NFP Jadi Penentu Harga Emas, Dupoin Futures Pantau Level 4.236

Harga emas masih menghadapi tekanan menjelang perdagangan pekan depan setelah XAUUSD mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren bearish pada timeframe H4 masih cukup signifikan. Dupoin Futures melihat peluang pelemahan masih terbuka apabila harga gagal membentuk pemulihan yang kuat dan kembali mendapatkan rejection di area Fibonacci 61,8%.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa area Fibonacci 61,8% di level 4.236 dapat menjadi zona penting untuk mengamati potensi pergerakan harga emas pekan depan. Dalam analisis Dupoin Futures, level tersebut sekaligus merupakan area Golden Ratio yang berpotensi menjadi resistance dalam skenario koreksi. Apabila harga emas naik menuju 4.236 kemudian kembali mengalami rejection, Dupoin Futures melihat peluang XAUUSD melanjutkan tren bearish menuju support terdekat di 4.110.

Dengan struktur tersebut, Dupoin Futures menilai area 4.236 menjadi level yang perlu dicermati apabila terjadi rebound pada awal pekan. Rejection di area tersebut dapat menjadi konfirmasi tambahan bagi kelanjutan tekanan jual. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus dan mempertahankan pergerakan di atas 4.236, skenario bearish yang disampaikan Dupoin Futures perlu dievaluasi kembali karena momentum pemulihan dapat menjadi lebih kuat.

Dari sisi fundamental, pasar emas pekan depan akan sangat dipengaruhi oleh data tenaga kerja Amerika Serikat, terutama Nonfarm Payrolls atau NFP. Data ketenagakerjaan menjadi penting karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve dan pergerakan dolar AS serta Treasury yield.

Menurut Dupoin Futures, NFP yang menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja berpotensi memberikan ruang bagi emas untuk mengalami recovery. Apabila pertumbuhan lapangan kerja berada di bawah ekspektasi dan disertai kenaikan unemployment rate atau perlambatan pertumbuhan upah, tekanan terhadap dolar AS dan yield Treasury berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat menjadi katalis positif bagi XAUUSD.

Namun, Dupoin Futures juga mencermati bahwa kondisi pasar saat ini masih menjadi tantangan bagi emas. Reuters melaporkan harga emas turun sekitar 0,6% menjadi US$4.154,78 per troy ounce pada Jumat dan berada di jalur penurunan lebih dari 3% sepanjang pekan. Penguatan dolar AS dan kenaikan Treasury yield menjadi faktor utama yang menekan emas menjelang data payrolls.

Yield Treasury 10 tahun bahkan sempat mencapai 5,344%, level tertinggi sejak 2002, sebelum turun kembali ke sekitar 5,25%. Pada saat yang sama, indeks dolar AS berada di sekitar 102 dan mencapai level tertinggi dalam 17 bulan. Bagi Dupoin Futures, kombinasi yield tinggi dan dolar yang kuat menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena keduanya dapat membatasi ruang penguatan emas.

Karena itu, Dupoin Futures melihat data NFP sebagai salah satu katalis utama untuk menentukan apakah emas mampu melakukan recovery atau kembali melanjutkan tren bearish. NFP yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar dan yield sehingga menambah tekanan terhadap XAUUSD. Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih lemah dapat membuka ruang bagi penurunan yield dan rebound emas.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai struktur H4 masih menunjukkan tren bearish yang dominan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas pekan depan berpotensi melakukan koreksi terlebih dahulu menuju area 4.236. Apabila terjadi rejection di level Fibonacci 61,8% tersebut, XAUUSD berpotensi kembali bergerak turun menuju support 4.110.

Dengan demikian, prediksi harga emas pekan depan menurut Dupoin Futures masih mengarah pada potensi pelemahan dengan area 4.236 sebagai zona penting untuk mengamati rejection dan 4.110 sebagai support yang perlu diperhatikan. Pergerakan dolar AS, Treasury yield, serta hasil NFP akan menjadi faktor utama yang dapat menentukan kelanjutan tren XAUUSD.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rumah Digital untuk Silsilah Keluarga

Lestarikan Kekerabatan keluarga di Era Digital, SilsilahKeluarga.id Resmi Meluncur sebagai Platform Pohon Silsilah Keluarga yang Kolaboratif & Privat

Di tengah percepatan era digital, catatan sejarah keluarga besar sering kali masih bergantung pada memori lisan sesepuh atau tumpukan kertas usang yang rentan hilang ditelan waktu. Menjawab tantangan tersebut, SilsilahKeluarga.id meluncurkan aplikasi web (web app) pencatatan silsilah keluarga modern yang dirancang khusus untuk memenuhi dinamika dan adat kekerabatan masyarakat Indonesia.  

Selama ini sejarah keluarga besar hanya tersimpan di ingatan para sesepuh, catatan kertas usang, atau terpencar di grup WhatsApp yang cepat tenggelam. Begitu sesepuh tiada, rantai silsilah sering kali terputus.

Melalui pendekatan kolaboratif (crowdsourced family tree) dan sistem privasi tertutup (invite-only), SilsilahKeluarga.id hadir sebagai “rumah digital” bagi setiap keluarga untuk mendokumentasikan asal-usul, merawat silsilah lintas generasi, serta menjaga kehangatan silaturahmi keluarga besar agar tidak terputus.  

Apa itu SilsilahKeluarga.id ?

Rumah Digital untuk Merawat Akar dan Menyambung Silaturahmi: Platform web interaktif yang memudahkan setiap keluarga Indonesia mendokumentasikan, menelusuri, dan merawat silsilah lintas generasi secara modern, aman, dan kolaboratif.

Akses Tanpa Hambatan: Berbasis web (web app) yang ringan, responsif di layar ponsel maupun desktop, tanpa mengharuskan instalasi aplikasi rumit bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia.

Berbeda dengan aplikasi genealogi luar negeri yang sering kali rumit, berbayar mahal, dan berpola kaku, SilsilahKeluarga.id mengusung fitur-fitur yang kontekstual dengan budaya Nusantara:

+Visualisasi Pohon Silsilah Dinamis: Navigasi interaktif lintas cabang dan generasi yang mulus, lengkap dengan fitur Cek Jalur Hubungan untuk mengetahui derajat kekerabatan dan sapaan yang tepat secara instan.

+Kolaborasi Urun Daya (Crowdsourced): Penyusunan silsilah tidak lagi menjadi beban satu orang. Pembuat silsilah cukup mengirimkan tautan undangan agar masing-masing paman, bibi, atau sepupu dapat melengkapi data ranting keluarganya sendiri.

+Konteks Budaya Lokal: Mendukung pencatatan marga, trah, silsilah adat, serta gelar sapaan kekerabatan lokal (Pakde/Bude, Uwak, Tulang/Namboru, dan lainnya).

+Kedaulatan & Keamanan Data Keluarga: Platform ini bukan media sosial terbuka. Data keluarga bersifat privat, tersimpan aman, dan hanya dapat diakses oleh anggota keluarga terverifikasi.

+Akses Ringan Tanpa Instalasi Aplikasi: Berbasis peramban web (web-based), platform ini mudah dibuka melalui ponsel maupun komputer meja tanpa perlu mengunduh aplikasi rumit—membuatnya sangat ramah digunakan oleh anggota keluarga lanjut usia.

Ketersediaan

SilsilahKeluarga.id kini sudah dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia secara cuma-cuma melalui peramban di alamat https://silsilahkeluarga.id. Pengguna dapat langsung mendaftar, membuat bagan awal keluarga inti, dan mulai mengundang sanak saudara untuk membangun silsilah keluarga bersama.

Tentang SilsilahKeluarga.id

SilsilahKeluarga.id adalah platform digital berbasis web yang berdedikasi membantu keluarga Indonesia mendokumentasikan, menelusuri, dan merawat silsilah serta sejarah keluarga secara modern, aman, dan kolaboratif. Dengan memadukan teknologi web interaktif dan kearifan budaya kekerabatan lokal, SilsilahKeluarga.id berkomitmen menjadi jembatan penghubung antargenerasi di seluruh Nusantara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS @Bekasi Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence bagi Generasi Muda

Bekasi, 5 September 2026 – BINUS University
resmi meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi pada 5
September 2026 sebagai langkah memperluas akses pendidikan AI bagi generasi
muda sekaligus mempersiapkan talenta yang relevan dengan perkembangan industri.
Kehadiran program ini juga memperkuat peran BINUS @Bekasi sebagai Business,
Service, and Technology Campus
yang menghubungkan penguasaan teknologi
dengan kebutuhan nyata dunia bisnis, layanan, industri, dan masyarakat.

Peluncuran
program tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap talenta
digital di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan
Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030, sementara
masih terdapat kesenjangan sekitar 3 juta talenta yang perlu dipenuhi.

Perkembangan
AI di dunia kerja juga berlangsung semakin cepat. Microsoft Work Trend Index
2026
mencatat 33% pekerja di Indonesia telah masuk dalam kategori pengguna
AI tingkat lanjut, lebih dari dua kali rata-rata global sebesar 16%. Temuan
tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI mulai berkembang dari sekadar
penggunaan tools menuju penerapan yang semakin strategis dalam
pekerjaan.

Menjawab
perubahan tersebut, BINUS University menghadirkan Program Artificial
Intelligence dengan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan
menggunakan teknologi, tetapi juga membangun fondasi akademik, kemampuan
berpikir kritis, pemahaman bisnis, serta kesadaran terhadap penerapan AI secara
etis dan bertanggung jawab.

Program
ini menjadi bagian dari semangat AI Empowers @ BINUS, yang menegaskan komitmen
BINUS University dalam mengintegrasikan pemahaman dan pemanfaatan AI ke dalam
ekosistem pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana AI
dikembangkan, mengevaluasi hasil yang diberikan teknologi, serta
mengaplikasikannya untuk menjawab berbagai permasalahan nyata.

Rektor
BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa penguasaan AI
perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga
untuk mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia.

“Perluasan
program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University
untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam
menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna
teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan
dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Di
BINUS @Bekasi, kehadiran Program Artificial Intelligence memiliki relevansi
tersendiri dengan karakter Bekasi sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas
industri, bisnis, layanan, dan teknologi yang dinamis.

Sebagai
Business, Service, and Technology Campus, BINUS @Bekasi mendorong
mahasiswa untuk melihat teknologi bukan sebagai bidang yang berdiri sendiri,
melainkan sebagai bagian dari proses menciptakan solusi. Pemanfaatan AI dapat
diterapkan dalam berbagai konteks, mulai dari analisis data dan peningkatan
efisiensi bisnis hingga pengembangan layanan dan inovasi baru.

Direktur
Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, S.E., Ak., M.Buss (Acc)., Ph.D.,
CA, CFE, mengatakan kehadiran program tersebut membuka kesempatan bagi
mahasiswa untuk mempelajari AI dalam konteks lingkungan industri dan bisnis
yang nyata.

“Bekasi
memiliki ekosistem industri, bisnis, dan layanan yang berkembang sangat
dinamis. Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi
relevan karena mahasiswa dapat mempelajari bagaimana teknologi diterapkan untuk
menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitarnya. Kami ingin pembelajaran AI
tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga mampu diterjemahkan
menjadi solusi yang memberikan nilai bagi industri, bisnis, dan masyarakat,”
ujar Prof. Gatot.

Kehadiran
program ini sekaligus membuka akses pendidikan AI yang semakin dekat bagi
generasi muda di Bekasi dan wilayah sekitarnya, dengan lingkungan pembelajaran
yang terkoneksi dengan perkembangan bisnis dan industri.

Dari
sisi akademik, kurikulum Program Artificial Intelligence di BINUS University
dirancang secara multidisiplin dengan mengombinasikan fondasi matematika, data
science
, machine learning, computer vision, natural
language processing
, hingga Internet of Things dan robotics.

Pendekatan
tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami cara kerja teknologi AI,
tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengevaluasi hasil, mengembangkan solusi,
serta menerapkannya secara etis dan bertanggung jawab.

Dekan
School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono,
S.Kom., M.T.I., menegaskan bahwa tantangan utama generasi muda saat ini adalah
mempersiapkan diri agar mampu bekerja secara optimal bersama AI.

“Pertanyaan
penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan
apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan
dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu
mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan
teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Pentingnya
kemampuan manusia dalam penggunaan AI juga terlihat dari Microsoft Work
Trend Index 2026
. Di Indonesia, 62% responden menilai kemampuan berpikir
kritis semakin penting di era AI, sementara 60% menilai kemampuan melakukan
kontrol kualitas terhadap hasil AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Hal
tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dunia kerja tidak hanya berkaitan dengan
kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat berbasis AI. Perusahaan juga
membutuhkan talenta yang mampu memahami permasalahan secara menyeluruh,
menginterpretasikan data, bekerja secara kolaboratif, dan menentukan bagaimana
teknologi dapat digunakan secara tepat.

Dari
perspektif industri, perkembangan AI turut mengubah kompetensi yang dibutuhkan
perusahaan. Kemampuan teknis tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan
pemahaman terhadap kebutuhan bisnis serta kemampuan menerjemahkan teknologi
menjadi solusi yang memberikan nilai.

Nicholas
Dominic, Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department,
Lintasarta Cloudeka, mengatakan keterhubungan antara pembelajaran di perguruan
tinggi dengan perkembangan kebutuhan industri menjadi semakin penting.

“Perkembangan
AI membuat kebutuhan industri terhadap talenta juga ikut berubah. Perusahaan
membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga
mampu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan
menentukan bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk menghasilkan solusi
yang berdampak. Karena itu, keterhubungan antara pendidikan dan industri
menjadi semakin penting agar kompetensi mahasiswa terus relevan dengan
kebutuhan dunia profesional,” jelas Nicholas Dominic.

Selain
kompetensi akademik dan teknis, perkembangan teknologi yang cepat juga membuat
kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting.

Sunny
Jovita, alumni BINUS University yang saat ini berkarier sebagai Solution
Architect di Alibaba, mengatakan pengalaman menghadapi proyek dan bekerja
bersama berbagai pihak menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan
profesionalnya.

“Ketika
masuk ke dunia profesional, teknologi dan cara kerja bisa berubah dengan sangat
cepat. Pengalaman belajar di BINUS membiasakan saya untuk terus belajar,
bekerja bersama tim, menyampaikan ide, dan mencari solusi ketika menghadapi
tantangan baru. Menurut saya, kemampuan untuk beradaptasi dan menghubungkan
pengetahuan dengan kebutuhan nyata akan menjadi bekal yang semakin penting bagi
mahasiswa yang nantinya berkarier di era AI,” ungkap Sunny.

Peresmian
Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi turut dimeriahkan dengan
berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan perspektif akademik, industri,
alumni, mahasiswa, dan generasi muda.

Rangkaian
kegiatan meliputi talkshow inspiratif bersama praktisi industri dan alumni yang
membahas kesiapan talenta Indonesia menghadapi perkembangan AI, pameran karya
mahasiswa Computer Science bersama mitra industri, serta sesi influencer
meet-up
untuk memperkenalkan perkembangan pendidikan dan peluang karier di
bidang AI kepada generasi muda.

Melalui
rangkaian kegiatan tersebut, BINUS University memperkuat perannya dalam
menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata dunia profesional.
Kolaborasi bersama industri dan alumni juga memberikan perspektif yang lebih
luas mengenai perkembangan AI serta kompetensi yang semakin dibutuhkan untuk
memasuki dunia kerja.

Kehadiran
Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi bagian dari langkah
BINUS University dalam memperluas kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk
mempelajari teknologi yang akan semakin berperan dalam perkembangan ekonomi dan
industri.

Melalui
semangat AI Empowers @ BINUS, BINUS University berharap dapat melahirkan
talenta yang memiliki fondasi teknologi yang kuat, kemampuan berpikir kritis,
pemahaman terhadap kebutuhan bisnis dan masyarakat, serta kesadaran untuk
menerapkan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Dengan
kompetensi tersebut, generasi muda Indonesia diharapkan mampu mengambil peran
dalam perkembangan AI Economy, memperkuat daya saing industri, serta
menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. Semangat
tersebut juga menjadi bagian dari gerakan #AIverywhereInBINUS, yang
membawa pembelajaran dan pemanfaatan AI semakin dekat dengan mahasiswa di
berbagai kampus BINUS University.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Panduan Lengkap High Speed Shutter: Solusi Otomasi Pintu Cepat untuk Efisiensi Fasilitas Industri Modern

Dalam lanskap operasional pergudangan modern, pusat distribusi logistik, dan fasilitas manufaktur berstandar higienis tinggi, sirkulasi barang yang cepat menjadi tolok ukur utama produktivitas. Setiap detik jeda bukaan akses fasilitas berpotensi memicu lonjakan biaya operasional, mulai dari kebocoran suhu pendingin ruangan, risiko kontaminasi partikel debu, hingga terhambatnya arus armada logistik. Guna menjawab tantangan tersebut, implementasi high speed shutter kian menjadi standar wajib bagi pengendalian akses dan efisiensi energi. Salah satu pionir global yang mempopulerkan teknologi pintu cepat berstandar presisi ini adalah Bunka Shutter, produsen spesialis asal Jepang dengan reputasi durabilitas mekanis tingkat tinggi.

Apa Itu High Speed Shutter dan Peran Krusialnya di Industri?

High speed shutter (kerap disebut sebagai high-speed door atau rapid roll door) merupakan sistem pintu gulung otomatis berkecepatan tinggi yang dirancang khusus untuk area dengan frekuensi lintasan kargo yang sangat padat (high-traffic cycles).

Berbeda dengan pintu gulung (rolling door) konvensional yang berat dan beroperasi lambat, high speed shutter memanfaatkan tirai fleksibel bermaterial teknis modern serta dukungan motor servo/inverter bertenaga tinggi. Fungsi strategisnya mencakup:

Pengendalian Suhu & Konservasi Energi: Meminimalkan pertukaran massa udara antara zona berpendingin (cold storage) dan area bertemperatur normal, sehingga beban kompresor pendingin tetap stabil.

Proteksi Higienitas Maksimal: Menahan intrusi partikel debu, serangga, dan kontaminan asing guna menjamin kepatuhan standar industri seperti Good Manufacturing Practice (GMP) serta HACCP.

Kelancaran Alur Material: Meniadakan hambatan pergerakan armada material handling seperti forklift, AGV (Automated Guided Vehicle), maupun hand pallet saat melintasi sekat antar zona.

Fitur Teknologi Utama pada High Speed Shutter Modern

Keandalan operasional high speed shutter ditopang oleh integrasi sistem mekanis tangguh dan otomasi sensor mutakhir:

Kecepatan Operasional Presisi: Mampu membuka dan menutup dengan kecepatan rata-rata 1,5 hingga melampaui 2,0 meter per detik, memangkas durasi bukaan udara secara drastis.

Sistem Pemulihan Mandiri (Self-Repairing / Auto-Recovery): Mengusung desain resleting fleksibel tanpa bilah kaku (zipper-style system). Apabila tirai terbentur armada forklift, lembaran pintu akan terlepas dari rel pemandu lalu kembali masuk ke jalur secara otomatis pada siklus buka berikutnya tanpa merusak rangka.

Material Tirai Berkekuatan Tinggi: Memanfaatkan anyaman serat poliester berdensitas tinggi dengan lapisan PVC ganda yang tahan robekan, abrasi, serta dilengkapi formulasi tahan api (flame-retardant).

Sensor Keselamatan Aktif: Dilengkapi tirai sensor inframerah optoelektronik multi-titik dan safety bottom edge di sepanjang kusen. Sistem secara instan membalikkan arah bukaan ke atas jika mendeteksi personel atau barang yang melintas di bawah jalur tirai.

Tipe High Speed Shutter Sesuai Karakteristik Ruang Industri

Setiap fasilitas industri memerlukan spesifikasi pintu yang disesuaikan dengan tantangan operasional masing-masing area kerja:

High Speed Sheet Door untuk Area Bersih (Cleanroom): Dirancang dengan kemampuan kedap udara tinggi guna menstabilkan perbedaan tekanan udara (differential pressure). Pintu ini menjadi solusi mutlak bagi fasilitas steril seperti industri farmasi, laboratorium presisi, perakitan mikroelektronik, serta manufaktur makanan dan minuman (F&B) untuk mengeliminasi potensi kontaminasi silang.

Self-Repairing Fast Door untuk Jalur Logistik Padat: Mengandalkan konstruksi tirai tanpa tulang pipa (pipeless zipper) yang fleksibel. Varian ini secara khusus dipasang pada koridor pergudangan transit dan area hilir-mudik forklift berkecepatan tinggi, meminimalisasi risiko waktu henti produksi (downtime) akibat benturan insidental.

Cold Storage High Speed Door untuk Rantai Dingin: Dilengkapi lembaran tirai berinsulasi termal tebal serta integrasi pemanas pada rel pemandu (guide-rail heaters). Konfigurasi ini secara efektif mencegah pembentukan bunga es (frosting) dan kondensasi pada fasilitas gudang beku (freezer room) yang beroperasi di suhu minus derajat Celcius.

Heavy-Duty Wind-Resistant Shutter untuk Akses Eksternal: Mengintegrasikan pipa penguat beban angin (wind rib bars) pada lembaran tirai. Tipe ini diposisikan pada bukaan terluar perimeter pabrik atau dermaga bongkar muat (loading bay) untuk menahan terpaan angin kencang serta cuaca ekstrem dari luar gedung.

Keuntungan Operasional bagi Fasilitas Pabrik dan Pergudangan

Penggunaan high speed shutter memberikan dampak positif langsung pada efisiensi biaya dan pengembalian investasi (ROI):

Efisiensi Konsumsi Energi: Mencegah lonjakan tagihan listrik operasional dengan menekan kebocoran udara dingin pada ruang berpendingin, sehingga siklus pendingin ruangan tetap optimal.

Kelancaran Siklus Bongkar Muat: Didukung integrasi pemicu otomatis seperti radar pendeteksi gerak, sensor induksi lantai (magnetic loop), maupun saklar tali tarik (pull cord), operator kargo dapat melintas mulus tanpa perlu berhenti membuka pintu secara manual.

Penyusutan Biaya Perawatan: Desain pintu yang adaptif terhadap benturan menekan angka kerusakan struktural, memperpanjang siklus pemakaian, serta menjamin kelancaran alur rantai pasok selama 24 jam non-stop.

Layanan dan Pengadaan High Speed Shutter di Indonesia

Pemasangan high speed shutter menuntut ketepatan kalkulasi teknis, mulai dari evaluasi intensitas lalu lintas harian, stabilitas tekanan udara, hingga integrasi kontrol otomatisasi gedung. Untuk kebutuhan konsultasi teknis, pengadaan unit orisinal termasuk lini teknologi terkemuka dari Bunka Shutter, serta ketersediaan suku cadang resmi dan teknisi bersertifikasi, PT Sinar Gading Sakti hadir sebagai mitra tepercaya bagi sektor industri manufaktur dan logistik di Indonesia sejak 1999.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bali dan Tren Bleisure: Ketika Rapat Berpadu dengan Liburan

Bleisure, Fenomena yang Mengubah Wajah MICE

Industri MICE global sedang mengalami pergeseran mendasar. Perjalanan bisnis tidak lagi sekadar duduk di ruang rapat dan pulang. Kini, semakin banyak perusahaan yang menggabungkan urusan bisnis dengan pengalaman berlibur—sebuah tren yang dikenal sebagai bleisure (business and leisure).

Di Indonesia, tren ini tumbuh pesat. Data menunjukkan bleisure travel tumbuh 17 persen secara global, dan Indonesia berada di posisi strategis dalam peta bleisure dunia. Industri MICE nasional diproyeksikan tumbuh hingga 15 persen pada 2026, salah satu angka tertinggi di kawasan.

Bali sebagai Episentrum Bleisure

Bali bukan sekadar destinasi wisata. Ia telah menjelma menjadi pusat bleisure di Indonesia. Berbagai resort di Bali berlomba memperluas fasilitas MICE mereka untuk menangkap peluang ini.

AYANA Bali, misalnya, akan meluncurkan Grand Ballroom baru dan fasilitas meetings & events yang diperluas secara komersial mulai 1 September 2026. Venue ini dirancang untuk konvensi internasional, KTT korporat, program insentif, pernikahan destinasi, gala dinner, dan acara merek. Resor ini memperkirakan permintaan untuk tanggal-tanggal utama di Q4 2026 dan 2027 akan tinggi.

Di sisi lain, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) terus menjadi tuan rumah acara internasional. Pada April 2026, BNDCC menjadi lokasi Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-6 REJASELINDO 2026, yang memperkuat reputasi Bali sebagai destinasi unggulan untuk event internasional di kawasan Asia Pasifik.

Data dan Pengakuan Internasional

Berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA), Bali menempati peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional asosiasi. Peringkat ini bukan hal kecil mengingat persaingan global yang ketat.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai Bali memiliki modal kuat untuk menjadi destinasi MICE kelas dunia. Namun, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan penanganan sampah untuk mendukung keberlanjutan industri MICE Bali.

Green MICE di Bali

Kesadaran akan keberlanjutan semakin mengakar di Bali. BWB Expo 2026 yang diselenggarakan di The Meru Sanur mengusung konsep green MICE, menekan penggunaan plastik dan mengelola sampah dengan baik.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global di mana peserta MICE semakin menghargai destinasi yang peduli lingkungan. Bali, dengan keindahan alamnya yang ikonik, memiliki tanggung jawab sekaligus peluang untuk menjadi pionir green MICE di Asia Tenggara.

BaliCEB dan Visi ke Depan

Bali Convention & Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 telah menetapkan lima agenda utama. Agenda tersebut meliputi penguatan positioning Bali sebagai destinasi MICE global berbasis budaya dan keberlanjutan, peningkatan promosi internasional, dan penguatan jejaring global.

Dengan kombinasi alam, budaya, infrastruktur yang terus berkembang, dan kesadaran keberlanjutan yang tinggi, Bali memiliki semua elemen untuk menjadi destinasi bleisure MICE terdepan di Asia—tempat di mana rapat selesai, petualangan dimulai.

Bank Mandiri Taspen dan YKEP Perkuat Sinergi, Dorong Optimalisasi Potensi Ekosistem

JAKARTA, 30 September 2026 — PT Bank Mandiri Taspen dan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal untuk meningkatkan kolaborasi sekaligus mengoptimalkan potensi ekosistem YKEP.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri jajaran manajemen Bank Mandiri Taspen dan pengurus YKEP.

Dari Bank Mandiri Taspen hadir Wakil Direktur Utama Rudi As Aturridha, Direktur Transformasi & Pengembangan Usaha Noer Fajrieansyah, Kepala Divisi Distribution Network Strategic Tiara Mayasari, Kepala Divisi Funding & Investment Product Susi Melinda Panggabean, Kepala Divisi Wholesale Funding Management Beni Harjono, Kepala Divisi Strategic Business Development Agus Syaiful Anwar, Regional CEO III Jakarta Erlinda Rusda, dan Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto.

Sementara dari YKEP hadir Ketua Pengurus Mochamad Reza Utama, Sekretaris Pengurus Kuat Budiman, S.I.P., Bendahara Pengurus Amad Sugiyono, S.E., M.M., CRGP., serta jajaran pengurus dan staf YKEP.

Dorong Sinergi dan Kerja Sama Berkelanjutan

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Rudi As Aturridha mengatakan, penandatanganan MoU bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum pertemuan dua lembaga yang memiliki semangat dan tujuan yang sama.

Bank Mandiri Taspen memiliki komitmen untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan para purnabakti ASN dan TNI/Polri. Sementara itu, YKEP memiliki misi menjaga kesejahteraan prajurit, purnawirawan, dan keluarga besar TNI Angkatan Darat.

“Di sinilah titik temu kita. Yayasan hadir untuk menyejahterakan keluarga besar TNI Angkatan Darat, dan Bank Mandiri Taspen hadir untuk mendampingi mereka hingga masa purna tugas,” ujar Rudi.

Melalui kerja sama tersebut, Bank Mandiri Taspen akan menghadirkan layanan pengelolaan dana serta mendukung kegiatan yayasan secara bertahap ke unit-unit badan usaha YKEP sesuai kesepakatan bersama.

Ruang kolaborasi juga terbuka untuk pengembangan produk, program, dan layanan lainnya di masa mendatang.

Regional IV Bandung Dorong Pengembangan Potensi Ekosistem

Dalam pemetaan potensi kerja sama, salah satu fokus pengembangan berada di Regional IV Bandung, khususnya pada ekosistem pendidikan dan kesehatan di Cimahi, Jawa Barat.

Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto hadir dalam agenda tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan mendorong pengembangan potensi ekosistem YKEP di wilayah Regional IV.

Potensi tersebut mencakup Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dan RS Gigi dan Mulut di Cimahi, Jawa Barat.

Sejumlah layanan yang telah dipetakan antara lain Giro, GSR, Virtual Account, SMARD, Kredit Pensiun, Movin, MCM, Value to Value untuk RS Gigi dan Mulut, serta QRIS.

Dari sisi bisnis, materi pemetaan mencatat potensi penerimaan SPP dari sekitar 28.000 mahasiswa aktif, dengan biaya sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta per mahasiswa setiap semester, atau sekitar Rp336 miliar.

Selain itu, terdapat potensi akuisisi bisnis lending melalui student loan bagi orang tua mahasiswa yang berjumlah sekitar 2.000 purnawirawan TNI/Polri dan ASN.

Potensi lainnya meliputi penerimaan biaya UAS sekitar Rp14 miliar, biaya UTS sekitar Rp14 miliar, pembelajaran jarak jauh sekitar Rp5 miliar hingga Rp15 miliar, serta UMKM di sekitar kampus.

Menuju Kolaborasi yang Lebih Konkret

YKEP memiliki ekosistem usaha yang cukup luas, mulai dari sektor pendidikan dan kesehatan hingga 11 badan usaha yang bergerak di berbagai bidang, seperti perhotelan, outsourcing, transportasi, pergudangan, pengadaan alat kesehatan, perkebunan, konstruksi, pariwisata, dan perdagangan umum.

Melalui keterlibatan Region IV Bandung dan koordinasi Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto, kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan sinergi, memperluas pemanfaatan layanan perbankan, serta mengoptimalkan potensi bisnis dalam ekosistem YKEP sesuai dengan kesepakatan dan tahapan kerja sama yang akan dilakukan.

Rudi berharap Nota Kesepahaman tersebut tidak berhenti sebagai sebuah dokumen, tetapi menjadi payung bagi lahirnya program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi YKEP dan seluruh keluarga besarnya.

“Semoga hari ini menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang semakin kuat, produktif, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Rudi.

MoU dengan YKEP menjadi tahapan utama yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan UNJANI untuk menggarap berbagai potensi yang telah dipetakan.

Melalui sinergi tersebut, Bank Mandiri Taspen dan YKEP membuka ruang pengembangan kerja sama di bidang layanan perbankan, pendidikan, kesehatan, pembiayaan, serta aktivitas ekonomi dalam ekosistem yayasan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Singapura ke Medan, Xiang Xiang Hadirkan Cita Rasa Hunan Autentik di Delipark Mall

Setelah berkembang dengan 21 outlet di Singapura, Xiang Xiang memilih Medan sebagai lokasi pertama ekspansinya di Indonesia. Restoran spesialis Hunan Cuisine ini akan resmi dibuka pada 8 Oktober 2026 di Delipark Mall Medan dengan menghadirkan hidangan bercita rasa kuat, aromatik, dan kaya rempah. Kehadiran Xiang Xiang menawarkan pengalaman baru bagi pencinta kuliner Chinese food yang ingin menikmati karakter asli masakan Hunan.

Peta kuliner Medan akan semakin berwarna dengan hadirnya Xiang Xiang, restoran spesialis Hunan Cuisine asal Singapura yang akan resmi dibuka pada 8 Oktober 2026 di Delipark Mall Medan.

Setelah berkembang dengan 21 outlet di Singapura, Xiang Xiang memilih Medan sebagai kota pertama untuk memperkenalkan cita rasa khasnya kepada masyarakat Indonesia.

Berbeda dari Chinese food yang umumnya dikenal masyarakat, masakan Hunan memiliki karakter rasa yang kuat, gurih, aromatik, dan kaya rempah. Berbagai hidangannya diolah menggunakan teknik tumis dengan api besar untuk menjaga aroma, tekstur, serta cita rasa setiap bahan.

Xiang Xiang menghadirkan beragam pilihan menu ayam, daging, ikan, tahu, dan sayuran yang cocok disantap bersama nasi hangat. Setiap hidangan dirancang untuk dinikmati bersama, menjadikan Xiang Xiang pilihan baru untuk makan bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.

“Melalui Xiang Xiang, kami ingin membawa pengalaman menikmati masakan Hunan yang autentik dan mudah dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Medan memiliki budaya kuliner yang kuat dan masyarakat yang terbuka terhadap rasa baru, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk outlet pertama kami di Indonesia.”

Menjelang pembukaan, masyarakat dapat lebih dahulu mencicipi beberapa pilihan menu Xiang Xiang melalui kegiatan test food pada 1–7 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal karakter rasa Xiang Xiang sebelum restoran resmi dibuka.

Melalui pembukaan ini, Xiang Xiang tidak hanya menghadirkan restoran baru, tetapi juga mengajak masyarakat Medan menemukan sisi berbeda dari kuliner Tiongkok melalui kekayaan rasa khas Hunan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Asuransi Perjalanan Perlu Dipertimbangkan? Kenali Chubb Travel Insurance di Aplikasi neobank

Mempersiapkan perjalanan biasanya identik dengan memesan tiket, menentukan akomodasi, hingga menyusun itinerary. Namun, ada satu hal yang sering baru dipikirkan ketika masalah sudah terjadi, yaitu perlindungan perjalanan.

Keterlambatan penerbangan, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, hingga kondisi medis yang membutuhkan penanganan dapat menimbulkan biaya tambahan. Karena itu, asuransi perjalanan dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika menyusun rencana perjalanan, terutama untuk perjalanan ke luar negeri.

Kini, pengguna neobank dapat mengakses Chubb Travel Insurance melalui asuransi di aplikasi neobank. Produk yang diterbitkan oleh PT Chubb General Insurance Indonesia dan didistribusikan melalui Bank Neo Commerce ini menyediakan perlindungan untuk perjalanan domestik maupun internasional.

Mengapa Asuransi Perjalanan Perlu Dipertimbangkan?

Risiko perjalanan tidak selalu dapat diprediksi. Tiket yang sudah dibeli dapat terdampak pembatalan, jadwal perjalanan bisa mengalami keterlambatan, atau barang bawaan dapat mengalami kehilangan maupun kerusakan. Di sisi lain, kebutuhan medis selama perjalanan juga dapat menimbulkan pengeluaran yang tidak sedikit, terutama ketika bepergian ke luar negeri.

Asuransi perjalanan memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko tertentu yang tercantum dalam polis. Artinya, ketika suatu kejadian yang ditanggung terjadi, asuransi dapat memberikan manfaat sesuai ketentuan produk sehingga sebagian risiko finansial perjalanan dapat diantisipasi.

Chubb Travel Insurance sendiri menyediakan sejumlah manfaat, di antaranya:

1. Biaya medis hingga Rp4 miliar

2. Kematian dan cacat akibat kecelakaan hingga Rp2 miliar

3. Pembatalan perjalanan hingga Rp60 juta, sesuai plan yang dipilih

4. Keterlambatan perjalanan hingga Rp1 juta setiap empat jam

5. Pilihan perlindungan yang memenuhi kebutuhan perjalanan dengan Visa Schengen

6. Premi tersedia mulai dari Rp42.000, dengan manfaat dan ketentuan yang mengikuti plan yang dipilih.

Asuransi Perjalanan dan Asuransi Kesehatan Punya Fungsi Berbeda

Memahami perbedaan produk juga penting sebelum membeli. Dalam melakukan perbandingan asuransi kesehatan, misalnya, calon pengguna perlu melihat tujuan utama dan cakupan masing-masing produk.

Asuransi kesehatan pada dasarnya ditujukan untuk memberikan perlindungan atas risiko kesehatan sesuai manfaat dalam polis. Sementara itu, Chubb Travel Insurance merupakan produk yang secara khusus memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko selama perjalanan.

Chubb Travel Insurance memang memiliki manfaat yang berkaitan dengan biaya medis. Namun, manfaat tersebut merupakan bagian dari perlindungan perjalanan dan penggunaannya tetap mengikuti ketentuan, batas manfaat, serta pengecualian dalam polis.

Karena itu, Chubb Travel Insurance tidak dapat diposisikan sebagai pengganti asuransi kesehatan. Keduanya memiliki karakteristik dan tujuan perlindungan yang berbeda.

Cara Beli Asuransi Online di neobank dari Bank Neo Commerce

Kemudahan proses menjadi salah satu hal yang ditawarkan melalui kanal digital. Pengguna tidak perlu melakukan proses pembelian secara terpisah karena pemilihan produk hingga pembayaran premi dapat dilakukan melalui aplikasi.

Berikut cara beli asuransi online Chubb Travel Insurance di neobank:

1. Login ke aplikasi neobank dan pilih Wealth > Asuransi.

2. Pilih Chubb Travel Insurance, lalu tekan Beli Sekarang.

3. Pilih jenis perjalanan, yaitu Internasional atau Domestik.

4. Pilih Single Trip atau Annual Trip.

5. Masukkan periode perjalanan.

6. Pilih tipe perlindungan, yaitu individu, pasangan, atau keluarga.

7. Pilih plan yang diinginkan.

8. Lengkapi data yang diperlukan.

9. Baca RIPLAY, Ketentuan Polis, serta Syarat dan Ketentuan sebelum melanjutkan.

10. Periksa kembali informasi transaksi dan data yang telah dimasukkan.

11. Lakukan pembayaran dengan memasukkan PIN neobank.

12. Setelah transaksi berhasil, status pembelian dapat dilihat melalui Asuransi Saya > Riwayat.

Satu hal yang perlu diperhatikan, polis harus dibeli sebelum keberangkatan. Tanggal perjalanan menjadi bagian dari informasi yang dimasukkan ketika pembelian sehingga perlindungan mengikuti periode yang dipilih.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli?

Manfaat, batas pertanggungan, risiko, pengecualian, dan persyaratan klaim mengikuti dokumen produk dan polis. Manfaat, batas pertanggungan, risiko, pengecualian, dan persyaratan klaim mengikuti dokumen produk dan polis.

Karena itu, sebelum melakukan beli asuransi di neobank, pengguna perlu membaca RIPLAY dan Ketentuan Polis. Perhatikan pula plan yang dipilih dan pastikan data perjalanan, termasuk tanggal serta tujuan perjalanan, telah diisi dengan benar.

Chubb Travel Insurance juga dapat dibeli untuk diri sendiri maupun melalui pilihan pasangan atau keluarga sesuai opsi perlindungan yang tersedia.

Perlindungan Perjalanan dalam Satu Aplikasi

Kehadiran Chubb Travel Insurance di neobank memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin mengakses produk perlindungan perjalanan melalui kanal digital. Mulai dari menentukan jenis perjalanan, memilih periode dan plan, mengisi data, membaca dokumen produk, hingga membayar premi dilakukan melalui aplikasi.

Asuransi perjalanan sebaiknya dipahami sebagai bagian dari persiapan perjalanan, bukan sekadar produk tambahan. Dengan memahami risiko yang mungkin muncul dan mencocokkannya dengan manfaat serta ketentuan polis, pengguna dapat menentukan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanannya.

***

Disclaimer: Chubb Travel Insurance merupakan produk asuransi yang diterbitkan oleh PT Chubb General Insurance Indonesia dan didistribusikan melalui Bank Neo Commerce. Informasi mengenai manfaat, premi, risiko, pengecualian, dan ketentuan produk mengacu pada RIPLAY, Ketentuan Polis, serta dokumen produk yang berlaku. 

Info lengkap mengenai fitur Asuransi di neobank, kunjungi website s.id/infoneoasuransi dan jika kamu ingin langsung membeli asuransi sesuai kebutuhanmu, klik s.id/neoasuransi

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tiga Bulan Jelang PSPK 1 & 2 Berlaku, Emiten Perlu Siapkan Sistem Data Keberlanjutan Sekarang

PSPK 1 dan 2, standar pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk iklim, yang mengadopsi IFRS S1 dan S2, berlaku efektif 1 Januari 2027. Dalam seminar daring TruCarbon dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Rabu (30/9), AEI, IAI, BCA, dan TruCarbon mendorong emiten memanfaatkan sisa tiga bulan untuk membangun dan menguji sistem data keberlanjutan yang terhubung dengan laporan keuangan.

JAKARTA,
1 Oktober 2026 – Emiten di Indonesia memiliki sisa waktu sekitar tiga bulan
untuk menyiapkan data dan proses pengungkapan keberlanjutan sebelum Pernyataan
Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2 berlaku efektif untuk periode
pelaporan tahunan yang dimulai 1 Januari 2027. Standar yang disusun Dewan
Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) ini menuntut data
keberlanjutan yang dapat ditelusuri hingga dokumen sumbernya dan terhubung
dengan laporan keuangan. Karena itu, perusahaan disarankan segera membangun
sistem pengumpulan data. Hal tersebut mengemuka dalam seminar “Navigating
PSPK 1 & 2: Road to 2027 Sustainability Disclosure” yang digelar
TruCarbon bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) secara daring, Rabu (30/9).

Direktur
Eksekutif AEI Gilman Pradana Nugraha mengingatkan, kesiapan data menjadi
pekerjaan utama emiten. “Sustainability
disclosure
makin dekat dengan financial
reporting
dan investor decision
making
. Penting buat kita memastikan bahwa data tersedia dengan lengkap,
utuh, governance yang jelas, ownership di internal perusahaan juga
jelas, proses pengumpulan data juga valid
dan reliable, dan juga ada
keterhubungan antara tim sustainability
dan tim lainnya,” katanya.

Bukan
Sekadar Ganti Format Laporan

Kewajiban
menerbitkan laporan keberlanjutan sendiri bukan hal baru. Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) telah mewajibkannya bagi emiten, lembaga jasa keuangan, dan
perusahaan publik sejak 2019 melalui POJK 51/2017. Yang berubah adalah standar
teknis penyusunannya. PSPK 1 dan 2, yang disahkan DSK IAI pada 1 Juli 2025,
mengadopsi IFRS S1 dan IFRS S2 dari International Sustainability Standards
Board (ISSB).

Anggota
Tim Kerja Keberlanjutan IAI, Cita Ayu Pratiwi, menjelaskan bahwa PSPK 1
merupakan kerangka umum atau payung yang mengatur apa saja yang perlu dilakukan
dalam pelaporan keberlanjutan. Adapun PSPK 2 mengatur pengungkapan yang
spesifik terkait iklim. Keduanya memuat empat konten inti yang sama, yaitu tata
kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Ke depan, standar
ini akan terus berkembang lewat PSPK 3, 4, dan 5 untuk menangkap risiko dan peluang
keberlanjutan lain di luar iklim.

Ia
menambahkan, PSPK dirancang sebagai standar yang berfokus pada investor dan
menghasilkan informasi yang dapat dibandingkan secara global. Pengguna utamanya
adalah investor saat ini maupun calon investor, pemberi pinjaman, dan kreditur
lain, yang memakai informasi tersebut untuk memutuskan membeli, menjual, atau
menahan saham dan surat utang, serta menyalurkan pinjaman.

Menurut
Cita, PSPK membawa cara pandang yang berbeda dari pelaporan keberlanjutan
selama ini. “Yang sebelumnya mungkin perspektif yang dibawa adalah
bagaimana perusahaan berdampak ke eksternal maupun terkait dengan lingkungan,
sosial ataupun tata kelola, tapi kali ini kita agak merubah sedikit view-nya
adalah melihat bagaimana aspek-aspek tersebut berdampak secara internal,”
ujarnya.

Untuk
memulai persiapan, Cita menyarankan perusahaan tidak berangkat dari pertanyaan
apa yang harus diungkapkan, melainkan dari penilaian apakah proses yang
berjalan saat ini sudah memadai untuk mendukung pengungkapan dan implementasi
keberlanjutan yang efektif.

Butuh
Kerja Lintas Divisi

Dari sisi
emiten, Kepala Sustainability & CSR Subdivision PT Bank Central Asia Tbk.
(BCA), Evi Jo, membagikan bagaimana BCA menyatukan kerja antartim dalam
penyusunan laporan keberlanjutan. Menurutnya, penerapan PSPK membutuhkan
kolaborasi lintas divisi, terutama antara tim sustainability, risiko, bisnis, dan akuntansi.

Bagi BCA,
laporan keberlanjutan adalah bentuk pertanggungjawaban, bukan sekadar upaya
untuk terlihat bagus dengan tulisan pelaporan yang indah. Laporan itu memuat
implementasi komitmen keberlanjutan BCA sekaligus menjadi tanggung jawab
perseroan sebagai emiten kepada investor.

Rencana
90 Hari Sebelum Tahun Buku 2027

Direktur
TruCarbon, Debby Reynata, menyebut 90 hari tersisa di 2026 sebagai periode
penting untuk menyiapkan tahun buku 2027 dengan standar PSPK 1 dan 2. Ia
merekomendasikan tiga tahap. Tahap pertama, hari ke-1 hingga ke-30, untuk
menetapkan cakupan entitas yang selaras dengan batas konsolidasi laporan
keuangan serta tata kelolanya. Tahap kedua, hari ke-31 hingga ke-60, untuk
membangun data engine, yakni pemetaan
data aktivitas di setiap lokasi lengkap dengan sumber, satuan, frekuensi, dan
penanggung jawabnya.

Tahap
ketiga, hari ke-61 hingga ke-90, adalah uji jalan. “Kita merekomendasikan
untuk melakukan dry run dengan data
tahun sebelumnya,” kata Debby. Uji coba ini menjadi cara menemukan celah
data lebih awal, sebelum celah itu muncul saat proses asurans. “90 hari
ini cukup untuk memastikan tahun buku 2027 akan dimulai dengan sistem atau SOP
yang sudah jalan,” ujarnya.

Ia
mengingatkan soal keringanan pengungkapan selama tiga tahun untuk emisi Scope 3
(Cakupan 3), yakni emisi tidak langsung dari rantai nilai perusahaan. Jangka
waktu ini lebih panjang dari IFRS yang hanya satu tahun. Namun, yang ditunda
hanya pengungkapan, bukan pengumpulan data. Data Scope 3 tetap harus
dikumpulkan secara rutin mulai sekarang, karena kualitasnya baru naik setelah
beberapa siklus pelaporan dan membutuhkan keterlibatan pemasok.

Untuk
mempercepat persiapan tersebut, TruCarbon menghadirkan TruCount, perangkat
lunak akuntansi karbon yang mempermudah seluruh proses pengungkapan
keberlanjutan, mulai dari pengumpulan data emisi hingga penyusunan laporan.
Sebagai bentuk dukungan bagi emiten, peserta seminar mendapatkan akses premium
TruCount gratis selama 90 hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tujuh Perempuan Penjaga Hutan Bawa Cerita Kepemimpinan dan Penghidupan dari Hutan Indonesia ke Bangkok Climate Action Week 2026

Tujuh perempuan penjaga hutan dari Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat memperkenalkan kerja mereka memimpin pengelolaan hutan, memantau kawasan, dan mengembangkan usaha dari hasil hutan dalam Jamuan Puan Rimba di JAVARA Culture Jakarta, Rabu (30/9/2026). Jamuan ini digelar The Asia Foundation (TAF) melalui program Women Forest Defenders (WFD), bersama JAVARA dan Perkumpulan Seniman Pangan Indonesia, dengan menu dari bahan pangan hutan ketiga provinsi. Mereka merupakan bagian dari 171 perempuan yang aktif menjaga hutan melalui WFD, dan 42 di antaranya kini duduk di posisi pengambil keputusan. Di empat provinsi, program ini mencatat 24.292 hektare hutan dikelola dengan perempuan ikut memimpin, 16 usaha perempuan berbasis hutan, dan 11 kelompok pemantau hutan dipimpin perempuan. Pendampingan dilakukan bersama mitra lokal Yayasan PIONIR Bulungan, PINUS, dan KONSEPSI. Pada 3–4 Oktober 2026, ketujuh perempuan ini membawa cerita dan cita rasa hutan Indonesia ke Bangkok Climate Action Week 2026 di Glass House Pavilion, Taman Lumpini, dan Restoran Bo.lan, Bangkok.

Jakarta, 30 September 2026 – Tujuh perempuan penjaga hutan dari Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat memperkenalkan kerja mereka dalam memimpin pengelolaan hutan, memantau kawasan, dan mengembangkan usaha dari hasil hutan di Jamuan Puan Rimba, JAVARA Culture Jakarta, Rabu (30/9).  Ketujuhnya merupakan bagian dari 171 perempuan yang kini aktif menjaga hutan di 4 provinsi (sumatera barat, kalimantan utara, nusa tenggara barat dan sumatera selatan) dan level nasional melalui program Women Forest Defenders (WFD) dari The Asia Foundation (TAF). Sebanyak 42 di antaranya duduk di posisi pengambil keputusan. Pekan ini, mereka membawa cerita yang sama ke Bangkok Climate Action Week (BKKCAW) 2026.

Jamuan ini digelar TAF bersama Perkumpulan Seniman Pangan Indonesia sebagai pintu masuk untuk melihat model ekonomi regeneratif yang memberi ruang bagi perempuan untuk terlibat secara bermakna. Menu jamuan meja panjang siang ini disusun dari bahan pangan hutan ketiga provinsi dan dinarasikan oleh Founder JAVARA dan Sekolah Seniman Pangan, Helianti Hilman. Hutan di sekitar Long Sam, Kalimantan Utara, misalnya, menyimpan buah payang yang diolah menjadi sambal, daun bekai sebagai penyedap alami, dan beras subut. 

Noviana Liling dari Desa Long Sam, Kabupaten Bulungan, mulai terlibat dalam pengelolaan hasil hutan sejak desanya mendapat izin mengelola hutan desa selama 35 tahun pada 2017, didampingi Yayasan PIONIR Bulungan dan TAF. Pada April 2025, ia ikut mendirikan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) perempuan pertama di Kalimantan Utara, dengan modal awal lima butir kelapa dari setiap anggota. Kini KUPS Femung Himet yang dipimpinnya memproduksi minyak kelapa murni, tenun, dan topi anyaman, dan sebagian produknya sudah bersertifikat halal. Lewat pelatihan, para anggotanya juga belajar mengolah buah kuini yang dulu dibiarkan jatuh dan membusuk menjadi selai.

“Dari tidak tahu menjadi tahu. Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa menambah pengetahuan untuk membuat selai,” ujar Ketua KUPS Femung Himet, Noviana Liling.

Masih di Kabupaten Bulungan, Raberti dari Desa Antutan menganyam rotan, bambu, dan pandan menjadi tas untuk membantu biaya sekolah anak. Kini anyaman kelompoknya dijual sampai ke luar Kalimantan Utara.

Di lapangan, pendampingan dilakukan oleh mitra lokal, yaitu Yayasan PIONIR Bulungan di Kalimantan Utara, Perkumpulan Pilar Nusantara (PINUS) di Sumatera Selatan, dan Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) di Nusa Tenggara Barat. Pendampingan mencakup penguatan organisasi, kepemimpinan, pemantauan hutan, dan pengolahan hasil hutan bukan kayu. Perkumpulan Seniman Pangan Indonesia membantu pengembangan produk dan akses pasar, sementara Forum Perempuan Penjaga dan Pengelola Hutan Indonesia (FP3HI) membawa pengalaman dari desa ke ruang advokasi yang lebih luas.

Di Semende, Sumatera Selatan, menjaga hutan terkait erat dengan adat. Tessa Pranisti adalah seorang Tunggu Tubang, sebutan dalam adat Semende bagi anak perempuan tertua yang akan mewarisi rumah, tanah, dan sawah keluarga. Kini ia mengajak perempuan dan anak muda desanya melakukan pemantauan hutan.

Di Desa Penyandingan, Kabupaten Muara Enim, Ani Tasriah, yang dulu tidak pernah berorganisasi, kini menjadi Sekretaris Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) Ghimbe Peramunan. Ia mendirikan KUPS Perempuan Anak Belai, kelompok perhutanan sosial perempuan pertama di Sumatera Selatan, dan mengajak delapan perempuan masuk kepengurusan LPHA. Kopi kelompoknya, Ghimbe Coffee, sudah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikat halal, dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Di Desa Tanjung Agung, Fitri memimpin KUPS Perempuan Muara Jaya yang menjual Kopi Gwatu, minuman rempah, dan kain ecoprint. Anggotanya kini memiliki penghasilan dan tabungan sendiri.

Di Desa Karang Sidemen, Nusa Tenggara Barat, salak dan nangka hutan dulu tidak dilirik warga. Kelompok yang dipimpin Lilik Ernawati justru melihatnya sebagai peluang, di samping mengelola kopi, madu, dan ekowisata. Pemerintah desa pun menerbitkan surat keputusan yang mengakui peran perempuan dalam pengelolaan kawasan hutan.

Perubahan juga terjadi di ruang keputusan. Di Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah, Marwita membesarkan anaknya seorang diri dari kebun kopi di kaki Gunung Rinjani. Kini ia memimpin KUPS Benang Stokel yang beranggota 15 orang dan mengolah kopi, keripik, minuman, serta selai. Pada 28 Juni 2026, warga memilihnya sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Aik Berik periode 2026 sampai 2034.

“Perubahan yang paling luar biasa adalah tumbuhnya rasa percaya diri saya. Dari yang dulu hanya seorang ibu kepala keluarga yang tidak berani berpendapat, kini saya berani berbicara di depan umum, aktif memimpin kegiatan, dan ikut mengambil keputusan penting dalam kelompok,” ujar Ketua KUPS Benang Stokel dan Anggota BPD Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah, Marwita.

Cerita ini penting karena hutan yang menyimpan ragam pangan terus berkurang. Indonesia kehilangan 433.751 hektare hutan alam pada 2025, naik 66 persen dari tahun sebelumnya (Auriga Nusantara, 2026). Sebagian dibuka untuk kebun kayu, tambang, dan sawit. Padahal Indonesia memiliki lebih dari 77 jenis sumber karbohidrat, 228 jenis sayuran, dan 389 jenis buah (Badan Pangan Nasional, 2024). Di tingkat global, hampir sepertiga emisi gas rumah kaca berasal dari sistem pangan dan lebih dari 40 persennya berasal dari Asia (FAO, 2025). Hampir seperlima emisi sistem pangan itu datang dari pembukaan hutan, kebakaran, dan kerusakan gambut untuk lahan pertanian (FAO, 2024).

Di tingkat desa, tantangan masih ada. Alat produksi masih manual, ongkos kirim ke kota mahal, dan perempuan masih jarang diundang dalam rapat soal hutan. Secara nasional, dari 15.769 KUPS yang ada, baru 120 yang masuk kategori tertinggi (Kementerian Kehutanan, 2025).

“Perempuan di komunitas punya pengetahuan yang unik tentang hutan. Persoalannya, akses ke informasi, ruang pengambilan keputusan, dan sumber daya untuk menjalankan usaha belum setara. Karena itu, bersama mitra lokal kami bekerja di tiga hal yang saling terhubung: posisi perempuan dalam kelembagaan, pemantauan kawasan, dan kelola usaha yang adil dan memberi manfaat tidak hanya sekedar menambah beban kerja mereka,” ujar Program Officer Tata Kelola Lingkungan The Asia Foundation, Dorta Pardede.

Di Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat, program WFD mencatat 24.292 hektare hutan dikelola dengan perempuan ikut memimpin, 16 usaha berbasis hutan yang dipimpin perempuan sudah menghasilkan pendapatan, 11 kelompok pemantau hutan dipimpin perempuan, dan 21 izin usaha yang membuka akses perempuan ke pasar (The Asia Foundation, 2026).

“Perempuan di desa hutan sudah lama menjaga hutan dan dapur keluarganya. Yang mereka butuhkan adalah ruang untuk ikut memutuskan. Peran kami adalah mempertemukan mereka dengan mitra lokal, pemerintah, dan pasar, supaya perubahan di desa terus berjalan,” ujar Direktur Tata Kelola Lingkungan The Asia Foundation, Frans Siahaan.

Menurutnya, konsumen di kota juga memiliki peran. “Jamuan ini cara sederhana untuk menunjukkan hubungan antara piring kita dan hutan. Setiap orang yang memilih pangan dari hutan yang dijaga ikut menjaga hutannya,” tambah Frans.

Para perempuan sudah mulai menjual produk mereka di pasar lokal dan melalui media sosial dengan sistem pesanan. Sebagian produk juga dijual lewat JAVARA.

“Kalau bicara gastronomi Indonesia, kita harus mulai dari bentang alam. Dari sanalah lahir keragaman pangan dan budaya kuliner kita. Pangan dari hutan dan berbagai ekosistem lainnya relevan bagi konsumen kota yang membutuhkan pilihan pangan lebih beragam untuk pola konsumsi yang lebih sehat. Kuncinya adalah menghadirkan produk asal hutan secara berkualitas, dengan cita rasa yang punya daya pembeda dan relevan bagi konsumen, sehingga nilai yang tercipta di pasar dapat kembali ke komunitas dan desa asalnya,” ujar Helianti.

Pada 3 dan 4 Oktober, ketujuh perempuan ini akan menghadirkan cerita tentang kepemimpinan perempuan, pemantauan hutan, advokasi, dan usaha dari hasil hutan, bersama cita rasa hutan Indonesia. Semuanya hadir dalam program Women Forest Defenders bertajuk Watching the Forest, Growing the Future di Glass House Pavilion, Taman Lumpini, dan Restoran Bo.lan, Bangkok. Di Bo.lan, Chef Bo Songvisava akan memadukan bahan pangan hutan Indonesia dengan bahan dan teknik masak Thailand.

Di Bangkok Climate Action Week, ketujuh perempuan ini akan berbagi pengetahuan dari kerja mereka di komunitas: memantau hutan, memimpin kelompok, ikut menentukan pengelolaan kawasan, dan mengembangkan penghidupan. Melalui diskusi, pameran, pengalaman virtual, dan Jamuan Puan Rimba, pengalaman perempuan penjaga hutan di Indonesia menjadi bagian dari percakapan regional tentang pengelolaan hutan dan aksi iklim.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES