Furniture Kantor Custom atau Beli Jadi, Mana yang Masuk Akal?

Furniture kantor beli jadi memang lebih praktis, tetapi ukurannya yang tidak sesuai dapat menyebabkan ruang terbuang dan mengurangi kapasitas kantor. Furniture custom bisa menjadi pilihan lebih efisien karena memaksimalkan penggunaan ruang, sehingga biaya perlu dinilai dari manfaat jangka panjang, bukan hanya harga per unit.

Katalog sudah di tangan, harga per unit terlihat jelas, dan pengiriman dijanjikan dua minggu. Pilihan beli jadi tampak paling masuk akal. Lalu meja datang dan tersisa celah empat puluh sentimeter di tiap baris. Furniture kantor custom sering ditolak lebih awal karena harganya dibandingkan dengan cara yang keliru.

Celah itu bukan sekadar soal tampilan. Ruang sewa dibayar per meter persegi setiap bulan, termasuk bagian yang tidak terpakai. Kantor seluas tiga ratus meter dengan pemanfaatan buruk menanggung biaya yang sama dengan kantor yang tertata rapi.

Persoalannya memang jarang terlihat di tahap pembelian. Perbandingan berhenti di harga satuan, padahal yang menentukan adalah kapasitas yang ruang itu hasilkan. Penyedia jasa Kontraktor Kantor biasanya menghitungnya dari arah yang berlawanan.

Kenapa Furniture Kantor Custom Terlihat Lebih Mahal

Bandingkan Biaya per Orang, Bukan per Unit

Angka katalog memang hampir selalu lebih rendah. Tapi angka itu belum menjawab berapa orang yang benar-benar tertampung. Ukuran standar memaksa tata letak mengikuti produk, bukan sebaliknya.

Hitungan yang lebih jujur adalah biaya per orang yang terakomodasi. Ambil total anggaran, bagi dengan jumlah posisi kerja yang terbentuk. Pada ruang berbentuk tidak beraturan, hasilnya sering berbalik arah. Furniture kantor custom bisa menambah empat sampai enam posisi di luas yang sama.

Nilai yang Melekat pada Sewa Bulanan

Tambahan posisi itu berlaku sepanjang masa sewa. Selisih biaya di awal terbayar dalam hitungan bulan, bukan tahun. Inilah bagian yang hilang ketika perbandingan berhenti di nota pembelian.

Bentuk Ruang Menentukan Seberapa Besar Selisihnya

Kolom, Sudut, dan Plafon Rendah

Kantor di gedung bertingkat jarang berbentuk persegi sempurna. Kolom struktur muncul di tengah ruang, dinding menyiku, dan beberapa area berplafon rendah. Produk katalog tidak dirancang untuk kondisi semacam itu.

Beberapa situasi berikut membuat pembuatan khusus hampir selalu lebih efisien:

• Ruang memanjang sempit yang menyisakan jalur mati di satu sisi.

• Kolom struktur di tengah area kerja yang memutus barisan workstation.

• Kebutuhan jalur kabel dan titik daya yang tidak sejalan dengan posisi stopkontak bawaan.

Sebaliknya, ruang persegi dengan luas lega memberi selisih yang jauh lebih tipis. Di kondisi itu, membeli produk jadi sering kali keputusan yang paling masuk akal.

Yang Menentukan Umur Pakai Ada di Bagian Tak Terlihat

Material dan Konstruksi Sambungan

Dua meja bisa tampak identik dengan selisih harga tiga kali lipat. Pembedanya tersembunyi di dalam. Panel partikel berkerapatan rendah melendut dalam dua tahun pemakaian normal. Sambungan yang hanya mengandalkan sekrup akan longgar setelah beberapa kali dipindahkan.

Tiga hal ini layak Anda tanyakan sebelum memutuskan:

• Ketebalan dan jenis panel yang dipakai pada bidang meja serta rak gantung.

• Metode penutup tepi, karena finishing HPL tanpa pengeleman panas gampang terkelupas.

• Sistem sambungan dan jenis engsel, terutama pada laci yang dibuka puluhan kali sehari.

Pertanyaan semacam itu sulit dijawab penjual katalog. Produsen yang mengerjakan sendiri di workshop biasanya bisa menunjukkan spesifikasinya tanpa ragu.

Kemampuan Memperbaiki di Kemudian Hari

Pertimbangan ini sering baru terasa setelah tiga tahun. Produk massal yang modelnya berhenti diproduksi sulit disamakan saat ada penambahan unit. Pembuatan khusus menyimpan cetakan dan spesifikasinya, sehingga penambahan bisa menyusul kapan saja.

Kapan Membeli Produk Jadi Lebih Tepat

Tiga Kondisi yang Cukup Jelas

Tidak semua kebutuhan menuntut pembuatan khusus. Kantor sementara dengan masa sewa pendek lebih baik memakai produk siap pakai. Kebutuhan mendesak di bawah tiga minggu juga sulit dipenuhi lewat produksi workshop.

Kondisi ketiga adalah kursi kerja. Kursi menuntut uji ketahanan dan penyetelan yang rumit untuk diproduksi satuan. Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 mengatur ergonomi kerja sebagai bagian keselamatan kerja, dan produk pabrikan umumnya sudah diuji untuk itu. Pola yang lazim adalah memadukan keduanya: meja dan penyimpanan dibuat khusus, kursi dibeli jadi.

Menimbang Furniture Kantor Custom Sesuai Kebutuhan Anda

Urutan pemeriksaan yang bisa Anda jalankan sebelum memutuskan:

1. Ukur ruang beserta kolom, sudut mati, dan ketinggian plafonnya.

2. Tetapkan target jumlah posisi kerja yang harus tertampung.

3. Uji tata letak dengan ukuran produk katalog, hitung sisa ruang terbuangnya.

4. Bandingkan biaya per posisi kerja dari kedua pilihan, bukan harga satuannya.

5. Periksa spesifikasi material dan sambungan pada penawaran yang masuk.

Ringkasnya, jawabannya ditentukan bentuk ruang dan jangka pemakaian. Ruang lega dengan sewa pendek condong ke produk jadi. Ruang tidak beraturan dengan sewa panjang hampir selalu lebih efisien dibuat khusus.

Terra by Trimitra memproduksi sendiri komponen furniture di workshop miliknya, dengan mesin potong, edging, dan router CNC. Pembahasan berangkat dari pengukuran ruang dan target kapasitas, bukan dari katalog. Bagi tim yang sedang menata ulang kantornya, Kontraktor Interior yang memegang lini produksi sendiri memudahkan penyesuaian di tengah pengerjaan.

Pertanyaan Seputar Pengadaan Furniture Kantor

1. Berapa lama waktu produksi furniture yang dibuat khusus?

Bergantung volume dan jenis finishing, sehingga jadwalnya perlu dikunci bersamaan dengan jadwal renovasi.

2. Apakah bisa menggabungkan produk jadi dengan yang dibuat khusus?

Bisa, dan pola yang paling umum adalah meja dibuat khusus sementara kursi dibeli jadi.

3. Apa indikator kualitas yang paling mudah diperiksa awam?

Tepi panel, karena penutup tepi yang rapi dan rapat menandakan proses pengerjaan yang terkendali.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sira Village Hadirkan Fashion Show dengan Konsep Sustainability melalui Labdanation Fashion Week Season III

Sira Village yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menjadi tuan rumah Labdanation Fashion Week (LFW) Season III: Threads of Legacy pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Sunset Mandala Stage.
Acara yang diinisiasi oleh PT Labda Anugerah Tekstil ini akan memamerkan 67 busana bersertifikasi berkelanjutan (sustainability-certified) yang diperagakan oleh 30 model profesional. Koleksi ini merupakan hasil kolaborasi dengan lima merek fesyen lokal: Novel Mice, Unice, Kimmyra, Murotto Bali, dan Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali.

Sira Village yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menjadi tuan rumah Labdanation Fashion Week (LFW) Season III: Threads of Legacy pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Sunset Mandala Stage.

Acara yang diinisiasi oleh PT Labda Anugerah Tekstil ini akan memamerkan 67 busana bersertifikasi berkelanjutan (sustainability-certified) yang diperagakan oleh 30 model profesional. Koleksi ini merupakan hasil kolaborasi dengan lima merek fesyen lokal: Novel Mice, Unice, Kimmyra, Murotto Bali, dan Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali.

Pemberdayaan fesyen lokal ini menjadi langkah yang sangat strategis mengingat perannya sebagai tulang punggung ekonomi kreatif. Tercatat pada triwulan I 2026, Produk Domestik Bruto (PDB) industri fesyen dan kriya berhasil mencapai Rp120,13 triliun, tumbuh 7,89 persen secara tahunan.

Sebelumnya, PT Labda Anugerah Tekstil telah mencatatkan rekor MURI berturut-turut pada 2022 hingga 2024. Beberapa penghargaan utamanya mencakup kategori ‘The First Textile Digital Printing Company that use Eco Friendly Raw Materials Certified by ISO’ serta pencapaian sebagai pionir tekstil bersertifikasi OEKO-TEX di tingkat IKM dan UMKM.

Direktur Utama PT Labda Anugerah Tekstil, Yusak Samadji Pranoto, menyatakan, “Keberlanjutan adalah standar masa depan yang berhak diakses oleh semua skala bisnis, termasuk UMKM. Melalui kreativitas dan inovasi cetak tekstil digital kami yang ramah lingkungan, kami ingin menyampaikan bahwa industri fesyen juga bisa lebih bertanggung jawab. Kami berterima kasih kepada Sira Village yang telah berkolaborasi dalam menyediakan panggung ideal bagi pesan penting ini melalui Labdanation Fashion Week.”

Tahun ini, penyelenggara membidik rekor dunia untuk jumlah busana tekstil terbanyak dalam satu peragaan busana sustainability-certified. Target ini sekaligus menunjukkan bahwa desainer dan pelaku usaha Indonesia mampu ikut membangun industri yang lebih ramah lingkungan.

Sira Village: Ruang bagi Fesyen Berkelanjutan dan Kreativitas Lokal

Menjadi tuan rumah Labdanation Fashion Week merupakan wujud keselarasan visi Sira Village dalam menghadirkan destinasi yang memadukan gaya hidup, komunitas, dan prinsip keberlanjutan guna mendukung industri kreatif lokal.

Tantowi Yahya, Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, menyatakan, “Menjadi tuan rumah bagi pergerakan fesyen berkelanjutan ini adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menaikkan kelas UMKM lokal. Kami memfasilitasi mereka dengan ruang tumbuh yang suportif agar karya-karya inovatif yang ramah lingkungan ini bisa mendapatkan visibilitas yang lebih luas, ” tutur Tantowi Yahya.

Kolaborasi ini juga mencerminkan peran Sira Village sebagai destinasi yang memadukan pengalaman berbelanja, gaya hidup, dan kreativitas, sekaligus membuka peluang bagi talenta serta pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Membuka Akses Fesyen Berkelanjutan Melalui Inovasi Tekstil

Pesan utama yang diusung dalam Labdanation Fashion Week tahun ini adalah mendobrak stigma bahwa praktik ramah lingkungan hanya bisa dilakukan oleh perusahaan berskala besar. Saat ini, Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga memiliki akses untuk memproduksi produk berkualitas tinggi melalui material dan proses yang lebih bertanggung jawab.

Akses tersebut difasilitasi oleh PT Labda Anugerah Tekstil melalui penerapan teknologi cetak digital Epson Monna Lisa ML-32000 dan tinta berbasis air. Praktik produksi ini secara aktif meminimalkan limbah melalui sistem pengolahan air biologis dan upaya daur ulang material. Komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan keamanan produk ini juga telah diakui melalui deretan sertifikasi global, antara lain OEKO-TEX® STANDARD 100, OEKO-TEX® STeP, serta berbagai sertifikasi ISO.

Dengan pengalaman melayani pelanggan di lebih dari 40 negara dan 80% basis bisnisnya berasal dari pasar internasional, PT Labda Anugerah Tekstil berupaya membawa standar kualitas global tersebut untuk membuka peluang pasar baru bagi merek-merek lokal yang sedang berkembang.

Ke depannya, kolaborasi apik antara inovasi PT Labda Anugerah Tekstil dan visi Sira Village ini diyakini mampu menjadi katalisator bagi UMKM fesyen lokal. Langkah ini diharapkan terus mendorong terciptanya ekosistem industri kreatif Indonesia yang berdaya saing internasional sekaligus tetap merawat kelestarian lingkungan.

Tentang Sira Village

Sira Village merupakan destinasi belanja dan gaya hidup tepi laut yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Menghadirkan perpaduan ritel, kuliner, dan pengalaman gaya hidup, Sira Village menyediakan ruang bagi merek, inisiatif kreatif, dan kegiatan yang melibatkan komunitas.

Tentang Labdanation Fashion Week

Labdanation Fashion Week merupakan acara fesyen tahunan yang diselenggarakan oleh PT Labda Anugerah Tekstil. Acara ini menampilkan desain fesyen, inovasi tekstil, dan praktik produksi berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan desainer dan pelaku usaha lokal, Labdanation Fashion Week bertujuan mendorong penerapan prinsip keberlanjutan yang lebih luas dalam industri fesyen Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Yang Dibawa Pulang Sanct Social dari Tar2Cup SMA Tarakanita 2: Senyum yang Sama dari 112 Pelajar dan Orang Tua yang Mampir ke Booth

Sanct Social, aplikasi sosial buatan Indonesia untuk sahabat dekat dan keluarga, membuka booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara”, ajang tahunan SMA Tarakanita 2 di Pluit, Jakarta Utara, pada Sabtu (18/10). Sebanyak 112 pelajar dan orang tua mampir ke Ruangan Nova 6, menjawab satu pertanyaan yang tertulis di meja, “Siapa yang masih ada buat kamu?”, lalu memutar roda hadiah dan membawa pulang sesuatu. Yang dibawa pulang tim Sanct Social lebih sederhana: senyum yang sama dari setiap pengunjung, dorongan untuk terus berjalan, dan anak-anak yang kembali membawa temannya di tengah cuaca panas. Video rekapnya tayang di YouTube Sanct Social pagi ini.

Jakarta, 20 Oktober 2026 — Ada satu hal yang berulang sepanjang Sabtu (18/10) di Ruangan Nova 6, SMA Tarakanita 2, Pluit, Jakarta Utara: senyum yang sama setiap kali seseorang selesai menjawab pertanyaan di meja. Sebanyak 112 pelajar dan orang tua mampir ke booth Sanct Social di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara”, ajang tahunan sekolah itu, selama jam buka gerbang pukul 08.00-17.30 WIB, sementara di lapangan pelajar dari sekolah-sekolah di sekitar Jakarta bertanding.

Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” berlangsung 16-23 Oktober 2026 dengan tema bulan dan bintang serta dua maskot bintang, Astra dan Stellar, dan ditutup dengan closing ceremony pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Satu pertanyaan, 112 jawaban

Di meja booth tertulis satu pertanyaan: “Siapa yang masih ada buat kamu?” Setiap pengunjung menjawabnya dulu sebelum memutar roda hadiah. Jawabannya kecil dan jujur: teman sebangku, kakak, orang tua yang ikut mengantar. Dari situ pengunjung mendaftar di aplikasi, menambahkan teman yang datang bersamanya dengan saling memindai kode, dan sebagian kembali lagi membawa teman lain.

Yang kami bawa pulang

Hadiah di booth sederhana: headphone, phone holder, paper bag, dan sport towel; papan kayu bundar untuk yang mendaftar dan mengajak temannya; satu headset dan gantungan kunci sebagai hadiah utama. Dua jenis di antaranya habis sebelum sore. Tetapi bukan itu yang diingat tim Sanct Social di perjalanan pulang.

Yang diingat adalah tiga hal. Senyum yang sama dari setiap pengunjung, dari yang datang berdua sampai yang datang bersama orang tuanya. Dorongan tulus dari para pelajar agar aplikasi buatan Indonesia ini terus berjalan. Dan semangat mereka menarik teman-temannya ke booth: cuaca siang itu panas, dan mereka tetap datang.

“Seratus dua belas orang mampir, dan senyumnya sama setiap kali: setelah mereka menjawab siapa yang masih ada buat mereka,” ujar Pendiri Sanct Social Sion Abednego dalam keterangan resmi, Senin (20/10). “Yang kami bawa pulang bukan sisa hadiah, tapi kalimat ‘lanjutin, Kak’ dari anak-anak yang datang di cuaca sepanas itu, lalu balik lagi membawa temannya. Sanct Social dibuat untuk orang-orang yang masih ada buat kamu, dan Sabtu kemarin kami melihatnya langsung.”

Terima kasih kepada panitia dan SMA Tarakanita 2

Sanct Social berterima kasih kepada panitia Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” dan SMA Tarakanita 2 atas tempat dan sambutannya, serta kepada setiap pelajar dan orang tua yang mampir. Tar2Cup masih berlangsung sampai closing ceremony Sabtu, 24 Oktober 2026.

Tentang aplikasi

Sanct Social adalah aplikasi personal networking untuk sahabat dekat dan keluarga, dengan ruang virtual tempat mereka bertemu saat berjauhan dan bercerita tentang harinya. Aplikasi ini gratis dan tanpa iklan di App Store Indonesia serta sebelas negara lain, dan sudah ada lebih dari 1.000 orang di dalamnya.

Sanct Social dapat diunduh melalui https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula

Memulai usaha dari nol seringkali menakutkan, khususnya bagi seseorang yang memilih menjadi seorang perintis. Awal pertama kali membangun usaha dari nol, bayangan risiko kerugian dan keterbatasan modal nampak sangat menakutkan. Pertanyaan seperti “apakah modal pas-pasan ini akan cukup?”, atau “apakah produk saya bakal laku?” akan bergantian membayangi keputusan yang akan kamu ambil. Namun tak perlu khawatir, karena semua pebisnis sukses pasti pernah merasakannya. 

Perlu diingat, memulai bisnis tidak harus langsung besar, melainkan butuh langkah awal yang jelas dan terarah. Untuk memudahkannya, ikutilah panduan manajemen usaha untuk pemula dibawah ini. 

Berikut Manajemen Memulai Usaha untuk Pemula

Menjadi perintis memang lebih sulit daripada menjadi pewaris. Namun dengan berbekal panduan yang tepat, kamu pasti bisa menjadi perintis yang sukses. Berikut panduan manajemen memulai usaha untuk pemula:

1. Kuasai Segala Hal tentang Bisnis yang Digeluti

Hal penting yang perlu dilakukan dalam memulai usaha adalah menguasai segala hal tentang bisnis yang digeluti. Hal ini bisa dimulai dari menguasai pengetahuan produk dan pasar, perilaku konsumen, hingga ke alur operasional. 

2. Lakukan Hal yang Disukai

Saat memulai usaha, memilih berdasarkan hal yang disukai adalah langkah awal yang sangat tepat bagi pemula untuk menjaga motivasi. Selanjutnya, kelolalah hobi tersebut secara profesional hingga menghasilkan keuntungan. 

Untuk menjadikan hobi menjadi penghasilan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan riset pasar. Pastikan hobi tersebut diminati orang lain dan mereka mau membayar untuk menggunakan produk atau jasa tersebut. Selanjutnya kenali kompetitor untuk melihat bagaimana cara mereka menjual produk yang serupa. Terakhir, tentukan target pasar berdasarkan konsumen yang paling membutuhkan produk atau karya tersebut. 

3. Tetapkan Strategi Pemasaran yang Tepat

Menetapkan strategi pemasaran yang tepat sangat efektif bagi pebisnis pemula karena biasanya mereka memiliki modal dan waktu yang sangat terbatas. Selain itu, dengan memilih strategi pemasaran yang tepat juga terhindar dari pemborosan biaya, lebih mengenali pembeli, serta tidak menghabiskan waktu untuk hal yang salah. 

4. Gunakan Marketing Tools Secara Efektif

Dalam manajemen usaha untuk pemula, menggunakan marketing tools efektif bagi pebisnis pemula karena mampu memangkas biaya operasional, menghemat waktu, serta membantu merapikan strategi promosi. Meski begitu, efektivitasnya sangat bergantung pada kesesuaian alat dengan kebutuhan bisnis. Jadi tidak bisa diukur dari seberapa mahal atau seberapa canggih perangkat tersebut. 

5. Rencanakan Pendanaan dengan Matang

Bagi pebisnis pemula, merencanakan pendanaan dengan matang menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan. Merencanakan pendanaan mampu mencegah terjadinya pengeluaran yang tidak penting atau tidak direncanakan, membantu menyiapkan dana darurat, serta membuat arus kas menjadi jelas.  

6. Terapkan Sikap Kerja Keras dan Disiplin

Sikap kerja keras dan disiplin menjadi pondasi yang membantu membangun mental tangguh. Kedua sikap inilah yang nantinya mampu mengatasi berbagai hambatan di awal merintis usaha. Khususnya saat mengatasi ketidakpastian saat awal bisnis dimulai. 

7. Tonjolkan Kelebihan dan Kualitas Produk

Bagi pebisnis pemula, menonjolkan kelebihan dan kualitas produk merupakan hal yang penting. Cara ini membantu merebut kepercayaan dari para pembeli baru, serta efektif membangun nama baik jangka panjang tanpa harus berurusan dengan perang harga yang melelahkan. 

8. Rekrut Karyawan yang Berkualitas

Merekrut karyawan yang berkualitas memang membawa dampak yang sangat positif secara jangka panjang. Pekerjaan akan selesai jauh lebih cepat, dan mampu meminimalkan pengawasan teknis harian sehingga kamu bisa fokus pada strategi pasar. Namun, bagi pebisnis pemula hal ini belum terlalu efektif, apalagi jika anggaran yang dimiliki terbatas dan sistem belum dibentuk dengan matang. 

9. Jaga Hubungan Baik dengan Vendor

Sebagai pebisnis pemula, saya rasa penting untuk menjaga hubungan baik dengan vendor. Hubungan baik ini bisa kamu mulai dengan menjaga komitmen untuk membayar sesuai jadwal, bersikap profesional, dan berkomunikasi dengan jujur. Dengan mempertahankan hubungan yang baik dengan vendor, kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat seperti prioritas stok saat kondisi bahan langka, kemudahan dalam tempo pembayaran, berpeluang mendapatkan harga khusus, serta mendapatkan info bahan baku yang lebih cepat. 

10. Fokus pada Satu Peluang

Hal terakhir dalam panduan manajemen usaha bagi pemula adalah fokus hanya pada satu peluang. Ini penting dan sangat disarankan karena mampu menghemat sumber daya, menjaga kualitas produk dan layanan, serta lebih cepat menguasai pasar karena lebih memahami karakter pembeli. 

Apakah Harus Punya Modal Besar untuk Mulai Berbisnis? 

Memulai bisnis tidak harus memiliki modal yang besar. Kamu bisa mulai dengan menjual keahlian atau jasa terlebih dulu. Untuk memudahkan pemrosesannya, kamu bisa memanfaatkan sistem Pre Order. Atau bisa juga mencoba sistem dropship atau titip jual yang modal dan risikonya kecil. 

Model Bisnis Seperti Apa yang Tepat untuk Pebisnis Pemula di Tahun 2026? 

Bagi pebisnis pemula, model bisnis yang paling cocok di tahun 2026 adalah model bisnis yang berbasis jasa digital, afiliasi, reseller/dropship, dan lain sebagainya. Berbagai model tersebut memiliki risiko rendah, modal kecil, minim stok barang, serta memanfaatkan tren digitalisasi. 

Ingin Mahir dalam Manajemen? Yuk, Kuliah di SATU University!

Wujudkan masa depan bisnis dan karier impianmu dengan kuliah di Jurusan Manajemen SATU University. Dapatkan kurikulum berbasis industri modern dengan persiapan yang nyata untuk menjadi pemimpin masa depan. Daftar SATU University sekarang juga!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Di Balik 106 Juta Peserta CKG 2026: Kesenjangan Daerah, Keterbatasan Alat, dan Bayang-Bayang Tindak Lanjut

Capaian Gemilang yang Menyimpan Pekerjaan Rumah

Angka 106,3 juta peserta per 13 Oktober 2026 adalah pencapaian yang layak diapresiasi. Pengamat politik Ali Rif’an bahkan menilai CKG sebagai salah satu program dengan capaian paling konkret dan cemerlang dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, di balik angka nasional yang mengesankan, terdapat realitas yang tidak seragam: kesenjangan capaian antardaerah, keterbatasan sumber daya, dan tantangan memastikan bahwa setiap temuan skrining ditindaklanjuti dengan benar.

Komitmen Daerah yang Bervariasi dan Keterbatasan Infrastruktur

Salah satu tantangan utama CKG 2026 adalah komitmen pemerintah daerah yang bervariasi. Sejumlah daerah mencatat capaian di bawah 80 persen dari target, bahkan ada yang jauh lebih rendah. Provinsi dengan cakupan tertinggi terhadap sasaran penduduk adalah Gorontalo sebesar 39,8 persen, sementara yang terendah adalah Papua Pegunungan sebesar 0,6 persen. Kesenjangan ini mencerminkan perbedaan kapasitas fiskal, sumber daya manusia, dan prioritas kebijakan di tingkat lokal.

Selain itu, ketersediaan alat, bahan medis habis pakai, dan tenaga kesehatan yang belum merata menjadi hambatan struktural. Tidak semua Puskesmas dapat memberikan layanan secara komprehensif, terutama di daerah terpencil dan kepulauan. Keterbatasan ini berdampak langsung pada kualitas skrining: pemeriksaan yang seharusnya mendeteksi faktor risiko secara akurat bisa terkendala oleh peralatan yang tidak memadai atau tenaga medis yang terbatas.

Sistem Pencatatan yang Belum Terintegrasi dan Risiko Putusnya Tindak Lanjut

Tantangan teknis lain yang krusial adalah sistem pencatatan dan pelaporan CKG yang belum terintegrasi secara optimal. Data kesehatan yang terfragmentasi antar fasilitas layanan memperlambat pelaporan capaian dan, yang lebih berbahaya, membuat hasil skrining sering tidak diikuti dengan pemantauan lanjutan. Jika seorang peserta terdeteksi hipertensi di satu fasilitas, tetapi tidak ada mekanisme yang memastikan ia mendapatkan obat dan pemantauan di fasilitas lain, maka deteksi dini kehilangan maknanya.

Kekhawatiran ini bukan sekadar administratif. Tanpa integrasi data yang baik, risiko putusnya rantai tata laksana menjadi nyata. Peserta yang seharusnya segera diobati bisa kembali ke rutinitas tanpa penanganan, sementara kondisi kesehatannya terus memburuk diam-diam.

Hambatan dari Sisi Masyarakat: Waktu, Pemahaman, dan Rasa Takut

Tantangan tidak hanya datang dari sisi penyedia layanan. Di lapangan, sejumlah warga enggan memanfaatkan CKG karena terkendala waktu, kurang memahami manfaat pemeriksaan, hingga takut mengetahui penyakit yang mungkin diderita. Di Puskesmas Ponorogo, misalnya, layanan CKG tercatat sepi peminat karena alasan-alasan tersebut. Rasa takut—yang sering kali berakar pada kurangnya literasi kesehatan—menjadi penghalang psikologis yang tidak dapat diatasi hanya dengan penyediaan layanan gratis.

Oleh karena itu, strategi komunikasi publik menjadi sama pentingnya dengan penyediaan alat dan tenaga medis. Badan Komunikasi Pemerintahan telah menekankan pentingnya orkestrasi komunikasi masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan CKG. Namun, pesan tentang pentingnya deteksi dini perlu disampaikan dengan bahasa yang membangun kepercayaan, bukan menakut-nakuti.

Menuju CKG yang Setara dan Berkelanjutan

Kesenjangan daerah, keterbatasan alat, fragmentasi data, dan hambatan sosial merupakan empat simpul yang harus diurai secara bersamaan. Peningkatan anggaran tanpa perbaikan distribusi tenaga kesehatan tidak akan menyelesaikan masalah; perluasan jangkauan tanpa integrasi data hanya akan menghasilkan tumpukan hasil tes tanpa tindak lanjut. CKG 2026 telah membuktikan bahwa masyarakat Indonesia mau dan mampu menjangkau layanan kesehatan ketika aksesnya mudah dan gratis. Tugas berikutnya adalah memastikan bahwa kualitas layanan dan kelanjutan penanganan tidak menjadi variabel yang bergantung pada kode pos seseorang.

INCHEM TOKYO 2027, Pameran Industri Kimia dan Pabrik Berskala Terbesar di Jepang, Membuka Pendaftaran bagi Perusahaan Internasional

Lima pameran khusus yang menghubungkan teknologi dan bisnis di bidang kimia dan industri pabrik akan digelar secara bersamaan di Tokyo.

Japan Management Association (JMA) akan menyelenggarakan “INCHEM TOKYO 2027” pada 15 September (Rabu) hingga 17 September (Jumat) 2027 di East Exhibition Hall, Tokyo Big Sight, Jepang. Saat ini, pendaftaran peserta pameran telah dibuka bagi perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan dari luar negeri. Batas akhir pendaftaran tahap awal adalah 26 Februari 2027, sedangkan batas akhir pendaftaran reguler adalah 28 April 2027.

Bagi perusahaan internasional yang berencana memasuki pasar industri kimia dan pabrik di Jepang, mencari pelanggan baru, menjalin hubungan dengan mitra penjualan, atau mempromosikan produk dan teknologi mereka, pameran ini menawarkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pelaku industri.

Industri Kimia Jepang Memasuki Masa Transformasi: Teknologi dan Gagasan Membuka Tahap Baru

Industri kimia saat ini tengah menghadapi masa transformasi besar. Selain perubahan struktur industri yang didorong oleh GX (Green Transformation) dan AI, berbagai bidang pertumbuhan seperti material canggih, farmasi, dan bahan kimia khusus (fine chemicals) juga terus berkembang.

Di sisi lain, sektor produksi, fasilitas, dan pemeliharaan yang menopang industri kimia menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekurangan tenaga kerja, penuaan fasilitas produksi, dan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas.

Untuk menghadapi perubahan tersebut, diperlukan perpaduan antara teknologi dan gagasan baru dengan teknologi peralatan, mesin, dan proses yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun, serta keahlian teknis perusahaan yang mendukungnya.

Pertemuan antara teknologi yang telah mapan dan berbagai kemungkinan baru akan membawa industri kimia menuju tahap perkembangan berikutnya.

Dengan mempertimbangkan tahap perkembangan baru tersebut, INCHEM TOKYO 2027 juga akan memberikan perhatian pada tema-tema yang mendukung pertumbuhan industri kimia, termasuk AI, GX, dan material canggih.

CHEMISTRY, THE NEXT STAGE.

— Tema-tema pertumbuhan baru yang dibuka oleh AI, GX, dan material canggih hadir di sini —

INCHEM TOKYO: Pameran yang Mencakup Berbagai Bidang Industri Kimia dan Pabrik di Jepang

Nama “INCHEM” berasal dari istilah “International Chemistry”.

INCHEM TOKYO merupakan pameran khusus yang mendukung perubahan dan perkembangan industri kimia dengan menghadirkan berbagai produk dan teknologi terkait dalam satu tempat. Pameran ini berfokus pada industri kimia sekaligus mencakup berbagai bidang terkait, seperti pabrik industri, peralatan, lingkungan, keselamatan, pemeliharaan, transformasi digital (DX), dan AI.

INCHEM TOKYO merupakan satu-satunya pameran di Jepang yang secara khusus mencakup industri kimia secara komprehensif.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, sebanyak 315 perusahaan berpartisipasi dengan total 625 stan pameran, dan jumlah pengunjung mencapai sekitar 12.000 orang.

Perusahaan dan para profesional dari berbagai sektor industri turut hadir, termasuk industri kimia, petrokimia, energi, farmasi, besi dan baja, semikonduktor dan elektronik, plastik, serta makanan dan minuman.

Pada 2027, INCHEM TOKYO akan terdiri dari lima pameran khusus berikut:

– Plant Show ke-37: Proses kimia, mesin berputar dan perpipaan, instrumentasi dan pengendalian, teknologi lingkungan, serta laboratorium dan analisis.

– Water Innovation ke-14: Teknologi pengolahan air dan teknologi terkait lingkungan perairan.

– Explosion Protection & Safety Measures Exhibition ke-6: Perlindungan terhadap ledakan, peralatan keselamatan, dan penanggulangan risiko.

– Plant Maintenance & Repair Exhibition ke-4: Pemeliharaan dan perawatan, pengelolaan fasilitas, serta inspeksi dan pemantauan.

– Plant DX, AI & Security Exhibition ke-2: Transformasi digital (DX), kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan keamanan siber.

Menghubungkan Industri Kimia dan Pabrik di Jepang dengan Teknologi dari Luar Negeri

INCHEM TOKYO dikunjungi oleh para profesional yang terlibat dalam penerapan produk dan teknologi serta pengembangan bisnis.

Para pengunjung berasal dari berbagai bidang, termasuk manufaktur, pengembangan sistem produksi, teknik produksi, fasilitas dan rekayasa, penelitian dan pengembangan, pemeliharaan, lingkungan dan keselamatan, instrumentasi dan pengendalian, serta teknologi informasi (IT) dan transformasi digital (DX).

Bagi perusahaan internasional yang menyediakan peralatan proses kimia, pompa dan kompresor, perpipaan dan katup, peralatan instrumentasi dan pengendalian, teknologi lingkungan dan energi, peralatan analisis, pengolahan air, perlindungan terhadap ledakan dan keselamatan, pemeliharaan, DX, AI, IoT, serta material canggih, pameran ini menawarkan kesempatan untuk menjalin hubungan dengan pelanggan baru, mitra penjualan, dan mitra teknologi di Jepang.

Selain itu, program khusus “INCHEM Innovation Hub” akan menjadi wadah bagi perusahaan, organisasi, dan lembaga penelitian untuk memperkenalkan teknologi serta inisiatif inovatif mereka.

Program ini mengangkat berbagai tema, termasuk GX dan ekonomi sirkular (circular economy), AI generatif, serta material canggih.

Melalui interaksi dan pertukaran informasi, program ini bertujuan untuk menciptakan peluang baru bagi kolaborasi, inovasi, dan pengembangan bisnis.

Pendaftaran Peserta Pameran dari Luar Negeri Telah Dibuka

INCHEM TOKYO 2027 membuka pendaftaran bagi berbagai produk dan layanan yang dapat berkontribusi dalam membentuk masa depan industri kimia, mulai dari teknologi yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun hingga teknologi dan gagasan baru.

Bagi perusahaan internasional yang mempertimbangkan perluasan saluran penjualan di pasar Jepang, pencarian mitra bisnis, atau kerja sama teknologi di bidang kimia dan industri pabrik, pameran ini merupakan kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan para profesional di bidang terkait

Permintaan materi informasi pameran dan pertanyaan mengenai keikutsertaan sebagai peserta pameran dapat disampaikan melalui situs resmi INCHEM TOKYO.

https://inchem.jma.or.jp/

Kontak untuk Informasi Lebih Lanjut
Japan Management Association (JMA)
Sekretariat INCHEM TOKYO
Narahubung: Takinami
E-mail: INCHEM@jma.or.jp

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DARI HANNOVER KE BANDUNG: JEJAK AGUS GUMIWANG MELETAKKAN FONDASI DESAIN CHIP NASIONAL

JAKARTA — Dalam lanskap industri global yang semakin terdigitalisasi, semikonduktor atau chip telah menjelma menjadi salah satu komponen paling vital yang menentukan keberlangsungan, daya saing, dan kemandirian industri suatu negara. Hampir seluruh sektor industri strategis, mulai dari pertahanan, otomotif, dirgantara, telekomunikasi, energi, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) sangat bergantung pada teknologi dan kesediaan chip. Chip karena itu merupakan aset strategis yang menentukan kekuatan ekonomi dan bahkan posisi suatu negara dalam persaingan geopolitik global.

 

Akhir-akhir ini kelangkaan chip global kembali menekan sektor manufaktur. International Data Corporation (IDC), sebuah perusahaan riset pasar global, pada awal Oktober 2026 merilis data yang menunjukkan pengiriman komputer pribadi dunia pada triwulan III 2026 turun sebesar 20,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Di segmen ponsel pintar, Counterpoint Research mencatat penurunan pengiriman sekitar 20 persen, terendah untuk triwulan ketiga sejak tahun 2012.

 

Penyebab utamanya adalah tersedotnya pasokan chip ke pusat data kecerdasan artifisial (AI). Produsen chip memprioritaskan produk untuk AI, sehingga pasokan bagi elektronik rumah tangga dan otomotif menyusut dan harganya melonjak. Sejumlah eksekutif industri memperkirakan kekurangan ini dapat berlanjut hingga tahun 2028.

 

Kebutuhan chip yang sangat besar untuk berbagai sektor industri dalam negeri yang saat ini masih diimpor, sejak awal telah disadari oleh Menteri Perindustrian saat itu, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK). Ia menyebut tingginya ketergantungan impor semikonduktor sebagai “sinyal penting bagi terbentuknya ekosistem industri semikondutor dalam rangka memperkuat ketahanan industri nasional.” Menurut AGK, kondisi itu harus dijawab dengan langkah-langkah konkret sebagai fondasi kemandirian industri semikonduktor.

 

Upaya itu berawal dari penjajakan Kemenperin dengan pelaku industri semikonduktor global di ajang Hannover Messe 2022. Dari sana, Kemenperin di bawah AGK memetakan celah yang paling realistis bagi Indonesia untuk masuk ke rantai pasok semikonduktor dunia. AGK menyebut langkah ini sebagai strategi awal dengan pendekatan “yang realistis dan terukur.”

 

Atas prakarsa AGK, Kemenperin kemudian menetapkan peta jalan semikonduktor yang mencakup empat pilar, yakni material, desain, fabrikasi, perakitan, pengujian, dan pengemasan. Desain chip dan talenta ditempatkan sebagai penggerak tahap awal, dengan pertimbangan bahwa Indonesia sudah memiliki fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta satu perusahaan desain sirkuit terpadu yang telah masuk ke dalam rantai pasok global.

 

AGK memilih desain chip, bukan fabrikasi, sebagai pintu masuk. Menurutnya, desain chip adalah segmen bernilai tambah tinggi yang bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia, sehingga paling realistis digarap Indonesia pada tahap awal. Ini karena Indonesia belum memiliki kapasitas fabrikasi wafer. “Fokus awal kami adalah menyiapkan SDM yang mampu mendesain chip,” ujar AGK dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR pada Januari 2026. Ia menegaskan pengembangan industri semikonduktor tidak bisa instan, melainkan harus ditempuh secara bertahap, konsisten, dan berkesinambungan.

 

Untuk menjalankan peta jalan semikonduktor, Kemenperin memprakarsai Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) pada tahun 2023 bersama PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan pakar desain chip dari 13 universitas terkemuka di Indonesia. AGK memastikan ICDEC berdiri sebagai organisasi nirlaba yang tidak bergantung pada APBN, melainkan bertumpu pada kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan mitra global. Kini ICDEC bermitra dengan 16 perguruan tinggi dan tujuh pelaku industri.

 

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Hannover Messe, yang ditujukan untuk mencetak desainer chip agar Indonesia masuk ke dalam rantai pasok global. Pada Januari 2026, AGK meresmikan fasilitas ICDEC di ITB Innovation Park, Bandung, bersamaan dengan Indonesia Semiconductor Summit 2026. Tiga bulan kemudian, ICDEC menandatangani kerja sama dan surat minat pengembangan SDM dengan Intel, National Taiwan Normal University, dan President University.

 

Selanjutnya, pelatihan desain chip bersama Polytron, IMEC Belgia, dan Cadence dimulai pada Oktober 2024 di Kudus. Kemenperin juga menandatangani nota kesepahaman dengan Apple yang memuat komitmen riset dan pengembangan di Indonesia melalui ICDEC. Kerja sama ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar dalam ekosistem inovasi global.

 

Senada dengan AGK, Ketua ICDEC Trio Adiono menilai desain chip sebagai titik masuk strategis bagi Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global. Melalui riset dan pendidikan yang konsisten, jelas dia, Indonesia dapat menjadi produsen pengetahuan dan talenta, bukan hanya sekadar pasar.

 

Desain chip adalah langkah awal bagi Indonesia untuk memasuki rantai pasok industri global yang kian terdigitalisasi. Di tengah persaingan global untuk memperebutkan pasokan, kemampuan merancang chip sendiri menjadi salah satu cara Indonesia memperkuat posisi tawar dan masuk ke dalam rantai pasok semikonduktor global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sering Ganti Jualan, Efektifkah? Kenali Cara Mengelola Usaha agar Lebih Terarah

Menjalankan usaha tidak selalu berjalan sesuai rencana. Produk yang awalnya ramai dibeli bisa kehilangan peminat, sementara tren baru terus bermunculan. Situasi ini membuat sebagian pelaku usaha mencoba berbagai jenis jualan untuk menemukan produk yang lebih menjanjikan.

Mengganti produk atau jenis usaha bukan keputusan yang selalu keliru. Namun, jika dilakukan terlalu sering tanpa evaluasi, perubahan tersebut justru dapat membuat pengelolaan usaha semakin sulit. Karena itu, penting untuk memahami kapan perlu bertahan, kapan harus beradaptasi, dan bagaimana mengelola keuangan agar setiap keputusan bisnis lebih terukur.

Mengapa Pelaku Usaha Sering Berganti Jualan?

Ada beberapa alasan yang mendorong pelaku usaha mencoba jenis jualan baru. Salah satunya adalah mengikuti tren pasar. Ketika suatu produk sedang populer, peluang penjualan terlihat menarik. Namun, tingginya minat konsumen belum tentu bertahan dalam jangka panjang.

Alasan lainnya adalah penjualan yang tidak sesuai target. Ketika produk kurang diminati, pelaku usaha mungkin menganggap bahwa mengganti produk merupakan solusi tercepat. Padahal, penjualan yang rendah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti harga yang kurang sesuai, promosi yang belum efektif, lokasi penjualan, atau target konsumen yang belum tepat.

Pergantian produk juga bisa terjadi karena pelaku usaha belum memiliki perencanaan yang matang. Tanpa perhitungan modal, biaya operasional, dan potensi permintaan, keputusan bisnis lebih mudah dipengaruhi oleh tren sesaat.

Apakah Sering Berganti Jenis Jualan Efektif?

Efektivitasnya bergantung pada alasan dan cara perubahan dilakukan. Mencoba produk baru dapat menjadi strategi yang masuk akal jika didasarkan pada hasil evaluasi dan kebutuhan pasar. Sebaliknya, terus berganti jualan hanya karena produk sebelumnya belum langsung menghasilkan keuntungan dapat menghambat perkembangan usaha.

Sebelum memutuskan untuk mengganti jenis jualan, pertimbangkan beberapa hal berikut.

1. Evaluasi penjualan secara berkala

Periksa produk yang paling banyak terjual, waktu penjualan tertinggi, serta respons pelanggan. Data tersebut dapat membantu mengidentifikasi apakah masalah terletak pada produk atau strategi penjualannya.

2. Hitung biaya dan keuntungan

Penjualan yang ramai belum tentu menghasilkan keuntungan besar. Hitung biaya bahan baku, pengemasan, pengiriman, promosi, dan biaya operasional lainnya. Dengan begitu, keputusan untuk mempertahankan atau mengganti produk tidak hanya didasarkan pada jumlah penjualan.

3. Kenali kebutuhan pasar

Pelajari perubahan kebutuhan konsumen sebelum mengikuti tren baru. Produk yang sesuai dengan target pasar dan kemampuan operasional usaha lebih layak dipertimbangkan daripada produk yang hanya sedang populer.

4. Uji produk baru dalam skala kecil

Jika ingin mencoba jenis jualan lain, mulailah dengan jumlah stok atau modal yang terukur. Uji respons konsumen sebelum mengalokasikan dana lebih besar. Cara ini membantu membatasi risiko ketika produk baru ternyata tidak sesuai harapan.

Pentingnya Memisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Selain menentukan produk yang tepat, pelaku usaha perlu memperhatikan pengelolaan keuangan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memisahkan uang pribadi dari uang usaha.

Ketika seluruh pemasukan dan pengeluaran bercampur dalam satu rekening, pelaku usaha bisa kesulitan mengetahui jumlah modal yang tersedia, keuntungan yang diperoleh, dan biaya yang perlu dibayar. Kondisi ini juga dapat membuat hasil penjualan terlihat lebih besar daripada keuntungan sebenarnya.

Memiliki rekening usaha membantu pelaku usaha memantau transaksi yang berkaitan dengan bisnis secara lebih teratur. Pemasukan dari pelanggan, pembayaran kepada pemasok, dan pengeluaran operasional dapat dicatat serta dievaluasi dengan lebih mudah.

Jika menjalankan beberapa jenis jualan sekaligus, pencatatan yang konsisten menjadi semakin penting. Pelaku usaha dapat membandingkan kinerja masing-masing produk berdasarkan pemasukan, biaya, dan keuntungan, sehingga keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan suatu produk memiliki dasar yang lebih jelas.

Kapan Sebaiknya Bertahan dan Kapan Perlu Berubah?

Tidak semua penurunan penjualan mengharuskan pelaku usaha mengganti produk. Ada kalanya strategi pemasaran perlu diperbaiki, harga perlu disesuaikan, atau kualitas produk perlu ditingkatkan.

Namun, jika evaluasi menunjukkan permintaan yang terus menurun, biaya yang sulit dikendalikan, atau keuntungan yang tidak sebanding dengan modal dan tenaga yang dikeluarkan, perubahan strategi mungkin perlu dipertimbangkan.

Pelaku usaha juga dapat melakukan diversifikasi secara bertahap. Misalnya, menambahkan produk yang masih berkaitan dengan produk utama agar dapat menjangkau kebutuhan pelanggan yang lebih luas tanpa mengubah keseluruhan model bisnis.

Intinya, pergantian jenis jualan sebaiknya menjadi bagian dari strategi yang terencana, bukan sekadar respons terhadap tren atau hasil penjualan jangka pendek.

Kelola Keuangan Usaha Lebih Terarah dengan Neo Bisnis

Mengembangkan usaha membutuhkan strategi produk yang tepat sekaligus pengelolaan transaksi yang rapi. Untuk membantu kebutuhan tersebut, Neo Bisnis dari neobank menyediakan rekening khusus usaha dengan fitur seperti QRIS merchant, penerimaan dana dalam satu akun, dan transfer antarbank tanpa biaya sesuai ketentuan produk. 

***

Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Website Company Profile untuk UMKM dan Enam Komponen yang Wajib Dibandingkan

Harga website company profile bisa selisih belasan juta rupiah karena isi paketnya berlainan. Rilis ini merinci enam hal yang perlu ditanyakan UMKM, yaitu domain, hosting, SSL, email perusahaan, blog, dan revisi, lalu memakai paket BisnisOn Rp1,5 juta per tahun sebagai contoh cara mencocokkannya.

Harga website company profile yang ditawarkan vendor bisa selisih belasan juta rupiah untuk kebutuhan yang kelihatannya sama. Penyebabnya jarang soal desain. Biasanya ada komponen yang masuk di penawaran satu vendor dan tidak masuk di penawaran vendor lain.

BisnisOn, penyedia jasa pembuatan toko online dan website company profile di Jakarta, menurunkan harga paket company profile dari Rp3.000.000 menjadi Rp1.500.000 per tahun, dibayar di awal. Angkanya mudah dibandingkan. Cakupannya yang menentukan apakah perbandingan itu adil.

Harga Website Company Profile Rp1,5 Juta dan Rp25 Juta, Mana yang Lebih Mahal?

Next IT, agensi pengembang web di Bandung, menulis di blognya pada 8 Agustus 2026 bahwa company profile 5 sampai 10 halaman di pasar berkisar Rp8 juta sampai Rp25 juta. Vendor template, menurut artikel yang sama, biasanya memasang Rp2 juta sampai Rp5 juta. Next IT menyebut kisaran harga pembuatan itu dikumpulkan dari proyek mereka sendiri, jadi pantas dibaca sebagai gambaran, bukan patokan resmi.

Harga pembuatan baru separuh cerita. Next IT juga mencatat biaya berulang yang wajib dianggarkan setiap tahun, yaitu domain Rp200 ribu sampai Rp500 ribu, hosting Rp1 juta sampai Rp5 juta, sertifikat SSL dari gratis sampai Rp2 juta, ditambah pemeliharaan 10 sampai 15 persen dari biaya pembuatan.

Bila semua komponen itu ditagih terpisah, website dengan biaya pembuatan Rp8 juta paling sedikit memerlukan sekitar Rp2 juta per tahun untuk tetap aktif. Angka itu berasal dari domain Rp200 ribu, hosting Rp1 juta, SSL gratis, dan pemeliharaan 10 persen atau Rp800 ribu. Pada website Rp25 juta di batas atas, biaya tahunannya bisa mencapai sekitar Rp11,25 juta, dari domain Rp500 ribu, hosting Rp5 juta, SSL Rp2 juta, dan pemeliharaan 15 persen atau Rp3,75 juta.

Jadi penawaran yang paling murah di depan belum tentu paling murah setelah beberapa tahun. Penawaran Rp25 juta tetap wajar bila memang memuat pekerjaan yang tidak ada di paket murah, misalnya desain atau fitur yang dibuat khusus. Yang sebenarnya lebih mahal adalah penawaran dengan baris kosong paling banyak, karena baris yang kosong akan ditagih belakangan.

Enam Baris yang Sering Hilang dari Penawaran

Selisih sebesar itu membingungkan pemilik usaha karena penawaran jarang ditulis dengan daftar yang sama. Satu vendor memasukkan hosting, yang lain menagihnya terpisah. Satu memberi revisi sampai puas, yang lain membatasi dua kali. Sebagai pembanding harga komponen, panduan harga domain Hostinger edisi 2026 menaruh rata-rata domain di Rp140.000 sampai Rp280.000 per tahun.

Ada enam pertanyaan yang layak diajukan secara tertulis sebelum menyetujui penawaran apa pun.

Dari angka-angka itu, ada enam pertanyaan yang layak diajukan secara tertulis sebelum menyetujui penawaran apa pun.

1. Apakah domain sudah termasuk, dan untuk berapa tahun?

2. Apakah hosting termasuk, dan berapa biayanya tahun berikutnya?

3. Apakah sertifikat SSL terpasang tanpa biaya tambahan?

4. Apakah ada email dengan nama domain perusahaan?

5. Apakah halaman blog sudah disiapkan?

6. Berapa kali revisi yang gratis, dan siapa yang mengerjakannya?

Harga Tahun Pertama Belum Tentu Harga Tahun Kedua

Hostinger mengingatkan bahwa sebagian registrar memberi diskon besar di tahun pertama lalu menaikkan biaya perpanjangan. Pola serupa bisa muncul di paket website. Tanyakan harga perpanjangan sebelum membayar tahun pertama, karena di situlah selisih paling sering muncul belakangan.

Di BisnisOn, perpanjangan Rp1.500.000 per tahun, sama dengan harga paket awal, dan sudah mencakup hosting, domain, serta pemeliharaan agar website tetap aktif dan aman. Angka ini berada di bawah perkiraan biaya tahunan paling rendah versi Next IT tadi, meski cakupan pemeliharaan tiap vendor bisa berbeda. Rinciannya tertulis di bagian tanya jawab halaman company profile BisnisOn.

Isi Paket Rp1,5 Juta yang Bisa Dicocokkan dengan Daftar Tadi

Menurut paket company profile BisnisOn Rp1,5 juta per tahun, harga itu sudah termasuk website, email di domain perusahaan, hosting, sertifikat SSL, backup harian, halaman blog di alamat /blog, dan domain .com untuk tahun pertama. Pemilik yang sudah punya domain bisa mengarahkannya ke website baru.

Website dikerjakan tim BisnisOn, bukan template yang dipasang sendiri. Estimasi tayangnya 1 sampai 3 hari, dengan revisi sampai tampilan sesuai. Layanan SEO dan social media tersedia sebagai tambahan setelah website tayang, dan tidak termasuk dalam harga paket.

Cara Membaca Dua Penawaran Berdampingan

Ambil dua penawaran, tulis keenam pertanyaan tadi di satu tabel, lalu isi kolom tiap vendor. Baris yang kosong adalah biaya yang akan datang belakangan. Next IT menyarankan hal serupa, yaitu meminta penawaran tertulis yang memuat fitur, jumlah revisi, dan timeline, dan menganggap vendor yang menolak menuliskannya sebagai tanda bahaya.

Cakupan juga perlu dicocokkan dengan kebutuhan usaha. Company profile cocok untuk usaha jasa yang butuh kredibilitas. Usaha yang menjual produk dengan katalog dan pembayaran daring lebih dekat ke toko online, dan perhitungannya berbeda.

Harga yang jelas adalah harga yang setiap barisnya bisa disebutkan sebelum Anda membayar. Pelaku usaha yang ingin mencocokkan daftar ini dengan kebutuhannya bisa memakai konsultasi gratis BisnisOn tanpa komitmen.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HUT ke-70, SUCOFINDO Cabang Pontianak Salurkan Bantuan Renovasi Pondok Pesantren Al-I’tishom

Pontianak, (21/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak menyerahkan bantuan renovasi sarana dan prasarana kepada Pondok Pesantren Al-I’tishom yang berlokasi di Rasau Jaya Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO), sekaligus upaya perusahaan untuk terus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang Pendidikan Berkualitas, melalui dukungan terhadap penyediaan sarana pendidikan yang layak dan nyaman.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak, Leonardo Pardede kepada Kepala Pondok Pesantren Al-I’tishom, Ustadz Shalahudin. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung renovasi asrama putra dan putri serta masjid pondok pesantren, sehingga dapat menunjang kenyamanan para santri dalam menjalankan aktivitas pendidikan dan ibadah.

“Melalui program TJSL, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap bantuan renovasi ini dapat meningkatkan kenyamanan para santri dalam menuntut ilmu dan beribadah, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak dan kondusif,” ujarnya.

Leonardo Pardede menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki bekal pengetahuan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap fasilitas pendidikan keagamaan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ustadz Shalahudin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan PT SUCOFINDO (PERSERO) kepada pondok pesantren. Menurutnya, bantuan ini sejalan dengan kebutuhan pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas fasilitas bagi para santri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SUCOFINDO atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada Pondok Pesantren Al-I’tishom. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk memperbaiki fasilitas asrama dan masjid agar para santri dapat belajar, beristirahat, dan beribadah dengan lebih nyaman. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi seluruh keluarga besar pondok pesantren,” tuturnya.

Melalui semangat Ensuring Quality Protecting Trust, PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen untuk terus memperkuat peran perusahaan tidak hanya melalui layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC), tetapi juga melalui kontribusi sosial yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES