dipengaruhi pajak dan ketentuan produk.

8. Periksa Ketentuan Pencairan Sebelum Menempatkan Dana

Salah satu hal yang perlu dipahami sebelum membuka deposito adalah waktu pencairan. Pada deposito berjangka biasa, dana umumnya dicairkan ketika jatuh tempo sesuai ketentuan produk. Karena itu, perencanaan waktu penempatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan dana.

Pertanyaan deposito cair berapa lama tidak memiliki satu jawaban yang berlaku untuk semua produk. Waktu pencairan bergantung pada tanggal jatuh tempo, ketentuan pencairan lebih awal, dan proses yang ditetapkan bank.

Ada pula produk dengan fitur pencairan lebih fleksibel. Karena itu, jika kemungkinan membutuhkan dana sebelum jatuh tempo cukup besar, baca ringkasan informasi produk dan ketentuan pencairannya secara menyeluruh sebelum memutuskan.

Siapkan Dana dengan Perencanaan yang Lebih Terarah

Mengelola penghasilan bukan hanya tentang menekan pengeluaran, tetapi juga memastikan setiap dana memiliki tujuan yang jelas. Dengan membuat anggaran, menentukan target, dan memahami karakteristik instrumen keuangan, kamu dapat mempersiapkan kebutuhan mendatang secara lebih terukur.

Jika kamu mempertimbangkan deposito fleksibel, perhatikan apakah produk tersebut memungkinkan pencairan sebelum jatuh tempo dan bagaimana bunga dihitung ketika pencairan dilakukan lebih awal. 

Deposito FLEXI adalah deposito neobank dari Bank Neo Commerce. Dengan bunga mulai dari 5,5% per tahun tenor 1 bulan, 6% per tahun tenor 3 bulan, 6,5% per tahun tenor 6 bulan, dan 7% per tahun tenor 12 bulan.

Produk ini memungkinkan pencairan sebelum jatuh tempo tanpa penalti pokok, dengan bunga yang disesuaikan menjadi 2% per tahun jika dicairkan lebih awal, sesuai ketentuan produk. 

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Januari 2027 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Deposito FLEXI, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Deposito FLEXI di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Waskita Beton Precast Bangun Batching Plant Khusus untuk Proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3

Jakarta, Oktober 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk terus mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia melalui penyediaan produk beton untuk berbagai kebutuhan pembangunan. Melalui produk dan layanan yang dimiliki, Waskita Beton Precast berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur yang berperan penting dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas Masyarakat.

Batching Plant WSBP Magelang secara khusus dibangun untuk memenuhi kebutuhan beton readymix pada Proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3 (SS Magelang–SS Borobudur) di Jawa Tengah, yang dikerjakan oleh PP-Waskita-Wika KSO. Kedekatan lokasi batching plant dengan area proyek menjadi salah satu keunggulan dalam menunjang efisiensi proses produksi dan pengiriman beton, sekaligus menjaga kualitas produk sesuai spesifikasi yang ditetapkan.

“Dengan lokasi batching plant yang relatif dekat dengan proyek, proses produksi dan pengiriman beton readymix dapat dilakukan secara lebih efisien. Dengan demikian, kebutuhan beton proyek dapat terpenuhi dengan baik, dengan tetap mengutamakan kualitas sesuai spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Batching Plant WSBP Magelang memiliki kapasitas produksi hingga 88.704 m³ per tahun dengan pilihan mutu beton yang dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan atau proyek. Tak hanya mengedepankan kualitas, Waskita Beton Precast juga terus berupaya menjaga lingkungan dengan mengurangi limbah residu pembakaran batu bara melalui pemanfaatan material alternatif fly ash atau sebagai substitusi sebagian semen dalam campuran beton. Langkah ini menjadi wujud kepedulian Waskita Beton Precast terhadap lingkungan melalui proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3 membentang sepanjang 8,20 kilometer dari STA 44+400 s.d 52+300 serta ruas Interchange sepanjang 2,00 kilometer dari STA 0+000 s.d STA 2+000 yang menghubungkan Simpang Susun Borobudur dengan Simpang Susun Magelang. Kehadiran ruas tol ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan efisiensi distribusi barang dan logistik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

“Waskita Beton Precast senantiasa memastikan setiap produk beton readymix yang disuplai memenuhi standar kualitas dan spesifikasi teknis sesuai dengan kebutuhan proyek. Kami berharap dengan menyuplai beton berkualitas dapat menunjang kelancaran pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3, sehingga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya,” tambah Fandy.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Waskita Beton Precast senantiasa berkomitmen mengedepankan kualitas produk, efisiensi operasional, keberlanjutan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Melalui berbagai pekerjaan yang dijalankan, Waskita Beton Precast terus berupaya menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

WhatsApp vs Live Chat untuk Customer Service, Mana Lebih Baik?

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

WhatsApp cocok untuk pelanggan yang memilih berkomunikasi melalui aplikasi pesan, sedangkan Live Chat membantu pengunjung mendapatkan jawaban saat berada di website. Keduanya dapat mendukung customer service, tetapi pilihan kanal perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, alur layanan, dan biaya operasional. Untuk perbandingan biaya WhatsApp, artikel ini berfokus pada WhatsApp Business API, bukan WhatsApp Business App.

Kebutuhan Pelanggan Menentukan Kanal yang Tepat

Live Chat cocok untuk menjawab pertanyaan pengunjung website secara langsung, sedangkan WhatsApp memudahkan pelanggan melanjutkan komunikasi melalui aplikasi pesan. Untuk menentukan kanal yang tepat, bisnis perlu mempertimbangkan empat hal berikut:

● Akses bantuan: Apakah pelanggan sedang berada di website atau menghubungi bisnis melalui WhatsApp?

● Kebiasaan pelanggan: Apakah mereka lebih nyaman menggunakan widget Live Chat atau WhatsApp?

● Kelanjutan percakapan: Apakah pertanyaan dapat diselesaikan saat itu atau membutuhkan tindak lanjut?

● Kesiapan tim: Siapa yang menangani chat dan bagaimana pertanyaan diteruskan jika belum selesai?

Pertimbangan tersebut membantu bisnis memilih kanal berdasarkan kebutuhan pelanggan, bukan hanya biaya. Kanal yang lebih murah belum tentu efektif jika pelanggan kesulitan mendapatkan bantuan atau harus mengulang pertanyaan.

Untuk membantu pengunjung mendapatkan jawaban saat menjelajahi website, bisnis dapat menggunakan Live Chat. Melalui widget chat, pelanggan dapat mengajukan pertanyaan tanpa harus meninggalkan halaman yang sedang dibuka.

Bandingkan Biaya dan Alur Layanannya

WhatsApp Business API memiliki biaya pesan sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan Live Chat tidak menimbulkan biaya pesan WhatsApp. Namun, bisnis tetap perlu memperhitungkan biaya platform, fitur tambahan seperti AI, dan tenaga kerja untuk membandingkan total biaya layanan.

Sebagai ilustrasi, 1.000 percakapan WhatsApp dalam 30 hari menghasilkan 5.000 pesan balasan. Jika kuota gratis 1.000 pesan masih tersedia sepenuhnya, terdapat 4.000 pesan berbayar.

Dengan tarif Rp367 per pesan, estimasi biaya pesan mencapai Rp1.468.000. Perhitungan ini hanya mencakup biaya pesan, belum termasuk biaya platform, fitur AI, dan tenaga kerja. Biaya aktual bergantung pada penggunaan serta ketentuan penagihan yang berlaku.

Selain biaya komunikasi, bisnis juga perlu mengelola informasi pelanggan agar proses pelayanan dan tindak lanjut berjalan dengan baik. Barantum CRM membantu tim mengelola data serta riwayat interaksi pelanggan sehingga informasi tersebut dapat digunakan dalam proses pelayanan berikutnya.

Gabungkan Kanal tanpa Memutus Tindak Lanjut

Barantum juga menyediakan solusi Barantum Omnichannel untuk membantu bisnis mengelola percakapan dari berbagai kanal dalam satu inbox. Dengan pengelolaan terpusat, tim dapat mengatur penanganan percakapan dan menentukan siapa yang bertanggung jawab atas setiap pelanggan.

Pengunjung yang membutuhkan jawaban saat menjelajahi website dapat menggunakan Live Chat. Sementara itu, pelanggan yang memilih WhatsApp dapat tetap berkomunikasi melalui kanal tersebut. Tim dapat mengatur alur penanganan agar pertanyaan tidak terlewat dan tindak lanjut berjalan dengan jelas.

Untuk mengevaluasi efektivitas kedua kanal, bisnis dapat membandingkan biaya aktual, kecepatan penyelesaian, dan kenyamanan pelanggan. WhatsApp dan Live Chat dapat saling melengkapi selama penggunaannya sesuai kebutuhan pelanggan dan proses penanganannya berjalan dengan baik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Akselerasi Hilirisasi Berbasis Teknologi, PTPN III (Persero) Tampilkan Portofolio Inovasi Olahan Kelapa Sawit di DTIIF 2026

JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berpartisipasi dalam Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung di Fairmont Hotel Jakarta pada 26–28 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, PTPN Group turut ambil bagian dalam pameran dengan menampilkan hasil pengolahan produk oleo kelapa sawit sebagai salah satu potensi pengembangan hilirisasi produk perkebunan.

Selain berpartisipasi dalam pameran, Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, juga hadir sebagai Distinguished Speaker. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya PTPN Group untuk memperkuat peran inovasi, pengembangan teknologi, dan kolaborasi strategis dalam mendorong transformasi industri perkebunan nasional.

Direktur Bisnis PTPN III, Ryanto Wisnuardhy, menyampaikan bahwa partisipasi PTPN Group dalam forum tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan melalui pengembangan industri hilir yang didukung inovasi dan teknologi. “Melalui forum ini, kami ingin memperluas peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi, inovasi, dan investasi,” ujarnya.

Melalui DTIIF 2026, PTPN Group juga memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri dan penyedia teknologi, dalam mendukung pengembangan model bisnis yang lebih inovatif dan kompetitif.

Selain hilirisasi, inovasi teknologi juga menjadi aspek penting dalam transformasi PTPN Group. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, kualitas produk, serta penguatan daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri global.

Menurut Ryanto, keterlibatan PTPN Group dalam forum teknologi dan investasi merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan industri sekaligus menangkap peluang pertumbuhan bisnis baru. “Dengan memperkuat kolaborasi dan membuka peluang investasi, kami berharap transformasi PTPN Group dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional,” ucapnya.

DTIIF 2026 yang diselenggarakan Danantara Indonesia mengusung tema Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth. Forum ini mempertemukan para pemimpin industri, investor global, perusahaan teknologi, lembaga riset, akademisi, serta perwakilan pemerintah dan BUMN untuk menjajaki peluang investasi dan kemitraan berbasis teknologi.

Forum tersebut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari diskusi strategis, pameran teknologi, presentasi peluang investasi, hingga business matching yang mempertemukan pelaku industri dengan calon mitra dan investor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT Best Green Kembangkan Pasar Senen Blok VI, Groundbreaking Segera

JAKARTA – PT Best Green resmi menjadi mitra Perumda Pasar Jaya dalam pembangunan kembali Pasar Senen Blok VI, Jakarta Pusat yang sebelumnya mangkrak cukup lama. Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Pasar Senen Blok VI dengan Perumda Pasar Jaya pada bulan Juli 2026.

Sejak ditandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Perumda Pasar jaya, dan untuk memenuhi keinginan pedagang agar segera terwujudnya tempat usaha di Pasar Senen Blok VI, PT Best Green bergerak cepat melakukan pembangunan dengan metode “Fast Track”, dimana perkerjaan perencanaan dan pra-konstruksi sudah dilakukan seperti, land clearing, pemagaran, pematangan lahan dan saat ini persiapan untuk pekerjaan fondasi. Alat- alat berat saat ini masih bekerja di lapangan untuk persiapan lahan pekerjaan pemancangan tiang fondasi.

Ground Breaking

Ground Breaking direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat dibulan November 2026. Setelah groundbreaking, pembangunan dijadwalkan berlangsung selama 15 bulan hingga gedung dapat diserahterimakan kepada pedagang.

Bangunan Pasar dan Fasilitas Penunjangnya

Bangunan Pasar Senen Blok VI terdiri empat lantai yang masing-masing lantai dilengkapi area parkir, ditambah lantai atap (rooftop) yang difungsikan sebagai area parkir, masjid, dan ruang serbaguna.

Secara keseluruhan, pasar ini akan menampung 1.700 tempat usaha berupa los dan kios. Pengembangannya mengusung konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD), mengingat lokasinya terhubung dengan layanan Kereta Api (KA), KRL, Bis TransJakarta, dan rencana stasiun MRT di Kawasan Senen.

  

Prioritas bagi Pedagang Eksisting

Pedagang eksisting yang telah teregistrasi oleh Perumda Pasar Jaya akan mendapatkan hak prioritas atas tempat usaha di gedung baru, dengan harga yang disepakati dengan pedagang dan telah ditetapkan oleh Perumda Pasar Jaya.

Selama pembangunan, pedagang tetap berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada.

Pada kegiatan verifikasi dan validasi pedagang eksisting, banyak pedagang yang menyampaikan antusiasme atas progres kegiatan yang sedang berlangsung.

Beberapa pedagang diantaranya juga menuliskan harapan yang lebih spesifik. Elya, misalnya, menuliskan harapan agar pembangunan Pasar Senen Blok VI segera diwujudkan. Mila berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan mampu mengakomodasi kebutuhan pedagang. Sementara itu, Ayu Istia berharap pembangunan segera terwujud sesuai harapan pedagang dan dapat meringankan beban mereka, sehingga semangat berdagang kembali tumbuh.

Menanggapi harapan tersebut, Chief Business Development PT Best Green, Randy, mengatakan pihaknya memahami penantian panjang para pedagang. “Kami tahu Bapak dan Ibu pedagang sudah lama menunggu. Karena itu, kami memastikan semuanya siap lebih dulu, mulai dari perjanjian dengan Pasar Jaya, pendanaan, hingga perencanaan, sebelum pembangunan dimulai,” ujarnya.

Ia menambahkan, PT Best Green mempercepat tahap perencanaan melalui konsep fast track agar pembangunan dapat dimulai November 2026. “Harapan pedagang agar pasar segera dibangun menjadi pegangan kami. Kami ingin para pedagang dapat segera kembali berjualan di tempat yang lebih baik,” katanya.

Dengan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani, pendanaan yang disiapkan, serta pekerjaan pra-konstruksi yang sudah berjalan, pembangunan ulang Pasar Senen Blok VI kini memasuki tahap pelaksanaan. Groundbreaking yang direncanakan pada November 2026 akan menjadi penanda dimulainya pembangunan fisik gedung pasar yang baru.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Hadirkan Kemudahan Pemesanan Tiket KA Srilelawangsa, Bisa Online dan Offline Mulai H-7 Keberangkatan

PT Railink atau KAI Bandara terus berkomitmen memberikan kemudahan akses layanan transportasi kereta api bagi masyarakat di Sumatera Utara.

Salah satunya melalui layanan KA Srilelawangsa yang menghubungkan Medan, Binjai, Lubuk Pakam hingga Kualabingai, serta melayani perjalanan menuju Bandara Kualanamu melalui relasi dan layanan yang tersedia.

Untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan, tiket KA Srilelawangsa dapat dipesan secara online maupun offline mulai H-7 sebelum keberangkatan. Dengan beragam pilihan kanal pemesanan, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih praktis sesuai kebutuhan.

Pemesanan tiket secara online dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, aplikasi KA Bandara, maupun situs resmi KAI Bandara di www.railink.co.id. Pelanggan cukup memilih stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal perjalanan, jumlah tiket, serta jadwal kereta yang diinginkan. Setelah memilih metode pembayaran yang tersedia dan menyelesaikan transaksi, pelanggan dapat mengakses tiket elektronik untuk digunakan saat proses boarding sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain melalui kanal digital, pelanggan juga dapat membeli tiket secara langsung melalui vending machine yang tersedia di stasiun. Pelanggan dapat mengikuti petunjuk pada layar mesin, memilih stasiun tujuan dan jadwal keberangkatan, memasukkan data yang diperlukan, kemudian menyelesaikan pembayaran menggunakan metode yang tersedia. Setelah transaksi berhasil, tiket akan diterbitkan sesuai mekanisme mesin.

Kehadiran berbagai kanal pemesanan ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, baik yang terbiasa menggunakan layanan digital maupun yang memilih melakukan pembelian langsung di stasiun. Dengan demikian, pelanggan dapat merencanakan perjalanan secara lebih mudah dan nyaman.

KAI Bandara mengimbau pelanggan untuk memastikan kembali stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal, serta jadwal perjalanan sebelum menyelesaikan transaksi. Pelanggan juga disarankan melakukan pemesanan sejak awal periode penjualan agar dapat menyesuaikan perjalanan dengan jadwal kereta yang tersedia.

Melalui layanan KA Srilelawangsa, KAI Bandara berkomitmen untuk terus mendukung mobilitas masyarakat di Sumatera Utara melalui layanan transportasi berbasis rel yang terjangkau, aman, dan nyaman.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sertifikat Elektronik Kedaluwarsa, Apakah Tanda Tangan Lama Ikut Batal?

Sertifikat elektronik yang kedaluwarsa tidak serta-merta membatalkan tanda tangan pada dokumen yang dibuat sebelumnya. Memahami cara validasi tanda tangan elektronik membantu perusahaan memastikan status dan keabsahan dokumen lama.

Pemberitahuan itu biasanya datang sebulan sebelum tenggat. Isinya singkat: masa berlaku akun Anda akan segera habis. Hampir semua pengguna lalu bertanya hal yang sama. Apakah sertifikat elektronik kedaluwarsa membuat dokumen lama ikut batal?

Kekhawatiran itu masuk akal. Satu akun bisa membubuhkan ratusan berkas dalam setahun. Ada kontrak sewa, perjanjian kerja sama, dan surat kuasa di dalamnya. Bila semuanya dianggap gugur, kerugiannya sulit dihitung.

Kabar baiknya, kekhawatiran itu tidak terbukti. Penjelasan soal Fungsi Sertifikat Elektronik biasanya langsung meredakan kecemasan tersebut. Kuncinya terletak pada cara pemeriksaan dokumen bekerja.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Masa Berlaku Habis

Pemeriksaan menengok ke waktu pembubuhan

Pemeriksaan dokumen tidak menanyakan status sertifikat hari ini. Yang dicek adalah statusnya pada detik dokumen diteken. Pertanyaan soal sertifikat elektronik kedaluwarsa hampir selalu berangkat dari asumsi sebaliknya.

Logikanya mirip paspor yang dipakai saat memasuki sebuah negara. Paspor Anda boleh habis tahun depan. Cap imigrasi yang sudah terbit tidak ikut terhapus. Prinsip serupa berlaku pada tanda tangan elektronik.

Analogi itu tentu punya batas. Paspor hanya menunjukkan identitas, sedangkan sertifikat juga mengunci isi berkas. Pemeriksaannya karena itu menghasilkan dua keterangan sekaligus. Satu soal siapa penandatangannya, satu lagi soal keutuhan isinya.

Mengapa Sertifikat Elektronik Kedaluwarsa Tidak Membatalkan Dokumen Lama

Peran stempel waktu dan data pemeriksaan

Saat pembubuhan berlangsung, beberapa hal direkam sekaligus ke dalam berkas. Rekaman itulah yang membuat dokumen tetap bisa dibuktikan bertahun-tahun kemudian.

Tiga hal berikut biasanya ikut tertanam:

• Waktu pembubuhan dari sumber waktu resmi, bukan dari jam komputer penanda tangan

• Status sertifikat penanda tangan pada saat itu

• Rantai penerbit sampai ke otoritas induknya

Mekanisme ini dikenal sebagai validasi jangka panjang. Tanpa rekaman tersebut, pemeriksaan di masa depan memang bisa gagal. Nilai hukum tanda tangan elektronik tidak ditentukan oleh tanggal pemeriksaannya.

Isi berkas tetap terlindungi

Hal kedua yang perlu diluruskan menyangkut isi dokumen. Keutuhan dokumen dijaga oleh sidik digital yang dihitung saat pembubuhan. Nilai sidik itu tidak berubah ketika tenggatnya lewat. Satu karakter yang diubah tetap akan membuat pemeriksaan gagal.

Beda Kedaluwarsa dan Pencabutan yang Sering Tertukar

Kapan status pencabutan benar-benar berpengaruh

Di sini ada satu hal yang jarang dijelaskan ke pengguna. Banyak orang menyamakan sertifikat elektronik kedaluwarsa dengan sertifikat yang dicabut.

Kedaluwarsa terjadi karena jangka waktunya memang berakhir. Pencabutan terjadi lebih awal, misalnya ketika kunci pemiliknya diduga bocor. Dokumen yang diteken sebelum pencabutan umumnya tetap diakui.

Yang bermasalah justru pembubuhan setelah waktu pencabutan. Pemeriksaan akan menandainya sebagai tidak sah. Karena itu kehilangan perangkat sebaiknya dilaporkan tanpa menunda.

Yang perlu dicatat pemilik akun

Perbedaan dua istilah itu punya akibat praktis. Pemilik akun tidak perlu buru-buru mengganti sertifikat demi menyelamatkan dokumen lama. Yang justru mendesak adalah melaporkan perangkat yang hilang atau diduga disalahgunakan.

Saat Pembaca PDF Menampilkan Peringatan

Peringatan bukan berarti dokumen rusak

Banyak orang panik melihat tanda seru kuning di pembaca PDF. Peringatan itu sering muncul bukan karena dokumennya bermasalah. Tanda serupa juga tampil pada dokumen yang sebenarnya sehat.

Beberapa penyebab yang paling sering ditemui:

• Pembaca PDF belum memuat daftar penerbit yang dipercaya

• Data pemeriksaan tidak ikut tertanam saat pembubuhan

• Perangkat sedang tanpa koneksi, sehingga status gagal diambil

Artinya pembaca sedang tidak bisa memastikan, bukan sedang menyatakan palsu. Dua hal itu kerap dianggap sama. Proses verifikasi sendiri bisa diulang kapan saja tanpa alat khusus.

Ada cara sederhana memastikannya. Buka berkas yang sama memakai dua pembaca PDF berbeda. Bila salah satunya menampilkan keterangan lengkap, persoalannya ada pada pembaca. Dokumennya sendiri tidak perlu diperbaiki.

Langkah Praktis Sebelum Sertifikat Elektronik Kedaluwarsa

Urutan yang disarankan

Mencegah jauh lebih ringan daripada membuktikan di kemudian hari. Tahapan berikut layak dijadikan kebiasaan:

1. Catat tanggal berakhirnya pada pengingat, bukan mengandalkan pemberitahuan surel

2. Pastikan data pemeriksaan ikut tertanam setiap kali membubuhkan dokumen

3. Ajukan perpanjangan atau pendaftaran ulang sebelum tenggat tiba

4. Simpan berkas aslinya, bukan hasil cetak ulang atau tangkapan layar

5. Uji satu dokumen lama secara berkala memakai pembaca PDF yang mutakhir

Perpanjangan tidak mengubah dokumen yang sudah terbit. Anda juga tidak perlu meneken ulang berkas lama. Pembubuhan ulang malah mengubah berkasnya dan menambah lapisan baru.

Yang berubah dan yang tidak

Setelah perpanjangan, identitas penanda tangan tetap sama. Yang berganti hanya periode keabsahan untuk dokumen berikutnya. Arsip lama berada di luar jangkauan perubahan itu.

Satu hal lain layak dicatat soal penyimpanan. Berkas asli sebaiknya diarsipkan di tempat yang tidak memampatkan ukurannya. Layanan pesan dan sebagian penyimpanan awan kadang mengompres lampiran. Kompresi semacam itu bisa merusak data pemeriksaan di dalamnya.

Menjaga Nilai Dokumen dalam Jangka Panjang

Yang sebaiknya ditanyakan ke penyedia

Jadi, sertifikat elektronik kedaluwarsa bukan akhir dari nilai sebuah dokumen. Inti persoalannya bukan pada tenggat, melainkan pada kelengkapan rekaman. Sertifikat elektronik yang sudah habis tetap meninggalkan jejak yang dapat diperiksa.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 menegaskan kedudukan dokumen elektronik sebagai alat bukti sah. Syarat teknisnya justru bersandar pada mekanisme yang dibahas di atas. Karena itu pilihan penyedia ikut menentukan ketenangan Anda nanti.

Pertanyaan yang lebih berguna bukan kapan sertifikat Anda habis. Yang lebih menentukan adalah apakah setiap pembubuhan membawa rekaman yang lengkap. Pemeriksaan sepuluh tahun ke depan akan bersandar pada rekaman itu.

Sebelum mendaftar, tanyakan apakah stempel waktu dan data pemeriksaan ikut tertanam. ezSign adalah layanan milik PT Solusi Identitas Global Net. Statusnya tercatat sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik non-instansi di bawah pengawasan Komdigi. Kebutuhan arsip jangka panjang sebaiknya dibicarakan lebih dulu sebelum memutuskan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

1. Apakah saya perlu meneken ulang dokumen lama?

Tidak, pembubuhan ulang hanya mengubah berkasnya tanpa menambah nilai pembuktian.

2. Berapa lama umumnya satu sertifikat berlaku?

Umumnya satu tahun, lalu dapat diperpanjang sebelum tenggatnya tiba.

3. Apa yang harus dilakukan bila pembaca PDF menampilkan peringatan?

Coba periksa dengan pembaca lain yang mutakhir, lalu minta berkas aslinya dari pengirim.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sebanyak 514 Barang Tertinggal di Bulan Oktober, LRT Jabodebek : Perhatikan Kembali Barang Bawaan Anda

Memastikan barang bawaan tetap bersama pemiliknya merupakan langkah sederhana yang penting saat menggunakan transportasi publik. Di tengah mobilitas yang tinggi, pengguna LRT Jabodebek diimbau untuk memeriksa kembali barang pribadi sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun agar tidak tertinggal atau tertukar dengan milik pengguna lain.

Berdasarkan data sementara LRT Jabodebek pada bulan Oktober 2026, terdapat 514 barang tertinggal yang ditemukan oleh petugas. Jumlah tersebut terdiri atas 355 barang biasa, 105 makanan, dan 54 barang berharga. Dari keseluruhan barang temuan tersebut, sebanyak 213 barang telah diserahkan kepada pemiliknya.

Sementara itu, stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia mencatat jumlah barang temuan terbanyak, yaitu 221 barang. Berikutnya, Stasiun Harjamukti mencatat 129 barang dan Stasiun Jatimulya sebanyak 116 barang. Data ini menjadi pengingat bagi pengguna untuk lebih memperhatikan barang bawaan, terutama saat perjalanan mendekati stasiun tujuan maupun ketika berpindah moda transportasi.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengimbau para pengguna agar menjadikan pemeriksaan barang bawaan sebagai bagian dari kebiasaan sebelum mengakhiri perjalanan.

“LRT Jabodebek mengajak seluruh pengguna untuk meluangkan waktu sejenak sebelum turun dari kereta. Pastikan barang bawaan seperti tas, payung, botol minum, serta barang lainnya sudah terbawa. Periksa kembali tempat duduk dan area di sekitar Anda agar tidak ada barang yang tertinggal,” ujarnya.

Pengguna juga diimbau untuk memastikan barang yang dibawa merupakan miliknya sendiri, terutama ketika terdapat barang dengan bentuk atau warna serupa. Mengenali ciri khusus barang pribadi dapat membantu mencegah barang tertukar dengan milik pengguna lain.

Apabila menyadari barang tertinggal di kereta atau stasiun, pengguna dapat melapor kepada petugas LRT Jabodebek, menyampaikan jenis barang, ciri-ciri khusus, serta lokasi dan perkiraan waktu terakhir barang terlihat untuk membantu proses penelusuran sesuai prosedur yang berlaku.

“Petugas akan menyimpan barang tertinggal tersebut dengan mencatat jenis, lokasi, dan waktu, untuk selanjutnya sambil menunggu pemilik barang tersebut menghubungi LRT Jabodebek melalui direct message di instagram, maupun call center KAI di (021) 121,” tambahnya.

Melalui edukasi ini, LRT Jabodebek mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan perjalanan yang lebih cermat dan tertib. Memeriksa barang bawaan sebelum turun merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kehilangan sekaligus mendukung perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna transportasi publik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES