Pengembangan Kompetensi Pekerja, Upaya LRT Jabodebek Jaga Keselamatan dan Kualitas Layanan

Di balik layanan LRT Jabodebek yang mengantarkan masyarakat setiap hari, terdapat pekerja dengan keahlian beragam yang berperan dalam menjaga operasional dan memberikan pelayanan kepada pengguna. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Divisi LRT Jabodebek terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan sesuai bidang tugas masing-masing.

Sepanjang Januari – September 2026, peserta dari berbagai unit di LRT Jabodebek mengikuti berbagai program pelatihan yang mencakup kompetensi teknis perkeretaapian, keselamatan kerja, penanganan keadaan darurat, hingga peningkatan kualitas pelayanan pengguna.

Pengembangan kompetensi tidak berhenti pada satu program pelatihan. Pekerja dapat mengikuti pelatihan lanjutan atau pelatihan di bidang berbeda sesuai kebutuhan dan tanggung jawabnya. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek dalam memperkuat kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung keselamatan operasional dan kualitas pelayanan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pengembangan kompetensi pekerja menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan operasional dan kualitas layanan transportasi publik.

“Operasional LRT Jabodebek membutuhkan pekerja dengan kompetensi yang beragam dan sesuai bidang tugasnya. Karena itu, pengembangan kemampuan tidak hanya berfokus pada aspek teknis perkeretaapian, tetapi juga keselamatan, penanganan keadaan darurat, serta pelayanan kepada pengguna,” ujar Radhitya.

Pada aspek teknis, program pelatihan mencakup pengoperasian dan perawatan sarana, persinyalan, telekomunikasi, serta penanganan gangguan operasional. Sementara itu, penguatan kompetensi keselamatan dilakukan melalui pelatihan pemadam kebakaran, pertolongan pertama, manajemen insiden, dan keselamatan kerja.

Kemampuan pelayanan juga menjadi perhatian melalui pelatihan hospitality, komunikasi efektif, service excellence, serta penanganan keluhan dan pemulihan layanan. Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung kesiapan pekerja dalam merespons kebutuhan pengguna secara tepat sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

“Setiap pekerja memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung perjalanan masyarakat. Melalui pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, LRT Jabodebek berupaya memperkuat kesiapan sumber daya manusia, baik dalam menjaga operasional maupun memberikan pelayanan yang responsif dan berorientasi pada keselamatan,” tambahnya.

Melalui pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan pelayanan, LRT Jabodebek terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya memberikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Perkuat Profesionalisme Petugas untuk Dukung Keamanan Layanan

LRT Jabodebek melaksanakan kegiatan Pembinaan Pengamanan (PAM) terhadap 97 petugas pengamanan pada Selasa (20/10) di Auditorium Kantor Divisi LRT Jabodebek. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, profesionalisme, dan kepatuhan petugas terhadap prosedur dalam menjalankan tugas pengamanan di lingkungan LRT Jabodebek.

Pembinaan diawali dengan arahan dari AM of Security KAI Services yang menekankan pentingnya kedisiplinan waktu kerja, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta kesiapan petugas sebelum melaksanakan tugas.

Petugas juga diingatkan untuk menjaga kelengkapan atribut dinas, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan, serta memelihara kebersihan dan kerapian lingkungan kerja.

Selanjutnya, SPV of Vital Object Security LRT Jabodebek memberikan pengarahan mengenai tanggung jawab petugas dalam menjalankan fungsi pengamanan. Materi yang disampaikan mencakup kepatuhan terhadap prosedur, ketelitian dalam mengamati kondisi di lingkungan kerja, serta pentingnya menyampaikan laporan secara cepat dan tepat apabila menemukan kendala atau kejadian yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Dalam pelaksanaan tugas, petugas juga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan informasi hasil pemantauan CCTV dan memastikan setiap temuan barang tertinggal dilaporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku. Pemahaman terhadap ketentuan tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Selain pembinaan terkait pelaksanaan tugas pengamanan, Tim Human Capital Regional 1 KAI Services menyampaikan materi Refreshment E-PKWT. Materi ini membahas pembaruan pada situs Karier Reska, proses registrasi dan penggunaan situs, serta pemahaman mengenai kontrak kerja dan proses rekrutmen yang berkaitan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kesiapan dan profesionalisme petugas pengamanan merupakan bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan layanan transportasi publik. “Pembinaan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan petugas terhadap prosedur pengamanan. Kami berharap setiap petugas dapat menjalankan tugas secara profesional, sigap dalam merespons situasi, serta senantiasa mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna LRT Jabodebek,” ujar Radhitya.

Melalui pembinaan ini, LRT Jabodebek bersama KAI Services mendorong penguatan kedisiplinan dan profesionalisme petugas pengamanan sebagai bagian dari upaya mendukung layanan transportasi publik yang aman, tertib, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Jaga Keselamatan dan Kualitas Pelayanan melalui Monitoring dan Evaluasi

Keselamatan dan kemudahan akses menjadi bagian penting dalam pelayanan transportasi publik. Untuk meninjau pemenuhan standar pelayanan tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO) bidang perkeretaapian di LRT Jabodebek pada 15–16 Oktober 2026.

Pemeriksaan mencakup fasilitas stasiun dan rangkaian kereta, mulai dari fasilitas keselamatan dan keadaan darurat hingga sarana dan prasarana yang mendukung kemudahan pengguna dalam mengakses layanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 63 tahun 2019.

Pemeriksaan dilakukan secara acak di 5 stasiun, yaitu : Dukuh Atas BSI, Cikunir 1, Kuningan, Harjamukti, dan TMII, serta terhadap 10 rangkaian kereta (trainset). Aspek keselamatan yang diperiksa antara lain ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tangga darurat, titik kumpul keadaan darurat, pembatas keselamatan peron, dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Selain fasilitas keselamatan, pemeriksaan mencakup fasilitas yang menunjang aksesibilitas dan kenyamanan pengguna, seperti lift, eskalator, toilet disabilitas, guiding block, ruang menyusui, pos kesehatan, serta sistem informasi perjalanan. Kesiapan loket dan fasilitas informasi interaktif turut menjadi bagian dari peninjauan.

Kesiapan petugas frontliner juga diperiksa, termasuk kemampuan memberikan informasi dan membantu pengguna dengan kebutuhan yang beragam, seperti penyandang disabilitas dan wisatawan asing. Aspek ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kemudahan pengguna dalam memperoleh informasi dan mengakses fasilitas selama menggunakan LRT Jabodebek.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan dan pelayanan diperlukan untuk meninjau kesesuaian penyelenggaraan layanan dengan standar yang berlaku.

“Keselamatan merupakan prioritas dalam penyelenggaraan transportasi publik. Karena itu, pemeriksaan dilakukan terhadap fasilitas keselamatan sekaligus fasilitas pendukung yang membantu pengguna mengakses layanan dengan mudah,” ujar Radhitya.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan, petugas LRT Jabodebek langsung menindaklanjuti sejumlah temuan minor yang teridentifikasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap hasil pemeriksaan dan perhatian terhadap kesiapan fasilitas pelayanan.

“Bagi pengguna, kualitas layanan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan kereta, tetapi juga dengan kemudahan mengakses fasilitas, memperoleh informasi, dan mendapatkan bantuan petugas saat dibutuhkan. Karena itu, kesiapan fasilitas dan pelayanan perlu terus diperhatikan agar layanan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam,” tambahnya.

LRT Jabodebek mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga pemenuhan standar pelayanan, dengan memperhatikan keselamatan, aksesibilitas, dan kebutuhan pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Petugas untuk Lindungi Pengguna dalam Kondisi Darurat

Dalam menjaga keselamatan pengguna dalam setiap operasionalnya, LRT Jabodebek terus memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Hal ini diwujudkan melalui simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan di Stasiun Jati Mulya, Rabu (21/10). Kegiatan ini bertujuan melatih kecepatan respons, meningkatkan koordinasi antar bagian, serta mengevaluasi penerapan prosedur penanganan keadaan darurat untuk mendukung keselamatan pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan petugas merupakan bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada pengguna transportasi publik. Oleh karena itu, petugas perlu memahami peran dan prosedur penanganan yang sesuai ketika menghadapi situasi darurat.

“Keselamatan pengguna menjadi perhatian utama dalam setiap perjalanan LRT Jabodebek. Melalui simulasi ini, dapat melihat kesiapan petugas dalam merespons berbagai situasi darurat, memperkuat koordinasi antar unit, serta memastikan setiap tahapan penanganan dan evakuasi dilaksanakan sesuai prosedur. Dengan demikian, petugas diharapkan mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya.

Simulasi mencakup sejumlah skenario keadaan darurat yang berpotensi membutuhkan penanganan cepat di lingkungan stasiun, antara lain kebakaran, tumpahan bahan berbahaya dan beracun (B3), kepanikan pengguna saat alarm berbunyi, pengguna terjebak di lift, serta penanganan pengguna yang pingsan atau mengalami cedera ringan.

Dalam skenario kebakaran, petugas berlatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis karbon dioksida (CO2). Sementara itu, penanganan tumpahan bahan kimia disimulasikan menggunakan spill kit sesuai prosedur keselamatan. Skenario tersebut melatih petugas untuk mengenali risiko dan melakukan penanganan sesuai prosedur.

Pada skenario evakuasi lift, petugas mempraktikkan penggunaan kunci manual untuk membantu mengevakuasi pengguna yang terjebak. Simulasi juga mencakup penanganan pengguna yang pingsan, mulai dari pemberian bantuan hingga pemindahan ke pos kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Aspek keselamatan pengguna yang membutuhkan bantuan khusus turut menjadi perhatian. Dalam simulasi, petugas membantu ibu hamil menggunakan kursi roda dan melakukan evakuasi terhadap pengguna disabilitas. Sementara itu, simulasi juga dilakukan apabila terdapat alarm tanda bahaya berbunyi, dimana tim evakuasi memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan tidak ada orang yang tertinggal sebelum mengarahkan peserta menuju titik kumpul yang aman.

Pelaksanaan simulasi melibatkan petugas lintas fungsi, meliputi unit Operasi, Keamanan, Kesehatan, Fasilitas, Pelayanan Penumpang, dan Pekerjaan Sipil. Keterlibatan berbagai unit ini menjadi bagian dari latihan koordinasi agar setiap petugas memahami tanggung jawabnya dalam mendukung proses penanganan dan evakuasi.

Simulasi tanggap darurat tidak hanya berfungsi sebagai latihan bagi petugas, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki.

“Setiap simulasi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi penerapan prosedur, mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, dan memperkuat koordinasi antar personel. Hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan untuk mendukung kesiapsiagaan petugas di stasiun-stasiun LRT Jabodebek lainnya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, LRT Jabodebek terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap pengguna, termasuk mereka yang membutuhkan bantuan khusus, sekaligus mendukung penyelenggaraan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia

Mulai dari keamanan siber dan kecerdasan buatan hingga investasi startup dan kerja sama regional dalam perlindungan pengguna internet, hari kedua Bali Tech Week menyoroti berbagai kemampuan yang perlu diperkuat Indonesia agar ambisi digital dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan

Oleh Sachin V Gopalan, Founder & CEO Indonesia Economic Forum

BALI, 20 Oktober 2026 — Jika hari pertama Bali Tech Week menyoroti fondasi infrastruktur digital Indonesia, hari kedua membahas bagaimana memastikan ekonomi digital tetap aman, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang.

Agenda utama hari kedua mencakup AI, Cybersecurity and Innovation Exchange (AICX), HUB.ID Global Summit, serta pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid dengan Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengenai perlindungan anak di ruang digital.

AI dan Keamanan Siber: Dua Sisi dari Transformasi Digital

AI, Cyber & Quantum Experience (AICX) 2026, yang diselenggarakan ITSEC Asia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, menjadi salah satu forum utama di Bali Beach Convention Center. Mengusung tema “AI, Cyber & Quantum: Indonesia’s Next Chapter”, acara ini menghadirkan lebih dari 600 peserta dan 25 pembicara dari pemerintah, industri, regulator, dan akademisi.

Ketika bisnis semakin bergantung pada AI, komputasi awan, dan sistem yang saling terhubung, keamanan siber bukan lagi sekadar biaya teknologi informasi, melainkan bagian penting dari daya saing ekonomi. AI dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung pengambilan keputusan, tetapi juga membawa risiko jika tidak disertai pengelolaan data, pengaturan akses, pengamanan sistem, dan pengawasan yang memadai.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menekankan bahwa keputusan mengenai AI dan keamanan siber berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis, daya saing, dan kepentingan nasional. Karena itu, pimpinan perusahaan perlu menjadikan pengelolaan risiko sebagai bagian dari strategi, bukan hanya menyerahkannya kepada tim teknologi informasi.

Perusahaan perlu mempertimbangkan keamanan, akuntabilitas, dan ketahanan sejak awal, terutama saat AI digunakan untuk mengolah data pelanggan, mendukung transaksi keuangan, atau menjalankan fungsi penting bisnis.

Tantangan Pemerintah: Membangun Ekosistem AI yang Tepercaya

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menyoroti pentingnya memperkuat kemampuan dalam negeri melalui pengembangan tenaga ahli AI, profesional keamanan siber, ilmuwan data, dan tenaga pendidik. Mengadopsi teknologi mungkin relatif mudah, tetapi membangun keahlian untuk mengoperasikan, menyesuaikan, mengamankan, dan mengawasinya membutuhkan proses panjang.

Tanpa sumber daya manusia yang memadai, perusahaan Indonesia berisiko terus bergantung pada sistem dan tenaga ahli dari luar negeri sehingga manfaat ekonomi bagi industri dan pekerja lokal menjadi terbatas.

Edwin juga menekankan kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil. Tata kelola AI mencakup perlindungan data, pertanggungjawaban atas keputusan otomatis, kesiapan tenaga kerja, standar keamanan siber, serta kepercayaan masyarakat. Pemerintah perlu menyeimbangkan regulasi dan inovasi: aturan yang jelas memberi kepastian dan perlindungan, sementara kebijakan yang terlalu kaku dapat menghambat investasi dan pengembangan kemampuan nasional.

Ketahanan Siber sebagai Tanggung Jawab Nasional

Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, menegaskan bahwa pengembangan AI dan transformasi digital harus disertai penerapan keamanan siber sejak tahap awal.

Sistem digital kini menopang sektor perbankan, telekomunikasi, logistik, manufaktur, kesehatan, dan layanan pemerintah. Serangan siber dapat mengganggu kegiatan usaha, melumpuhkan layanan penting, membocorkan informasi sensitif, serta mengikis kepercayaan publik.

AICX juga membahas potensi dampak komputasi kuantum terhadap metode enkripsi yang digunakan saat ini. Meski teknologi tersebut masih berkembang, organisasi yang mengelola informasi sensitif untuk jangka panjang perlu mempertimbangkan implikasinya terhadap keamanan sistem.

Bagi Indonesia, prioritasnya adalah membangun keahlian nasional untuk memahami risiko, menentukan investasi secara tepat, dan menjaga infrastruktur digital penting tetap tangguh. Hal ini membutuhkan kerja sama regulator, lembaga keamanan siber, penyedia teknologi, perguruan tinggi, dan perusahaan penyedia layanan penting.

HUB.ID: Menghubungkan Inovasi dengan Peluang Bisnis

Jika AICX membahas prasyarat adopsi teknologi yang aman, HUB.ID Global Summit menyoroti cara menghubungkan startup dengan modal, pelanggan, dan mitra strategis. Program dua hari ini dimulai pada 20 Oktober, mempertemukan startup, perusahaan modal ventura, dan korporasi melalui penjajakan kemitraan bisnis. Menurut Komdigi, lebih dari 900 pertemuan bisnis resmi telah dijadwalkan selama Bali Tech Week.

Jumlah pertemuan yang dijadwalkan menjadi awal yang menjanjikan, tetapi keberhasilan HUB.ID pada akhirnya perlu diukur melalui kemitraan, investasi, dan kontrak bisnis yang benar-benar terwujud. Tantangan Indonesia berikutnya adalah membantu startup membangun bisnis berkelanjutan dan menjangkau pasar di luar negeri.

Indonesia dan Malaysia Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil menyampaikan pidato utama dan bertemu dengan Meutya Hafid untuk membahas keamanan digital serta peluang kerja sama. Perlindungan anak menjadi salah satu agenda utama seiring meningkatnya risiko eksploitasi daring, konten berbahaya, dan paparan terhadap platform yang belum tentu sesuai usia.

Malaysia telah mengambil langkah melalui Online Safety Act dan ketentuan perlindungan anak, termasuk persyaratan pembatasan serta verifikasi usia akun media sosial. Indonesia juga mengembangkan kerangka regulasi melalui PP TUNAS untuk memperkuat tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik dalam melindungi anak.

Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama antarlembaga pada tahap implementasi dan menjajaki diskusi trilateral dengan Singapura. Fahmi menyebut pertemuan tersebut berpotensi berlangsung pada Desember, dengan mempertimbangkan kesesuaian jadwal.

Kerja sama regional dapat membantu negara-negara Asia Tenggara menghadapi platform global yang beroperasi lintas batas. Namun, kebijakan perlindungan juga perlu mempertimbangkan privasi, keamanan data, dan aksesibilitas. Pertukaran pengalaman dapat memperkuat penerapan aturan tanpa menganggap satu pendekatan cocok untuk seluruh negara ASEAN.

Kepercayaan Digital Semakin Penting bagi Pertumbuhan Ekonomi

Keamanan siber dan perlindungan anak menyasar persoalan berbeda, tetapi keduanya bertumpu pada prinsip yang sama: ekonomi digital membutuhkan kepercayaan. Perusahaan akan berhati-hati menggunakan AI jika tidak yakin dapat melindungi informasi dan operasionalnya. Konsumen dapat mengurangi penggunaan layanan digital karena khawatir terhadap penipuan atau penyalahgunaan data, sementara orang tua menginginkan lingkungan daring yang aman bagi anak.

Kepercayaan memengaruhi perilaku konsumen, investasi, kepatuhan regulasi, dan kesediaan organisasi untuk berbagi data. Lingkungan digital yang aman dan andal karena itu dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi Indonesia dalam menarik investasi dan mengembangkan industri bernilai tambah tinggi.

Tiga prioritas nasional yang diusung Meutya Hafid, yaitu Terhubung, Tumbuh, Terjaga, menggambarkan hubungan tersebut: konektivitas membuka akses, pertumbuhan menghasilkan nilai ekonomi, dan perlindungan menjaga kepercayaan. Ketiganya perlu berjalan beriringan.

Dari Diskusi Menuju Kapasitas Nasional

Tokocrypto Digital Summit turut memperluas agenda ke aset digital, tokenisasi, dan teknologi keuangan baru, termasuk tokenisasi aset dunia nyata, derivatif, serta potensi dampak AI agen terhadap layanan keuangan. Perkembangan ini membuka peluang produk dan model bisnis baru, sekaligus menimbulkan tantangan pengawasan, integritas pasar, dan perlindungan konsumen.

Secara keseluruhan, AICX menyoroti AI yang aman, pengembangan tenaga ahli, dan tata kelola; HUB.ID menghubungkan inovasi dengan pasar dan investasi; sementara dialog Indonesia–Malaysia menunjukkan pentingnya kerja sama lintas negara dalam keamanan digital.

Manfaat Bali Tech Week baru akan terasa jika diskusi menghasilkan perubahan terukur, seperti bertambahnya tenaga profesional terlatih, meningkatnya standar keamanan siber, kemitraan startup yang berkelanjutan, regulasi yang efektif, dan layanan digital yang lebih aman. Tantangan Indonesia adalah mengubah besarnya pasar digital menjadi perusahaan nasional yang kuat, institusi tangguh, dan kepercayaan publik yang lebih tinggi.

Tentang Bali Tech Week 2026

Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), yang dikelola bersama DS Group sebagai platform payung bagi berbagai acara teknologi. Platform ini menghubungkan pemerintah, industri, pendiri perusahaan, investor, serta komunitas teknologi Indonesia dan internasional untuk membangun kolaborasi dan membuka peluang bisnis maupun kemitraan.

Edisi perdana BTW 2026 diselenggarakan pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema “Archipelago Ascending — Maju Bersama, Berinovasi Lebih Jauh.” Dengan menyatukan 13 acara utama dalam satu agenda selama sepekan, BTW 2026 mencakup perusahaan rintisan, gim, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi. BTW 2026 menargetkan lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional, dengan perwakilan dari lebih dari 30 negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Riset Jadi Solusi Nyata, BINUS Hadirkan Multihelix Hub untuk Menjawab Kebutuhan Industri dan Masyarakat

Di tengah kebutuhan industri dan masyarakat terhadap inovasi yang semakin relevan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan menjadi semakin penting untuk memastikan hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi nyata. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University meluncurkan Multihelix Hub di BINUS @BSD, yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB, BSD, Tangerang. Inisiatif ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, komunitas, UMKM, dan media untuk mendorong pengembangan inovasi berbasis riset yang mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.Dikelola oleh Research and Technology Transfer (RTT) BINUS University, Multihelix Hub dikembangkan sebagai ruang kolaborasi yang memungkinkan mitra menyampaikan kebutuhan maupun tantangan yang dihadapi, kemudian bekerja bersama peneliti BINUS untuk merancang, mengembangkan, dan menguji solusi yang relevan. Vice Rector for Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang terbuka dan melibatkan berbagai pihak.“Berbeda dari Science & Techno Park (STP) konvensional yang kerap birokratis, Multihelix Hub BINUS@BSD hadir meruntuhkan sekat eksklusivitas riset dan industri untuk mendemokratisasi inovasi di pusat ekosistem teknologi BSD sekaligus Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia. Melalui applied co-creation yang lincah dan berakar pada kecerdasan kolektif industri, talenta digital, serta masyarakat, hub ini mentransformasi seluruh helix dari sekadar relasi transaksional menjadi penggerak kemajuan bersama yang berdaulat dan berdaya setara. Kemitraan organik ini memastikan sustainable competitive advantage dari setiap inovasi,” ungkap Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. Untuk mendukung kolaborasi tersebut, Multihelix Hub menghadirkan fasilitas diskusi dan pengembangan inovasi melalui BINUS DigiHub serta Space to Create, yang dilengkapi dengan area laboratorium dan fasilitas pembuatan serta pengujian purwarupa. Ekosistem ini juga didukung oleh BINUS BRIDGE (BINUS Research-Driven Innovation and Development for Greater Empowerment), platform digital yang menghubungkan hasil riset dan inovasi BINUS dengan kebutuhan mitra industri, pemerintah, maupun komunitas. Melalui platform tersebut, mitra dapat mengeksplorasi inovasi yang tersedia sekaligus mengajukan peluang kolaborasi untuk dikembangkan bersama peneliti.

Tidak hanya mempertemukan peneliti dan mitra, Multihelix Hub juga memfasilitasi pengujian inovasi, pendampingan startup berbasis riset, serta pengenalan hasil penelitian kepada publik. Melalui kegiatan Industrial-Solution Matching, BINUS mendorong terbentuknya kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti menjadi proyek penelitian dan pengembangan inovasi bersama.Sebagai langkah awal, pada 2026 BINUS melalui RTT menargetkan tujuh hingga delapan dokumen kesepakatan penelitian bersama industri, yang mencakup peta jalan penelitian serta rencana pembiayaan untuk mendukung implementasi solusi. Technology Transfer Senior Specialist BINUS University, Hendy Risdianto Wijaya, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa Multihelix Hub membuka kesempatan bagi industri untuk terlibat langsung dalam proses pengembangan solusi berbasis riset.“Industri yang memiliki tantangan teknis atau kebutuhan inovasi dapat menyampaikannya melalui BINUS BRIDGE maupun datang langsung ke Multihelix Hub. Kami kemudian menghubungkan kebutuhan tersebut dengan peneliti yang memiliki keahlian relevan, sehingga kolaborasi dapat berkembang menjadi solusi yang siap diuji dan diimplementasikan,” jelas Hendy.Kehadiran Multihelix Hub menjadi bagian dari komitmen BINUS University untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata. Sejalan dengan visi “Fostering and Empowering the Society in Building and Serving the Nation,” BINUS mendorong agar pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan industri, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan Indonesia.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

KAI Logistik Perusahaan yang bergerak di bidang layanan logistik terintegrasi, mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan sepeda motor melalui KALOG Express. Sepanjang Januari hingga September 2026, KAI Logistik telah mengangkut dan mendistribusikan sekitar 122 ribu unit sepeda motor dengan total volume mencapai sekitar 17.800 ton. Capaian ini menunjukkan peran KALOG Express dalam mendukung kebutuhan distribusi kendaraan bermotor antarkota melalui layanan logistik berbasis kereta api.

Ferdian Pardosi, VP of Commercial KAI Logistik, menyampaikan bahwa kinerja angkutan sepeda motor hingga September 2026 ini mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara tahunan (year-on-year), jumlah sepeda motor yang didistribusikan meningkat sekitar 17%, dari 104 ribu unit menjadi 122 ribu unit. Sementara itu, dari sisi volume angkutan, terjadi peningkatan sekitar 19%, dari sekitar 15.000 ton menjadi 17.800 ton. “Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator positif bagi layanan KALOG Express. Kami melihat adanya kepercayaan masyarakat yang terus berkembang terhadap layanan pengiriman sepeda motor, sekaligus peluang untuk memperluas pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api dalam memenuhi kebutuhan distribusi antarkota,” ungkap Ferdian.

Lebih lanjut, Ferdian menjelaskan bahwa kinerja angkutan sepeda motor pada Triwulan III 2026 menjadi yang tertinggi dibandingkan dua triwulan sebelumnya. Pada periode Juli hingga September 2026, KAI Logistik mendistribusikan sekitar 51.800 unit sepeda motor atau setara dengan 42% dari total pengiriman sepanjang Januari hingga September. Jumlah tersebut meningkat sekitar 16 ribu unit dibandingkan capaian Triwulan sebelumnya. “Peningkatan pada Triwulan III menunjukkan dinamika permintaan pengiriman sepeda motor yang cukup kuat. Momentum liburan serta meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas pendidikan, turut menjadi faktor yang mendukung kebutuhan pengiriman kendaraan antarkota,” jelas Ferdian.

Dari sisi pola distribusi, tingginya aktivitas pengiriman pada Triwulan III juga tercermin dari sejumlah kota yang menjadi titik penting dalam jaringan pengiriman KALOG Express. Berdasarkan data pengiriman, lima kota yang menonjol sebagai kota asal maupun tujuan pengiriman meliputi Yogyakarta, Malang, Semarang, Surabaya, dan Jakarta. Kota-kota tersebut memiliki mobilitas masyarakat yang dinamis serta keterkaitan aktivitas ekonomi dan pendidikan, sehingga kebutuhan pengiriman sepeda motor dapat muncul baik untuk keperluan perpindahan domisili, kegiatan pendidikan, maupun kebutuhan personal lainnya.

Ferdian menambahkan bahwa KALOG Express terus berupaya menghadirkan layanan pengiriman yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan kemudahan proses, keandalan operasional, dan jangkauan distribusi. “Kami memahami bahwa sepeda motor merupakan salah satu moda transportasi yang penting bagi masyarakat. Karena itu, layanan pengiriman perlu didukung proses penanganan yang baik serta koordinasi distribusi yang terencana, agar kendaraan dapat dikirimkan sesuai kebutuhan pelanggan. Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan KALOG Express agar semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan pengiriman masyarakat,” tutup Ferdian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sambut HUT ke-70, SUCOFINDO Perkuat Kepedulian Sosial melalui Bantuan Air Bersih di Bali

Denpasar, (22/10) – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70, PT SUCOFINDO (PERSERO) menyalurkan bantuan fasilitas sumur bor air bersih kepada masyarakat di wilayah Provinsi Bali. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan akses terhadap air bersih yang layak. Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar, Rusdi Palureng kepada Bendesa Adat Tangsub, I Kadek Mas Putra, Perbekel Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana, serta Plt. Perbekel Desa Selat, I Ketut Ariawan.

Rusdi Palureng menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” yang menyasar 70 titik wilayah operasional cabang dan unit pelayanan PT SUCOFINDO (PERSERO) di seluruh Indonesia, salah satunya di Bali.

“Bantuan ini diberikan ke tiga titik lokasi berbeda, yakni berada di Taman Puspa Aman dan Balai Banjar Tangsub, Kabupaten Gianyar, serta Tanah Desa Adat Gembalan, Kabupaten Klungkung. Pelaksanaan pembangunan fasilitas sumur bor ini turut didampingi langsung oleh tim SUCOFINDO Cabang Denpasar untuk memastikan pembangunan infrastruktur sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan,” ujarnya.

Rusdi Palureng menambahkan, pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan air bersih yang kurang memadai. Pada musim kemarau, warga kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sementara sumber air alternatif di sekitar aliran sungai berisiko mengalami pencemaran dan penurunan kualitas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, fasilitas sumur bor dibangun dengan kedalaman kurang lebih 50 meter. Kedalaman ini dirancang untuk memastikan debit air yang stabil dan kualitas air tanah yang higienis.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Perbekel Desa Selat, I Ketut Ariawan mengapresiasi inisiatif PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

“Kehadiran sumur bor ini adalah jawaban atas doa dan kebutuhan mendesak masyarakat kami. Selama ini masalah air selalu menjadi kendala utama, terutama saat kemarau panjang. Antusiasme warga sangat tinggi mendengar infrastruktur ini akhirnya terwujud. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan kami,” tuturnya.

Penyediaan sarana air bersih merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya mengenai air bersih dan sanitasi layak, aman, dan berkelanjutan bagi semua. Sejalan dengan semangat HUT ke-70 bertema Ensuring Quality Protecting Trust, PT SUCOFINDO (PERSERO) berharap program “Jaga Air Bersih untuk Desa” dapat memperluas manfaat perusahaan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia serta memperkuat komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Gaya Hidup Aktif, BRI Region 11 Yogyakarta Hadirkan Promo Tiket K24 Run 2026 melalui BRImo

BRI kolaborasi dengan K24 Run 2026 melalui BRImo

Yogyakarta, 20 Oktober 2026 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRImo menghadirkan promo spesial pembelian tiket K24 Run 2026 sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan transaksi digital sekaligus mendukung gaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat. Ajang lari tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Melalui program ini, BRI memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh tiket K24 Run 2026 dengan harga spesial melalui aplikasi BRImo. Program promo berlangsung pada 7–20 Oktober 2026 dengan kuota terbatas untuk masing-masing kategori lari.

Pada kategori 5K, peserta dapat menikmati potongan harga sebesar Rp50.000 dari harga normal Rp185.000 menjadi Rp135.000, dengan kuota sebanyak 300 tiket. Sementara itu, kategori 2.4K mendapatkan potongan harga sebesar Rp25.000 dari harga normal Rp150.000 menjadi Rp125.000, dengan kuota sebanyak 100 tiket.

Promo ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan layanan digital BRI untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang praktis dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui menu Lifestyle pada BRImo, pembelian tiket dapat dilakukan secara digital tanpa harus melalui proses transaksi yang rumit.

Regional Office BRI Region 11 Yogyakarta turut mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan layanan perbankan digital yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi melalui kegiatan olahraga diharapkan dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam aktivitas positif sekaligus meningkatkan pemanfaatan BRImo untuk berbagai kebutuhan gaya hidup.

Untuk menikmati promo tersebut, masyarakat dapat mengikuti langkah berikut:

1. Login ke aplikasi BRImo.

2. Pilih menu Lifestyle, kemudian klik banner K24 Run 2026.

3. Pilih kategori lari 5K atau 2.4K sesuai preferensi.

4. Pastikan kuota tiket promo masih tersedia.

5. Lanjutkan pembayaran dan nikmati harga tiket spesial sesuai ketentuan yang berlaku.

BRI mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan periode promo sebelum berakhir pada 20 Oktober 2026, dengan tetap memperhatikan ketersediaan kuota dan syarat serta ketentuan program.

Melalui inisiatif ini, BRI Region 11 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kolaborasi yang mendorong gaya hidup sehat, produktif, dan modern.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Sri Asih perempuan tangguh hadirkan layanan perbankan melalui AgenBRILink untuk warga Kutoarjo

Kutoarjo, Oktober 2026 — Di tengah aktivitasnya mengelola toko sembako di Argopeni, Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sri Asih menjalankan peran lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sejak 2017, ia menjadi AgenBRILink yang melayani kebutuhan transaksi keuangan warga, terutama transfer dan tarik tunai.

Bagi Sri Asih, menjadi AgenBRILink bukan sekadar menambah layanan di tokonya. Usaha ini merupakan langkah untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan perbankan yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

“Awalnya saya tertarik menjadi AgenBRILink untuk menambah penghasilan keluarga dan mengembangkan usaha. Di sisi lain, saya juga ingin membantu masyarakat supaya lebih mudah melakukan transaksi keuangan. Alhamdulillah, usaha ini memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga dan membantu mengembangkan usaha yang saya jalankan,” ujar Sri Asih.

Kehadiran AgenBRILink di lingkungan tempat tinggal menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan layanan transaksi keuangan secara praktis. Berlokasi sekitar satu kilometer dari Kantor Cabang BRI Kutoarjo, tempat usaha Sri Asih melayani berbagai kalangan, mulai dari nasabah simpanan dan pinjaman BRI hingga masyarakat umum.

Transfer dan tarik tunai menjadi dua layanan yang paling banyak dimanfaatkan warga. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan transaksi keuangan harian dengan lebih mudah, tanpa harus selalu datang ke kantor bank.

Berawal dari Usaha Sembako, Tumbuh Bersama Masyarakat

Menjalankan toko sembako sekaligus menjadi AgenBRILink memberikan pengalaman tersendiri bagi Sri Asih. Aktivitas usaha yang dijalaninya tidak hanya berorientasi pada pengembangan pendapatan keluarga, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat yang setiap hari datang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Bagi Sri Asih, pengalaman paling berkesan selama menjadi agen adalah ketika dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transaksi dengan cepat dan mudah. Baginya, kepuasan menjalankan usaha tidak hanya berasal dari tambahan pendapatan, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan orang lain.

“Yang paling berkesan adalah ketika bisa membantu masyarakat yang membutuhkan transaksi dengan cepat dan mudah. Rasanya senang karena usaha yang saya jalankan bisa bermanfaat bagi orang lain. Pesan saya untuk agen dan calon AgenBRILink lainnya, tetap semangat dan selalu jujur dalam menjalankan usaha,” ungkapnya.

Kisah Sri Asih menggambarkan bagaimana pelaku usaha lokal dapat mengembangkan bisnis sekaligus mengambil peran dalam mendukung aktivitas ekonomi di lingkungannya. Melalui layanan AgenBRILink, toko sembako yang dikelolanya berkembang menjadi titik layanan transaksi keuangan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

BRI Perkuat Peran AgenBRILink sebagai Mitra Ekonomi Lokal

Branch Office Head BRI Kutoarjo, Tri Suseno, menyampaikan bahwa AgenBRILink memiliki peran penting dalam mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Keberadaan agen di tengah lingkungan warga membantu memperluas akses transaksi keuangan sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.

“AgenBRILink merupakan mitra strategis BRI yang hadir di tengah masyarakat. Melalui keberadaan agen seperti Ibu Sri Asih, masyarakat dapat mengakses layanan transaksi keuangan dengan lebih mudah dan dekat dengan tempat tinggal mereka. Pada saat yang sama, kemitraan ini membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menambah pendapatan, mengembangkan usaha, serta tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Kami berharap para agen terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang baik, aman, dan jujur,” ujar Tri Suseno.

Untuk menjaga kualitas layanan, BRI Kantor Cabang Kutoarjo secara berkala melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap agen melalui kunjungan rutin, pendampingan, edukasi transaksi, serta evaluasi kinerja. Langkah ini dilakukan untuk membantu agen menjalankan operasional dengan baik, menjaga keamanan transaksi, dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Komitmen BRI Mendukung UMKM dan Inklusi Keuangan

BRI terus mendorong pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengembangan ekosistem usaha yang saling mendukung. Salah satunya diwujudkan melalui layanan AgenBRILink, yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengintegrasikan layanan transaksi perbankan dengan kegiatan usaha sehari-hari.

Bagi pelaku usaha seperti Sri Asih, kemitraan AgenBRILink menghadirkan peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus memperluas manfaat usaha bagi masyarakat. Sementara bagi warga, keberadaan agen membantu mendekatkan layanan transaksi keuangan yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan, BRI berupaya memastikan jaringan AgenBRILink dapat berkembang secara sehat, memberikan layanan yang andal, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Kisah Sri Asih menjadi gambaran bahwa pemberdayaan UMKM tidak selalu dimulai dari langkah besar. Dengan semangat, kejujuran, dan kemauan untuk melayani, usaha yang tumbuh dari lingkungan sekitar dapat memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui penguatan jaringan AgenBRILink, BRI Kantor Cabang Kutoarjo berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha lokal agar berkembang bersama masyarakat, sekaligus memperluas akses layanan keuangan yang mudah dijangkau di berbagai wilayah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES