Makna Strategis Kunjungan Modi ke Indonesia bagi Asia

Oleh Rajiv Bhatia*

Jakarta — Setelah melewati perjalanan panjang yang diwarnai kedekatan, periode saling menjauh, hingga hubungan yang sempat berkembang di bawah potensi sebenarnya, India dan Indonesia kini memasuki babak baru dalam kemitraan strategis mereka. Sejak kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2018, berbagai upaya terus dilakukan untuk memberikan makna yang lebih besar bagi hubungan bilateral tersebut. Momentum itu semakin menguat setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 yang dinilai sukses membuka babak baru kerjasama kedua negara.

Sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dalam 18 bulan terakhir dan bagaimana hubungan tersebut akan berkembang ke depan akan semakin terlihat ketika Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Jakarta pada pekan pertama Juli. Indonesia menjadi salah satu tujuan dalam lawatan tiga negaranya, bersama Australia dan Selandia Baru.

Kunjungan ini juga berlangsung pada saat penting dalam dinamika kawasan. Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi lebih dahulu melakukan kunjungan ke India. Rangkaian diplomasi tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian India terhadap kawasan Indo-Pasifik. Di tengah munculnya tanda-tanda melemahnya komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik maupun Quadrilateral Security Dialogue (Quad), dialog Modi dengan para pemimpin empat negara demokrasi utama di kawasan memiliki arti strategis yang jauh melampaui hubungan bilateral semata.

Saat ini, hubungan India dan Indonesia berada pada kondisi yang sangat kondusif. Tidak terdapat sengketa besar ataupun isu yang berpotensi mengganggu hubungan kedua negara. Hubungan personal antara Perdana Menteri Modi dan Presiden Prabowo juga terjalin dengan baik. Prabowo dikenal mengapresiasi berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan Modi di India, sementara Modi melihat Presiden Prabowo memiliki pendekatan yang lebih seimbang dan realistis dalam memandang peran Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik.

Kedekatan tersebut memberikan ruang bagi kedua pemimpin untuk mendorong para pejabat pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar mempercepat implementasi berbagai agenda kerja sama yang telah disepakati.

Semangat tersebut tercermin dalam Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting) India–Indonesia ke-8 yang digelar pada 7 Juni lalu dan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar dan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. Setelah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap hubungan bilateral, kedua menteri mengidentifikasi berbagai peluang baru untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, perdagangan dan investasi, farmasi dan kesehatan, ekonomi digital, energi, konektivitas, antariksa, pendidikan, pelayanan konsuler, kebudayaan, hingga hubungan antar masyarakat.

Dari hasil pertemuan tersebut, besar kemungkinan kunjungan Modi ke Jakarta akan menghasilkan sejumlah nota kesepahaman baru sekaligus peta jalan yang lebih jelas untuk memperdalam hubungan kedua negara dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, arti penting kunjungan ini sesungguhnya jauh melampaui penandatanganan berbagai kesepakatan.

India dan Indonesia diperkirakan akan semakin menyelaraskan pandangan mereka terhadap berbagai perkembangan global, terutama setelah perang di Ukraina dan Timur Tengah, serta munculnya kemungkinan membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Jika dinamika tersebut benar-benar berkembang, dampaknya akan sangat besar bagi kawasan Indo-Pasifik, tempat India dan Indonesia sama-sama memainkan peran penting.

Indo-Pasifik merupakan rumah bersama bagi India dan Indonesia, sebagaimana juga bagi Jepang, Australia, Filipina, dan Korea Selatan. Keenam negara tersebut memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan sebagai fondasi bagi kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.

Dalam situasi ketika sejumlah forum kerja sama seperti Quad mulai menghadapi tantangan internal akibat berkurangnya perhatian Amerika Serikat, muncul kebutuhan akan wadah konsultasi politik dan diplomatik baru yang lebih inklusif bagi negara-negara demokrasi utama di kawasan. Inilah salah satu dimensi strategis yang layak dicermati selama kunjungan Modi ke Jakarta.

Di bidang pertahanan, terdapat harapan baru bahwa kedua negara akhirnya akan mencapai kesepakatan mengenai rencana pembelian rudal jelajah supersonik BrahMos oleh Indonesia. Menteri Pertahanan India Rajesh Kumar Singh sebelumnya mengungkapkan dalam forum Shangri-La Dialogue bahwa negosiasi mengenai transaksi tersebut telah mendekati tahap final.

Apabila terealisasi, kerja sama tersebut berpotensi menjadi tonggak penting dalam hubungan pertahanan kedua negara dan membuka jalan bagi peningkatan kerja sama industri pertahanan di masa mendatang.

Di bidang ekonomi, target peningkatan perdagangan bilateral dari 30 miliar dolar AS menjadi 50 miliar dolar AS memang belum tercapai sesuai jadwal. Meski demikian, target tersebut tetap menjadi agenda penting karena akan memperkuat keterkaitan ekonomi kedua negara melalui perdagangan dan investasi yang lebih produktif.

Kerja sama dalam pengembangan mineral kritis serta perdagangan digital juga diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama pembahasan kedua pemimpin. Pernyataan bersama yang akan dikeluarkan setelah pertemuan diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai strategi kedua pemerintah dalam mewujudkan target-target tersebut.

Di era diplomasi plurilateral yang semakin berkembang, India dan Indonesia juga dipastikan akan membahas cara memperkuat koordinasi dalam berbagai forum internasional seperti G20, BRICS, maupun Indian Ocean Rim Association (IORA).

Keanggotaan Indonesia sebagai anggota baru BRICS membuka peluang besar untuk memperdalam kerja sama dengan India sebagai salah satu anggota pendiri organisasi tersebut. Di sisi lain, India juga memerlukan dukungan Indonesia dalam menyukseskan penyelenggaraan KTT BRICS mendatang di New Delhi.

Dalam konteks kawasan, India juga diperkirakan akan menyoroti semakin eratnya hubungan dengan ASEAN, di mana Indonesia selama ini memainkan peran sentral. Kedua pemimpin kemungkinan juga akan bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Myanmar.

Perbedaan pendekatan masih terlihat antara ASEAN yang tetap mengedepankan implementasi Konsensus Lima Poin dan kebijakan India yang mulai beradaptasi dengan realitas politik baru di Myanmar, sebagaimana tercermin dari kunjungan resmi pemimpin Myanmar Min Aung Hlaing ke New Delhi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pengumuman India mengenai Great Nicobar Project pada 1 Mei lalu juga memberikan dimensi baru bagi hubungan kedua negara. Proyek yang bertujuan menjadikan Kepulauan Andaman dan Nicobar sebagai pusat maritim dan ekonomi strategis tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan Indonesia mengingat kedekatan geografis kedua wilayah.

Dalam konteks yang sama, kedua negara juga memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat konektivitas kawasan dan mendorong pengembangan Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC). Indonesia dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mewujudkan visi terbentuknya komunitas ekonomi Teluk Benggala yang lebih terintegrasi.

Berbagai isu tersebut sesungguhnya telah menjadi pembahasan dalam dua putaran Dialog Track 1.5 antara Gateway House: Indian Council on Global Relations dari Mumbai dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia yang diselenggarakan di Mumbai dan Jakarta pada September 2024 dan September 2025.

Rekomendasi yang dihasilkan dari dialog tersebut bahkan mendapat pengakuan resmi dan dicantumkan dalam pernyataan bersama India dan Indonesia pada Januari 2025.

Kini, kedua ibu kota telah memiliki berbagai gagasan kebijakan yang bersifat visioner sekaligus pragmatis. Tantangan berikutnya bukan lagi mencari ide baru, melainkan menerjemahkan berbagai gagasan tersebut menjadi langkah nyata yang mampu mempererat hubungan India dan Indonesia, sekaligus memperkuat keterhubungan antara Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Bagi kedua negara, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta bukan sekadar agenda diplomatik. Kunjungan ini berpotensi menjadi momentum untuk membentuk konfigurasi baru kerja sama strategis di Indo-Pasifik dan memperkuat peran India maupun Indonesia sebagai dua kekuatan demokrasi yang semakin menentukan arah masa depan Asia.

*Rajiv Bhatia adalah Mantan diplomat India, Distinguished Fellow di Gateway House, serta pernah menjabat sebagai Deputy Chief of Mission di Jakarta dan Duta Besar India untuk Myanmar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Polda NTT Pecahkan Rekor MURI, 11.663 Orang Ikut Terapi Kesehatan Mental

Kupang, NTT, 4 Juli
2026
– Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu
kesehatan mental, Polda Nusa Tenggara Timur menghadirkan langkah yang berbeda.
Melalui terapi USEFT (Ultimate The Source Body, Mind, Soul Emotional
Freedom Technique)
, Polda NTT memperkuat kesehatan mental
anggota Polri sekaligus membuka akses terapi bagi masyarakat. Inovasi yang
telah menjangkau ribuan orang ini mengantarkan Polda NTT meraih dua Rekor MURI.

Program tersebut lahir dari kepedulian terhadap tingginya
tekanan psikologis yang dihadapi anggota Polri dalam menjalankan tugas,
sekaligus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendampingan kesehatan mental.
Polda NTT meyakini, anggota yang sehat secara mental akan mampu menghadirkan
pelayanan yang lebih humanis, penuh empati, dan semakin dipercaya masyarakat.

Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, mengatakan, hasil verifikasi menunjukkan terapi USEFT yang
digelar sejak 12 Juni 2026 telah menjangkau 11.663 anggota Polri dan masyarakat
di 22 satuan kerja Polda NTT. “MURI menetapkan dua rekor kepada Polda NTT
bukan semata karena jumlah pesertanya, tetapi karena keberaniannya menjadi
pelopor terapi kesehatan mental bagi anggota Polri dan masyarakat. Ini adalah
inovasi yang manfaatnya benar-benar dirasakan.”

Metode USEFT dikembangkan bersama tim riset SBMS
Institute
dengan pendekatan Psikologi Energi yang menyelaraskan Body
(tubuh), Mind (pikiran), dan Soul (jiwa dan spiritual)
.
Pendekatan ini dirancang untuk membantu seseorang mengelola tekanan emosional
sehingga lebih siap menghadapi tantangan, baik dalam menjalankan tugas maupun
kehidupan sehari-hari.

Kapolda NTT, Irjen
Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si,
menegaskan bahwa Rekor MURI menjadi pengingat bahwa setiap inovasi harus
memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Bagi kami, Rekor MURI bukan soal
pencapaian, tetapi tentang kebermanfaatan. Jika anggota Polri sehat secara
mental, mereka akan hadir melayani dengan hati, penuh empati, dan mampu memberi
rasa aman yang lebih nyata bagi masyarakat.”

Kapolda NTT berharap
capaian tersebut menjadi awal lahirnya budaya kepedulian terhadap kesehatan
mental di lingkungan Polri. Semakin banyak anggota yang berperan sebagai
pendengar, penolong, dan penguat bagi sesama, semakin kuat pula fondasi
pelayanan Polri yang humanis. Menjaga kesehatan mental, menurutnya, merupakan
tanggung jawab bersama.

Kepala Bidang
Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H.
, menilai terapi USEFT menjadi
bukti bahwa transformasi Polri tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi
pelayanan, tetapi juga melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Pelayanan yang profesional selalu berawal dari manusia yang sehat, baik
secara fisik maupun mental. Program ini menjadi investasi jangka panjang bagi
institusi sekaligus bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat.”

Penghargaan Rekor MURI
diserahkan langsung kepada Kapolda NTT dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80
di Mapolda NTT. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Daerah NTT beserta
jajaran pengurus, para Pejabat Utama Polda NTT, Direktur SBMS sekaligus
Praktisi USEFT Coach Agus E.H. beserta istri, para terapis, dan tamu undangan lainnya.

Lebih dari sekadar
mencatatkan Rekor MURI, langkah Polda NTT menunjukkan bahwa menjaga keamanan
tidak selalu dimulai dari tindakan represif, tetapi juga dari kepedulian
terhadap kesehatan mental. Ketika anggota Polri dan masyarakat sama-sama
memiliki ruang untuk pulih, yang terbangun bukan hanya individu yang lebih
tangguh, melainkan kepercayaan publik terhadap Polri yang semakin kuat. Itulah
makna sesungguhnya dari rekor ini, bukan tentang siapa yang mencatat sejarah,
tetapi tentang siapa yang menghadirkan manfaat bagi sesama.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pemenang SOYJOY Nutrition Award 2026 Berbagi Inovasi Gizi di Forum Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI

Surabaya, 4 Juli
2026
– PT Amerta Indah Otsuka melalui SOYJOY
melanjutkan dukungannya bagi para ahli gizi dengan membawa semangat inovasi
para pemenang SOYJOY Nutrition Award (SNA) 2026 pada acara Temu Ilmiah Nasional
II PERSAGI yang dihadiri lebih dari 515 ahli gizi di Surabaya.

Kehadiran SOYJOY
dalam forum TIN II PERSAGI menjadi kelanjutan dari The 4th SOYJOY Nutrition
Award 2026 yang sebelumnya digelar di Jakarta dan menghimpun 213 program gizi
dari 96 kota di Indonesia. Dari ratusan program tersebut, SOYJOY memberikan
apresiasi kepada tiga program terbaik melalui kategori Best Impact Award,
Best Innovation Award, dan Most Inspiring Award.

 

Tiga pemenang SNA
2026 hadir dengan pendekatan berbeda dalam menjawab tantangan gizi. Wiranto,
S.Gz., Dietisien meraih Best Innovation Award melalui NUTRITOOLS, sebuah
inovasi digital untuk mendukung pembelajaran dan praktik gizi. Tim Gizi RSUPN
Dr. Cipto Mangunkusumo diwakili oleh Ervita Widiarsanti ,S.Gz meraih Best Impact Award melalui
FEEDCYCLE, inovasi reuse feeding buret untuk meningkatkan efisiensi
layanan rumah sakit dan mengurangi limbah medis. Sementara itu, Ihsan Abdul
Aziz, S.Gz. meraih Most Inspiring Award melalui pendekatan circular
economy
dalam pengelolaan food waste dengan inovasi PANGAN LESTARI
(pemanfaatan sisa pangan untuk lingkungan dan ekonomi sirkular) dalam rangka
penurunan stunting.

 

Ketiga program ini
menunjukkan bahwa inovasi gizi dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari
pemanfaatan teknologi, efisiensi layanan kesehatan, hingga pengelolaan pangan
berkelanjutan. Melalui sesi talk show di TIN II PERSAGI, para pemenang berbagi
pengalaman tentang bagaimana solusi yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari
dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

 

Ihsan Abdul Aziz
sebagai pemenang Most Inspiring Award menjelaskan pada acara sesi
talkshow tersebut bahwa suatu masalah bisa menjadi solusi bagi masalah lain.
Melalui programnya, ia membawa pendekatan circular economy dalam
pengelolaan food waste dan berhasil mengolah lebih dari 100 Kg sampah
makanan menjadi pakan ternak untuk ikan lele dengan nilai gizi yang meningkat
dan diberikan kepada balita stunting dalam bentuk pemberian makanan tambahan.

 

“Banyak solusi gizi
sebenarnya bisa dimulai dari hal yang sangat dekat dengan masyarakat, termasuk
bagaimana kita melihat kembali sisa pangan agar tidak berhenti sebagai limbah.
Melalui PANGAN LESTARI, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan food waste
dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi dan penurunan
stunting. Saya berharap program ini bisa menginspirasi lebih banyak ahli gizi
untuk melihat potensi solusi dari lingkungan terdekat mereka.” ujar Ihsan Abdul
Aziz.

 

Sementara itu,
Wiranto menilai kesempatan berbagi di hadapan para ahli gizi menjadi momentum
penting untuk menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat memperluas akses
pembelajaran dan praktik gizi melalui NUTRITOOLS. Tim Gizi RSUPN DR. Cipto
Mangunkusumo yang diwakili oleh Ervita Widiarsanti menambahkan bahwa inovasi
gizi juga dapat lahir dari perbaikan sistem kerja di fasilitas layanan
kesehatan. Melalui FEEDCYCLE, ia menunjukkan bahwa inovasi teknis di rumah
sakit dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mengurangi limbah medis.

 

Menurut Kenny
Aridy, Digital & New Product Development Manager SOYJOY, kisah para
pemenang SNA 2026 menunjukkan bahwa inovasi gizi dapat lahir dari kebutuhan
yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari praktik edukasi, layanan
kesehatan, hingga pengelolaan pangan yang lebih berkelanjutan. Melalui
kehadiran para pemenang di TIN II PERSAGI, SOYJOY ingin membawa cerita dan
pembelajaran tersebut ke ruang yang lebih luas agar dapat memperkuat semangat
kolaborasi di antara para ahli gizi.

 

“Bagi SOYJOY,
mendukung inovasi di bidang gizi merupakan bagian dari misi besar kami untuk
membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Melalui SOYJOY
Nutrition Award, kami ingin memberikan ruang apresiasi bagi para ahli gizi yang
terus menghadirkan solusi nyata dari praktik sehari-hari, sekaligus mendorong
agar inovasi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama
membangun ekosistem gizi yang lebih baik,” ujar Kenny.

 

Selain menghadirkan
para pemenang di TIN II PERSAGI, SOYJOY juga mengajak mereka mengunjungi pabrik
SOYJOY di Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, para pemenang melihat
langsung proses produksi SOYJOY, mulai dari pengolahan bahan, penerapan standar
kualitas, hingga sistem keamanan pangan. Pengalaman ini menjadi bagian dari
upaya SOYJOY untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat mengenai proses
produksi pangan yang berkualitas, sekaligus memperkuat pemahaman tentang
pentingnya pilihan konsumsi yang lebih baik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Strategi Laddering Deposito yang Jarang Diketahui

Laddering adalah strategi membagi dana ke beberapa deposito dengan tenor yang berbeda agar pencairan dana lebih fleksibel. Cara ini sering digunakan oleh orang yang ingin menyimpan dana dalam deposito, tetapi tetap memiliki akses terhadap sebagian dana secara berkala.

Meski cukup populer dalam perencanaan keuangan, masih banyak orang yang belum mengenal laddering technique adalah salah satu cara mengatur penempatan deposito sesuai kebutuhan jangka pendek maupun menengah.

Lalu, bagaimana cara kerja strategi ini?

Laddering Adalah Apa?

Secara sederhana, laddering adalah metode membagi dana ke dalam beberapa deposito dengan jangka waktu atau tenor yang berbeda.

Tujuannya bukan untuk mengejar keuntungan yang lebih tinggi, melainkan membantu mengatur jadwal pencairan dana agar tidak seluruhnya jatuh tempo di waktu yang sama.

Strategi ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang memiliki beberapa rencana keuangan dalam periode yang berbeda.

Bagaimana Cara Kerja Laddering?

Misalnya, kamu memiliki dana sebesar Rp40 juta.

Daripada menempatkan seluruh dana dalam satu deposito dengan tenor 12 bulan, dana tersebut bisa dibagi menjadi beberapa bagian.

Contohnya: 

– Deposito Rp10 juta dengan tenor 3 bulan.

– Deposito Rp10 juta dengan tenor 6 bulan.

– Deposito Rp10 juta dengan tenor 9 bulan.

– Deposito Rp10 juta dengan tenor 12 bulan.

Saat deposito tenor 3 bulan jatuh tempo, kamu memiliki beberapa pilihan, seperti menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan atau menempatkannya kembali ke deposito sesuai rencana keuangan.

Cara ini membuat jadwal pencairan dana menjadi lebih bertahap.

Kenapa Banyak Orang Menggunakan Strategi Laddering?

Ada beberapa alasan mengapa strategi ini cukup dikenal dalam perencanaan keuangan.

1. Jadwal Pencairan Lebih Fleksibel

Seluruh dana tidak terkunci dalam satu waktu jatuh tempo.

Setiap beberapa bulan, ada deposito yang selesai sesuai tenor yang dipilih.

2. Memudahkan Menyesuaikan Kebutuhan Keuangan

Setiap orang memiliki tujuan keuangan yang berbeda.

Misalnya:

– Dana liburan enam bulan lagi.

– Dana renovasi rumah tahun depan.

– Dana pendidikan yang dibutuhkan secara bertahap.

Laddering membantu menyusun penempatan dana sesuai rencana tersebut.

3. Membantu Mengelola Dana Secara Bertahap

Saat salah satu deposito jatuh tempo, kamu memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kembali kebutuhan keuangan.

Kalau dana belum diperlukan, kamu bisa mempertimbangkan untuk menempatkannya kembali pada deposito dengan tenor yang sesuai.

Apakah Laddering Cocok untuk Semua Orang?

Belum tentu. Strategi ini umumnya lebih sesuai bagi orang yang:

– Sudah memiliki dana darurat.

– Memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat.

– Ingin menyusun beberapa target keuangan dengan jadwal yang berbeda.

Kalau dana masih berpotensi digunakan sewaktu-waktu, sebaiknya pastikan kebutuhan likuiditas tetap terpenuhi sebelum menempatkannya pada deposito.

Cara Memulai Strategi Laddering

Kalau ingin mencoba strategi ini, kamu bisa mengikuti langkah sederhana berikut.

– Tentukan total dana yang ingin disimpan.

– Buat daftar tujuan keuangan beserta perkiraan waktunya.

– Bagi dana ke beberapa nominal sesuai kebutuhan.

– Pilih tenor yang sesuai dengan rencana penggunaan dana.

– Evaluasi kembali setiap kali ada deposito yang jatuh tempo.

Tidak ada jumlah maupun tenor yang wajib digunakan. Strategi laddering dapat disesuaikan dengan kondisi dan tujuan keuangan masing-masing.

Atur Strategi Laddering Lebih Mudah dengan Deposito WOW

Kalau ingin menerapkan strategi laddering, Deposito WOW di neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Deposito WOW menyediakan pilihan tenor mulai dari 7 hari hingga 12 bulan, sehingga kamu dapat menyesuaikan penempatan dana dengan berbagai target keuangan. Proses pembukaannya juga dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank tanpa perlu datang ke kantor cabang.

Beberapa keunggulan Deposito WOW:

– Pilihan tenor 7 hari hingga 12 bulan.

– Pembukaan deposito langsung melalui aplikasi neobank.

– Proses pemantauan deposito dapat dilakukan kapan saja melalui aplikasi.

– Bunga kompetitif* sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami fitur produk, tingkat bunga, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito. 

*)Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Deposito WOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Deposito WOW di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lebih dari Sekadar Sebuah Ruang: CURATED LIVING Hadir di ASHTA District 8

ASHTA District 8 menghadirkan CURATED LIVING, sebuah karya yang mengeksplorasi bagaimana seni, desain, dan gaya hidup dapat saling terhubung dalam menciptakan pengalaman ruang yang lebih bermakna

Sebuah ruang tidak hanya dibentuk oleh dinding dan furnitur, tetapi juga oleh cerita, perasaan, dan pengalaman yang hadir di dalamnya. Berangkat dari pemikiran tersebut, ASHTA District 8 menghadirkan CURATED LIVING, sebuah karya yang mengeksplorasi bagaimana seni, desain, dan gaya hidup dapat saling terhubung dalam menciptakan pengalaman ruang yang lebih bermakna. Berlangsung pada 3–26 Juli 2026, CURATED LIVING mengajak pengunjung menemukan perspektif baru tentang cara melihat, merasakan, dan menjalani keseharian melalui pengalaman yang dikurasi secara menyeluruh.

Dengan membawa tema Where Design Meets Lifestyle, CURATED LIVING menghadirkan rangkaian pengalaman yang memperlihatkan bahwa seni tidak hanya hadir di dalam galeri, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ruang hidup dan aktivitas sehari-hari. Melalui kolaborasi bersama praktisi seni, desain, dan interior, ruang ini menghubungkan karya artistik dengan fungsi ruang itu sendiri, menghadirkan pengalaman yang menginspirasi sekaligus relevan dengan kehidupan urban masa kini.

Alaya Kala: Seni, Desain, dan Cara Baru Melihat Ruang 

Sebagai bagian utama dari CURATED LIVING, Alaya Kala hadir di Melting Pot, Ground Floor sebagai sebuah pameran imersif yang mempertemukan karya-karya pematung Indonesia Adi Gunawan dengan pendekatan interior yang dikurasi secara harmonis. Dipersembahkan oleh SANKHARA bersama POLA Studio EST. 2016, Theory of Living, dan Quatro Design Studio, Alaya Kala menghadirkan sebuah living space di mana karya seni dan desain interior berpadu secara harmonis, memperlihatkan bagaimana keduanya mampu membangun koneksi berkesinambungan dan sekaligus menghadirkan makna baru dalam sebuah ruang.Diambil dari bahasa Sanskerta, Alaya berarti tempat bernaung dan Kala berarti waktu, yang bersama-sama merepresentasikan sebuah ruang yang menyimpan perjalanan, jejak, dan ingatan. Gagasan tersebut berangkat dari akar budaya yang melekat dalam perjalanan berkarya Adi Gunawan di Yogyakarta, kemudian diterjemahkan ke dalam pengalaman ruang yang lebih kontemporer melalui interpretasi elemen-elemen arsitektur rumah Jawa, khususnya Joglo. Alaya Kala mengangkat esensi nilai, memori, dan warisan budaya ke dalam sebuah ruang yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Alaya Kala menjadi ruang pertemuan antara seni, desain, dan warisan budaya, menghadirkan interpretasi kontemporer tentang bagaimana memori kolektif dapat diterjemahkan menjadi pengalaman yang menginspirasi. Pengunjung diajak mengeksplorasi bagaimana ruang yang dikurasi dengan penuh perhatian mampu mempengaruhi cara kita melihat, merasakan, dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitar. Setiap elemen dihadirkan sebagai bagian dari sebuah komposisi yang menghubungkan estetika, fungsi, dan pengalaman hidup dalam satu kesatuan.

Beyond The Walls: Seni di Antara Setiap Ruang

Melengkapi rangkaian CURATED LIVING, Beyond The Walls memperluas pengalaman seni hingga ke area Connecting Langham. Mengusung gagasan bahwa seni tidak berhenti di dalam ruang pamer, instalasi ini menghadirkan lima karya patung kontemporer yang ditempatkan di berbagai titik untuk menciptakan perjumpaan-perjumpaan yang tidak terduga. Di sela perjalanan pengunjung, karya-karya tersebut menjadi ruang untuk berhenti sejenak, mengamati, refleksi, dan menemukan koneksi baru dengan seni dalam konteks keseharian.

Melalui CURATED LIVING, ASHTA District 8 kembali memperkuat komitmennya sebagai destinasi gaya hidup yang menghadirkan pengalaman terkurasi melalui seni, desain, dan komunitas. Lebih dari sekadar menghadirkan pameran, kampanye ini menjadi sebuah undangan untuk melihat bagaimana ruang yang dirancang dengan penuh perhatian mampu mengubah momen-momen sederhana menjadi pengalaman yang lebih bermakna, sekaligus menginspirasi cara baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

CURATED LIVING berlangsung di ASHTA District 8 pada 3–26 Juli 2026 dan terbuka untuk publik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kesalahan Menyimpan Dana Darurat yang Sering Dilakukan

Dana darurat sebaiknya mudah diakses saat dibutuhkan. Sayangnya, masih banyak orang yang fokus mengumpulkan dana darurat, tetapi lupa memastikan penempatannya sudah sesuai dengan kebutuhan.

Pertanyaan seperti “dana darurat berapa?”, “dana darurat berapa persen dari gaji?”, atau “dana darurat berapa kali gaji?” memang sering muncul. Namun, jumlah dana bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Cara menyimpan dana darurat juga berpengaruh terhadap kemudahan menggunakannya saat kondisi mendesak.

Lalu, kesalahan apa saja yang masih sering dilakukan?

Dana Darurat Berapa yang Ideal?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang karena kebutuhan setiap orang berbeda.

Meski begitu, banyak panduan perencanaan keuangan menggunakan kisaran berikut sebagai acuan:

Lajang: sekitar 3–6 kali pengeluaran bulanan.

Sudah menikah: sekitar 6–9 kali pengeluaran bulanan.

Memiliki tanggungan: sekitar 9–12 kali pengeluaran bulanan.

Angka tersebut bukan aturan baku. Besarnya dana darurat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan, pekerjaan, jumlah tanggungan, dan kebutuhan masing-masing.

Dana Darurat Berapa Persen dari Gaji?

Banyak orang juga bertanya, dana darurat berapa persen dari gaji yang sebaiknya disisihkan setiap bulan?

Tidak ada persentase yang wajib diikuti. Sebagian orang memilih menyisihkan sekitar 10–20% dari penghasilan hingga target dana darurat tercapai.

Kalau nominal tersebut terasa berat, tidak masalah memulai dari jumlah yang lebih kecil. Konsistensi biasanya lebih penting daripada mengejar nominal besar di awal.

Kesalahan Menyimpan Dana Darurat

1. Mencampur Dana Darurat dengan Uang Belanja

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menyimpan semua uang dalam satu rekening.

Akibatnya, dana darurat ikut terpakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa disadari.

Memisahkan dana sesuai tujuan dapat membantu menjaga disiplin sekaligus memudahkan memantau perkembangannya.

2. Menggunakan Dana Darurat untuk Keinginan Sesaat

Dana darurat seharusnya digunakan untuk kondisi yang benar-benar mendesak, misalnya:

– Kehilangan pekerjaan.

– Biaya pengobatan.

– Perbaikan kendaraan yang digunakan untuk bekerja.

– Kebutuhan mendesak lainnya.

Belanja diskon atau liburan dadakan sebaiknya tidak diambil dari dana darurat.

3. Menargetkan Nominal Terlalu Besar

Sebagian orang menunda membangun dana darurat karena merasa harus langsung mengumpulkan puluhan juta rupiah.

Padahal, dana darurat bisa dibangun secara bertahap sesuai kemampuan.

Mulai dari nominal kecil tetap lebih baik dibanding terus menunda.

4. Tidak Menambah Dana Darurat Saat Penghasilan Naik

Kenaikan penghasilan sering diikuti kenaikan gaya hidup.

Padahal, kebutuhan dana darurat juga bisa berubah seiring bertambahnya tanggungan atau pengeluaran bulanan.

Luangkan waktu untuk mengevaluasi target dana darurat secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi keuangan saat ini.

Bolehkah Dana Darurat Disimpan di Deposito?

Pada umumnya, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang mudah diakses ketika dibutuhkan.

Namun, apabila dana darurat sudah terbentuk dalam jumlah yang memadai, sebagian orang memilih membagi penyimpanannya sesuai kebutuhan likuiditas. Misalnya, sebagian tetap disimpan di tabungan untuk kebutuhan mendesak, sementara sebagian lainnya dipertimbangkan pada produk simpanan berjangka sesuai tujuan dan karakteristik produknya.

Pilihan ini tentu perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan serta kebutuhan masing-masing.

Kelola Dana Lebih Terencana dengan Deposito FLEXI neobank

Kalau kamu memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, Deposito FLEXI di neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Melalui aplikasi neobank, pembukaan deposito dapat dilakukan secara digital tanpa perlu datang ke kantor cabang. Tersedia pilihan tenor mulai dari 1 hingga 12 bulan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan keuangan.

Deposito FLEXI memberikan fleksibilitas apabila dana dicairkan sebelum jatuh tempo. Nasabah tetap memperoleh bunga kompetitif*. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, nasabah bisa mendapatkan bunga sebesar 2% per tahun sesuai ketentuan produk, sehingga dapat menjadi pilihan bagi yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam mengelola dana.

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami fitur produk, tingkat bunga, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Deposito FLEXI, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Deposito FLEXI di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing Global, Tembakau Premium PTPN I Jadi Andalan Industri Cerutu Dunia

JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat daya saing komoditas tembakau nasional melalui PTPN I (Persero). Berbekal pengalaman panjang dalam pengelolaan perkebunan tembakau premium, dua produk unggulan perusahaan, yakni Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli, semakin diminati pasar internasional sebagai bahan baku pembungkus (wrapper) cerutu premium.

Karakter daun yang elastis, bertekstur halus, memiliki stabilitas pembakaran yang baik, warna premium, serta cita rasa dan aroma khas menjadi keunggulan yang menarik minat pembeli dari Eropa, Amerika Latin, dan berbagai kawasan lainnya.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan bahwa prospek pasar tembakau premium terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam rapat gabungan di Jakarta, Kamis (25/6/2026), ia menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan produksi melalui perluasan areal tanam sekaligus menjaga kualitas produk yang selama ini menjadi keunggulan utama PTPN I.

“Kami yakin bisa mengembalikan kejayaan produk tembakau premium yang punya sejarah keemasan sejak lama. Optimisme kami lebih yakin karena progres permintaan pasar ekspor, terutama dari Eropa dan negara-negara makmur lainnya meningkat signifikan. Lebih dari itu, tembakau kita adalah produk eksklusif yang tak kenal krisis. Artinya, tingkat influence-nya sangat rendah,” kata Teddy.

Menurut Teddy, Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli telah lama diakui secara global sebagai bahan baku pembungkus (wrapper) cerutu premium terbaik di dunia. Perkembangan transaksi ekspor kedua varietas tersebut dalam beberapa tahun terakhir semakin memperkuat reputasi Indonesia sebagai salah satu produsen tembakau premium dunia.

“Tembakau premium kita memiliki karakteristik khas yang berbeda dengan produk Kuba maupun Amerika Latin. Keunggulan kami terletak pada tingkat elastisitas daun yang baik, struktur daun yang halus, kemampuan pembakaran yang stabil, serta warna yang menarik,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsistensi kualitas tersebut menjadikan produk PTPN I sebagai pilihan utama industri cerutu premium dunia. Kinerja operasional komoditas tembakau PTPN I juga menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data perusahaan, volume produksi tembakau premium meningkat secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Produksi tercatat sebesar 748.638 kilogram pada 2021, kemudian mencapai 729.544 kilogram pada 2022, meningkat menjadi 932.837 kilogram pada 2023, naik lagi menjadi 974.489 kilogram pada 2024, dan tetap terjaga pada level 972.243 kilogram sepanjang 2025.

Sejalan dengan pertumbuhan produksi, produktivitas lahan juga terus mengalami peningkatan. Produktivitas tercatat sebesar 1.238 kilogram per hektare pada 2021, 1.090 kilogram per hektare pada 2022, meningkat menjadi 1.372 kilogram per hektare pada 2023, mencapai 1.382 kilogram per hektare pada 2024, dan mencatatkan capaian tertinggi sebesar 1.397 kilogram per hektare pada 2025.

Untuk menjawab meningkatnya permintaan pasar global, PTPN I melalui Divisi Komoditi Kopi dan Aneka Tanaman melakukan langkah strategis dengan memperluas areal tanam tembakau hingga 500 hektare pada musim tanam 2026. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keberlanjutan pasokan dalam memenuhi berbagai kontrak ekspor.

Menurut Teddy, segmen cerutu premium tetap memiliki prospek yang menjanjikan meskipun industri tembakau global menghadapi berbagai regulasi yang semakin ketat. Permintaan terhadap produk premium terus tumbuh, terutama dari pasar luxury products, premium lifestyle, kolektor, hingga sektor high-end hospitality. Selain itu, meningkatnya tren produk berbasis asal-usul (origin-based products) semakin membuka peluang bagi Tembakau Besuki dan Deli untuk memperkuat posisinya di pasar internasional.

Meski demikian, PTPN I tetap mewaspadai tantangan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi produktivitas komoditas tembakau. Untuk menjaga konsistensi mutu, perusahaan menerapkan strategi mitigasi secara menyeluruh mulai dari penyesuaian kalender tanam, penguatan pemantauan kondisi cuaca secara real-time, penggunaan varietas yang adaptif, penerapan praktik budidaya berkelanjutan (sustainable farming), hingga penguatan sistem pengendalian mutu dan traceability sejak proses pembibitan hingga pascapanen.

Melalui pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I optimistis tembakau premium Indonesia akan terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu standar mutu utama dalam industri cerutu premium dunia, sekaligus memperkuat daya saing komoditas perkebunan nasional di pasar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Memperkuat Kualitas Layanan, IPCC Lakukan Management Walkthrough Terminal Satelit Banjarmasin

Banjarmasin, Juli 2026 – Dalam rangka mengevaluasi kinerja operasional dan keuangan secara menyeluruh, Manajemen PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) melaksanakan kunjungan kerja ke Terminal Satelit Banjarmasin pada Kamis (2/7) . Melalui kunjungan ini, Manajemen menggali langsung berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi di lapangan untuk kemudian merumuskan solusi serta strategi pengembangan sebagai langkah konkret peningkatan kinerja perusahaan ke depan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Dewan Komisaris, M. Said Bakhri selaku Komisaris Utama, Tri Hidayat dan Herry Ardianto selaku Komisaris Independen, Bagus Dwipoyono selaku Direktur Operasi dan Teknik merangkap Plt. Direktur Utama, beserta jajaran manajemen IPCC.

M. Said Bakhri selaku Komisaris Utama IPCC menegaskan pentingnya pengawasan aktif Dewan Komisaris terhadap kinerja perusahaan khususnya pada Terminal Satelit di Banjarmasin. “Kunjungan ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi secara langsung, tidak hanya dari sisi laporan, tetapi juga kondisi secara langsung di lapangan. Kami mendorong Manajemen untuk terus memperkuat sinergi antar unit kerja, mempercepat penyelesaian hambatan operasional, serta menyusun langkah strategis yang terukur agar Terminal Satelit Banjarmasin dapat tumbuh lebih baik dan memberikan kontribusi optimal bagi perusahaan,” ujar Said Bakhri.

Sebagai bentuk komitmen IPCC kepada para pengguna jasa dalam mengimplementasikan nilai Danantara yaitu melayani sepenuh hati, IPCC terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan melakukan sharing session, workshop sehingga akan terbentuk budaya excellent services yang diiimbangi dengan penguatan dari sisi fasilitas serta produktivitas kinerja operasional. Melengkapi evaluasi kinerja operasional dan keuangan secara data, Dewan Komisaris, Direksi dan Manajemen IPCC melakukan kunjungan lapangan guna mengevaluasi secara menyeluruh. Hingga Mei 2026, Satelit Banjarmasin berhasil melayani bongkar muat kargo dengan rincian arus mobil (CBU) sebanyak 28.436 unit, truk/bus sejumlah 34.760 unit, alat berat tercatat 2.663 unit, dan 349 kunjungan kapal.

Pada Manajemen Walkthrough kali ini, Bagus Dwipoyono selaku Direktur Operasi dan Teknik merangkap Plt. Direktur Utama IPCC menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja operasional dan keuangan Terminal Satelit Banjarmasin.

“Kami ingin memastikan setiap proses bongkar muat kargo dari para pengguna jasa berjalan optimal dan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak. Melalui kunjungan ini, kami dapat melihat langsung kondisi di lapangan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi tim operasional, sekaligus merumuskan langkah perbaikan agar target kinerja ke depan dapat tercapai dengan lebih baik,” ucap Bagus.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Akses Air Bersih, PTPN IV PalmCo dan Polres Langkat Bangun Sumur Bor bagi Masyarakat

LANGKAT – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo bersama Kepolisian Resor (Polres) Langkat membangun sumur bor bagi masyarakat Dusun Bukit Barat, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Program yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini merupakan wujud sinergi antara BUMN Perkebunan dan Polri dalam menghadirkan akses air bersih sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 70 meter tersebut dibangun untuk menyediakan sumber air bersih yang lebih aman dari potensi pencemaran serta dapat dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga.

“Melalui pembangunan sumur bor ini kami berharap masyarakat Dusun Bukit Barat memperoleh akses air bersih yang lebih baik dan fasilitas ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” kata David.

Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai momentum memperkuat tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menjawab berbagai kebutuhan sosial masyarakat, termasuk penyediaan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. “Untuk itu kami sangat berterimakasih dengan perusahaan yang memfasilitasi sehingga kegiatan pembangunan sumur bor bagi warga ini dapat terwujud,” tukasnya.

Program penyediaan sarana air bersih tersebut mendapat dukungan penuh melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

Selain di Kabupaten Langkat, pada tahun 2026 perusahaan juga menargetkan pembangunan fasilitas serupa di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Ketiga lokasi tersebut diproyeksikan dapat melayani kebutuhan air bersih sedikitnya 90 kepala keluarga.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan penyediaan sarana air bersih merupakan program berkelanjutan yang terus dijalankan perusahaan di berbagai daerah.

“Hingga saat ini, program penyediaan sarana air bersih maupun sumur bor telah terealisasi di 131 titik lokasi. Angka ini akan terus kami upayakan bertambah karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Jatmiko, akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan terus memperluas pembangunan sumur bor dan perbaikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih maupun saat musim kemarau.

Ia juga menilai kolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan program di lapangan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Sepanjang 2024–2025, PTPN IV PalmCo mencatat program penyediaan air bersih dan sanitasi telah menjangkau 3.811 kepala keluarga di berbagai wilayah operasional perusahaan, mulai dari Sumatera hingga Kalimantan.

Manfaat program tersebut turut dirasakan masyarakat di berbagai daerah. Di Dusun Menanti, Desa Sungai Jaman, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, misalnya, pembangunan sumur bor membantu masyarakat memperoleh air bersih ketika debit Sungai Stengko menurun pada musim kemarau. “Kami bersyukur atas bantuan sumur bor ini. Fasilitas tersebut sangat membantu warga memperoleh air bersih dan kami akan menjaganya agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” kata Ketua RT 03 Dusun Menanti, Abil.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Jambi, Martoyo. Menurutnya, pembangunan sumur bor dan tangki air sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, terutama pada musim kemarau.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Desa Alue Gadeng Dua, Kabupaten Aceh Timur, Handoko Apri, mengatakan bantuan sarana sanitasi dan sumur bor telah meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Melalui sinergi bersama Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus memperkuat implementasi Program TJSL yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang layak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Belajar dari ONDC India: Membangun Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Ketika Perdana Menteri India Narendra Modi berkunjung ke Indonesia pada Juli 2026, perhatian publik tentu akan tertuju pada penguatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pertahanan, energi, dan kemitraan geopolitik. Seluruh agenda tersebut penting dan mencerminkan semakin eratnya hubungan strategis antara dua negara demokrasi terbesar di Asia.

Namun, di luar berbagai isu tersebut, terdapat peluang lain yang tidak kalah penting, bahkan mungkin lebih strategis bagi masa depan kedua negara.

Peluang tersebut adalah kerja sama dalam membangun generasi berikutnya dari Public Digital Infrastructure (PDI).

Berbeda dengan berbagai inisiatif digital konvensional, Public Digital Infrastructure bukanlah platform pemerintah baru, bukan marketplace baru, dan bukan pula aplikasi digital baru. PDI adalah infrastruktur ekonomi. Sebagaimana jalan raya mendorong perdagangan pada era industrialisasi dan internet mempercepat ekonomi informasi, PDI menciptakan fondasi yang memungkinkan pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat berpartisipasi dalam ekosistem digital yang terbuka, interoperabel, dan terpercaya.

Makna strategisnya melampaui teknologi semata. Tahap berikutnya dari transformasi digital tidak akan ditentukan hanya oleh siapa yang memiliki kecerdasan buatan terbaik, pusat data terbesar, atau teknologi paling mutakhir. Keunggulan kompetitif ke depan akan ditentukan oleh siapa yang mampu membangun ekosistem digital yang paling efektif.

Indonesia Tidak Membutuhkan Marketplace Baru

Indonesia saat ini telah memiliki salah satu ekosistem digital paling dinamis di Asia Tenggara. Platform e-commerce bersaing secara agresif. Perbankan terus memperluas layanan digital. Perusahaan telekomunikasi berinvestasi besar dalam layanan digital. Sektor ritel memperkuat kanal daring, sementara perusahaan rintisan terus menghadirkan inovasi baru.

Dari luar, Indonesia tampak telah memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menjadi ekonomi digital yang sukses.

Namun, di balik kemajuan tersebut terdapat tantangan struktural yang penting, yakni fragmentasi. Setiap organisasi membangun platformnya sendiri, mengembangkan ekosistem mitranya sendiri, melakukan integrasi teknologinya sendiri, serta menciptakan tata kelola dan model bisnisnya sendiri.

Akibatnya, banyak organisasi harus mengeluarkan sumber daya yang besar hanya untuk dapat terhubung satu sama lain sebelum benar-benar menciptakan nilai bagi pelanggan.

Masalah Indonesia bukanlah kurangnya platform digital. Yang belum tersedia adalah infrastruktur bersama yang memungkinkan seluruh platform tersebut bekerja sama secara efisien.

Di sinilah Public Digital Infrastructure menjadi penting.

PDI tidak menggantikan platform yang sudah ada. PDI justru menghubungkannya. PDI tidak menghambat inovasi, tetapi mempercepat inovasi. PDI juga tidak menciptakan satu marketplace baru, melainkan memungkinkan ribuan marketplace, aplikasi pembeli, aplikasi penjual, lembaga keuangan, dan ekosistem digital berkembang secara bersamaan.

Tujuannya bukan menciptakan satu pemain dominan, melainkan membangun lingkungan yang memungkinkan banyak pelaku tumbuh bersama.

Kontribusi Terbesar India Adalah Pengalaman

Diskusi mengenai kerja sama dengan India sering kali berfokus pada transfer teknologi. Padahal, nilai terbesar dari pengalaman India melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC) justru bukan terletak pada teknologinya.

Teknologi dapat dikembangkan. Perangkat lunak dapat diperbarui. Platform dapat didesain ulang.

Yang jauh lebih berharga adalah pengalaman.

Membangun infrastruktur digital berskala nasional selalu menghadirkan pertanyaan yang tidak dapat dijawab sepenuhnya pada tahap perancangan. Bagaimana tata kelola dibangun? Bagaimana insentif dirancang? Bagaimana penyelesaian sengketa dilakukan? Bagaimana data dikelola? Bagaimana kepercayaan antar pelaku dipertahankan?

Tantangan-tantangan tersebut bukan tanda kegagalan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan karakter alami dari setiap inovasi besar.

Sejarah menunjukkan bahwa seluruh revolusi infrastruktur lahir melalui proses pembelajaran. Kereta api berkembang melalui berbagai penyempurnaan operasional. Industri penerbangan lahir melalui evolusi regulasi dan standar keselamatan. Internet pun berkembang melalui kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan sektor swasta.

Hal yang sama berlaku pada Public Digital Infrastructure.

ONDC merupakan salah satu eksperimen terbesar di dunia dalam membangun ekosistem perdagangan digital terbuka yang melibatkan pemerintah, perbankan, perusahaan teknologi, penyedia logistik, pelaku usaha, dan konsumen.

Selama bertahun-tahun, India telah mengumpulkan pengalaman mengenai tata kelola, interoperabilitas, koordinasi regulasi, pengembangan ekosistem, dan manajemen pemangku kepentingan.

Pengalaman tersebut mungkin jauh lebih bernilai daripada teknologinya sendiri.

Belajar, Bukan Meniru

Kesempatan Indonesia bukanlah menyalin ONDC.

Setiap infrastruktur digital yang sukses selalu mencerminkan kondisi ekonomi, lingkungan regulasi, kapasitas kelembagaan, dan perilaku konsumennya masing-masing. Struktur ekonomi India sangat berbeda dengan Indonesia.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Tantangan logistiknya berbeda. Perilaku konsumennya juga berbeda. Interaksi sosial, komunitas, dan ekonomi kreator memiliki pengaruh yang besar terhadap perdagangan digital.

Indonesia juga memiliki keunggulan tersendiri.

QRIS telah menjadi salah satu sistem pembayaran QR interoperabel yang paling berhasil di dunia. BI-FAST memodernisasi pembayaran real-time. Industri perbankan Indonesia berinvestasi besar dalam digital onboarding, kecerdasan buatan, deteksi fraud, dan integrasi berbasis API.

Semua ini merupakan modal yang sangat kuat.

Karena itu, prinsip yang perlu dipegang sangat sederhana: mengadopsi prinsip, tetapi menyesuaikan implementasi.

Indonesia tidak perlu menjadi India kedua.

Indonesia justru memiliki peluang untuk menjadi referensi global kedua dalam implementasi Public Digital Infrastructure.

Perbedaan ini penting. Implementasi pertama membuktikan bahwa suatu konsep dapat berhasil. Implementasi kedua membuktikan bahwa konsep tersebut dapat diterapkan pada struktur ekonomi, lingkungan regulasi, dan karakter pasar yang berbeda.

Jika India membuktikan bahwa perdagangan digital terbuka dapat berjalan di salah satu ekonomi terbesar di dunia, Indonesia dapat membuktikan bahwa prinsip yang sama dapat berhasil dalam sistem perbankan digital yang matang, infrastruktur pembayaran yang interoperabel, dan salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Membuka Model Bisnis Baru

Selama lebih dari satu dekade, transformasi digital terutama diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional.

Perbankan membangun mobile banking. Perusahaan telekomunikasi mengembangkan aplikasi digital. Peritel memperkuat kanal omnichannel. Pemerintah mendigitalisasi layanan publik.

Semua investasi tersebut menghasilkan manfaat yang nyata.

Namun, sebagian besar hanya memperbaiki bisnis yang sudah ada.

Sementara itu, teknologi seperti kecerdasan buatan, cloud computing, dan otomatisasi semakin mudah diakses. Akibatnya, teknologi tidak lagi menjadi pembeda utama. Keunggulan kompetitif kini bergeser ke arah model bisnis baru.

Public Digital Infrastructure membuka peluang tersebut.

Bank dapat berkembang melampaui layanan keuangan. Perusahaan telekomunikasi dapat melampaui layanan konektivitas. Universitas dapat menjadi platform pembelajaran sepanjang hayat. Rumah sakit dapat mengintegrasikan pembiayaan, asuransi, dan layanan kesehatan digital. Koperasi pertanian dapat terhubung langsung dengan peritel, eksportir, dan industri pengolahan.

Transformasi ini menandai pergeseran dari ekonomi platform menuju ekonomi jaringan.

Platform bersaing dengan membangun ekosistem tertutup. Jaringan menciptakan nilai melalui interoperabilitas dan kolaborasi.

Ke depan, nilai ekonomi terbesar akan muncul dari kemampuan berbagai organisasi untuk berinteraksi melalui infrastruktur bersama.

Membuka Potensi UMKM Indonesia

Transformasi ini memiliki dampak yang sangat besar bagi UMKM Indonesia.

Selama bertahun-tahun, tantangan utama UMKM bukan hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga menemukan pelanggan dalam skala besar.

Pemasaran, logistik, pembayaran, dan akuisisi pelanggan membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Public Digital Infrastructure mengubah kondisi tersebut.

Alih-alih meminta setiap UMKM membangun marketplace sendiri, PDI memungkinkan mereka menjadi bagian dari ekosistem digital nasional yang sudah tersedia.

Produk mereka dapat ditemukan melalui aplikasi perbankan, platform telekomunikasi, sistem pengadaan pemerintah, koperasi, platform korporasi, institusi pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai aplikasi baru yang akan muncul di masa depan.

Biaya akuisisi pelanggan menjadi lebih rendah. Jangkauan pasar menjadi lebih luas. Inovasi menjadi lebih mudah dilakukan.

Persaingan pun bergeser dari besarnya anggaran pemasaran menuju kualitas produk dan layanan.

Hal serupa juga berlaku bagi sektor pertanian. Petani, koperasi, perusahaan logistik, bank, perusahaan asuransi, dan industri makanan dapat berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Perbankan dapat memberikan pembiayaan berdasarkan riwayat transaksi, sementara rantai pasok menjadi lebih efisien.

Manfaatnya melampaui perdagangan digital. Ia berkontribusi terhadap ketahanan pangan, pembangunan pedesaan, dan inklusi keuangan.

Dari Indonesia untuk ASEAN

Peluang Indonesia tidak berhenti pada tingkat nasional.

ASEAN merupakan salah satu kawasan digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Meskipun tingkat kematangan digital setiap negara berbeda, seluruh anggota memiliki aspirasi yang sama, yaitu membangun ekonomi digital regional yang lebih terhubung.

Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia berada pada posisi yang unik.

Keberhasilan implementasi Public Digital Infrastructure di Indonesia dapat menjadi referensi penting bagi kerja sama regional.

Kolaborasi di masa depan dapat mencakup pembayaran lintas batas, pembiayaan perdagangan, logistik, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga layanan pemerintah.

Alih-alih mengimpor arsitektur digital dari luar kawasan, ASEAN memiliki kesempatan untuk mengembangkan inovasi yang lahir dari kawasan itu sendiri.

Implikasinya bahkan meluas ke negara-negara Global South.

Banyak negara berkembang menghadapi tantangan yang serupa, mulai dari populasi yang besar, urbanisasi yang cepat, infrastruktur yang tidak merata, hingga ekosistem digital yang terfragmentasi.

Yang mereka butuhkan bukanlah platform digital global baru, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan pelaku usaha lokal untuk berinovasi.

Dalam konteks ini, kerja sama Indonesia dan India menawarkan model baru bagi negara-negara berkembang, yaitu model yang dibangun atas dasar pembelajaran bersama, pertukaran pengetahuan, dan penciptaan solusi secara kolaboratif.

Nilai Sesungguhnya dari Kemitraan Indonesia dan India

Nilai jangka panjang kerja sama Indonesia dan India tidak seharusnya diukur hanya dari jumlah perjanjian yang ditandatangani atau proyek teknologi yang diluncurkan.

Makna yang sesungguhnya terletak pada kemampuan kedua negara mempercepat transformasi ekonomi digital.

India menghadirkan pengalaman implementasi yang diperoleh melalui bertahun-tahun eksperimen. Indonesia menghadirkan sektor keuangan yang dinamis, sistem pembayaran digital yang berhasil, semangat kewirausahaan, serta salah satu pasar konsumen terbesar di Asia.

Kedua kekuatan tersebut saling melengkapi.

Yang paling penting, kemitraan ini menunjukkan bahwa dalam ekonomi digital, aset paling berharga yang dapat dipertukarkan antar negara bukan lagi teknologi.

Melainkan pengalaman.

Teknologi pada akhirnya akan usang. Pengetahuan terus bertambah. Setiap pelajaran mengurangi ketidakpastian. Setiap pengalaman implementasi menurunkan biaya masa depan.

Karena itulah kolaborasi menjadi sangat penting.

Penutup

Masa depan ekonomi digital Indonesia tidak akan ditentukan semata-mata oleh jumlah aplikasi yang dikembangkan, seberapa besar investasi kecerdasan buatan, atau seberapa banyak layanan digital yang tersedia.

Semua hal tersebut penting, tetapi hanya merupakan lapisan yang terlihat dari transformasi.

Transformasi yang lebih mendasar terletak pada infrastruktur yang tidak terlihat, yakni infrastruktur yang memungkinkan organisasi berkolaborasi, berinovasi, dan menciptakan model bisnis baru.

Public Digital Infrastructure adalah fondasi tersebut.

Ia memungkinkan bank berkembang melampaui layanan keuangan. Ia memungkinkan perusahaan telekomunikasi menjadi ekosistem digital. Ia memungkinkan UMKM menjangkau pasar nasional. Ia memungkinkan pemerintah mendorong inovasi tanpa harus mengendalikannya.

Pada akhirnya, PDI memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh kolaborasi, bukan fragmentasi.

Karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026 lebih dari sekadar agenda diplomatik. Kunjungan tersebut menghadirkan peluang strategis yang dapat membantu membentuk arsitektur ekonomi digital Indonesia untuk beberapa dekade ke depan.

Sejarah jarang mengingat perusahaan yang pertama kali menggunakan jalan raya. Sejarah mengingat negara yang membangunnya.

Demikian pula dengan Public Digital Infrastructure. Ia mungkin tidak akan dikenang sebagai sekadar inisiatif teknologi, melainkan sebagai infrastruktur dasar ekonomi digital, setara dengan jalan raya, pelabuhan, listrik, dan internet.

Indonesia kini berada pada momen yang sangat penting dalam perjalanan digitalnya.

Indonesia tidak perlu mengulang apa yang telah dipelajari negara lain. Indonesia juga tidak perlu sekadar menyalin apa yang telah dibangun.

Peluangnya jauh lebih besar.

Belajar.

Beradaptasi.

Menyempurnakan.

Dan pada akhirnya menjadi referensi global mengenai bagaimana Public Digital Infrastructure dapat membuka model bisnis baru, memperkuat daya saing nasional, dan membentuk generasi berikutnya dari ekonomi digital.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.