Tantangan Rantai Pasok Industri Makanan Indonesia: Bahan Baku, Logistik, dan Harga yang Mudah Berubah

Harga Bahan Baku Menjadi Ujian Utama

Di balik pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia, ada tantangan besar yang sering tidak terlihat konsumen: rantai pasok. Produsen makanan harus menghadapi perubahan harga bahan baku, keterlambatan distribusi, kualitas bahan yang tidak seragam, dan biaya logistik yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Bahan seperti gandum, gula, kedelai, susu, minyak nabati, kakao, dan bahan kemasan sangat memengaruhi biaya produksi. Sebagian bahan masih bergantung pada pasar global, sehingga perubahan nilai tukar, cuaca ekstrem, konflik dagang, atau gangguan pelayaran dapat berdampak pada harga di tingkat produsen.

Untuk memantau indikator harga dan inflasi, pelaku usaha dapat merujuk data resmi Bank Indonesia melalui https://www.bi.go.id/id/statistik/indikator/data-inflasi.aspx. Data inflasi membantu produsen membaca tekanan harga dan menyesuaikan strategi penjualan secara lebih rasional.

Logistik Indonesia Punya Tantangan Geografis

Negara Kepulauan, Biaya Distribusi Lebih Kompleks

Indonesia adalah negara kepulauan. Kondisi ini membuat distribusi bahan baku dan produk jadi lebih kompleks dibandingkan negara dengan wilayah daratan yang menyatu. Produsen di Jawa mungkin lebih mudah mendapatkan bahan, kemasan, dan akses transportasi. Sebaliknya, pelaku usaha di wilayah timur sering menghadapi biaya kirim lebih tinggi dan waktu distribusi lebih panjang.

Masalah logistik berdampak langsung pada harga jual. Produk yang sama bisa memiliki harga berbeda antarwilayah karena biaya distribusi, ketersediaan stok, dan efisiensi gudang. Bagi industri F&B, selisih kecil pada ongkos kirim dapat memengaruhi margin, terutama untuk produk bernilai rendah tetapi bervolume besar.

Cold Chain Masih Menjadi Kebutuhan Penting

Produk seperti daging, susu, seafood, makanan beku, dan minuman tertentu membutuhkan rantai dingin. Tanpa cold chain yang baik, risiko kerusakan produk meningkat. Ini bukan hanya soal kerugian finansial, tetapi juga keamanan pangan dan reputasi merek.

Kasus nyata terlihat pada meningkatnya bisnis frozen food rumahan dan makanan siap masak. Banyak produk berpotensi laku, tetapi sulit memperluas pasar karena keterbatasan pengiriman suhu rendah dan biaya kemasan insulasi yang mahal.

Efisiensi Produksi Jadi Penentu Daya Saing

Tantangan rantai pasok tidak selalu bisa diselesaikan dengan menaikkan harga. Konsumen Indonesia sensitif terhadap perubahan harga, terutama untuk produk konsumsi harian. Karena itu, produsen perlu mencari efisiensi dari sisi proses, bahan alternatif, ukuran kemasan, dan perencanaan stok.

Strategi yang dapat dilakukan antara lain menjalin kontrak jangka panjang dengan pemasok, menggunakan bahan lokal, membuat proyeksi permintaan, dan mengurangi produk gagal produksi. Teknologi sederhana seperti pencatatan stok digital juga dapat membantu UMKM menghindari pemborosan.

Peluang dari Bahan Lokal

Di tengah tantangan bahan impor, Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan bahan lokal. Singkong, sorgum, kelapa, rempah, ikan, buah tropis, dan komoditas perkebunan dapat menjadi dasar inovasi produk. Selain menekan risiko ketergantungan, bahan lokal juga memberi identitas kuat bagi merek.

Industri makanan Indonesia akan semakin kompetitif bila rantai pasoknya kuat. Produk enak penting, tetapi produk yang bisa diproduksi konsisten, dikirim tepat waktu, dan dijual dengan harga sehat akan lebih siap bertahan.

Advance Your Career with CMRP Training by PetroSync

In today’s competitive maintenance and reliability environment, professionals are expected to do more than respond to equipment failures. Organizations increasingly value individuals who can improve asset performance, optimize maintenance strategies, and contribute to long-term operational reliability.

CMRP Training provides a structured pathway to develop these capabilities while preparing professionals for industry-recognized certification. Through PetroSync’s practical learning approach, participants can strengthen their expertise and position themselves for greater career growth.

Key Skills You Gain from CMRP Training

As professionals pursue the Certified Maintenance & Reliability Professional designation, they gain a broader understanding of the principles that support effective maintenance and reliability programs.

CMRP Training focuses on competencies that help professionals improve decision-making, support operational excellence, and align maintenance activities with business objectives.

Key competencies developed through CMRP Training include:

• Asset reliability and performance improvement

• Maintenance strategy development and optimization

• Work management and planning practices

• Performance measurement and continuous improvement

• Leadership and organizational readiness

These skills are valuable for maintenance engineers, reliability engineers, supervisors, and asset integrity professionals seeking to strengthen their professional capabilities.

Why Choose PetroSync for CMRP Training?

Selecting the right training provider is an important step in achieving certification goals. PetroSync delivers Certified Maintenance & Reliability Professional Training designed to help participants understand key concepts while preparing for certification success.

The training emphasizes practical application, enabling professionals to connect industry best practices with real-world maintenance and reliability challenges. This approach helps participants gain knowledge that can be applied immediately in their organizations.

With a focus on professional development, PetroSync supports learners in building confidence and expanding their expertise in maintenance and reliability management.

How CMRP Training Advances Your Career

Earning a Maintenance and Reliability Professional Certification demonstrates a commitment to continuous improvement and professional excellence.

CMRP Certification Training can help professionals strengthen their qualifications and stand out in a competitive job market while contributing greater value to their organizations.

Career benefits of completing CMRP Training include:

1. Professional recognition within the maintenance and reliability field

2. Stronger technical credibility and industry confidence

3. Broader career opportunities and advancement potential

4. Improved operational impact through enhanced reliability practices

As organizations continue to prioritize asset performance and reliability, certified professionals are increasingly positioned to take on greater responsibilities and leadership opportunities.

Build Your Future with PetroSync

Investing in CMRP Training is an investment in long-term professional growth. Whether you are looking to strengthen your technical expertise or pursue certification, PetroSync provides a practical pathway to help you move forward with confidence.

Learn more about training opportunities through PetroSync and take the next step toward advancing your maintenance and reliability career.

This press release is also published on VRITIMES

Tantangan Ekowisata Indonesia: Sampah, Overtourism, dan Dilema Menjaga Alam yang Makin Populer

Popularitas Bisa Menjadi Ancaman Baru

Ekowisata sering dipandang sebagai solusi ideal bagi pariwisata Indonesia. Namun, semakin populer sebuah destinasi alam, semakin besar pula tekanannya. Pantai yang dulu sepi bisa berubah padat. Jalur trekking yang semula alami bisa penuh sampah. Desa yang tenang bisa kehilangan ruang privat karena diburu konten media sosial.

Inilah paradoks ekowisata: destinasi dipromosikan karena keasliannya, tetapi promosi berlebihan dapat mengikis keaslian itu sendiri. Untuk melihat arah kebijakan dan informasi kawasan konservasi, pembaca dapat merujuk sumber resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: https://www.menlhk.go.id.

Peluang Ekonomi Tetap Besar

Warga Lokal Mendapat Sumber Pendapatan Baru

Di banyak daerah, ekowisata memberi alternatif ekonomi selain pertanian, perikanan, atau ekstraksi sumber daya alam. Warga dapat menjadi pemandu, membuka homestay, menjual makanan lokal, menyediakan transportasi, atau mengelola paket wisata edukasi.

Dampak ini penting, terutama di wilayah yang selama ini jauh dari pusat ekonomi. Ketika wisatawan datang untuk menikmati hutan, laut, sawah, atau budaya lokal, masyarakat memiliki insentif untuk menjaga aset alam tersebut.

Destinasi Kecil Bisa Tumbuh Lewat Digital

Media sosial dan platform perjalanan membuat destinasi kecil lebih mudah dikenal. Air terjun tersembunyi, kebun kopi di lereng gunung, kawasan mangrove, dan desa adat dapat menjangkau wisatawan tanpa biaya promosi besar. Jika dikelola baik, digitalisasi bisa membantu distribusi kunjungan agar tidak hanya terkonsentrasi di Bali atau destinasi besar.

Masalah Lapangan: Sampah dan Daya Dukung

Tantangan paling terlihat adalah sampah. Banyak destinasi alam belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. Tempat sampah tersedia, tetapi pengangkutan tidak rutin. Wisatawan diminta membawa pulang sampah, tetapi tidak semua patuh. Pelaku usaha menjual makanan dan minuman kemasan, sementara fasilitas daur ulang terbatas.

Masalah lain adalah daya dukung. Tidak semua lokasi mampu menerima kunjungan besar. Pulau kecil, gua, jalur pendakian, dan area snorkeling memiliki batas ekologis. Jika jumlah pengunjung melebihi kapasitas, kerusakan terjadi perlahan: tanah tererosi, karang patah, satwa terganggu, dan kualitas air menurun.

Kasus Nyata: Destinasi Viral dan Beban Warga

Fenomena destinasi viral menjadi konteks penting. Sebuah lokasi bisa mendadak ramai setelah muncul di TikTok, Instagram, atau YouTube. Dalam waktu singkat, pedagang berdatangan, lahan parkir dibuka, dan harga naik. Warga mendapat peluang ekonomi, tetapi juga menghadapi kemacetan, kebisingan, dan tekanan sosial.

Situasi ini menunjukkan bahwa ekowisata tidak boleh hanya mengandalkan viralitas. Dibutuhkan perencanaan sebelum promosi besar dilakukan. Pemerintah daerah dan pengelola lokal perlu menyiapkan jalur kunjungan, toilet, pengolahan sampah, standar keamanan, dan aturan perilaku wisatawan.

Solusi: Aturan Tegas dan Edukasi Wisatawan

Ekowisata yang sehat membutuhkan kombinasi aturan dan edukasi. Pembatasan jumlah pengunjung perlu diterapkan di kawasan sensitif. Biaya masuk dapat diarahkan untuk konservasi, bukan hanya pendapatan daerah. Pemandu lokal harus dibekali kemampuan menjelaskan nilai ekologis destinasi.

Wisatawan juga punya peran penting. Membawa botol minum sendiri, tidak memberi makan satwa, tidak mengambil karang, memakai operator lokal, dan menghormati adat setempat adalah tindakan kecil yang berdampak besar.

Ekowisata Indonesia punya masa depan cerah, tetapi hanya jika popularitas tidak dibiarkan berjalan tanpa kendali. Alam yang menjadi daya tarik utama harus ditempatkan sebagai batas, bukan sekadar latar foto.

BRI BO Otista dan BRIMedika Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Program CX 100 untuk Nasabah Pensiunan

Dalam rangka memberikan apresiasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah pensiunan, BRI Branch Office (BO) Otista berkolaborasi dengan BRImedika mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dalam program CX 100 (Apresiasi Nasabah Pensiunan BRI). Kegiatan ini diikuti oleh 100 nasabah pensiunan pilihan dan berlangsung dengan penuh antusias di lingkungan BRI BO Otista.

Melalui kolaborasi ini, para nasabah mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, konsultasi kesehatan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat di usia lanjut. Kehadiran tenaga medis dari BRImedika memberikan kemudahan bagi para nasabah untuk memantau kondisi kesehatannya secara langsung dan profesional.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan finansial, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan nasabah pensiunan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban, di mana para nasabah merasa diperhatikan serta mendapatkan manfaat yang sangat berarti.

BRI BO Otista berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan para nasabah pensiunan sekaligus mempererat hubungan baik antara BRI dan para nasabah yang telah setia mempercayakan layanan perbankannya kepada BRI selama bertahun-tahun.

Dengan semangat Melayani dengan Setulus Hati, BRI akan terus menghadirkan berbagai program yang memberikan nilai tambah dan pengalaman terbaik bagi seluruh nasabah

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tembus Rantai Pasok Nasional, Kolaborasi Muhammadiyah dan Kementerian UMKM Cetak Potensi Transaksi Rp 2,2 Miliar

Kementerian UMKM RI bersama LP UMKM Muhammadiyah sukses menyelenggarakan Business Matching Program Penguatan Rantai Pasok (Supply Chain) UMKM pada Selasa (30/6) di Kampus UNISA Yogyakarta, yang mempertemukan 25 UMKM terkurasi asal Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta dengan korporasi serta ritel nasional seperti Alfamart, Indomaret, Krisna Oleh-Oleh, PT Food Station, dan PHRI. Puncak dari program pendampingan sejak 15 Juni 2026 ini berhasil mencetak proyeksi potensi nilai transaksi hingga Rp 2,2 miliar melalui negosiasi langsung (one-on-one).

YOGYAKARTA, 30 Juni 2026 – Langkah nyata mendorong pengusaha usaha mikro naik kelas terus digelorakan. Lembaga Pengembangan UMKM (LP UMKM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar Business Matching Program Penguatan Rantai Pasok (Supply Chain) UMKM pada Selasa (30/6), bertempat di Kampus Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang dihadiri antara lain PP Aisyiyah, Majelis Pengembangan Masyarakat PP Muhammadiyah, Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah.

Point pentingnya sukses mempertemukan produk-produk lokal terbaik dengan raksasa ritel dan agregator nasional, serta diproyeksikan mampu mencetak potensi nilai transaksi hingga Rp 2,2 miliar. Kegiatan ini merupakan puncak dari program pendampingan intensif yang diinisiasi sejak 15 Juni 2026. Dari total 60 UMKM binaan LP UMKM Muhammadiyah asal wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta yang mendaftar, sebanyak 48 UMKM berhasil lolos kurasi menuju tahap pitching, dan 25 UMKM terpilih melaju ke tahap negosiasi langsung, one-on-one business matching dengan para buyer utama. Tidak tanggung-tanggung, para pelaku UMKM langsung berhadapan dengan agregator pasar dan korporasi jaringan nasional, antara lain Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Krisna Oleh-Oleh Bali, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dan PT Indomarco Primatama (Indomaret).

Kementerian UMKM di wakili Asdep Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro – Deputi Bidang Usaha Mikro, Pristiyanto menyampaikan bahwa agenda ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Pemerintah dalam mengorkestrasi ekosistem kemitraan usaha mikro agar masuk ke dalam rantai pasok industri nasional. “Penguatan rantai pasok adalah kunci agar UMKM kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Lewat sinergi bersama LP UMKM Muhammadiyah, kita membangun agregasi produk yang berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan. Korporasi mendapatkan kepastian pasokan bahan baku lokal bermutu, sementara UMKM mendapatkan kepastian pasar (offtaker). Ini adalah model ideal dari gotong royong ekonomi nasional,” ungkapnya. Melalui skema kemitraan ini, potensi transaksi sebesar Rp 2,2 miliar tersebut ditargetkan dapat segera terealisasi secara bertahap. Dalam jangka panjang, program kolaboratif ini tidak hanya diproyeksikan untuk memperluas skala usaha dan kapasitas produksi pelaku mikro, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional berbasis umat dan kerakyatan.

Di sisi lain,  Ketua LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pengembang dan Pelatihan, Bambang Sutrisno menegaskan bahwa Business Matching ini menjadi jembatan konkret (concrete bridge) untuk memecah tantangan akses pasar yang sering dihadapi pelaku usaha mikro. “Keberhasilan pembinaan UMKM tidak boleh berhenti pada seremonial pelatihan, melainkan harus bermuara pada akses pasar yang berkelanjutan. Potensi transaksi sebesar Rp 2,2 miliar ini membuktikan produk UMKM binaan Muhammadiyah memiliki daya saing tinggi. Kami akan mengawal proses lanjutan dari Letter of Intent (LoI) hingga terwujudnya sales contract sehingga terciptanya kemitraan jangka panjang yang inklusif,” ujarnya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara YIA Layani 1,13 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026

Yogyakarta, 11 Juni 2026 – PT Railink mencatat kinerja positif pada layanan Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) selama periode Januari hingga Mei 2026. Total jumlah pelanggan yang menggunakan layanan KA Bandara YIA mencapai 1.129.627 penumpang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.117.749 penumpang atau tumbuh sekitar 1,06%.

Peningkatan tersebut ditopang oleh tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi kereta api sebagai moda pilihan menuju dan dari Bandara Yogyakarta International Airport. Dari total pelanggan tersebut, layanan KA Bandara YIA Reguler melayani sebanyak 763.216 penumpang, meningkat sebesar 7,49% dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang mencapai 710.021 penumpang.

Sementara itu, layanan KA Bandara YIA Xpress mencatat sebanyak 366.411 penumpang selama lima bulan pertama tahun 2026. Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 407.729 penumpang, layanan ini tetap menjadi pilihan masyarakat yang mengutamakan waktu tempuh lebih singkat menuju bandara.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih layanan KAI Bandara sebagai moda transportasi menuju Bandara YIA.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan KA Bandara YIA menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap layanan transportasi publik yang terintegrasi, aman, nyaman, dan tepat waktu. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan,” ujar Porwanto.

Menurut Porwanto, capaian ini juga mencerminkan keberhasilan berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan perusahaan, mulai dari optimalisasi operasional perjalanan kereta, peningkatan kemudahan akses pemesanan tiket, hingga penguatan integrasi layanan dengan moda transportasi lainnya.

Ke depan, KAI Bandara akan terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang andal dan berkelanjutan guna mendukung konektivitas serta pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

KAI Bandara mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan KA Bandara YIA sebagai solusi perjalanan menuju bandara yang bebas macet, tepat waktu, dan nyaman, sehingga dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efektif dan menyenangkan.

KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas, perusahaan telah menyiapkan layanan lost and found. Selain itu, penumpang diharapkan datang lebih awal ke bandara, yaitu 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam sebelum keberangkatan domestik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Libur Panjang Waisak dan Idul Adha 2026, KAI Bandara Layani Lebih dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara

PT Railink sebagai operator di KAI Bandara mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Hari Raya Waisak dan Iduladha yang berlangsung pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Selama periode tersebut, layanan KAI Bandara di wilayah Sumatera Utara berhasil melayani sebanyak 84.527 penumpang.

Jumlah tersebut terdiri dari 29.047 penumpang KA Srilelawangsa relasi Medan – Bandara Kualanamu dan 55.480 penumpang KA Srilelawangsa relasi Medan – Binjai – Kuala Bingai.

Tingginya jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api di Sumatera Utara semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas selama masa libur panjang, baik untuk perjalanan menuju bandara maupun perjalanan antarkota di wilayah Sumatera Utara.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur panjang tersebut.

“Kepercayaan masyarakat yang tercermin dari jumlah pelanggan mencapai 84.527 orang selama periode libur Waisak dan Iduladha menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. KAI Bandara berkomitmen menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terintegrasi guna mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat di Sumatera Utara,” ujar Porwanto.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran untuk menggunakan transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, KAI Bandara akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Selama masa angkutan libur panjang, operasional KA Srilelawangsa berjalan dengan lancar dan kondusif. KAI Bandara juga memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas pelayanan untuk mendukung kelancaran perjalanan pelanggan di seluruh wilayah operasional Sumatera Utara.

KAI Bandara mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan akan terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas, perusahaan telah menyiapkan layanan lost and found. Selain itu, penumpang diharapkan datang lebih awal ke bandara, yaitu 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam sebelum keberangkatan domestik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Ayep Hanapi

Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink

Ayep.Hanapi@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Edukasi 61.852 Masyarakat Yogyakarta Melalui Program Edutrain Hingga Juni 2026

PT Railink (KAI Bandara) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi transportasi publik dan budaya keselamatan perjalanan kereta api melalui program Edutrain. Hingga Juni 2026, program edukasi tersebut telah menjangkau sebanyak 61.852 peserta di wilayah Yogyakarta, menjadikannya wilayah dengan jumlah peserta Edutrain terbesar dari total 96.389 peserta yang mengikuti program serupa di seluruh area operasional KAI Bandara.

Program Edutrain merupakan sarana edukasi yang memberikan kesempatan kepada pelajar, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian, mulai dari operasional kereta api, fasilitas stasiun, prosedur keselamatan perjalanan, hingga pentingnya penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

Tingginya partisipasi masyarakat Yogyakarta dalam program ini menunjukkan semakin meningkatnya minat dan kesadaran masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel sebagai moda transportasi masa depan yang efisien dan berkelanjutan.

Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat Yogyakarta yang terus mendukung berbagai program edukasi yang diselenggarakan perusahaan.

“Yogyakarta memiliki budaya pendidikan yang sangat kuat. Karena itu, kami melihat program Edutrain sebagai sarana yang efektif untuk memperkenalkan dunia perkeretaapian sekaligus menanamkan nilai-nilai keselamatan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap transportasi publik kepada generasi muda. Kami mengapresiasi partisipasi 61.852 peserta yang telah mengikuti program ini sepanjang tahun 2026,” ujar Porwanto.

Menurutnya, edukasi transportasi publik menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih modern dan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang baik mengenai manfaat transportasi berbasis rel, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjadikan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian.

“Keberhasilan program Edutrain di Yogyakarta menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas manfaat layanan dan edukasi kepada masyarakat. Selain meningkatkan kualitas layanan yang ada, KAI Bandara juga tengah mengembangkan layanan transportasi perkeretaapian di wilayah Sumatera Utara agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau,” tambah Porwanto.

KAI Bandara meyakini bahwa edukasi dan pengembangan layanan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membangun budaya transportasi publik. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menjalin kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas jangkauan program Edutrain di masa mendatang.

Melalui program ini, KAI Bandara berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan transportasi publik dan menciptakan mobilitas yang lebih berkelanjutan.

KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas, perusahaan telah menyiapkan layanan lost and found. Selain itu, penumpang diharapkan datang lebih awal ke bandara, yaitu 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam sebelum keberangkatan domestik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Adakan Pengobatan Gratis Dengan Rail Clinic di Stasiun Bumiwaluya

Info Daop 2 Bd

Selasa, 30 Juni 2026

KAI Daop 2 Bandung Adakan Pengobatan Gratis Dengan Rail Clinic di Stasiun Bumiwaluya

Kabupaten Garut (Jawa Barat) – 30 Juni 2026, Sebagai wujud Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT KAI kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang lintasan jalur kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali melakukan Bakti Sosial berupa Pemeriksaan kesehatan gratis menggunakan Rail Clinic pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan bakti sosial Rail Clinic hari ini dilaksanakan di Stasiun Bumiwaluya, yang terletak di Kelurahan Citeras, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Executive Vice President PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono menjelaskan pada kegiatan ini KAI Daop 2 Bandung melakukan bakti sosial ke masyarakat di sekitar stasiun dengan melakukan pemeriksaan, pengobatan gratis, dan penyuluhan bagi masyarakat. “Secara umum, fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan di dalam Rail Clinic adalah jenis pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama,” jelas Hendra.

Pada kegiatan bakti sosial ini sudah ada 265 pasien yang mendaftar untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis. KAI Daop 2 Bandung juga memberikan 50 kacamata gratis untuk siswa/siswi SDN 1 Citeras dan 70 kacamata gratis untuk para lansia warga Kelurahan Citeras. Selain itu, juga diberikan bantuan sembako dan kursi roda untuk masyarakat sekitar stasiun serta juga disampaikan sosialisasi dan penyuluhan tentang keselamatan di sekitar jalur rel KA maupun tentang kesehatan kepada warga sekitar Stasiun Bumiwaluya.

Pengobatan gratis dengan menggunakan Rail Clinic merupakan salah satu inovasi PT KAI di bidang kesehatan dengan menjadikan Kereta Rel Diesel (KRD) Penumpang menjadi rangkaian kereta dengan fasilitas kesehatan lengkap layaknya poliklinik berjalan. Sejak dilaunching pada Desember 2015 lalu dan mendapatkan rekor MURI, hingga saat ini PT KAI sudah memiliki 4 rangkaian Rail Clinic yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera untuk kegiatan bakti sosial.

Kegiatan pengobatan gratis di Daop 2 Bandung pada saat ini menggunakan Rail Clinic Generasi 4 dengan jumlah 4 kereta dalam 1 rangkaian yang terdiri dari rangkaian Kereta Sehat (Rail Clinic) dan Kereta Pustaka (Rail Library). Ruang kabin masinis, Ruang Perpustakaan, Ruang Membaca Digital, Ruang untuk belajar, Ruang pertemuan, serta fasilitas toilet dan pantry terdapat di 2 kereta dalam rangkaian tersebut, sedangkan pada 2 kereta lainnya berisi fasilitas kesehatan lengkap layaknya poliklinik berjalan. Masing–masing kereta memiliki tata ruang dan jenis pelayanan yang berbeda.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan mulai dari Pemeriksaan Gigi, Pemeriksaan Dokter Umum, tindakan medis sederhana, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Laboratorium sederhana, Ruang Farmasi dan Ruang Pemeriksaan Mata. Seluruh peralatan medis yang ada dilengkapi dengan peralatan digital yang canggih dan modern yang memudahkan dalam melakukan pemeriksaan.

Sebagai bentuk sinergi antara PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung dengan pemerintah daerah Kabupaten Garut, kegiatan Rail Clinic di Stasiun Bumiwaluya ini didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Puskesmas Citeras, Jajaran Muspika Malangbong, dan tokoh masyarakat sekitar Stasiun Bumiwaluya.

Lebih lanjut Hendra menyampaikan bahwa kereta seperti ini digunakan untuk kepentingan dinas khusus dalam bentuk pelayanan kesehatan sebagai langkah kepedulian PT KAI Daop 2 Bandung kepada masyarakat di sepanjang jalur rel yang ada secara bergantian. “Ini merupakan salah satu bentuk lain program CSR/TJSL di PT KAI, masyarakat dapat memanfaatkan Rail Clinic ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Diharapkan dengan kegiatan ini akan mempererat silahturahmi dengan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat dapat turut aktif menjaga aset dan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkas Hendra.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Metland Blanjaproperti 2026 Hadirkan Solusi Rumah Siap Huni

Di tengah dinamika suku bunga dan
nilai tukar yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli rumah, momentum
menjadi faktor penting untuk segera merealisasikan kepemilikan hunian. Menjawab
kebutuhan tersebut, PT Metropolitan Land Tbk (Metland) kembali menghadirkan Metland
Blanjaproperti 2026 – Rumah Siap Huni dengan mengusung tema “Moment Seru
di Rumah Baru”, menghadirkan beragam pilihan rumah dan apartemen siap huni
yang memungkinkan masyarakat segera menempati hunian impian dan menciptakan
momen berharga bersama keluarga.

Metland
Blanjaproperti 2026 diselenggarakan secara hybrid untuk menjangkau
masyarakat lebih luas melalui platform online di www.blanjaproperti.com yang berlangsung
pada 17 Juni – 6 September 2026, serta pameran onsite di Atrium
Metropolitan Mall Bekasi pada 23 Juni – 5 Juli 2026, tidak hanya menghadirkan
beragam pilihan rumah dan apartemen dari proyek-proyek unggulan Metland, akan
ada beragam aktivitas termasuk bincang-bincang dengan financial educator dan
perbankan terutama untuk Gen Z dapat memiliki rumah.  

“Melalui
Metland Blanjaproperti 2026, kami ingin memberikan solusi bagi masyarakat yang
ingin segera memiliki hunian tanpa harus menunggu proses pembangunan. Seluruh
unit yang ditawarkan merupakan hunian siap huni, sehingga konsumen dapat segera
melakukan akad kredit dan menikmati hunian,” jelas Olivia Surodjo, Direktur PT
Metropolitan Land Tbk.

Sebagai daya
tarik selama pameran berlangsung, Metland menghadirkan Money Blower Machine,
sebuah aktivitas interaktif yang memberikan kesempatan kepada konsumen yang
melakukan pemesanan unit selama periode program untuk mendapatkan berbagai
hadiah menarik seperti voucher belanja, perlengkapan rumah
tangga hingga Golden
Ticket
berupa tabungan emas senilai hingga Rp50 juta. “Pada Metland
Blanjaproperti kali ini konsumen juga dapat memanfaatkan berbagai
program pembiayaan dari mitra perbankan program insentif PPN DTP yang masih berlaku.” jelas Olivia.

Metland
Blanjaproperti 2026 didukung oleh sejumlah mitra perbankan nasional, yaitu Bank
Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Central Asia
(BCA), yang menghadirkan berbagai program pembiayaan menarik.

Metland
Blanjaproperti 2026 menghadirkan seluruh proyek residensial yaitu Metland
Menteng, Metland Cyber Puri, Metland Puri, Metland Cibitung, Metland Cikarang,
Metland Kertajati, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Tambun dan
apartemen M Gold Tower serta apartemen Kaliana.

“Melalui
Metland Blanjaproperti 2026, Metland berharap dapat memberikan pengalaman yang
lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat dalam menemukan hunian
impian, sekaligus memperkuat komitmen Perseroan untuk terus menghadirkan produk
properti berkualitas yang menjawab kebutuhan pasar,” tutup olivia

–Selesai–

Tentang PT Metropolitan land Tbk (Metland)

PT Metropolitan Land Tbk (Metland) didirikan pada tahun 1994 dan
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juni 2011. Metland adalah pengembang
properti terkemuka dan tepercaya dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di
Indonesia. Portofolio Metland saat ini sebanyak 21 proyek, mencakup sembilan
proyek perumahan dan proyek komersial yang terdiri dari empat pusat
perbelanjaan, enam hotel berbintang, dua apartemen dan gedung perkantoran.

Proyek hunian Metland terdiri dari Metland Menteng, Metland Puri,
Metland Cyber Puri, Metland Tambun Bekasi, Metland Transyogi, Metland
Cileungsi, Metland Cibitung Metland Cikarang dan proyek terbaru yaitu Metland
Kertajati. Pusat perbelanjaan meliputi Metropolitan Mall Bekasi, Grand
Metropolitan, Metropolitan Mall Cileungsi dan commercial block One
District at Puri dan unit hotel, terdiri dari Hotel Horison Ultima Bekasi,
Hotel Horison Ultima Seminyak Bali, Metland Smara Kertajati, Metland Hotel
Bekasi, Metland Hotel Cirebon dan Metland Venya Ubud di Bali. Selain itu,
Metland juga memiliki properti komersial perkantoran dan apartemen M Gold Tower
serta apartemen Kaliana.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES