Cegah Kecurangan Muatan Truk Tambang, 96 Unit Widya Load Scanner Beroperasi di Seluruh Indonesia

96 unit Widya Load Scanner kini beroperasi di 19 wilayah Indonesia, akurasi 98% tersertifikasi Sucofindo, cegah kecurangan muatan tambang.

Yogyakarta, 17 September 2026 — Widya Robotics, perusahaan teknologi asal Yogyakarta yang mengembangkan solusi berbasis LiDAR dan kecerdasan buatan, mencatat sedikitnya 96 unit Widya Load Scanner kini beroperasi di 19 provinsi dan kota di seluruh Indonesia. Sebaran ini membentang dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Merauke di ujung timur Papua.

Widya Load Scanner adalah sistem pengukuran volume muatan truk dan dump truck berbasis teknologi LiDAR yang digunakan di sektor tambang dan konstruksi. Alat ini bekerja dengan cara memindai permukaan material saat truk masih bermuatan, kemudian memindai kembali kondisi bak truk setelah kosong. Selisih dari dua hasil pindaian tersebut menghasilkan volume aktual muatan yang diangkut, tanpa perlu proses manual yang rawan kesalahan atau manipulasi.

Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah unit terbanyak, yaitu 14 unit, disusul Sumatera Selatan dengan 12 unit, dan Jambi serta Banten yang masing-masing memiliki 10 unit. Di wilayah pertambangan Kalimantan, alat ini juga tersebar cukup merata, dengan Kalimantan Timur mencatat 9 unit dan Kalimantan Tengah 4 unit. Sementara di kawasan timur Indonesia, unit ini bahkan sudah menjangkau Merauke dengan 2 unit yang aktif digunakan.

Yang membuat teknologi ini berbeda dari sistem serupa di pasaran adalah proses sertifikasi independennya. Tingkat akurasi Widya Load Scanner, yang mencapai hingga 98 persen, telah diverifikasi oleh PT Sucofindo, lembaga inspeksi dan sertifikasi milik negara yang selama ini dikenal sebagai rujukan pengujian di berbagai sektor industri di Indonesia. Sertifikasi ini penting karena data volume muatan yang dihasilkan tidak lagi sekadar klaim teknis dari produsen, melainkan angka yang sudah melalui uji pihak ketiga dan dapat dipertanggungjawabkan secara bisnis maupun hukum.

CEO Widya Robotics, Alwy Herfian, mengatakan penyebaran teknologi ini ke berbagai wilayah menunjukkan kebutuhan industri ekstraktif dan konstruksi Indonesia terhadap sistem pengawasan yang transparan dan bisa diandalkan.

“Selama ini, banyak perusahaan tambang dan konstruksi masih mengandalkan penaksiran manual untuk menghitung volume muatan, dan itu membuka celah kesalahan sekaligus potensi kecurangan. Dengan Load Scanner, semua pihak punya angka yang sama dan bisa dipercaya, karena hasilnya sudah lewat sertifikasi independen. Kami senang teknologi buatan anak negeri ini bisa dipakai dari Sumatra sampai Merauke, dan ini jadi bukti bahwa solusi lokal juga mampu bersaing di industri berat,” ujar Alwy.

Ia menambahkan, penggunaan Widya Load Scanner sejauh ini banyak diadopsi oleh perusahaan konstruksi dan BUMN karya, mengingat sektor ini kerap menghadapi tantangan dalam memastikan akurasi laporan volume material di lapangan, terutama pada proyek berskala besar yang melibatkan ratusan hingga ribuan rit truk setiap harinya.

Widya Load Scanner sendiri tersedia dalam dua versi, yaitu versi portable yang mudah dipindahkan untuk proyek jangka pendek seperti pembangunan jalan, dan versi static yang dipasang permanen di lokasi tetap seperti tambang atau batching plant. Setiap proses pemindaian hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit, sehingga tidak mengganggu ritme operasional truk di lapangan.

Dengan cakupan yang terus meluas ke berbagai wilayah, Widya Robotics menyatakan akan terus mengembangkan teknologi ini agar semakin adaptif terhadap kondisi lapangan di Indonesia, termasuk area dengan cuaca ekstrem dan medan yang sulit dijangkau.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kinerja Terjaga, KAI Logistik Catat Kelola 12,7 Juta Ton Barang hingga Agustus 2026

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatat kinerja yang terjaga dalam pengelolaan angkutan barang berbasis kereta api. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Logistik berhasil mengelola total 12,7 juta ton barang. Kinerja tersebut mencerminkan aktivitas logistik yang tetap bergerak positif sekaligus memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung kebutuhan distribusi komoditas dan barang di berbagai wilayah Indonesia.

Secara bulanan, volume angkutan KAI Logistik
menunjukkan perkembangan yang positif. Pada Januari 2026, total angkutan
bulanan tercatat sebesar 1,1 juta ton dan secara bertahap meningkat hingga
mencapai 2,07 juta ton pada Agustus 2026, yang menjadi volume bulanan tertinggi
sepanjang tahun berjalan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator
positif bagi kinerja perusahaan, terutama dengan semakin beragamnya kebutuhan
angkutan yang dikelola melalui berbagai lini bisnis KAI Logistik.

VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari,
menyampaikan bahwa capaian hingga Agustus  ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk
menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat fondasi bisnis ke depan.
“Kinerja hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa aktivitas angkutan barang KAI
Logistik tetap memiliki ruang pertumbuhan. Tidak hanya dari sisi volume, kami
juga melihat pentingnya menjaga komposisi bisnis melalui penguatan berbagai
segmen, termasuk peti kemas, kurir, maupun komoditas non kontainer. Hal ini
menjadi bagian dari upaya kami untuk merespons kebutuhan pelanggan dengan
layanan yang semakin relevan,” ujar Dwi.

Segmen angkutan batu bara masih menjadi kontributor
utama dengan realisasi mencapai 8,2 juta ton atau sekitar 64% dari total volume
Januari hingga Agustus 2026. Sejalan dengan itu, aktivitas bulanan bongkar muat
batu bara melalui kereta api juga menunjukkan peningkatan dari sekitar 590 ribu
ton pada Januari menjadi lebih dari 1,4 juta ton pada Agustus. Peningkatan
tersebut turut mencerminkan semakin aktifnya distribusi batu bara melalui moda
kereta api dalam mendukung kebutuhan sektor energi dan industri.

Di sisi lain, KAI Logistik terus memperkuat
diversifikasi bisnis melalui layanan KALOG Plus, khususnya pada angkutan peti
kemas. Hingga Agustus 2026, segmen peti kemas mencatat volume sekitar 2 juta
ton atau 16% dari total angkutan. Penguatan bisnis peti kemas menjadi bagian
dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio layanan sekaligus
memberikan alternatif solusi distribusi bagi pelanggan dari berbagai sektor.
Dengan semakin beragamnya komoditas yang dikelola, KAI Logistik berupaya
menjaga pertumbuhan bisnis secara lebih berimbang dan adaptif terhadap dinamika
kebutuhan logistik.

Sementara itu, layanan pengiriman barang ritel melalui
layanan KALOG Express mencatat total volume sebesar 54.645 ton sepanjang
Januari hingga Agustus 2026, dengan volume bulanan tertinggi terjadi pada
Agustus sebesar 8.369 ton. Adapun untuk segmen bisnis angkutan non kontainer
yang mencakup semen, Limbah B3, dan CPO (Crude Palm Oil) mencatat total
volume sekitar 332 ribu ton. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari
upaya KAI Logistik dalam mengoptimalkan potensi setiap lini bisnis sekaligus
membuka ruang pertumbuhan pada komoditas dan layanan yang masih dapat
dikembangkan.

Memasuki periode akhir tahun, KAI Logistik akan
melanjutkan penguatan kapasitas dan kualitas layanan, memperluas peluang kerja
sama dengan pelanggan strategis, serta mengoptimalkan jaringan dan konektivitas
angkutan berbasis kereta api. “Kami akan menjaga momentum ini dengan tetap
berfokus pada kebutuhan pelanggan, keandalan operasional, serta pengembangan
layanan yang memberikan nilai tambah. Dengan dukungan seluruh insan KAI
Logistik, pelanggan, dan mitra kerja, kami berharap kinerja positif yang telah
berjalan dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun sekaligus menjadi pijakan
untuk pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” tutup Dwi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT Akarsa Garment Indonesia dan Alas Kaki Tangguh Sepakati Kemitraan Manufaktur Terintegrasi untuk Pasar B2B

JAKARTA, 15 September 2026 – PT Akarsa Garment Indonesia secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan produsen sepatu nasional, Alas Kaki Tangguh, untuk menghadirkan konsolidasi layanan manufaktur perlengkapan kerja terpadu (one-stop B2B procurement). Kesepakatan kemitraan bertempo dua tahun ini ditandatangani di Jakarta guna menjawab meningkatnya permintaan pengadaan seragam dan sepatu kerja industri di Indonesia.
Sinergi ini menggabungkan kapasitas produksi pakaian kerja PT Akarsa Garment Indonesia yang mencapai 50.000 unit per bulan dengan kapasitas manufaktur Alas Kaki Tangguh sebesar 10.000 pasang sepatu keselamatan (safety shoes) dan sepatu dinas harian per bulan. Melalui skema terintegrasi ini, perusahaan korporasi, BUMN, dan instansi pemerintah dapat melakukan pengadaan seragam serta alas kaki kerja melalui satu pintu koordinasi produksi.

Efisiensi Rantai Pasok dan Standar Mutu Industri

Langkah strategis ini diambil untuk memangkas durasi rantai pasok (lead time) serta meminimalisasi ketidaksesuaian spesifikasi yang kerap terjadi pada pengadaan terpisah antara pakaian dan alas kaki

Dalam kesepakatan tersebut, kedua produsen menerapkan sistem pengawasan mutu bersama (joint Quality Control) yang meliputi konsistensi warna, ketahanan material bahan terhadap standar keselamatan kerja (K3), serta uji durabilitas jahitan sebelum pengiriman

 “Kemitraan B2B ini berfokus pada penyederhanaan proses manufaktur bagi klien korporasi. Dengan menyatukan lini produksi garmen dan alas kaki, kami dapat menjamin kepastian jadwal pengiriman serta efisiensi biaya logistik hingga 15 persen bagi mitra perusahaan,” ujar Manajemen PT Akarsa Garment Indonesia dalam keterangannya di Jakarta.

Target Pasar dan Fasilitas Operasional

Pada tahap awal kerja sama tahun 2026–2028, konsolidasi manufaktur ini membidik penyerapan pengadaan dari sektor industri pengolahan, energi, logistik, serta instansi pelayanan publik skala nasional.

Seluruh proses koordinasi sampel (sample making) dan manajemen layanan difokuskan di Kantor Utama PT Akarsa Garment Indonesia di Joglo, Jakarta Barat, sementara eksekusi produksi skala besar dijalankan di fasilitas pabrik Pemalang, Jawa Tengah, serta jaringan pabrik mitra di Jawa Barat.

  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Merdeka Melaju dengan Motor Baru, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mulai 0,7% per Bulan

Jakarta, 19 Agustus 2026 – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun membawa semangat untuk terus melangkah, berkarya, dan mewujudkan berbagai harapan. Semangat tersebut tidak hanya hadir dalam perayaan, tetapi juga dalam berbagai pencapaian yang ingin diwujudkan masyarakat, termasuk memiliki kendaraan yang dapat mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Turut menyemarakkan momentum tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mewujudkan motor impian melalui pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan ADDM dan tenor hingga 5 tahun.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Kemerdekaan merupakan momentum untuk merayakan semangat masyarakat dalam terus bergerak dan mewujudkan berbagai harapan. BRI Finance ingin turut menjadi bagian dari semangat tersebut dengan menghadirkan kesempatan bagi konsumen untuk mewujudkan motor yang diimpikan, melalui solusi pembiayaan yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan.”

Selain menunjang mobilitas, kendaraan roda dua juga dapat menjadi bagian dari aktivitas produktif, baik untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun mendukung berbagai aktivitas keluarga. Oleh karena itu, BRI Finance melihat momentum kemerdekaan ini sebagai kesempatan untuk menghadirkan nilai tambah yang nyata bagi konsumen.

“Semarak kemerdekaan bagi BRI Finance bukan hanya tentang menghadirkan sebuah program, tetapi juga bagaimana kami dapat ikut mendukung konsumen dalam mewujudkan sesuatu yang menjadi bagian dari rencana mereka. Kami berharap program ini dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi nasabah BRI dan karyawan BRI Group untuk memiliki motor yang sesuai dengan kebutuhan dan impiannya,” tutur Dhani.

BRI Finance terus berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang memberikan nilai tambah bagi konsumen, sekaligus menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk bersama-sama mewujudkan berbagai langkah dan harapan ke depan. Konsumen dapat memperoleh informasi dan mengajukan pembiayaan melalui kanal resmi BRI Finance maupun Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dorong Pembiayaan Produktif, BRI Finance Konsisten Menjaga Kualitas Portofolio

Jakarta, 19 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat pembiayaan produktif masih memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha untuk ekspansi dan memperkuat kapasitas operasional. Perseroan pun terus mengembangkan segmen ini secara selektif dengan tetap mengedepankan kualitas portofolio dan manajemen risiko.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, peluang pertumbuhan pembiayaan produktif perlu diimbangi dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko sejak proses penyaluran. Karena itu, BRI Finance memperkuat proses underwriting, melakukan pemantauan kualitas portofolio secara berkala, serta menyesuaikan penyaluran dengan profil risiko dan prospek usaha debitur.

“Pertumbuhan pembiayaan bagi kami bukan semata mengenai peningkatan penyaluran, tetapi juga memastikan pembiayaan tersebut memiliki kualitas yang baik. Pendekatan ini penting agar ekspansi bisnis dapat berjalan secara sehat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi nasabah maupun Perseroan,” ujar Dhani.

Ruang pertumbuhan pembiayaan produktif juga tercermin dari masih terbukanya peluang peningkatan porsi pembiayaan produktif di industri multifinance. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi penyaluran pembiayaan produktif perusahaan pembiayaan mencapai 44,47% dari total penyaluran pembiayaan per Juni 2026. Sementara itu, OJK menargetkan porsinya meningkat menjadi 46%–48% pada 2026–2027 sebagaimana tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028.

Arah tersebut turut menjadi peluang bagi BRI Finance untuk memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan pendanaan dunia usaha. Perseroan melihat pembiayaan investasi masih memiliki prospek yang positif, terutama untuk mendukung ekspansi usaha, peningkatan kapasitas operasional, dan kebutuhan modal kerja.

Dari sisi portofolio, BRI Finance melihat pembiayaan alat berat dan working capital sebagai segmen yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Pembiayaan alat berat dapat mendukung kebutuhan aset produktif, sementara working capital dapat membantu menjaga kelancaran aktivitas operasional usaha.

“Pembiayaan investasi, alat berat, dan working capital memiliki peluang yang sejalan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. Kami akan terus mengoptimalkan segmen tersebut secara selektif dengan mempertimbangkan kemampuan pembayaran debitur dan prospek sektor usahanya,” jelas Dhani.

Untuk memperkuat pengembangan bisnis tersebut, BRI Finance juga mengoptimalkan sinergi dengan ekosistem BRI Group. Sinergi ini menjadi salah satu strategi Perseroan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Ke depan, BRI Finance akan terus mengembangkan pembiayaan produktif dengan pendekatan yang terukur, didukung penguatan manajemen risiko dan pemantauan kualitas aset. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan di sektor produktif sekaligus menjaga fundamental bisnis tetap kuat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

Sebanyak 5,2 miliar anomali siber di sepanjang tahun 2025, Widya Security ingatkan pentingnya pentest sistem perusahaan di tengah penegakan penuh UU PDP.

Yogyakarta, 17 September 2026 — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sedikitnya 5,2 miliar anomali trafik internet terjadi di Indonesia sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 93,78 persen teridentifikasi sebagai aktivitas terkait malware yang berpotensi berkembang menjadi serangan ransomware. Data ini dipaparkan langsung oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN dalam sebuah forum industri di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Lanskap Keamanan Siber Indonesia yang disusun BSSN, sektor layanan publik, pemerintahan, dan keuangan menjadi yang paling sering menjadi sasaran pelaku kejahatan siber. Ketiga sektor ini menyimpan data pribadi dalam jumlah besar, mulai dari data kependudukan hingga transaksi finansial, sehingga menjadi target empuk bagi peretas yang mencari celah keamanan sistem.

Widya Security, perusahaan penyedia layanan keamanan siber asal Yogyakarta, menilai lonjakan angka ini sejalan dengan meningkatnya urgensi kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Masa transisi UU PDP sendiri telah berakhir sejak 17 Oktober 2024, yang berarti setiap pelanggaran terkait pemrosesan dan perlindungan data pribadi kini bisa langsung dikenai sanksi tanpa masa tenggang lagi.

Sanksi yang diatur dalam UU PDP terbilang berat. Denda administratif dapat mencapai dua persen dari pendapatan tahunan perusahaan, sementara sanksi pidana bagi korporasi berpotensi dikalikan sepuluh dari denda dasar sesuai Pasal 70, sehingga total nilainya bisa menembus puluhan miliar rupiah. Perusahaan yang mengelola data pribadi dalam skala besar, termasuk di sektor keuangan, kesehatan, dan e-commerce, juga diwajibkan menunjuk pejabat pelindungan data pribadi serta melaporkan insiden kebocoran data paling lambat tiga hari setelah diketahui.

Yang menarik, hingga saat ini lembaga pengawas independen yang seharusnya menangani penegakan UU PDP, yaitu Badan Pelindungan Data Pribadi, belum juga terbentuk. Rancangan Peraturan Presiden soal pembentukan badan ini baru diajukan ke Presiden pada Mei 2026, dan operasionalisasinya diperkirakan masih membutuhkan waktu enam hingga dua belas bulan ke depan. Sementara itu, fungsi pengawasan untuk sementara dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

CEO Widya Security, Alwy Herfian, menyebut kondisi ini justru menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk berbenah lebih awal, sebelum pengawasan sepenuhnya berpindah ke lembaga independen.

“Banyak perusahaan masih menunggu sampai ada insiden atau sampai diaudit baru bergerak memperbaiki sistem keamanannya. Padahal, selama Badan PDP belum terbentuk, ini justru waktu yang paling tepat untuk melakukan audit dan pembenahan secara mandiri, sebelum penegakan hukumnya semakin ketat. Kalau menunggu sampai ada kebocoran data dulu baru bertindak, risikonya sudah terlambat, baik dari sisi finansial maupun kepercayaan publik,” ujar Alwy.

Ia menambahkan, layanan seperti Vulnerability Assessment and Penetration Testing atau VAPT yang disediakan Widya Security dirancang untuk membantu perusahaan mengidentifikasi celah keamanan pada aplikasi, server, jaringan, hingga situs web sebelum dieksploitasi pihak yang tidak bertanggung jawab. Proses ini juga menjadi salah satu bentuk kepatuhan teknis yang bisa ditunjukkan perusahaan ketika sewaktu-waktu diperiksa terkait UU PDP.

Widya Security sejauh ini telah menangani audit keamanan untuk berbagai klien lintas sektor, mulai dari perbankan, fintech, hingga instansi pemerintah daerah, dengan metodologi pengujian yang merujuk pada standar internasional seperti OWASP dan MITRE ATT&CK.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lebih Leluasa Wujudkan Rencana Finansial, BRI Finance Siapkan Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Jakarta, 18 Agustus 2026 – Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus selalu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang memiliki ruang untuk menentukan arah dan pilihan dalam kehidupan. Semangat tersebut kini semakin relevan ketika masyarakat mulai memaknai kemerdekaan dalam konteks yang lebih personal, termasuk kebebasan dalam menentukan tujuan finansial.

Bagi sebagian orang, kemerdekaan finansial dapat berarti memiliki kendaraan yang menunjang pekerjaan. Bagi yang lain, kendaraan bisa menjadi bagian dari kebutuhan keluarga, mendukung mobilitas sehari-hari, atau bahkan membuka peluang untuk mengembangkan usaha. Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda, dan untuk mencapainya dibutuhkan pilihan pembiayaan yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB kendaraan yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memperoleh dana tunai sekaligus tetap menggunakan kendaraannya untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui BRI Flash, masyarakat dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun. 

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, semangat kemerdekaan dapat dimaknai secara luas, termasuk sebagai keberanian untuk menentukan tujuan dan mengambil langkah untuk mencapainya.

“Momentum kemerdekaan mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Dalam konteks finansial, tujuan setiap orang tentu berbeda. Ada yang ingin mendukung mobilitas keluarga, mengembangkan usaha, maupun memenuhi kebutuhan produktif lainnya. Karena itu, kami berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Dhani.

Dengan BRI Flash, BRI Finance memungkinkan masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk menentukan prioritas finansialnya. Kendaraan yang dimiliki tetap dapat digunakan, sementara dana yang diperoleh dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing, tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan finansial.

Semangat “Merdeka dari Menentukan Tujuan Finansial” pun menjadi relevan di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Kemerdekaan finansial tidak selalu dimulai dari keputusan besar, melainkan dari kemampuan untuk menentukan prioritas, mengelola sumber daya yang dimiliki, dan memilih solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Pada akhirnya, setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda. Yang terpenting adalah memiliki kebebasan untuk menentukan tujuan tersebut dan merencanakan langkah untuk mencapainya secara bijak. BRI Finance dapat menjadi salah satu pilihan yang membantu masyarakat melangkah menuju tujuan finansial mereka,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendekatan Hak Asasi Manusia dan Target 95-95-95, Arah Baru Penanggulangan HIV/AIDS Indonesia 2026

Realitas HIV/AIDS di Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa diperkirakan ada 0,7 persen atau 1,96 juta orang Indonesia yang terkena HIV, dan dari angka itu baru 564 ribu orang yang teridentifikasi. Kesenjangan antara estimasi dan jumlah yang teridentifikasi ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia.

Capaian saat ini masih jauh dari target global 95-95-95 pada 2030. Dante menyebutkan bahwa capaian Indonesia baru sekitar 65 persen yang teridentifikasi, 70 persen yang terobati, dan 56 persen yang tersupresi viral load-nya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa masih diperlukan kerja keras dan pendekatan yang lebih komprehensif untuk menutup kesenjangan yang ada.

Tiga Upaya Komprehensif Berbasis Hak Asasi Manusia

Kementerian Kesehatan menekankan perlunya pendekatan berbasis hak asasi manusia dalam penanggulangan AIDS guna penanganan yang lebih komprehensif. Terdapat tiga upaya utama yang diusung: pemerataan akses, mengubah stigma, serta merangkul semua pihak.

“Agar supaya lebih komprehensif, penanggulangan HIV/AIDS ini harus lebih adil dan harus lebih merata, tidak membebani. Itu yang pertama,” kata Dante. Ia juga menyoroti bahwa stigma terkait HIV/AIDS dalam masyarakat perlu diubah karena hal itu menjadi kendala dalam pengobatan dan evaluasi para pasien.

Pemerintah juga mengusung tata laksana program HIV yang dikenal dengan ABCDE: abstinence (tidak berhubungan seks), be faithful (setia pada pasangan), condom, don’t use drugs (tidak memakai narkoba), dan edukasi. Prinsip “no one left behind” menjadi landasan moral dalam setiap upaya penanggulangan, memastikan tidak ada satupun yang tertinggal, baik yang sudah teridentifikasi maupun yang belum.

Strategi STOP dan Akses Pengobatan Gratis

Di tingkat daerah, pemerintah mengusung strategi nasional bertajuk STOP untuk menekan kasus HIV menuju target 2030. Pokja Litbang KPA Merauke, Inge Silvia, menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan minimal 95 persen masyarakat mendapatkan sosialisasi terkait HIV. Strategi ini menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Salah satu pilar penting dalam penanggulangan HIV/AIDS adalah akses pengobatan yang terjangkau. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi, memastikan pengobatan HIV/AIDS bisa diakses secara gratis di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Seluruh proses pemeriksaan hingga pengobatan HIV di puskesmas telah dijamin oleh program pemerintah tanpa dipungut biaya, mencakup konseling, pengujian sampel darah laboratorium, hingga pemberian obat ARV secara gratis.

RAN HIV dan IMS 2026–2029 sebagai Kerangka Kerja

Untuk memberikan arah yang lebih terstruktur, Kemenkes menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanggulangan HIV dan IMS Tahun 2026–2029. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) turut berkomitmen penuh dalam mendukung program kesehatan nasional ini. PPNI memberikan masukan dan usulan demi efektivitas RAN 2026–2029, di antaranya optimalisasi peran perawat di fasilitas primer, peningkatan kompetensi khusus, integrasi asuhan keperawatan, serta perlindungan dan keselamatan kerja.

Dengan kerangka kerja yang jelas, pendekatan berbasis hak asasi manusia, dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, pemerintah berharap dapat mempercepat pencapaian target 95-95-95 pada 2030. Namun, keberhasilan akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuan mengatasi stigma sosial, memperluas akses deteksi dini, dan memastikan kesinambungan pengobatan bagi semua orang yang membutuhkan.

Long Weekend Kemerdekaan, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Liburan

Jakarta, 13 Agustus 2026 – Momentum libur panjang Hari Kemerdekaan dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk sejenak beristirahat dari rutinitas dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Tahun ini, masyarakat akan menikmati long weekend selama tiga hari, mulai Sabtu (15/8) hingga Senin (17/8), saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi sebagian masyarakat, momentum tersebut menjadi waktu yang tepat untuk merealisasikan rencana yang sudah lama disiapkan, termasuk melakukan perjalanan singkat bersama keluarga. Dengan waktu yang terbatas, perjalanan ke destinasi dalam kota maupun luar kota menggunakan kendaraan pribadi menjadi salah satu pilihan untuk menikmati libur panjang secara lebih fleksibel.

Namun, selain waktu dan tujuan perjalanan, kesiapan anggaran juga menjadi bagian penting dalam merencanakan liburan. Biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga kebutuhan selama perjalanan perlu diperhitungkan agar rencana liburan tetap berjalan sesuai kemampuan finansial.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan fasilitas dana tunai, BRI Flash, dengan jaminan BPKB kendaraan sebagai salah satu alternatif solusi pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan dana untuk berbagai kebutuhan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Libur panjang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk sejenak keluar dari rutinitas dan menikmati waktu bersama keluarga. Bagi yang sudah memiliki rencana perjalanan, tentu persiapan perlu dilakukan dengan baik, termasuk dari sisi anggaran. BRI Finance berupaya menyediakan alternatif pembiayaan yang fleksibel untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di tengah situasi ekonomi saat ini.”

Melalui fasilitas dana BRI Finance, masyarakat dapat memperoleh pencairan hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun. Fasilitas tersebut menggunakan BPKB kendaraan sebagai jaminan, sementara kendaraan tetap dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari selama masa pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penggunaan BPKB sebagai jaminan memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan dana namun tetap ingin mempertahankan kendaraan sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari. Di sisi lain, BRI Finance mengingatkan masyarakat untuk tetap mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum mengajukan pembiayaan. Besaran dana, tenor, dan kewajiban pembayaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing agar pembiayaan dapat dikelola secara sehat.

“Pada akhirnya, pembiayaan perlu direncanakan dengan matang. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara bijak dan sesuai kebutuhan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya sekaligus tetap menjaga kesehatan keuangan,” ujar Dhani.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai BRI Flash, informasi dan pengajuan dapat dilakukan melalui WhatsApp resmi BRI Finance di (+62) 811-1937-0838 maupun kanal resmi BRI Finance.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kebutuhan Dana Tunai Menguat, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan 44,74%

Jakarta, 14 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat pertumbuhan positif pada bisnis pembiayaan dana tunai hingga paruh pertama 2026. Per Juni 2026, tercatat penyaluran pembiayaan dana tunai tumbuh 44,74% secara tahunan (year on year/yoy) dan memberikan kontribusi sebesar 10,88% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pendanaan yang praktis dan fleksibel masih terjaga di tengah dinamika perekonomian sepanjang semester pertama tahun ini.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa peningkatan penyaluran pembiayaan dana tunai turut mencerminkan respons perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Pertumbuhan pembiayaan dana tunai sebesar 44,74% secara tahunan hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pendanaan masih cukup kuat. Kami melihat peluang ini dengan tetap mengedepankan kualitas pembiayaan dan prinsip kehati-hatian,” ujar Dhani.

Pertumbuhan bisnis tersebut tidak terlepas dari kemudahan akses terhadap layanan pembiayaan, dukungan jaringan layanan yang luas, serta strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan untuk menjangkau kebutuhan nasabah secara lebih efektif.

Untuk itu, BRI Finance juga terus mengembangkan pendekatan pembiayaan yang mempertimbangkan karakteristik dan profil risiko masing-masing segmen. Dalam penyaluran pembiayaan dana tunai, perusahaan menerapkan proses seleksi dan underwriting secara prudent untuk memastikan pertumbuhan bisnis tetap berjalan seiring dengan terjaganya kualitas aset.

“Pertumbuhan pembiayaan harus selalu diikuti dengan pengelolaan risiko yang disiplin. Karena itu, kami terus memperkuat proses seleksi debitur dan melakukan monitoring kualitas kredit secara berkelanjutan, khususnya pada segmen pembiayaan dana tunai,” jelas Dhani.

Ke depan, BRI Finance akan terus mengoptimalkan pertumbuhan bisnis pembiayaan dengan menyeimbangkan aspek ekspansi, kualitas portofolio, dan manajemen risiko. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES