KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026”

KETAPANG – Ajang “Ketapang Ethnic Day 2026 – Pemilihan Putra/Putri Ethnic Ketapang 2026” yang diinisiasi oleh Kepatihan Manajemen (K-Manajemen) sukses mencetak sejarah baru! Kompetisi yang diselenggarakan di Citimall Ketapang ini berhasil memecahkan rekor dengan menjaring total 87 peserta dari berbagai kalangan usia. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif, khususnya bidang fashion, mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Ketapang.

Pendiri K-Manajemen, Yohanes Christ, S.S., M.Sos., atau yang akrab disapa Bang Krish, menyatakan bahwa kompetisi ini digelar dalam momentum nasional. “Ketapang Ethnic Day 2026 diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2026. Melalui 87 peserta yang mengikuti ajang ini, kita berhasil menampilkan keindahan berbagai busana daerah dari seluruh etnik di Nusantara,” ujarnya.

Selain dedikasi luar biasa dari tim panitia, kesuksesan event ini merupakan buah dari kolaborasi manis bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang. Apresiasi tinggi bahkan diberikan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., melalui piagam penghargaan resmi yang beliau tandatangani, serta dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ketapang.

Standar Penilaian dan Dewan Juri Profesional

Kompetisi yang berlangsung meriah dengan tema Adat Nusantara ini menerapkan standar penilaian yang ketat. Unsur penilaian terbagi dalam beberapa aspek, seperti teknik catwalk, teknik pose, dan look (keselarasan visual busana, makeup, serta hairdo).

Proses kurasi nilai dilakukan oleh dewan juri profesional dan ahli di bidangnya, yaitu:

• Vivian (Icon Duta Wisata Indonesia 2024)

• Hotijah (Putri Duta Wisata Indonesia 2024)

• Ria Andriana (Putri Etnik Indonesia 2024)

• Maisarah Echa (Putri Remaja Indonesia 2025 Kalimantan Barat)

• Anggi Tripurwanto (Putra Daerah Kalimantan Barat 2025)

Penobatan Duta dan Apresiasi Tim Panitia

Ajang ini juga menjadi momen penting penobatan Safa Lestari sebagai Brand Ambassador Kepatihan Manajemen yang baru. Safa terpilih karena dinilai memenuhi standar kriteria kualifikasi 4B, yaitu Beauty, Brain, Behaviour, and Brave. Kapasitas kepemimpinan Safa sebelumnya telah teruji nyata saat dirinya dipercaya sebagai Ketua Panitia Ketapang Ethnic Day 2026.

Safa Lestari selaku Ketua Panitia menambahkan, “Prestasi luar biasa ini tidak akan mungkin tercapai tanpa kerja keras seluruh tim panitia, mulai dari pemandu acara oleh Tiffany Vicka dan Putry Salsabila, desain grafis oleh Jodhie Patria, hingga tim usher yang dikawal oleh Ranum, Renata, Dwi Andika, dan Kayla Amanda.”

“Kami ingin menjadikan panggung ini sebagai wadah nyata bagi generasi muda di Ketapang untuk mencintai, melestarikan, dan bangga mengenakan kekayaan busana adat warisan leluhur Nusantara. Hal ini sejalan dengan misi kelima Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., yaitu peningkatan pembangunan kehidupan sosial dan budaya masyarakat,” imbuh Safa.

Daftar Penobatan dan Pemenang Pemilihan Putra/Putri Ethnic Ketapang 2026

Berikut adalah daftar lengkap talenta terbaik yang berhasil meraih penghargaan dan gelar juara pada masing-masing kategori:

Gelar Khusus & Penobatan Terpilih:

• Brand Ambassador K-Manajemen: Safa Lestari

• Icon K-Manajemen: Grace Evelyn Halim, Aurora Keysha Anderson, Francanoela Erasmus Canaya, Reinn Gizelle, Nur Elif Firmansyah, Desta Jovi Pratama, Dwi Febian.

Kategori Putri (TK)

• Juara 1: Arra Jasmine Pambudi (Putri Ethnic Cilik Ketapang 2026)

• Juara 2: Aleesha Salfa Sabira

• Juara 3: Khoirunnisa Juana

Kategori Putri (SD Kelas 1-3)

• Juara 1: Aurora Keysha Anderson (Putri Ethnic Junior Ketapang 2026)

• Juara 2: Francanoela Erasmus Canaya

• Juara 3: Zea Azzahra

Kategori Putri (SD Kelas 4-6)

• Juara 1: Reinn Gizelle (Putri Ethnic Junior Ketapang 2026)

• Juara 2: Nur Elif Firmansyah

• Juara 3: F Aisyah Saqueena H

Kategori Putri (SMP)

• Juara 1: Syakira Elga Glensya (Putri Ethnic Ketapang 2026)

• Juara 2: Atika Sahra Rathifa

• Juara 3: Aura Aulia

Kategori Putri (SMA – Umum)

• Juara 1: Thalika Desire Anabel (Putri Ethnic Ketapang 2026)

• Juara 2: Naysila Oktaviana

• Juara 3: Atifa Kirani

Kategori Putra (TK)

• Juara 1: Muhammad Rais (Putra Ethnic Cilik Ketapang 2026)

• Juara 2: M Rayn Alfarizi

• Juara 3: Muammar Khadafi

Kategori Putra (SD)

• Juara 1: Dwi Febian (Putra Ethnic Junior Ketapang 2026)

• Juara 2: Azka Alfarizi

• Juara 3: Rafa Putra

Kategori Putra (SMP – SMA – Umum)

• Juara 1: Desta Jovi Pratama (Putra Ethnic Ketapang 2026)

• Juara 2: Narayan Noor D

• Juara 3: Ainul Dias Pwemadi

Dukungan Sponsor dan Mitra Strategis

Kemeriahan dan kesuksesan acara skala besar ini terwujud berkat dukungan dari berbagai mitra strategis, antara lain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ketapang, Happy Time, Fruite City, Favehotel, Hot Cells, PT CMI, Kreen Indonesia, FDJ Cua, Grace Evelyn, Geshalonicca, AL Gibran Setiawan, Ricky Noverint, Genji Asfarenza, Okta.Po Makeup, Lala Makeup, Cahyatyara Makeup, SP Makeup, Nara Makeup, Sadeq Rasel PG, Frame_Studio, PE Shoot PG, Edowardox VG, Nabila VG, Orange Sport, Toko Cermat, Mandiri Tailor, Karina Florist, Uun Taxi Bike, Inge Studio, Alor Galery, serta dukungan publikasi dari Suara Pemred, Borneostreet.id dan K Expose.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 18 Persen pada September 2026

Pertumbuhan pengguna juga terlihat di sejumlah stasiun yang terhubung dengan moda transportasi lain

LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan jumlah pengguna pada September 2026. Sepanjang bulan tersebut, LRT Jabodebek melayani 2.893.108 pengguna, meningkat sekitar 18 persen dibandingkan September 2025 yang tercatat sebanyak 2.449.304 pengguna.

Pertumbuhan juga terlihat pada kuartal III tahun 2026, LRT Jabodebek melayani 8.683.994 pengguna. Jumlah ini meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 7.729.511 pengguna.

Secara kumulatif, jumlah pengguna LRT Jabodebek sepanjang Januari hingga September 2026 telah mencapai 24.702.905 pengguna. Yang juga tumbuh sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 20.769.914 pengguna.

Pertumbuhan tersebut berlangsung seiring dengan konektivitas LRT Jabodebek dengan berbagai moda transportasi publik. Sejumlah stasiun LRT Jabodebek menjadi titik perpindahan perjalanan menuju kereta Commuter Line, Kereta Bandara, Kereta Cepat Whoosh, Transjakarta, shuttle, serta layanan bus antarkota dan antarprovinsi. Konektivitas tersebut memberikan pilihan bagi masyarakat untuk melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain sesuai dengan tujuan masing-masing.

Berikut stasiun integrasi yang mengalami peningkatan volume pengguna di periode Januari hingga September 2026 :

Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia.

tap in : 3.773.510 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 3.182.097 pengguna.

tap out : 3.254.508 pengguna pada 2026, tumbuh sekitar 14 persen dari 2.845.094 pengguna pada 2025.

Stasiun Cikoko

tap in : 1.998.624 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.652.309 pengguna.

tap out : 1.976.666 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 18 persen dari 1.670.836 pengguna pada 2025.

Stasiun Halim

tap in : 372.735 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 364.714 pengguna.

tap out : 321.546 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 311.197 pengguna.

Stasiun TMII

tap in : 993.066 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 896.691 pengguna.

tap out : 906.156 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 810.191 pengguna.

Stasiun Kampung Rambutan

tap in : 601.042 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 41 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 427.644 pengguna.

tap out : 569.870 pengguna pada 2026, meningkat sekitar 37 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 415.605 pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek sekaligus menunjukkan pentingnya konektivitas dalam mendukung perjalanan masyarakat.

“Pertumbuhan pengguna menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari perjalanan masyarakat. Pada saat yang sama, pertumbuhan di sejumlah stasiun integrasi menunjukkan pentingnya konektivitas dalam membentuk perjalanan menggunakan transportasi publik,” ujar Radhitya.

Integrasi antarmoda memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan berdasarkan tujuan dan kebutuhan masing-masing.

“Masyarakat tidak selalu melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lainnya dengan satu moda. Dengan adanya konektivitas ini, pengguna dapat menggunakan LRT Jabodebek kemudian melanjutkan perjalanan dengan moda lain, yang memberikan lebih banyak pilihan dalam menyusun perjalanan menggunakan transportasi publik,” katanya.

Pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek hingga September 2026 memperlihatkan semakin besarnya aktivitas perjalanan yang dilayani oleh transportasi publik tersebut. Dengan terhubungnya LRT Jabodebek dengan berbagai moda dan pusat aktivitas, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan secara terintegrasi sesuai dengan tujuan masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bangun Budaya Transportasi Publik Sejak Dini, Hampir 39 Ribu Anak Ikuti Edutrain LRT Jabodebek

Membangun kebiasaan masyarakat untuk menggunakan transportasi publik membutuhkan proses yang panjang dan tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana. Kebiasaan tersebut dapat ditanamkan sejak usia dini dengan mengenalkan cara menggunakan transportasi publik secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.

Hal inilah yang dihadirkan LRT Jabodebek melalui program Edutrain, yang memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk mengenal transportasi publik sekaligus belajar mengenai keselamatan dan ketertiban selama menggunakan layanan kereta.

Sejak 2024, sebanyak 38.797 murid telah mengikuti Edutrain LRT Jabodebek. Pada periode Januari–September 2026, program ini diikuti 7.724 peserta dari 137 sekolah dan rombongan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga komunitas di wilayah Jabodetabek.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diajak naik LRT Jabodebek, tetapi juga belajar menggunakan fasilitas di stasiun dan kereta dengan baik dan aman, mengenal budaya antre, memahami pentingnya memberikan prioritas kepada pengguna yang membutuhkan, serta menjaga ketertiban. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai profesi di balik operasional kereta dan teknologi operasional LRT Jabodebek yang menggunakan sistem otomatis dengan dukungan Train Attendant (TA) selama perjalanan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pengalaman langsung penting untuk mengenalkan budaya transportasi publik kepada anak-anak sejak dini. Pengenalan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman awal bagi anak-anak untuk mengenal dan menggunakan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari.

“Edutrain bukan sekadar kegiatan naik kereta, tapi menjadi pengalaman belajar agar anak-anak memahami bagaimana menggunakan transportasi publik secara aman, tertib, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

LRT Jabodebek membuka kesempatan bagi sekolah maupun komunitas yang ingin mengikuti Edutrain. Pendaftaran diawali dengan pengiriman surat permohonan kepada Divisi LRT Jabodebek dan dilanjutkan dengan formulir daring setelah mendapatkan persetujuan.

Melalui Edutrain, LRT Jabodebek terus mendorong pengenalan transportasi publik sebagai bagian dari pengalaman belajar anak, sekaligus menanamkan nilai keselamatan, ketertiban, dan kepedulian terhadap sesama pengguna sejak usia dini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mau ke Bandung Naik Whoosh Pagi? Bisa Naik LRT Jabodebek yang Uji Coba Berangkat dari Dukuh Atas Pukul 05.30 WIB

Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Bandung menggunakan Kereta Cepat Whoosh pada pagi hari dari wilayah Jakarta, dapat memanfaatkan LRT Jabodebek sebagai salah satu pilihan menuju Stasiun Halim. Melalui uji coba perjalanan lebih awal, LRT Jabodebek berangkat dari Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia pukul 05.30 WIB dan diperkirakan tiba di Stasiun Halim sekitar pukul 05.54 WIB, sementara perjalanan Kereta Cepat Whoosh pertama menuju Bandung dijadwalkan berangkat pukul 06.25 WIB.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa dengan adanya uji coba perjalanan LRT Jabodebek pada pagi hari ini dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mengawali perjalanan menuju Bandung dengan transportasi publik, khususnya bagi pengguna yang berada di kawasan yang terhubung dengan LRT Jabodebek.

“Masyarakat dapat memanfaatkan perjalanan LRT pukul 05.30 WIB sebagai bagian dari perjalanan menuju Stasiun Halim sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan Whoosh, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan transportasi publik sejak dari kawasan tempat tinggal hingga melanjutkan perjalanan antarkota,” ujar Radhitya.

Penggunaan LRT Jabodebek menuju Whoosh memberikan sejumlah manfaat, antara lain mengurangi kebutuhan menggunakan kendaraan pribadi menuju Halim, memberikan pilihan perjalanan yang lebih terintegrasi, serta memungkinkan masyarakat menghindari kebutuhan mencari dan menggunakan fasilitas parkir di sekitar stasiun keberangkatan.

“Dengan adanya uji coba ini, masyarakat dapat menggunakan transportasi LRT Jabodebek. Ini memberikan pilihan perjalanan yang lebih praktis, terintegrasi, dan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan sejak dari stasiun keberangkatan,” terangnya.

Uji coba perjalanan pukul 05.30 WIB dilaksanakan pada 1–3 Oktober dan dilanjutkan pada 5–10 Oktober 2026. Hingga 8 Oktober, perjalanan tersebut telah melayani 109 pengguna, dengan 31 pengguna tercatat turun di Stasiun Halim. Data awal menunjukkan Stasiun LRT Jabodebek Cawang menjadi titik asal terbanyak dengan 21 pengguna yang melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Halim.

“Data awal ini menunjukkan adanya masyarakat yang telah memanfaatkan uji coba perjalanan LRT Jabodebek keberangkatan awal untuk menuju Stasiun Halim. Dan menjadi salah satu bahan evaluasi LRT Jabodebek dalam melihat kebutuhan mobilitas masyarakat pada pagi hari, termasuk potensi pengembangan konektivitas antarmoda,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang akan memanfaatkan konektivitas LRT Jabodebek dan Whoosh, pengguna dapat menuju Stasiun Dukuh Atas BSI kemudian menggunakan perjalanan LRT Jabodebek pukul 05.30 wib menuju Halim dan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh pada keberangkatan awal pukul 06.25 wib.

“Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Bandung pada pagi hari dapat mempertimbangkan perjalanan uji coba LRT Jabodebek keberangkatan pagi 05.30 wib sebagai salah satu pilihan menuju Stasiun Halim yang terhubung dengan Kereta Cepat Whoosh. Integrasi antarmoda transportasi publik akan semakin memberikan manfaat ketika masyarakat dapat menggunakannya secara terintegrasi dari titik keberangkatan hingga tujuan,” tutup Radhitya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Keberangkatan Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober

LRT Jabodebek kembali memperpanjang uji coba perjalanan pada keberangkatan awal pukul 05.30 WIB dari Stasiun Dukuh Atas BSI hingga akhir Oktober 2026. Perpanjangan ini memberikan alternatif akses menuju Stasiun Halim bagi pengguna Kereta Cepat Whoosh yang berangkat pada pagi hari. Adapun perpanjangan uji coba perjalanan LRT Jabodebek dilakukan pada :

* 12–17 Oktober,

* 19–24 Oktober, dan

* 26–31 Oktober 2026.

Perjalanan ini dijadwalkan tiba di Stasiun Halim sekitar pukul 05.54 WIB, memberikan alternatif akses transportasi publik bagi masyarakat yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan

perpanjangan uji coba dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kebutuhan perjalanan masyarakat pada pagi hari, serta mengoptimalkan konektivitas antarmoda.

“Melalui uji coba ini, kami ingin memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan akses lebih awal menuju Stasiun Halim. Hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan layanan agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna,” ujarnya.

Dengan jadwal keberangkatan pertama Kereta Cepat Whoosh pukul 06.25 WIB, pengguna memiliki waktu sekitar 31 menit sejak estimasi kedatangan LRT di Stasiun Halim. Masyarakat diimbau memperhitungkan waktu perpindahan antarmoda serta proses pemeriksaan dan persiapan keberangkatan sesuai ketentuan Kereta Cepat Whoosh.

LRT Jabodebek mengajak masyarakat untuk memperhatikan jadwal perjalanan selama masa uji coba dan merencanakan perjalanan dengan cermat agar perjalanan menuju tujuan dapat berlangsung lebih nyaman dan terencana.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengembangan Kompetensi Pekerja, Upaya LRT Jabodebek Jaga Keselamatan dan Kualitas Layanan

Di balik layanan LRT Jabodebek yang mengantarkan masyarakat setiap hari, terdapat pekerja dengan keahlian beragam yang berperan dalam menjaga operasional dan memberikan pelayanan kepada pengguna. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Divisi LRT Jabodebek terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan sesuai bidang tugas masing-masing.

Sepanjang Januari – September 2026, peserta dari berbagai unit di LRT Jabodebek mengikuti berbagai program pelatihan yang mencakup kompetensi teknis perkeretaapian, keselamatan kerja, penanganan keadaan darurat, hingga peningkatan kualitas pelayanan pengguna.

Pengembangan kompetensi tidak berhenti pada satu program pelatihan. Pekerja dapat mengikuti pelatihan lanjutan atau pelatihan di bidang berbeda sesuai kebutuhan dan tanggung jawabnya. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek dalam memperkuat kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung keselamatan operasional dan kualitas pelayanan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pengembangan kompetensi pekerja menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan operasional dan kualitas layanan transportasi publik.

“Operasional LRT Jabodebek membutuhkan pekerja dengan kompetensi yang beragam dan sesuai bidang tugasnya. Karena itu, pengembangan kemampuan tidak hanya berfokus pada aspek teknis perkeretaapian, tetapi juga keselamatan, penanganan keadaan darurat, serta pelayanan kepada pengguna,” ujar Radhitya.

Pada aspek teknis, program pelatihan mencakup pengoperasian dan perawatan sarana, persinyalan, telekomunikasi, serta penanganan gangguan operasional. Sementara itu, penguatan kompetensi keselamatan dilakukan melalui pelatihan pemadam kebakaran, pertolongan pertama, manajemen insiden, dan keselamatan kerja.

Kemampuan pelayanan juga menjadi perhatian melalui pelatihan hospitality, komunikasi efektif, service excellence, serta penanganan keluhan dan pemulihan layanan. Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung kesiapan pekerja dalam merespons kebutuhan pengguna secara tepat sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

“Setiap pekerja memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung perjalanan masyarakat. Melalui pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, LRT Jabodebek berupaya memperkuat kesiapan sumber daya manusia, baik dalam menjaga operasional maupun memberikan pelayanan yang responsif dan berorientasi pada keselamatan,” tambahnya.

Melalui pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan pelayanan, LRT Jabodebek terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya memberikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Perkuat Profesionalisme Petugas untuk Dukung Keamanan Layanan

LRT Jabodebek melaksanakan kegiatan Pembinaan Pengamanan (PAM) terhadap 97 petugas pengamanan pada Selasa (20/10) di Auditorium Kantor Divisi LRT Jabodebek. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, profesionalisme, dan kepatuhan petugas terhadap prosedur dalam menjalankan tugas pengamanan di lingkungan LRT Jabodebek.

Pembinaan diawali dengan arahan dari AM of Security KAI Services yang menekankan pentingnya kedisiplinan waktu kerja, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta kesiapan petugas sebelum melaksanakan tugas.

Petugas juga diingatkan untuk menjaga kelengkapan atribut dinas, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan, serta memelihara kebersihan dan kerapian lingkungan kerja.

Selanjutnya, SPV of Vital Object Security LRT Jabodebek memberikan pengarahan mengenai tanggung jawab petugas dalam menjalankan fungsi pengamanan. Materi yang disampaikan mencakup kepatuhan terhadap prosedur, ketelitian dalam mengamati kondisi di lingkungan kerja, serta pentingnya menyampaikan laporan secara cepat dan tepat apabila menemukan kendala atau kejadian yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Dalam pelaksanaan tugas, petugas juga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan informasi hasil pemantauan CCTV dan memastikan setiap temuan barang tertinggal dilaporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku. Pemahaman terhadap ketentuan tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Selain pembinaan terkait pelaksanaan tugas pengamanan, Tim Human Capital Regional 1 KAI Services menyampaikan materi Refreshment E-PKWT. Materi ini membahas pembaruan pada situs Karier Reska, proses registrasi dan penggunaan situs, serta pemahaman mengenai kontrak kerja dan proses rekrutmen yang berkaitan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kesiapan dan profesionalisme petugas pengamanan merupakan bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan layanan transportasi publik. “Pembinaan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan petugas terhadap prosedur pengamanan. Kami berharap setiap petugas dapat menjalankan tugas secara profesional, sigap dalam merespons situasi, serta senantiasa mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna LRT Jabodebek,” ujar Radhitya.

Melalui pembinaan ini, LRT Jabodebek bersama KAI Services mendorong penguatan kedisiplinan dan profesionalisme petugas pengamanan sebagai bagian dari upaya mendukung layanan transportasi publik yang aman, tertib, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Jaga Keselamatan dan Kualitas Pelayanan melalui Monitoring dan Evaluasi

Keselamatan dan kemudahan akses menjadi bagian penting dalam pelayanan transportasi publik. Untuk meninjau pemenuhan standar pelayanan tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO) bidang perkeretaapian di LRT Jabodebek pada 15–16 Oktober 2026.

Pemeriksaan mencakup fasilitas stasiun dan rangkaian kereta, mulai dari fasilitas keselamatan dan keadaan darurat hingga sarana dan prasarana yang mendukung kemudahan pengguna dalam mengakses layanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 63 tahun 2019.

Pemeriksaan dilakukan secara acak di 5 stasiun, yaitu : Dukuh Atas BSI, Cikunir 1, Kuningan, Harjamukti, dan TMII, serta terhadap 10 rangkaian kereta (trainset). Aspek keselamatan yang diperiksa antara lain ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tangga darurat, titik kumpul keadaan darurat, pembatas keselamatan peron, dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Selain fasilitas keselamatan, pemeriksaan mencakup fasilitas yang menunjang aksesibilitas dan kenyamanan pengguna, seperti lift, eskalator, toilet disabilitas, guiding block, ruang menyusui, pos kesehatan, serta sistem informasi perjalanan. Kesiapan loket dan fasilitas informasi interaktif turut menjadi bagian dari peninjauan.

Kesiapan petugas frontliner juga diperiksa, termasuk kemampuan memberikan informasi dan membantu pengguna dengan kebutuhan yang beragam, seperti penyandang disabilitas dan wisatawan asing. Aspek ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kemudahan pengguna dalam memperoleh informasi dan mengakses fasilitas selama menggunakan LRT Jabodebek.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan dan pelayanan diperlukan untuk meninjau kesesuaian penyelenggaraan layanan dengan standar yang berlaku.

“Keselamatan merupakan prioritas dalam penyelenggaraan transportasi publik. Karena itu, pemeriksaan dilakukan terhadap fasilitas keselamatan sekaligus fasilitas pendukung yang membantu pengguna mengakses layanan dengan mudah,” ujar Radhitya.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan, petugas LRT Jabodebek langsung menindaklanjuti sejumlah temuan minor yang teridentifikasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap hasil pemeriksaan dan perhatian terhadap kesiapan fasilitas pelayanan.

“Bagi pengguna, kualitas layanan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan kereta, tetapi juga dengan kemudahan mengakses fasilitas, memperoleh informasi, dan mendapatkan bantuan petugas saat dibutuhkan. Karena itu, kesiapan fasilitas dan pelayanan perlu terus diperhatikan agar layanan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam,” tambahnya.

LRT Jabodebek mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga pemenuhan standar pelayanan, dengan memperhatikan keselamatan, aksesibilitas, dan kebutuhan pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Petugas untuk Lindungi Pengguna dalam Kondisi Darurat

Dalam menjaga keselamatan pengguna dalam setiap operasionalnya, LRT Jabodebek terus memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Hal ini diwujudkan melalui simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan di Stasiun Jati Mulya, Rabu (21/10). Kegiatan ini bertujuan melatih kecepatan respons, meningkatkan koordinasi antar bagian, serta mengevaluasi penerapan prosedur penanganan keadaan darurat untuk mendukung keselamatan pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan petugas merupakan bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada pengguna transportasi publik. Oleh karena itu, petugas perlu memahami peran dan prosedur penanganan yang sesuai ketika menghadapi situasi darurat.

“Keselamatan pengguna menjadi perhatian utama dalam setiap perjalanan LRT Jabodebek. Melalui simulasi ini, dapat melihat kesiapan petugas dalam merespons berbagai situasi darurat, memperkuat koordinasi antar unit, serta memastikan setiap tahapan penanganan dan evakuasi dilaksanakan sesuai prosedur. Dengan demikian, petugas diharapkan mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya.

Simulasi mencakup sejumlah skenario keadaan darurat yang berpotensi membutuhkan penanganan cepat di lingkungan stasiun, antara lain kebakaran, tumpahan bahan berbahaya dan beracun (B3), kepanikan pengguna saat alarm berbunyi, pengguna terjebak di lift, serta penanganan pengguna yang pingsan atau mengalami cedera ringan.

Dalam skenario kebakaran, petugas berlatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis karbon dioksida (CO2). Sementara itu, penanganan tumpahan bahan kimia disimulasikan menggunakan spill kit sesuai prosedur keselamatan. Skenario tersebut melatih petugas untuk mengenali risiko dan melakukan penanganan sesuai prosedur.

Pada skenario evakuasi lift, petugas mempraktikkan penggunaan kunci manual untuk membantu mengevakuasi pengguna yang terjebak. Simulasi juga mencakup penanganan pengguna yang pingsan, mulai dari pemberian bantuan hingga pemindahan ke pos kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Aspek keselamatan pengguna yang membutuhkan bantuan khusus turut menjadi perhatian. Dalam simulasi, petugas membantu ibu hamil menggunakan kursi roda dan melakukan evakuasi terhadap pengguna disabilitas. Sementara itu, simulasi juga dilakukan apabila terdapat alarm tanda bahaya berbunyi, dimana tim evakuasi memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan tidak ada orang yang tertinggal sebelum mengarahkan peserta menuju titik kumpul yang aman.

Pelaksanaan simulasi melibatkan petugas lintas fungsi, meliputi unit Operasi, Keamanan, Kesehatan, Fasilitas, Pelayanan Penumpang, dan Pekerjaan Sipil. Keterlibatan berbagai unit ini menjadi bagian dari latihan koordinasi agar setiap petugas memahami tanggung jawabnya dalam mendukung proses penanganan dan evakuasi.

Simulasi tanggap darurat tidak hanya berfungsi sebagai latihan bagi petugas, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki.

“Setiap simulasi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi penerapan prosedur, mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, dan memperkuat koordinasi antar personel. Hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan untuk mendukung kesiapsiagaan petugas di stasiun-stasiun LRT Jabodebek lainnya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, LRT Jabodebek terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap pengguna, termasuk mereka yang membutuhkan bantuan khusus, sekaligus mendukung penyelenggaraan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia

Mulai dari keamanan siber dan kecerdasan buatan hingga investasi startup dan kerja sama regional dalam perlindungan pengguna internet, hari kedua Bali Tech Week menyoroti berbagai kemampuan yang perlu diperkuat Indonesia agar ambisi digital dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan

Oleh Sachin V Gopalan, Founder & CEO Indonesia Economic Forum

BALI, 20 Oktober 2026 — Jika hari pertama Bali Tech Week menyoroti fondasi infrastruktur digital Indonesia, hari kedua membahas bagaimana memastikan ekonomi digital tetap aman, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang.

Agenda utama hari kedua mencakup AI, Cybersecurity and Innovation Exchange (AICX), HUB.ID Global Summit, serta pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid dengan Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengenai perlindungan anak di ruang digital.

AI dan Keamanan Siber: Dua Sisi dari Transformasi Digital

AI, Cyber & Quantum Experience (AICX) 2026, yang diselenggarakan ITSEC Asia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, menjadi salah satu forum utama di Bali Beach Convention Center. Mengusung tema “AI, Cyber & Quantum: Indonesia’s Next Chapter”, acara ini menghadirkan lebih dari 600 peserta dan 25 pembicara dari pemerintah, industri, regulator, dan akademisi.

Ketika bisnis semakin bergantung pada AI, komputasi awan, dan sistem yang saling terhubung, keamanan siber bukan lagi sekadar biaya teknologi informasi, melainkan bagian penting dari daya saing ekonomi. AI dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung pengambilan keputusan, tetapi juga membawa risiko jika tidak disertai pengelolaan data, pengaturan akses, pengamanan sistem, dan pengawasan yang memadai.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menekankan bahwa keputusan mengenai AI dan keamanan siber berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis, daya saing, dan kepentingan nasional. Karena itu, pimpinan perusahaan perlu menjadikan pengelolaan risiko sebagai bagian dari strategi, bukan hanya menyerahkannya kepada tim teknologi informasi.

Perusahaan perlu mempertimbangkan keamanan, akuntabilitas, dan ketahanan sejak awal, terutama saat AI digunakan untuk mengolah data pelanggan, mendukung transaksi keuangan, atau menjalankan fungsi penting bisnis.

Tantangan Pemerintah: Membangun Ekosistem AI yang Tepercaya

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menyoroti pentingnya memperkuat kemampuan dalam negeri melalui pengembangan tenaga ahli AI, profesional keamanan siber, ilmuwan data, dan tenaga pendidik. Mengadopsi teknologi mungkin relatif mudah, tetapi membangun keahlian untuk mengoperasikan, menyesuaikan, mengamankan, dan mengawasinya membutuhkan proses panjang.

Tanpa sumber daya manusia yang memadai, perusahaan Indonesia berisiko terus bergantung pada sistem dan tenaga ahli dari luar negeri sehingga manfaat ekonomi bagi industri dan pekerja lokal menjadi terbatas.

Edwin juga menekankan kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil. Tata kelola AI mencakup perlindungan data, pertanggungjawaban atas keputusan otomatis, kesiapan tenaga kerja, standar keamanan siber, serta kepercayaan masyarakat. Pemerintah perlu menyeimbangkan regulasi dan inovasi: aturan yang jelas memberi kepastian dan perlindungan, sementara kebijakan yang terlalu kaku dapat menghambat investasi dan pengembangan kemampuan nasional.

Ketahanan Siber sebagai Tanggung Jawab Nasional

Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, menegaskan bahwa pengembangan AI dan transformasi digital harus disertai penerapan keamanan siber sejak tahap awal.

Sistem digital kini menopang sektor perbankan, telekomunikasi, logistik, manufaktur, kesehatan, dan layanan pemerintah. Serangan siber dapat mengganggu kegiatan usaha, melumpuhkan layanan penting, membocorkan informasi sensitif, serta mengikis kepercayaan publik.

AICX juga membahas potensi dampak komputasi kuantum terhadap metode enkripsi yang digunakan saat ini. Meski teknologi tersebut masih berkembang, organisasi yang mengelola informasi sensitif untuk jangka panjang perlu mempertimbangkan implikasinya terhadap keamanan sistem.

Bagi Indonesia, prioritasnya adalah membangun keahlian nasional untuk memahami risiko, menentukan investasi secara tepat, dan menjaga infrastruktur digital penting tetap tangguh. Hal ini membutuhkan kerja sama regulator, lembaga keamanan siber, penyedia teknologi, perguruan tinggi, dan perusahaan penyedia layanan penting.

HUB.ID: Menghubungkan Inovasi dengan Peluang Bisnis

Jika AICX membahas prasyarat adopsi teknologi yang aman, HUB.ID Global Summit menyoroti cara menghubungkan startup dengan modal, pelanggan, dan mitra strategis. Program dua hari ini dimulai pada 20 Oktober, mempertemukan startup, perusahaan modal ventura, dan korporasi melalui penjajakan kemitraan bisnis. Menurut Komdigi, lebih dari 900 pertemuan bisnis resmi telah dijadwalkan selama Bali Tech Week.

Jumlah pertemuan yang dijadwalkan menjadi awal yang menjanjikan, tetapi keberhasilan HUB.ID pada akhirnya perlu diukur melalui kemitraan, investasi, dan kontrak bisnis yang benar-benar terwujud. Tantangan Indonesia berikutnya adalah membantu startup membangun bisnis berkelanjutan dan menjangkau pasar di luar negeri.

Indonesia dan Malaysia Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil menyampaikan pidato utama dan bertemu dengan Meutya Hafid untuk membahas keamanan digital serta peluang kerja sama. Perlindungan anak menjadi salah satu agenda utama seiring meningkatnya risiko eksploitasi daring, konten berbahaya, dan paparan terhadap platform yang belum tentu sesuai usia.

Malaysia telah mengambil langkah melalui Online Safety Act dan ketentuan perlindungan anak, termasuk persyaratan pembatasan serta verifikasi usia akun media sosial. Indonesia juga mengembangkan kerangka regulasi melalui PP TUNAS untuk memperkuat tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik dalam melindungi anak.

Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama antarlembaga pada tahap implementasi dan menjajaki diskusi trilateral dengan Singapura. Fahmi menyebut pertemuan tersebut berpotensi berlangsung pada Desember, dengan mempertimbangkan kesesuaian jadwal.

Kerja sama regional dapat membantu negara-negara Asia Tenggara menghadapi platform global yang beroperasi lintas batas. Namun, kebijakan perlindungan juga perlu mempertimbangkan privasi, keamanan data, dan aksesibilitas. Pertukaran pengalaman dapat memperkuat penerapan aturan tanpa menganggap satu pendekatan cocok untuk seluruh negara ASEAN.

Kepercayaan Digital Semakin Penting bagi Pertumbuhan Ekonomi

Keamanan siber dan perlindungan anak menyasar persoalan berbeda, tetapi keduanya bertumpu pada prinsip yang sama: ekonomi digital membutuhkan kepercayaan. Perusahaan akan berhati-hati menggunakan AI jika tidak yakin dapat melindungi informasi dan operasionalnya. Konsumen dapat mengurangi penggunaan layanan digital karena khawatir terhadap penipuan atau penyalahgunaan data, sementara orang tua menginginkan lingkungan daring yang aman bagi anak.

Kepercayaan memengaruhi perilaku konsumen, investasi, kepatuhan regulasi, dan kesediaan organisasi untuk berbagi data. Lingkungan digital yang aman dan andal karena itu dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi Indonesia dalam menarik investasi dan mengembangkan industri bernilai tambah tinggi.

Tiga prioritas nasional yang diusung Meutya Hafid, yaitu Terhubung, Tumbuh, Terjaga, menggambarkan hubungan tersebut: konektivitas membuka akses, pertumbuhan menghasilkan nilai ekonomi, dan perlindungan menjaga kepercayaan. Ketiganya perlu berjalan beriringan.

Dari Diskusi Menuju Kapasitas Nasional

Tokocrypto Digital Summit turut memperluas agenda ke aset digital, tokenisasi, dan teknologi keuangan baru, termasuk tokenisasi aset dunia nyata, derivatif, serta potensi dampak AI agen terhadap layanan keuangan. Perkembangan ini membuka peluang produk dan model bisnis baru, sekaligus menimbulkan tantangan pengawasan, integritas pasar, dan perlindungan konsumen.

Secara keseluruhan, AICX menyoroti AI yang aman, pengembangan tenaga ahli, dan tata kelola; HUB.ID menghubungkan inovasi dengan pasar dan investasi; sementara dialog Indonesia–Malaysia menunjukkan pentingnya kerja sama lintas negara dalam keamanan digital.

Manfaat Bali Tech Week baru akan terasa jika diskusi menghasilkan perubahan terukur, seperti bertambahnya tenaga profesional terlatih, meningkatnya standar keamanan siber, kemitraan startup yang berkelanjutan, regulasi yang efektif, dan layanan digital yang lebih aman. Tantangan Indonesia adalah mengubah besarnya pasar digital menjadi perusahaan nasional yang kuat, institusi tangguh, dan kepercayaan publik yang lebih tinggi.

Tentang Bali Tech Week 2026

Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), yang dikelola bersama DS Group sebagai platform payung bagi berbagai acara teknologi. Platform ini menghubungkan pemerintah, industri, pendiri perusahaan, investor, serta komunitas teknologi Indonesia dan internasional untuk membangun kolaborasi dan membuka peluang bisnis maupun kemitraan.

Edisi perdana BTW 2026 diselenggarakan pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema “Archipelago Ascending — Maju Bersama, Berinovasi Lebih Jauh.” Dengan menyatukan 13 acara utama dalam satu agenda selama sepekan, BTW 2026 mencakup perusahaan rintisan, gim, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi. BTW 2026 menargetkan lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional, dengan perwakilan dari lebih dari 30 negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES