Dukung Infrastruktur Dasar Masyarakat, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 Terangi 101 Rumah Warga di Jember

JEMBER – Sebanyak 101 rumah warga Desa Curah Nongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai menikmati aliran listrik PLN sejak Jumat (9/5/2026). Penyambungan listrik baru tersebut mengakhiri penantian panjang warga yang mayoritas merupakan pekerja PTPN I Regional 5 Afdeling Trate, Kebun Kalisanen Kotta Blater.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara dalam mendukung penyediaan infrastruktur dasar bagi karyawan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Wilayah Afdeling Trate yang berada di kawasan perkebunan dengan akses geografis yang cukup menantang selama ini menjadi salah satu area yang membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan.

Melalui koordinasi dan sinergi yang terus dibangun antara PTPN I Regional 5 dengan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambulu, penyambungan listrik tersebut akhirnya dapat direalisasikan sehingga masyarakat kini memiliki akses listrik yang lebih memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Penyalaan perdana dilakukan secara simbolis oleh Camat Tempurejo, M. Najmul Huda, dalam seremoni sederhana yang diawali dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan lansia duafa sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Manajer PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater Tatang Setiawan, Kepala Desa Curah Nongko, serta para tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Najmul Huda menyampaikan apresiasi kepada PTPN I yang telah memfasilitasi penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah tersebut. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan primer yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Inisiatif PTPN I Regional 5 yang tak kenal lelah ini adalah catatan sejarah yang akan dikenang oleh warga, terutama generasi mendatang. Dengan listrik yang cukup, kualitas hidup akan naik dan anak-anak kita tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Kepada masyarakat, pergunakan listrik ini dengan bijak,” kata Camat bergelar Magister Sains tersebut.

Senada dengan itu, Manajer Kebun Kalisanen Kotta Blater Tatang Setiawan mengatakan bahwa penyambungan listrik tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat dan karyawan di lingkungan kebun. Dengan tersedianya akses listrik yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

“Bagi kami, hadirnya listrik bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa menjalani aktivitas dengan lebih baik. Kami berharap anak-anak dapat belajar lebih nyaman pada malam hari, aktivitas rumah tangga menjadi lebih lancar, dan masyarakat memiliki peluang untuk semakin berkembang,” kata Tatang.

Ungkapan syukur juga disampaikan Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional perkebunan, tetapi juga berupaya memastikan kehadiran perusahaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“PTPN I Regional 5 berupaya untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kondisi lingkungan sekitar yang semakin baik. Karena itu, berbagai program sosial dan pembangunan akan terus kami dorong agar manfaat perusahaan benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pada akhir Triwulan II Tahun 2026 PTPN I Regional 5 juga merencanakan pemasangan 24 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di kebun yang sama.

Selain itu, perusahaan akan menyalurkan bantuan perbaikan jalan dan saluran air sepanjang 100 meter di Dusun Kombongan, Desa Pondokrejo. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu mengatasi persoalan banjir akibat tersumbatnya saluran air serta longsornya plengsengan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Kehadiran listrik membawa perubahan besar bagi warga setempat. Sunoto (47), salah satu penerima manfaat program ini, mengaku sangat bersyukur atas tersedianya akses listrik PLN di wilayahnya.

“Selama ini memang ada listrik, tetapi kan dari genset (generator set). Jadi, sangat terbatas. Bahkan, kadang mau ngecas hp saja nunggu genset nyala dulu. Sekarang sudah ‘merdeka’, hehehe… Terima kasih PTPN I dan PLN. Akhirnya kami bisa ikut menikmati hasil pembangunan,” katanya.

Bagi masyarakat Curah Nongko, hadirnya listrik bukan sekadar penerangan, melainkan simbol harapan baru. Cahaya yang kini menerangi rumah-rumah warga menjadi penanda meningkatnya kualitas hidup sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan berkembang di tengah lingkungan perkebunan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PENTINGNYA KELESTARIAN IKAN LOKAL AIR TAWAR, TIM PENGABDIAN MASYARAKAT AKUAKULTUR FIKKIA GENCARKAN EDUKASI PEMBENIHAN DI SMKN 1 GLAGAH BANYUWANGI

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati perairan yang sangat melimpah. Setiap wilayah memiliki species ikan lokal air tawar dengan karakteristik dan potensi yang beragam. Namun keberadaan ikan tersebut kini kian menurun akibat praktik penangkapan berlebih (overfishing), masuknya species ikan invasif serta degradasi habitat aslinya.

Sebagai upaya pelestarian ikan lokal air tawar di Indonesia, Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Akuakultur, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga mulai mengajak generasi muda untuk terlibat langsung. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan workshop mengenai optimalisasi pembenihan ikan lokal air tawar di SMKN 1 Glagah Banyuwangi, Jumat (13/02/2026). Kegiatan ini melibatkan narasumber sekaligus dosen yang ahli dibidangnya, mahasiswa dan 50 siswa SMKN 1 Glagah Banyuwangi.

Suciyono, S.St.Pi., M.P., Ketua Pelaksana Tim Pengmas menjelaskan bahwa kegiatan transfer pengetahuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam kegiatan pembenihan ikan lokal air tawar sebagai upaya pelestarian sumber daya perairan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ikan lokal air tawar melalui penerapan teknik budidaya dan pembenihan yang tepat. Selain itu, kegiatan ini diharakan dapat mendorong siswa untuk lebih mengenal potensi ikan lokal serta mampu mengamplikasikan pengetahuan pembenihan secara langsung di lingkungan sekolah maupun masyarakat nantinya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Glagah, Suparman, S.T., M.T., menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat bekerja sama dengan instansi terkait khususnya dalam pelestarian dan pengembangan budidaya ikan lokal air tawar di lingkungan sekolah” ungkapnya.

Sesi materi worksop dibuka oleh Farida Mauludia, S.Pi., M.P., M.Sc. Ia mengenalkan berbagai jenis ikan lokal air tawar yang ada di Indonesia dan menekankan pentingnya pelestarian melalui restocking budidaya dan konservasi habitat. “Alasan utama kita perlu membudidayakan ikan lokal air tawar karena populasinya semakin menurun” ujarnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si yang membahas manajemen pemeliharaan induk dan larva ikan lokal air tawar berdasarkan aspek nutrisi. Hapsari menjelaskan bahwa nutrisi berperan penting dalam pertumbuhan, reproduksi dan sistem imun ikan. Selain itu manajemen pemberian pakan muali dari frekuensi, proporsi hingga konsistensi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemeliharaan ikan lokal air tawar.

Pada sesi terakhir, Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si mengangkat topik pembenihan ikan lokal air tawar. Ia menyoroti mengenai keterbatasan stok dan kualitas induk sebagai tantangan utama yang berdampak pada kualitas dan kuantitas benih. Berbagai teknik pembenihan seperti rekasaya genetika, media conditioning serta manipulasi pemijahan juga turut dijelaskan kepada siswa. “Pembenihan merupakan fondasi utama dalam budidaya. Tanpa adanya pembenihan, tidak akan ada pembesaran. Tanpa pembenihan, akuakultur tidak akan berjalan.” Tegasnya.

Sebagai bentuk implementasi, tim pengabdian masyarakat juga mengenalkan secara langsung metode pembenihan ikan lokal kepada siswa, mulai dari pemilihan induk, teknik pemijahan, hingga penanganan larva. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam kegiatan budidaya. Tidak hanya itu, sebagai bentuk dukungan nyata, tim Pengabdian Masyarakat Akuakultur FIKKIA Unair turut menyumbangkan beberapa pasang indukan ikan lokal kepada pihak sekolah, diantaranya nilem (Osteochilus haselti), Muraganting (Systomus sp.), Wader Pari (Rasbora argyrotaenia), Ikan Dewa (Neolissochilus soroides), dan Tawes (Puntius javanicus). Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai stok induk untuk kegiatan pembenihan di lingkungan sekolah.

Neolissochilus soroides ) secara simbolis” />

Antusiasme siswa juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa kelas XI APAT 2, Rocella berharap kegiatan serupa dapat Kembali dilaksanakan. “Saya Berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi karena memberikan banyak wawasan mengenai cara pembenihan ikan lokal air tawar yang lebih dalam” ungkapnya.

Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan penurunan populasi ikan lokal khususnya di Banyuwangi dapat teratasi melalui pendekatan edukasi, konservasi, dan pengembangan budidaya yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Perkampungan Urban Jakarta Mendunia: Ikon Rock Legendaris Shirley Manson (Garbage) Kenakan Label Fashion Berkesadaran Asal Indonesia, Fuguku, di Atas Panggung

JAKARTA, INDONESIA — Juni 2026 — Brand lifestyle berkesadaran (conscious brand) asal Indonesia, Fuguku, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ikon musik rock legendaris Shirley Manson, vokalis utama dari band alternative rock ternama dunia, Garbage, terlihat menguasai panggung stadion dengan balutan busana wearable art bertekstur “berduri” yang menjadi ciri khas Fuguku dalam tur penampilan terbarunya.

Momen magis tersebut, yang diabadikan oleh fotografer ternama Ellis Robinson, menampilkan energi luar biasa Manson yang menyatu dengan siluet berstruktur unik dari Fuguku. Terkenal melalui inovasi modernisasi kerajinan ikat-celup tradisional Indonesia, Jumputan, setiap helai pakaian Fuguku dirajut secara manual menggunakan material poliester yang 100% didaur ulang dari limbah plastik laut dan darat.

“Melihat ikon legendaris sekelas Shirley Manson menghidupkan karya kami di bawah lampu stadion adalah sebuah kehormatan yang luar biasa,” ungkap Savira Lavinia, Founder & Chief Creative Officer Fuguku. “Ini adalah bentuk validasi besar, bukan hanya untuk Fuguku, melainkan untuk seluruh industri kreatif dan pengrajin Indonesia. Ini membuktikan bahwa warisan budaya, tanggung jawab lingkungan, dan estetika rock dunia bisa berjalan beriringan di level tertinggi.”

Di balik sorotan lampu panggung dunia, momentum global ini membawa dampak langsung terhadap misi utama Fuguku: pelestarian lingkungan dan pemberdayaan perempuan. Melalui penyederhanaan teknik tekstur arsitektural ini, Fuguku saat ini memberdayakan dan menyokong mata pencaharian lebih dari 70 perempuan pengrajin di perkampungan urban Jabodetabek, seperti Tangerang, Condet, dan Pasar Minggu. Sebagian besar dari mereka adalah ibu rumah tangga serta individu yang menghadapi tantangan ekonomi yang kini berhasil menemukan kemandirian finansial melalui karya tangan ini.

Ketika figur internasional memilih fashion yang berkelanjutan (slow, conscious fashion), mereka memberikan dampak nyata yang langsung menyentuh akar rumput lokal. Setiap “duri” yang melekat di atas panggung merepresentasikan sebuah langkah nyata untuk membersihkan bumi sekaligus menjaga warisan budaya nusantara agar tetap relevan di era modern.

Koleksi lengkap wearable art, tas, dan lini ready-to-wear kontemporer Fuguku saat ini dapat ditemukan di flagship store Kemang (Jakarta) dan Canggu (Bali), melalui stockist global di Singapura, Malaysia, Middle East, Paris, Italia, Portugal, Brazil dan Amerika Serikat, serta situs resmi fuguku.com.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peran Enterprise dan Wholesale MoraRepublic Kian Strategis bagi Ekonomi Digital Indonesia

MoraRepublic menghadirkan solusi digital terintegrasi yang mencakup konektivitas bisnis, jaringan backbone nasional, data center, serta berbagai layanan Enterprise yang dirancang untuk mendukung transformasi digital pelanggan.

Jakarta, 24 Juni 2026 — Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat mendorong kebutuhan dunia usaha terhadap infrastruktur digital yang semakin andal. Di tengah aktivitas bisnis yang kian terhubung, perusahaan tidak hanya membutuhkan konektivitas yang cepat, tetapi juga fondasi digital yang mampu mendukung operasional secara aman, efisien, dan berkelanjutan.

Untuk membahas perkembangan tersebut, Edward Anwar, Chief Enterprise & Wholesale Officer MoraRepublic, hadir sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV pada Rabu, 24 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pandangannya mengenai perubahan kebutuhan digital dunia usaha serta peran solusi Enterprise dan infrastruktur Wholesale dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Menurut Edward, digitalisasi kini telah berkembang menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Kemampuan untuk beroperasi secara cepat, aman, dan efisien menjadi faktor yang menentukan daya saing di tengah perkembangan teknologi yang semakin dinamis.

“Digitalisasi sudah bukan tren. Ini sudah menjadi mesin utama bagi perusahaan untuk bertahan dan bersaing. Perusahaan saat ini membutuhkan fondasi digital yang mampu mendukung operasional secara real-time, aman, dan efisien,” ujar Edward.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, MoraRepublic menghadirkan solusi digital terintegrasi yang mencakup konektivitas bisnis, jaringan backbone nasional, data center, serta berbagai layanan Enterprise yang dirancang untuk mendukung transformasi digital pelanggan. Dimana, jaringan MoraRepublic diproyeksikan pada akhir tahun 2026 akan menjangkau lebih dari 186 kota dan kabupaten di Indonesia yang tentunya ditopang dengan dukungan teknis selama 24 jam.

Selain melalui layanan Enterprise, MoraRepublic juga berperan dalam mendukung ekosistem digital nasional melalui lini bisnis Wholesale. Edward mengibaratkan infrastruktur Wholesale sebagai “jalan tol” digital yang memungkinkan operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, dan berbagai pelaku industri digital menghadirkan layanan kepada pelanggan secara lebih efisien dan andal. Semakin berkembang ekonomi digital Indonesia, semakin besar pula kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu menghubungkan berbagai wilayah dan mendukung pertukaran data dalam skala besar.

Melalui portofolio solusi Enterprise yang komprehensif, MoraRepublic mendukung berbagai kebutuhan pelanggan, mulai dari konektivitas bisnis, data center, managed service, hingga keamanan siber. Solusi tersebut telah dimanfaatkan oleh beragam sektor, seperti perbankan, pemerintahan, manufaktur, kesehatan, pendidikan, hospitality, dan industri lainnya yang membutuhkan infrastruktur digital yang andal untuk mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis.

Melalui penguatan kapabilitas Enterprise dan Wholesale, MoraRepublic berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur dan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Wujudkan Lingkungan yang Lebih Hijau dan Berkelanjutan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Tanam 3.800 Pohon di Jakarta dan Karawang

Jakarta, 26 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) melaksanakan program penghijauan melalui penanaman 3.800 pohon sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan.

Program penghijauan tersebut dilaksanakan di dua lokasi pada waktu yang berbeda. Pada Kamis, 25 Juni 2026, PT JMTM melaksanakan penanaman 3.700 pohon mangrove di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Pengelola Hutan Mangrove Angke Kapuk Bapak Sunarmin, S.Ap., Komisaris PT JMTM Bapak Agustin Lumban Gaol, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT JMTM Bapak Dadan Waradia, perwakilan General Manager dan Coordinator Area Jabodetabek, serta seluruh insan PT JMTM.

Selanjutnya, pada Jumat, 26 Juni 2026, PT JMTM melaksanakan penanaman 100 pohon Glodokan Tiang di kawasan Asphalt Mixing Plant (AMP) Karawang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Proyek Konstruksi dan Pengembangan Bisnis PT JMTM, Ibu Linda Pakpahan, bersama jajaran manajemen serta insan PT JMTM. Dengan total 3.800 pohon yang ditanam di dua lokasi, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus menyambut HUT ke-38 PT JMTM, serta mencerminkan upaya Perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Penanaman mangrove di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk merupakan bentuk kepedulian PT JMTM dalam mendukung rehabilitasi kawasan pesisir. Selain berfungsi sebagai benteng alami untuk mencegah abrasi, hutan mangrove juga berperan penting dalam menyerap emisi karbon, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Sementara itu, penanaman pohon Glodokan Tiang di kawasan AMP Karawang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan di area operasional Perusahaan. Pohon Glodokan Tiang dipilih karena memiliki kemampuan menyerap polusi udara, menghasilkan oksigen, serta memberikan keteduhan sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih hijau, sehat, dan nyaman.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT JMTM, Dadan Waradia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan salah satu wujud kepedulian PT JMTM terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

“Penanaman total 3.800 pohon ini menjadi simbol semangat PT JMTM yang memasuki usia ke-38 sekaligus wujud nyata kepedulian Perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat ekologis yang berkelanjutan, baik melalui rehabilitasi kawasan pesisir maupun penghijauan kawasan operasional Perusahaan. Kami juga mengajak seluruh insan PT JMTM untuk terus berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang,” ujar Dadan.

Pada kegiatan penanaman di AMP Karawang, Direktur Proyek Konstruksi dan Pengembangan Bisnis PT JMTM, Linda Pakpahan, menyampaikan bahwa penghijauan di lingkungan operasional Perusahaan merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan bisnis.

“Penanaman 100 pohon Glodokan Tiang di kawasan AMP Karawang merupakan wujud nyata upaya PT JMTM dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih hijau dan nyaman. Kami berharap langkah sederhana ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus memperkuat budaya Perusahaan yang peduli terhadap kelestarian alam,” ujar Linda.

Kedua kegiatan penghijauan tersebut diawali dengan penanaman simbolis oleh jajaran Direksi dan para tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bersama oleh seluruh peserta. Semangat kolaborasi dan gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi cerminan komitmen PT JMTM dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui aksi nyata.

Melalui program penanaman 3.800 pohon ini, PT JMTM berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap rehabilitasi kawasan pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan operasional Perusahaan, mendukung penyerapan karbon, serta memperkuat peran Perusahaan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai anak usaha Jasa Marga Group yang bergerak di bidang preservasi jalan tol, PT JMTM senantiasa mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan kegiatan usaha, memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan lestari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Godrej Consumer Products Dorong Kolaborasi Lintas Ekosistem untuk Perkuat Dampak Keberlanjutan

Tangerang — Upaya keberlanjutan tidak berhenti ketika sebuah produk keluar dari pabrik. Justru, tantangan terbesar sering kali muncul setelah produk digunakan konsumen. Hal itu disampaikan Wahyu Radita atau Dita, Head of Corporate Communications, Sustainability and Culture Godrej Consumer Products Indonesia, dalam sesi “Activating Corporate Infrastructure for Shared Sustainability Impact” pada Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di ICE BSD City, Rabu (24/6/2026).

Menurut Dita, banyak perusahaan telah membuat kemajuan dalam operasional internal. Namun, dampak terbesar justru sering berada di luar kendali langsung perusahaan, terutama setelah produk digunakan konsumen.

“Ketika produk kami sudah dikirim dan berada di luar sana, di situlah kompleksitas sebenarnya dimulai,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diskusi mengenai keberlanjutan di kalangan perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) kini telah berkembang. Jika sebelumnya fokus utama berada pada pengelolaan dampak lingkungan di dalam operasional perusahaan, kini perhatian mulai meluas ke seluruh siklus hidup produk, termasuk pengumpulan, pemulihan, dan daur ulang kemasan setelah digunakan konsumen.

“Percakapannya telah berkembang dari yang semula berfokus pada operasi internal menjadi lebih luas, karena ketika berbicara tentang siklus hidup produk, dampak yang kami hasilkan melampaui dinding pabrik,” kata Dita.

Membangun ekosistem untuk ekonomi sirkular

Dita menilai salah satu tantangan terbesar saat ini adalah belum tersedianya ekosistem yang terintegrasi untuk mendukung target ekonomi sirkular.

Menurutnya, kondisi saat ini masih menunjukkan ekosistem yang terfragmentasi, sehingga berbagai pihak yang memiliki tujuan serupa belum dapat bekerja secara optimal dalam satu sistem yang terhubung.

“Saat ini lingkungannya masih berupa ekosistem yang terpecah-pecah,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Godrej mendukung penguatan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) di Indonesia yang mendorong produsen untuk bertanggung jawab terhadap limbah pasca konsumsi. Namun, ia menekankan bahwa regulasi perlu diiringi kesiapan infrastruktur dan dukungan berbagai pemangku kepentingan.

“Tidak ada resep rahasia. Kami juga masih terus belajar,” ujar Dita saat menjelaskan perjalanan perusahaan dalam membangun kolaborasi terkait pengelolaan limbah.

Godrej Consumer Products Indonesia saat ini bekerja sama dengan instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah, serta mitra pengelolaan dan daur ulang sampah untuk membangun sistem yang dapat mendukung pengumpulan dan pemulihan kemasan pasca konsumsi.

Meski masih dalam skala terbatas, Dita berharap model kolaborasi tersebut dapat berkembang lebih luas dan melibatkan lebih banyak pihak.

Keberlanjutan sebagai peluang bisnis

Dalam sesi yang sama, para pembicara sepakat bahwa keberlanjutan tidak lagi dapat dipandang sebagai aktivitas terpisah dari strategi bisnis.

Chris Eng, Head of Strategy for Group Community Financial Services di Maybank, menjelaskan bagaimana sektor perbankan dapat mendorong perubahan perilaku konsumen melalui pembiayaan kendaraan listrik dan produk rumah tangga hemat energi.

Menurutnya, masih ada persepsi bahwa keberlanjutan dan profitabilitas merupakan dua hal yang saling bertentangan, padahal keduanya dapat berjalan beriringan.

Sementara itu, CEO EcoMatcher Bas Fransen menyebut keberlanjutan sebagai peluang bisnis jangka panjang. Melalui platform yang dikembangkan EcoMatcher, perusahaan dapat mendukung program penanaman pohon yang terverifikasi sekaligus meningkatkan keterlibatan pelanggan dan karyawan.

“Keberlanjutan adalah peluang bisnis,” kata Fransen.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang mampu mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam model bisnisnya akan memiliki posisi yang lebih kuat di masa depan.

Perlu keseimbangan antara regulasi dan insentif

Meski semakin banyak perusahaan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, Dita menilai tantangan terbesar saat ini adalah investasi yang diperlukan untuk membangun inisiatif dalam skala besar.

Ketika ditanya hambatan apa yang ingin ia hilangkan jika memiliki “tongkat ajaib”, Dita menyoroti perlunya keseimbangan antara kewajiban regulasi dan insentif bagi pelaku usaha.

“Jika ada satu hal yang ingin saya ubah, itu adalah keseimbangan antara kewajiban regulasi dan insentif bagi pelaku usaha,” katanya.

Menurutnya, semakin banyak perusahaan sebenarnya ingin terlibat dalam inisiatif keberlanjutan. Namun, dukungan kebijakan dan insentif yang tepat akan membantu mendorong partisipasi dalam skala yang lebih besar.

“Saya berharap lebih banyak perusahaan bergabung dalam inisiatif keberlanjutan,” ujarnya.

Para panelis sepakat bahwa keberhasilan agenda keberlanjutan ke depan tidak hanya bergantung pada komitmen masing-masing perusahaan, tetapi juga pada kemampuan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem yang terhubung dan saling mendukung dalam menciptakan dampak yang lebih besar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN Group Perkuat Upaya Pencegahan Stunting melalui Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai

SERDANG BEDAGAI – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara III (Persero), terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah dan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara.

Kehadiran program tersebut membawa kebahagiaan bagi Darmawan, warga Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, yang selama ini mendambakan tempat tinggal yang aman dan layak huni.

“Seperti mimpi rasanya bisa punya rumah yang layak huni seperti ini,” ungkap Darmawan saat menghadiri acara Penyerahan Bantuan Bedah Rumah dan Jamban Sehat yang berlangsung di Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (8/6/2026).

Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PTPN IV PalmCo dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pada tahun 2026, perusahaan merealisasikan bantuan berupa satu unit bedah rumah dan pembangunan tujuh unit jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai.

Pelaksana Harian (Plh) Region Head PTPN IV Regional I, Ahmad Diponegoro, menjelaskan bahwa perbaikan kualitas hunian dan sanitasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Program tersebut merupakan kelanjutan dari intervensi gizi yang telah dijalankan perusahaan sejak September 2025.

“Tahun lalu, kami mendampingi hingga 200 balita di Sergai melalui pemberian makanan tambahan bergizi setiap minggunya selama enam bulan penuh, lengkap dengan paket komoditas pangan esensial berupa telur, beras, kacang hijau, dan minyak goreng. Hasil evaluasi bersama Dinas P2KBP2PA menunjukkan tingkat keberhasilan yang mencapai 98%. Sebanyak 196 balita secara total berhasil terbebas dari risiko stunting dan kini mencapai tumbuh kembang ideal,” ujar Ahmad Diponegoro dalam sambutannya.

Keberhasilan tersebut mendorong perusahaan untuk melanjutkan intervensi yang lebih komprehensif. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat (people), perusahaan juga memperhatikan aspek sanitasi dan lingkungan tempat tinggal (planet) guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dalam jangka panjang.

Program TJSL ini dijalankan dengan berpedoman pada prinsip keberlanjutan 3P (People, Planet, Profit). Melalui pendekatan tersebut, PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.

Acara penyerahan bantuan turut dihadiri oleh perwakilan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Kepala Dinas P2KBP2PA Kabupaten Serdang Bedagai, General Manager Unit Group Serdang 2, Manajer Kebun Rambutan, serta jajaran camat dari Kecamatan Sei Bamban, Sei Rampah, Tanjung Beringin, dan Tebing Tinggi.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, PTPN IV Regional I berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan juga berharap produktivitas operasional yang terus terjaga dapat menjadi fondasi untuk memperluas berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari transformasi yang dijalankan PTPN IV PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara, program ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui pembangunan sosial yang inklusif, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta dukungan terhadap pencapaian target pembangunan nasional, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Raya Dorong Mahasiswa dan UMKM Lebih Produktif lewat Pemanfaatan Bank Digital

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Kali ini, Bank Raya kembali menghadirkan program Inspiraya dengan tema “Financial Wellness di Era Digital: Atur Uang Sesuai Tujuan, Hidup Lebih Tenang”.

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Kali ini, Bank Raya kembali menghadirkan program Inspiraya dengan tema “Financial Wellness di Era Digital: Atur Uang Sesuai Tujuan, Hidup Lebih Tenang”. Pada acara ini, hadir sebagai pembicara M. Farhad selaku Kepala Divisi Digital & Product Bank Raya dan Lolita Setyawati selaku Financial Planner. Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang terencana, mulai dari pengaturan kebutuhan harian, menabung untuk tujuan jangka menengah dan panjang, hingga memisahkan pengelolaan keuangan usaha dan pribadi agar lebih sehat dan berkelanjutan. 

Program Inspiraya ini merupakan program literasi keuangan yang rutin diselenggarakan secara online maupun offline sebagai bagian dari upaya edukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Sepanjang tahun 2026, program literasi keuangan Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 40 konten dengan menjangkau lebih dari 50 ribu audience.

Ajeng Putri Hapsari selaku Corporate Secretary Bank Raya menjelaskan, “Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, kami terus berupaya menghadirkan literasi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya generasi muda dan pelaku usaha. Melalui Inspiraya, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk memiliki kebiasaan finansial yang sehat, mampu mengelola uang sesuai tujuan, serta memanfaatkan layanan perbankan digital secara praktis untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan finansial mereka.”

Dalam acara ini, Bank Raya juga memperkenalkan kemudahan layanan perbankan digital melalui Aplikasi Raya yang dirancang untuk membantu nasabah mengelola keuangan secara lebih praktis, terencana, dan sesuai kebutuhan. Untuk kebutuhan finansial personal, nasabah dapat memanfaatkan fitur Saku Bujet untuk mengelola pengeluaran sehari-hari, Saku Pintar untuk menabung secara otomatis setiap bulan, serta Saku Jaga Optimal untuk memenuhi kebutuhan dana darurat jangka panjang dengan tenor yang fleksibel. Di sisi lain, bagi para pelaku usaha, Bank Raya juga menghadirkan Saku Bisnis yang memungkinkan pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih praktis karena dapat membantu memisahkan keuangan bisnis dan pribadi, namun tetap mudah diakses melalui satu gadget. Solusi ini dihadirkan untuk mendukung pelaku UMKM agar dapat mengatur arus kas usaha secara lebih tertib, efisien, dan transparan sehingga operasional bisnis dapat berjalan lebih optimal.

Dalam sesi diskusi, Lolita Setyawati selaku Financial Planner membagikan pandangan mengenai pentingnya financial wellness di era digital, di mana kemudahan transaksi dan akses terhadap berbagai layanan keuangan perlu diimbangi dengan perencanaan yang disiplin dan sesuai tujuan. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang sehat dimulai dari memahami prioritas, menyusun anggaran yang realistis, membangun kebiasaan menabung secara konsisten, serta menyiapkan dana darurat dan tujuan finansial jangka panjang sejak dini.

Sementara itu, M. Farhad selaku Kepala Divisi Digital & Product Bank Raya menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan keuangan yang lebih baik apabila didukung dengan fitur yang relevan dan mudah digunakan. Menurutnya, di era digital pengelolaan keuangan perlu menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat dan produktif, sehingga melalui Aplikasi Raya, Bank Raya ingin menghadirkan pengalaman perbankan yang tidak hanya praktis untuk bertransaksi, tetapi juga membantu nasabah mengatur keuangan sesuai tujuan finansialnya, baik untuk kebutuhan sehari-hari, menabung, dana darurat, maupun pengelolaan usaha.  

M. Farhad menjelaskan “Melalui fitur Saku Bisnis di Aplikasi Raya, kami ingin membantu para pelaku usaha mengelola keuangan bisnis dengan lebih disiplin melalui pemisahan dana usaha dan pribadi. Dengan pengelolaan arus kas yang lebih rapi dan mudah dipantau, kami berharap pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.

“Bank Raya meyakini bahwa literasi keuangan yang dibarengi dengan akses terhadap solusi keuangan digital yang tepat dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Melalui berbagai inovasi layanan dan program edukasi seperti Inspiraya, kami ingin terus memperluas peran dalam mendukung masyarakat agar semakin cakap secara finansial, lebih tenang dalam merencanakan masa depan, serta semakin produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun usahanya.” tegas Ajeng

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Salurkan 200 Paket Sembako Melalui Program CSR kepada Jemaat Gereja St. Paskalis

Sebagai bentuk nyata komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, BRI Region 6 menyalurkan bantuan 200 paket sembako melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada jemaat Gereja St. Paskalis. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui aksi kepedulian yang berkelanjutan.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Paket sembako yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para penerima manfaat sekaligus menjadi bentuk dukungan BRI dalam meringankan beban masyarakat.

Melalui program CSR ini, BRI Region 6 terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan sosial. Kolaborasi dengan Gereja St. Paskalis menjadi salah satu wujud sinergi dalam menebarkan semangat kepedulian, gotong royong, dan berbagi kepada sesama.

BRI Region 6 berharap penyaluran 200 paket sembako ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para jemaat serta semakin mempererat hubungan harmonis antara BRI dan masyarakat. Melalui berbagai program sosial yang dijalankan secara konsisten, BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan nilai tambah dan menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Sambut Aturan Baru OJK untuk Influencer Kripto, Dorong Transparansi dan Perlindungan Investor

Jakarta, 26 Juni 2026 – Bittime, platform pedagang aset keuangan digital (PAKD), menyambut positif terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan. Regulasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan perlindungan investor di tengah semakin besarnya peran influencer dan Key Opinion Leader (KOL) dalam industri aset kripto.

Lebih lanjut, POJK tersebut mengatur standar perilaku bagi pihak yang menyampaikan informasi sektor jasa keuangan kepada masyarakat, termasuk influencer, content creator, edukator, dan KOL. Dalam aturan tersebut, penyampai informasi diwajibkan menyampaikan informasi secara jelas dan tidak menyesatkan, mengungkapkan kepentingan ekonomis dalam konten promosi, serta tidak menjanjikan keuntungan pasti atas produk keuangan yang dipromosikan.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai kehadiran POJK ini menunjukkan semakin matangnya industri aset digital di Indonesia.

“Aturan ini menunjukkan bahwa industri aset digital Indonesia semakin matang. Transparansi dalam promosi dan penyampaian informasi akan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor dalam jangka panjang,” ujar Ryan.

Regulasi tersebut hadir tidak lama setelah Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan sejumlah KOL yang diduga menawarkan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) tidak berizin kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas informasi yang diterima investor sekaligus mendorong praktik promosi aset kripto yang lebih bertanggung jawab.

“Kami melihat profesi KOL dan content creator kripto akan berkembang menjadi lebih profesional. Pada akhirnya, standar yang lebih tinggi dalam penyampaian informasi akan memberikan manfaat bagi investor maupun industri secara keseluruhan,” tambah Ryan. 

Kualitas Informasi Jadi Kunci

Christian Victorious, edukator dan kreator konten aset digital, menilai regulasi tersebut dapat membantu investor memahami risiko investasi secara lebih baik.

“Regulasi yang mendorong transparansi akan membantu investor memahami risiko investasi dengan lebih baik. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan industri aset digital yang sehat,” ujar CV.

Pandangan serupa disampaikan oleh Michael Wyann. Menurutnya, standar yang lebih jelas bagi KOL dan content creator akan menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat bagi investor.

“Investor akan memperoleh referensi yang lebih berkualitas dalam memahami peluang dan risiko aset digital. Ini menjadi langkah positif bagi perkembangan industri kripto Indonesia,” kata Michael.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Viest TV sebagai media dan komunitas yang aktif membahas perkembangan industri kripto di Indonesia. Menurutnya, kejelasan aturan bagi KOL dan content creator dapat membantu menciptakan ruang informasi yang lebih kredibel sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri aset digital.

“Kami melihat regulasi ini sebagai langkah positif untuk mendorong transparansi dalam penyampaian informasi terkait aset kripto. Standar yang lebih jelas akan membantu menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi kreator, pelaku industri, maupun investor,” ujar perwakilan Viest TV.

Ryan menambahkan bahwa peningkatan kualitas informasi perlu diiringi dengan penguatan komunitas dan literasi aset digital. Untuk itu, Bittime terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas dan kreator konten melalui Bittime Social Hub Program, sebuah program yang memungkinkan komunitas, edukator, dan content creator mengembangkan jaringan sekaligus memperoleh berbagai manfaat berdasarkan kontribusinya dalam meningkatkan adopsi dan literasi aset kripto.

“Melalui Bittime Social Hub Program, kami ingin membangun ekosistem kolaborasi yang mendorong edukasi yang lebih bertanggung jawab sekaligus memberikan ruang bagi komunitas untuk tumbuh bersama,” kata Ryan.

Bittime memandang regulasi yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan konsumen akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset kripto yang berkelanjutan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES