KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas

KAI Logistik, perusahaan penyedia Solusi logistik nasional, telah merampungkan pengiriman delapan unit kereta rel listrik (KRL) dari Banyuwangi menuju Stasiun Kalimas, Surabaya, pada akhir September 2026. Pengiriman sarana produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA tersebut merupakan bagian dari proyek pengadaan KRL sekaligus wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung distribusi produk industri perkeretaapian nasional.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan bahwa pengangkutan sarana perkeretaapian membutuhkan perencanaan menyeluruh, terutama karena karakteristik muatan yang berukuran besar dan berbobot tinggi. Kesiapan armada, pemilihan jalur, serta koordinasi operasional menjadi faktor penting untuk memastikan pengiriman berjalan sesuai kebutuhan proyek.

“Pengiriman delapan unit KRL ini mencerminkan kapabilitas KAI Logistik dalam menyediakan solusi logistik untuk kebutuhan khusus. Kami berupaya memastikan sarana produksi dalam negeri dapat didistribusikan dengan penanganan yang tepat, sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok industri perkeretaapian,” ujar Aniek.

Pengiriman tersebut ditangani melalui layanan project logistics pada segmen bisnis KALOG Pro. Dengan bobot setiap unit berkisar 29–37 ton dan total maksimal muatan yang diinformasikan mencapai sekitar 296 ton, proses pengangkutan memerlukan peralatan serta prosedur penanganan khusus. KAI Logistik menggunakan multi-axle trailer dengan konfigurasi 12 gandar untuk perjalanan darat dan kapal Landing Craft Tank (LCT) untuk penyeberangan laut, dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis serta karakteristik muatan.

Rangkaian perjalanan dimulai dari pabrik INKA di Banyuwangi menuju Pelabuhan LCM Ketapang. Dari pelabuhan tersebut, muatan diangkut melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi darat hingga Stasiun Kalimas sebagai titik tujuan akhir. Skema multimoda ini memungkinkan setiap tahapan perjalanan direncanakan secara terkoordinasi, mulai dari pemindahan muatan di lokasi asal hingga proses pengantaran ke stasiun tujuan.

Penanganan KRL tersebut melengkapi rekam jejak KAI Logistik dalam mengelola pengiriman heavy cargo untuk berbagai kebutuhan industri perkeretaapian. Portofolio pengangkutan perusahaan mencakup lokomotif, gerbong, rangkaian light rail transit (LRT), rel, kereta Multi Tie Tamper (MTT), mobil KPJ, rangka jembatan, wesel, suku cadang, hingga ecer balas. Ragam muatan tersebut menunjukkan pengalaman perusahaan dalam menangani kebutuhan logistik proyek yang memerlukan metode pengangkutan dan penanganan berbeda sesuai spesifikasi barang.

Aniek menambahkan bahwa penguatan layanan KALOG Pro menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyediakan solusi logistik yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. “Kami ingin terus menghadirkan layanan project logistics yang mampu menjawab tantangan pengiriman dengan karakteristik khusus, baik dari sisi dimensi, bobot, maupun kebutuhan multimoda. Melalui pengalaman dan kapabilitas yang kami miliki, KAI Logistik berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem industri perkeretaapian dan transportasi nasional,” tutup Aniek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MUNAS XII PERBARINDO: Tedy Alamsyah Kembali Pimpin Industri BPR & BPRS 2026 – 2030

JAKARTA, 21 Oktober 2026 – Tedy Alamsyah kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) periode 2026 – 2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XII Perbarindo yang digelar di Jakarta pada Senin – Rabu (19 – 21 Oktober 2026).

 

Tedy merupakan Ketua Umum Perbarindo periode 2022 – 2026 dan kini kembali dipercaya memimpin wadah bank perekonomian rakyat (BPR) dan bank perekonomian rakyat syariah (BPRS). Dia telah aktif di perhimpunan ini sejak 20 tahun lalu, sejak 2006. Dia pernah menduduki berbagai posisi di perhimpunan ini, yaitu sebagai Wakil Ketua Umum (2018 – 2022), Ketua Bidang Organisasi (2014 – 2018), dan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Yogyakarta.

 

Munas XII Perbarindo dihadiri 498 peserta dari seluruh wilayah Indonesia. Acara dibuka dengan tarian Medley Nusantara dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (PSM UKI) yang memukau. Selain itu juga hadir Dewan Pengawas, DPP, Dewan Pengurus Daerah (DPD), dan Dewan Pengurus Kabupaten/Kota (DPK) Perbarindo. Acara ini juga dihadiri oleh Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Dian Ediana Rae, dan Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Budi Joyo Santoso.

 

Munas XII memiliki 4 agenda utama. 1) Penetapan dan peninjauan kembali AD/ART. 2) Penetapan program umum perhimpunan. 3) Evaluasi Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat (DPP). 4) Pemilihan Ketua Umum DPP dan Penetapan Dewan Pengawas dan Pengurus Harian DPP untuk periode selanjutnya (2026 – 2030).

 

Selain Munas, juga diisi Seminar Nasional dengan tema “Akselerasi Peran dan Fungsi Industri BPR–BPRS sebagai Mitra Strategis UMKM untuk Meningkatkan Kontribusi Terhadap Ekonomi Nasional” oleh Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Pakar Ekonomi Indonesia Burhanuddin Abdullah, dan Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah OJK Ayahandayani. Dalam ajang ini, Perbarindo juga memberikan penghargaan kepada 29 mitra strategis.

 

“Secara resmi akan menyerahkan kembali bendera panji pataka Perbarindo kepada Ketua Umum terpilih, yaitu Bapak Tedy Alamsyah,” ujar Ketua Sidang Pleno Munas XII Joko Suyanto, Selasa (20/10/2026).

 

Setelah menerima bendera panji pataka Perbarindo, sebagai simbolis pelantikan Ketua Umum Perbarindo periode 2026 – 2030, Tedy Alamsyah menyampaikan, “Bismillahirahmanirrahim, saya Tedy Alamsyah Ketua Umum DPP Perbarindo terpilih periode 2026 – 2030 dengan ini menerima mandat secara simbolis bendera pataka Perbarindo. Tentunya dengan kerja sama bersama seluruh anggota Perbarindo, insyaallah kita BPR dan BPRS kembali di jalur yang tepat,” ujar Tedy.

 

Tedy menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Perbarindo yang secara aklamasi mempercayakan dirinya untuk kembali memimpin organisasi ini. “Saya siap mengemban mandat dari seluruh anggota Perbarindo sebagai alat perjuangan industri BPR dan BPRS sekaligus mitra strategis khususnya bagi regulator dan stakeholder lainnya,” ujar Tedy usai dilantik sebagai Ketua Umum Perbarindo.

 

Fokus Melayani UMKM

Dalam sambutannya, Tedy menegaskan bahwa ke depan industri BPR dan BPRS membutuhkan tata kelola yang lebih kuat, regulasi yang lebih fleksibel, dan kebutuhan transformasi digital. Menurutnya, BPR dan BPRS tetap konsisten berada di tengah masyarakat dengan mandat dan khittah untuk melayani usaha mikro dan kecil yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. “Salah satu tujuan industri BPR dan BPRS adalah memprioritaskan keberlanjutan usaha dengan melayani usaha mikro kecil di Indonesia dalam hal pembiayaan.”

 

Kinerja industri BPR dan BPRS hingga Juli 2026 menunjukkan perkembangan positif di tengah dinamika perekonomian dan tantangan industri keuangan. Dari sisi aset BPR tumbuh sebesar 4,25% secara tahunan, sedangkan BPRS tumbuh 12%. Dari sisi kredit dan pembiayaan, BPR tumbuh 3,12%, sedangkan BPRS naik 6,23%. Pada sisi penghimpunan dana, tabungan BPR tumbuh 4,21%, sedangkan BPRS tumbuh 10,27%. Deposito BPR tumbuh 2,14% dan deposito BPRS tumbuh 4,5%. Data ini memperlihatkan bahwa kepercayaan masyarakat tetap menjadi modal penting bagi keberlangsungan pengembangan industri BPR dan BPRS.

 

Dia menjelaskan, UMKM merupakan fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah menyebut jumlah UMKM telah melampaui 64 juta unit, berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB, dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Besarnya peran tersebut menjadikan peningkatan produktivitas, formalitas, kapasitas usaha, akses pasar, serta akses pembiayaan UMKM sebagai agenda strategis nasional.

 

Pada saat yang sama, kata dia, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025 dan 5,45 persen pada semester I-2026. Untuk menjaga kualitas pertumbuhan tersebut, diperlukan penguatan sumber pertumbuhan yang lebih merata secara spasial, produktif, inklusif, dan bertumpu pada aktivitas ekonomi riil di daerah.

 

Menurutnya, BPR dan BPRS menempati posisi yang khas. Kedekatan geografis dan kultural, pemahaman atas karakter usaha lokal, fleksibilitas pelayanan, serta kemampuan menerapkan pendekatan berbasis hubungan membuat BPR–BPRS relevan dalam melayani pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terjangkau bank umum atau memerlukan pendampingan lebih intensif.

 

“Peran BPR–BPRS tidak cukup hanya sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dana dan menyalurkan kredit atau pembiayaan, tetapi perlu dikembangkan menjadi mitra strategis bagi pertumbuhan UMKM,” tuturnya.

 

Susunan DPP Perbarindo Periode 2026 – 2030:

– Ketua Dewan Pengawas               : Joko Suyanto

– Ketua Umum DPP                          : Tedy Alamsyah

– Sekretaris Jenderal                        : Ahmad Ropik

– Bendahara Umum                          : Evi Damayanti

Otoritas Dukung Penguatan BPR & BPRS

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, OJK akan terus berupaya mewujudkan industri BPR dan BPRS yang mampu tumbuh menjadi bank yang berintegritas, tangguh, dan kontributif dalam memberikan akses keuangan kepada UMKM dan masyarakat di wilayahnya.

“Kami senantiasa mendukung implementasi roadmap pengembangan dan penguatan industri BPR, BPRS 2024 – 2027. Salah satu kebijakan strategis yang akan terus kami dorong adalah penguatan struktur dan daya saing agar industri BPR dan BPRS dapat meningkatkan pertumbuhan kegiatan usahanya ke depan mengantisipasi dampak gejolak perekonomian, menghadapi persaingan industri perbankan, serta menjalankan fungsi intermediasi yang semakin baik kepada masyarakat dan sektor UMKM. Oleh karena itu, OJK akan konsisten mengimplementasikan ketentuan pemenuhan modal inti minimum dan konsolidasi, termasuk mendorong sinergi BPR-BPRS dengan Bank Pembangunan Daerah dalam bentuk konsolidasi BPR-BPRS yang dimiliki oleh Pemda. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi perbankan terhadap penyaluran kredit untuk level mikro dan meningkatkan kualitas penerapan tata kelola di BPR dan BPRS.”

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi mengatakan, UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian nasional baik dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BPR dan BPRS memiliki peran strategis sebagai mitra keuangan UMKM di daerah. kedekatan dengan masyarakat, pemahaman terhadap karakteristik usaha lokal serta layanan yang lebih personal merupakan keunggulan BPR dan BPRS dalam menjawab kebutuhan pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha. Sejalan dengan tema seminar dan Munas XII, LPS berharap BPR dan BPRS dapat terus memperkuat perannya dalam memperluas akses layanan keuangan, mendukung pertumbuhan UMKM serta menggerakkan perekonomian daerah. Kami mengajak Perbarindo dan seluruh insan BPR-BPRS untuk bersama-sama memperkuat industri ini agar semakin sehat, tangguh, dan terpercaya. Dengan industri yang kuat, kita tidak hanya menjaga kepercayaan masyarakat, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM untuk berkembang dan memberikan kontribusi,” tegas Doddy.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan

DENPASAR — Bali Tech Week 2026 menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara. Pengalaman India dalam mengembangkan infrastruktur perdagangan digital terbuka melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC) turut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam forum teknologi tersebut.

Berlangsung pada 19 hingga 23 Oktober 2026, Bali Tech Week menghadirkan pelaku industri, pendiri startup, investor, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk memperkuat konektivitas bisnis dan mendorong inovasi digital. Bagi Indonesia dan India, forum ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan infrastruktur digital serta peluang kerja sama dalam ekonomi digital.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Bali Tech Week menjadi momentum untuk menghubungkan berbagai pelaku ekosistem digital yang selama ini kerap berinteraksi melalui forum dan agenda terpisah.

Melalui pertemuan lintas sektor, berbagai gagasan dan potensi kerja sama diharapkan dapat berkembang menjadi proyek serta peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata.

“Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” ujar Edwin dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Melalui Bali Tech Week, Kemkomdigi ingin memastikan pertemuan antarpelaku industri tidak berhenti pada diskusi atau pameran teknologi. Rangkaian kegiatan dirancang untuk membuka ruang pertemuan bisnis, penjajakan investasi, diskusi kebijakan, serta pertukaran pengalaman antara peserta dari dalam dan luar negeri.

Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut hadir melalui HUB.ID, program yang mempertemukan startup, investor, dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Dalam rangkaian Bali Tech Week 2026, lebih dari 900 pertemuan formal telah dijadwalkan melalui HUB.ID, di samping pertemuan informal yang turut membuka peluang kerja sama baru.

“Program ini dirancang agar koneksi yang terbangun dapat memberikan manfaat. Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” ucap Edwin.

Pengalaman India dalam Pengembangan Pasar Digital Terbuka

Dimensi kerja sama digital India dan Indonesia turut tercermin dalam sesi fireside chat bertajuk “Designing Open & Interoperable Digital Markets: What We Can Learn from ONDC”. Sesi yang berlangsung pada 19 Oktober 2026 di Garuda Stage, Ballroom 2, sebagai bagian dari program Fair Digital Markets ini menghadirkan Thampy Koshy, dengan Alvin Evander sebagai moderator.

Thampy Koshy dikenal atas perannya dalam pengembangan ONDC, inisiatif India yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka dan interoperabel. Pendekatan tersebut memungkinkan berbagai pelaku usaha dan platform terhubung dalam ekosistem perdagangan digital, dengan tujuan memperluas akses dan partisipasi pelaku pasar.

Pembahasan mengenai ONDC relevan dengan upaya Indonesia mengembangkan infrastruktur digital yang dapat menghubungkan pelaku usaha dan memperluas akses terhadap pasar. Salah satu inisiatif yang mengusung pendekatan tersebut adalah Indonesia Open Network (ION), jaringan perdagangan digital terbuka di Indonesia yang mengadaptasi arsitektur ONDC dari India.

ION dikembangkan untuk mendukung interoperabilitas dalam ekosistem perdagangan digital, sehingga pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), berpeluang menjangkau pasar melalui konektivitas yang lebih luas. Pengalaman India melalui ONDC menjadi salah satu referensi dalam memahami bagaimana pendekatan berbasis jaringan terbuka dapat diterapkan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

Keterlibatan Thampy Koshy dalam Bali Tech Week memberikan ruang bagi pertukaran gagasan mengenai pengembangan pasar digital terbuka, sekaligus memperluas diskusi tentang peluang penerapan pendekatan serupa di Indonesia. Pembahasan ini juga menempatkan interoperabilitas dan konektivitas bisnis sebagai bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem perdagangan digital lintas negara.

Mempertemukan Ekosistem Digital Regional dan Global

Bali Tech Week 2026 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan 13 kegiatan utama yang membahas beragam bidang, mulai dari startup dan investasi, gim, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, aset digital, pengembangan perusahaan, hingga kebijakan digital. Setiap kegiatan memiliki fokus dan komunitas tersendiri, tetapi terhubung dalam satu momentum untuk memperluas jejaring dan peluang kolaborasi.

Penyelenggaraan perdana ini menargetkan keterlibatan luas dari komunitas teknologi nasional dan internasional. Bali Tech Week menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari luar negeri dan keterwakilan lebih dari 35 negara.

Rangkaian kegiatan juga melibatkan lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, serta lebih dari 100 investor, dengan dukungan 13 mitra penyelenggara acara.

Edwin menilai keberagaman peserta tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Bali Tech Week. Pertemuan berbagai pengalaman, pasar, dan gagasan dapat membantu pelaku ekosistem digital mengenali kebutuhan satu sama lain, memperluas akses terhadap mitra strategis, serta membuka jalan bagi inovasi Indonesia untuk berkembang di tingkat regional maupun global.

Semangat tersebut tercermin dalam tema Bali Tech Week 2026, “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Tema ini menegaskan pentingnya menghubungkan potensi, talenta, dan kekuatan lokal Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah agar manfaat ekonomi digital dapat tumbuh lebih merata.

“Kepada para pendiri dan inovator Indonesia, saya berharap Anda meninggalkan Bali dengan jejaring baru, perspektif yang lebih luas, dan peluang untuk menjangkau pasar regional maupun global. Bagi investor dan pemimpin bisnis, semoga pertemuan ini mempertemukan Anda dengan orang-orang dan gagasan yang layak ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir,” tutur Edwin.

Melalui rangkaian pertemuan bisnis dan diskusi lintas sektor, Bali Tech Week 2026 diharapkan dapat mendorong terbentuknya kemitraan yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan pasar. Bagi Indonesia dan India, pertukaran pengalaman dalam pengembangan infrastruktur perdagangan digital juga membuka ruang untuk memperkuat konektivitas bisnis dan menjajaki peluang kolaborasi dalam ekonomi digital regional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Sinergi portofolio solusi digital untuk mendukung transformasi pendidikan yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan operasional hingga proses pembelajaran.

PT Metra-Net (Metranet), anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bidang business to business (B2B) IT solution berbasis big data dan artificial intelligence (AI), menjalin kerja sama strategis dengan PT Jalin Mayantara Indonesia (Jayantara) untuk memperluas pemanfaatan solusi digital di sektor pendidikan Indonesia. Kolaborasi ini menjadi langkah kedua perusahaan dalam mengoptimalkan sinergi kapabilitas dan portofolio produk digital guna mendukung transformasi digital yang lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Faisal Yusuf, Direktur Bisnis Metranet, dan Rakhmat Farunuddin, Direktur Jayantara, pada 7 Oktober 2026. Melalui kolaborasi ini, Metranet dan Jayantara melihat digitalisasi pendidikan sebagai upaya yang tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi secara individual, tetapi juga pada keterhubungan berbagai proses dalam ekosistem pendidikan. Mulai dari penerimaan peserta didik, pengelolaan operasional lembaga pendidikan, manajemen kehadiran, hingga penyelenggaraan pembelajaran digital, setiap proses memiliki peran penting dalam membangun layanan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dengan menggabungkan kapabilitas serta portofolio yang dimiliki masing-masing pihak, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan pendidikan.

Direktur Bisnis Metranet, Faisal Yusuf, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Jayantara merupakan bagian dari komitmen Metranet untuk berkontribusi dalam mempercepat transformasi digital nasional, termasuk di sektor pendidikan.

“Sinergi bersama Jayantara memungkinkan kami membawa solusi digital yang lebih komprehensif, efisien, dan mudah diakses oleh berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Kami yakin portofolio ini dapat menjawab tantangan digitalisasi pendidikan secara berkelanjutan,” ujar Faisal.

Adapun portofolio solusi digital yang menjadi bagian dari kolaborasi ini mencakup lima solusi yang mendukung berbagai kebutuhan institusi pendidikan, yaitu:

– SPMB Online, solusi sistem penerimaan mahasiswa dan peserta didik baru secara daring dan terintegrasi.

– Posgram + ASIQ, layanan pendukung operasional sekolah dan sistem informasi manajemen terpadu.

– Masook Pendidikan, platform presensi dan manajemen kehadiran digital berbasis biometrik.

– SIMDIO, Sistem Informasi Manajemen untuk sekolah dan lembaga pendidikan.

– LMSDIO, Learning Management System (LMS) untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis digital.

Portofolio tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari administrasi hingga proses pembelajaran. Pemanfaatan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi diharapkan dapat mendukung efektivitas operasional sekaligus menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Bagi Metranet, kolaborasi ini sejalan dengan perannya sebagai penyedia solusi teknologi digital bagi segmen business to business (B2B). Melalui kemitraan strategis dan pengembangan portofolio solusi yang relevan, Metranet terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas operasional dan kualitas layanan di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bravy: Package Collective Tak Ingin Musik Terjebak dalam Kotak Genre, Hadirkan 26 Talent Dalam 1 Album

Package Collective resmi rilis Package Album Vol. 3 pada 19 Oktober 2026, dengan menghadirkan 23 track dari 26 talent termasuk Nama-nama besar seperti Whisnu Santika, Bravy, dan Mister Aloy. Melalui album ini, kolektif musik asal Jakarta tersebut ingin menunjukan beragam karakter musikal dari para talent yang berada di dalamnya dan selama ini telah berkembang dengan identitasnya masing-masing.

Jakarta, 21 Oktober 2026, Package Collective resmi rilis Package Album Vol. 3 pada 19 Oktober 2026, dengan menghadirkan 23 track dari 26 talent termasuk Nama-nama besar seperti Whisnu Santika, Bravy, dan Mister Aloy. Melalui album ini, kolektif musik asal Jakarta tersebut ingin menunjukan beragam karakter musikal dari para talent yang berada di dalamnya dan selama ini telah berkembang dengan identitasnya masing-masing. 

Bagi Package Collective, keberagaman genre yang ada di dalam tubuh mereka merupakan bagian dari identitas yang ingin terus dibawa sejak awal. Bravy menjelaskan bahwa album ini adalah ruang bagi setiap talent untuk bisa menunjukan karakter musikalnya masing-masing sekaligus memperlihatkan bahwa Package Collective tidak terbatas hanya pada satu warna musik saja. 

“Kita pengen menunjukkan bahwa kolektif itu bukan semata-mata punya warna yang sama, justru serunya ada di perbedaan itu. Beda-beda warna, beda-beda karakter musik, beda-beda taste of music, dan semuanya kita jadikan satu di Package Album Vol. 3,” ujar Bravy, Leader dari Package Collective.

Package Album Vol. 3 yang menghadirkan 23 track dari 26 talent ini juga menjadi ruang bagi para talent untuk bisa menuangkan ide kreatif dengan pendekatannya masing-masing. Whisnu Santika, Bravy, dan Mister Aloy menjadi beberapa nama yang terlibat di dalamnya, bersama talent Package Collective lainnya. Album ini tidak menempatkan setiap talent dalam satu pola yang sama, melainkan menghadirkan beragam karakter dan eksplorasi musik dalam satu proyek kolektif.

Album ini juga menjadi bagian dari perjalanan Package Collective yang sudah memasuki tahun keempat. Bukan hal yang mudah untuk dapat mengarungi empat tahun yang sudah dijalani, namun dengan hadirnya album ini menjadi refleksi melihat bagaimana setiap talent tumbuh dengan caranya sendiri, sekaligus menemukan kemungkinan baru ketika kembali berkarya bersama.

Berangkat dari filosofi “Stop Competition, Start Collaboration.”, menjadi bukti bahwa bagaimana perbedaan karakter dan selera musik dapat menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang tanpa harus diseragamkan. Lewat album ini pula, audiens diberikan kesempatan untuk dapat mengenal setiap talent yang berada di dalam Package collective secara lebih dekat. 

Memasuki babak berikutnya, Package Collective turut memperkenalkan empat sub-team dengan identitas kreatif yang berbeda, yaitu Ω OMEGA, Δ DELTA, Σ SIGMA, dan Λ LAMBDA. Omega mengedepankan kematangan dan presisi musikal; Delta bergerak secara dinamis dan adaptif; Sigma mengeksplorasi pendekatan yang independen dan tidak konvensional; sementara Lambda berorientasi pada eksplorasi dan kemungkinan musikal ke depan. Keempat tim ini dirancang sebagai ruang bagi para talent untuk mengembangkan karakter dan pendekatan performance masing-masing, bukan sebagai pembagian berdasarkan peringkat atau kualitas.

Syifa, Manager of Package Collective, melihat keberagaman tersebut sebagai salah satu kekuatan utama Package. 

“Selama empat tahun ini, setiap talent berkembang dengan cara dan jalannya masing-masing. Buat gue, kekuatan Package justru ada pada perbedaan karakter, selera musik, dan cara berekspresi yang kita punya. Lewat Omega, Delta, Sigma, dan Lambda, kita ingin memberi ruang bagi karakter itu untuk terus berkembang, sekaligus membuka lebih banyak kemungkinan kolaborasi dan eksplorasi performance,” ujar Syifa.

Ke depan, Package Collective juga tengah menyiapkan rencana tur dengan format empat sub-team tersebut. Dalam rencana ini, setiap tim akan tampil sebagai unit tersendiri. Jadwal, kota, dan detail penyelenggaraan tur belum diumumkan.

Melalui Package Album Vol. 3 dan pengenalan empat sub-team, Package Collective melanjutkan upayanya membangun ruang kolaborasi bagi talent dengan karakter dan perspektif kreatif yang beragam. Perjalanan ini berangkat dari keyakinan bahwa perbedaan pendekatan dapat menjadi titik temu untuk menciptakan karya baru dan ikut memperkaya ekosistem musik elektronik Indonesia.

Package Album Vol. 3 tersedia di berbagai platform streaming digital mulai 19 Oktober 2026.

Dengarkan album: [Listen Here]

Album artwork: [Click Here]

Foto Package Collective: [See Here]

Tracklist Package Album Vol. 3

Adnan Veron – “S4x”

Akeey – “Calica”

Arsyih Idrak – “Let It Pop”

Bravy, Mambaboy – “Feel The Beat”

BULLO – “Move Your Body”

DEKA – “Away Now”

Duck Head – “Punk Mariachi”

Erga – “Come Back”

Hbrp – “TRENDSETTER”

JayJax – “JOGETS”

KEEBO – “Samba”

LENN – “Shake That Thing”

Liquid Silva – “Wagwan”

Drwe – “It’s Time To Get Funkie”

Mister Aloy, PARKZ – “Jungle Madness”

Steve Chris, Nicole Robertson – “Summer of Love”

Nyxx – “In My Bones”

Only, Venus – “BOUNCE”

Rey Putra, Syf – “Sugar Rush”

Robstee – “BassLin3”

Roni Joni – “TAKE ME HIGHER”

Whisnu Santika – “Alright”

Wyntella – “Touching Me”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

OJK Usulkan Pajak Kripto Turun Jadi 0,1%, Peluang Dorong Transaksi Pengguna

Jakarta, 21 Oktober 2026 – Usulan penurunan tarif pajak transaksi aset kripto dari 0,21% menjadi 0,1% menjadi perhatian pelaku industri aset digital di Indonesia. Penyesuaian tersebut dinilai berpotensi meringankan biaya transaksi pengguna, meningkatkan daya saing platform domestik, serta mendukung pertumbuhan bisnis dan aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 final atas transaksi penjualan aset kripto. Saat ini, tarif yang berlaku sebesar 0,21% sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa industri tengah mendorong penyesuaian tarif menjadi 0,1%. Usulan tersebut disampaikan dalam seminar bertajuk Taxes, Digital Economy, and Crypto assets: Perspective of Shariah, sebagaimana diberitakan DDTCNews pada Jumat (16/10/2026).

Tarif 0,1% yang diusulkan tersebut setara dengan tarif PPh final atas transaksi penjualan saham di bursa efek. Menurut OJK, penyesuaian ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong perdagangan aset kripto melalui pedagang dalam negeri yang terdaftar, alih-alih melalui platform asing.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kebijakan perpajakan yang kompetitif dapat menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri aset kripto. Menurutnya, biaya transaksi merupakan aspek yang patut diperhatikan karena dapat memengaruhi pengalaman pengguna dan aktivitas perdagangan.

“Penyesuaian tarif pajak yang lebih kompetitif berpotensi membantu pengguna mengelola biaya transaksi dengan lebih efisien. Dari perspektif industri, kebijakan ini juga dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung daya saing platform dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekosistem aset digital Indonesia,” kata Yudho.

Tarif Lebih Rendah Berpotensi Ringankan Biaya Pengguna

Apabila usulan penurunan tarif tersebut disetujui pemerintah, pengguna berpotensi merasakan pengurangan beban pajak atas transaksi penjualan aset kripto. Dampaknya dapat terlihat dari selisih pajak yang dibayarkan pada nilai transaksi yang sama.

Sebagai ilustrasi, pada transaksi penjualan aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), senilai Rp10 juta, pajak dengan tarif 0,21% mencapai Rp21.000. Jika tarif turun menjadi 0,1%, pajaknya menjadi Rp10.000. Dengan demikian, terdapat potensi penghematan sebesar Rp11.000 untuk transaksi tersebut.

Sementara itu, pada transaksi senilai Rp100 juta, pajak dengan tarif 0,21% mencapai Rp210.000. Jika tarif menjadi 0,1%, pajaknya turun menjadi Rp100.000, atau terdapat selisih sebesar Rp110.000. Secara persentase, penurunan tarif tersebut setara dengan pengurangan beban PPh transaksi sekitar 52,38%.

Simulasi ini menunjukkan bahwa semakin besar nilai transaksi penjualan, semakin besar pula selisih nominal pajak yang berpotensi dihemat. Bagi pengguna yang aktif bertransaksi, pengurangan biaya tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengelola aktivitas perdagangan mereka.

“Bagi pengguna, biaya transaksi merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan perdagangan aset kripto. Jika tarif pajak dapat disesuaikan secara proporsional, pengguna berpotensi memperoleh efisiensi biaya. Namun, keputusan transaksi tetap perlu didasarkan pada tujuan, profil risiko, dan pemahaman terhadap kondisi pasar masing-masing,” jelas CEO FLOQ.

Meski demikian, penghematan tersebut hanya mencakup komponen PPh yang dibahas dan tidak otomatis mencerminkan keseluruhan biaya transaksi. Perhitungan aktual juga bergantung pada ketentuan perpajakan yang nantinya ditetapkan pemerintah serta biaya lain yang berlaku pada platform.

Usulan tarif 0,1% tersebut hingga saat ini masih merupakan opsi kebijakan yang dibahas, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai tarif yang sudah berlaku.

Dorong Daya Saing Platform dan Pertumbuhan Industri

Selain berpotensi meringankan beban pengguna, penurunan tarif pajak juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri aset kripto dalam negeri. OJK sebelumnya menyampaikan bahwa salah satu tujuan usulan tersebut adalah mendorong aktivitas perdagangan melalui pedagang aset kripto domestik yang terdaftar.

Menurut Yudho, pertumbuhan industri membutuhkan dukungan ekosistem yang seimbang, mulai dari regulasi yang jelas hingga kebijakan biaya yang mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan keberlanjutan bisnis.

“Industri aset kripto membutuhkan kerangka regulasi yang memberikan kepastian sekaligus mendukung inovasi dan pertumbuhan pasar. Kebijakan pajak yang proporsional dapat menjadi salah satu elemen untuk menciptakan ekosistem yang lebih kompetitif, baik bagi pengguna maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan aktivitas transaksi tidak hanya bergantung pada besaran tarif pajak. Kepercayaan pengguna, kualitas layanan, edukasi, perlindungan konsumen, dan kepastian regulasi juga berperan penting dalam mendukung perkembangan industri aset digital secara berkelanjutan.

“Hal yang perlu dijaga adalah keseimbangan antara penerimaan negara, kepatuhan perpajakan, perlindungan konsumen, dan pertumbuhan industri. Dengan pendekatan yang tepat, kebijakan perpajakan diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan yang sehat sekaligus memperkuat ekosistem aset kripto di Indonesia,” tambah Yudhono.

Di sisi lain, pemerintah tetap mempertimbangkan implikasi fiskal dari usulan tersebut. Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menilai penurunan tarif pajak transaksi aset kripto sebagai opsi yang masuk akal untuk dipertimbangkan, tetapi pemerintah juga perlu memperhitungkan potensi kehilangan penerimaan dan peluang memperluas kepatuhan wajib pajak.

Keputusan pemerintah nantinya akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku industri. Jika penyesuaian tarif terealisasi, kebijakan tersebut berpotensi memberikan ruang efisiensi bagi pengguna sekaligus mendukung daya saing platform domestik. Namun, dampak jangka panjangnya akan bergantung pada implementasi kebijakan, respons pasar, dan perkembangan ekosistem aset digital Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Benarkah WA Coexistence Bisa Jadi Solusi Alternatif Pasca 1 Oktober?

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Mulai 1 Oktober 2026, perubahan tarif WhatsApp Business Platform/API membuat bisnis perlu mengevaluasi biaya komunikasi pelanggan. Balasan pesan yang sebelumnya gratis dalam jendela layanan pelanggan 24 jam kini dapat dikenai biaya Rp367 per pesan.

Artinya, jika bisnis memiliki setidaknya 10.000 balasan per bulan, bisnis perlu mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp3.670.000 per bulan untuk biaya operasional balasan agent kepada pelanggan.

Hal ini tentu membuat para pebisnis depresi dan mencari cara serta solusi yang bisa digunakan untuk menekan biaya operasional. Salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan WhatsApp Coexistence.

Apa Itu Coexistence? Apa Bedanya dengan WhatsApp API?

Penggunaan WhatsApp Cloud API dan Coexistence sama-sama bertujuan untuk mendapatkan fitur lanjutan seperti broadcast massal, chatbot, AI agent, integrasi CRM dan lainnya. Yang paling membedakan adalah metode integrasinya.

Untuk Cloud API, metode integrasinya membutuhkan nomor yang belum terdaftar di WhatsApp. Jadi, lebih dianjurkan langsung menggunakan nomor baru. Jika Anda ingin menggunakan nomor yang sudah Anda gunakan, Anda perlu menghapus nomor dari WhatsApp terlebih dahulu.

Sedangkan, WhatsApp Coexistence memungkinkan bisnis menggunakan WhatsApp Business App dan WhatsApp Cloud API pada nomor yang sama. Tanpa perlu menghapus nomor terlebih dahulu dan tetap bisa menggunakan nomor yang sudah digunakan.

Perbedaan lainnya, WhatsApp Coexistence memiliki kecepatan pengiriman pesan massal 20 pesan per detik, sedangkan Full API dapat mencapai 80 pesan per detik. Artinya, kapasitas pengiriman Coexistence bisa 4 kali lebih rendah, sehingga perlu dipertimbangkan oleh bisnis yang rutin mengirim pesan massal dalam volume besar.

Benarkah dengan Pakai WhatsApp Coexistence Jadi Gratis?

Menggunakan WhatsApp Coexistence tidak membuat seluruh komunikasi bisnis menjadi gratis. Balasan manual melalui WhatsApp Business App untuk saat ini tidak dikenakan biaya, sedangkan pesan yang dikirim melalui API tetap mengikuti ketentuan tarif yang berlaku.

Sebagai contoh, agen dapat membalas pertanyaan sederhana langsung melalui aplikasi. Sementara itu, chatbot dan AI Agent yang mengirim pesan melalui API tetap mengikuti skema penagihan terkait.

Walaupun saat ini untuk balasan dari aplikasi dengan metode coexistence itu gratis, bisa saja kedepannya Meta juga akan mengenakan biaya dan tarif seperti pada metode cloud API.

Vendor Resmi WhatsApp yang Support Coexistence

Barantum merupakan penyedia solusi CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan sistem  Call Center di Indonesia. Sebagai salah satu penyedia WhatsApp Business API dan mitra resmi Meta, Barantum juga sudah mendukung metode Coexistence.

WhatsApp Coexistence Barantum memungkinkan Anda untuk menggunakan semua fitur WhatsApp API seperti broadcast, WhatsApp form, chatbot, AI agent, integrasi multi channel atau yang biasa disebut omnichannel.

Tidak hanya WhatsApp, Barantum Omnichannel memungkinkan Anda untuk mengelola saluran komunikasi lainnya seperti Facebook, Instagram, Telegram, Line, Livechat, Email, hingga telepon dalam satu platform.

Menurut Inne Rettiani, Sales Marketing Manager Rokue, penggunaan Barantum membantu meningkatkan layanan pelanggan dan mempercepat respons hingga 85%.

Barantum juga memiliki rating 4,9/5 berdasarkan lebih dari 1.300 ulasan Google Business, mencerminkan reputasi positifnya dalam menyediakan solusi komunikasi bisnis dan menjadikannya vendor CRM dan WhatsApp Business API dengan rating Google terbanyak di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Jakarta, Oktober 2026 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia yang berada di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal, terus menunjukkan kinerja operasional yang positif hingga Kuartal III 2026. Pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan trafik operasional konsolidasi yang mencakup Branch Jakarta dan lima Terminal Satelit IPCC.

Penguatan tersebut didukung oleh peningkatan aktivitas pada berbagai segmen kargo di jaringan Terminal Satelit. Sejumlah wilayah operasional mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, khususnya Terminal Satelit Banjarmasin dan Makassar, yang menjadi kontributor utama terhadap peningkatan trafik. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya kontribusi jaringan Terminal Satelit dalam mendukung kinerja konsolidasi Perseroan serta memperluas jangkauan layanan logistik kendaraan di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga September 2026, IPCC mencatatkan total trafik kargo konsolidasi sebesar 1.373.926 unit, tumbuh 19,57% YoY, sejalan dengan peningkatan kunjungan kapal menjadi 2.958 ship call atau naik 14,87% YoY. Pertumbuhan operasional juga tercermin pada berbagai segmen kargo, dengan trafik CBU mencapai 684.018 unit atau tumbuh 0,95% YoY, alat berat sebanyak 25.504 unit atau naik 5,31% YoY, serta segmen Truck/Bus dan kendaraan roda dua yang masing-masing tumbuh 43,98% dan 51,46% YoY. Capaian ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika ekonomi global yang memengaruhi aktivitas ekspor dan impor, IPCC tetap mampu mendorong pertumbuhan trafik kargo konsolidasi melalui strategi Integrated Auto Solutions. Penguatan jaringan Terminal Satelit dan integrasi layanan di berbagai wilayah Indonesia menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan operasional, mengoptimalkan potensi pasar domestik, serta menjaga pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan.

Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, menyampaikan bahwa pertumbuhan trafik hingga Kuartal III 2026 mencerminkan kontribusi jaringan operasional Perseroan yang semakin terintegrasi.

“Pertumbuhan trafik operasional hingga Kuartal III 2026 menunjukkan bahwa penguatan jaringan Terminal Satelit dan layanan domestik memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasi Perseroan. Kami melihat pentingnya menjaga keseimbangan pertumbuhan di seluruh wilayah operasional, terutama di tengah dinamika industri otomotif dan perdagangan global. Oleh karena itu, IPCC terus berupaya meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas layanan, serta memperkuat sinergi antarterminal agar dapat memberikan layanan yang andal dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa,” terang Wing.

Lanjut Wing, ke depan, IPCC akan terus mengembangkan kapabilitas operasional dan layanan yang terintegrasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui penguatan digitalisasi, peningkatan efisiensi, serta pengembangan layanan logistik kendaraan dari hulu hingga hilir, kami berkomitmen untuk meningkatkan daya saing Perseroan dan mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif nasional secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SONO Hotels & Resorts Asia Menandatangani HMA untuk SONO Moon Bali Seminyak

SONO Hotels & Resorts Asia telah menandatangani Perjanjian Manajemen Hotel (Hotel Management Agreement/HMA) dengan PT Drupadi Management untuk SONO Moon Bali Seminyak, hotel gaya hidup urban dengan 225 kamar yang berlokasi di jantung salah satu destinasi pariwisata paling mapan di Bali.

Perjanjian ini menandai hadirnya merek SONO Moon di Bali sekaligus langkah lanjutan dalam ekspansi berkelanjutan SONO Hotels & Resorts Asia di Indonesia. Hotel yang telah beroperasi ini akan direposisi di bawah merek SONO Moon dan ditargetkan dibuka pada kuartal pertama 2027.

Jihong An, Senior Vice President, SONO Hotels & Resorts Asia, mengatakan: “Indonesia merupakan pasar pertumbuhan yang penting bagi SONO, dan Bali terus menjadi salah satu destinasi internasional terkuat di kawasan ini. Melalui SONO Moon Bali Seminyak, kami memadukan lokasi yang kuat, aset hotel yang sudah mapan, dan merek yang sesuai dengan gaya hidup para pelancong masa kini serta cara mereka menikmati destinasi seperti Seminyak. Fokus kami bukan sekadar menambah jumlah hotel, melainkan bekerja sama dengan mitra dan properti yang tepat, di mana merek-merek SONO, jaringan internasional, dan ekosistem yang lebih luas dapat menciptakan permintaan yang berkelanjutan serta nilai jangka panjang demi pertumbuhan bersama.” 

Berlokasi di pusat Seminyak, hotel ini mudah dijangkau dari pantai, restoran, kafe, dan pusat perbelanjaan di kawasan tersebut, sehingga menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para tamu untuk menikmati salah satu destinasi paling dinamis di Bali.

 Dengan 225 kamar, SONO Moon Bali Seminyak akan dilengkapi dua kolam renang, pusat kebugaran, spa, kids’ club, fasilitas pertemuan, dan restoran yang buka sepanjang hari. Sebagai bagian dari reposisi, sejumlah area yang ada akan didesain ulang dan ditingkatkan dengan penawaran gaya hidup dan komersial yang baru, sehingga membuka lebih banyak kesempatan bagi tamu dan pengunjung untuk terhubung, bersosialisasi, dan menikmati destinasi.

Herry Budiman, Presiden Direktur PT Drupadi Management, mengatakan: “Bali terus berkembang sebagai destinasi gaya hidup global, dan kami yakin hotel ini memiliki potensi besar untuk babak berikutnya. SONO Moon sangat cocok bagi properti ini maupun Seminyak, menghadirkan identitas gaya hidup yang kontemporer sekaligus memungkinkan kami memanfaatkan lokasi dan fasilitas hotel yang sudah mapan. Kami menantikan kerja sama dengan SONO Hotels & Resorts Asia untuk memperkuat posisi pasar properti ini dan menciptakan nilai jangka panjang melalui kemitraan ini.”

Reposisi ini akan menghadirkan identitas yang lebih segar, kontemporer, dan berorientasi pada pengalaman, memadukan kenyamanan modern dengan kesempatan bagi tamu untuk menemukan kuliner lokal, budaya, komunitas kreatif, dan hiburan di Seminyak.

Evan Burns, Area Vice President – Indonesia, SONO Hotels & Resorts Asia, menambahkan: “Seminyak sudah memiliki identitas yang sangat kuat, dan kami ingin SONO Moon menghubungkan tamu secara alami dengan apa yang ada di sekitarnya: kuliner, budaya, lingkungan sekitar, dan energi yang membuat kawasan Bali ini istimewa. Pada saat yang sama, reposisi ini memberi kami kesempatan untuk memperkuat produk dan posisi komersial hotel untuk fase berikutnya.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ICANN87 Resmi Dibuka di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah Rapat Publik ICANN untuk Pertama Kalinya

Bali, 19 Oktober 2026 – ICANN87 Annual General Meeting resmi dibuka di Mangupura Hall, Bali. Penyelenggaraan ini menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia sebagai tuan rumah rapat publik Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) untuk pertama kalinya. Kegiatan yang dihadiri sekitar 2.000 peserta ini diselenggarakan dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebagai tuan rumah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menekankan pentingnya membangun ekosistem internet yang tidak hanya terhubung secara global, tetapi juga aman dan tepercaya. Ia menyampaikan bahwa jumlah nama domain .id telah melampaui 1,6 juta per September 2026, mencerminkan pertumbuhan identitas digital Indonesia yang semakin kuat.

Meutya juga menyoroti komitmen PANDI dalam mendukung pelestarian budaya melalui teknologi digital, salah satunya melalui peluncuran domain beraksara Bali pada Desember 2025. Inisiatif tersebut akan terus dikembangkan melalui dukungan terhadap penggunaan aksara Nusantara lainnya, termasuk Sunda, Jawa, Pegon, dan Batak, dalam sistem nama domain internet.

Sementara itu, Presiden dan CEO ICANN, Curtis Lindqvist, menyampaikan apresiasinya kepada PANDI dan komunitas aksara Indonesia atas kontribusi dalam pengembangan Label Generation Rules (LGR) untuk aksara Bali, Jawa, dan Pegon. Pengembangan ini menjadi bagian penting dalam mendorong keberagaman bahasa dan aksara pada ekosistem internet global.

Curtis juga menegaskan bahwa fokus ICANN tahun ini diarahkan pada tahap implementasi berbagai program strategis, termasuk proses evaluasi terhadap 1.615 aplikasi dalam program New Generic Top-Level Domains (New gTLD) Putaran 2026.

Sebagai bagian dari ekosistem industri domain, PT AIDI Digital Global (ADG) melalui layanan Registry Service Provider (RSP.id) turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian ICANN87. Partisipasi tersebut mencakup berbagai sesi strategis yang membahas pencegahan penyalahgunaan sistem nama domain (DNS Abuse), penguatan ketahanan country code Top-Level Domain (ccTLD), serta perkembangan program New gTLD Putaran 2026.

Keikutsertaan ADG melalui RSP.id mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus mengikuti perkembangan tata kelola internet global, memperkuat kapasitas layanan registry, serta mendukung pengembangan ekosistem nama domain yang aman, stabil, dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan ICANN87 di Bali menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam tata kelola internet internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemangku kepentingan nasional dan komunitas internet global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES