INCHEM TOKYO 2027, Pameran Industri Kimia dan Pabrik Berskala Terbesar di Jepang, Membuka Pendaftaran bagi Perusahaan Internasional

Lima pameran khusus yang menghubungkan teknologi dan bisnis di bidang kimia dan industri pabrik akan digelar secara bersamaan di Tokyo.

Japan Management Association (JMA) akan menyelenggarakan “INCHEM TOKYO 2027” pada 15 September (Rabu) hingga 17 September (Jumat) 2027 di East Exhibition Hall, Tokyo Big Sight, Jepang. Saat ini, pendaftaran peserta pameran telah dibuka bagi perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan dari luar negeri. Batas akhir pendaftaran tahap awal adalah 26 Februari 2027, sedangkan batas akhir pendaftaran reguler adalah 28 April 2027.

Bagi perusahaan internasional yang berencana memasuki pasar industri kimia dan pabrik di Jepang, mencari pelanggan baru, menjalin hubungan dengan mitra penjualan, atau mempromosikan produk dan teknologi mereka, pameran ini menawarkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pelaku industri.

Industri Kimia Jepang Memasuki Masa Transformasi: Teknologi dan Gagasan Membuka Tahap Baru

Industri kimia saat ini tengah menghadapi masa transformasi besar. Selain perubahan struktur industri yang didorong oleh GX (Green Transformation) dan AI, berbagai bidang pertumbuhan seperti material canggih, farmasi, dan bahan kimia khusus (fine chemicals) juga terus berkembang.

Di sisi lain, sektor produksi, fasilitas, dan pemeliharaan yang menopang industri kimia menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekurangan tenaga kerja, penuaan fasilitas produksi, dan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas.

Untuk menghadapi perubahan tersebut, diperlukan perpaduan antara teknologi dan gagasan baru dengan teknologi peralatan, mesin, dan proses yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun, serta keahlian teknis perusahaan yang mendukungnya.

Pertemuan antara teknologi yang telah mapan dan berbagai kemungkinan baru akan membawa industri kimia menuju tahap perkembangan berikutnya.

Dengan mempertimbangkan tahap perkembangan baru tersebut, INCHEM TOKYO 2027 juga akan memberikan perhatian pada tema-tema yang mendukung pertumbuhan industri kimia, termasuk AI, GX, dan material canggih.

CHEMISTRY, THE NEXT STAGE.

— Tema-tema pertumbuhan baru yang dibuka oleh AI, GX, dan material canggih hadir di sini —

INCHEM TOKYO: Pameran yang Mencakup Berbagai Bidang Industri Kimia dan Pabrik di Jepang

Nama “INCHEM” berasal dari istilah “International Chemistry”.

INCHEM TOKYO merupakan pameran khusus yang mendukung perubahan dan perkembangan industri kimia dengan menghadirkan berbagai produk dan teknologi terkait dalam satu tempat. Pameran ini berfokus pada industri kimia sekaligus mencakup berbagai bidang terkait, seperti pabrik industri, peralatan, lingkungan, keselamatan, pemeliharaan, transformasi digital (DX), dan AI.

INCHEM TOKYO merupakan satu-satunya pameran di Jepang yang secara khusus mencakup industri kimia secara komprehensif.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, sebanyak 315 perusahaan berpartisipasi dengan total 625 stan pameran, dan jumlah pengunjung mencapai sekitar 12.000 orang.

Perusahaan dan para profesional dari berbagai sektor industri turut hadir, termasuk industri kimia, petrokimia, energi, farmasi, besi dan baja, semikonduktor dan elektronik, plastik, serta makanan dan minuman.

Pada 2027, INCHEM TOKYO akan terdiri dari lima pameran khusus berikut:

– Plant Show ke-37: Proses kimia, mesin berputar dan perpipaan, instrumentasi dan pengendalian, teknologi lingkungan, serta laboratorium dan analisis.

– Water Innovation ke-14: Teknologi pengolahan air dan teknologi terkait lingkungan perairan.

– Explosion Protection & Safety Measures Exhibition ke-6: Perlindungan terhadap ledakan, peralatan keselamatan, dan penanggulangan risiko.

– Plant Maintenance & Repair Exhibition ke-4: Pemeliharaan dan perawatan, pengelolaan fasilitas, serta inspeksi dan pemantauan.

– Plant DX, AI & Security Exhibition ke-2: Transformasi digital (DX), kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan keamanan siber.

Menghubungkan Industri Kimia dan Pabrik di Jepang dengan Teknologi dari Luar Negeri

INCHEM TOKYO dikunjungi oleh para profesional yang terlibat dalam penerapan produk dan teknologi serta pengembangan bisnis.

Para pengunjung berasal dari berbagai bidang, termasuk manufaktur, pengembangan sistem produksi, teknik produksi, fasilitas dan rekayasa, penelitian dan pengembangan, pemeliharaan, lingkungan dan keselamatan, instrumentasi dan pengendalian, serta teknologi informasi (IT) dan transformasi digital (DX).

Bagi perusahaan internasional yang menyediakan peralatan proses kimia, pompa dan kompresor, perpipaan dan katup, peralatan instrumentasi dan pengendalian, teknologi lingkungan dan energi, peralatan analisis, pengolahan air, perlindungan terhadap ledakan dan keselamatan, pemeliharaan, DX, AI, IoT, serta material canggih, pameran ini menawarkan kesempatan untuk menjalin hubungan dengan pelanggan baru, mitra penjualan, dan mitra teknologi di Jepang.

Selain itu, program khusus “INCHEM Innovation Hub” akan menjadi wadah bagi perusahaan, organisasi, dan lembaga penelitian untuk memperkenalkan teknologi serta inisiatif inovatif mereka.

Program ini mengangkat berbagai tema, termasuk GX dan ekonomi sirkular (circular economy), AI generatif, serta material canggih.

Melalui interaksi dan pertukaran informasi, program ini bertujuan untuk menciptakan peluang baru bagi kolaborasi, inovasi, dan pengembangan bisnis.

Pendaftaran Peserta Pameran dari Luar Negeri Telah Dibuka

INCHEM TOKYO 2027 membuka pendaftaran bagi berbagai produk dan layanan yang dapat berkontribusi dalam membentuk masa depan industri kimia, mulai dari teknologi yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun hingga teknologi dan gagasan baru.

Bagi perusahaan internasional yang mempertimbangkan perluasan saluran penjualan di pasar Jepang, pencarian mitra bisnis, atau kerja sama teknologi di bidang kimia dan industri pabrik, pameran ini merupakan kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan para profesional di bidang terkait

Permintaan materi informasi pameran dan pertanyaan mengenai keikutsertaan sebagai peserta pameran dapat disampaikan melalui situs resmi INCHEM TOKYO.

https://inchem.jma.or.jp/

Kontak untuk Informasi Lebih Lanjut
Japan Management Association (JMA)
Sekretariat INCHEM TOKYO
Narahubung: Takinami
E-mail: INCHEM@jma.or.jp

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DARI HANNOVER KE BANDUNG: JEJAK AGUS GUMIWANG MELETAKKAN FONDASI DESAIN CHIP NASIONAL

JAKARTA — Dalam lanskap industri global yang semakin terdigitalisasi, semikonduktor atau chip telah menjelma menjadi salah satu komponen paling vital yang menentukan keberlangsungan, daya saing, dan kemandirian industri suatu negara. Hampir seluruh sektor industri strategis, mulai dari pertahanan, otomotif, dirgantara, telekomunikasi, energi, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) sangat bergantung pada teknologi dan kesediaan chip. Chip karena itu merupakan aset strategis yang menentukan kekuatan ekonomi dan bahkan posisi suatu negara dalam persaingan geopolitik global.

 

Akhir-akhir ini kelangkaan chip global kembali menekan sektor manufaktur. International Data Corporation (IDC), sebuah perusahaan riset pasar global, pada awal Oktober 2026 merilis data yang menunjukkan pengiriman komputer pribadi dunia pada triwulan III 2026 turun sebesar 20,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Di segmen ponsel pintar, Counterpoint Research mencatat penurunan pengiriman sekitar 20 persen, terendah untuk triwulan ketiga sejak tahun 2012.

 

Penyebab utamanya adalah tersedotnya pasokan chip ke pusat data kecerdasan artifisial (AI). Produsen chip memprioritaskan produk untuk AI, sehingga pasokan bagi elektronik rumah tangga dan otomotif menyusut dan harganya melonjak. Sejumlah eksekutif industri memperkirakan kekurangan ini dapat berlanjut hingga tahun 2028.

 

Kebutuhan chip yang sangat besar untuk berbagai sektor industri dalam negeri yang saat ini masih diimpor, sejak awal telah disadari oleh Menteri Perindustrian saat itu, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK). Ia menyebut tingginya ketergantungan impor semikonduktor sebagai “sinyal penting bagi terbentuknya ekosistem industri semikondutor dalam rangka memperkuat ketahanan industri nasional.” Menurut AGK, kondisi itu harus dijawab dengan langkah-langkah konkret sebagai fondasi kemandirian industri semikonduktor.

 

Upaya itu berawal dari penjajakan Kemenperin dengan pelaku industri semikonduktor global di ajang Hannover Messe 2022. Dari sana, Kemenperin di bawah AGK memetakan celah yang paling realistis bagi Indonesia untuk masuk ke rantai pasok semikonduktor dunia. AGK menyebut langkah ini sebagai strategi awal dengan pendekatan “yang realistis dan terukur.”

 

Atas prakarsa AGK, Kemenperin kemudian menetapkan peta jalan semikonduktor yang mencakup empat pilar, yakni material, desain, fabrikasi, perakitan, pengujian, dan pengemasan. Desain chip dan talenta ditempatkan sebagai penggerak tahap awal, dengan pertimbangan bahwa Indonesia sudah memiliki fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta satu perusahaan desain sirkuit terpadu yang telah masuk ke dalam rantai pasok global.

 

AGK memilih desain chip, bukan fabrikasi, sebagai pintu masuk. Menurutnya, desain chip adalah segmen bernilai tambah tinggi yang bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia, sehingga paling realistis digarap Indonesia pada tahap awal. Ini karena Indonesia belum memiliki kapasitas fabrikasi wafer. “Fokus awal kami adalah menyiapkan SDM yang mampu mendesain chip,” ujar AGK dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR pada Januari 2026. Ia menegaskan pengembangan industri semikonduktor tidak bisa instan, melainkan harus ditempuh secara bertahap, konsisten, dan berkesinambungan.

 

Untuk menjalankan peta jalan semikonduktor, Kemenperin memprakarsai Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) pada tahun 2023 bersama PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan pakar desain chip dari 13 universitas terkemuka di Indonesia. AGK memastikan ICDEC berdiri sebagai organisasi nirlaba yang tidak bergantung pada APBN, melainkan bertumpu pada kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan mitra global. Kini ICDEC bermitra dengan 16 perguruan tinggi dan tujuh pelaku industri.

 

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Hannover Messe, yang ditujukan untuk mencetak desainer chip agar Indonesia masuk ke dalam rantai pasok global. Pada Januari 2026, AGK meresmikan fasilitas ICDEC di ITB Innovation Park, Bandung, bersamaan dengan Indonesia Semiconductor Summit 2026. Tiga bulan kemudian, ICDEC menandatangani kerja sama dan surat minat pengembangan SDM dengan Intel, National Taiwan Normal University, dan President University.

 

Selanjutnya, pelatihan desain chip bersama Polytron, IMEC Belgia, dan Cadence dimulai pada Oktober 2024 di Kudus. Kemenperin juga menandatangani nota kesepahaman dengan Apple yang memuat komitmen riset dan pengembangan di Indonesia melalui ICDEC. Kerja sama ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar dalam ekosistem inovasi global.

 

Senada dengan AGK, Ketua ICDEC Trio Adiono menilai desain chip sebagai titik masuk strategis bagi Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global. Melalui riset dan pendidikan yang konsisten, jelas dia, Indonesia dapat menjadi produsen pengetahuan dan talenta, bukan hanya sekadar pasar.

 

Desain chip adalah langkah awal bagi Indonesia untuk memasuki rantai pasok industri global yang kian terdigitalisasi. Di tengah persaingan global untuk memperebutkan pasokan, kemampuan merancang chip sendiri menjadi salah satu cara Indonesia memperkuat posisi tawar dan masuk ke dalam rantai pasok semikonduktor global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sering Ganti Jualan, Efektifkah? Kenali Cara Mengelola Usaha agar Lebih Terarah

Menjalankan usaha tidak selalu berjalan sesuai rencana. Produk yang awalnya ramai dibeli bisa kehilangan peminat, sementara tren baru terus bermunculan. Situasi ini membuat sebagian pelaku usaha mencoba berbagai jenis jualan untuk menemukan produk yang lebih menjanjikan.

Mengganti produk atau jenis usaha bukan keputusan yang selalu keliru. Namun, jika dilakukan terlalu sering tanpa evaluasi, perubahan tersebut justru dapat membuat pengelolaan usaha semakin sulit. Karena itu, penting untuk memahami kapan perlu bertahan, kapan harus beradaptasi, dan bagaimana mengelola keuangan agar setiap keputusan bisnis lebih terukur.

Mengapa Pelaku Usaha Sering Berganti Jualan?

Ada beberapa alasan yang mendorong pelaku usaha mencoba jenis jualan baru. Salah satunya adalah mengikuti tren pasar. Ketika suatu produk sedang populer, peluang penjualan terlihat menarik. Namun, tingginya minat konsumen belum tentu bertahan dalam jangka panjang.

Alasan lainnya adalah penjualan yang tidak sesuai target. Ketika produk kurang diminati, pelaku usaha mungkin menganggap bahwa mengganti produk merupakan solusi tercepat. Padahal, penjualan yang rendah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti harga yang kurang sesuai, promosi yang belum efektif, lokasi penjualan, atau target konsumen yang belum tepat.

Pergantian produk juga bisa terjadi karena pelaku usaha belum memiliki perencanaan yang matang. Tanpa perhitungan modal, biaya operasional, dan potensi permintaan, keputusan bisnis lebih mudah dipengaruhi oleh tren sesaat.

Apakah Sering Berganti Jenis Jualan Efektif?

Efektivitasnya bergantung pada alasan dan cara perubahan dilakukan. Mencoba produk baru dapat menjadi strategi yang masuk akal jika didasarkan pada hasil evaluasi dan kebutuhan pasar. Sebaliknya, terus berganti jualan hanya karena produk sebelumnya belum langsung menghasilkan keuntungan dapat menghambat perkembangan usaha.

Sebelum memutuskan untuk mengganti jenis jualan, pertimbangkan beberapa hal berikut.

1. Evaluasi penjualan secara berkala

Periksa produk yang paling banyak terjual, waktu penjualan tertinggi, serta respons pelanggan. Data tersebut dapat membantu mengidentifikasi apakah masalah terletak pada produk atau strategi penjualannya.

2. Hitung biaya dan keuntungan

Penjualan yang ramai belum tentu menghasilkan keuntungan besar. Hitung biaya bahan baku, pengemasan, pengiriman, promosi, dan biaya operasional lainnya. Dengan begitu, keputusan untuk mempertahankan atau mengganti produk tidak hanya didasarkan pada jumlah penjualan.

3. Kenali kebutuhan pasar

Pelajari perubahan kebutuhan konsumen sebelum mengikuti tren baru. Produk yang sesuai dengan target pasar dan kemampuan operasional usaha lebih layak dipertimbangkan daripada produk yang hanya sedang populer.

4. Uji produk baru dalam skala kecil

Jika ingin mencoba jenis jualan lain, mulailah dengan jumlah stok atau modal yang terukur. Uji respons konsumen sebelum mengalokasikan dana lebih besar. Cara ini membantu membatasi risiko ketika produk baru ternyata tidak sesuai harapan.

Pentingnya Memisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Selain menentukan produk yang tepat, pelaku usaha perlu memperhatikan pengelolaan keuangan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memisahkan uang pribadi dari uang usaha.

Ketika seluruh pemasukan dan pengeluaran bercampur dalam satu rekening, pelaku usaha bisa kesulitan mengetahui jumlah modal yang tersedia, keuntungan yang diperoleh, dan biaya yang perlu dibayar. Kondisi ini juga dapat membuat hasil penjualan terlihat lebih besar daripada keuntungan sebenarnya.

Memiliki rekening usaha membantu pelaku usaha memantau transaksi yang berkaitan dengan bisnis secara lebih teratur. Pemasukan dari pelanggan, pembayaran kepada pemasok, dan pengeluaran operasional dapat dicatat serta dievaluasi dengan lebih mudah.

Jika menjalankan beberapa jenis jualan sekaligus, pencatatan yang konsisten menjadi semakin penting. Pelaku usaha dapat membandingkan kinerja masing-masing produk berdasarkan pemasukan, biaya, dan keuntungan, sehingga keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan suatu produk memiliki dasar yang lebih jelas.

Kapan Sebaiknya Bertahan dan Kapan Perlu Berubah?

Tidak semua penurunan penjualan mengharuskan pelaku usaha mengganti produk. Ada kalanya strategi pemasaran perlu diperbaiki, harga perlu disesuaikan, atau kualitas produk perlu ditingkatkan.

Namun, jika evaluasi menunjukkan permintaan yang terus menurun, biaya yang sulit dikendalikan, atau keuntungan yang tidak sebanding dengan modal dan tenaga yang dikeluarkan, perubahan strategi mungkin perlu dipertimbangkan.

Pelaku usaha juga dapat melakukan diversifikasi secara bertahap. Misalnya, menambahkan produk yang masih berkaitan dengan produk utama agar dapat menjangkau kebutuhan pelanggan yang lebih luas tanpa mengubah keseluruhan model bisnis.

Intinya, pergantian jenis jualan sebaiknya menjadi bagian dari strategi yang terencana, bukan sekadar respons terhadap tren atau hasil penjualan jangka pendek.

Kelola Keuangan Usaha Lebih Terarah dengan Neo Bisnis

Mengembangkan usaha membutuhkan strategi produk yang tepat sekaligus pengelolaan transaksi yang rapi. Untuk membantu kebutuhan tersebut, Neo Bisnis dari neobank menyediakan rekening khusus usaha dengan fitur seperti QRIS merchant, penerimaan dana dalam satu akun, dan transfer antarbank tanpa biaya sesuai ketentuan produk. 

***

Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Website Company Profile untuk UMKM dan Enam Komponen yang Wajib Dibandingkan

Harga website company profile bisa selisih belasan juta rupiah karena isi paketnya berlainan. Rilis ini merinci enam hal yang perlu ditanyakan UMKM, yaitu domain, hosting, SSL, email perusahaan, blog, dan revisi, lalu memakai paket BisnisOn Rp1,5 juta per tahun sebagai contoh cara mencocokkannya.

Harga website company profile yang ditawarkan vendor bisa selisih belasan juta rupiah untuk kebutuhan yang kelihatannya sama. Penyebabnya jarang soal desain. Biasanya ada komponen yang masuk di penawaran satu vendor dan tidak masuk di penawaran vendor lain.

BisnisOn, penyedia jasa pembuatan toko online dan website company profile di Jakarta, menurunkan harga paket company profile dari Rp3.000.000 menjadi Rp1.500.000 per tahun, dibayar di awal. Angkanya mudah dibandingkan. Cakupannya yang menentukan apakah perbandingan itu adil.

Harga Website Company Profile Rp1,5 Juta dan Rp25 Juta, Mana yang Lebih Mahal?

Next IT, agensi pengembang web di Bandung, menulis di blognya pada 8 Agustus 2026 bahwa company profile 5 sampai 10 halaman di pasar berkisar Rp8 juta sampai Rp25 juta. Vendor template, menurut artikel yang sama, biasanya memasang Rp2 juta sampai Rp5 juta. Next IT menyebut kisaran harga pembuatan itu dikumpulkan dari proyek mereka sendiri, jadi pantas dibaca sebagai gambaran, bukan patokan resmi.

Harga pembuatan baru separuh cerita. Next IT juga mencatat biaya berulang yang wajib dianggarkan setiap tahun, yaitu domain Rp200 ribu sampai Rp500 ribu, hosting Rp1 juta sampai Rp5 juta, sertifikat SSL dari gratis sampai Rp2 juta, ditambah pemeliharaan 10 sampai 15 persen dari biaya pembuatan.

Bila semua komponen itu ditagih terpisah, website dengan biaya pembuatan Rp8 juta paling sedikit memerlukan sekitar Rp2 juta per tahun untuk tetap aktif. Angka itu berasal dari domain Rp200 ribu, hosting Rp1 juta, SSL gratis, dan pemeliharaan 10 persen atau Rp800 ribu. Pada website Rp25 juta di batas atas, biaya tahunannya bisa mencapai sekitar Rp11,25 juta, dari domain Rp500 ribu, hosting Rp5 juta, SSL Rp2 juta, dan pemeliharaan 15 persen atau Rp3,75 juta.

Jadi penawaran yang paling murah di depan belum tentu paling murah setelah beberapa tahun. Penawaran Rp25 juta tetap wajar bila memang memuat pekerjaan yang tidak ada di paket murah, misalnya desain atau fitur yang dibuat khusus. Yang sebenarnya lebih mahal adalah penawaran dengan baris kosong paling banyak, karena baris yang kosong akan ditagih belakangan.

Enam Baris yang Sering Hilang dari Penawaran

Selisih sebesar itu membingungkan pemilik usaha karena penawaran jarang ditulis dengan daftar yang sama. Satu vendor memasukkan hosting, yang lain menagihnya terpisah. Satu memberi revisi sampai puas, yang lain membatasi dua kali. Sebagai pembanding harga komponen, panduan harga domain Hostinger edisi 2026 menaruh rata-rata domain di Rp140.000 sampai Rp280.000 per tahun.

Ada enam pertanyaan yang layak diajukan secara tertulis sebelum menyetujui penawaran apa pun.

Dari angka-angka itu, ada enam pertanyaan yang layak diajukan secara tertulis sebelum menyetujui penawaran apa pun.

1. Apakah domain sudah termasuk, dan untuk berapa tahun?

2. Apakah hosting termasuk, dan berapa biayanya tahun berikutnya?

3. Apakah sertifikat SSL terpasang tanpa biaya tambahan?

4. Apakah ada email dengan nama domain perusahaan?

5. Apakah halaman blog sudah disiapkan?

6. Berapa kali revisi yang gratis, dan siapa yang mengerjakannya?

Harga Tahun Pertama Belum Tentu Harga Tahun Kedua

Hostinger mengingatkan bahwa sebagian registrar memberi diskon besar di tahun pertama lalu menaikkan biaya perpanjangan. Pola serupa bisa muncul di paket website. Tanyakan harga perpanjangan sebelum membayar tahun pertama, karena di situlah selisih paling sering muncul belakangan.

Di BisnisOn, perpanjangan Rp1.500.000 per tahun, sama dengan harga paket awal, dan sudah mencakup hosting, domain, serta pemeliharaan agar website tetap aktif dan aman. Angka ini berada di bawah perkiraan biaya tahunan paling rendah versi Next IT tadi, meski cakupan pemeliharaan tiap vendor bisa berbeda. Rinciannya tertulis di bagian tanya jawab halaman company profile BisnisOn.

Isi Paket Rp1,5 Juta yang Bisa Dicocokkan dengan Daftar Tadi

Menurut paket company profile BisnisOn Rp1,5 juta per tahun, harga itu sudah termasuk website, email di domain perusahaan, hosting, sertifikat SSL, backup harian, halaman blog di alamat /blog, dan domain .com untuk tahun pertama. Pemilik yang sudah punya domain bisa mengarahkannya ke website baru.

Website dikerjakan tim BisnisOn, bukan template yang dipasang sendiri. Estimasi tayangnya 1 sampai 3 hari, dengan revisi sampai tampilan sesuai. Layanan SEO dan social media tersedia sebagai tambahan setelah website tayang, dan tidak termasuk dalam harga paket.

Cara Membaca Dua Penawaran Berdampingan

Ambil dua penawaran, tulis keenam pertanyaan tadi di satu tabel, lalu isi kolom tiap vendor. Baris yang kosong adalah biaya yang akan datang belakangan. Next IT menyarankan hal serupa, yaitu meminta penawaran tertulis yang memuat fitur, jumlah revisi, dan timeline, dan menganggap vendor yang menolak menuliskannya sebagai tanda bahaya.

Cakupan juga perlu dicocokkan dengan kebutuhan usaha. Company profile cocok untuk usaha jasa yang butuh kredibilitas. Usaha yang menjual produk dengan katalog dan pembayaran daring lebih dekat ke toko online, dan perhitungannya berbeda.

Harga yang jelas adalah harga yang setiap barisnya bisa disebutkan sebelum Anda membayar. Pelaku usaha yang ingin mencocokkan daftar ini dengan kebutuhannya bisa memakai konsultasi gratis BisnisOn tanpa komitmen.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HUT ke-70, SUCOFINDO Cabang Pontianak Salurkan Bantuan Renovasi Pondok Pesantren Al-I’tishom

Pontianak, (21/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak menyerahkan bantuan renovasi sarana dan prasarana kepada Pondok Pesantren Al-I’tishom yang berlokasi di Rasau Jaya Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO), sekaligus upaya perusahaan untuk terus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang Pendidikan Berkualitas, melalui dukungan terhadap penyediaan sarana pendidikan yang layak dan nyaman.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak, Leonardo Pardede kepada Kepala Pondok Pesantren Al-I’tishom, Ustadz Shalahudin. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung renovasi asrama putra dan putri serta masjid pondok pesantren, sehingga dapat menunjang kenyamanan para santri dalam menjalankan aktivitas pendidikan dan ibadah.

“Melalui program TJSL, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap bantuan renovasi ini dapat meningkatkan kenyamanan para santri dalam menuntut ilmu dan beribadah, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak dan kondusif,” ujarnya.

Leonardo Pardede menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki bekal pengetahuan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap fasilitas pendidikan keagamaan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ustadz Shalahudin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan PT SUCOFINDO (PERSERO) kepada pondok pesantren. Menurutnya, bantuan ini sejalan dengan kebutuhan pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas fasilitas bagi para santri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SUCOFINDO atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada Pondok Pesantren Al-I’tishom. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk memperbaiki fasilitas asrama dan masjid agar para santri dapat belajar, beristirahat, dan beribadah dengan lebih nyaman. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi seluruh keluarga besar pondok pesantren,” tuturnya.

Melalui semangat Ensuring Quality Protecting Trust, PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen untuk terus memperkuat peran perusahaan tidak hanya melalui layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC), tetapi juga melalui kontribusi sosial yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tiga Hari Penuh Keseruan dan Kolaborasi, MUKERNAS TDA 9.0 Ajak Pengusaha Bertumbuh Bersama

Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar MUKERNAS TDA 9.0 pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, dengan menghadirkan sekitar 500 pengurus dan pengusaha dari 119 daerah. Melalui rangkaian mini soccer, padel, city tour, leadership camp, hingga gala dinner, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat persahabatan, meningkatkan kapasitas bisnis, serta membuka peluang kolaborasi lintas daerah. TDA juga mengajak para pengusaha untuk bergabung dan bertumbuh bersama melalui TDA Passport

Dari mini soccer, padel, city tour, leadership camp hingga gala dinner, MUKERNAS TDA 9.0 menunjukkan bahwa membangun bisnis juga tentang persahabatan, pengalaman, dan kolaborasi. Pengusaha dari berbagai daerah diajak menjadi bagian dari Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas melalui TDA Passport.

SURABAYA, 21 Oktober 2026 — Belajar bisnis tidak harus selalu berlangsung di ruang seminar. Terkadang, peluang kolaborasi justru berawal dari obrolan santai, bermain olahraga bersama, menikmati kuliner, hingga perjalanan mengenal kota baru.

Suasana itulah yang mewarnai rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) TDA 9.0 yang digelar Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya.

Menghimpun sekitar 500 pengurus dan pengusaha dari jaringan TDA yang tersebar di 119 daerah, MUKERNAS bukan sekadar forum konsolidasi organisasi. Beragam aktivitas bisnis, olahraga, wisata, pengembangan kepemimpinan, dan hiburan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpengusaha.

Dengan mengusung tema “Memperluas Dampak Wirausaha bagi Ekonomi Nasional melalui Penguatan Bisnis dan Kemitraan Usaha Berbasis Teknologi”, TDA ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat dimulai dari hubungan yang kuat antarpelaku usaha.

Dari Mini Soccer dan Padel hingga Menjelajahi Surabaya

Keseruan MUKERNAS dimulai sejak Selasa, 13 Oktober 2026, melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan peserta dalam suasana lebih santai.

Melalui TDA Club Mini Soccer dan Padel, pengusaha dari berbagai daerah mendapat ruang untuk berkenalan, berolahraga, dan membangun kebersamaan di luar aktivitas bisnis sehari-hari.

Sementara itu, Surabaya Sightseeing City Tour (SSCT) mengajak peserta mengenal Kota Pahlawan dari sisi pariwisata, kuliner, dan potensi ekonomi lokal.

Suasana kebersamaan berlanjut melalui Gala Dinner yang menjadi momentum berkumpulnya pengusaha lintas daerah, sekaligus menghadirkan hiburan, penguatan jejaring, dan agenda kemitraan strategis.

Pada hari berikutnya, Surabaya Night Experience menghadirkan pengalaman menjelajahi suasana malam kota, termasuk kawasan Kalimas dan wisata kuliner.

Rangkaian kebersamaan juga dilengkapi Fun Run pada 15 Oktober serta agenda perjalanan Bromo Escape pada 15–16 Oktober 2026.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari semangat Connect Through Experience dan Connect Through Community, yakni membangun hubungan melalui aktivitas bersama yang menyenangkan.

Belajar dari Pengalaman Pengusaha, Bangun Bisnis Lebih Kuat

Di balik keseruan tersebut, MUKERNAS TDA 9.0 tetap menempatkan pengembangan kapasitas bisnis sebagai agenda penting.

Peserta mendapatkan kesempatan memperluas wawasan melalui HR Workshop bertema “Dari Talenta Menjadi Performa”, Business Growth Journey bersama Alfan Wahyuddin, CEO Asuka Engineering, serta Leadership Camp yang menekankan kepemimpinan, kerja sama, dan pengambilan keputusan.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bisnis bersama para pengusaha, termasuk Retno Puji Lestari dari Halana Group dan Shelma Ayu Desearsa dari Sheriz Beauty.

Chief Entrepreneur Development TDA 9.0, Dedy Syandera Putera, menegaskan pentingnya meningkatkan kemampuan pengusaha agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi.

“Peluang tidak otomatis menjadi pertumbuhan jika kapasitas pengusahanya tidak ikut berkembang.”

Melalui TDA Academy, komunitas ini juga mendorong pembelajaran bisnis yang lebih terstruktur, mulai dari manajemen, keuangan, pemasaran, pengelolaan SDM, teknologi, hingga pengembangan skala usaha.

Dari Pertemanan Menjadi Peluang Kolaborasi

MUKERNAS TDA 9.0 juga menjadi momentum penguatan kerja sama dengan tujuh mitra strategis, yaitu Podomoro University, Ciputra University, Kandela, IDCloudHost, IDEA, JNE, dan Asia Coach.

Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperluas akses pengusaha terhadap pengetahuan, teknologi, layanan bisnis, dan berbagai peluang pengembangan usaha.

Ketua Pelaksana MUKERNAS TDA 9.0 sekaligus Chief Ecosystem Development, Ichlasul Amal Rangga Winata, mengatakan hubungan yang dibangun dalam komunitas menjadi fondasi penting untuk menciptakan peluang bersama.

“Pengusaha tidak tumbuh sendirian. Ekosistem harus mampu mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Dari pertemuan menjadi peluang, dari peluang menjadi kolaborasi dan dampak.”

Menurut TDA, kegiatan olahraga, perjalanan wisata, forum pembelajaran, dan pertemuan bisnis memiliki tujuan yang saling melengkapi.

Hubungan personal membantu membangun kepercayaan, sementara program pengembangan bisnis dan teknologi memperluas kesempatan anggota untuk saling mendukung dan bekerja sama.

Ingin Punya Teman Bertumbuh dalam Bisnis? Yuk, Gabung TDA!

Semangat kebersamaan selama MUKERNAS TDA 9.0 juga menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat yang sedang merintis usaha maupun pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Melalui Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas, anggota dapat terhubung dengan sesama pengusaha, mengikuti kegiatan edukasi dan berbagi pengalaman bisnis, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kolaborasi.

TDA juga memperkuat konektivitas komunitas melalui platform TDA One dan pengembangan kapasitas anggota melalui TDA Academy.

Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, menegaskan bahwa jaringan komunitas harus mampu memberikan manfaat bagi pertumbuhan usaha anggotanya.

“Kita ingin pengusaha saling terkoneksi, kapasitasnya meningkat, pasarnya semakin luas, dan semakin banyak kolaborasi yang lahir. Ekonomi tumbuh, pengusaha juga harus ikut tumbuh.”

Bagi pengusaha yang ingin memiliki lingkungan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, menemukan mitra, dan bertumbuh bersama, TDA membuka kesempatan untuk bergabung melalui platform TDA Passport.

Calon anggota dapat mengakses https://passport.tangandiatas.com/login, memilih menu “Daftar sekarang”, melengkapi informasi diri dan bisnis, kemudian mengikuti proses pendaftaran sesuai wilayah TDA masing-masing.

Karena membangun bisnis tidak harus dijalani sendirian. Ada pengalaman yang bisa dibagikan, tantangan yang bisa dipelajari bersama, dan peluang baru yang mungkin lahir dari satu pertemuan.

Let’s Go Together. Let’s Connect Together.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Streaming Multiplatform Makin Ramai, Ini yang Perlu Diperhatikan Streamer

Jakarta, 21 Oktober 2026 – Platform livestreaming seperti YouTube, TikTok, Twitch, dan Kick terus berkembang dan menjangkau komunitas penonton di berbagai negara, termasuk Indonesia. Laporan Streamlabs dan Stream Hatchet mencatat 21,5 miliar jam tayangan di platform livestreaming yang dipantau selama kuartal II 2026, tumbuh 7,6 persen secara tahunan. Kick membukukan 1,34 miliar jam tayangan, meningkat 36,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Besarnya konsumsi konten live membuka peluang bagi streamer untuk memperluas komunitas melalui berbagai platform. Jika sebelumnya siaran ke sejumlah platform membutuhkan konfigurasi yang lebih kompleks, kini dukungan perangkat lunak dan layanan multistreaming memungkinkan kreator menayangkan satu sesi permainan secara bersamaan ke YouTube, TikTok, maupun Kick, sesuai ketentuan masing-masing platform.

Namun, kemampuan hardware dan software saja tidak cukup menjamin kelancaran siaran. Bagi streamer game kompetitif seperti VALORANT dan Counter-Strike 2, koneksi internet harus menangani pengiriman video, audio, komunikasi suara, dan aktivitas permainan secara bersamaan.

Ketika jaringan mengalami kepadatan trafik, kualitas video berpotensi menurun atau mengalami dropped frames. Sementara bagi pemain, peningkatan latensi atau ping, jitter, dan packet loss dapat mengganggu respons permainan. Dalam pertandingan kompetitif, keterlambatan beberapa milidetik sekalipun bisa memengaruhi hasil permainan.

Karena itu, memilih WiFi untuk streaming tidak cukup hanya mempertimbangkan kecepatan download. Kapasitas upload dan kestabilan koneksi juga menentukan kualitas siaran. Sebagai gambaran, YouTube merekomendasikan bitrate video 17 Mbps untuk livestream 1080p 60 fps menggunakan codec H.264. Kebutuhan koneksi aktual dapat lebih tinggi karena adanya audio, aplikasi pendukung, dan fluktuasi jaringan.

Perangkat lunak seperti OBS Studio menyediakan indikator dropped frames dan bitrate untuk memantau performa siaran. Ketika koneksi upload penuh, streamer dapat menyesuaikan bitrate atau menghentikan aktivitas transfer data lainnya. Namun, jika gangguan berasal dari kemampuan encoder komputer, meningkatkan kecepatan internet belum tentu menyelesaikan masalah.

Kebutuhan bandwidth juga bergantung pada metode distribusi siaran. Jika komputer mengirim video secara langsung ke tiga platform berbeda, total kebutuhan upload dapat meningkat. Sebaliknya, layanan berbasis cloud seperti Restream hanya membutuhkan satu aliran video dari streamer sebelum mendistribusikannya ke sejumlah platform.

Artinya, multistreaming tidak selalu membutuhkan kapasitas upload tiga kali lebih besar. Meski demikian, kestabilan jaringan tetap penting, khususnya ketika streamer bermain game online sambil bersiaran. Penggunaan kabel LAN umumnya lebih konsisten dibandingkan koneksi nirkabel, terutama pada jaringan yang digunakan banyak perangkat.

Bagi kreator yang membutuhkan WiFi untuk streaming sekaligus bermain game, Biznet Home menyediakan layanan internet fiber optik dengan kecepatan download dan upload simetris pada paket yang tersedia di wilayah layanannya. Kapasitas unggah yang sebanding dengan kecepatan unduh relevan untuk mendukung pengiriman video beresolusi tinggi.

Paket Biznet Home Gamers 3D dapat menjadi salah satu pilihan bagi streamer yang membutuhkan koneksi berkapasitas tinggi. Kendati demikian, kecepatan internet bukan satu-satunya penentu performa karena latensi juga dipengaruhi jaringan lokal, perangkat, dan server tujuan. Informasi paket serta cakupan layanan dapat diperiksa melalui situs resmi Biznet Home.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas

KAI Logistik, perusahaan penyedia Solusi logistik nasional, telah merampungkan pengiriman delapan unit kereta rel listrik (KRL) dari Banyuwangi menuju Stasiun Kalimas, Surabaya, pada akhir September 2026. Pengiriman sarana produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA tersebut merupakan bagian dari proyek pengadaan KRL sekaligus wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung distribusi produk industri perkeretaapian nasional.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan bahwa pengangkutan sarana perkeretaapian membutuhkan perencanaan menyeluruh, terutama karena karakteristik muatan yang berukuran besar dan berbobot tinggi. Kesiapan armada, pemilihan jalur, serta koordinasi operasional menjadi faktor penting untuk memastikan pengiriman berjalan sesuai kebutuhan proyek.

“Pengiriman delapan unit KRL ini mencerminkan kapabilitas KAI Logistik dalam menyediakan solusi logistik untuk kebutuhan khusus. Kami berupaya memastikan sarana produksi dalam negeri dapat didistribusikan dengan penanganan yang tepat, sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok industri perkeretaapian,” ujar Aniek.

Pengiriman tersebut ditangani melalui layanan project logistics pada segmen bisnis KALOG Pro. Dengan bobot setiap unit berkisar 29–37 ton dan total maksimal muatan yang diinformasikan mencapai sekitar 296 ton, proses pengangkutan memerlukan peralatan serta prosedur penanganan khusus. KAI Logistik menggunakan multi-axle trailer dengan konfigurasi 12 gandar untuk perjalanan darat dan kapal Landing Craft Tank (LCT) untuk penyeberangan laut, dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis serta karakteristik muatan.

Rangkaian perjalanan dimulai dari pabrik INKA di Banyuwangi menuju Pelabuhan LCM Ketapang. Dari pelabuhan tersebut, muatan diangkut melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi darat hingga Stasiun Kalimas sebagai titik tujuan akhir. Skema multimoda ini memungkinkan setiap tahapan perjalanan direncanakan secara terkoordinasi, mulai dari pemindahan muatan di lokasi asal hingga proses pengantaran ke stasiun tujuan.

Penanganan KRL tersebut melengkapi rekam jejak KAI Logistik dalam mengelola pengiriman heavy cargo untuk berbagai kebutuhan industri perkeretaapian. Portofolio pengangkutan perusahaan mencakup lokomotif, gerbong, rangkaian light rail transit (LRT), rel, kereta Multi Tie Tamper (MTT), mobil KPJ, rangka jembatan, wesel, suku cadang, hingga ecer balas. Ragam muatan tersebut menunjukkan pengalaman perusahaan dalam menangani kebutuhan logistik proyek yang memerlukan metode pengangkutan dan penanganan berbeda sesuai spesifikasi barang.

Aniek menambahkan bahwa penguatan layanan KALOG Pro menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyediakan solusi logistik yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. “Kami ingin terus menghadirkan layanan project logistics yang mampu menjawab tantangan pengiriman dengan karakteristik khusus, baik dari sisi dimensi, bobot, maupun kebutuhan multimoda. Melalui pengalaman dan kapabilitas yang kami miliki, KAI Logistik berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem industri perkeretaapian dan transportasi nasional,” tutup Aniek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MUNAS XII PERBARINDO: Tedy Alamsyah Kembali Pimpin Industri BPR & BPRS 2026 – 2030

JAKARTA, 21 Oktober 2026 – Tedy Alamsyah kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) periode 2026 – 2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XII Perbarindo yang digelar di Jakarta pada Senin – Rabu (19 – 21 Oktober 2026).

 

Tedy merupakan Ketua Umum Perbarindo periode 2022 – 2026 dan kini kembali dipercaya memimpin wadah bank perekonomian rakyat (BPR) dan bank perekonomian rakyat syariah (BPRS). Dia telah aktif di perhimpunan ini sejak 20 tahun lalu, sejak 2006. Dia pernah menduduki berbagai posisi di perhimpunan ini, yaitu sebagai Wakil Ketua Umum (2018 – 2022), Ketua Bidang Organisasi (2014 – 2018), dan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Yogyakarta.

 

Munas XII Perbarindo dihadiri 498 peserta dari seluruh wilayah Indonesia. Acara dibuka dengan tarian Medley Nusantara dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (PSM UKI) yang memukau. Selain itu juga hadir Dewan Pengawas, DPP, Dewan Pengurus Daerah (DPD), dan Dewan Pengurus Kabupaten/Kota (DPK) Perbarindo. Acara ini juga dihadiri oleh Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Dian Ediana Rae, dan Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Budi Joyo Santoso.

 

Munas XII memiliki 4 agenda utama. 1) Penetapan dan peninjauan kembali AD/ART. 2) Penetapan program umum perhimpunan. 3) Evaluasi Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat (DPP). 4) Pemilihan Ketua Umum DPP dan Penetapan Dewan Pengawas dan Pengurus Harian DPP untuk periode selanjutnya (2026 – 2030).

 

Selain Munas, juga diisi Seminar Nasional dengan tema “Akselerasi Peran dan Fungsi Industri BPR–BPRS sebagai Mitra Strategis UMKM untuk Meningkatkan Kontribusi Terhadap Ekonomi Nasional” oleh Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Pakar Ekonomi Indonesia Burhanuddin Abdullah, dan Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah OJK Ayahandayani. Dalam ajang ini, Perbarindo juga memberikan penghargaan kepada 29 mitra strategis.

 

“Secara resmi akan menyerahkan kembali bendera panji pataka Perbarindo kepada Ketua Umum terpilih, yaitu Bapak Tedy Alamsyah,” ujar Ketua Sidang Pleno Munas XII Joko Suyanto, Selasa (20/10/2026).

 

Setelah menerima bendera panji pataka Perbarindo, sebagai simbolis pelantikan Ketua Umum Perbarindo periode 2026 – 2030, Tedy Alamsyah menyampaikan, “Bismillahirahmanirrahim, saya Tedy Alamsyah Ketua Umum DPP Perbarindo terpilih periode 2026 – 2030 dengan ini menerima mandat secara simbolis bendera pataka Perbarindo. Tentunya dengan kerja sama bersama seluruh anggota Perbarindo, insyaallah kita BPR dan BPRS kembali di jalur yang tepat,” ujar Tedy.

 

Tedy menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Perbarindo yang secara aklamasi mempercayakan dirinya untuk kembali memimpin organisasi ini. “Saya siap mengemban mandat dari seluruh anggota Perbarindo sebagai alat perjuangan industri BPR dan BPRS sekaligus mitra strategis khususnya bagi regulator dan stakeholder lainnya,” ujar Tedy usai dilantik sebagai Ketua Umum Perbarindo.

 

Fokus Melayani UMKM

Dalam sambutannya, Tedy menegaskan bahwa ke depan industri BPR dan BPRS membutuhkan tata kelola yang lebih kuat, regulasi yang lebih fleksibel, dan kebutuhan transformasi digital. Menurutnya, BPR dan BPRS tetap konsisten berada di tengah masyarakat dengan mandat dan khittah untuk melayani usaha mikro dan kecil yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. “Salah satu tujuan industri BPR dan BPRS adalah memprioritaskan keberlanjutan usaha dengan melayani usaha mikro kecil di Indonesia dalam hal pembiayaan.”

 

Kinerja industri BPR dan BPRS hingga Juli 2026 menunjukkan perkembangan positif di tengah dinamika perekonomian dan tantangan industri keuangan. Dari sisi aset BPR tumbuh sebesar 4,25% secara tahunan, sedangkan BPRS tumbuh 12%. Dari sisi kredit dan pembiayaan, BPR tumbuh 3,12%, sedangkan BPRS naik 6,23%. Pada sisi penghimpunan dana, tabungan BPR tumbuh 4,21%, sedangkan BPRS tumbuh 10,27%. Deposito BPR tumbuh 2,14% dan deposito BPRS tumbuh 4,5%. Data ini memperlihatkan bahwa kepercayaan masyarakat tetap menjadi modal penting bagi keberlangsungan pengembangan industri BPR dan BPRS.

 

Dia menjelaskan, UMKM merupakan fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah menyebut jumlah UMKM telah melampaui 64 juta unit, berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB, dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Besarnya peran tersebut menjadikan peningkatan produktivitas, formalitas, kapasitas usaha, akses pasar, serta akses pembiayaan UMKM sebagai agenda strategis nasional.

 

Pada saat yang sama, kata dia, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025 dan 5,45 persen pada semester I-2026. Untuk menjaga kualitas pertumbuhan tersebut, diperlukan penguatan sumber pertumbuhan yang lebih merata secara spasial, produktif, inklusif, dan bertumpu pada aktivitas ekonomi riil di daerah.

 

Menurutnya, BPR dan BPRS menempati posisi yang khas. Kedekatan geografis dan kultural, pemahaman atas karakter usaha lokal, fleksibilitas pelayanan, serta kemampuan menerapkan pendekatan berbasis hubungan membuat BPR–BPRS relevan dalam melayani pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terjangkau bank umum atau memerlukan pendampingan lebih intensif.

 

“Peran BPR–BPRS tidak cukup hanya sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dana dan menyalurkan kredit atau pembiayaan, tetapi perlu dikembangkan menjadi mitra strategis bagi pertumbuhan UMKM,” tuturnya.

 

Susunan DPP Perbarindo Periode 2026 – 2030:

– Ketua Dewan Pengawas               : Joko Suyanto

– Ketua Umum DPP                          : Tedy Alamsyah

– Sekretaris Jenderal                        : Ahmad Ropik

– Bendahara Umum                          : Evi Damayanti

Otoritas Dukung Penguatan BPR & BPRS

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, OJK akan terus berupaya mewujudkan industri BPR dan BPRS yang mampu tumbuh menjadi bank yang berintegritas, tangguh, dan kontributif dalam memberikan akses keuangan kepada UMKM dan masyarakat di wilayahnya.

“Kami senantiasa mendukung implementasi roadmap pengembangan dan penguatan industri BPR, BPRS 2024 – 2027. Salah satu kebijakan strategis yang akan terus kami dorong adalah penguatan struktur dan daya saing agar industri BPR dan BPRS dapat meningkatkan pertumbuhan kegiatan usahanya ke depan mengantisipasi dampak gejolak perekonomian, menghadapi persaingan industri perbankan, serta menjalankan fungsi intermediasi yang semakin baik kepada masyarakat dan sektor UMKM. Oleh karena itu, OJK akan konsisten mengimplementasikan ketentuan pemenuhan modal inti minimum dan konsolidasi, termasuk mendorong sinergi BPR-BPRS dengan Bank Pembangunan Daerah dalam bentuk konsolidasi BPR-BPRS yang dimiliki oleh Pemda. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi perbankan terhadap penyaluran kredit untuk level mikro dan meningkatkan kualitas penerapan tata kelola di BPR dan BPRS.”

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi mengatakan, UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian nasional baik dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BPR dan BPRS memiliki peran strategis sebagai mitra keuangan UMKM di daerah. kedekatan dengan masyarakat, pemahaman terhadap karakteristik usaha lokal serta layanan yang lebih personal merupakan keunggulan BPR dan BPRS dalam menjawab kebutuhan pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha. Sejalan dengan tema seminar dan Munas XII, LPS berharap BPR dan BPRS dapat terus memperkuat perannya dalam memperluas akses layanan keuangan, mendukung pertumbuhan UMKM serta menggerakkan perekonomian daerah. Kami mengajak Perbarindo dan seluruh insan BPR-BPRS untuk bersama-sama memperkuat industri ini agar semakin sehat, tangguh, dan terpercaya. Dengan industri yang kuat, kita tidak hanya menjaga kepercayaan masyarakat, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM untuk berkembang dan memberikan kontribusi,” tegas Doddy.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan

DENPASAR — Bali Tech Week 2026 menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara. Pengalaman India dalam mengembangkan infrastruktur perdagangan digital terbuka melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC) turut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam forum teknologi tersebut.

Berlangsung pada 19 hingga 23 Oktober 2026, Bali Tech Week menghadirkan pelaku industri, pendiri startup, investor, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk memperkuat konektivitas bisnis dan mendorong inovasi digital. Bagi Indonesia dan India, forum ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan infrastruktur digital serta peluang kerja sama dalam ekonomi digital.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Bali Tech Week menjadi momentum untuk menghubungkan berbagai pelaku ekosistem digital yang selama ini kerap berinteraksi melalui forum dan agenda terpisah.

Melalui pertemuan lintas sektor, berbagai gagasan dan potensi kerja sama diharapkan dapat berkembang menjadi proyek serta peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata.

“Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” ujar Edwin dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Melalui Bali Tech Week, Kemkomdigi ingin memastikan pertemuan antarpelaku industri tidak berhenti pada diskusi atau pameran teknologi. Rangkaian kegiatan dirancang untuk membuka ruang pertemuan bisnis, penjajakan investasi, diskusi kebijakan, serta pertukaran pengalaman antara peserta dari dalam dan luar negeri.

Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut hadir melalui HUB.ID, program yang mempertemukan startup, investor, dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Dalam rangkaian Bali Tech Week 2026, lebih dari 900 pertemuan formal telah dijadwalkan melalui HUB.ID, di samping pertemuan informal yang turut membuka peluang kerja sama baru.

“Program ini dirancang agar koneksi yang terbangun dapat memberikan manfaat. Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” ucap Edwin.

Pengalaman India dalam Pengembangan Pasar Digital Terbuka

Dimensi kerja sama digital India dan Indonesia turut tercermin dalam sesi fireside chat bertajuk “Designing Open & Interoperable Digital Markets: What We Can Learn from ONDC”. Sesi yang berlangsung pada 19 Oktober 2026 di Garuda Stage, Ballroom 2, sebagai bagian dari program Fair Digital Markets ini menghadirkan Thampy Koshy, dengan Alvin Evander sebagai moderator.

Thampy Koshy dikenal atas perannya dalam pengembangan ONDC, inisiatif India yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka dan interoperabel. Pendekatan tersebut memungkinkan berbagai pelaku usaha dan platform terhubung dalam ekosistem perdagangan digital, dengan tujuan memperluas akses dan partisipasi pelaku pasar.

Pembahasan mengenai ONDC relevan dengan upaya Indonesia mengembangkan infrastruktur digital yang dapat menghubungkan pelaku usaha dan memperluas akses terhadap pasar. Salah satu inisiatif yang mengusung pendekatan tersebut adalah Indonesia Open Network (ION), jaringan perdagangan digital terbuka di Indonesia yang mengadaptasi arsitektur ONDC dari India.

ION dikembangkan untuk mendukung interoperabilitas dalam ekosistem perdagangan digital, sehingga pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), berpeluang menjangkau pasar melalui konektivitas yang lebih luas. Pengalaman India melalui ONDC menjadi salah satu referensi dalam memahami bagaimana pendekatan berbasis jaringan terbuka dapat diterapkan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

Keterlibatan Thampy Koshy dalam Bali Tech Week memberikan ruang bagi pertukaran gagasan mengenai pengembangan pasar digital terbuka, sekaligus memperluas diskusi tentang peluang penerapan pendekatan serupa di Indonesia. Pembahasan ini juga menempatkan interoperabilitas dan konektivitas bisnis sebagai bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem perdagangan digital lintas negara.

Mempertemukan Ekosistem Digital Regional dan Global

Bali Tech Week 2026 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan 13 kegiatan utama yang membahas beragam bidang, mulai dari startup dan investasi, gim, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, aset digital, pengembangan perusahaan, hingga kebijakan digital. Setiap kegiatan memiliki fokus dan komunitas tersendiri, tetapi terhubung dalam satu momentum untuk memperluas jejaring dan peluang kolaborasi.

Penyelenggaraan perdana ini menargetkan keterlibatan luas dari komunitas teknologi nasional dan internasional. Bali Tech Week menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari luar negeri dan keterwakilan lebih dari 35 negara.

Rangkaian kegiatan juga melibatkan lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, serta lebih dari 100 investor, dengan dukungan 13 mitra penyelenggara acara.

Edwin menilai keberagaman peserta tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Bali Tech Week. Pertemuan berbagai pengalaman, pasar, dan gagasan dapat membantu pelaku ekosistem digital mengenali kebutuhan satu sama lain, memperluas akses terhadap mitra strategis, serta membuka jalan bagi inovasi Indonesia untuk berkembang di tingkat regional maupun global.

Semangat tersebut tercermin dalam tema Bali Tech Week 2026, “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Tema ini menegaskan pentingnya menghubungkan potensi, talenta, dan kekuatan lokal Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah agar manfaat ekonomi digital dapat tumbuh lebih merata.

“Kepada para pendiri dan inovator Indonesia, saya berharap Anda meninggalkan Bali dengan jejaring baru, perspektif yang lebih luas, dan peluang untuk menjangkau pasar regional maupun global. Bagi investor dan pemimpin bisnis, semoga pertemuan ini mempertemukan Anda dengan orang-orang dan gagasan yang layak ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir,” tutur Edwin.

Melalui rangkaian pertemuan bisnis dan diskusi lintas sektor, Bali Tech Week 2026 diharapkan dapat mendorong terbentuknya kemitraan yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan pasar. Bagi Indonesia dan India, pertukaran pengalaman dalam pengembangan infrastruktur perdagangan digital juga membuka ruang untuk memperkuat konektivitas bisnis dan menjajaki peluang kolaborasi dalam ekonomi digital regional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES