Menatap Akhir 2026, BRI Finance Optimistis terhadap Prospek Pembiayaan Alat Berat

Jakarta, 4 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat prospek pembiayaan alat berat masih terbuka hingga penghujung 2026. Permintaan tidak hanya berasal dari industri komoditas, tetapi juga dari sektor produktif lain yang membutuhkan alat berat untuk menunjang kegiatan operasional dan investasi.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa aktivitas usaha di sejumlah sektor masih mendorong kebutuhan pembiayaan alat berat.

“Permintaan pembiayaan alat berat masih menunjukkan perkembangan yang baik. Selain sektor komoditas, kami melihat peluang dari berbagai sektor produktif yang memiliki kebutuhan alat berat untuk mendukung operasional maupun pengembangan usaha,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, beragamnya sektor pengguna alat berat memberikan ruang bagi Perseroan untuk mengembangkan pembiayaan secara lebih selektif. Konstruksi, perkebunan, logistik, dan infrastruktur menjadi beberapa sektor yang terus dicermati seiring dengan perkembangan aktivitas usaha dan kebutuhan investasinya.

BRI Finance juga memperhatikan perkembangan industri batu bara, termasuk kebijakan pemerintah terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Dinamika tersebut menjadi salah satu pertimbangan Perseroan dalam memetakan potensi permintaan dan menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dengan kualitas portofolio.

“Dengan basis permintaan yang berasal dari berbagai sektor, kami melihat peluang pembiayaan alat berat tetap positif hingga akhir tahun. Kami akan terus mengoptimalkan potensi dari sektor-sektor dengan aktivitas usaha dan kebutuhan investasi yang sehat, sembari menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan manajemen risiko yang prudent,” kata Dhani.

Optimisme tersebut tercermin pada kinerja segmen alat berat BRI Finance yang hingga 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pembiayaan alat berat juga telah berkontribusi sebesar 20,17% terhadap total portofolio pembiayaan Perseroan.

Kinerja tersebut memperlihatkan kuatnya kebutuhan pembiayaan untuk mendukung pengadaan alat produksi dan operasional di berbagai sektor. Bagi BRI Finance, momentum ini menjadi peluang untuk memperkuat pertumbuhan segmen alat berat dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan risiko masing-masing sektor.

Memasuki sisa 2026, BRI Finance akan menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui penyaluran pembiayaan yang selektif, dengan mempertimbangkan perkembangan industri, profil nasabah, serta kualitas aset. Strategi ini diarahkan untuk memastikan pertumbuhan pembiayaan alat berat tetap sehat dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembiayaan Investasi Tumbuh 46,85%, BRI Finance Perkuat Penyaluran Dana Produktif

Jakarta, 3 September 2026 – Kebutuhan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas dan mendukung pengembangan bisnis masih menjadi salah satu ruang pertumbuhan bagi industri pembiayaan. Di tengah kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat pertumbuhan pembiayaan investasi sebesar 46,85% secara tahunan (year on year/YoY) hingga Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja positif BRI Finance pada segmen pembiayaan investasi, terutama di tengah tren industri yang masih menghadapi tekanan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip dalam pemberitaan per September 2026, pembiayaan investasi industri multifinance pada Juni 2026 mengalami kontraksi sebesar 5,33% YoY.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan pembiayaan investasi yang kami catat mencerminkan masih adanya kebutuhan pembiayaan dari dunia usaha. Kami melihat peluang tersebut dengan tetap memperhatikan dinamika pasar, prospek sektor usaha, dan profil risiko nasabah. Dengan pendekatan yang selektif, kami ingin memastikan pertumbuhan yang dicapai tetap berkualitas.”

Pembiayaan investasi memiliki peran dalam mendukung kebutuhan dunia usaha, antara lain untuk pengadaan aset dan kebutuhan produktif yang dapat menunjang kegiatan operasional maupun pengembangan kapasitas bisnis. Karena itu, BRI Finance terus mencermati perubahan kebutuhan pelaku usaha agar solusi pembiayaan yang ditawarkan tetap relevan dengan karakteristik masing-masing sektor.

Dalam menumbuhkan segmen tersebut, BRI Finance menerapkan pendekatan selective growth dengan mempertimbangkan fundamental dan prospek sektor usaha serta kesesuaian kebutuhan pembiayaan nasabah. Perusahaan juga melakukan penilaian terhadap profil risiko dan kemampuan nasabah untuk memastikan penyaluran pembiayaan dilakukan secara prudent.

Sinergi dengan ekosistem BRI turut dioptimalkan untuk memperkuat pemahaman perusahaan terhadap kebutuhan pembiayaan serta perkembangan sektor usaha. Pemahaman yang lebih komprehensif tersebut menjadi bagian dari proses perusahaan dalam menentukan peluang pembiayaan sekaligus menjaga kualitas portofolio.

“Setiap peluang pembiayaan akan kami lihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kebutuhan nasabah, tetapi juga dari prospek usaha dan risikonya. Ini penting agar ekspansi yang dilakukan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga kesehatan portofolio,” kata Dhani.

Memasuki paruh kedua 2026, BRI Finance masih melihat peluang pertumbuhan pada pembiayaan investasi. Perusahaan akan terus memantau perkembangan permintaan dari dunia usaha serta kondisi masing-masing sektor untuk menentukan ruang ekspansi yang sesuai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Aktivitas Harian hingga Perjalanan Jauh, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Motor Baru

Jakarta, 2 September 2026 – Memasuki September, aktivitas masyarakat kembali berjalan dengan ritme yang semakin dinamis. Berbagai kebutuhan yang sempat direncanakan mulai direalisasikan, termasuk kebutuhan akan kendaraan yang dapat menunjang mobilitas sehari-hari. Bagi sebagian masyarakat, memiliki motor baru bukan hanya soal kendaraan, tetapi juga bagian dari upaya membuat aktivitas bekerja, menjalankan usaha, hingga memenuhi kebutuhan keluarga menjadi lebih praktis.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan solusi pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan ADDM dan pilihan tenor hingga 5 tahun. Program ini ditujukan untuk memberikan alternatif pembiayaan yang lebih fleksibel bagi konsumen yang tengah mempersiapkan kebutuhan kendaraan untuk mendukung aktivitas mereka.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Kami melihat kebutuhan kendaraan menjadi salah satu bagian yang dapat mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas personal, pekerjaan, maupun keluarga. Melalui pembiayaan motor baru dengan skema yang kompetitif, BRI Finance berupaya memberikan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan konsumen.”

Motor juga memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar sarana transportasi. Bagi pekerja, kendaraan roda dua dapat membantu menunjang mobilitas harian. Bagi pelaku usaha, motor dapat digunakan untuk mendukung aktivitas operasional dan menjangkau pelanggan. Sementara bagi keluarga, kendaraan dapat memberikan fleksibilitas dalam menjalankan berbagai kebutuhan sehari-hari..

“Bagi kami, pembiayaan kendaraan bukan semata-mata mengenai kepemilikan unit, tetapi bagaimana kendaraan tersebut dapat memberikan manfaat dalam keseharian konsumen. Kami ingin memberikan pilihan pembiayaan yang kompetitif sekaligus fleksibel, sehingga konsumen dapat menentukan skema yang sesuai dengan kebutuhannya. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu konsumen, termasuk nasabah BRI dan karyawan BRI Group, merealisasikan kebutuhan motor baru dengan perencanaan yang matang,” tutur Dhani.

Melalui berbagai solusi pembiayaan yang ditawarkan, BRI Finance terus berupaya memberikan pengalaman dan nilai tambah bagi konsumen. Informasi lebih lanjut mengenai pembiayaan motor baru BRI Finance dapat diperoleh melalui kanal resmi BRI Finance maupun Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Promo Pembiayaan Mobil Baru BRI Finance Hadir dengan Bunga Mulai 3,33%

Jakarta, 1 September 2026 – Memasuki bulan September, sejumlah rencana yang disusun sejak awal tahun mulai kembali menjadi perhatian. Bagi sebagian keluarga, salah satunya adalah rencana mengganti kendaraan atau memiliki mobil baru untuk menunjang kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Kendaraan masih menjadi bagian penting dalam aktivitas keluarga, mulai dari perjalanan ke tempat kerja dan mengantar anak hingga kebutuhan bepergian pada akhir pekan. Karena itu, keputusan membeli mobil tidak hanya ditentukan oleh pilihan kendaraan, tetapi juga skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan dan perencanaan keuangan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa setiap konsumen memiliki pertimbangan yang berbeda ketika memutuskan untuk membeli kendaraan. Selain memilih jenis dan spesifikasi mobil, konsumen juga perlu mempertimbangkan jangka waktu serta kemampuan dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

“Mobil menjadi bagian dari kebutuhan mobilitas banyak keluarga. Kami memahami bahwa keputusan untuk membeli kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi dan perencanaan finansial masing-masing. Khusus untuk mobil baru, BRI Finance menyediakan pilihan pembiayaan dengan bunga yang kompetitif yakni  3,33% flat per tahun serta tenor hingga lima tahun,” ujar Dhani.

Dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun, konsumen memiliki pilihan untuk memperoleh pembiayaan mobil baru dengan tenor yang dapat disesuaikan hingga lima tahun. Skema tersebut memberikan fleksibilitas dalam mengatur jangka waktu pembayaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

“Yang kami dorong bukan hanya kemudahan dalam memperoleh pembiayaan, tetapi juga keputusan yang terukur. Konsumen perlu memilih kendaraan dan skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhannya. BRI Finance ingin menjadi bagian dari proses tersebut dengan menyediakan solusi pembiayaan yang kompetitif dan relevan,” tambah Dhani.

Melalui penawaran ini, BRI Finance mengajak masyarakat yang tengah mempertimbangkan pembelian kendaraan untuk mulai merealisasikan rencana mobil baru pada September ini, dengan tetap memperhatikan kebutuhan serta perencanaan keuangan keluarga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Faculty of Engineering BINUS University Bekerjasama dengan Tongji University untuk Pengembangan Akademik dan Kerjasama Riset

30 mahasiswa Architecture BINUS University berkesempatan mengenal lebih dekat dunia arsitektur di Tiongkok melalui kunjungan ke College of Architecture and Urban Planning (CAUP), Tongji University, Shanghai, pada 12 Oktober 2026.

Jakarta, 26 Oktober 2026 – Sebanyak 30 mahasiswa Architecture BINUS University berkesempatan mengenal lebih dekat dunia arsitektur di Tiongkok melalui kunjungan ke College of Architecture and Urban Planning (CAUP), Tongji University, Shanghai, pada 12 Oktober 2026. Mulai dari mempelajari arsitektur tradisional dan budaya Tiongkok, berdiskusi dengan mahasiswa dari berbagai negara, hingga melihat karya desain para akademisi, kunjungan ini memberikan pengalaman belajar di luar perkuliahan sehari-hari.

Selain menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama antara Faculty of Engineering BINUS University dan Tongji University. Delegasi BINUS University dipimpin oleh Dr. Ir. Ar. Nina Nurdiani, S.T., M.T., IAI., yang hadir mewakili Faculty of Engineering BINUS University bersama jajaran pimpinan program studi (Arsitektur dan Teknik Sipil), Head of International Partnership Program dan dosen-dosen, disambut oleh Chen Chen, Wakil Dekan CAUP, beserta jajaran akademisi Tongji University.

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi berdiskusi mengenai pengembangan program studi, kurikulum, metode pembelajaran, serta pendekatan dalam mempersiapkan mahasiswa. Pertemuan ini juga membahas rencana kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) antar universitas.

Kolaborasi yang dijajaki mencakup empat bidang utama, yaitu pengembangan program pendidikan bersama, penelitian kolaboratif, kegiatan sosial budaya, serta pertukaran dosen, peneliti, dan mahasiswa. Keempat bidang ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kegiatan akademik bersama antara BINUS University dan Tongji University.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas  pendidikan arsitektur di BINUS University, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan yang terus berkembang. Kunjungan ini sebagai awal untuk membangun kolaborasi yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kedua institusi, sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui berbagai perspektif dan pendekatan baru dalam dunia arsitektur. Mahasiswa tidak hanya terampil dalam mendesain namun juga menghadirkan solusi desain yang relevan dengan tantangan lingkungan dan perkembangan perkotaan. 

Selain agenda pertemuan akademik, mahasiswa Architecture BINUS University mengikuti kuliah umum bertema “Arsitektur Tradisional dan Kebudayaan Tiongkok” yang disampaikan oleh Zhou Yizhi, Associate Professor dari Department of Architecture, Tongji University. Sesi ini membahas hubungan antara arsitektur dan budaya Tiongkok, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Mahasiswa BINUS University juga berkesempatan berbincang dengan mahasiswa internasional Tongji University untuk mengenal lebih dekat pengalaman perkuliahan dan kehidupan kampus di Tiongkok.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium dan fasilitas pembelajaran CAUP, serta pameran “Ultramarine: Tongji Architecture Young Faculty Practice⁺ Works Exhibition” yang menampilkan karya dan eksplorasi desain akademisi muda Tongji University. Dalam kesempatan tersebut, Zhou Minghao, Associate Professor dari Department of Architecture, menjelaskan latar belakang serta keunikan karya yang dipamerkan. Kegiatan ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana ide dan penelitian dikembangkan menjadi karya desain arsitektur.

Melalui kunjungan ini, BINUS University berharap dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan maupun penelitian bersama Tongji University. Pengalaman dan peluang kolaborasi tersebut diharapkan turut mendukung pengembangan Architecture BINUS University dalam menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan perkembangan dunia arsitektur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Jakarta, 26 Oktober 2026 — Pasar kripto memasuki pekan terakhir Oktober dengan volatilitas yang masih tinggi. Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$80.000 pada Senin (26/10), setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pelaku pasar kini mencermati keputusan suku bunga The Fed, data inflasi Amerika Serikat, serta perubahan arus dana produk investasi aset digital untuk melihat peluang pergerakan harga selanjutnya.

Berdasarkan data historis FLOQ, Bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US$79.397–US$80.354 pada 26 Oktober. Posisi tersebut menunjukkan bahwa BTC masih menghadapi tekanan di sekitar level psikologis US$80.000, yang sebelumnya menjadi salah satu area penting dalam analisis teknikal pasar.

Meski demikian, pergerakan Bitcoin pekan ini belum mengarah pada satu skenario yang pasti. Kemampuan harga bertahan di atas US$80.000 dapat membuka peluang konsolidasi dan pengujian resistance berikutnya. Sebaliknya, penutupan harian di bawah level tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi lebih lanjut.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai bahwa pekan ini menjadi periode penting bagi pelaku pasar dalam melakukan trading crypto. Mereka wajib mencermati hubungan antara perkembangan makroekonomi global dan respons aset kripto.

“Pasar kripto pekan ini berpotensi bergerak dinamis seiring investor menunggu sejumlah katalis penting, terutama keputusan The Fed dan data inflasi Amerika Serikat. Bagi pelaku pasar, yang perlu diperhatikan bukan hanya arah pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi juga bagaimana pasar merespons perkembangan tersebut dan apakah responsnya didukung oleh arus dana serta volume perdagangan yang konsisten,” kata Yudho.

Keputusan The Fed dan Data Inflasi Jadi Katalis Utama

Salah satu perhatian utama pasar pekan ini adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober waktu Amerika Serikat. Keputusan suku bunga dijadwalkan diumumkan pada 28 Oktober, sekitar pukul 01.00 WIB pada 29 Oktober, disusul konferensi pers Ketua The Fed.

Ekspektasi pasar menjelang pertemuan tersebut cenderung mengarah pada penahanan suku bunga. Namun, perhatian investor juga tertuju pada sinyal kebijakan moneter untuk Desember, terutama setelah data inflasi sebelumnya menunjukkan tekanan harga yang masih perlu dicermati.

Menurut Yudho, pasar secara umum memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Meski demikian, perkembangan inflasi dan komunikasi bank sentral dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap keputusan berikutnya.

Selain FOMC, pasar akan mencermati rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) September dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal III pada 29 Oktober. PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang diperhatikan The Fed dalam menilai perkembangan harga.

Jika data inflasi kembali menunjukkan tekanan yang kuat, ekspektasi kebijakan moneter ketat dapat meningkat dan berpotensi membebani aset berisiko, termasuk kripto. Sebaliknya, data yang meredakan kekhawatiran inflasi berpotensi mendukung sentimen pasar, meskipun tidak otomatis menjamin kenaikan harga.

Yudho menambahkan, “Investor perlu melihat keputusan suku bunga, data inflasi, dan respons pasar sebagai satu rangkaian informasi. Ekspektasi sebelum pengumuman bisa berbeda dari reaksi setelah hasilnya keluar. Karena itu, penting untuk menyiapkan beberapa skenario dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu indikator.”

Bitcoin Berpeluang Menguji US$84.000

Dari sisi teknikal, area US$80.000 menjadi salah satu level penting yang perlu diperhatikan sepanjang pekan ini. Selama harga mampu bertahan di atasnya, peluang konsolidasi dan pemulihan menuju resistance terdekat masih terbuka.

Dalam skenario positif, Bitcoin berpotensi menguji area US$84.000. Jika momentum penguatan berlanjut dan tekanan jual mereda, area US$87.000 dapat menjadi resistance berikutnya yang perlu dicermati.

Sebaliknya, apabila BTC mencatatkan penutupan harian di bawah US$80.000, area US$77.400–US$76.200 dapat menjadi acuan teknikal untuk mengevaluasi risiko penurunan lanjutan.

Level-level tersebut merupakan acuan analisis teknikal, bukan target harga yang pasti tercapai. Perkembangan sentimen makroekonomi, likuiditas, dan aktivitas perdagangan dapat mengubah skenario tersebut.

Arus Dana ETF Menunjukkan Pasar Belum Sepenuhnya Stabil

Selain faktor makroekonomi, arus dana ETF Bitcoin dan Ethereum menjadi indikator lain yang patut dicermati.

Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencatat arus dana keluar bersih sekitar US$137,9 juta pada 23 Oktober. Namun, secara kumulatif selama periode 19–23 Oktober, arus dana ETF Bitcoin masih positif sekitar US$301,2 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus dana investor belum bergerak secara konsisten dalam satu arah. Setelah mencatat arus masuk pada sejumlah sesi, pasar kembali menghadapi tekanan penarikan dana menjelang akhir pekan perdagangan.

Sementara itu, ETF Ethereum masih menghadapi tekanan arus dana keluar. Perbedaan dinamika antara kedua aset tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pasar kripto belum tentu berlangsung merata.

Pelaku pasar perlu mengamati apakah arus dana ETF Bitcoin dapat kembali menguat dan apakah tekanan pada ETF Ethereum mulai mereda. Data arus dana tetap perlu dibaca bersama pergerakan harga dan volume perdagangan, bukan sebagai indikator tunggal untuk menentukan arah pasar.

Sentimen Global dan Harga Minyak Menambah Ketidakpastian

Perkembangan geopolitik dan pasar energi juga berpotensi memengaruhi sentimen aset berisiko. Dalam laporan pasar global pada 26 Oktober, Reuters mencatat harga minyak Brent berada di sekitar US$114,50 per barel, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,97%.

Pergerakan harga minyak dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, sedangkan perubahan imbal hasil obligasi dan dolar AS dapat memengaruhi daya tarik relatif aset berisiko. Meski demikian, hubungan tersebut tidak bersifat langsung dan pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi faktor khusus pasar kripto.

Di Indonesia, pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan sentimen pasar domestik setelah usulan MSCI terkait klasifikasi pasar saham Indonesia memicu perhatian investor. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari konteks risiko pasar yang lebih luas, meskipun dampaknya terhadap aset kripto tidak dapat diasumsikan secara langsung.

Peluang Pasar Tetap Ada, Pengelolaan Risiko Jadi Perhatian

Memasuki pekan terakhir Oktober, pasar kripto menghadapi dua kemungkinan utama. Apabila Bitcoin mampu mempertahankan area US$80.000, sementara keputusan The Fed dan data inflasi tidak memicu tekanan baru, peluang konsolidasi hingga pengujian resistance tetap terbuka.

Namun, jika tekanan jual meningkat, Bitcoin kehilangan support penting, atau data makroekonomi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, risiko koreksi masih perlu diperhitungkan.

“Di tengah kondisi seperti ini, disiplin dalam mengelola risiko menjadi sama pentingnya dengan membaca peluang pasar. Investor sebaiknya memahami volatilitas aset kripto, menentukan batas risiko sesuai profil masing-masing, dan tidak menjadikan satu pergerakan harga sebagai dasar tunggal dalam mengambil keputusan,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

OSL Indonesia Berkolaborasi dengan SMSI Bangka Belitung Dorong Literasi Aset Kripto di Kalangan Mahasiswa

Jakarta, 26 Oktober 2026 – OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan  (OJK), menggandeng Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka Belitung, menggelar seminar literasi blockchain dan aset kripto, pada 20 Oktober 2026, lalu di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, blockchain dan aset kripto menjadi bagian dari inovasi teknologi yang semakin banyak diperbincangkan. Namun, tingkat pemahaman masyarakat khususnya generasi muda terhadap teknologi dan regulasi yang mendasari aset kripto masih terhitung rendah.

Melihat ini, sebagai platform perdagangan aset kripto berstandar kepatuhan global, OSL Indonesia gelar seminar bertajuk “Revolusi Ekonomi Digital: Memahami Aset Kripto dan Transformasi Keuangan Masa Depan” kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. 

Menggandeng SMSI Bangka Belitung, kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman generasi muda mengenai perkembangan teknologi keuangan digital, cara kerja aset kripto, serta pentingnya memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Dalam rangkaian kegiatannya, OSL Indonesia memperkenalkan blockchain sebagai teknologi pencatatan digital yang menjadi pondasi dalam pengembangan sistem keuangan berbasis teknologi seperti aset kripto.

Asisten Manajer Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Bangka Belitung, M. Nizam, menyampaikan bahwa jumlah investor aset kripto di Indonesia terus meningkat sepanjang 2026. Hanya, belum banyak investor yang benar-benar memahami risiko investasi aset kripto.

“Aset kripto termasuk aset keuangan digital yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, sehingga merupakan alternatif aset investasi resmi dan berizin. Namun, aset kripto bersifat sangat fluktuatif dan berisiko tinggi, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk memahami profil risiko dan teknologi yang mendasari pasar aset kripto,” ujar Nizam.

Ia juga menambahkan, sangat penting untuk menggunakan platform yang berizin dan diawasi OJK agar investor memperoleh pelindungan sesuai ketentuan.

Sejalan dengan ini, Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, menyampaikan bahwa dalam bertransaksi hal terpenting yang harus diperhatikan adalah profil risiko dan pendekatan psikologis masing-masing investor. Dengan begitu, masyarakat dapat mengatur strategi investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan transaksi.

“Perbedaan psikologis dan toleransi risiko tiap investor berarti pendekatan serta strategi investasi yang berbeda pula. Oleh karena itu, OSL Indonesia menghadirkan fitur dan layanan berbeda sesuai kebutuhan pengguna. Di antaranya, fitur Auto-invest (DCA) bagi pengguna dengan strategi investasi jangka panjang, Quick Buy/Sell untuk trader yang aktif memanfaatkan momentum pasar, dan OSL Elite bagi investor dengan transaksi lebih besar,” jelas Vincent.

Lebih lanjut, selain mengenal teknologi blockchain, karakteristik aset kripto, dan risiko transaksi. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mengembangkan pola pikir kritis dalam menilai informasi dan peluang yang muncul di ekosistem aset digital.

Dengan pemahaman yang tepat, generasi muda diharapkan dapat melihat perkembangan blockchain secara lebih menyeluruh, baik dari sisi teknologi, potensi penerapan, maupun risiko yang perlu diperhatikan. Sebagai platform platform perdagangan aset kripto yang resmi dan berizin, OSL Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem aset digital yang mengedepankan kepatuhan, transparansi, dan edukasi pengguna.

Ke depan, OSL Indonesia akan terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan literasi aset digital melalui berbagai inisiatif edukasi dan kolaborasi, sehingga masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda, dapat memahami perkembangan teknologi keuangan digital dan berpartisipasi secara lebih bijak serta bertanggung jawab.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan, Investor Menanti Keputusan The Fed

Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Asia, Senin (26/10), setelah mengalami penurunan tajam sepanjang pekan sebelumnya. Investor kini mencermati dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat tersebut pada 27–28 Oktober 2026.

Mengutip laporan Investing.com, harga emas spot tercatat relatif datar di level US$3.995,42 per troy ounce pada pukul 22.40 ET, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat berada di US$4.007,45 per troy ounce. Sebelumnya, harga emas spot sempat turun di bawah level psikologis US$4.000 per troy ounce pada Jumat, untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli 2026.

Secara mingguan, harga emas mengalami penurunan sekitar 4,1%. Pelemahan ini menunjukkan bahwa kenaikan harga energi dan ekspektasi suku bunga menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan investor dalam mengalokasikan dana ke aset logam mulia.

Kenaikan Harga Minyak Menekan Harga Emas

Salah satu faktor utama yang menekan harga emas adalah kenaikan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak Brent mencatat kenaikan sekitar 6,2% sepanjang pekan sebelumnya dan mencapai penutupan mingguan tertinggi sejak pertengahan 2022 sebelum akhirnya melemah pada Senin.

Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi membuat pasar mengantisipasi kemungkinan kenaikan biaya produksi dan transportasi. Jika harga energi bertahan tinggi, tekanan inflasi dapat berlangsung lebih lama dan mempersulit upaya bank sentral untuk menjaga stabilitas harga.

Secara historis, emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Namun, kenaikan inflasi yang mendorong suku bunga tetap tinggi justru dapat memberikan tekanan terhadap logam mulia tersebut.

Hal ini terjadi karena emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Ketika instrumen berbunga, seperti obligasi pemerintah, menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, sebagian investor dapat memilih mengalihkan dananya dari emas ke aset tersebut.

Keputusan Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian Pasar

Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut.

Meski demikian, investor juga memantau petunjuk mengenai kemungkinan perubahan kebijakan pada Desember mendatang. Berdasarkan data CME FedWatch yang dikutip Investing.com, pasar memperhitungkan probabilitas sekitar 78% untuk kenaikan suku bunga pada Desember.

Ekspektasi tersebut muncul setelah data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi daripada perkiraan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi belum akan kembali ke target The Fed dalam waktu dekat.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 5%. Tingkat imbal hasil yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik instrumen pendapatan tetap dibandingkan emas, sehingga berpotensi membatasi pemulihan harga logam mulia.

Investor juga akan mencermati rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) pada 29 Oktober. Indikator ini menjadi salah satu acuan penting The Fed dalam mengevaluasi perkembangan inflasi di Amerika Serikat.

Prospek Emas Masih Dipengaruhi Ketidakpastian Global

Pergerakan emas dalam waktu dekat diperkirakan masih sensitif terhadap perkembangan harga minyak, imbal hasil obligasi, dan ekspektasi kebijakan moneter. Jika harga energi terus meningkat dan inflasi bertahan tinggi, peluang penurunan suku bunga dapat semakin terbatas sehingga menambah tekanan terhadap emas.

Sebaliknya, penurunan harga minyak atau meredanya ketegangan geopolitik berpotensi mengurangi kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi perubahan ekspektasi suku bunga dan memengaruhi daya tarik emas di mata investor.

Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih dapat menopang permintaan terhadap aset lindung nilai. Karena itu, arah harga emas tidak hanya bergantung pada satu faktor, tetapi juga pada bagaimana investor menyeimbangkan risiko inflasi, kebijakan moneter, dan kebutuhan menjaga nilai aset.

Di tengah volatilitas pasar, investor perlu memahami bahwa emas tetap memiliki risiko fluktuasi harga. Pemantauan kondisi ekonomi global dan penyesuaian strategi investasi berdasarkan profil risiko menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan.

Pantau Pergerakan Emas Digital dan Aset Investasi di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital kini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest. Bagi investor Indonesia yang ingin mulai berinvestasi di saham AS atau mengeksplorasi berbagai aset kripto, Nanovest menyediakan akses ke beragam instrumen investasi dalam satu aplikasi, dengan nominal awal mulai dari Rp5.000.

Nanovest merupakan aplikasi investasi yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta memiliki perlindungan terhadap risiko kejahatan siber dengan Asuransi Sinarmas sesuai ketentuan yang berlaku. Investor tetap perlu memahami karakteristik dan risiko setiap aset sebelum mengambil keputusan investasi.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga tersedia melalui Google Play Store dan Apple App Store.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Atasi Masalah Leaky Gut, GAPS Diet Indonesia Edukasi Pola Makan Anti-Inflamasi untuk Pemulihan Kesehatan Holistik

**JAKARTA** — Di tengah maraknya tren diet bebas gluten (*gluten-free*) konvensional yang sering kali hanya mengganti gluten dengan olahan tepung berkarbohidrat tinggi,

GAPS Diet Indonesia menekankan pentingnya pemulihan dinding pencernaan (*leaky gut*) dan peradangan (*anti-inflamasi*) melalui protokol nutrisi berbasis *real food*.

Berdasarkan literatur ilmiah Dr. Natasha Campbell-McBride, pemulihan ekosistem pencernaan melalui protokol *GAPS* (*Gut and Psychology / Gut and Physiology Syndrome*) tidak hanya berdampak pada spektrum autisme, tetapi juga menjadi terapi alami bagi berbagai tantangan neurologis dan psikologis seperti *Dyspraxia*, *Dyslexia*, *Depression*, *ADD*, *ADHD*, hingga *Schizophrenia*.

Dr (HC) M. Yunny Raharja, C.Ht., CGP., seorang *Autism Specialist* dan praktisi terverifikasi *GAPS Diet Practitioner*, menjelaskan bahwa kunci utama kesehatan tubuh dan otak bermula dari kondisi usus yang sehat (*gut-brain axis*).

“Diet anti-gluten biasa tidak otomatis menyembuhkan dinding usus yang bocor (*leaky gut*).
GAPS Diet melangkah lebih jauh sebagai pola makan anti-inflamasi yang membuang bahan pemicu iritasi sekaligus memberi asupan nutrisi mendalam untuk merapatkan kembali dinding pencernaan serta menyeimbangkan mikroflora usus,” tegas **Yunny Raharja, Pendiri Malika Group dan GAPS Diet Indonesia**.

Melalui gerakan **GAPS Diet Indonesia** di bawah naungan **Malika Group**, Yunny berkomitmen membagikan edukasi tepercaya ini secara nirlaba dengan slogan *”Menyehatkan keluarga Indonesia, one family at a time”*.

Komunitas ini rutin menyelenggarakan seminar daring bulanan serta menyediakan panduan pola makan gratis di situs web resmi [gapsdietindonesia.com](https://gapsdietindonesia.com) agar masyarakat dapat memahami akar masalah kesehatan secara bijak dan rasional.

JAKARTA, — Berbeda dengan diet bebas gluten (gluten-free) konvensional yang sering kali hanya mengganti gluten dengan olahan tepung alternatif berkarbohidrat tinggi, GAPS Diet (Gut and Psychology / Gut and Physiology Syndrome) hadir sebagai protokol nutrisi terstruktur yang berfokus pada pemulihan dinding pencernaan (leaky gut) dan peradangan (anti-inflamasi).

Berdasarkan literatur ilmiah Dr. Natasha Campbell-McBride, pemulihan ekosistem pencernaan melalui protokol GAPS tidak hanya berdampak pada spektrum autisme, tetapi juga menjadi terapi alami bagi berbagai tantangan neurologis dan psikologis lainnya seperti Dyspraxia, Dyslexia, Depression, ADD, ADHD, hingga Schizophrenia.

Melihat pentingnya pemahaman ini bagi masyarakat umum, Dr (HC) M. Yunny Raharja, C.Ht., CGP., praktisi terverifikasi GAPS Diet Practitioner, memaparkan bahwa kunci utama kesehatan tubuh dan otak bermula dari kondisi usus yang sehat (gut-brain axis). “Banyak orang mengira cukup dengan menghindari gluten saja, kesehatan pencernaan akan otomatis membaik. Namun, diet anti-gluten biasa tidak menyembuhkan dinding usus yang bocor (leaky gut). GAPS Diet melangkah lebih jauh: sebuah pola makan anti-inflamasi berbasis real food yang membuang bahan pemicu iritasi sekaligus memberi asupan nutrisi mendalam untuk merapatkan kembali dinding pencernaan serta menyeimbangkan mikroflora usus,” jelas Yunny Raharja, Pendiri Malika Group dan GAPS Diet Indonesia.

Melalui gerakan GAPS Diet Indonesia, Yunny berkomitmen membagikan edukasi tepercaya ini kepada seluruh lapisan masyarakat. Komunitas ini secara konsisten menyelenggarakan sesi edukasi daring bulanan dan menyediakan panduan pola makan gratis di situs web resmi guna membantu keluarga di Indonesia menjalani pola hidup sehat yang mudah diterapkan dengan bahan pangan lokal.

“Misi kami adalah mendampingi dan menyehatkan keluarga Indonesia, one family at a time. Kami ingin membantu masyarakat memahami akar masalah kesehatan mereka secara bijak dan rasional, sehingga setiap keluarga memiliki pengetahuan yang tepat dalam mengambil keputusan demi kualitas hidup yang lebih baik,” tutup Yunny.

Tentang GAPS Diet Indonesia & Malika Group GAPS Diet Indonesia adalah komunitas edukasi di bawah naungan Malika Group yang berfokus menyosialisasikan prinsip kesehatan pencernaan dan nutrisi holistik berbasis real food di Indonesia.

Malika Group menaungi Malika Center (Pendidikan & Terapi ABK), GAPS Diet Indonesia & GAPS Approved Supermarket (Edukasi & Akses Bahan Pangan Real Food), serta Yura Recipe (Produk Perawatan Diri & Kesehatan).

Informasi Lebih Lanjut & Panduan Nutrisi Gratis: Situs Web: gapsdietindonesia.com

Kontak Media:

Tim PR Malika Group Email: yunnyraharja@gmail.com WhatsApp: +62 817-2726-10  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Optimalkan Peluang di Segmen Pembiayaan Mobil Bekas

Jakarta, 23 Oktober 2026 – Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan dengan harga yang sesuai kemampuan finansial menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan bisnis pembiayaan mobil bekas. Melihat peluang tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat penetrasi di segmen ini dengan mengedepankan strategi pertumbuhan yang selektif dan pengelolaan risiko yang terukur.

Pembiayaan mobil bekas memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan pembiayaan mobil baru. Selain mempertimbangkan kemampuan finansial calon konsumen, proses pembiayaan juga perlu memperhatikan usia, kondisi, dan nilai kendaraan yang menjadi objek pembiayaan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik konsumen dan kualitas kendaraan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa segmen mobil bekas tetap menjadi salah satu peluang bisnis yang dapat dikembangkan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang beragam.

“Mobil bekas menawarkan alternatif bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan dengan pilihan harga yang lebih beragam. Kami melihat peluang untuk terus mengembangkan segmen ini melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik pasar, sekaligus memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan dengan mempertimbangkan profil konsumen dan kualitas aset,” ujar Dhani.

Untuk memperluas jangkauan pasar, BRI Finance mengoptimalkan jaringan pemasaran serta memperkuat kerja sama dengan dealer. Perseroan juga terus meningkatkan efektivitas proses akuisisi dan kualitas layanan agar dapat menjangkau calon konsumen secara lebih tepat, dengan tetap memperhatikan kesesuaian kebutuhan dan kemampuan pembayaran.

Upaya tersebut dijalankan sejalan dengan pendekatan selective growth yang diterapkan BRI Finance dalam mengembangkan portofolio pembiayaan. Melalui pendekatan ini, peluang ekspansi tidak hanya dinilai berdasarkan potensi penyaluran, tetapi juga melalui evaluasi terhadap profil calon konsumen, kondisi kendaraan, dan risiko pembiayaan yang menyertainya.

“Pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan kualitas portofolio. Karena itu, kami menerapkan proses yang selektif, mulai dari pemilihan mitra dan akuisisi konsumen hingga pengelolaan risiko. Kami ingin memastikan pengembangan pembiayaan mobil bekas tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjaga kualitas aset dan keberlanjutan usaha Perseroan,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES