ETF Bitcoin Kehilangan US$450 Juta Setelah Clarity Act Gagal Melaju di Senat AS

Pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana keluar hingga sekitar US$450 juta dalam satu hari. Arus keluar tersebut terjadi setelah Senat Amerika Serikat gagal meloloskan langkah prosedural untuk melanjutkan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act, atau CLARITY Act, sebuah rancangan regulasi yang dinilai penting bagi kepastian aturan aset digital di AS.

Data yang dikutip dari SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mengalami net outflow sekitar US$450,33 juta pada Selasa, menjadi arus keluar harian terbesar sejak 25 Juni 2026. Pergerakan tersebut terjadi ketika investor merespons ketidakpastian regulasi yang kembali meningkat setelah rancangan undang-undang tersebut gagal memperoleh dukungan yang dibutuhkan di Senat.

CLARITY Act Gagal Mendapatkan 60 Suara

CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri aset digital di Amerika Serikat. Salah satu tujuan utama rancangan tersebut adalah memperjelas status dan pembagian kewenangan pengawasan terhadap berbagai jenis aset digital serta aktivitas yang berkaitan dengan perdagangan kripto.

Namun, pada pemungutan suara prosedural di Senat, langkah untuk melanjutkan pembahasan hanya memperoleh 49 suara, sementara dibutuhkan setidaknya 60 suara untuk dapat maju. Kegagalan tersebut secara efektif menghentikan peluang rancangan regulasi tersebut untuk disahkan melalui Senat pada 2026, meskipun pembahasan mengenai regulasi aset digital masih dapat berlanjut melalui jalur lain.

Sejumlah anggota Partai Demokrat yang sebelumnya terlibat dalam negosiasi rancangan tersebut juga menentang langkah prosedural tersebut. Reuters melaporkan bahwa perdebatan tidak hanya berkaitan dengan aturan pasar aset digital, tetapi juga mencakup kekhawatiran mengenai ketentuan etika dan kepentingan finansial yang terkait dengan industri kripto.

Bitcoin Ikut Mengalami Tekanan

Kegagalan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar. Bitcoin sempat turun di bawah US$76.000, setelah sebelumnya berada di atas US$80.000 pada awal September. Data pasar yang dikutip sejumlah media menunjukkan Bitcoin berada sekitar 8% di bawah level tertingginya pada 4 September.

Meski demikian, penurunan Bitcoin relatif lebih terbatas dibandingkan beberapa aset kripto lainnya. CoinDesk mencatat Bitcoin turun sekitar 1,7% dalam periode 24 jam, sementara XRP turun sekitar 8,1% dan Stellar (XLM) sekitar 9,6%. Dari 100 aset yang masuk dalam CoinDesk 100 Index, sebanyak 95 mengalami penurunan dalam periode tersebut.

Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dampak kegagalan regulasi tidak dirasakan secara seragam di seluruh pasar kripto. Aset yang lebih sensitif terhadap perubahan regulasi di AS mengalami tekanan lebih besar dibandingkan Bitcoin.

ETF Bitcoin Jadi Perhatian Investor

ETF Bitcoin spot menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan karena memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap Bitcoin melalui produk yang diperdagangkan di bursa saham AS.

Namun, arus dana masuk dan keluar dari produk tersebut juga dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan sentimen investor. Dalam kasus terbaru, ketidakpastian regulasi menjadi salah satu faktor yang bertepatan dengan keluarnya modal dalam jumlah besar dari ETF Bitcoin.

Arus keluar sebesar US$450 juta juga menjadi indikator bahwa investor institusional dan pemegang ETF sedang melakukan penyesuaian terhadap kondisi pasar. Sebelumnya, ETF Bitcoin AS telah mengalami sejumlah periode arus dana keluar ketika harga Bitcoin dan sentimen terhadap aset kripto melemah.

Tekanan Juga Terlihat di Pasar Derivatif

Selain ETF, tekanan juga terlihat pada pasar derivatif kripto. Data yang dikutip CoinDesk menunjukkan posisi futures dengan leverage senilai lebih dari US$570 juta mengalami likuidasi dalam periode 24 jam setelah pemungutan suara Senat. Angka tersebut menjadi yang terbesar sejak 22 Agustus.

Likuidasi terjadi ketika posisi leverage tidak lagi mampu memenuhi persyaratan margin akibat pergerakan harga. Kondisi tersebut dapat memperbesar volatilitas ketika banyak posisi harus ditutup secara otomatis dalam waktu berdekatan.

Data derivatif juga menunjukkan adanya perubahan posisi trader. Rasio long-short taker berbalik menjadi bearish, dengan posisi short mencakup sekitar 51,5% dari volume dalam periode 24 jam. Di sisi lain, open interest Bitcoin futures justru meningkat, yang menunjukkan adanya aktivitas baru di tengah penurunan harga.

Pasar Kini Menunggu Kebijakan The Fed

Selain perkembangan regulasi kripto, investor juga mengalihkan perhatian pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Keputusan Federal Reserve menjadi katalis penting bagi pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Kondisi tersebut membuat pasar kripto menghadapi dua faktor penting secara bersamaan: ketidakpastian regulasi aset digital di AS dan arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Sementara itu, pasar tradisional menunjukkan pergerakan yang relatif berbeda. Dalam laporan CoinDesk, futures Nasdaq 100 berada di zona positif, sementara emas juga mengalami kenaikan sekitar 0,88% pada periode yang sama.

Apa Artinya bagi Investor Kripto?

Peristiwa ini menunjukkan bahwa perkembangan regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar aset digital. Meskipun kegagalan CLARITY Act meningkatkan ketidakpastian mengenai kerangka regulasi kripto di AS, hal tersebut tidak serta-merta menentukan arah jangka panjang Bitcoin maupun aset digital lainnya.

Investor tetap perlu memperhatikan berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter, arus dana ETF, kondisi likuiditas, perkembangan regulasi, hingga pergerakan harga dan volatilitas masing-masing aset.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Dengan ETF Bitcoin mencatat outflow terbesar dalam beberapa bulan dan CLARITY Act gagal melaju di Senat, perkembangan regulasi AS menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Untuk investor, memahami hubungan antara kebijakan, arus dana institusional, dan pergerakan aset menjadi bagian penting dalam melihat dinamika pasar kripto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menjawab Dinamika Perdagangan Dunia, BINUS @Bekasi Hadirkan Program S1 Global Trade Management

Gandeng Kementerian Perdagangan dan Praktisi Ekspor-Impor
dalam Peluncuran Program Baru

BEKASI,
16 September 2026
— BINUS
University resmi meluncurkan Global Trade Management (GTM), program
studi baru di bawah BINUS Business School Undergraduate Program, pada Rabu
(16/9) di Multimedia Gallery, BINUS @Bekasi. Peluncuran ini menandai satu
dasawarsa BINUS @Bekasi sekaligus menjadi respon atas dinamika perdagangan
internasional yang terus bergerak.

Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia periode Januari–Juli 2026
mencapai US$167,03 miliar, naik 4,43 persen dibanding periode sama tahun 2025,
sementara impor tumbuh lebih cepat sebesar 19,94 persen menjadi US$163,33
miliar, sehingga neraca perdagangan Indonesia Januari-Juli 2026 mencatat
surplus US$3,70 miliar. Tren ini menegaskan kebutuhan tenaga kerja yang
memahami ekspor-impor, kepabeanan, dan rantai pasok global — kompetensi inti
yang dibangun GTM.

Program
ini memadukan perspektif global business, kebijakan perdagangan, supply
chain, data analytics,
dan artificial intelligence, dengan
pendekatan experiential learning: simulasi bisnis, proyek industri, dan
sertifikasi profesional ekspor-impor.

“Global
Trade Management hadir karena Bekasi dan kawasan sekitarnya memiliki ekosistem
bisnis yang sangat dinamis. Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana bisnis
lokal terhubung dengan rantai nilai global,” ujar Prof. Gatot Soepriyanto,
S.E., Ak., M.Buss., Ph.D., Direktur Kampus BINUS @Bekasi.

Senada,
Prof. Dr. Sevenpri Candra, Dekan BINUS Business School Undergraduate Program
menyampaikan, “GTM melengkapi program Management yang sudah lebih dulu
berkembang di BINUS @Bekasi. Lulusan diharapkan mampu melihat bagaimana
pertumbuhan bisnis berkembang dan mengambil keputusan berbasis data dengan AI
Tools.”

Peluncuran
turut dimeriahkan talkshow ‘The World in Motion: How Global Trade
Connects Business, People, and Opportunities’
, menghadirkan:

1. Dr. Reza
Pahlevi Chairul, Direktur Pengamanan Perdagangan, Ditjen Perdagangan Luar
Negeri, Kementerian Perdagangan RI
2. Hilmi
Kartasasmita, B.Sc. (Hons), M.A., Deputy Head of The Global Engagement
Office (GEO), Indonesian Chamber of Commerce and Industry
3. Dr. Bilal
Khalid, Assistant Dean for International Education Standards
Accreditation, King Mongkut’s Institute of Technology Ladkraban
g (KMITL),
Thailand
4. Gyandev
Timothy Pandori, S.E., alumnus BINUS Business School, Founder PT
Ayo Makan Sayur dan Business Development PT Sumatran Organic Spice

Sebagai
alumni S1 BINUS Business School, Gyandev Timothy Pandori, telah malang
melintang di dunia perdagangan internasional, khususnya dalam bisnis
ekspor-impor rempah-rempah Nusantara. Kehadirannya turut membawa perspektif
praktis mengenai tantangan dan peluang membawa produk Indonesia ke pasar
global.

Keterlibatan
berbagai perspektif tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi di
bidang perdagangan global membutuhkan keterhubungan antara akademisi,
pemerintah, dan industri. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh gambaran
mengenai perkembangan perdagangan internasional, kebijakan, kebutuhan industri,
serta peluang bisnis yang muncul dari semakin terhubungnya pasar global.

Pendaftaran
Program Global Trade Management BINUS @Bekasi kini telah dibuka, dengan beragam
skema beasiswa yang tersedia bagi calon mahasiswa. Program ini berada di bawah
naungan BINUS Business School yang telah terakreditasi AACSB (Association to
Advance Collegiate Schools of Business)
, akreditasi internasional yang
hanya dimiliki sekitar 5 persen sekolah bisnis di dunia.

—

Dapatkan dokumentasi selengkapnya di tautan berikut: https://drive.google.com/drive/folders/1qVgpNvA7hEI_fa3U2xywMB_8-Jldt29v 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Minyak Anjlok 3%, Dupoin Futures Prediksi WTI Berpotensi Lanjut Melemah

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Berdasarkan analisis Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures, pergerakan WTI pada timeframe H4 menunjukkan adanya potensi penurunan setelah harga membentuk pola Rising Wedge. Pola tersebut menjadi salah satu sinyal teknikal yang perlu diperhatikan karena dapat mengindikasikan potensi pembalikan tren dari bullish menjadi bearish.

Dalam analisis Dupoin Futures, pembentukan Rising Wedge pada grafik H4 menunjukkan bahwa momentum kenaikan harga minyak mulai menghadapi tekanan. Setelah sebelumnya bergerak dalam tren bullish, struktur tersebut membuka peluang bagi WTI untuk mengalami koreksi lebih lanjut. Jika tekanan jual berlanjut, harga minyak berpotensi bergerak menuju area support yang berada di level 98.46 hingga 96.07.

Analis Dupoin Futures melihat area 98.46 sebagai support yang perlu diperhatikan dalam skenario pelemahan WTI. Apabila harga mampu menembus area tersebut, tekanan bearish berpotensi semakin kuat dan membuka ruang bagi minyak untuk bergerak menuju support berikutnya di 96.07. Respons harga pada kedua level tersebut akan menjadi penting untuk melihat apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi perubahan tren yang lebih luas.

Prediksi harga minyak WTI hari ini juga tidak terlepas dari perkembangan fundamental pasar energi global. Harga minyak sebelumnya mengalami penurunan lebih dari 3% setelah muncul laporan mengenai peningkatan pasokan crude oil dari Arab Saudi. Tambahan pasokan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi supply-demand minyak global dan menjadi salah satu faktor yang menekan harga WTI.

Menurut Dupoin Futures, peningkatan pasokan minyak dari salah satu produsen utama dunia dapat memberikan tekanan terhadap harga apabila pasar menilai ketersediaan crude cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sentimen tersebut menjadi semakin penting ketika pasar sebelumnya telah memperhitungkan risiko pasokan akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Penurunan harga minyak juga memiliki implikasi terhadap perekonomian global. Harga energi merupakan salah satu komponen yang dapat memengaruhi tekanan inflasi. Ketika harga minyak mengalami penurunan, kekhawatiran terhadap kenaikan biaya energi dan inflasi global berpotensi ikut berkurang. Kondisi ini dapat memberikan sedikit ruang bagi bank sentral, termasuk Federal Reserve, dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Dupoin Futures menilai pelemahan harga minyak dapat mengurangi salah satu faktor yang sebelumnya berpotensi mempertahankan tekanan inflasi. Jika harga energi lebih rendah, tekanan terhadap biaya produksi dan transportasi juga berpotensi menurun. Situasi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed, khususnya terkait kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Namun, risiko geopolitik Timur Tengah masih menjadi faktor yang dapat membatasi penurunan WTI. Kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah penting dalam rantai pasokan energi global. Setiap peningkatan ketegangan berpotensi memunculkan kekhawatiran mengenai gangguan distribusi atau pasokan minyak, sehingga dapat meningkatkan volatilitas harga.

Dalam pandangan Dupoin Futures, perkembangan geopolitik perlu terus dipantau karena dapat mengubah sentimen pasar minyak dengan cepat. Ketika risiko gangguan pasokan meningkat, harga WTI berpotensi mendapatkan dorongan meskipun secara teknikal sedang menunjukkan sinyal bearish. Sebaliknya, apabila kondisi geopolitik relatif mereda dan pasokan tetap meningkat, tekanan terhadap harga minyak dapat berlanjut.

Dari sisi teknikal, pola Rising Wedge menjadi perhatian utama dalam analisis WTI saat ini. Pola tersebut terbentuk ketika harga masih mencatat kenaikan, tetapi ruang pergerakannya semakin menyempit. Dalam konteks ini, Dupoin Futures melihat adanya potensi reversal dari tren bullish menuju bearish apabila tekanan jual semakin dominan.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan WTI memiliki peluang untuk melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Area 98.46 menjadi support awal yang perlu dicermati. Jika harga berhasil menembus level tersebut, WTI berpotensi melanjutkan penurunan menuju 96.07.

Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan pasokan crude global, kebijakan produsen minyak utama, pergerakan harga energi lainnya, serta dinamika geopolitik Timur Tengah. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas dan menyebabkan pergerakan WTI berubah dengan cepat.

Secara keseluruhan, prediksi harga minyak WTI hari ini dari Dupoin Futures menunjukkan kecenderungan bearish dalam jangka pendek. Pembentukan Rising Wedge pada timeframe H4 memberikan sinyal potensi pembalikan tren setelah periode penguatan. Selama tekanan jual berlanjut, WTI berpeluang menguji support 98.46 dan kemudian 96.07. Meski demikian, perkembangan geopolitik Timur Tengah tetap menjadi faktor kunci yang berpotensi memengaruhi arah harga minyak berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

USDJPY Berpotensi Naik ke 157.503, Dupoin Futures Waspadai Tren Bearish

Pergerakan pasangan mata uang USD/JPY atau USDJPY berpotensi menguat dalam jangka pendek pada perdagangan hari Kamis (17/9). Berdasarkan analisis Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe Daily berpeluang membentuk secondary trend dengan bergerak naik menuju resistance terdekat di level 157.503. Namun, secara tren utama, pergerakan USDJPY masih berada dalam kecenderungan bearish sehingga penguatan harga berpotensi menjadi bagian dari koreksi sebelum kembali menghadapi tekanan jual.

Analis Dupoin Futures melihat level 157.503 sebagai area penting yang perlu diperhatikan dalam pergerakan USDJPY selanjutnya. Kenaikan menuju resistance tersebut dapat menjadi bagian dari secondary trend atau tren sekunder yang bergerak berlawanan dengan tren utama. Dengan struktur tersebut, pergerakan naik USDJPY belum serta-merta menunjukkan perubahan tren besar menjadi bullish.

Dalam analisis Dupoin Futures, tren utama USDJPY masih menunjukkan arah penurunan. Oleh karena itu, area resistance 157.503 menjadi salah satu level yang perlu dicermati untuk melihat respons harga. Apabila USDJPY mengalami koreksi setelah mencapai resistance tersebut, tekanan bearish berpotensi kembali muncul dan membuka ruang bagi pelemahan harga.

Secara teknikal, strategi yang menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures adalah menunggu pergerakan harga mendekati atau melakukan koreksi di area resistance sebelum melihat potensi pelemahan lebih lanjut. Level 157.503 dapat menjadi acuan untuk mengamati apakah momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga atau justru mampu mengubah struktur tren utama.

Pergerakan USDJPY juga mendapat dukungan dari sisi fundamental melalui penguatan dolar AS. Dolar AS bergerak di sekitar level tertinggi dalam tujuh minggu setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan tambahan masih terbuka. Kondisi tersebut memberikan dukungan terhadap USD dan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong USDJPY bergerak lebih tinggi.

Kebijakan The Fed menjadi perhatian penting karena perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi perbedaan imbal hasil antara aset dalam dolar AS dan yen Jepang. Ketika ekspektasi suku bunga Amerika Serikat meningkat, daya tarik dolar dapat ikut menguat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap yen sekaligus mendukung pasangan USDJPY.

Namun, arah USDJPY tidak hanya ditentukan oleh kebijakan Federal Reserve. Pasar juga menantikan keputusan Bank of Japan atau BOJ. Kebijakan BOJ dapat memberikan katalis yang berbeda bagi yen, khususnya apabila bank sentral Jepang mempertahankan atau memperkuat kebijakan moneternya.

Menurut Dupoin Futures, apabila BOJ mengambil pendekatan yang lebih ketat terhadap kebijakan moneter, peluang penguatan yen dapat meningkat. Penguatan JPY tersebut berpotensi membatasi kenaikan USDJPY meskipun dolar AS masih mendapatkan dukungan dari kebijakan The Fed.

Perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan BOJ menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasangan mata uang ini. Di satu sisi, ekspektasi kenaikan suku bunga AS memberikan dukungan terhadap dolar. Di sisi lain, kebijakan BOJ yang lebih ketat dapat memberikan dukungan terhadap yen. Kondisi tersebut berpotensi membuat USDJPY bergerak volatil ketika pasar merespons keputusan dan komunikasi kedua bank sentral.

Dupoin Futures melihat kondisi tersebut perlu diperhatikan bersamaan dengan struktur teknikal USDJPY. Secara Daily, kenaikan menuju 157.503 masih dapat dikategorikan sebagai secondary trend selama tren besar belum berubah. Artinya, penguatan harga dalam jangka pendek masih berpotensi menghadapi resistance sebelum menentukan arah berikutnya.

Jika harga gagal mempertahankan momentum bullish ketika mendekati 157.503, pelaku pasar dapat mencermati kemungkinan munculnya tekanan jual. Sebaliknya, kemampuan USDJPY menembus resistance tersebut perlu diamati untuk melihat apakah terdapat perubahan pada struktur teknikal. Namun, berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren besar masih bergerak turun sehingga resistance tersebut menjadi area penting dalam membaca potensi kelanjutan bearish.

Dari sisi fundamental, pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan dolar AS setelah keputusan The Fed serta respons pasar terhadap kebijakan BOJ. Perubahan ekspektasi suku bunga kedua negara dapat memengaruhi selisih imbal hasil dan pada akhirnya berdampak terhadap pergerakan USDJPY.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prediksi USDJPY hari ini menunjukkan adanya peluang kenaikan menuju resistance 157.503 sebagai bagian dari secondary trend. Namun, Dupoin Futures menilai tren utama masih berada dalam arah bearish. Oleh karena itu, respons harga di sekitar resistance tersebut menjadi penting untuk melihat potensi munculnya kembali tekanan pelemahan.

Secara keseluruhan, USDJPY masih memiliki ruang untuk bergerak naik dalam jangka pendek seiring penguatan dolar AS, tetapi struktur Daily menunjukkan bahwa kenaikan tersebut berpotensi menjadi tren sekunder. Level 157.503 menjadi resistance utama yang perlu dicermati. Pergerakan di area tersebut, ditambah keputusan BOJ dan perkembangan kebijakan The Fed, akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah USDJPY berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

XAUUSD Berpotensi Lanjut Turun, Dupoin Futures Soroti Level 4.318

Harga emas dunia atau XAUUSD masih berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan hari Kamis (17/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily menunjukkan peluang pelemahan lanjutan menuju area support 4.235 hingga 4.186. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tren penurunan masih menjadi perhatian selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance 4.318.

Dalam analisis Dupoin Futures, level 4.318 menjadi area penting untuk menentukan perkembangan arah XAUUSD selanjutnya. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, struktur pergerakan emas dinilai masih berada dalam tren penurunan yang relatif panjang. Kondisi ini membuat area support 4.235-4.186 menjadi zona yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual kembali meningkat.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menjelaskan bahwa apabila XAUUSD gagal menembus resistance 4.318, peluang harga untuk melanjutkan pelemahan masih terbuka. Penurunan dapat membawa harga emas menguji support 4.235 terlebih dahulu sebelum bergerak menuju level 4.186. Respons harga di area tersebut akan menjadi penting untuk melihat apakah tekanan bearish mulai mereda atau justru semakin kuat.

Prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures juga mendapat perhatian dari sisi fundamental. Sentimen pasar emas masih dipengaruhi oleh perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat. Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu dan memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih dapat terjadi pada tahun ini. Keputusan tersebut mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap aset non-yielding seperti emas.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi pergerakan XAUUSD. Data perdagangan terbaru menunjukkan indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu setelah keputusan The Fed, sementara Treasury yield juga bergerak lebih tinggi. Reuters mencatat indeks dolar berada di sekitar 100,33 pada Kamis, sedangkan imbal hasil Treasury 10 tahun masih berada di sekitar 5%.

Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi harga emas karena kenaikan yield meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Ketika investor mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dari instrumen berbasis dolar dan obligasi pemerintah AS, minat terhadap emas dapat mengalami tekanan.

Pergerakan Treasury yield juga menjadi perhatian utama pasar. Yield Treasury 10 tahun sempat menyentuh sekitar 5,04%, level tertinggi dalam beberapa dekade, sebelum bergerak lebih rendah. Pada perdagangan terbaru, yield tersebut kembali berada di sekitar 5%, menunjukkan bahwa tekanan dari pasar obligasi terhadap emas masih cukup signifikan.

Di sisi lain, penurunan harga minyak dapat menjadi faktor yang sedikit mengurangi tekanan terhadap emas. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap inflasi sehingga dapat mengurangi dorongan terhadap kenaikan yield. Sebelumnya, penurunan harga minyak dan Treasury yield turut membantu emas menguat menjelang keputusan The Fed.

Selain itu, risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik berpotensi mendorong investor mencari aset defensif, sehingga dapat menahan sebagian tekanan jual yang berasal dari penguatan dolar AS dan tingginya yield.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor tersebut, Dupoin Futures melihat XAUUSD masih memiliki risiko pelemahan dalam perspektif Daily. Level 4.318 menjadi resistance utama yang perlu ditembus untuk mengurangi dominasi tren bearish. Selama level tersebut belum berhasil ditembus, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju support 4.235 hingga 4.186.

Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, serta Treasury yield sebagai katalis utama XAUUSD. Guidance bank sentral AS mengenai arah suku bunga berikutnya dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap USD dan yield, sementara perkembangan geopolitik tetap berpotensi memberikan dukungan safe haven bagi emas.

Secara keseluruhan, prediksi harga emas hari ini menurut Dupoin Futures masih menunjukkan kecenderungan bearish. Selama XAUUSD belum mampu menembus resistance 4.318, area 4.235-4.186 menjadi zona support yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Namun, perubahan pada USD, Treasury yield, harga minyak, serta risiko geopolitik tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi volatilitas dan arah pergerakan emas selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Hadirkan Layar Interaktif, Permudah Pengguna Akses Informasi di Stasiun

LRT Jabodebek menghadirkan Layar Interaktif sebagai fasilitas digital untuk mempermudah pengguna memperoleh berbagai informasi selama berada di stasiun. Fasilitas tersebut resmi diperkenalkan pada Minggu (13/9) di Stasiun Ciracas, bertepatan dengan peringatan tiga tahun LRT Jabodebek melayani masyarakat.

Melalui Layar Interaktif, pengguna dapat mengakses informasi perjalanan terkini, termasuk jadwal keberangkatan dan informasi layanan. Fasilitas tersebut juga mengintegrasikan sejumlah informasi yang dibutuhkan pengguna dalam satu titik akses digital, mulai dari peta interaktif untuk menemukan fasilitas dan rute hingga informasi pusat aktivitas di sekitar stasiun.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kehadiran fasilitas tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi untuk memudahkan pengguna memperoleh informasi selama berada di stasiun.

“Kehadiran Layar Interaktif merupakan bagian dari upaya LRT Jabodebek menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin praktis. Pengguna dapat memperoleh informasi perjalanan dan fasilitas yang dibutuhkan tanpa harus mencari melalui beberapa kanal berbeda,” ujarnya.

Pengembangan layanan tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek. Sejak 28 Agustus hingga 31 Desember 2023, LRT Jabodebek melayani 4.562.673 pengguna. Jumlah tersebut meningkat menjadi 21.055.870 pengguna pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 28.816.787 pengguna pada 2025. Sementara itu, sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026, LRT Jabodebek telah melayani 21.809.797 pengguna.

Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, LRT Jabodebek juga melakukan penyesuaian layanan. Sejak 15 Juni 2026, LRT Jabodebek menyesuaikan menambah frekuensi perjalanan pada jam sibuk pagi, tanpa menambah total 430 perjalanan pada hari kerja. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah uji coba pada 8–12 Juni 2026. Hasil evaluasi menunjukkan dua perjalanan tambahan menuju Dukuh Atas BSI, masing-masing dari Jati Mulya pada pukul 07.11 WIB dan Harjamukti pada pukul 07.26 WIB.

Rangkaian pengembangan tersebut menunjukkan upaya LRT Jabodebek untuk meningkatkan pelayananan terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat, melalui pengaturan perjalanan maupun pemanfaatan teknologi dalam memberikan akses informasi kepada pengguna.

Pengenalan Layar Interaktif sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan “Tiga Tahun LRT Jabodebek Mengabdi, Melayani dengan Hati”. Dalam kegiatan tersebut, LRT Jabodebek mengundang 200 pengguna yang selama ini menjadikan LRT Jabodebek sebagai pilihan utama dalam mobilitas sehari-hari.

Tiga pengguna dengan frekuensi perjalanan tertinggi mendapatkan apresiasi berupa penghargaan, suvenir, serta top up kartu uang elektronik (KUE). Selain pengguna, LRT Jabodebek juga memberikan apresiasi kepada tiga mitra tenant yang turut mendukung kebutuhan pengguna di area stasiun.

LRT Jabodebek juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat atas dukungan dan kolaborasi dalam meningkatkan layanan LRT Jabodebek sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik di kawasan Jabodebek.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pengumuman tiga pemenang lomba fotografi bertema “Jelajah Visual LRT Jabodebek: Estetik dan Edukatif, Transportasi Cerdas, Mobilitas Tanpa Batas”, yang mengabadikan berbagai aktivitas dan pengalaman masyarakat selama menggunakan LRT Jabodebek.

Memasuki tahun keempat layanan, LRT Jabodebek terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengembangan fasilitas dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung perjalanan yang semakin mudah dan praktis bagi pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Ketika biaya balasan WhatsApp meningkat, pertanyaan “mahal atau murah” tidak cukup dijawab dari tarif per pesan. Biaya Rp350-an dapat terasa tinggi bila percakapan tidak menghasilkan apa pun, tetapi tetap efisien ketika membantu bisnis mendapatkan qualified lead, deal, dan closing bernilai lebih besar.

Karena itu, evaluasi perlu dimulai dari hasil. Manajemen perlu menghitung return on investment sekaligus total cost of ownership: hubungkan jumlah pesan dengan perjalanan pelanggan, lalu bandingkan manfaat yang dihasilkan dengan seluruh biaya operasional yang menyertainya.

Hitung ROI dan TCO, Bukan Hanya Biaya per Pesan

Gunakan empat metrik dasar. Cost per Chat dihitung dari total biaya pesan dibagi jumlah chat. Cost per Qualified Lead adalah biaya pesan dibagi jumlah lead yang memenuhi kriteria. Cost per Won membagi biaya pesan dengan jumlah deal yang berhasil ditutup.

Messaging ROI dapat dihitung dari margin kontribusi deal won dikurangi biaya pesan, lalu hasilnya dibagi biaya pesan dan dikalikan 100 persen. Gunakan margin kontribusi, bukan seluruh revenue, agar perhitungannya tidak melebih-lebihkan manfaat.

Untuk menghitung TCO, jumlahkan biaya pesan, lisensi atau paket, biaya AI atau panggilan yang digunakan, serta biaya tenaga kerja dan operasional yang relevan. Iklan, tenaga sales, diskon, dan platform lain tetap perlu dipisahkan agar pembaca tidak menganggap biaya pesan mewakili seluruh investasi.

TCO juga perlu memasukkan waktu yang hilang akibat percakapan berulang, duplikasi data, dan handoff tanpa konteks. Biaya ini tidak selalu tampak pada invoice, tetapi memengaruhi kapasitas agent serta kebutuhan penambahan tenaga kerja. Gunakan periode evaluasi yang sama agar komponen tersebut tidak dihitung secara acak.

Benchmark universal tidak banyak membantu karena nilai deal, tingkat kualifikasi, dan margin setiap bisnis berbeda. Bandingkan campaign, produk, sumber lead, atau periode dengan definisi yang sama.

Hubungkan Source Percakapan hingga Deal dan Won

Perhitungan hanya akurat jika bisnis mengetahui dari mana percakapan berasal dan apa hasil akhirnya. Source harus tetap terbawa dari chat pertama sampai contact, lead, deal, dan won; tanpa itu, biaya mudah terlihat besar karena revenue tidak terhubung ke asal percakapan.

Pada kebutuhan tersebut, CTA WhatsApp Tracking Barantum dapat digunakan untuk menandai source dari teks awal campaign melalui kode yang disiapkan bisnis.

Kode tersebut mengikuti contact, lead, dan deal sehingga tim dapat membedakan beberapa campaign yang masuk ke nomor yang sama. Pencatatan ini tetap memerlukan setup dan konsistensi penggunaan kode.

Setelah source terbentuk, CRM Barantum mencatat sales owner, tahapan pipeline, nilai deal, serta status won atau lost agar biaya dapat dibandingkan dengan hasil.

Barantum tidak menarik ad spend langsung dari platform iklan. Karena itu, ROAS penuh tetap dihitung manual dengan membandingkan biaya campaign dari platform terhadap revenue atau margin yang sudah dikaitkan dengan source. Batas ini penting agar laporan tidak dianggap menghitung profitabilitas otomatis.

Agar data konsisten, tetapkan definisi setiap tahap. “Lead” tidak cukup berarti nomor yang mengirim pesan, sedangkan “qualified” perlu memiliki kriteria kebutuhan, anggaran, kewenangan, atau waktu implementasi yang jelas.

Pastikan deal won tetap membawa source awal meski percakapan berpindah agent atau kanal. Tanpa disiplin ini, campaign yang sebenarnya menghasilkan revenue dapat terlihat tidak efektif, sementara sumber terakhir memperoleh kredit yang berlebihan.

Kapan WhatsApp Masih Worth It?

WhatsApp masih layak ketika cost per qualified lead dan cost per won berada di bawah margin yang dihasilkan, waktu respons mendukung conversion, dan pelanggan memang memilih kanal tersebut. Nilai deal yang tinggi dapat membuat biaya pesan relatif kecil.

Alur perlu diperbaiki ketika banyak pesan tidak menghasilkan kualifikasi, agent menanyakan data yang sama berulang kali, atau follow-up dilakukan tanpa prioritas. WhatsApp Business API Barantum dapat menjadi bagian dari alur yang lebih terukur, tetapi keputusan kanal tetap harus mengikuti data penggunaan dan kebutuhan pelanggan.

Jangan menilai keberhasilan hanya dari turunnya jumlah pesan. Bandingkan juga qualified lead, deal, won, waktu penyelesaian, dan margin kontribusi sebelum serta sesudah perubahan. Dengan pendekatan tersebut, bisnis dapat menentukan secara objektif kapan WhatsApp tetap worth it dan kapan alur perlu diringkas atau dialihkan.

Mulailah dari satu campaign dengan data source yang rapi. Hitung biaya per tahap, identifikasi pesan yang tidak membantu pelanggan maju, lalu uji perubahan alur. Hasil uji tersebut lebih berguna daripada menetapkan satu batas biaya yang sama untuk semua produk dan pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan uji coba perjalanan LRT Jabodebek untuk mendukung mobilitas masyarakat yang akan menggunakan Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Halim pada keberangkatan awal. Adapun uji coba tersebut berlangsung selama 3 hari, mulai Kamis (17/9) hingga Sabtu (19/9).

Uji coba perjalanan LRT Jabodebek dilakukan pada relasi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Jatimulya dengan keberangkatan awal pukul 05.30 WIB, dan selanjutnya mengikuti jadwal reguler pukul 06.05 WIB dan seterusnya.

Perjalanan LRT Jabodebek tersebut dijadwalkan tiba di Stasiun Halim pada pukul 05.54 WIB, sehingga memberikan waktu sekitar 31 menit bagi masyarakat untuk melanjutkan perjalanan menuju stasiun Kereta Cepat Whoosh keberangkatan awal pukul 06.25 WIB.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan uji coba ini merupakan bagian dari upaya LRT Jabodebek dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Uji coba ini dilakukan untuk memberikan alternatif perjalanan yang lebih awal bagi masyarakat, khususnya pengguna yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh pada keberangkatan pagi. KAI ingin memastikan konektivitas antarmoda dapat semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanannya,” terangnya.

Uji coba ini sekaligus memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai salah satu bagian dari ekosistem transportasi publik yang terhubung dengan berbagai moda transportasi. LRT Jabodebek memiliki konektivitas dengan Kereta Cepat Whoosh melalui Stasiun Halim, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan transportasi publik secara berkesinambungan dalam perjalanan menuju berbagai tujuan.

Bagi masyarakat yang akan menuju Bandung menggunakan Whoosh pada keberangkatan awal dari Stasiun Halim, uji coba perjalanan lebih awal ini memberikan pilihan untuk memulai perjalanan menggunakan LRT Jabodebek sebelum melanjutkan perjalanan dengan Kereta Cepat Whoosh.

“Selama ujicoba, LRT Jabodebek akan melakukan evaluasi untuk terus meningkatkan layanan dan konektivitas antarmoda, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kenyamanan pengguna,” tutup Radhitya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Akulaku Finance Bersama BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Jakarta, 16 September 2026 — PT Akulaku Finance Indonesia, turut mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penyaluran bantuan kemanusiaan bersama Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI).

Bantuan dengan total senilai Rp75 juta tersebut merupakan kontribusi bersama tiga perusahaan dalam naungan Akulaku Group, yaitu PT Akulaku Finance Indonesia, PT Akulaku Silvrr Indonesia dan PT Bank Neo Commerce Tbk. Bantuan disalurkan melalui BAZNAS RI untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan pokok masyarakat terdampak bencana.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Kantor BAZNAS RI dan dihadiri oleh perwakilan Akulaku Group, termasuk Edy Salim, Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia, bersama Herryson, Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia, serta Adrian Soewardjo, Direktur Operations & IT PT Bank Neo Commerce Tbk.

Sementara itu, BAZNAS RI diwakili oleh H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Perencanaan, Pengembangan, dan Inovasi; H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., selaku Plt. Direktur Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya; Budi Setiawan selaku Kepala Divisi Pengumpulan CSR; serta Fahruddin selaku Kepala Divisi Pengumpulan Digital.

Edy Salim, Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia, mengatakan bahwa dukungan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS RI dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok selama masa tanggap darurat dan proses awal pemulihan,” ujar Edy Salim.

Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk pengadaan dan pendistribusian kebutuhan pangan, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, serta kebutuhan pokok lainnya. Penyaluran dilakukan melalui jaringan kemanusiaan BAZNAS RI dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Edy menambahkan, kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga kemanusiaan menjadi penting untuk memastikan bantuan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan tepat sasaran.

“Kami percaya bahwa kepedulian akan memberikan dampak yang lebih besar ketika berbagai pihak bergerak bersama. Kolaborasi antara dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan dukungan bagi mereka yang sedang menghadapi situasi sulit,” tambah Edy.

Melalui kolaborasi bersama BAZNAS RI, PT Akulaku Finance Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai inisiatif sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, termasuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan untuk bangkit kembali.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berperan sebagai perpanjangan tangan negara dalam pengelolaan sumber daya alam mineral guna mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memperkuat tata kelola sektor pertambangan nasional.

Peran tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (3), yang menegaskan bahwa kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyampaikan bahwa potensi ekonomi sektor pertambangan Indonesia sangat besar, dan dapat terus diperkuat pesanya guna memperkuat kontribusi penerimaan negara.

Sebagai perusahaan, MIND ID terus memperkuat perannya dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral nasional melalui penguatan produksi, hilirisasi, perbaikan tata kelola, dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi.

“Optimalisasi penerimaan negara akan semakin optimal melalui pengelolaan sumber daya alam yang dikelola langsung melalui entitas milik Negara. Dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan, MIND ID berkomitmen terus memperkuat kontribusi bagi negara melalui pengelolaan sumber daya mineral yang semakin terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengembangan industri bernilai tambah,” jelasnya dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI.

Adapun, berdasarkan laporan Keberlanjutan perseroan tahun 2025, MIND ID mampu mencatat Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun, dengan Distributed Economic Value sebesar Rp180,30 triliun, yang menunjukkan besarnya aliran manfaat ekonomi yang disalurkan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk negara, mitra kerja, dan masyarakat.
Kontribusi kepada negara juga tercermin dari total pembayaran kewajiban pemerintah yang mencapai Rp32,82 triliun, yang terdiri dari dividen, pajak, dan kewajiban lainnya.
Lebih lanjut, Maroef menekankan bahwa masih terdapat ruang yang besar untuk memperkuat kontribusi MIND ID dalam pengelolaan komoditas strategis nasional.

Karena itu, Grup MIND ID terus memperbesar kapasitas produksi sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek hilirisasi yang menjadi fondasi penciptaan nilai tambah nasional.
Grup MIND ID mengembangkan berbagai proyek strategis, mulai dari ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi, pemurnian dan pencetakan emas logam mulia, hingga ekosistem baterai kendaraan listrik.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai tambah domestik, memperluas basis industri nasional, dan semakin meningkatkan kontribusi ekonomi bagi negara.
Selain berkontribusi melalui penerimaan negara, Grup MIND ID juga menjalankan fungsi strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional. Bukit Asam, sebagai anggota Grup MIND ID secara konsisten memenuhi bahkan melampaui kewajiban Domestic Market Obligation (DMO), sehingga memastikan pasokan batu bara bagi kebutuhan pembangkit listrik nasional tetap terjaga.

Peran tersebut menunjukkan bahwa MIND ID tidak hanya berkontribusi melalui penerimaan negara, tetapi juga menjalankan mandat strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan masyarakat memperoleh akses listrik yang andal dan terjangkau.
Maroef menegaskan bahwa MIND ID memiliki kesiapan dari sisi sumber daya manusia, teknologi, pengalaman operasional, serta jaringan industri untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam nasional.
Karena itu, penguatan peran BUMN di sektor mineral tidak semata ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, melainkan untuk memastikan lebih banyak nilai tambah, lapangan kerja, penguasaan teknologi, dan penerimaan negara dapat tercipta di dalam negeri.

“Kami siap menjalankan mandat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan MIND ID, kami meyakini kekayaan mineral Indonesia dapat menjadi fondasi yang semakin kuat bagi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” jelas Maroef.

Dalam kesimpulan rapat, Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan terhadap berbagai upaya yang dijalankan MIND ID dan seluruh anggota grup untuk memperkuat tata kelola pertambangan nasional, mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, serta mengoptimalkan manfaat sumber daya alam bagi negara.
Komisi XII DPR RI juga mendukung MIND ID untuk memperoleh kepastian penerapan Domestic Market Obligation (DMO), serta memperkuat tata niaga komoditas strategis seperti emas agar semakin transparan, berkeadilan, dan mampu meningkatkan penerimaan negara.

Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi MIND ID untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan produksi, pengembangan industri hilir, penguatan tata kelola, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya mineral nasional.
Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar menegaskan bahwa pembentukan MIND ID sejak awal diarahkan untuk mengubah pengelolaan mineral dari sekadar aktivitas ekstraksi menjadi kekuatan industri nasional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi Indonesia.

“Bahwa negara menguasai sumber daya alam, diolah sendiri, menjadi industri, menciptakan nilai tambah, sampai tujuannya adalah kemakmuran rakyat,” kata Gunhar.

Menurut Gunhar, MIND ID memiliki peran strategis sebagai instrumen negara untuk memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi fondasi industrialisasi, penciptaan nilai tambah, dan kemakmuran rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES