Berapa Lama Kantor Siap Pakai? Hitung Mundur dari Tanggal Pindah

Keterlambatan proyek kantor sering terjadi karena jadwal hanya memperhitungkan waktu pengerjaan tanpa memasukkan proses persetujuan desain dan persiapan lainnya. Untuk menghindari biaya sewa ganda dan penurunan kualitas pekerjaan, jadwal proyek sebaiknya disusun mundur dari tanggal pindah dengan mempertimbangkan seluruh tahapan yang diperlukan.

Sewa lama berakhir akhir Maret, dan tanggal pindah sudah diumumkan ke seluruh tim. Pengerjaan dijanjikan delapan minggu, jadi waktunya terasa cukup longgar. Lalu persetujuan gambar memakan tiga minggu sendiri. Jadwal proyek kantor meleset bukan karena pelaksanaannya lambat, melainkan karena hitungannya dimulai dari arah yang keliru.

Akibatnya menumpuk di dua sisi sekaligus. Sewa ganda berjalan, sementara tim bekerja terpencar di lokasi sementara. Pekerjaan finishing dikebut, dan mutunya turun di bagian yang paling terlihat.

Padahal sebagian besar keterlambatan itu bisa diperkirakan sejak awal. Pola penyebabnya berulang dan cukup terdokumentasi di lapangan. Penyedia Jasa Kontraktor Kantor Jakarta  yang terbiasa menangani gedung bertingkat biasanya menyusun hitungannya dari tanggal pindah, bukan dari tanggal mulai.

Jadwal Proyek Kantor Disusun Mundur dari Tanggal Pindah

Tanggal Pindah Adalah Titik Nol

Menyusun maju dari tanggal mulai membuat tahap persiapan tidak terlihat. Anda hanya melihat durasi pengerjaan fisik, lalu mengira sisanya aman. Menyusun mundur memaksa setiap tahap punya tanggal akhirnya sendiri.

Caranya sederhana. Tetapkan tanggal pindah, lalu mundurkan satu per satu dari belakang. Pembersihan akhir, serah terima, pengujian sistem, finishing, instalasi, sampai persetujuan gambar. Titik paling awal yang muncul adalah tenggat sebenarnya untuk mengunci desain.

Sisakan Jeda Setelah Serah Terima

Kesalahan umum berikutnya adalah menempelkan tanggal pindah tepat di hari serah terima. Padahal masih ada pemasangan perangkat kerja, pengaturan jaringan, dan perbaikan temuan kecil. Jeda satu sampai dua minggu membuat semuanya berjalan tanpa tekanan berlebih.

Tahap yang Paling Sering Diremehkan Justru di Depan

Persetujuan Gambar dan Izin Pengelola Gedung

Pekerjaan di gedung bertingkat tidak bisa dimulai begitu kontrak ditandatangani. Pengelola memeriksa gambar kerja sebelum memberi izin pelaksanaan. Prosesnya memakan waktu, dan revisi hampir selalu terjadi minimal sekali.

Beberapa pos berikut berjalan sebelum satu pekerja pun masuk lokasi:

• Peninjauan gambar oleh pengelola, termasuk putaran revisinya.

• Pengurusan izin pekerja, kartu akses, dan jaminan pelaksanaan.

• Pemesanan lift barang dan penjadwalan jam kerja bising.

Ketiganya jarang masuk hitungan pemilik. Padahal porsinya bisa menyamai seperempat dari seluruh durasi proyek.

Material Tertentu Menentukan Lintasan Kritisnya

Pesanan Khusus Tidak Bisa Dipercepat dengan Menambah Pekerja

Ini perbedaan mendasar yang sering kabur. Sebagian pekerjaan bisa dipercepat dengan menambah tenaga. Sebagian lagi tidak, karena yang menahan adalah waktu tunggu material.

Barang-barang berikut biasanya mengunci lintasan kritis sebuah proyek:

• Unit pendingin dengan spesifikasi tertentu, terutama yang harus dipesan ke luar daerah.

• Kaca ukuran besar, pintu khusus, dan panel fasad yang diproduksi sesuai pesanan.

• Furniture yang dibuat khusus mengikuti dimensi ruang.

Memesan terlambat membuat seluruh rangkaian ikut bergeser. Karena itu keputusan pemilihan material sebaiknya selesai jauh di depan, bukan menyusul setelah pembongkaran dimulai.

Pekerjaan yang Harus Berurutan dan yang Bisa Bersamaan

Instalasi Tersembunyi Mengunci Pekerjaan Setelahnya

Tidak semua tahap bisa berjalan paralel. Pekerjaan mekanikal elektrikal di atas plafon harus tuntas sebelum plafon ditutup. Menutupnya lebih awal berarti membongkar ulang ketika pengujian menemukan masalah.

Sebaliknya, beberapa pekerjaan memang bisa berjalan bersamaan. Produksi furniture di workshop berjalan paralel dengan pekerjaan di lokasi. Pemilik yang memahami pembagian ini bisa menilai apakah jadwal yang ditawarkan masuk akal.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mewajibkan kontrak memuat jangka waktu pelaksanaan. Angka itu seharusnya lahir dari urutan kerja, bukan dari permintaan pemilik.

Menyusun Jadwal Proyek Kantor yang Masuk Akal

Urutan Penyusunan yang Bisa Anda Jalankan

Penyusunan yang tertib mengikuti langkah berikut:

1. Tetapkan tanggal pindah, lalu tambahkan jeda satu sampai dua minggu sebelumnya.

2. Mundurkan tanggal serah terima, pengujian sistem, dan pekerjaan finishing dari titik itu.

3. Identifikasi material berwaktu tunggu panjang, lalu tentukan tenggat pemesanannya.

4. Hitung mundur lagi untuk persetujuan gambar beserta satu putaran revisinya.

5. Bandingkan hasilnya dengan tanggal hari ini, dan sesuaikan lingkup bila tidak cukup.

Langkah kelima yang paling sering ditolak pemilik. Namun memangkas lingkup di awal jauh lebih baik daripada memangkas mutu di akhir.

Ringkasnya, estimasi waktu yang meleset biasanya bukan soal kecepatan kerja. Ia soal tahap persiapan dan pemesanan yang tidak pernah masuk hitungan. Menyusunnya mundur membuat kedua pos itu muncul sejak awal.

Terra by Trimitra menyusun urutan kerja bersama tim klien sebelum angka durasi ditetapkan. Pembahasan dimulai dari tanggal pindah dan waktu tunggu material, bukan dari perkiraan kasar. Bagi perusahaan yang sedang menyiapkan kantor baru, Kontraktor Bangunan Jabodetabek yang terbuka soal lintasan kritis memudahkan Anda menilai kelayakan jadwalnya.

Pertanyaan Seputar Estimasi Waktu Pengerjaan Kantor

1. Apakah menambah pekerja selalu mempercepat penyelesaian?

Tidak, karena pekerjaan yang tertahan waktu tunggu material tidak terpengaruh jumlah tenaga kerja.

2. Kapan sebaiknya desain dikunci?

Sebelum tenggat pemesanan material berwaktu tunggu terpanjang, bukan sebelum pekerjaan fisik dimulai.

3. Berapa jeda yang wajar antara serah terima dan tanggal pindah?

Satu sampai dua minggu, agar pemasangan perangkat kerja dan perbaikan temuan kecil tidak berdesakan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Insiden Peretasan Bursa Kripto Jadi Alarm Industri, Keamanan Investor Jadi Prioritas

Jakarta, 30 Oktober 2026 – Serangkaian insiden keamanan siber yang menimpa sejumlah platform perdagangan aset kripto, baik di tingkat global maupun domestik, menjadi perhatian pelaku industri. Selain berdampak terhadap platform yang terdampak secara langsung, kejadian tersebut juga berpotensi memengaruhi sentimen dan kepercayaan investor terhadap pasar aset kripto secara keseluruhan.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan keprihatinannya terhadap perkembangan tersebut. Menurutnya, keterhubungan pasar kripto secara global membuat insiden keamanan di satu platform dapat memberikan dampak terhadap persepsi investor di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Dampak dari insiden keamanan siber yang terjadi di sejumlah platform perdagangan aset kripto tentu dapat dirasakan oleh investor di Indonesia. Dalam jangka pendek, kondisi ini berpotensi membuat sebagian investor mengambil sikap wait and see sambil mencermati perkembangan situasi dan memastikan keamanan aset mereka. Itu normal dan baik, sehingga mereka bisa lebih percaya diri untuk masuk ke pasar,” kata Yudho dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Sentimen Pasar Kripto Masih Dipengaruhi Isu Keamanan

Dari sisi pasar, kekhawatiran terhadap keamanan platform turut memberikan tekanan terhadap pergerakan Bitcoin dan sejumlah aset kripto lainnya. Meski demikian, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami koreksi.

Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto masih memiliki ruang untuk kembali menguat meskipun industri tengah menghadapi berbagai tantangan. Perkembangan sentimen investor dan respons pelaku industri terhadap insiden keamanan menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati ke depan.

Ia menilai, berbagai kejadian ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pelaku industri, terutama dalam memperkuat sistem keamanan, infrastruktur teknologi, serta prosedur mitigasi risiko.

Penguatan Keamanan dan Pengawasan Jadi Perhatian

Selain kesiapan teknologi, penguatan pengawasan dan standar kepatuhan juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia.

Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator bisa dapat terus mendorong terciptanya ekosistem perdagangan aset kripto yang sehat, transparan, serta memiliki perlindungan konsumen yang semakin baik.

Yudho juga menilai komitmen platform yang terdampak untuk bertanggung jawab dan menangani kerugian pengguna akibat insiden peretasan merupakan langkah penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Keamanan dan kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis aset kripto. Investor tidak hanya membutuhkan akses terhadap berbagai aset digital dan inovasi teknologi, tetapi juga kepastian bahwa platform tempat mereka bertransaksi memiliki sistem keamanan, mitigasi risiko, serta respons insiden yang memadai,” jelasnya.

Industri Kripto Didorong Tumbuh Lebih Aman

Sebagai langkah antisipatif terhadap perkembangan risiko keamanan siber, FLOQ turut menambahkan pengamanan ekstra untuk memperkuat perlindungan platform. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan aspek keamanan dalam menjaga kepercayaan pengguna.

Menurut Yudho, penguatan keamanan perlu menjadi perhatian bersama seluruh pelaku industri, baik di tingkat global maupun domestik. Evaluasi berkelanjutan, kolaborasi, dan peningkatan standar keamanan menjadi aspek penting untuk membangun ekosistem perdagangan aset kripto yang lebih tangguh.

“Kami optimistis industri aset kripto dapat tumbuh semakin kuat melalui berbagai pembelajaran dari insiden yang terjadi. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi dan membangun ekosistem perdagangan aset kripto yang semakin aman, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengorkestrasi Ekonomi dan Teknologi: Sanggabiz Siap Gelar Jogja Business & Economic Outlook (JBEO) 2027

Tahun 2026 para pemimpin organisasi kini dihadapkan pada tantangan operasional yang jauh lebih kompleks di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang fluktuatif. Mulai dari dinamika pasar, perubahan perilaku konsumen, hingga percepatan AI yang menuntut efisiensi tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Sanggabiz, sebuah perusahaan konsultan dan operator bisnis berbasis teknologi, bersiap menyelenggarakan acara puncak konferensi bisnis terbesar di Yogyakarta yakni Jogja Business & Economic Outlook (JBEO) 2027. Acara berskala strategis ini akan digelar pada hari Kamis, 19 November 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Wyndham Garden Yogyakarta.

Harapan besar di balik JBEO 2027: bukan sekadar optimisme kosong, Sanggabiz menginisiasi forum offline ini dengan sebuah harapan dan visi yang sangat konkret. Melalui acara ini, Sanggabiz berharap dapat membantu para pemimpin, wirausahawan (entrepreneur), pemerintah, hingga talenta lokal untuk memasuki tahun 2027 bukan hanya dengan harapan yang lebih besar, tetapi dengan informasi yang lebih jernih, koneksi yang lebih relevan, dan kemampuan eksekusi yang lebih kuat. Jika forum outlook pada umumnya sering kali hanya berhenti pada prediksi “apa yang akan terjadi”, Sanggabiz berharap JBEO 2027 mampu mendobrak batasan tersebut. Harapan utamanya adalah agar forum ini dapat menerjemahkan proyeksi ekonomi menjadi agenda tindakan yang sangat praktis, membantu audiens menentukan apa yang perlu diprioritaskan, dan bagaimana cara mengeksekusinya dengan lebih cepat menggunakan integrasi data, sistem, dan AI. Ini adalah seruan agar ekosistem bisnis bersiap membuka tahun 2027 dengan lebih berani dan lebih siap mengeksekusi strategi di lapangan.

 Mengusung tema besar “From Resilience to Renewal”, JBEO 2027 menargetkan kehadiran sekitar 200 pemangku kepentingan tingkat atas. Profil audiens ini meliputi 30% eksekutif perusahaan (C-Level dan Owners), 20% perwakilan pemerintah dan pembuat kebijakan, 20% pemimpin fungsional, 15% pegiat ekosistem startup dan teknologi, 10% dari kalangan akademisi, serta 5% media. Rangkaian agendanya disusun secara taktis untuk menjembatani strategi dan operasional. Acara akan membahas topik-topik krusial yang mencakup Executive Welcome, DIY Economic Blueprint untuk melihat potensi ekonomi daerah, National Synergy, Business & Economy Outlook 2027, hingga AI in Strategy Execution yang membedah peran AI dalam operasional korporat. Daya tarik lain dari acara ini adalah konsep showcase interaktif di area foyer atau ruang jejaring. Sanggabiz akan menghadirkan demonstrasi langsung (live showcase) berbagai produk inovasinya, seperti AiTax, SanggaBright, dan Dashboard 360. Peserta dapat berinteraksi langsung untuk melihat bagaimana data operasional yang rumit divisualisasikan menjadi wawasan bisnis yang akurat dalam hitungan detik. JBEO 2027 juga akan menjadi ajang showcase bagi para wirausaha inklusif dari program Inclusive Business Accelerator yang telah diselenggarakan sebelumnya sebagai rangkian acara pre event JBEO 2027.

Untuk mengawal berbagai topik krusial tersebut, JBEO 2027 menghadirkan barisan narasumber lintas sektor yang sangat komprehensif. Panggung ini akan diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya adalah Sandiaga Salahuddin Uno selaku pengusaha sekaligus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI 2020-2024, serta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo yang menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta. Dari sisi kepemimpinan akademis, hadir Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., selaku Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM). Wawasan mendalam mengenai iklim bisnis, eskalasi UMKM, serta kelayakan investasi akan dikupas tajam oleh Ronald Walla selaku Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO, Edward Ismawan Chamdani sebagai General Partner Kreaton Capital Ventures, dan Deddy A. Matondang yang menjabat sebagai President Director SMESCO Indonesia. Tak ketinggalan, penerapan inovasi ekosistem AI, merek, dan strategi operasional akan dipandu oleh Prof. Hammam Riza selaku Presiden KORIKA, Fauzie Helmy yang merupakan konseptor merek dan visual merchandising, serta Dwi Andi Rohmatika selaku Founder & CEO Sanggabiz. Selain deretan tokoh utama tersebut, panggung JBEO 2027 juga dipastikan akan menghadirkan lebih banyak lagi pakar bisnis dan ekonomi yang siap membagikan wawasan strategis mereka kepada para peserta

Bagi para pemimpin bisnis, investor, perwakilan pemerintah, startup founder, maupun profesional yang ingin hadir dan mendapatkan wawasan serta jejaring taktis untuk menghadapi ekonomi tahun 2027, pendaftaran JBEO 2027 telah resmi dibuka. Anda dapat mendaftarkan diri secara langsung dan mengamankan kursi dengan mengisi formulir RSVP melalui tautan sanggabiz.com/jogja-outlook-2027. Untuk mengetahui berbagai update informasi terkini seputar rangkaian acara, dapat memantau serta mengikuti akun Instagram resmi di @sanggabiz & @jbeo.official

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Kembangkan Green Freight Service, Dorong Pertumbuhan Angkutan Kereta Api Kontainer dan Dekarbonisasi Rantai Pasok

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) memperkuat strategi pertumbuhan bisnis angkutan kereta api kontainer melalui pengembangan green freight service. Inisiatif ini menjadi salah satu pilar pengembangan angkutan multikomoditas yang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan solusi logistik berkelanjutan melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) yang lebih transparan dan terukur.

Secara umum strategi pengembangan angkutan multikomoditas KAI Logistik dijalankan melalui sejumlah inisiatif, meliputi pengembangan green freight service, optimalisasi layanan angkutan ekspor-impor, serta akuisisi pelanggan baru. Kombinasi strategi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan pemanfaatan layanan kereta api kontainer, serta memperkuat kontribusi segmen angkutan multikomoditas terhadap pendapatan perusahaan.

Sejalan dengan strategi tersebut, pendapatan angkutan multikomoditas KAI Logistik diproyeksikan akan bertumbuh dengan Sebagian besar didukung oleh green freight services yang mendorong peningkatan pertumbuhan hingga mencapai CAGR 8,5% dengan pendapatan Rp568,4 miliar pada 2029.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengungkapkan “Pengembangan green freight service menjadi langkah strategis KAI Logistik dalam merespons meningkatnya kebutuhan industri terhadap transparansi emisi dan pelaporan keberlanjutan. Seiring berkembangnya tuntutan pengungkapan kinerja lingkungan dalam rantai pasok, pelanggan membutuhkan data emisi dari penyedia jasa logistik untuk mendukung pengukuran jejak karbon, penyusunan laporan keberlanjutan, serta pencapaian target dekarbonisasi perusahaan.”

Pengembangan layanan mencakup perhitungan emisi karbon dari aktivitas transportasi kereta api, operasional terminal, serta distribusi first mile dan last mile, dengan mengacu pada metodologi yang relevan, termasuk ISO 14083. Standar ini menjadi salah satu acuan dalam penghitungan dan pelaporan emisi gas rumah kaca dari operasi rantai transportasi. Selain itu, layanan ini mencakup pelaporan emisi terintegrasi, konsultasi dan rekomendasi mitigasi emisi, serta dokumentasi atas upaya keberlanjutan pelanggan berdasarkan kriteria yang terukur.

Untuk memperkuat diferensiasi layanan, KAI Logistik juga mengembangkan sejumlah inisiatif strategis, antara lain konsep carbon-labelled freight berupa informasi atau sertifikat emisi untuk setiap pengiriman di mana saat ini Perusahaan telah memiliki kalkulator emisi untuk layanan antar stasiun. Ke depan, lauyanan akan dikembangkan pada pengukuran emisi karbon di sepanjang rantai pasok sehingga memungkinkan penyusunan laporan emisi secara lebih komprehensif, mencakup rangkaian aktivitas transportasi truk, operasional terminal, hingga angkutan kereta api.

Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu pelanggan memperoleh visibilitas emisi di sepanjang rantai distribusi, mengidentifikasi peluang mitigasi, serta mengevaluasi alternatif transportasi yang lebih efisien. Dengan tersedianya data yang konsisten dan terukur, aspek keberlanjutan dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan logistik dan pengelolaan rantai pasok.

”Melalui pengembangan green freight service, KAI Logistik berupaya menyelaraskan agenda pertumbuhan bisnis dengan kebutuhan pelanggan terhadap solusi logistik yang semakin transparan, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat inovasi layanan, memperluas kemitraan, meningkatkan akuisisi pelanggan, serta mengembangkan angkutan multikomoditas melalui penerapan prinsip green logistics guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik yang lebih ramah lingkungan,” tutup Yuskal.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen KAI Logistik untuk memperkuat peran angkutan kereta api kontainer dalam ekosistem logistik nasional, sekaligus mendukung transformasi rantai pasok menuju sistem distribusi yang lebih efisien dan rendah emisi.

Pada tahun 2025 layanan kereta api kontainer mencatatkan mencapai 2,5 juta ton dengan pertumbuhan 8% YoY dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 juta ton. Sementara pada 2026, KAI Logistik mencatatkan volume sekitar 2,3 juta ton hingga Triwulan III.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mahasiswa Fashion Program BINUS UNIVERSITY Tampil di Jakarta Fashion Week 2027, Padukan Beskap Jawa dengan Gaya Barat

Jakarta, 26 Oktober 2026 – Kekayaan budaya Indonesia kembali menjadi inspirasi dalam dunia fashion modern. Kali ini, Alifa Muthmainnah, mahasiswa Fashion Program – School of Design BINUS University, berhasil menjadi finalis Lomba Perancang Mode Menswear (LPMM) dan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya rancangannya di panggung Jakarta Fashion Week 2027, salah satu ajang mode terkemuka di Indonesia yang menjadi wadah bagi para desainer untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi mereka.

Melalui koleksi bertajuk “An Odd One Out of Time”, Alifa menghadirkan eksplorasi busana pria yang mempertemukan dua identitas budaya berbeda, yakni warisan busana tradisional Jawa dan gaya berpakaian kalangan elite Barat pada era 1920-an. Koleksi ini tidak hanya menonjolkan keunikan visual, tetapi juga mengangkat perjalanan sejarah, identitas, dan perubahan budaya melalui pendekatan desain kontemporer.

Ketika Beskap Jawa Bertemu Gaya Barat dalam Satu Rancangan

Terinspirasi dari pengalaman masyarakat Indonesia pada masa kolonial, Alifa mengeksplorasi bagaimana busana dapat merepresentasikan identitas, maskulinitas, hingga kedudukan sosial seseorang. Melalui koleksi “An Odd One Out of Time”, ia mempertemukan teknik jahitan beskap Jawa dengan elemen busana Barat era 1920-an, seperti blazer dan seragam yang pada masanya identik dengan kalangan elite serta simbol status sosial.

Dua gaya berpakaian yang memiliki latar belakang budaya berbeda tersebut kemudian diolah melalui teknik rekonstruksi pola untuk menghasilkan rancangan hibrida yang unik dan memiliki karakter tersendiri. Eksplorasi ini terlihat melalui konstruksi melingkar, desain lengan yang fleksibel, permainan lapisan busana, hingga detail yang dapat dilepas dan dipasang kembali.

Pendekatan tersebut memberikan dimensi baru pada busana pria, sekaligus menghadirkan interpretasi modern terhadap elemen fashion dari masa lalu. Pemilihan material juga menjadi bagian penting dalam koleksi ini. Alifa memadukan wol, kulit, katun, denim, dan korduroi untuk menciptakan keseimbangan antara struktur busana yang tegas dan siluet yang lebih lembut serta dinamis.

“Melalui koleksi “An Odd One Out of Time”, saya ingin mengeksplorasi bagaimana dua budaya yang berbeda dapat dipertemukan dalam sebuah rancangan busana. Saya terinspirasi dari sejarah Indonesia pada masa kolonial, khususnya bagaimana pakaian menjadi bagian dari identitas dan status sosial. Dengan memadukan elemen beskap Jawa dan busana Barat, saya ingin menghadirkan perspektif baru bahwa warisan budaya dapat terus berkembang melalui desain yang lebih modern, tanpa kehilangan identitas aslinya,” ungkap Alifa Muthmainnah, mahasiswa Fashion Program BINUS University.

Mendorong Kreativitas Mahasiswa hingga ke Panggung Industri Fashion

Keberhasilan Alifa menampilkan karyanya di Jakarta Fashion Week 2027 menjadi salah satu bentuk pencapaian mahasiswa Fashion Program – School of Design BINUS University dalam mengembangkan kreativitas dan menerapkan kemampuan desain pada panggung industri fashion. Tidak hanya mengandalkan estetika, karya Alifa juga menunjukkan pentingnya riset, pemahaman sejarah, eksplorasi material, serta kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi rancangan yang memiliki identitas kuat.

Ratna Dewi Paramita, MA selaku Head of Fashion Program BINUS University menyampaikan apresiasi atas pencapaian Alifa yang mampu menghadirkan perspektif baru terhadap kekayaan budaya Indonesia melalui karya fashion kontemporer.

“Kami sangat bangga melihat Alifa mampu membawa kreativitas dan gagasannya ke panggung Jakarta Fashion Week 2027. Koleksi yang dihadirkan menunjukkan bahwa fashion bukan hanya tentang menciptakan busana yang menarik secara visual, tetapi juga bagaimana seorang desainer mampu mengolah sejarah, budaya, dan identitas menjadi karya yang relevan dengan perkembangan industri. Inilah semangat yang terus kami dorong di Fashion Program BINUS University, agar mahasiswa berani bereksplorasi, memiliki karakter desain yang kuat, serta siap menunjukkan potensinya di industri kreatif,” ungkap Head of Fashion Program BINUS University.

School of Design BINUS UNIVERSITY Bangga atas Pencapaian Mahasiswa

Partisipasi Alifa Muthmainnah dalam Jakarta Fashion Week 2027 menjadi kebanggaan tersendiri bagi School of Design BINUS University. Pencapaian ini memperlihatkan potensi mahasiswa dalam menghasilkan karya yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui Fashion Program, BINUS University terus berupaya mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat identitas sebagai desainer, serta memperoleh pengalaman yang mempertemukan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri fashion.

School of Design BINUS University berharap pencapaian Alifa dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengeksplorasi ide, berani menghadirkan perspektif baru, dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat serta pelaku industri.

Lebih dari sekadar kesempatan tampil di runway, kehadiran karya Alifa di Jakarta Fashion Week 2027 menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi untuk membawa cerita dan identitas budaya bangsa ke dalam perkembangan fashion modern.

Melalui semangat Fostering and Empowering, BINUS University berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya talenta kreatif yang inovatif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan industri fashion Indonesia maupun dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Multi Terminal Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Program Jamur Berdaya HUB

Medan, Oktober 2026 – PT Pelindo Multi Terminal mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan program Jamur Berdaya HUB, yang mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai sarana pembelajaran sekaligus peluang usaha produktif. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Budidaya Jamur Berdaya HUB di SMK Muhammadiyah 4 pada Rabu (28/10), sebagai langkah awal untuk memperkenalkan potensi budidaya jamur dan pengembangan usaha berbasis masyarakat.

Dalam sosialisasi ini, peserta diperkenalkan dengan Program Jamur Berdaya HUB, yaitu pusat budidaya, pembelajaran, dan kemitraan usaha jamur. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya jamur tiram, sekaligus memperkenalkan potensi pengembangan usaha dari hasil produksi maupun pengolahan produk berbahan dasar jamur. Budidaya jamur tiram juga memiliki peluang untuk dikembangkan dalam skala rumah tangga maupun kelompok masyarakat dengan memanfaatkan ruang budidaya yang disesuaikan dengan kapasitas produksi.

VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menyampaikan bahwa Program Jamur Berdaya HUB merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mengenali potensi di sekitarnya dan mengembangkannya menjadi peluang usaha produktif.

“Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, kami ingin mengajak generasi muda untuk terus menumbuhkan semangat berkarya, berinovasi, dan mengambil peran dalam membangun perekonomian masyarakat. Melalui Program Jamur Berdaya HUB, kami berharap anak-anak muda dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, menumbuhkan keberanian untuk berwirausaha, serta lebih kreatif dalam melihat peluang usaha dari potensi yang ada di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga dapat menjadi penggerak bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Zulhendri.

Program Jamur Berdaya HUB yang diinisiasi bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) Sumatera Utara turut diarahkan untuk memperluas akses terhadap sarana dan prasarana budidaya, meningkatkan kemampuan produksi dan pemasaran, serta membangun kelembagaan masyarakat yang mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.

Berdasarkan rencana program, tahap awal pelaksanaan pada Oktober–Desember 2026 mencakup kegiatan sosialisasi dan edukasi di Kecamatan Medan Belawan, Medan Marelan, dan Medan Labuhan. Tahapan selanjutnya diarahkan pada pengembangan fasilitas budidaya serta pendampingan program untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran, sekaligus mendorong terbentuknya kelompok usaha yang mampu mengelola kegiatan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran dalam mendukung edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut VP TJSL Pelindo Multi Terminal Zulhendri, Head Regional Office BMM Sumatera Utara Budi Syahputra, Yayasan Bang Haris Syariah Mandiri (BHSM) yang sekaligus menjadi narasumber, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Saiful Famar, serta Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 4 Sopiah. Kolaborasi antara perusahaan, lembaga pendamping, dan institusi pendidikan ini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan keterampilan budidaya sekaligus membuka wawasan generasi muda terhadap peluang kewirausahaan.

Melalui program TJSL ini, Pelindo Multi Terminal berupaya menghadirkan inisiatif pemberdayaan yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membuka wawasan masyarakat terhadap peluang ekonomi produktif. Program kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha, sehingga program dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas dan Layanan Jalan Tol

Jakarta (30/10), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2026, didukung oleh kontribusi bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional. Capaian ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat konektivitas dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Perseroan membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp15,6 triliun, tumbuh 7,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut ditopang oleh Pendapatan Tol sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8%, serta Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 21,5% secara tahunan (year on year/yoy). Pendapatan Usaha Lain didukung oleh tiga lini bisnis utama Jasa Marga, yaitu pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif.

Seiring peningkatan pendapatan tersebut, Perseroan memfokuskan strategi kuartal ketiga pada penguatan ketahanan fundamental dan optimalisasi struktur biaya. Langkah ini ditempuh melalui pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin.

Dari optimalisasi tersebut, Perseroan berhasil mempertahankan kinerja positif dengan mencatatkan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dan margin EBITDA sebesar 67,0%. Pada periode yang sama Perseroan membukukan Laba Bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,7 triliun, capaian kinerja positif ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, pengelolaan risiko dan penciptaan nilai jangka panjang.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan upaya Perseroan menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.

“Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan.

Dari prespektif kinerja operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III 2026, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) sekitar 3,6 juta kendaraan per hari. Capaian ini mempertegas status Jasa Marga sebagai market leader jalan tol di Indonesia dengan mengoperasikan 1.294 KM jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 KM atau setara dengan 42% dari total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk memperluas akses dan meningkatkan keterhubungan antarwilayah serta untuk membuka simpul-simpul ekonomi baru. Memasuki Oktober 2026, Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Segmen Gending–Paiton sepanjang 24 KM telah dioperasikan dengan tarif yang menjadi bagian dari upaya Perseroan memperkuat konektivitas di wilayah Jawa Timur. Dengan beroperasinya ruas jalan tol tersebut, hingga saat ini jumlah jalan tol beroperasi Jasa Marga mencapai 1.318 KM. Di saat bersamaan, Perseroan terus mempercepat penyelesaian pembangunan proyek-proyek strategis, meliputi Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, serta Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.

“Bagi Jasa Marga, Pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya berorientasi pada penambahan jaringan, tetapi juga pada penciptaan konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian. Keterhubungan antarwilayah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui,” jelas Rivan.

Menjawab tantangan tersebut, Jasa Marga terus mentransformasi perannya dari penyedia infrastruktur menjadi pengelola ekosistem layanan jalan tol yang terintegrasi. Transformasi ini diwujudkan melalui tiga pilar layanan, yaitu pilar Protect the Journey melalui pemeliharaan dan preservasi infrastruktur berbasis teknologi dengan pemanfaatan armada inspeksi Hawkeye 2000, sistem pelaporan digital Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System (TROOPS), serta integrasi preservasi melalui  Jasamarga Integrated Maintenance Management System (JIMMS);  Pilar Support the Journey menghadirkan kenyamanan perjalanan melalui rejuvenasi Travoy Rest yang nyaman dan ramah pengguna; sementara pilar Inform the Journey berfokus pada penyediaan informasi dan pengendalian lalu lintas jalan tol secara terpusat melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang disampaikan kepada pelanggan melalui Call Center 133 dan Aplikasi Travoy yang dapat diunduh melalui Apps Store dan Google Play Store.

Selain peningkatan kualitas layanan, Jasa Marga turut mendukung kebijakan pemerintah menuju Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027. Sebagai upaya menjaga keselamatan perjalanan dan keandalan infrastruktur, Perseroan menyediakan fasilitas Weigh In Motion (WIM) untuk mendeteksi beban kendaraan angkutan barang berbasis teknologi. Integrasi data WIM dengan sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) Kementerian Perhubungan, serta Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri mendukung proses pengawasan dan penindakan sesuai kewenangan.

Menatap agenda akhir tahun, Perseroan memastikan kesiapan operasional dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur, pemantauan kondisi lalu lintas, kesiapan petugas, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk mendukung perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman.

“Dengan margin EBITDA yang solid, manajemen liabilitas yang pruden, serta keandalan volume lalu lintas harian sebagai sumber arus kas utama, Perseroan berada dalam lintasan pertumbuhan yang tepat untuk menutup tahun 2026 dengan hasil terbaik. Jasa Marga berkomitmen memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal dengan terus berinovasi, menjaga kualitas layanan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh investor, mitra bisnis, dan jutaan pelanggan di setiap kilometer perjalanan yang kami layani,” tutup Rivan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Perkuat Kompetensi Frontliner, Fokus pada Komunikasi dan Penanganan Keluhan Pengguna

Kualitas pelayanan transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan keandalan operasional, tetapi juga oleh kemampuan petugas dalam berinteraksi, memberikan informasi, serta membantu pengguna menghadapi berbagai situasi selama perjalanan. Untuk memperkuat aspek tersebut, LRT Jabodebek menyelenggarakan Pelatihan Personal Effectiveness and Assertive Communication bagi Frontliner Transportasi Publik yang telah diselenggarakan pada 28–29 Oktober 2026 di Ruang Auditorium Lantai 2, Kantor Divisi LRT Jabodebek.

Pelatihan yang diikuti oleh petugas Station Officer (SO) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) stasiun ini menghadirkan Rudi Hillman dari Maha Talenta Serendi sebagai narasumber. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan kemampuan personal, pembentukan budaya pelayanan unggul (service excellence), serta keterampilan komunikasi profesional dalam menghadapi beragam kebutuhan dan karakter pengguna transportasi publik.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai 5 pilar service excellence, yakni empathy atau kemampuan memahami kebutuhan pengguna, professionalism dalam memberikan pelayanan secara sopan dan andal, responsiveness atau kecepatan dalam membantu pengguna, assurance untuk membangun kepercayaan, serta tangibles yang berkaitan dengan penampilan dan kesiapan fasilitas pelayanan.

Selain itu, peserta juga mempelajari pentingnya membangun komunikasi asertif, yakni kemampuan menyampaikan informasi, pendapat, maupun arahan secara tegas, jelas, dan profesional dengan tetap menghargai hak serta perasaan orang lain. Kemampuan ini menjadi penting bagi petugas stasiun, terutama ketika menghadapi pengguna dengan kebutuhan, pertanyaan, maupun keluhan yang beragam.

Pembekalan juga dilengkapi dengan studi kasus dan simulasi penanganan situasi pelayanan sehari-hari, mulai dari pengguna yang tertinggal barang di kereta, kepadatan di peron, hingga menghadapi keluhan akibat keterlambatan perjalanan maupun pengguna yang terlambat masuk ketika pintu kereta telah tertutup.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah teknik A-E-R (Apologize, Empathy, dan Resolve). Melalui pendekatan ini, petugas diarahkan untuk terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna, menunjukkan pemahaman terhadap kondisi yang dihadapi, kemudian memberikan informasi, solusi, atau alternatif penanganan yang sesuai.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia yang berhadapan langsung dengan pengguna.

“Pelayanan transportasi publik bukan hanya tentang bagaimana mengantarkan pengguna sampai ke tujuan, tetapi juga bagaimana petugas hadir memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian informasi selama perjalanan. Karena itu, kemampuan berkomunikasi, memahami kebutuhan pengguna, serta menangani keluhan secara tepat menjadi kompetensi penting yang terus kami perkuat,” ujar Radhitya.

Setiap interaksi antara petugas dan pengguna merupakan bagian dari pengalaman perjalanan yang turut membentuk kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik. Petugas diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas sesuai prosedur, tetapi juga memiliki inisiatif, empati, dan ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para petugas semakin percaya diri dan terampil dalam memberikan pelayanan. Ketika pengguna membutuhkan informasi, menghadapi kendala perjalanan, atau memerlukan bantuan, petugas dapat merespons dengan cepat, menyampaikan informasi secara jelas, serta memberikan solusi dengan pendekatan yang humanis dan profesional,” tambahnya.

LRT Jabodebek memandang pengembangan kompetensi pekerja sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan transportasi publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan kemampuan teknis operasional perlu didukung dengan kualitas interaksi dan pelayanan yang konsisten, sehingga pengguna mendapatkan pengalaman perjalanan yang semakin baik.

Dengan demikian, LRT Jabodebek berharap budaya pelayanan unggul tidak hanya menjadi standar dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga menjadi pola pikir dan kebiasaan seluruh petugas dalam melayani masyarakat. Sebab, di balik teknologi transportasi yang modern, kualitas pelayanan dan sentuhan manusia tetap menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman perjalanan yang berkesan bagi setiap pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tindak Lanjuti Arahan Danantara, PTPN Group Tandatangani Kesepakatan Percepatan Penataan Rumah Sakit

Jakarta — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mengakselerasi penataan anak perusahaan sejalan dengan agenda Danantara selaku pemegang saham. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Penggabungan Bersyarat atau Conditional Merger Agreement (CMA) antar entitas pengelola rumah sakit di lingkungan PTPN Group. Penandatanganan berlangsung di gedung Agro Plaza, Jakarta, Jumat (30/10/2026), disaksikan Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy.

Ryanto menyampaikan, penandatanganan CMA menjadi langkah konkret untuk memajukan proses konsolidasi entitas rumah sakit PTPN Group melalui tahapan yang terukur dan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. “Kami ingin memastikan proses tersebut berjalan terarah, dengan dasar kajian yang memadai serta memperhatikan kepentingan perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Penataan tersebut diarahkan untuk mengonsolidasikan anak perusahaan di bidang rumah sakit di bawah naungan PTPN Group ke dalam satu badan hukum. Melalui konsolidasi ini, pengelolaan usaha pelayanan kesehatan diharapkan semakin terintegrasi dan memiliki landasan yang lebih kuat untuk pengembangan layanan.

CMA ditandatangani oleh masing-masing pimpinan PT Prima Medica Nusantara, PT Sri Pamela Medika Nusantara, PT Cut Meutia Medika Nusantara, PT Agro Medika Nusantara, PT Tembakau Deli Medica, dan PT Kalimantan Medika Nusantara sebagai peserta penggabungan. Sementara PT Nusa Lima Medika juga turut menjadi pihak dalam perjanjian, tetapi berkaitan dengan proses penggabungannya ke dalam PT Prima Medica Nusantara yang dilaksanakan melalui mekanisme tersendiri.

Ryanto menegaskan, percepatan penataan harus berjalan seiring dengan kesiapan pelaksanaan, terutama dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan. “Karena itu, kesiapan operasional, perizinan, kerja sama pelayanan, serta hak karyawan dan kepentingan pemangku kepentingan lainnya harus diperhatikan dalam setiap tahapan,” katanya.

Perjanjian tersebut mengatur tahapan persiapan, persyaratan, serta hak dan kewajiban para pihak sebagai landasan bersama dalam proses penggabungan. Seluruh tahapan akan dilaksanakan secara terencana dan terukur, dengan tetap memastikan pemenuhan uji tuntas, kajian kelayakan, penetapan struktur akhir penggabungan, serta persetujuan korporasi dan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari proses yang prudent dan sesuai tata kelola perusahaan yang baik.

Dengan penandatanganan CMA, para pihak telah memiliki kerangka bersama untuk menuntaskan tahapan berikutnya secara terarah. PTPN III (Persero) selaku holding akan terus mengoordinasikan proses penataan agar selaras dengan arahan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan usaha PTPN Group

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman

Ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI memicu aksi jual terdalam dalam hampir tiga dekade. Dr. Dhiraj Kelly mengajak investor ritel memeriksa tiga variabel risiko sebelum menambah posisi.

JAKARTA, 30 Oktober 2026 – Valuasi saham Indonesia kini berada di level termurah sejak krisis keuangan global 2008. Namun, praktisi keuangan dan edukator manajemen risiko Dr. Dhiraj Kelly menilai harga murah bukan alasan cukup untuk langsung membeli. Menurutnya, tekanan jual saat ini sebagian besar datang dari mekanisme indeks global, bukan semata dari memburuknya kinerja perusahaan.

Turun Kelas Dua Tingkat Sekaligus

Pada 15 Oktober 2026, MSCI membuka konsultasi untuk mereklasifikasi indeks MSCI Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan final dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027. Langkah ini lebih berat dari peringatan Januari lalu, yang hanya menyebut kemungkinan turun ke Frontier Market.

Pasar bereaksi keras. IHSG anjlok 12% pada Jumat setelah pengumuman, lalu turun lagi 3,6% pada Senin berikutnya. Goldman Sachs memperkirakan pengeluaran penuh dari indeks Emerging Market bisa memicu arus keluar dana pasif sekitar US$5,6 miliar.

Akar masalah yang disorot MSCI adalah transparansi kepemilikan saham dan keandalan data free float. Otoritas merespons dengan menaikkan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%, membuka data pemilik manfaat akhir (UBO), dan merinci klasifikasi investor.

Agenda terdekat yang dipantau pasar adalah pengumuman review indeks MSCI pada 11 November 2026, dengan perubahan berlaku mulai 1 Desember 2026.

Murah Belum Tentu Aman

Dr. Dhiraj Kelly menilai investor ritel perlu memahami dari mana tekanan jual berasal. Dana pasif global yang mengikuti indeks MSCI bekerja berdasarkan aturan, bukan berdasarkan prospek bisnis emiten.

“Ketika sebuah negara turun kelas di indeks global, dana yang mengikuti indeks itu tidak bertanya apakah perusahaannya bagus. Mereka wajib menyesuaikan portofolio. Jadi saham yang fundamentalnya baik pun bisa ikut terjual,” ujar Dr. Dhiraj Kelly.

Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting bagi investor ritel bukan apakah saham sedang murah, melainkan apakah ia siap menahan posisi selama ketidakpastian berlangsung hingga keputusan final MSCI.

“Diskon besar sering terlihat seperti kesempatan. Tapi kalau uang yang dipakai adalah dana darurat, atau ukuran posisinya membuat Anda panik saat turun 30% lagi, itu bukan strategi. Itu menangkap pisau yang sedang jatuh,” katanya.

Dr. Dhiraj Kelly merangkum tiga variabel yang perlu diperiksa sebelum menambah posisi saham di tengah tekanan saat ini:

Free float dan likuiditas. Saham dengan porsi publik tipis atau transaksi sepi lebih rentan terdampak penyesuaian indeks.Sumber dana. Hanya gunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam jangka menengah, bukan dana darurat atau dana kebutuhan.Ukuran posisi. Tentukan batas kerugian yang sanggup ditanggung sebelum membeli, bukan setelah harga bergerak.

“Prinsip saya sama dalam kondisi pasar apa pun: lindungi modal dulu, baru kejar keuntungan,” tutup Dr. Dhiraj Kelly.

Video Lengkap

Pembahasan lengkap Dr. Dhiraj Kelly mengenai ancaman penurunan status MSCI dan dampaknya bagi investor ritel dapat disimak di kanal YouTube resminya:

Tonton: https://www.youtube.com/watch?v=rij2RuRmLAY

Kanal resmi: youtube.com/@dhirajkelly

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES