AnyMind Group Memasuki Pasar Amerika Serikat

Entitas baru di Amerika Serikat memperluas jaringan teknologi dan operasional perusahaan untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan bisnis antara Amerika Serikat dan Asia Pasifik di bidang pemasaran, e-commerce, distribusi, dan logistik

AnyMind Group [TSE:5027], perusahaan BPaaS untuk pemasaran, e-commerce, dan transformasi digital, hari ini mengumumkan dimulainya kegiatan operasional di Amerika Serikat yang berbasis di Los Angeles, California. Ekspansi ini merupakan langkah lanjutan untuk mewujudkan visi perusahaan dalam “membangun infrastruktur bisnis generasi baru di dunia”. Melalui kehadiran ini, perusahaan di Amerika Serikat dapat mengakses solusi end-to-end yang memadukan teknologi yang dikembangkan AnyMind Group, dukungan operasional lokal, dan jaringan mitra. Sementara itu, perusahaan dari luar Amerika Serikat dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk memasuki pasar Amerika Serikat.

Ekspansi ini bertujuan untuk memperkuat dukungan lokal dan integrasi operasional bagi perusahaan di Asia Pasifik yang ingin memasuki pasar Amerika Serikat. Perusahaan asal Amerika Serikat juga dapat memanfaatkan teknologi AnyMind Group untuk mengembangkan bisnis di pasar domestik serta berekspansi ke Asia Pasifik melalui rangkaian solusi pemasaran, commerce, logistik, dan distribusi yang telah tersedia.

Kehadiran AnyMind Group di Amerika Serikat merupakan kelanjutan dari dukungan yang telah diberikan kepada klien. Selama tujuh bulan terakhir, perusahaan telah membantu 15 brand Asia berekspansi dan mengembangkan bisnis di Amerika Serikat. Kehadiran tim lokal akan memungkinkan AnyMind Group memperkuat dukungan tersebut sekaligus mengembangkan jaringan mitra di Amerika Serikat.

Pada tahap awal, AnyMind Group akan menghadirkan platform live commerce AnyLive serta rangkaian solusi pemanfaatan data dan AI di pasar Amerika Serikat. Solusi ini mencakup agentic AI berstandar enterprise, integrasi dan pemanfaatan data ritel online dan offline, AIGC (AI-Generated Content atau konten yang dihasilkan AI), analisis brand dan konsumen, serta kapabilitas lainnya.

Melalui model Business-Process-as-a-Service (BPaaS), AnyMind Group memadukan software yang dikembangkan sendiri dengan tim operasional lokal untuk membantu perusahaan membangun permintaan pasar, menjual produk, serta mengelola proses bisnis yang menunjang pertumbuhan. Layanannya mencakup influencer marketing dan periklanan digital, live commerce dan social commerce, pengelolaan e-commerce, interaksi pelanggan, logistik, distribusi offline, serta pemanfaatan AI dan data. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan klien menghubungkan aktivitas pemasaran dengan penjualan dan pemenuhan pesanan, didukung oleh tim yang memahami karakteristik konsumen, saluran penjualan, dan kebutuhan operasional di setiap pasar.

Selain menyediakan solusi bagi perusahaan, AnyMind Group membantu publisher dan kreator memperluas jangkauan audiens serta mengembangkan sumber pendapatan melalui periklanan, kemitraan dengan platform, dan commerce. Seluruh lini bisnis ini membentuk ekosistem yang menghubungkan brand, publisher, kreator, dan konsumen. Sejalan dengan misi “Excite Consumers Together”, AnyMind Group berkolaborasi dengan klien dan mitra di seluruh ekosistemnya untuk menghadirkan produk, konten, dan pengalaman berbelanja yang menarik bagi konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis.

Kosuke Sogo, CEO, AnyMind Group, mengatakan: “Prioritas kami saat ini adalah menjawab kebutuhan klien yang sudah ada dan mewujudkannya menjadi hasil nyata. Kehadiran tim lokal dan jaringan mitra akan membantu kami memahami pasar Amerika Serikat serta mendukung pertumbuhan jangka panjang klien. Dengan menghubungkan keahlian dan jaringan yang kami bangun di Amerika Serikat dengan infrastruktur kami di Asia Pasifik, kami dapat membantu perusahaan dari kedua kawasan mengembangkan bisnis di pasar satu sama lain. Hal ini akan membuka peluang baru bagi klien dan memperkuat nilai yang kami hadirkan di setiap pasar.”

Didirikan di Singapura pada 2016, AnyMind Group telah beroperasi di 15 pasar yang mencakup Asia Tenggara, Asia Timur, India, dan Timur Tengah sebelum memasuki pasar Amerika Serikat. Hingga Juni 2026, perusahaan melayani lebih dari 1.500 perusahaan di Asia Pasifik dan internasional untuk layanan pemasaran, 230 perusahaan untuk layanan commerce, 1.600 publisher, dan 1.100 kreator. AnyMind Group memindahkan kantor pusatnya ke Tokyo, Jepang, pada 2019 dan tercatat di Tokyo Stock Exchange Growth Market pada 2023.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Marcom Awards Q3 2026, Fusion Hotel Group Indonesia Perkuat Komitmen Mengukur Kinerja Marketing Unit

Program apresiasi ini menilai kontribusi marketing communication terhadap reputasi, keterlibatan tamu, pelaksanaan promosi, dan dukungan terhadap bisnis hotel. Ayola Sentosa Palembang meraih dua penghargaan, sementara Ayola First Point Pekanbaru memperoleh penghargaan Most Improved Marcom Performance.

Jakarta, 22 Oktober 2026 — Memasuki penghujung kuartal ketiga 2026, Fusion Hotel Group Indonesia kembali menyelenggarakan Marcom Awards Q3 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk mengukur kinerja marketing communication di setiap unit hotel secara terstruktur dan berbasis indikator.

Program ini mengevaluasi bagaimana aktivitas marketing communication dijalankan dan mendukung kebutuhan bisnis hotel. Penilaian mencakup pengelolaan reputasi dan ulasan tamu, efektivitas komunikasi digital, konsistensi aktivasi promosi, kualitas pelaksanaan kampanye, serta kontribusi terhadap penjualan dan pendapatan.

Dalam hasil penilaian Q3 2026, Ayola Sentosa Palembang meraih Online Reputation & Guest Engagement Award dan Marcom Impact Award. Adapun Ayola First Point Pekanbaru menerima Most Improved Marcom Performance.

Pada kategori Online Reputation & Guest Engagement, penilaian meliputi rating Google dan OTA, tingkat respons terhadap ulasan, serta kualitas pengelolaan review. Selama periode Juli–September 2026, Ayola Sentosa Palembang mencatat rata-rata overall score sebesar 98,40 dan rata-rata performance score 98,20.

Sementara itu, kategori Marcom Impact menilai dukungan aktivitas marketing communication terhadap penjualan, konsistensi promosi, kualitas eksekusi kampanye, kontribusi bisnis, serta kepatuhan terhadap standar korporat. Kategori Most Improved Marcom Performance mengukur perkembangan kontribusi bisnis, efektivitas komunikasi digital, konsistensi pelaksanaan program, dan kualitas brand serta koordinasi lintas fungsi.

“Melalui Marcom Awards, kami ingin memastikan bahwa kinerja marketing communication setiap unit dapat dievaluasi dengan indikator yang jelas dan relevan dengan prioritas bisnis. Hasil penilaian ini juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat reputasi hotel, meningkatkan keterlibatan tamu, dan mengembangkan aktivitas pemasaran yang semakin terarah,” ujar Stella Corporate Marcom Manager, Fusion Hotel Group Indonesia.

Fusion Hotel Group Indonesia mengapresiasi seluruh tim hotel yang telah berpartisipasi dalam Marcom Awards Q3 2026. Ke depan, perusahaan akan terus mendorong kolaborasi antara tim Marcom, Sales, Revenue, dan Operasional agar program komunikasi pemasaran dapat dijalankan secara konsisten, sesuai karakter masing-masing hotel, serta mendukung pencapaian bisnis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

“Gods within Her”: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week

Menjelang Milan Fashion Week, LA TRỊNH atelier—yang dipimpin oleh desainer Namie Trịnh dan produser Hiền Thảo—secara resmi meluncurkan koleksi Musim Semi/Musim Panas 2027 bertajuk “Gods within Her”.

Lebih dari sekadar perayaan feminitas, peragaan ini menjadi bukti nyata akan otonomi dan semangat berani dari generasi baru talenta Vietnam yang dengan percaya diri menaklukkan salah satu pusat mode dunia.

“Gods within Her” mengambil inspirasi dari perjalanan mitologis para dewi yang melintasi berbagai wilayah, dari Asia hingga Eropa, sembari mengeksplorasi titik temu antara keyakinan abadi akan kecantikan ilahi dan ikonografi yang tak lekang oleh waktu.

Panggung peragaan busana ini menyuguhkan perjalanan megah melintasi alam legendaris; alih-alih sekadar memamerkan busana, LA TRỊNH membawa audiens masuk ke dalam semesta mitologis yang memikat.

Semangat seni yang membebaskan dituangkan langsung ke dalam rancangan-rancangan tersebut, dengan LA TRỊNH atelier mengadopsi arketipe mitologi Asia yang dikaitkan dengan pengetahuan, seni, musik, dan intelektualitas. Di sini, kecantikan melampaui bentuk fisik semata, melainkan tumbuh dari kreativitas, pemahaman mendalam, serta kemampuan untuk menciptakan nilai yang abadi.

“Gods within Her” berhasil memikat para penikmat mode internasional serta perwakilan media dari Vietnam, Asia Tenggara, dan Eropa. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh ternama, seperti fashionista Quỳnh Anh Shyn, penata gaya Nam Phùng, Anna Woods, dan Xuan Xu—menandai awal dari perjalanan kreatif yang menjanjikan bagi LA TRỊNH atelier ke depannya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Thampy Koshy Soroti Pengalaman ONDC India untuk Mendukung ION di Bali Tech Week 2026

BALI  — Jaringan digital terbuka berpotensi memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan mendorong ekonomi digital yang lebih inklusif. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan Thampy Koshy, salah satu tokoh penting di balik Open Network for Digital Commerce (ONDC) India, dalam sesi fireside chat di Bali Tech Week 2026, Sanur, Bali, Rabu (21/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Koshy membagikan pembelajaran dari pengalaman India yang relevan bagi pengembangan Indonesia Open Network (ION).

Sesi bertajuk “Designing Open & Interoperable Digital Markets: What We Can Learn from ONDC” merupakan bagian dari program Fair Digital Markets yang berlangsung di Garuda Stage, Ballroom 2, dengan Alvin Evander sebagai moderator.

Prinsip utama jaringan terbuka adalah memungkinkan penjual menjangkau konsumen melalui berbagai aplikasi pembelian tanpa harus membangun integrasi terpisah dengan setiap platform. Dengan menghubungkan penjual, pembeli, dan penyedia layanan melalui protokol bersama, pendekatan ini menawarkan alternatif terhadap model platform konvensional sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pembelajaran dari ONDC untuk Indonesia Open Network (ION)

Konsentrasi pasar, tingginya komisi platform, dan terbatasnya jangkauan konsumen masih menjadi tantangan dalam perdagangan digital, terutama bagi pelaku usaha kecil. Jaringan terbuka menawarkan pendekatan alternatif dengan memungkinkan penjual menampilkan produk melalui berbagai aplikasi digital menggunakan infrastruktur bersama, sehingga mengurangi ketergantungan pada satu platform.

Prinsip tersebut menjadi landasan yang relevan bagi Indonesia Open Network (ION), yang mengembangkan ekosistem perdagangan digital terbuka dan interoperabel berdasarkan arsitektur ONDC India. Dengan menghubungkan pembeli dan penjual melalui berbagai aplikasi, ION bertujuan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengalaman India menunjukkan potensi pengembangan model tersebut. ONDC telah mencatat hampir 600 juta transaksi dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun sebelumnya dan memperluas cakupannya dari sektor ritel ke layanan mobilitas dan logistik. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana infrastruktur interoperabel dapat mendukung berbagai sektor dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung.

Kolaborasi dan Logistik untuk Memperluas Akses Pasar

Pengembangan jaringan terbuka membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pelaku usaha, institusi pemerintah, asosiasi industri, wirausahawan, dan konsumen. Pengalaman India melalui ONDC menunjukkan pentingnya partisipasi lintas sektor agar ekosistem dapat berkembang, alih-alih hanya bergantung pada satu organisasi.

Diskusi tersebut juga mengangkat perbandingan antara Unified Payments Interface (UPI) India dan QRIS Indonesia sebagai contoh infrastruktur interoperabel yang memungkinkan berbagai penyedia layanan berpartisipasi dalam satu sistem bersama. Rekam jejak transaksi digital turut mendukung transparansi melalui dokumentasi pesanan, harga, dan komitmen pengiriman, sehingga menyediakan dasar yang lebih jelas untuk menyelesaikan sengketa antara pembeli dan penjual.

Logistik menjadi bidang lain yang menawarkan peluang, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Jaringan yang interoperabel dapat menghubungkan perusahaan pengiriman besar dengan penyedia layanan lokal, sehingga membantu pelaku usaha di kota-kota kecil dan wilayah terpencil memperoleh akses terhadap layanan pengiriman. Keterhubungan ant operator juga dapat membuka kesempatan bagi penyedia lokal untuk berpartisipasi dalam ekosistem logistik yang lebih luas.

Selain itu, jaringan terbuka berpotensi melengkapi perdagangan melalui media sosial. Media sosial dapat membantu pelaku usaha mempromosikan produk, sementara integrasi dengan aplikasi pembelian digital yang menerapkan verifikasi penjual dan menyediakan dukungan transaksi dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Potensi Indonesia dalam Ekonomi Digital ASEAN

Indonesia berpotensi memainkan peran penting dalam pengembangan pasar digital interoperabel di ASEAN. Penggunaan protokol bersama oleh berbagai jaringan dapat membuka peluang transaksi lintas negara dan memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen di pasar regional.

Pengembangan ION dapat mendukung visi tersebut dengan menghubungkan pelaku usaha, platform digital, dan penyedia layanan melalui ekosistem yang interoperabel. Pengalaman India melalui ONDC memberikan pembelajaran praktis bagi Indonesia dalam membangun infrastruktur digital terbuka, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan memperluas kesempatan bagi pelaku usaha kecil.

Diskusi di Bali Tech Week 2026 menegaskan pentingnya pertukaran pengetahuan antara India dan Indonesia dalam mengeksplorasi pendekatan untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang lebih terhubung dan inklusif, dengan potensi manfaat bagi perekonomian digital ASEAN secara lebih luas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kekuatan di Balik Masa Depan Digital Indonesia

Langkah berani Meutya Hafid dalam mempertemukan para pemimpin pemerintahan, energi, telekomunikasi, dan teknologi mengungkap ambisi yang lebih besar: mengorkestrasi transformasi digital Indonesia sebagai satu ekosistem nasional.

Oleh Sachin V. Gopalan, Founder & CEO Indonesia Economic Forum

SANUR, BALI, 19 Oktober 2026 — Kehadiran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 atas undangan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan perdagangan digital bergantung pada infrastruktur fisik, termasuk listrik, pendinginan, dan konektivitas. Transformasi digital Indonesia bukan sekadar proyek teknologi, melainkan tantangan pembangunan nasional yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Tiga Prioritas Meutya Hafid: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga

Saat membuka Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Meutya memaparkan tiga prioritas: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan pemerataan akses internet. Dengan sekitar 235 juta pengguna internet, perhatian kini juga perlu diarahkan pada pemanfaatan konektivitas untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai ekonomi.

Prioritas Terjaga menekankan perlindungan dari penipuan, pencurian identitas, penyalahgunaan data pribadi, dan risiko terhadap anak-anak di internet. Ketiga prioritas tersebut saling berkaitan: infrastruktur membuka akses, inovasi menciptakan peluang, dan kepercayaan publik menopang keduanya.

Meutya juga menekankan pentingnya mengembangkan AI sesuai kebutuhan nasional sambil mempertahankan kerja sama internasional. Pemerintah, perusahaan teknologi, universitas, operator jaringan, dan investor perlu menyelaraskan prioritas untuk membangun infrastruktur serta menerapkan inovasi.

Perspektif Menteri Energi tentang Infrastruktur Digita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti kebutuhan energi industri AI. Pusat data memerlukan pasokan listrik berkelanjutan, sistem pendingin, dan infrastruktur pendukung yang andal. Ia membahas estimasi kebutuhan tambahan kapasitas listrik hingga 20 gigawatt atau 20.000 megawatt seiring pertumbuhan industri pusat data Indonesia.

Bahlil menyebut Batam, Karimun, dan Bintan sebagai lokasi potensial pengembangan pusat data. Perencanaan perlu mempertimbangkan ketersediaan lahan, air, energi, dan peluang regional, termasuk pengembangan energi terbarukan.

Investasi pusat data juga diharapkan memberikan manfaat bagi pemasok, pekerja, dan pelaku usaha lokal. Namun, ketersediaan listrik nasional tidak otomatis menjamin pasokan yang terjangkau dan andal di setiap lokasi. Kebutuhan air, pendinginan, akses jaringan listrik, dan permintaan komersial tetap memerlukan kajian. Hal ini menegaskan hubungan erat antara perencanaan digital, industri, dan pembangunan wilayah.

Menghubungkan Bangsa Berarti Menghubungkan Ekosistem

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan bahwa Bali Tech Week menggabungkan 13 program teknologi yang mempertemukan pemerintah, perusahaan telekomunikasi, perusahaan rintisan, investor, akademisi, dan peserta internasional.

Komdigi melaporkan hampir 1.000 pertemuan bisnis satu lawan satu telah terdaftar hingga akhir hari pertama, dengan target sekitar 2.000 pertemuan selama sepekan. Pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi, meskipun tidak secara langsung menjamin investasi.

Indonesia telah memiliki infrastruktur digital, talenta kewirausahaan, dan berbagai inisiatif publik. Menghubungkan unsur-unsur tersebut dapat mengurangi duplikasi serta mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan, pembiayaan, dan pelaksanaan.

Dari Konektivitas Digital Menuju Kemampuan Teknologi Nasiona

Sekretaris Jenderal Komdigi Dr. Ismail dan CEO GoTo Group Hans Patuwo membahas peran Asia Tenggara dalam teknologi dan inovasi. GoTo mengumumkan model bahasa besar sumber terbuka dengan 27 miliar parameter yang mendukung bahasa Indonesia serta bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

AI yang mendukung bahasa lokal berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap teknologi yang sesuai dengan konteks bahasa dan budaya Indonesia. Model sumber terbuka juga memungkinkan peneliti, universitas, perusahaan rintisan, dan pelaku usaha mengembangkan aplikasi tanpa memulai dari nol.

Tantangan selanjutnya adalah memastikan teknologi tersebut membantu pedagang, pendidik, instansi publik, dan perusahaan menyelesaikan persoalan nyata. Keberhasilan Indonesia beralih dari konsumen menjadi pencipta teknologi akan ditentukan oleh manfaat penerapannya.

Telekomunikasi: Jaringan Masa Depan Harus Memberikan Lebih Banyak Manfaa

Direktur Utama Telkom Indonesia Nanang Hendarno membahas infrastruktur nasional, sementara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyoroti reformasi regulasi dan investasi untuk memperluas konektivitas terjangkau. Angga menyebut biaya regulasi operator diperkirakan mencapai 13–14 persen dari pendapatan.

Diskusi Indonesia’s Next Network juga menghadirkan Direktur Utama Telkomsel Nugroho serta pelaku industri Desmond Cheung dan Merza Fachys.

Pengembangan jaringan tidak hanya bertujuan menyalurkan lebih banyak data, tetapi juga menghadirkan layanan bernilai tambah, termasuk solusi berbasis AI. Bagi masyarakat di luar kota besar, konektivitas harus tetap terjangkau, andal, dan mampu meningkatkan produktivitas serta membuka peluang ekonomi.

Singapura dan Indonesia: Kepercayaan Merupakan Fondasi Pertumbuhan

Dalam dialog dengan Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo, Meutya membahas hubungan antara keamanan digital, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi, termasuk perlindungan anak.

Keamanan siber, perlindungan identitas, dan pengelolaan data pribadi menjadi semakin penting seiring berkembangnya AI dan layanan daring. Kepercayaan konsumen memengaruhi partisipasi dalam transaksi digital, sedangkan sistem yang tidak aman meningkatkan risiko bisnis.

Pengalaman Singapura dapat menjadi referensi bagi Indonesia, dengan penyesuaian terhadap populasi dan kondisi masyarakat yang lebih beragam. Perlindungan pengguna perlu dirancang sejak awal pengembangan layanan digital, bukan sekadar menjadi tahap regulasi setelah teknologi diterapkan.

Ekonomi Digital yang Lebih Luas: Aset, Keuangan, dan Model Bisnis Baru

Tokocrypto Digital Summit membahas aset digital, tokenisasi, dan teknologi keuangan, termasuk tokenisasi aset dunia nyata, derivatif, serta potensi AI agen dalam layanan keuangan.

Perkembangan ini dapat memperluas akses terhadap produk keuangan dan menciptakan model bisnis baru. Namun, pengawasan, integritas pasar, dan perlindungan konsumen tetap menjadi perhatian penting.

Membangun Kecerdasan Kolektif untuk Cetak Biru Digital Nasional

Bali Tech Week berupaya membangun pemahaman bersama di antara institusi yang menentukan masa depan digital Indonesia. Pemerintah dapat menetapkan arah, tetapi pengembangan jaringan, penyediaan energi, inovasi AI, dan pelatihan tenaga kerja membutuhkan keterlibatan produsen energi, operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, universitas, investor, dan regulator.

Mempertemukan para pemangku kepentingan dapat membantu menyelaraskan prioritas dan mengidentifikasi kekurangan koordinasi. Strategi digital yang kuat memerlukan perencanaan investasi energi, regulasi yang mendukung inovasi sekaligus melindungi pengguna, serta peluang bagi bisnis lokal untuk memperoleh manfaat. Kerja sama internasional juga dapat memperluas akses ke pasar, modal, dan keahlian teknis.

Implikasi yang Lebih Luas

Hari pertama Bali Tech Week 2026 menegaskan bahwa transformasi digital mencakup pemerataan akses, produktivitas, keamanan, energi, dan penguatan industri. Prioritas Meutya menghubungkan inklusi dan kepercayaan, sementara perspektif Bahlil menyoroti kebutuhan energi bagi ekonomi AI. Pengumuman GoTo menunjukkan potensi inovasi lokal, diskusi telekomunikasi menyoroti kebutuhan jaringan yang lebih terjangkau, dan dialog dengan Singapura menekankan kepercayaan publik.

Tantangan berikutnya adalah pelaksanaan. Infrastruktur harus menjadi kapasitas yang andal, riset harus menghasilkan produk bermanfaat, dan pertemuan lintas sektor perlu menghasilkan kolaborasi berkelanjutan. Masa depan digital Indonesia bergantung pada kemampuan pemerintah, industri, dan berbagai institusi untuk bekerja bersama.

Tentang Bali Tech Week 2026

Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama DS Group untuk menghubungkan pemerintah, industri, pendiri perusahaan, investor, serta komunitas teknologi Indonesia dan internasional.

Acara perdana berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema “Archipelago Ascending — Advance Together, Innovate Further”. Menggabungkan 13 acara utama, BTW 2026 mencakup perusahaan rintisan, gim, AI, keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi. Acara ini menargetkan lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional dari lebih dari 30 negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DSN MUI Kaji Kripto Syariah, RWA dan Tokenisasi Sukuk Jadi Perhatian

Jakarta, 22 Oktober 2026 – Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) membuka peluang pengakuan dua kategori aset digital dalam sistem keuangan syariah di Indonesia, yakni Real World Asset (RWA) dan tokenisasi instrumen keuangan syariah. Perkembangan ini dinilai dapat membuka ruang pemanfaatan teknologi blockchain untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang memiliki dasar aset dan mekanisme yang jelas.

Wakil Bendahara DSN MUI, M. Gunawan Yasni, menjelaskan bahwa kedua kategori tersebut berpotensi memenuhi prinsip syariah karena memiliki aset dasar (underlying asset) yang jelas dan bernilai ekonomi. Pernyataan tersebut dikutip dari MUI Digital pada Rabu (21/10/2026).

Menanggapi perkembangan tersebut, CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kajian mengenai aset digital berbasis prinsip syariah menjadi langkah positif bagi perkembangan industri aset digital di Indonesia. Menurutnya, pendekatan yang menekankan kejelasan aset dasar, transparansi, dan tata kelola dapat mendukung pengembangan ekosistem yang lebih terstruktur.

“Perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi industri aset digital Indonesia. Pemanfaatan teknologi blockchain untuk merepresentasikan aset nyata maupun instrumen keuangan syariah berpotensi membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai produk keuangan. Namun, pengembangannya perlu didukung kejelasan hak kepemilikan, transparansi mekanisme transaksi, serta perlindungan konsumen agar inovasi dapat berjalan seiring dengan kepercayaan masyarakat,” kata Yudho.

Ia menambahkan, pembahasan mengenai aset digital yang berpotensi memenuhi prinsip syariah juga dapat mendorong edukasi yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan pemahaman yang memadai, calon investor dapat menilai karakteristik, manfaat, serta risiko suatu produk sebelum mengambil keputusan.

Dua Kategori Aset Digital yang Berpotensi Memenuhi Prinsip Syariah

Kategori pertama adalah Real World Asset (RWA), yaitu aset dunia nyata yang direpresentasikan dalam bentuk token digital melalui teknologi blockchain. Aset yang berpotensi ditokenisasi antara lain emas dan properti komersial, termasuk gedung yang menghasilkan pendapatan dari penyewaan.

Melalui tokenisasi, kepemilikan atau hak ekonomi atas suatu aset dapat direpresentasikan dalam bentuk digital. Mekanisme ini berpotensi memberikan alternatif dalam mengakses aset tertentu. Meski demikian, kesesuaian dengan prinsip syariah tetap bergantung pada karakteristik aset, kejelasan hak yang melekat pada token, serta struktur dan mekanisme transaksinya.

Kategori kedua adalah tokenisasi instrumen keuangan yang telah memenuhi prinsip syariah, seperti sukuk. Instrumen tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital dengan tetap memperhatikan struktur dan ketentuan yang berlaku.

Salah satu contoh yang disampaikan Gunawan adalah tokenisasi Sukuk Negara Valas yang tengah dikoordinasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Menurut Gunawan, instrumen seperti ini umumnya memiliki nilai nominal tinggi sehingga aksesnya belum merata bagi seluruh kelompok investor. Tokenisasi berpotensi memungkinkan pembagian instrumen ke dalam unit digital yang lebih kecil, sehingga peluang akses dengan modal lebih terjangkau dapat dikembangkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Yudho menilai, potensi tersebut menunjukkan bahwa inovasi blockchain tidak hanya berkaitan dengan perdagangan aset digital, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan cara baru dalam merepresentasikan dan mengakses instrumen keuangan.

“Tokenisasi berpotensi menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri keuangan digital karena dapat mendukung pembagian kepemilikan atau hak ekonomi ke dalam unit yang lebih kecil. Apabila dirancang dengan struktur yang tepat, teknologi ini dapat membantu memperluas akses terhadap instrumen keuangan. Kuncinya adalah memastikan bahwa produk yang ditawarkan memiliki dasar aset yang jelas, mekanisme yang transparan, dan perlindungan yang memadai bagi pengguna,” tambahnya.

Penerbitan Fatwa Masih Menunggu Proses Regulasi

Meski membuka peluang bagi kedua kategori tersebut, DSN MUI belum menerbitkan fatwa yang secara khusus menetapkan kategori aset digital tersebut sebagai aset kripto yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan demikian, potensi pengakuan tersebut belum dapat diartikan sebagai keputusan final bahwa seluruh aset digital atau aset kripto tertentu telah memenuhi ketentuan syariah.

Gunawan menjelaskan bahwa penerbitan fatwa perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur perdagangan untuk mendukung keamanan aset dan transaksi. Infrastruktur tersebut mencakup lembaga kustodian yang bertugas menyimpan aset serta lembaga kliring dan penjaminan yang mendukung penyelesaian transaksi.

Sistem perdagangan atau trading crypto yang dikembangkan juga diharapkan mengacu pada standar organisasi pengatur mandiri (Self-Regulatory Organization atau SRO), sebagaimana diterapkan di pasar modal Indonesia.

DSN MUI menyatakan bahwa draf dan kajian internal mengenai fatwa aset kripto syariah telah siap untuk dibahas dalam sidang pleno. Namun, proses tersebut masih menunggu permohonan resmi dari OJK.

Bagi industri, tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan beriringan dengan kepastian hukum, tata kelola, dan perlindungan konsumen.

Yudho menegaskan bahwa kejelasan kerangka regulasi akan membantu pelaku industri memahami standar yang perlu dipenuhi dalam mengembangkan produk berbasis aset digital, seperti BItcoin (BTC).

“Kerangka regulasi dan kajian syariah yang jelas akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri. Kami melihat pembahasan ini sebagai peluang positif untuk mendorong inovasi yang lebih bertanggung jawab. Pada saat yang sama, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai agar dapat membedakan produk yang masih dalam tahap kajian dengan produk yang telah memperoleh persetujuan dan memenuhi ketentuan yang berlaku,” tutup CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Triwulan III 2026, Ketepatan Waktu Keberangkatan KA Penumpang Daop 2 Bandung Capai 99,88 Persen

Info Daop 2 Bd

Kamis, 22 Oktober 2026

Triwulan III 2026, Ketepatan Waktu Keberangkatan KA Penumpang Daop 2 Bandung Capai 99,88 Persen

Bandung (Jawa Barat), 22 Oktober 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu. Komitmen tersebut dapat dilihat dari capaian kinerja operasional pada Triwulan III Tahun 2026, dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan Kereta Api Penumpang dan Kereta Api Barang.

Pada periode Juli hingga September 2026, ketepatan waktu keberangkatan Kereta Api Penumpang di wilayah Daop 2 Bandung mencapai 99,88 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 99,65 persen. Capaian ini menjadi wujud konsistensi KAI Daop 2 Bandung dalam menjaga keandalan operasional serta memberikan kepastian jadwal perjalanan bagi pelanggan.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh layanan angkutan barang. Sepanjang Triwulan III Tahun 2026, ketepatan waktu keberangkatan Kereta Api Barang di wilayah Daop 2 Bandung tetap terjaga pada angka 100 persen, dengan total 154 perjalanan yang telah dioperasikan. Capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran distribusi logistik melalui layanan kereta api yang andal dan terjadwal.

Dari sisi angkutan penumpang, selama Juli hingga September 2026, KAI Daop 2 Bandung melayani sebanyak 4.528 perjalanan KA Jarak Jauh. Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyediakan layanan transportasi antarkota yang dapat diandalkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, maupun perjalanan wisata.

Selain itu, KAI Daop 2 Bandung juga mengoperasikan 5.426 perjalanan Kereta Api Lokal dan Commuter Line selama Triwulan III Tahun 2026. Kehadiran kedua layanan ini turut mendukung konektivitas masyarakat serta mempermudah mobilitas harian di berbagai wilayah yang dilayani Daop 2 Bandung.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh insan KAI dalam menjaga kualitas operasional dan pelayanan kepada pelanggan. Ketepatan waktu menjadi salah satu indikator penting yang terus diperhatikan untuk memastikan kereta api dapat menjadi pilihan transportasi publik yang terpercaya.

“Ketepatan waktu merupakan bagian penting dari pelayanan kereta api. Capaian ketepatan waktu keberangkatan Kereta Api Penumpang sebesar 99,88 persen pada Triwulan III 2026 menunjukkan komitmen KAI Daop 2 Bandung dalam menjaga keandalan perjalanan. Kami terus berupaya memastikan setiap perjalanan dipersiapkan dengan optimal agar pelanggan dapat menikmati layanan yang aman, nyaman, dan sesuai jadwal,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, konsistensi kinerja operasional didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana, pemeriksaan sebelum perjalanan, kedisiplinan petugas, serta koordinasi antar unit yang dilakukan secara berkesinambungan. Berbagai upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan operasional kereta api berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan yang telah ditetapkan.

“Kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat yang terus percaya untuk memilih kereta api sebagai moda transportasi. KAI Daop 2 Bandung akan terus menjaga kualitas operasional dan meningkatkan pelayanan, khususnya pada layanan Kereta Api Penumpang baik perjalanan Jarak Jauh maupun perjalanan Lokal, sehingga kereta api dapat semakin berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat,” tutup Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan, menjaga ketepatan waktu perjalanan, serta meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat menghadirkan perjalanan yang berkesan. Dengan dukungan seluruh insan KAI dan kepercayaan pelanggan, KAI Daop 2 Bandung akan terus menghadirkan layanan transportasi yang andal, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dhiraj Kelly Bersama Smartin dan UHAMKA Resmi Luncurkan Klub Investasi untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa

Dhiraj Kelly, melalui platform edukasi finansial Smartin, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) meluncurkan Klub Investasi bagi mahasiswa. Program ini bertujuan memperkuat literasi finansial, membangun budaya berinvestasi yang sehat, serta melindungi generasi muda dari risiko investasi bodong.

JAKARTA, 22 Oktober 2026 – Dhiraj Kelly bersama Smartin dan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) meresmikan kolaborasi strategis melalui peluncuran Klub Investasi. Inisiatif ini dihadirkan sebagai langkah nyata untuk meningkatkan literasi keuangan serta membina budaya berinvestasi yang cerdas dan terstruktur di kalangan mahasiswa.

Memperkuat Literasi Finansial dan Cegah Investasi Bodong

Melalui pendirian Klub Investasi ini, para mahasiswa UHAMKA akan dibekali pemahaman komprehensif mengenai dasar-dasar manajemen keuangan pribadi, pengenalan instrumen pasar modal, serta analisis risiko investasi. Edukasi ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memiliki keahlian praktis dalam mengelola keuangan masa depan mereka.

Langkah ini juga menjadi upaya preventif dalam melindungi generasi muda dari maraknya penawaran investasi bodong dan skema keuangan berisiko tinggi yang menyasar mahasiswa. Dengan pemahaman finansial yang tepat, mahasiswa diharapkan mampu memilah instrumen investasi yang legal dan aman.

Komitmen Mendorong Kemandirian Finansial Generasi Muda

Dhiraj Kelly menyatakan bahwa kerja sama antara Smartin dan UHAMKA merupakan wujud komitmen bersama dalam mendorong kemandirian finansial pemuda Indonesia. Pemahaman terhadap investasi sejak dini dinilai sebagai modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

“Melalui Klub Investasi ini, kami ingin menyediakan wadah edukasi yang inklusif dan aplikatif bagi mahasiswa. Kami percaya bahwa pembentukan karakter dan kebiasaan finansial yang bijak harus dimulai dari lingkungan kampus, sehingga para lulusan nantinya siap secara finansial saat memasuki dunia kerja maupun kewirausahaan,” ujar Dhiraj Kelly.

Akses Edukasi dan Informasi Lebih Lanjut

Klub Investasi di UHAMKA akan menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan interaktif, seperti seminar literasi keuangan, workshop analisis investasi, dan sesi diskusi bersama praktisi pasar modal secara berkala.

Untuk mendapatkan konten edukasi keuangan lanjutan dan informasi seputar program edukasi finansial dari Dhiraj Kelly, publik dan mahasiswa dapat mengakses kanal resmi melalui https://youtube.com/@dhirajkelly.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Menjadi Pembicara pada Peluncuran Program Doktor Manajemen UBM

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani hadir sebagai pembicara utama dalam peluncuran Program Doktor (S3) Manajemen Universitas Bunda Mulia (UBM) di Kampus Serpong, Tangerang. Dalam acara bertema “The Future of Business Leadership: Building Business Growth in the Digital Age”, beliau memaparkan pentingnya strategi digital dan adaptasi kepemimpinan dalam menghadapi tantangan pertumbuhan bisnis.

TANGERANG, 22 Oktober 2026 – Presiden Direktur PT Sarana Abadi Raya, Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, menjadi pembicara utama dalam acara peluncuran Program Doktor (S3) Manajemen Universitas Bunda Mulia (UBM) yang berlangsung di UBM Lecture Hall, Kampus Serpong, Tangerang. Acara yang digelar pada 16 Oktober 2026 tersebut menandai langkah strategis institusi pendidikan dalam mencetak pemimpin bisnis masa depan berbasis digitalisasi dan keberlanjutan.

Strategi Digital dan Kepemimpinan Bisnis di Era Transformasi

Mengusung tema “The Future of Business Leadership: Building Business Growth in the Digital Age“, diskusi panel tersebut membahas dinamika lanskap bisnis modern yang semakin bergantung pada inovasi teknologi dan ketahanan organisasi. Bersama Prof. Dr. Ratlan Pardede dari Pascasarjana UBM, Dr. Dhiraj Kelly Sawlani menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi mutakhir, melainkan pada kejelasan strategi digital dan kesiapan kepemimpinan dalam mengelola perubahan.

Dalam pemaparannya, Dr. Dhiraj Kelly menggarisbawahi pentingnya para pelaku bisnis dan akademisi untuk terus mengasah pemahaman komprehensif terkait manajemen risiko, eksekusi strategi yang tangkas, serta integrasi prinsip keberlanjutan. Pendekatan tersebut dinilai menjadi fondasi utama agar perusahaan dapat merealisasikan pertumbuhan jangka panjang di tengah disrupsi pasar yang dinamis.

Komitmen Membangun Kapabilitas Pemimpin Masa Depan

Kehadiran Dr. Dhiraj Kelly Sawlani dalam peluncuran program pascasarjana S3 Manajemen UBM ini sejalan dengan komitmen Dhiraj Kelly untuk terus mendorong pengembangan kapasitas kepemimpinan dan eksekutif di Indonesia. Melalui berbagi pengalaman praktis serta wawasan akademis, Dhiraj Kelly mendukung terciptanya ekosistem bisnis yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan berwawasan global.

Untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai strategi bisnis, kepemimpinan, dan transformasi digital, publik dan para profesional dapat mengunjungi kanal resmi YouTube Dhiraj Kelly di https://www.youtube.com/@dhirajkelly.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

AICX 2026 oleh ITSEC Asia (IDX: CYBR): Indonesia Perlu Bersiap Menghadapi Ancaman Siber dari Komputasi Kuantum Sekarang

Para pembicara dari ITB, BRIN dan KORIKA dalam AICX 2026 oleh ITSEC Asia menyerukan persiapan dini menuju kriptografi pasca kuantum, seiring teknologi kuantum mulai menjadi bagian dari infrastruktur kepercayaan bagi AI.

Bali, 20 Oktober 2026 – PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan terkemuka di bidang keamanan siber dan AI di Indonesia, mempertemukan para ahli dari kalangan akademisi, peneliti dan industri dalam AICX 2026 untuk membahas kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan komputasi kuantum. Komputer kuantum saat ini memang belum mampu memecahkan enkripsi RSA yang digunakan secara luas. Namun, organisasi perlu mulai bersiap karena data terenkripsi yang dikumpulkan hari ini berpotensi menjadi sasaran dekripsi di masa depan seiring kemajuan teknologi kuantum.

Risiko ini dikenal sebagai “harvest now, decrypt later”, yaitu ketika pihak yang tidak bertanggung jawab mengumpulkan data terenkripsi saat ini dengan harapan dapat membukanya di kemudian hari. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, organisasi perlu memahami sistem kriptografi yang mereka gunakan, mengidentifikasi data yang membutuhkan perlindungan jangka panjang serta merencanakan transisi menuju metode enkripsi yang dirancang untuk menghadapi serangan berbasis komputasi kuantum.

Isu ini menjadi fokus sesi panel AICX 2026 bertajuk “Beyond the Cryptographic Cliff: Quantum, Cyber and The Next Defense” yang diselenggarakan ITSEC Asia di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali. Diskusi tersebut menghadirkan perspektif dari kalangan akademisi, peneliti dan ekosistem teknologi mengenai dampak komputasi kuantum terhadap keamanan siber serta kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan tersebut.

“Persiapan menghadapi ancaman kuantum harus dimulai sekarang, bukan menunggu hingga komputer kuantum mampu memecahkan sistem enkripsi yang kita andalkan. Organisasi perlu memetakan sistem kriptografi yang digunakan, mengidentifikasi data paling kritis dan mulai merencanakan transisi menuju post-quantum cryptography. Proses migrasi ini membutuhkan waktu. Semakin awal kita mempersiapkannya, semakin baik kesiapan kita dalam melindungi aset digital. Hal yang sama berlaku untuk AI. Model dan data yang sedang dikembangkan organisasi saat ini membutuhkan perlindungan yang tetap relevan di era kuantum,” ujar Marek Bialoglowy, Vice President Director/CTO sekaligus Co-Founder ITSEC Asia.

Prof. Andriyan Bayu Suksmono, Guru Besar di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), menekankan pentingnya mempersiapkan diri terhadap kemungkinan perkembangan teknologi kuantum yang lebih cepat dari perkiraan.

“Kita harus sangat berhati-hati dalam menghadapi isu ini. Sejumlah prediksi memperkirakan terobosan komputasi kuantum akan terjadi pada 2030 hingga 2035, sementara prediksi lainnya menyebutkan waktu yang lebih lama. Menurut saya, kita perlu mempersiapkan diri dengan mengacu pada skenario paling awal, yaitu 2030. AICX 2026 oleh ITSEC Asia menjadi momentum untuk mempercepat pemahaman dan adopsi komputasi kuantum di Indonesia karena forum ini mempertemukan akademisi dan industri dalam satu ruang diskusi,” ujarnya.

Salah satu pendekatan untuk mengantisipasi risiko tersebut adalah post-quantum cryptography (PQC), yaitu metode kriptografi yang dirancang untuk menghadapi serangan dari komputer kuantum. Prof. Andriyan menjelaskan bahwa algoritma PQC dapat diterapkan pada perangkat yang digunakan saat ini, termasuk ponsel, komputer dan server. Pendekatan lainnya adalah quantum key distribution (QKD), yang memanfaatkan prinsip kuantum untuk mendukung distribusi kunci komunikasi yang aman.

Dr. Mohammad Hamzah Fauzi, Kepala Pusat Riset Fisika Kuantum di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyoroti perubahan pesat dalam ekspektasi terhadap perkembangan teknologi kuantum.

“Pada 2018, saya menghadiri sebuah konferensi di Montpellier, Prancis. Saat itu, seorang fisikawan terkemuka ditanya kapan kita akan memiliki komputer kuantum yang benar-benar bermanfaat. Jawabannya adalah, ‘Tidak dalam masa hidup saya.’ Kini, prediksi tersebut mulai terbantahkan oleh kemajuan yang terus kita capai. Agar kemajuan ini dapat dirasakan oleh para pengguna, pusat riset seperti kami membutuhkan mitra dari industri keamanan. Kami senang ada perusahaan seperti ITSEC Asia yang bersedia bekerja sama dengan kami dalam hal ini,” ujarnya.

Persiapan menghadapi era kuantum juga membutuhkan investasi dalam riset, pendidikan dan pengembangan talenta. Penguasaan teknologi ini memerlukan kolaborasi lintas disiplin, mulai dari fisika dan rekayasa hingga keamanan informasi dan pengembangan sistem digital.

Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, Ketua Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial Indonesia (KORIKA), menyoroti relevansi teknologi kuantum bagi fondasi teknologi Indonesia di masa depan.

“Peta jalan AI saat ini belum mencakup teknologi kuantum, tetapi kuantum akan menjadi bagian dari infrastruktur kepercayaan bagi AI. Komputasi kuantum hanyalah salah satu dari teknologi baru yang perlu dikuasai Indonesia. Kami menyambut baik langkah ITSEC Asia, perusahaan yang telah bergerak di persimpangan AI dan keamanan, untuk mengangkat isu kuantum sejak sekarang, bukan setelah peta jalan selesai disusun,” ujarnya.

Bagi Indonesia, tantangannya adalah memastikan kesiapan keamanan siber, kebijakan, riset dan talenta berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi dan komunitas riset akan menjadi kunci dalam membangun ketahanan digital jangka panjang.

“AICX mempertemukan isu kuantum, AI dan keamanan siber dalam satu diskusi karena ketiganya perlu dipersiapkan dan diamankan secara bersama. Kami berterima kasih kepada ITB, BRIN dan KORIKA atas kontribusi keahlian mereka. ITSEC Asia akan terus bekerja sama dengan para mitra untuk meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi era kuantum,” tambah Marek.

Melalui AICX 2026, ITSEC Asia mendorong dialog lintas sektor mengenai tantangan keamanan yang muncul seiring perkembangan AI dan teknologi baru. Diskusi tentang komputasi kuantum menegaskan pentingnya langkah antisipatif untuk memperkuat pertahanan digital Indonesia dalam menghadapi risiko teknologi di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES