Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya

Dua bisnis dengan jumlah chat bulanan yang sama belum tentu memiliki biaya WhatsApp Business API yang sama. Perbedaan dapat muncul dari jumlah balasan, penggunaan chatbot, dan pesan tambahan yang dikirim kepada pelanggan. Mulai 1 Oktober 2026, perubahan tarif balasan bisnis membuat penghitungan biaya berdasarkan pemakaian aktual semakin penting.

Barantum mengangkat isu tersebut melalui webinar “Strategi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Oktober 2026”. Webinar ini membahas biaya, SOP, dan pemilihan kanal komunikasi sebagai bagian dari upaya menjaga efisiensi layanan pelanggan.

Jumlah Chat Belum Menggambarkan Seluruh Biaya

Jumlah chat masuk tidak selalu sama dengan jumlah balasan yang dikirim bisnis. Satu chat dapat menghasilkan beberapa pesan dari petugas, chatbot, atau sistem auto-reply. Karena itu, penghitungan biaya perlu mencakup seluruh respons yang relevan tanpa menghitung pesan yang sama dua kali.

Mulai 1 Oktober 2026, balasan bisnis melalui WhatsApp Business Platform dikenai tarif berdasarkan ketentuan yang berlaku. Kalkulator tarif WhatsApp API Barantum mencantumkan tarif ilustrasi Rp367 per balasan, setelah 1.000 pesan gratis per nomor bisnis per bulan. Ketentuan ini berbeda dari WhatsApp Business App.

Bisnis dapat menggunakan kalkulator tarif WhatsApp API Barantum untuk memperkirakan biaya berdasarkan volume chat dan rata-rata balasan. Estimasi perlu mempertimbangkan jumlah nomor bisnis, pesan tambahan, serta biaya platform dan layanan lain yang digunakan.

Memahami Perhitungan Biaya dan Pilihan Kanal

Sebagai ilustrasi, satu nomor bisnis menerima 1.500 chat per bulan. Setiap chat menghasilkan dua balasan petugas dan satu balasan otomatis tambahan. Dengan asumsi seluruh balasan masuk dalam perhitungan yang sama, totalnya mencapai 4.500 pesan.

Setelah dikurangi 1.000 pesan gratis, terdapat 3.500 pesan yang diperhitungkan dengan tarif Rp367 per pesan. Estimasi biaya balasan menjadi Rp1.284.500 per bulan. Angka ini merupakan simulasi, bukan tagihan pasti, dan belum mencakup broadcast, biaya platform, atau layanan tambahan.

Selain mengevaluasi volume pesan, bisnis dapat meninjau alur layanan untuk mengurangi pertanyaan berulang dan memperjelas tindak lanjut. Untuk kebutuhan pengunjung website, Live Chat Widget Barantum menyediakan kanal percakapan langsung. Riwayat interaksi dan data pelanggan dapat dikelola dalam ekosistem CRM sesuai konfigurasi yang digunakan.

Pemilihan kanal tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Penghematan tidak cukup dinilai dari berkurangnya pesan, tetapi juga dari ketuntasan penanganan dan biaya operasional secara keseluruhan.

Webinar Barantum Bahas Strategi Efisiensi WhatsApp

Webinar “Strategi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Oktober 2026” mengusung subjudul “Optimalkan Layanan, SOP, dan Channel Tanpa Mengurangi Customer Experience”. Acara dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00–15.30 WIB secara online melalui Zoom.

Webinar ini menghadirkan Ahmad, Sr. Digital Marketing & CRM Expert, serta Alif, Sr. Business Development & CRM Consultant sebagai pembicara. Peserta dapat mempelajari aspek biaya, SOP, dan pemilihan kanal untuk mendukung pengelolaan layanan pelanggan.

Bisnis yang ingin mengikuti acara tersebut dapat melakukan pendaftaran webinar Barantum melalui formulir resmi.

Penghitungan biaya yang akurat dimulai dari pencatatan pemakaian aktual, asumsi yang jelas, dan pemisahan setiap komponen pengeluaran. Dengan dasar tersebut, bisnis dapat mengevaluasi anggaran sekaligus menjaga kualitas layanan pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi

Jakarta, Oktober 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk terus menjaga keberlangsungan operasional di tengah tantangan industri konstruksi melalui pengelolaan lini bisnis dan pengendalian biaya secara berkelanjutan. Hingga Triwulan III 2026, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,08 triliun yang berasal dari kontribusi tiga lini bisnis utama, yaitu Beton Precast sebesar Rp418,92 miliar atau 38,8%, Jasa Konstruksi sebesar Rp389,16 miliar atau 36,1%, serta Readymix & Quarry sebesar Rp269,52 miliar atau 25%.

Sejumlah proyek yang dikerjakan Waskita Beton Precast tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain suplai produk beton untuk Proyek New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 2, Proyek Tangguh UCC Onshore, Proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A Tahap 3 Paket 1 dan 2, Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, dan berbagai proyek lainnya. Selain itu, Waskita Beton Precast juga tengah menyelesaikan pembangunan konstruksi untuk Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana dan Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun. Dalam pelaksanaannya, Perseroan terus berkomitmen untuk mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

Di sisi efisiensi, Perseroan terus melakukan pengendalian biaya untuk menjaga efektivitas pengelolaan usaha. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/YoY), biaya penjualan turun sebesar Rp64,38 miliar atau 9,8%, sementara biaya umum dan administrasi menurun sebesar Rp237,79 miliar atau 13,1%. Biaya non-contributing plant juga mengalami penurunan sebesar Rp6,57 miliar atau 65,6% YoY.

“Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami terus mencermati kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya agar setiap langkah yang diambil selaras dengan kondisi perusahaan. Fokus kami adalah memastikan pekerjaan yang berjalan dapat ditangani dengan baik, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha ke depan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Waskita Beton Precast juga menempatkan tata kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan usaha. Penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran menjadi landasan dalam pengambilan keputusan serta pelaksanaan aktivitas perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SATUSEHAT RME 2026 dan Klaim BPJS Kesehatan: Data Medis Jadi Dasar Layanan yang Lebih Transparan

Transformasi rekam medis Indonesia pada 2026 tidak hanya menyangkut kemudahan pasien ketika berpindah rumah sakit.

SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik (RME) juga berpotensi memperkuat tata kelola pembiayaan pelayanan kesehatan.

Dengan catatan diagnosis, tindakan, dan hasil pemeriksaan yang tersusun lebih konsisten, proses penilaian mutu serta verifikasi layanan dapat memiliki landasan informasi lebih baik.

Meski demikian, integrasi digital tidak dengan sendirinya menjamin klaim BPJS Kesehatan selalu lebih cepat disetujui.

Kesepakatan Lintas Lembaga pada Juli 2026

Pada 30 Juli 2026, Kementerian Kesehatan, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kementerian Dalam Negeri, BPJS Kesehatan, dan Badan Siber dan Sandi Negara menandatangani Surat Edaran Bersama tentang percepatan RME terintegrasi SATUSEHAT dalam pengelolaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional.

Kebijakan tersebut menekankan penggunaan catatan medis elektronik sebagai dokumen pendukung yang dapat ditelusuri, sehingga data pelayanan lebih mudah diperiksa secara konsisten.

Langkah ini kemudian mendapat konteks lebih luas ketika Kemenkes meluncurkan SATUSEHAT RME pada 1 September 2026.

Sistem nasional tersebut menghubungkan riwayat kesehatan berdasarkan pasien, bukan membiarkan informasi tetap terpisah di setiap fasilitas.

Data yang dapat dipertukarkan meliputi diagnosis, tindakan, obat, hasil laboratorium, tanda vital, dan radiologi, bergantung pada ketersediaan catatan serta kesiapan integrasi.

Apa Hubungannya dengan Mutu dan Pembayaran Layanan?

Dokumen medis yang akurat membantu menunjukkan pelayanan apa yang benar-benar diberikan, kapan dilakukan, dan bagaimana kondisi klinis pasien berkembang.

Dalam skema JKN, keterlacakan seperti ini penting untuk memperkuat penilaian administrasi dan pengawasan.

Pemerintah juga menyampaikan arah pembiayaan yang mempertimbangkan mutu, hasil layanan, serta kesesuaian dengan standar klinis, bukan hanya volume tindakan yang dikerjakan.

Contohnya, pasien dengan penyakit kronis dapat menerima pemeriksaan dan pengobatan di lebih dari satu fasilitas.

Riwayat yang tersambung memungkinkan dokter melihat terapi terdahulu, sementara dokumentasi tindakan memberi konteks bagi proses pemeriksaan klaim.

Akan tetapi, keputusan medis tetap menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, dan pembayaran klaim tetap tunduk pada aturan serta proses verifikasi BPJS Kesehatan yang berlaku.

Kejelasan pencatatan juga membantu rumah sakit mengidentifikasi ketidaksesuaian lebih dini sebelum dokumen pelayanan digunakan dalam proses administrasi pembiayaan.

Perluasan Sistem dan Perlindungan Hak Pasien

Per 31 Juli 2026, Kemenkes menyatakan 42.337 fasilitas pelayanan kesehatan telah terintegrasi dengan SATUSEHAT.

Untuk penerapan SATUSEHAT RME yang diumumkan September, implementasi dimulai bertahap, termasuk di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar serta RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta.

Angka konektivitas nasional bukan bukti bahwa semua jenis informasi klinis telah terkirim atau setiap rumah sakit sudah mengoperasikan seluruh fitur.

Kerahasiaan pasien tetap penting meski data semakin mudah dipertukarkan.

Pada pelayanan non-darurat, persetujuan akses medis diberikan melalui kode enam digit di SATUSEHAT Mobile.

Untuk pasien yang tidak sadar, tersedia prosedur akses darurat yang aktivitasnya dapat ditelusuri.

Perlindungan tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan administrasi pembiayaan tidak boleh menghilangkan prinsip penggunaan data sesuai kewenangan dan tujuan yang sah.

Pekerjaan Rumah di Balik Efisiensi Digital

Manfaat RME bagi JKN baru terasa jika isi catatan akurat, identitas pasien sesuai, sistem mampu bertukar data dengan standar HL7 FHIR, dan petugas konsisten mendokumentasikan pelayanan.

Kesalahan pengkodean, informasi yang terlambat dikirim, serta perbedaan prosedur antarfasilitas masih dapat menghambat pemanfaatannya.

Karena itu, pelatihan, audit, dan pengawasan kualitas data harus berjalan bersamaan dengan perluasan integrasi.

Rincian kesepakatan lintas lembaga dapat dibaca pada publikasi resmi Kemenkes mengenai integrasi RME dan pengelolaan klaim JKN, 30 Juli 2026.

Bagi pasien, ukuran keberhasilan tetap sederhana: pelayanan lebih berkesinambungan, dokumentasi jelas, dan pembiayaan dapat dipertanggungjawabkan tanpa menambah beban administrasi yang tidak perlu.

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Kabupaten Tangerang, 14 Oktober 2026 – Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, resmi dibuka hari ini, Rabu, (14/10) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran dagang yang digelar Kementerian Perdagangan tersebut mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, dan akan berlangsung pada 14—18 Oktober 2026.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, membuka TEI ke-41 hari ini mewakili Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Menko Bahlil menyampaikan, pengelolaan sumber daya alam yang optimal menjadi salah satu langkah strategis untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Pemerintah terus mendorong hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

“Pemerintah menggalakkan ekspor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Menko Bahlil.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, para buyer mancanegara dan pengunjung pameran antusias menyambut TEI ke-41. Hingga pembukaan pameran, telah terdaftar buyer dari 134 negara dan 1.873 exhibitor. Tahun ini, TEI ke-41 menargetkan 30.000 pengunjung dan potensi transaksi senilai USD 17,5 miliar. Mendag Busan juga mengungkapkan, akan ditandatangani 168 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara eksportir Indonesia dan buyer dari 22 negara pada hari pertama pameran TEI ke-41.

Mendag Busan menjelaskan, TEI merupakan salah satu program Kemendag untuk menjaring peluang ekspor yang lebih luas dengan cara mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan calon buyer mancanegara. Pameran ini menampilkan beragam produk unggulan nasional mulai dari makanan dan minuman, pertanian, manufaktur, fesyen dan kriya, furnitur dan dekorasi rumah, hingga kawasan industri untuk menarik minat investor.

Penyelenggaraan TEI ke-41 juga sejalan dengan tiga program prioritas Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Ketiga program tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar internasional, serta mendorong lebih banyak pelaku usaha nasional memasuki pasar ekspor.

“Selaras dengan petunjuk Bapak Presiden, kami terus melakukan perundingan dagang dengan berbagai negara dan kawasan untuk membuka pasar ekspor. Hingga saat ini, ada 25 perjanjian dagang yang sudah terimplementasi dan 13 perjanjian sedang dalam proses perundingan. Upaya ini adalah bagian dari “2 TAHUN GERAK NYATA” transformasi bangsa oleh pemerintahan yang dipimpin Bapak Presiden,” ungkap Mendag Busan.

Terkait Program Dari Lokal untuk Global, Kemendag konsisten mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasuki pasar ekspor. Salah satu upayanya adalah memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) antara UMKM dan calon buyer mancanegara. Fasilitasi tersebut didukung 46 kantor perwakilan perdagangan RI di 33 negara yang terdiri atas atase perdagangan RI, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), Konsul Perdagangan RI di Hong Kong, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, dan Duta Besar RI untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kami juga mengupayakan fasilitasi ekspor melalui Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang telah mengidentifikasi banyak produk potensial dari desa untuk dikembangkan menembus pasar ekspor. Selain itu, kami menjalin kemitraan antara UMKM dan ritel dalam negeri sehingga produk-produk lokal semakin mendominasi pasar domestik,” ungkap Mendag Busan.

Kemendag juga terus menumbuhkan semangat kewirausahaan generasi muda melalui program Campuspreneur. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari dan mengembangkan usaha, termasuk menjadi eksportir. “Kami mengajarkan anak-anak muda untuk belajar menjadi wirausaha, salah satunya agar mahasiswa dapat melihat potensi menjadi eksportir. Hingga saat ini, kami sudah menjalin kerja sama dengan 25 perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” tambah Mendag Busan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti semakin terbukanya peluang ekspor Indonesia ke pasar nontradisional, khususnya kawasan Asia Selatan dan Afrika. “Pasar kita berkembang ke negara-negara mitra baru yang tidak kita duga, ternyata potensinya luar biasa, terutama Asia Selatan yang pertumbuhannya paling tinggi. Ada Bangladesh, Pakistan, India. Kemudian, kita masuk juga ke Afrika,” ungkap Menko Zulkifli Hasan.

Dalam rangkaian pembukaan TEI ke-41, Mendag Busan turut memberikan beberapa penghargaan. Pertama, Penghargaan Primaniyarta bagi eksportir berprestasi dan kepala daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional. Kedua, Penghargaan Primaduta bagi mitra internasional, diaspora, dan kepala perwakilan RI di luar negeri yang berperan aktif dalam mempromosikan produk Indonesia. Kemendag juga akan memberikan Campuspreneur Award kepada mahasiswa yang berhasil mencatatkan transaksi tertinggi selama TEI ke-41.

TEI 2026 terlaksana melalui dukungan Pertamina sebagai Strategic Partner, Bank Mandiri sebagai Bank Partner, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Event Partner. TEI ke-41 turut didukung sejumlah lembaga dan instansi, yakni Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta lembaga dan instansi pendukung lainnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion

JAKARTA, INDONESIA — Memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem modest fashion global, Purana dengan bangga berpartisipasi dalam IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026. Purana akan mempresentasikan koleksi modest Spring/Summer 2027 terbarunya yang bertajuk “Regal Bloom” di panggung runway pada 18 Oktober 2026, di JCC Senayan. 

“Regal Bloom” merayakan pertemuan antara keanggunan abadi Eropa dengan kekayaan warisan budaya Indonesia. Terinspirasi dari taman botani yang bermekaran dan motif budaya yang berharga, koleksi ini menata ulang tradisi dekoratif klasik melalui kacamata Indonesia. Kemewahan kain jacquard, motif floral yang rumit, paisley, dan tartan secara ahli dipadukan dengan simbol-simbol lokal—seperti motif ikonis Parang dan bunga tropis Kecombrang—menciptakan dialog yang canggih antara Timur dan Barat. 

Menekankan komitmen Purana untuk melestarikan identitas budaya sebagai keunggulan kompetitif, koleksi “Regal Bloom” terdiri dari 20% Wastra. Setiap pola menceritakan kisah keindahan, keterampilan pengrajin, dan kebanggaan budaya, menawarkan pernyataan tradisi modern yang berani, halus, dan terinspirasi secara kultural.

Selain presentasi fashion show, Purana mengundang para buyer global, peritel, dan pencinta mode untuk melihat koleksi ini secara langsung di IN2MOTIONFEST Trade Show, yang berlokasi di Signature Zone (Hall A), JCC Senayan, dari tanggal 14–18 Oktober 2026. Dirancang untuk jejaring B2B/wholesale maupun pembelian ritel, booth Purana menyediakan ruang eksklusif untuk business matching dan menemukan koleksi brand yang berstandar industri dan siap ekspor. 

Melalui partisipasi ini, Purana mendukung misi festival untuk mengubah Indonesia menjadi pusat rujukan modest fashion global, membuktikan bahwa Wastra lokal dan keberlanjutan dapat menjadi pembeda yang kuat di pasar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

JAKARTA — Kedutaan Besar India di Jakarta meluncurkan asisten berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama DEWI pada 13 Oktober 2026. Inisiatif ini bertujuan memperluas jangkauan komunikasi diplomatik India sekaligus mempermudah masyarakat Indonesia mengakses informasi mengenai budaya, pendidikan, pariwisata, peluang bisnis, hingga layanan konsuler India.

Peluncuran DEWI sejalan dengan visi M.A.N.A.V. yang diusung Perdana Menteri India Narendra Modi dalam mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi baru untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik. M.A.N.A.V. merupakan singkatan dari Moral and Ethical Systems, Accountable Governance, National Sovereignty, Accessible and Inclusive, serta Valid and Legitimate, yang menekankan pentingnya pengembangan AI yang etis, akuntabel, berdaulat, inklusif, dan bertanggung jawab. 

Kehadiran DEWI diharapkan menjadi sarana komunikasi yang lebih mudah diakses, menarik, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Peluncuran ini juga bertepatan dengan dimulainya musim festival di India, termasuk perayaan Navaratri dan Durga Puja, yang merupakan bagian penting dari tradisi budaya dan keagamaan masyarakat India. 

DEWI, Nama yang Menghubungkan India dan Indonesia

Pemilihan nama DEWI memiliki makna budaya yang erat kaitannya dengan hubungan India dan Indonesia. Nama tersebut berasal dari kata Sanskerta Devī, yang juga dikenal luas sebagai nama perempuan di Indonesia dengan makna yang sama.

Bahasa Sansekerta telah memberikan pengaruh terhadap perkembangan bahasa dan budaya Indonesia selama berabad-abad. Kesamaan makna dan penggunaan nama Dewi menjadi salah satu contoh warisan budaya yang menghubungkan kedua negara.

Melalui nama tersebut, Kedutaan Besar India tidak hanya memperkenalkan inovasi teknologi, tetapi juga mengangkat kedekatan historis dan budaya antara masyarakat India dan Indonesia.

Perluas Informasi tentang Budaya, Pendidikan, dan Peluang Bisnis India

Melalui berbagai platform media sosial resmi Kedutaan Besar India di Jakarta, DEWI dirancang untuk mendekatkan masyarakat Indonesia dengan berbagai informasi mengenai India.

Cakupan informasi yang akan disampaikan meliputi kebudayaan India, pengalaman wisata, kesempatan pendidikan dan beasiswa, peluang bisnis dan investasi, serta layanan konsuler. Kehadiran avatar AI ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai India melalui pendekatan komunikasi digital yang lebih menarik dan mudah dijangkau.

Inisiatif ini sekaligus mencerminkan upaya Kedutaan Besar India untuk mengembangkan metode komunikasi yang melampaui sistem konvensional dengan memanfaatkan teknologi baru. Melalui DEWI, informasi mengenai berbagai aspek hubungan India dan Indonesia diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Peluncuran DEWI menjadi langkah Kedutaan Besar India di Jakarta dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam komunikasi publik dan diplomasi digital, dengan tetap menonjolkan kedekatan budaya serta memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap informasi mengenai India.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight

Jelajahi pengalaman wisata kuliner halal di Bali dengan menikmati hidangan autentik Timur Tengah di Arabian Knight Restaurant, Ubud. Dari hummus, mezze, dan shawarma hingga Mandi Chicken, Kabsa Lamb, serta aneka hidangan panggang, setiap pilihan menghadirkan cita rasa khas Timur Tengah dalam suasana Arabian yang elegan. Dengan komitmen menyajikan hidangan berbahan halal, Arabian Knight menjadi pilihan menarik bagi wisatawan Muslim, pasangan, keluarga, maupun pecinta kuliner yang ingin menikmati pengalaman bersantap berbeda selama berada di Bali. Kunjungi Arabian Knight Ubud dan jadikan perjalanan kuliner Anda semakin berkesan!

Location: Jl. Suweta No. 1, Ubud, Bali

Ingin mencoba pengalaman kuliner yang berbeda saat berlibur di Bali? Selain masakan Indonesia dan hidangan internasional, wisatawan juga bisa menjelajahi kelezatan kuliner Timur Tengah yang kaya rempah dan memiliki beragam sajian khas. Salah satu tempat yang bisa masuk dalam daftar kunjungan Anda adalah Arabian Knight Restaurant Ubud, restoran yang menghadirkan hidangan Timur Tengah dengan suasana bernuansa Arabian.

Berlokasi di Jalan Suweta No. 1, Ubud, Arabian Knight menawarkan pilihan menu mulai dari hummus, shawarma, hingga nasi berbumbu khas Timur Tengah. Restoran ini juga menyatakan komitmennya untuk menyajikan makanan halal, sehingga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan Muslim yang ingin menikmati kuliner selama berada di Bali.

Bukan hanya soal makanan, pengalaman bersantap di restoran bertema Timur Tengah juga memberikan kesempatan untuk mengenal tradisi kuliner dari kawasan yang membentang dari Levant hingga Jazirah Arab. Setiap hidangan memiliki karakter tersendiri, mulai dari penggunaan rempah aromatik hingga teknik memasak daging dan nasi yang khas.

Menikmati Suasana Timur Tengah di Arabian Knight Ubud

Arabian Knight Restaurant menghadirkan suasana bersantap yang terinspirasi dari nuansa Arabian. Konsep ini memberikan alternatif bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman kuliner berbeda di tengah beragamnya pilihan restoran di Ubud.

Bagi sebagian pengunjung, suasana restoran menjadi bagian penting dari pengalaman makan. Bertemu keluarga, menikmati makan malam bersama pasangan, atau berkumpul bersama teman terasa lebih menarik ketika didukung pilihan hidangan yang beragam dan suasana yang nyaman.

Arabian Knight memadukan konsep tersebut dengan menu yang terinspirasi dari kuliner Timur Tengah. Pengunjung dapat memilih hidangan pembuka untuk dinikmati bersama, kemudian melanjutkan santapan dengan pilihan daging panggang atau nasi berbumbu.

Restoran Halal di Bali untuk Wisatawan Muslim

Menemukan Restoran Halal di Bali merupakan salah satu pertimbangan penting bagi wisatawan Muslim saat merencanakan perjalanan. Selain rasa dan harga, informasi mengenai bahan makanan serta kebijakan dapur juga menjadi bagian dari keputusan memilih tempat makan.

Arabian Knight menyatakan bahwa restorannya menyajikan makanan halal dengan kebijakan tanpa babi, lemak babi, alkohol, dan wine. Bagi pengunjung yang membutuhkan kepastian lebih spesifik, terutama mengenai sertifikasi halal resmi atau prosedur pengolahan tertentu, sebaiknya mengonfirmasi langsung kepada pihak restoran.

Dengan demikian, wisatawan dapat menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan masing-masing sekaligus menikmati pengalaman kuliner Timur Tengah selama berada di Ubud.

Beragam Hidangan Timur Tengah yang Bisa Dicoba

Salah satu daya tarik kuliner Timur Tengah adalah variasi hidangannya. Ada sajian pembuka dengan tekstur lembut dan segar, daging berbumbu yang dipanggang, hingga nasi aromatik yang disajikan bersama ayam atau domba.

Di Arabian Knight, pengunjung dapat menemukan beberapa pilihan hidangan yang populer dalam tradisi kuliner Timur Tengah.

Hummus, Baba Ganoush, dan Fattoush

Bagi yang ingin memulai santapan dengan makanan ringan, hummus bisa menjadi pilihan. Hidangan ini dibuat dari kacang arab atau chickpea yang dihaluskan, biasanya dengan tahini, lemon, dan bahan pelengkap lainnya.

Ada pula Baba Ganoush, hidangan berbahan dasar terung yang dipanggang dan dihaluskan dengan bumbu. Rasanya memiliki karakter berbeda dari hummus, terutama karena aroma khas terung panggang.

Sementara itu, Fattoush merupakan salad yang dikenal dalam tradisi kuliner Levant. Salad ini umumnya memadukan sayuran segar dengan potongan roti panggang atau roti renyah serta saus bercita rasa asam.

Ketiga hidangan tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengenal berbagai karakter rasa sebelum beralih ke menu utama.

Chicken Shawarma dan Lamb Shawarma

Shawarma merupakan salah satu hidangan Timur Tengah yang populer secara internasional. Daging dibumbui dan dimasak menggunakan teknik pemanggangan khas, kemudian disajikan dengan pelengkap sesuai resep dan gaya penyajiannya.

Arabian Knight menawarkan Chicken Shawarma dan Lamb Shawarma. Pilihan ayam cocok bagi pengunjung yang menyukai rasa daging yang lebih ringan, sedangkan domba memberikan karakter rasa yang berbeda.

Shawarma juga menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner Timur Tengah tanpa harus selalu memesan nasi sebagai hidangan utama.

Mandi Chicken dan Kabsa Lamb

Jika ingin menikmati sajian nasi khas kawasan Arab, Mandi Chicken dan Kabsa Lamb patut dipertimbangkan.

Mandi dikenal sebagai hidangan nasi dan daging dengan aroma rempah yang khas. Kabsa juga merupakan sajian nasi berbumbu yang populer di Jazirah Arab dan biasanya dipadukan dengan ayam atau daging lainnya.

Kedua hidangan ini menunjukkan bagaimana nasi dapat menjadi bagian utama dari tradisi kuliner Timur Tengah. Perpaduan nasi aromatik dengan daging menjadikannya pilihan menarik untuk makan siang maupun makan malam.

Di Arabian Knight, menu tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mencoba sajian yang lebih mengenyangkan setelah menikmati hidangan pembuka.

Shish Kebab dan Mixed Grill

Pecinta makanan panggang juga dapat mempertimbangkan Shish Kebab dan Mixed Grill.

Kebab memiliki banyak variasi di berbagai negara. Secara umum, hidangan ini identik dengan daging yang dibumbui dan dimasak menggunakan teknik pemanggangan tertentu.

Mixed Grill menawarkan variasi daging panggang dalam satu sajian, sehingga cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati lebih dari satu pilihan. Menu seperti ini juga bisa menjadi pilihan saat makan bersama teman atau keluarga.

Pengalaman Kuliner untuk Berbagai Momen

Mencari Restoran Halal di Bali tidak selalu berarti mencari tempat untuk mengisi perut. Bagi banyak wisatawan, makan juga menjadi kesempatan untuk beristirahat setelah menjelajahi tempat wisata, berbagi cerita, dan mencoba cita rasa baru.

Arabian Knight Ubud dapat dipertimbangkan untuk berbagai momen bersantap. Pasangan bisa menjadikannya pilihan untuk makan bersama selama liburan, sedangkan keluarga dapat memilih beberapa hidangan untuk dinikmati bersama.

Bagi rombongan teman, menu pembuka seperti hummus dan Baba Ganoush dapat menjadi awal yang menarik sebelum memesan shawarma atau hidangan utama. Pengunjung yang menyukai makanan panggang juga memiliki pilihan seperti Shish Kebab dan Mixed Grill.

Variasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengunjung dengan selera berbeda. Anda bisa mencoba satu hidangan favorit atau menjadikan kunjungan sebagai kesempatan untuk mengenal lebih banyak menu Timur Tengah.

Lokasi Arabian Knight dan Tips Sebelum Berkunjung

Arabian Knight Restaurant beralamat di Jl. Suweta No. 1, Ubud, Gianyar, Bali. Lokasinya dapat dipertimbangkan oleh wisatawan yang sedang menjelajahi kawasan Ubud dan ingin memasukkan pengalaman kuliner Timur Tengah ke dalam itinerary.

Sebelum datang, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan agar kunjungan lebih nyaman:

Rencanakan waktu makan: Sesuaikan kunjungan dengan jadwal wisata Anda di Ubud.

Pilih menu sesuai selera: Mulai dari mezze dan salad, lalu lanjutkan dengan shawarma, nasi berbumbu, atau daging panggang.

Konfirmasi kebutuhan halal khusus: Jika Anda membutuhkan informasi sertifikasi atau detail bahan tertentu, tanyakan langsung kepada restoran.

Reservasi meja: Jika datang bersama keluarga, pasangan, atau rombongan, lakukan reservasi terlebih dahulu untuk membantu merencanakan kunjungan.

Menikmati Kuliner Timur Tengah di Arabian Knight Ubud

Bali memiliki pilihan kuliner yang beragam, dan masakan Timur Tengah menawarkan pengalaman berbeda melalui penggunaan rempah, sajian nasi aromatik, daging panggang, serta hidangan pembuka yang cocok dinikmati bersama.

Arabian Knight Restaurant Ubud menghadirkan berbagai pilihan tersebut dalam suasana bernuansa Arabian. Mulai dari hummus, Baba Ganoush, dan Fattoush hingga Chicken Shawarma, Lamb Shawarma, Mandi Chicken, Kabsa Lamb, dan Mixed Grill bahkan ada juga wagyu australia steak, pengunjung dapat memilih hidangan sesuai selera.

Bagi Anda yang sedang mencari Restoran Halal di Bali, Arabian Knight bisa menjadi salah satu pilihan untuk dimasukkan ke dalam rencana kuliner selama berlibur di Ubud.

Ingin mencoba hidangan autentik Timur Tengah di Bali? Rencanakan kunjungan dan reservasi meja di Arabian Knight Restaurant Ubud.

Alamat: Jl. Suweta No. 1, Ubud, Gianyar, Bali.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam

Jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026, meningkat 1,23% dibandingkan bulan sebelumnya, sementara nilai transaksi mencapai Rp23,16 triliun. Bittime menyoroti pertumbuhan pasar yang diiringi semakin beragamnya pilihan aset digital, mulai dari Spot, Staking, dan Futures hingga Tokenized US Stocks. Di tengah perkembangan tersebut, pemahaman terhadap mekanisme, karakteristik, dan risiko setiap produk menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih terinformasi dan bertanggung jawab.

Pasar aset kripto Indonesia terus berkembang, seiring dengan bertambahnya jumlah akun konsumen dan semakin beragamnya pilihan produk aset digital. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 23,21 juta, meningkat 1,23% dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 22,93 juta akun. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun, tumbuh 12,87% secara bulanan dari Rp20,52 triliun.

Di tengah perkembangan tersebut, masyarakat kini memiliki beragam pilihan untuk mengakses aset digital, mulai dari perdagangan aset kripto hingga produk yang memberikan eksposur terhadap aset global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, hadir sebagai Gerbang Indonesia Menuju Aset Global dengan menyediakan ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, serta pilihan aset digital lainnya, termasuk Tokenized US Stocks.

Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menilai pertumbuhan pasar perlu dilihat bersama dengan perkembangan pilihan produk dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik setiap instrumen.

“Pertumbuhan pasar kripto Indonesia menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem aset digital. Seiring dengan perkembangan tersebut, semakin penting bagi pengguna untuk memahami pilihan yang tersedia, cara kerja setiap produk, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan,” ujar Ryan.

Pilihan Produk Aset Digital Kian Beragam

Perkembangan industri aset digital menghadirkan beragam instrumen dengan fungsi dan mekanisme yang berbeda. Spot memungkinkan pengguna melakukan jual beli aset kripto, sedangkan Staking memberikan kesempatan memperoleh imbal hasil dari aset yang memenuhi ketentuan program. Di sisi lain, Futures merupakan perdagangan derivatif yang memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short.

Selain ketiga layanan tersebut, tokenisasi juga menghadirkan pendekatan berbeda terhadap aset global. Salah satunya adalah Tokenized US Stocks, yaitu produk token digital yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap saham Amerika Serikat sesuai dengan struktur dan ketentuan masing-masing produk.

Melalui ekosistem 3-in-1 dan pilihan aset digital yang tersedia, Bittime menghadirkan beberapa pendekatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mengakses instrumen digital. Namun, setiap produk memiliki karakteristik, mekanisme, dan profil risiko tersendiri sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai instrumen yang sepenuhnya sama.

“Semakin beragamnya produk memberikan masyarakat lebih banyak pilihan, tetapi bukan berarti semua instrumen sesuai untuk setiap orang. Pengguna perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, pengetahuan, dan toleransi risiko masing-masing, sekaligus memahami mekanisme produk sebelum memutuskan untuk bertransaksi,” jelas Ryan.

Tokenized US Stocks Menjadi Bagian dari Perkembangan Aset Digital

Perluasan pilihan aset digital juga terlihat pada perkembangan kategori Tokenized US Stocks di platform Bittime. Bittime juga menyediakan 32 pilihan Tokenized US Stocks sebagai bagian dari ragam aset digital yang tersedia di platform.

Perkembangan ini memberikan gambaran mengenai aktivitas pada kategori Tokenized US Stocks di Bittime, tetapi tidak secara langsung mewakili keseluruhan pasar Indonesia. Selain itu, produk tokenisasi memiliki struktur dan ketentuan tersendiri yang perlu dipahami pengguna, termasuk mekanisme eksposur terhadap aset acuan, hak yang melekat pada produk, serta risiko pasar.

Ryan menekankan bahwa pemahaman terhadap produk menjadi semakin penting ketika masyarakat dihadapkan pada instrumen yang memiliki struktur berbeda.

“Dalam produk tokenisasi, misalnya, pengguna perlu memahami aset acuan, struktur token, hak yang melekat pada produk, serta risiko yang mungkin timbul. Penting untuk tidak hanya melihat nama aset atau pergerakan harganya, tetapi juga memahami bagaimana produk tersebut bekerja,” kata Ryan.

Literasi dan Pemahaman Risiko Tetap Menjadi Prioritas

Semakin beragamnya pilihan produk aset digital juga meningkatkan kebutuhan akan edukasi dan informasi yang transparan. Masyarakat perlu memahami bahwa potensi imbal hasil selalu disertai risiko, sementara karakteristik dan mekanisme setiap produk dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.

Pada perdagangan aset kripto, volatilitas harga dapat menyebabkan perubahan nilai aset secara signifikan. Staking tidak menjamin imbal hasil tertentu, sedangkan Futures memiliki risiko tambahan berupa likuidasi posisi dan potensi kerugian yang lebih besar ketika menggunakan leverage. Tokenized US Stocks juga memiliki risiko pasar serta risiko yang berkaitan dengan struktur, penerbit, dan ketentuan produk.

Karena itu, keputusan terkait aset digital perlu mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan kemampuan menanggung kerugian. Ketersediaan beragam produk tidak menghilangkan risiko maupun menjamin hasil investasi.

“Pertumbuhan industri yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan jumlah pengguna dan transaksi, tetapi juga oleh kualitas edukasi, transparansi informasi, dan pelindungan konsumen. Kami memandang pemahaman risiko sebagai bagian penting agar masyarakat dapat mengevaluasi pilihan aset digital secara lebih terinformasi dan bertanggung jawab,” tutup Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia

– Memasuki tahun ke-10 melalui tema A Decade of Growth, Astra Property terus memperkuat portofolio industrial, komersial dan residensial untuk menjawab perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
– Di tengah dinamika pasar, okupansi ruang kantor Jakarta Non-CBD mencapai 70%, sementara warehouse modern di Greater Jakarta mencapai 90,2% pada Q2 2026, memperkuat kebutuhan akan pengembangan properti yang mengedepankan connectivity, accessibility, convenience, quality, dan integrated development.

Jakarta, 05 Oktober 2026 — Memasuki satu dekade perjalanan, Astra Property melihat kebutuhan ruang di Indonesia terus berkembang seiring perubahan aktivitas bisnis dan industri. Di sektor perkantoran, tingkat okupansi gedung di kawasan Non CBD (Central Business District) Jakarta telah mencapai hampir 70%, menunjukkan pemulihan permintaan secara bertahap. Sementara itu, sektor pergudangan modern di Greater Jakarta mencatat tingkat okupansi sebesar 90,2% pada kuartal II 2026, mencerminkan kebutuhan yang tetap kuat terhadap infrastruktur industri dan logistik.

Perkembangan pasar tersebut menjadi bagian dari perjalanan Astra Property dalam membangun portofolio properti yang mencakup sektor infrastruktur industri dan logistik, komersial dan residensial. Di sektor infrastruktur industri dan logistik, Astra Property terus memperluas kehadirannya melalui pengembangan fasilitas pergudangan modern Cibinong Logistics Hub yang dicanangkan akan selesai pada tahun 2027. Melalui sektor komersial, Astra Property menghadirkan gedung Arumaya Financial Center yang terletak di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan dengan konsep work-life integration yang telah mendapatkan sertifikasi GREENSHIP Gold dari GBCI. Dan pada sektor residensial, Altéa BLVD telah berhasil merampungkan cluster pertamanya dan mulai handover unit pada November 2026.

Pergeseran Kebutuhan Properti Mendorong Pengembangan yang Lebih Terintegrasi 

Sejalan dengan perkembangan pasar, kebutuhan terhadap ruang juga semakin berkembang. Pengguna kini semakin mempertimbangkan aspek efisiensi, fleksibilitas, aksesibilitas, konektivitas, kualitas fasilitas, hingga keberlanjutan dalam memilih ruang yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada sektor perkantoran, misalnya, permintaan saat ini lebih banyak didorong oleh relokasi, penyesuaian ukuran ruang, dan peningkatan kualitas, dengan preferensi terhadap ruang yang siap digunakan, fleksibel, memiliki akses transportasi publik, serta mendukung efisiensi biaya operasional.

“Memasuki satu dekade perjalanan, kami melihat bahwa kebutuhan terhadap properti terus berkembang. Properti tidak lagi hanya dilihat dari ketersediaan ruang, tetapi juga dari bagaimana sebuah aset dapat memberikan kemudahan, kualitas, konektivitas, dan pengalaman yang relevan bagi penggunanya. Hal ini menjadi dorongan bagi Astra Property untuk terus menghadirkan solusi properti yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan,” ujar Wibowo Muljono, Presiden Direktur Astra Property.

Keberlanjutan, Inovasi, dan Arah Strategis Masa Depan

Menjawab perkembangan tersebut, Astra Property terus mengintegrasikan keberlanjutan dan inovasi dalam pengembangan dan pengelolaan asetnya. Hal ini diwujudkan melalui efisiensi penggunaan sumber daya, peningkatan kualitas lingkungan, serta penerapan fasilitas dan teknologi yang mendukung pengalaman pengguna dan kebutuhan jangka panjang.

Ke depan, Astra Property melihat peluang pertumbuhan seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap ruang berkualitas di berbagai sektor. Di perkantoran, pemulihan permintaan diperkirakan terus berlangsung secara bertahap, terutama melalui relocating, rightsizing, dan upgrading. Sementara itu, di sektor infrastruktur industri dan logistik, kebutuhan terhadap fasilitas pergudangan modern terus didukung oleh pertumbuhan aktivitas 3PL, logistik, e-commerce, manufaktur, dan distribusi.

Merespons peluang tersebut, Astra Property akan terus memperkuat portofolionya melalui pengembangan dan pengelolaan aset yang mengedepankan kualitas, lokasi strategis, konektivitas, inovasi, dan keberlanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aset Astra Property tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan pasar dan mampu memberikan pengalaman yang semakin baik bagi pengguna.

“Sepuluh tahun perjalanan menjadi fondasi bagi Astra Property untuk terus melangkah dan bertumbuh ke depan. Kami akan terus memperkuat kualitas portofolio, menghadirkan inovasi, serta mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap pengembangan dan pengelolaan aset. Ke depan, kami ingin memastikan setiap aset yang kami kembangkan tetap relevan dengan kebutuhan yang terus berkembang, sekaligus memberikan nilai bagi pelanggan, tenant, mitra, dan pemangku kepentingan kami,” tambah Wibowo Muljono.

A Decade of Growth

Menandai satu dekade perjalanannya, Astra Property menghadirkan rangkaian program anniversary bertajuk “A Decade of Growth”. Rangkaian program ini mencakup “Special Anniversary Program” di portofolio industrial, komersial, dan residensial dengan berbagai program dan penawaran khusus yang terinspirasi dari angka 10, sekaligus menjadi bagian dari upaya Astra Property untuk mempererat engagement dengan stakeholders.

Rangkaian anniversary semakin semarak dengan kompetisi video “Growth in Motion”, yang mengajak masyarakat membagikan cerita tentang momen pertumbuhan dan pencapaian mereka melalui karya visual kreatif. Astra Property juga menyiapkan hadiah total senilai Rp10 juta bagi para pemenang. Astra Property juga menghadirkan konten digital khusus, termasuk testimonial pelanggan melalui “The Voices Behind Our Growth”, yang menyoroti pengalaman dan cerita di balik perjalanan bersama Astra Property. Menyemarakkan semangat perayaan satu dekade, Astra Property turut berkolaborasi bersama retail tenants dan Astra Grup dalam berbagai program promosi, aktivitas konten, dan digital engagement. 

Satu dekade perjalanan menjadi fondasi bagi Astra Property untuk terus berkembang dan menghadirkan properti yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui portofolio industrial, komersial, dan residensial, Astra Property akan terus mengedepankan kualitas, inovasi, konektivitas, dan keberlanjutan dalam setiap pengembangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

JAKARTA, 14 Oktober 2026 – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID memperkuat kolaborasi untuk mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sektor pertambangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah bersama dalam membangun industri pertambangan nasional yang transparan, berintegritas, dan berkelanjutan. Penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Jakarta tersebut dihadiri oleh Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dan Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola sektor pertambangan sekaligus memastikan pengelolaan kekayaan sumber daya alam Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menegaskan bahwa sektor pertambangan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Karena itu, transformasi industri melalui hilirisasi dan peningkatan nilai tambah perlu diiringi penguatan tata kelola untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan keuangan. “Besarnya nilai ekonomi dan kompleksitas rantai usaha pertambangan menghadirkan risiko penyalahgunaan untuk berbagai tindak pidana, termasuk pencucian uang dan korupsi. Oleh karena itu, transparansi dan integritas harus menjadi bagian penting dari pengelolaan industri pertambangan nasional,” ujar Ivan.

Berdasarkan hasil pemantauan PPATK, nilai transaksi yang terindikasi berkaitan dengan sektor pertambangan mencapai sekitar Rp684,71 triliun, terdiri atas Rp517,47 triliun sepanjang 2025 dan Rp167,23 triliun pada semester I 2026. Temuan tersebut menjadi perhatian dalam upaya mendeteksi dan memitigasi risiko kejahatan keuangan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam (green financial crime).

Salah satu persoalan yang disoroti PPATK adalah dugaan praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi, Sumatera Utara, dan Pulau Jawa, serta dugaan distribusi emas ilegal ke luar negeri. “Sepanjang 2023–2025, PPATK mengidentifikasi transaksi yang diduga berkaitan dengan PETI senilai Rp185,03 triliun, dengan total perputaran dana mencapai Rp992 triliun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan deteksi dini dan kolaborasi untuk mencegah pemanfaatan sektor pertambangan sebagai sarana kejahatan keuangan,” jelas Ivan.

Ivan menambahkan bahwa kerja sama dengan MIND ID merupakan langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan TPPU, termasuk yang berkaitan dengan

korupsi di sektor pertambangan. Melalui pertukaran informasi, penguatan analisis, dan peningkatan kapasitas, sinergi ini diharapkan mampu mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik, mengoptimalkan penerimaan negara, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan bahwa penguatan transparansi dan integritas merupakan fondasi penting dalam memastikan pengelolaan sumber

daya mineral nasional berjalan secara bertanggung jawab dan mampu memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat. Sinergi bersama PPATK ini sebagai bentuk nyata kehadiran Negara untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya mineral semakin terpercaya di tengah upaya transformasi bisnis proses pertambangan yang saat ini memasuki babak baru dari ekstraksi ke hilirisasi.

“Bagi kami pengelolaan kekayaan mineral Indonesia merupakan amanah untuk memastikan sumber daya alam bangsa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Kami akan terus menjalankan amanah ini dengan penuh integritas dan tanggung jawab, serta mendorong terciptanya nilai tambah yang optimal demi terwujudnya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Maroef.

Melalui Nota Kesepahaman ini, PPATK dan MIND ID menyepakati sejumlah bidang kerja sama, meliputi pertukaran informasi, penelitian dan riset, penyusunan analisis strategis, serta pelaksanaan sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan kedua pihak dalam mengenali pola, modus, dan risiko kejahatan keuangan di sektor pertambangan. Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendukung langkah pencegahan yang lebih terukur melalui pemanfaatan informasi dan hasil analisis sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagi PPATK, sinergi dengan MIND ID menjadi bagian dari penguatan upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU melalui keterlibatan pelaku industri strategis. Sementara bagi MIND ID, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di lingkungan grup perusahaan serta mendukung pengelolaan bisnis pertambangan yang bertanggung jawab.

Lebih jauh, kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pertambangan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mengedepankan kepatuhan hukum, transparansi, dan akuntabilitas. Melalui sinergi yang berkelanjutan, PPATK dan MIND ID berkomitmen mendukung terwujudnya industri pertambangan nasional yang semakin tangguh, berdaya saing, dan berintegritas, sekaligus memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatbertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES