RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Jakarta, 16 April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, bersama mitra kerja sama operasi berhasil mencapai milestone penting melalui pelaksanaan topping off ceremony pembangunan RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Building. Pencapaian ini menandai penyelesaian struktur utama gedung sebagai bagian dari pengembangan fasilitas layanan kesehatan jantung bertaraf internasional.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Chairman Tokushukai Medical Corporation Shinichi Higashiue, serta Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota, Direktur Utama PTPP beserta jajaran.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan layanan kesehatan jantung nasional melalui kolaborasi internasional. Beliau menyampaikan bahwa penguatan fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berstandar tinggi bagi masyarakat Indonesia.

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp882,51 miliar ini menunjukkan progres yang positif dengan capaian realisasi sebesar 73,2%. Keberhasilan ini mencerminkan kinerja proyek yang terjaga dengan baik dari sisi kualitas, waktu, dan pengendalian pelaksanaan.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan bahwa pencapaian topping off ini menjadi bukti komitmen PTPP dalam menghadirkan proyek berkualitas tinggi yang mengedepankan keselamatan, mutu, dan ketepatan waktu.

“PTPP berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur kesehatan berstandar internasional dengan penerapan teknologi konstruksi modern serta pengendalian proyek yang ketat. Pencapaian topping off ini menjadi bukti nyata kerja keras seluruh tim dalam menjaga kualitas dan waktu pelaksanaan,” ujarnya.

Sebagai kontraktor pelaksana, PTPP berkomitmen untuk menghadirkan kualitas konstruksi terbaik dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, mutu, serta ketepatan waktu dalam setiap tahapan pembangunan. Proyek ini ditargetkan dapat segera diselesaikan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan layanan kesehatan jantung dan pembuluh darah di Indonesia.

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Building juga dirancang sebagai smart hospital dengan berbagai keunggulan berbasis teknologi, antara lain sistem kontrol dan monitoring terintegrasi dalam satu dashboard, integrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), pemantauan pasien secara real-time berbasis Internet of Things (IoT), serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem keamanan. Selain itu, proyek ini juga mengimplementasikan otomatisasi pada proses non-medis hingga ruang operasi guna memastikan efisiensi dan standar sterilisasi yang optimal.

Melalui kolaborasi strategis antara berbagai pihak, proyek ini diharapkan dapat menjadi simbol sinergi dan komitmen bersama dalam menghadirkan fasilitas kesehatan modern, unggul, dan berstandar internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Project Director Tokushukai Medical Corporation, dr. Takeki Ohashi, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan proyek ini dengan menyatakan, “Thank you for your excellent job!

Topping off ini tidak hanya menjadi simbol penyelesaian struktur bangunan, tetapi juga mencerminkan harapan besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional ke depan.

–SELESAI–

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

JAKARTA (16/4) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) memperkuat komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui audiensi strategis dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto. Pertemuan ini membahas integrasi industri baja dengan pengembangan desa tematik yang diproyeksikan sebagai pilar pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Integrasi Desa Tematik untuk Ketahanan Pangan

Direktur
Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa perusahaan siap
menyelaraskan langkah dengan rencana Kementerian Desa dalam membangun ekosistem
desa di wilayah Serang. Menteri Desa mengarahkan agar desa-desa tersebut
memiliki fokus komoditas spesifik atau tematik, seperti pusat produksi telur
ayam dan sektor pertanian, guna menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi
program MBG di masa depan 

“Sinergi
ini merupakan langkah nyata dalam memastikan industri nasional dan pembangunan
perdesaan berjalan beriringan. Kami berkomitmen mendukung penuh inisiatif Bapak
Menteri dalam menjadikan desa di sekitar area operasional sebagai sentra
produksi pangan yang mandiri,” ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat
sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA. 

Percepatan Infrastruktur Sosial dan Aksesibilitas

Selain
fokus pada ketahanan pangan, Krakatau Steel dan Kemendes PDTT juga menyepakati
percepatan rehabilitasi Jembatan Cigedung – Cikolelet sebagai prioritas
infrastruktur sosial. Proyek ini merupakan manifestasi misi TJSL Krakatau Steel
dalam membangun konektivitas di wilayah penyangga, guna mengatasi hambatan
geografis serta mempererat keterhubungan antara pusat industri dengan pemukiman
warga.

Perbaikan
jembatan ini menjadi krusial untuk menjamin keamanan mobilitas harian,
khususnya bagi anak sekolah dan kendaraan roda dua. Selain meningkatkan
keselamatan di jalur vital, penguatan aksesibilitas ini diharapkan memperlancar
distribusi hasil bumi dari desa-desa tematik, sehingga keberadaan industri
memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar
secara berkelanjutan.

Pengembangan Kawasan dan Komitmen Berkelanjutan 

Dalam
aspek pengembangan kawasan, Mendes PDTT Yandri Susanto menyatakan dukungannya
terhadap percepatan pembebasan lahan seluas 425 hektar dengan potensi perluasan
hingga 2.000 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 3.                     

Selain
itu, pertemuan ini turut membahas pengembangan Pelabuhan Kramat sebagai pusat
pemrosesan kapal bekas (scrap ships),
di mana material besi bekasnya akan diserap kembali sebagai bahan baku produksi
Krakatau Steel yang lebih efisien. 

Melalui
penguatan kolaborasi ini, Krakatau Steel dan Kementerian Desa berkomitmen untuk
terus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menciptakan
nilai tambah bagi masyarakat melalui integrasi sektor industri, logistik, dan
pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan bagi kemajuan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara

JAKARTA — PAM JAYA kembali melanjutkan program pembagian toren air gratis bagi warga Jakarta yang kini memasuki titik ketiga pelaksanaan. Hari ini, Rabu (15/04/2026) sebanyak 270 toren air gratis dibagikan kepada masyarakat Jakarta Utara di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Angke Interaktif, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

JAKARTA — PAM JAYA kembali melanjutkan program pembagian toren air gratis bagi warga Jakarta yang kini memasuki titik ketiga pelaksanaan. Hari ini, Rabu (15/04/2026) sebanyak 270 toren air gratis dibagikan kepada masyarakat Jakarta Utara di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Angke Interaktif, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Program ini sebelumnya telah direalisasikan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 100 toren dibagikan kepada warga di wilayah Padamulya, Angke, Jakarta Barat pada Januari 2026. Selanjutnya pada titik kedua, sebanyak 150 toren kembali disalurkan kepada warga di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Februari 2026. Memasuki titik ketiga ini, PAM JAYA melanjutkan distribusi bantuan bagi warga di wilayah Jakarta Utara.

Pada kesempatan ini, sebanyak 270 toren didistribusikan ke sejumlah wilayah Jakarta Utara, antara lain Dewa Ruci (43 toren), Kelapa Gading (25 toren), Muara Karang (111 toren), Sunter (41 toren) dan Yos Sudarso (50 toren). Kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis bantuan serta peninjauan langsung ke rumah warga penerima manfaat yang torennya telah terpasang.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono Anung, Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan, Ketua Daya Wanita PAM JAYA Lya Arief Nasrudin, beserta TP PKK Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Syahrul Hasan mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses layanan air bersih. Seluruh masyarakat Jakarta di berbagai wilayah harus bisa merasakan kualitas hidup yang lebih baik.

“ Pembagian toren air gratis ini merupakan solusi jangka pendek bagi warga di wilayah dengan tekanan air rendah. Kami terus berupaya meningkatkan cakupan layanan melalui pembangunan infrastruktur serta program sambungan baru gratis bagi masyarakat yang memenuhi kriteria, ” terang Syahrul.

Menurutnya, program pembagian toren air gratis ini sangat berarti bagi masyarakat Jakarta. Selama ini masih banyak warga ibukota yang membeli air dan tidak mempunyai tempat penampungan air.

Dalam hal ini, PAM JAYA berkolaborasi dengan TP PKK DKI Jakarta yang memiliki kepedulian pada masyarakat Jakarta, khususnya kalangan ibu. Ibu menjadi tiang penyangga yang selama ini mengayomi dan mengurusi keperluan keluarga.

“Kolaborasi bersama TP PKK DKI Jakarta ini akan terus kami tingkatkan. Dengan adanya toren air ini, para ibu bisa memelihara keluarga dengan baik karena kebutuhan air tercukupi. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas Syahrul.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara TP PKK DKI Jakarta dan Daya Wanita PAM JAYA tentang Bantuan Sosial Kemasyarakatan bagi Warga Jakarta. Sepanjang tahun 2026, PAM JAYA menargetkan distribusi 2.000 unit toren air gratis berkapasitas 300 liter secara bertahap di seluruh wilayah Jakarta.

Program ini menyasar rumah tangga sederhana, terutama pelanggan kategori 2A1 dan 2A2 dengan luas bangunan kurang dari 70 meter persegi.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Apsiah mengungkapkan manfaat langsung dari bantuan tersebut. Bantuan ini sangat bermanfaat karena selama ini dirinya tidak memiliki tempat penyimpanan air.

“Harga toren ini juga kalau beli mahal sekali. Alhamdulillah, saya dapat gratis. Sekarang kami bisa menyimpan air saat alirannya ada, jadi kebutuhan sehari-hari lebih terjamin,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta berharap dapat terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan akses air bersih di ibukota.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

JAKARTA – Industri pertambangan tak hanya berkutat pada kegiatan ekstraktif, melainkan juga melibatkan banyak pihak untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam. Peran tersebut mencakup proses hilirisasi hingga pemanfaatan hasil tambang bagi kebutuhan manusia secara luas.

Sebagian besar perusahaan tambang di Indonesia saat ini, seperti yang berada di bawah kendali negara melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID. Kehadiran MIND ID menjadi representasi peran negara dalam mengelola kekayaan alam nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Di bawah naungannya, terdapat sejumlah perusahaan dengan beragam komoditas strategis.

Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, bergerak di bidang eksplorasi hingga pemasaran nikel, emas, perak, dan bauksit. Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada pertambangan batu bara mulai dari eksplorasi hingga pengolahan.

Freeport Indonesia (PTFI) mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di Papua dari hulu hingga pengolahan. Sementara itu, Inalum berfokus pada peleburan serta hilirisasi aluminium sebagai bagian dari penguatan industri logam nasional.

Timah (TINS) menjalankan bisnis pertambangan timah dari eksplorasi hingga pengolahan logam. Adapun Vale Indonesia (INCO) bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Meski demikian, sejumlah perusahaan tambang juga dimiliki oleh pihak swasta yang turut berperan dalam ekosistem industri ini. Industri nikel Indonesia juga didominasi oleh konsorsium dan perusahaan asal China yang menguasai sekitar 75% kapasitas peleburan.

Perusahaan-perusahaan tersebut terkonsentrasi di kawasan industri besar seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

IMIP merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan Steel Holding dari China dan PT Bintang Delapan Mineral dari Indonesia. Sementara IWIP dioperasikan melalui PT Weda Bay Nickel dengan komposisi saham yang melibatkan Tsingshan Group, Eramet dari Prancis, serta Antam dengan porsi minoritas.

Di sektor batu bara, kepemilikan perusahaan cenderung tersebar di tangan konglomerat lokal dengan jaringan bisnis yang luas. Nama-nama besar tersebut telah lama dikenal dengan gurita bisnisnya di industri batu bara nasional.

Sebut saja, PT Bumi Resources Tbk berada di bawah kendali Grup Bakrie. Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dikendalikan oleh Garibaldi Thohir usai spin off dari induk usahanya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO).

Tak Ketinggalan, PT Bayan Resources Tbk dipimpin oleh Low Tuck Kwong yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara Sinar Mas Mining dimiliki keluarga Widjaja.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Indonesia masih cenderung sudah sangat baik pada sektor hulu karena dinilai lebih mudah dan murah secara investasi.

Menurutnya, model ini membuat Indonesia cukup menjual sumber daya mentah tanpa perlu pengolahan lanjutan yang kompleks. Namun dia berpendapat, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri pertambangan yang bernilai tambah lebih baik.

“Sebetulnya Indonesia itu memiliki harapan bahwa kita tidak hanya mengembangkan dari sisi upstream ya ataupun hulu,” pungkas Yayan.

Yayan pun mencontohkan bagaimana China melakukan pemanfaatan terhadap sumber daya alamnya. Negeri Tirai Bambu melakukan pengembangan yang mencakup sektor industri strategis seperti pertahanan, teknologi, hingga energi terbarukan termasuk kendaraan listrik.

Yayan juga menyoroti bahwa pemanfaatan mineral dan mineral kritis di Indonesia masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi hilirisasi dan industri dapat lebih berdampak kepada perekonomian nasional.

Pada akhirnya, menjaga eksistensi industri mineral bukan sekadar mempertahankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam, melainkan memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara bijak, bernilai tambah tinggi, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi serta kemajuan peradaban masa depan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR

Jakarta, 16 April 2026 – Belakangan ini, pasar ekonomi global sedang diwarnai oleh gelombang optimisme yang cukup besar menyusul adanya harapan baru akan perdamaian dunia. Bersamaan dengan ini, Bittime juga menghadirkan Bittime Mining Points 2.0 yang memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA)

Sebelumnya menurut artikel dari CNBC, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di bursa saham Amerika Serikat baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada pertengahan April 2026 ini. Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan sebesar 0,80% sementara Nasdaq Composite yang didominasi oleh perusahaan teknologi melesat 1,59%. 

Sentimen positif ini semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang mengindikasikan bahwa perselisihan dengan Iran sudah sangat dekat dengan penyelesaian. Keyakinan pasar tumbuh seiring dengan kabar mengenai diskusi putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran yang sedang dipersiapkan oleh pihak Gedung Putih.

Di tengah gejolak kondisi ekonomi global saat ini, banyak investor yang semakin berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil. Salah satu aset diversifikasi yang kini dipandang sebagai alternatif lindung nilai adalah aset kripto Tether ($USDT) yang bernilai 1:1 dengan dolar Amerika Serikat (AS) sehingga cenderung lebih stabil.

Karena dibangun di atas teknologi blockchain, $USDT memiliki fungsi fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Hal ini semakin menambah nilai $USDT sebagai aset kripto yang dapat menjadi aset “safe haven” di tengah fluktuasi pasar.

Di sisi lain, Bittime crypto exchange berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan Bittime Mining Points 2.0. Kampanye ini dibangun dengan tujuan memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA).

Sehingga, investor dan trader tidak hanya memanfaatkan fluktuasi pasar untuk mengambil potensi keuntungan, tapi juga berkesempatan mengumpulkan poin tambahan dari aktivitas jual-beli pada platform. Lebih lanjut, kampanye ini juga dipandang sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, di tengah kondisi tekanan nilai Rupiah. 

Namun, perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian, KAI Logistik sebagai perusahaan penyedia layanan total logistics solution, berhasil mencatatkan kinerja operasional yang kokoh pada Triwulan I 2026. Perusahaan mencatatkan total volume pengelolaan angkutan barang mencapai sekitar 3,6 juta ton. Angka ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional.

Direktur
Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa sepanjang tiga bulan
pertama, operasional bisnis tetap berjalan secara optimal meski di tengah
momentum beberapa hari libur nasional yang berdekatan. ”Pencapaian sebesar 3,6
juta ton tersebut didominasi oleh lini angkutan batu bara dengan volume
mencapai 2 juta ton. Kontribusi signifikan lainnya berasal dari layanan pra dan
purna BBM/BBK sebanyak 769 ribu ton, layanan peti kemas sebesar 663 ribu ton,
angkutan semen dan limbah B3 sekitar 74 ribu ton, serta layanan pengiriman
barang ritel sebesar 18.671 ton.”

Pertumbuhan signifikan
terjadi pada layanan angkutan peti kemas, yang mengalami peningkatan sebesar
24% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Volume angkutan peti kemas
naik dari 535 ribu ton menjadi 663 ribu ton pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan
ini didorong oleh berbagai langkah inovasi strategis yang telah
diimplementasikan perusahaan untuk meningkatkan keandalan layanan.

Kinerja positif
KAI Logistik ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia pada laporannya yang
menempatkan sektor Transportasi dan Pergudangan sebagai lapangan usaha dengan
pertumbuhan tertinggi pada kisaran 10,8% hingga 11,6% (YoY). Angka ini
melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, mempertegas peran vital
sektor logistik dalam mendukung konektivitas nasional.

“Pencapaian
pada Triwulan I  ini merupakan bukti
nyata dari ketangguhan operasional perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar
yang dinamis. Kami terus berfokus pada inovasi layanan dan optimalisasi
kapasitas angkut untuk memastikan setiap segmen bisnis memberikan kontribusi
terukur bagi penguatan rantai pasok nasional, sejalan dengan visi besar
perusahaan dalam menyediakan solusi logistik terintegrasi,” ujar Yuskal.

Seiring dengan
fokus pemerintah dalam memperkuat struktur industri manufaktur yang ditargetkan
tumbuh 5,51% pada tahun 2026. KAI
Logistik juga memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam pemenuhan
kebutuhan rantai pasok. Saat ini, sekitar 11% basis pelanggan KAI Logistik
berasal dari industri manufaktur. Untuk mendukung sektor ini, perusahaan tengah
merampungkan rencana penambahan kapasitas angkut pada layanan angkutan kereta
api peti kemas yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Selain sektor
industri, pertumbuhan volume juga tercatat pada sektor ritel melalui layanan
KALOG Express yang tumbuh sebesar 27%. Volume pengiriman pada Triwulan I 2026
mencapai 18.671 ton, meningkat dari 14.649 ton pada periode yang sama tahun
lalu. Capaian ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan
pasar dengan membidik penambahan 70 titik layanan ritel baru di sepanjang tahun
2026.

“KAI Logistik akan
selalu berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penyedia solusi
logistik terintegrasi yang andal dan berkelanjutan. Melalui peningkatan
kapasitas, inovasi layanan, serta perluasan jaringan operasional, perusahaan
optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026
sekaligus berkontribusi lebih besar dalam mendukung efisiensi distribusi dan
daya saing ekonomi nasional,” tutup Yuskal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

Jakarta, 11 April 2026 – Di tengah meningkatnya perhatian industri pembiayaan terhadap risiko kredit, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga kualitas portofolio pembiayaannya secara solid. Hingga Februari 2026, Perusahaan mencatat rasio non-performing financing (NPF) sebesar 2,23%, berada dalam kisaran yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa kinerja tersebut merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta penguatan manajemen risiko secara berkelanjutan di seluruh proses bisnis. “Perusahaan memastikan bahwa setiap tahapan pembiayaan dilakukan secara terukur, mulai dari seleksi debitur, analisis kelayakan, hingga pemantauan kualitas portofolio secara berkala,” ujar Wahyudi.

Selain itu, Perusahaan juga terus memperkuat fungsi collection dan meningkatkan efektivitas monitoring pembayaran debitur. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko untuk menjaga kualitas aset tetap terjaga di tengah dinamika eksternal.

Secara industri, Otoritas Jasa Keuangan mencatat adanya peningkatan rasio pembiayaan bermasalah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk memperkuat penerapan manajemen risiko serta lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan.

“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan pencadangan dan mendorong industri untuk lebih prudent dalam melakukan ekspansi, dengan tetap mengedepankan kualitas portofolio,” jelas Wahyudi.

Meskipun demikian, BRI Finance memandang bahwa peluang pertumbuhan tetap terbuka. Penyaluran pembiayaan pada awal tahun 2026 masih menunjukkan tren yang terjaga, dengan pendekatan yang lebih selektif dan mempertimbangkan profil risiko debitur serta kondisi daya beli masyarakat.

Hal ini sejalan dengan perkembangan industri yang masih mencatat aktivitas pembiayaan, didukung oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

“Dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin serta penguatan fungsi monitoring dan collection, Perseroan optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Perkuat Koordinasi dengan Pemkot Bekasi untuk Tingkatkan Layanan Transportasi Perkotaan

LRT Jabodebek dan Pemkot Bekasi gelar audiensi pada Kamis (16/4) untuk selaraskan peningkatan layanan dan integrasi antarmoda. Pembahasan mencakup Stasiun Cikunir 1, Cikunir 2, Jatibening Baru, Bekasi Barat, dan Jatimulya yang jadi kunci konektivitas komuter Bekasi-Jakarta.

Sebagai upaya mendorong peningkatan layanan transportasi publik yang terintegrasi di wilayah penyangga Jakarta, LRT Jabodebek menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi melalui audiensi antara Executive Vice President LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, dan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, di Kantor Wali Kota Bekasi, Kamis (16/4).

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menyelaraskan peningkatan layanan LRT Jabodebek dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di Kota Bekasi, yang merupakan salah satu kawasan dengan tingkat pergerakan komuter tinggi di Jabodetabek.

Dalam audiensi tersebut, EVP LRT Jabodebek Suryawan menjelaskan tentang cakupan operasional di wilayah Bekasi yang meliputi Stasiun Cikunir 1, Cikunir 2, Jatibening Baru, Bekasi Barat, dan Jatimulya. Stasiun ini memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas masyarakat, khususnya dalam menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi di Jakarta dan sekitarnya.

Pembahasan juga mencakup integrasi antarmoda, yang menjadi faktor kunci dalam mendorong peralihan masyarakat ke angkutan umum yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi momen penting untuk memastikan layanan transportasi publik dapat berkembang secara terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Audiensi ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan peningkatan layanan LRT Jabodebek dengan kebijakan transportasi di tingkat daerah, khususnya dalam mendukung kemudahan akses dan konektivitas antarmoda di wilayah Bekasi,” ujarnya.

Melalui koordinasi ini, LRT Jabodebek dan Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi di kawasan perkotaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

60% Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa?

Perilaku konsumen dalam mencari informasi digital mulai berubah cukup signifikan. Jika sebelumnya orang langsung pergi ke mesin telusur, seperti Google, sekarang sebagian pengguna justru memulai pencarian dari kecerdasan buatan (AI).

Studi yang dikutip oleh Search Engine Land menunjukkan bahwa sekitar 37% konsumen kini mengawali pencarian mereka melalui AI. Artinya, titik awal perjalanan konsumen mulai bergeser.

Temuan ini juga diperkuat oleh laporan dari Priority Pixels yang menyebutkan bahwa 60% pengguna merasa jawaban dari AI lebih jelas dibandingkan hasil pencarian tradisional. Ini menunjukkan bahwa bukan hanya penggunaannya yang meningkat, tetapi juga kepercayaan terhadap AI sebagai sumber informasi.

Perubahan ini membuat peran AI tak lagi sekadar alat bantu. AI mulai menjadi tempat utama orang mencari dan memahami informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada risiko baru yang sering luput dari perhatian brand.

Dalam sistem AI, pengguna tidak lagi melihat banyak pilihan seperti di halaman hasil pencarian. AI akan menyaring dan merangkum hanya beberapa brand yang dianggap paling relevan dan kredibel. Akibatnya, jumlah brand yang masuk ke tahap pertimbangan jadi jauh lebih sedikit.

“Ketika konsumen mulai dari AI, mereka tidak lagi melihat banyak opsi seperti di mesin pencari. Mereka langsung mendapatkan ringkasan. Artinya, brand yang tidak masuk dalam ringkasan tersebut bisa kehilangan peluang bahkan sebelum dipertimbangkan,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI.

Situasi ini menciptakan risiko yang sifatnya tidak terlihat langsung, tetapi berdampak besar. Brand bisa saja masih aktif, memiliki produk yang bagus, bahkan mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari, tetapi tetap tidak muncul dalam jawaban AI.

Apabila ini terjadi, brand bisa kehilangan peluang sejak awal tanpa ada tanda yang jelas dari sisi performa.

“Ini yang sering tidak disadari. Brand merasa performanya masih stabil, padahal pelan-pelan mereka mulai tidak masuk dalam percakapan. Dampaknya baru terasa belakangan, saat peluang sudah lewat,” jelas Alexandro.

Melihat perubahan ini, muncul pendekatan baru yang dikenal sebagai AI Visibility Optimization (AVO). Pendekatan ini berfokus pada bagaimana brand membangun struktur informasi yang jelas, konsistensi narasi, serta sinyal kredibilitas agar lebih mudah dipahami dan dipercaya oleh sistem AI.

“AI tidak hanya mencari informasi, tapi juga menyusun jawaban dan memilih. Kalau brand tidak cukup jelas, tidak konsisten, atau tidak punya validasi yang kuat, AI tidak punya alasan untuk menyebutnya,” tambah Alexandro.

Seiring makin banyaknya konsumen yang memulai pencarian dari AI, perusahaan perlu mulai mengevaluasi kembali strategi visibilitas digital mereka. Persaingan sekarang bukan hanya soal siapa yang muncul, tetapi siapa yang masuk dalam jawaban.

Di era ini, kehilangan visibilitas tidak selalu terlihat dari angka, melainkan sering terjadi saat brand tidak lagi muncul di momen yang paling menentukan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peran Industri Gadai di Tengah Gejolak Global: Bagaimana deGadai Membantu Menjaga Likuiditas Tanpa Kehilangan Aset

Di saat dunia tidak stabil, yang paling berharga bukan hanya aset yang Anda miliki, tetapi bagaimana Anda mengelolanya tanpa harus kehilangannya.

Di tengah situasi geopolitik yang
tidak kondusif, mulai dari konflik kawasan Timur Tengah hingga ketegangan
global, pasar keuangan mengalami tekanan yang signifikan. Dampaknya terasa
langsung: harga minyak melonjak, harga emas bergejolak, dan nilai tukar menjadi
tidak stabil.

Dalam kondisi seperti ini,
tantangan terbesar bukan hanya menjaga aset, tetapi menjaga likuiditas tanpa
harus mengorbankan aset tersebut
.

Di sinilah peran industri gadai
menjadi semakin relevan.

Gejolak Global dan Dampaknya
ke Keuangan Individu

Ketika harga minyak naik, biaya
logistik dan operasional ikut meningkat. Ini berdampak pada:

biaya hidup yang lebih tinggi tekanan terhadap bisnis kebutuhan cash flow yang meningkat

Di sisi lain, emas sebagai aset
safe haven justru mengalami volatilitas. Meskipun secara jangka panjang
cenderung kuat, dalam jangka pendek harga emas bisa naik-turun mengikuti
sentimen global.

Kombinasi ini menciptakan kondisi
yang tidak ideal:

aset ada, tetapi likuiditas
terbatas.

Industri Gadai: Jembatan
Antara Aset dan Likuiditas

Industri gadai hadir sebagai
solusi atas gap tersebut.

Alih-alih menjual aset di tengah
kondisi pasar yang tidak pasti, gadai memungkinkan seseorang untuk:

mendapatkan dana tunai dengan cepat tetap mempertahankan kepemilikan aset menunggu waktu yang lebih tepat untuk mengambil
keputusan

Dengan kata lain, gadai berfungsi
sebagai jembatan antara kebutuhan likuiditas dan perlindungan aset.

Peran deGadai dalam Konteks
Modern

Dalam perkembangan industri,
layanan gadai tidak lagi sekadar transaksi pinjaman. Perusahaan seperti deGadai
menghadirkan pendekatan yang lebih modern dan strategis.

deGadai memposisikan diri bukan
hanya sebagai tempat mendapatkan dana, tetapi sebagai:

mitra pengelolaan aset solusi likuiditas jangka pendek alternatif menjaga nilai kekayaan

Terutama untuk aset bernilai
tinggi seperti:

emas tas branded jam tangan mewah kendaraan premium

Bagaimana Gadai Bisa
Menguntungkan di Tengah Situasi Ini?

Ada beberapa cara nyata bagaimana
pengguna gadai bisa mendapatkan keuntungan:

1. Tidak Kehilangan Potensi
Kenaikan Aset

Saat harga emas bergejolak,
menjual di waktu yang salah bisa merugikan. Dengan gadai, Anda tetap memiliki
aset dan bisa menebusnya saat kondisi lebih menguntungkan.

2. Mendapatkan Likuiditas di
Saat Kritis

Kenaikan harga minyak dan biaya
hidup membuat banyak orang membutuhkan dana tambahan. Gadai memberikan solusi
cepat tanpa proses kompleks.

3. Fleksibilitas Finansial

Dana dari gadai bisa digunakan
untuk:

menjaga cash flow bisnis memanfaatkan peluang investasi menutup kebutuhan mendesak

Tanpa harus menjual aset yang
bernilai tinggi.

4. Manajemen Risiko yang Lebih
Baik

Di tengah ketidakpastian, menjaga
aset adalah bagian dari strategi. Gadai memungkinkan Anda tidak mengambil
keputusan permanen di situasi yang sementara
.

Ilustrasi Sederhana

Bayangkan seseorang memiliki emas
atau jam tangan mewah seperti jam tangan rolex misalnya dengan nilai ratusan juta rupiah.

Ketika harga minyak naik,
bisnisnya membutuhkan tambahan modal operasional. Jika ia menjual aset
tersebut:

ia kehilangan aset ia kehilangan potensi kenaikan nilai

Namun jika ia gadai jam rolex:

ia mendapatkan dana aset tetap bisa ditebus ia bisa menunggu momen yang lebih baik

Dalam konteks ini, gadai bukan
hanya solusi, tetapi strategi.

Perubahan Mindset: Dari
Darurat ke Strategis

Salah satu perubahan terbesar
adalah cara pandang terhadap gadai.

Jika dulu identik dengan kondisi
terdesak, kini gadai mulai dilihat sebagai:

bagian dari perencanaan keuangan alat untuk menjaga fleksibilitas strategi mempertahankan aset

Terutama di kalangan yang
memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara likuiditas dan kekayaan.

Konklusi

Dalam situasi geopolitik yang
tidak stabil, kenaikan harga minyak, dan volatilitas harga emas, tantangan
utama bukan hanya bertahan—tetapi tetap fleksibel.

Industri gadai, khususnya melalui
pendekatan modern seperti yang dilakukan deGadai, memberikan solusi yang
relevan:

dana tetap tersedia aset tetap terjaga peluang tetap terbuka

Pada akhirnya, keunggulan
terbesar dari gadai bukan hanya pada kemudahan mendapatkan dana, tetapi pada
kemampuannya menjaga posisi finansial Anda di tengah ketidakpastian.

Karena di saat dunia tidak
stabil, yang paling berharga bukan hanya aset yang Anda miliki, tetapi
bagaimana Anda mengelolanya tanpa harus kehilangannya.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES