Panduan Memilih Aplikasi POS Terbaik di Indonesia 2026

Setiap aplikasi kasir memiliki keunggulan berbeda. POST menawarkan harga yang transparan dengan fitur QRIS dan mode offline, Moka POS dan Majoo unggul di sisi ekosistem dan fitur, sedangkan Qasir serta Pawoon menjadi alternatif bagi UMKM yang mulai beralih ke sistem digital.

Memilih aplikasi POS terbaik bukan hanya soal mencari harga termurah atau fitur terbanyak. Setiap bisnis memiliki kebutuhan operasional yang berbeda, sehingga sistem yang tepat bergantung pada jenis usaha, jumlah outlet, metode pembayaran, hingga rencana ekspansi bisnis. Dengan banyaknya pilihan aplikasi POS di Indonesia, penting untuk membandingkan fitur, harga, dan kemampuan masing-masing sebelum menentukan solusi yang paling sesuai.

Panduan ini membahas faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih aplikasi POS, sekaligus membandingkan beberapa aplikasi POS populer di Indonesia seperti POST, Moka POS, Majoo, Qasir, dan Pawoon. Dengan memahami kelebihan setiap solusi, Anda dapat memilih sistem yang paling mendukung operasional bisnis saat ini maupun pertumbuhan di masa depan.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Aplikasi POS

Sebelum memilih aplikasi POS, pastikan Anda mengevaluasi beberapa aspek berikut:

Kelengkapan fitur seperti kasir digital, manajemen inventori, laporan penjualan, dan manajemen pelanggan.

– Dukungan berbagai metode pembayaran, termasuk QRIS, kartu debit/kredit, dan dompet digital.
– Kemampuan offline agar transaksi tetap berjalan saat koneksi internet terganggu.
– Struktur harga yang transparan, baik berbasis outlet maupun paket (tier).
– Kemudahan penggunaan sehingga staf baru dapat beradaptasi dengan cepat.
– Skalabilitas untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan penambahan outlet.
– Kualitas layanan pelanggan ketika terjadi kendala operasional.

Tidak ada satu aplikasi POS yang paling unggul untuk semua jenis bisnis. Pilihan terbaik adalah aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan anggaran bisnis Anda.

Perbandingan Aplikasi POS Populer di Indonesia

Berikut beberapa aplikasi POS yang banyak digunakan oleh bisnis retail, F&B, dan UMKM di Indonesia.

Pilih Aplikasi POS Sesuai Jenis Bisnis

Setiap industri memiliki kebutuhan operasional yang berbeda sehingga fitur yang dibutuhkan pun tidak sama.

Retail

Bisnis retail membutuhkan aplikasi POS dengan manajemen stok yang akurat, barcode scanner, pengelolaan varian produk, serta laporan penjualan yang mudah dipantau.

Restoran dan Kafe

Bisnis F&B lebih membutuhkan fitur seperti QR menu, manajemen meja, split bill, kitchen order, serta dukungan berbagai metode pembayaran digital.

UMKM

Untuk usaha yang baru memulai digitalisasi, kemudahan penggunaan, biaya yang terjangkau, dan proses implementasi yang cepat biasanya menjadi prioritas utama.

Bisnis Multi-Outlet

Jika bisnis memiliki beberapa cabang atau berencana melakukan ekspansi, pertimbangkan aplikasi POS dengan dashboard terpusat serta model harga yang tetap efisien ketika jumlah outlet bertambah.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berlangganan

Selain membandingkan fitur dan harga, lakukan evaluasi langsung melalui versi demo atau masa uji coba. Pastikan aplikasi mampu mendukung alur operasional bisnis Anda, mulai dari proses transaksi, pengelolaan stok, hingga pelaporan.

Beberapa pertanyaan yang dapat membantu proses evaluasi antara lain:

– Apakah aplikasi tetap dapat digunakan saat internet terputus?
– Apakah mendukung pembayaran QRIS dan metode pembayaran digital lainnya?
– Apakah laporan penjualan mudah dipahami?
– Seberapa mudah aplikasi digunakan oleh karyawan baru?
– Apakah biaya akan meningkat ketika jumlah outlet bertambah?
– Bagaimana kualitas layanan pelanggan jika terjadi kendala?

Kesimpulan

Aplikasi POS terbaik adalah aplikasi yang mampu mendukung operasional bisnis secara efisien sekaligus mengikuti pertumbuhan usaha. Moka POS, Majoo, Qasir, Pawoon, dan POST menawarkan keunggulan yang berbeda sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing bisnis.

Bagi bisnis retail dan F&B yang membutuhkan aplikasi POS dengan harga transparan, dukungan QRIS, mode offline, serta pengelolaan multi-outlet dalam satu platform, POST menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan. Anda dapat mencoba paket gratis atau menjadwalkan demo untuk melihat bagaimana fitur kasir, inventori, laporan real-time, dan pembayaran digital POST membantu operasional bisnis menjadi lebih efisien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DPR Telah Rampungkan 28 Undang-Undang, RUU Perampasan Aset Dapat Atensi Perkuat Substansi

PARLEMENTARIA, Jakarta Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menegaskan bahwa setiap pembentukan undang-undang harus menghadirkan keberpihakan kepada rakyat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kualitas legislasi tidak hanya diukur dari jumlah undang-undang yang dihasilkan, tetapi dari manfaat yang dirasakan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Puan saat memimpin Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Rapat tersebut menandai dimulainya tahun ketiga masa bakti DPR RI periode 2024-2029 dan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto yang menyampaikan pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukung lainnya.

“Pembukaan masa persidangan ini menandai dimulainya tahun ketiga dari masa bakti DPR RI Periode 2024–2029,” kata Puan dalam rilis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Memasuki tahun ketiga masa bakti, lanjutnya, Puan mengatakan bahwa harapan masyarakat terhadap DPR RI semakin besar. Maka dari itu, DPR perlu memperkuat kinerja, menyerap aspirasi, dan menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

“Oleh karena itu, masa sidang ini akan menjadi kesempatan penting bagi DPR RI untuk terus memperkuat kinerja, menyerap aspirasi rakyat, dan menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Dalam fungsi legislasi, Puan menyampaikan DPR RI bersama Pemerintah telah menyelesaikan 28 RUU menjadi undang-undang sejak masa sidang pertama 2024 hingga masa sidang terakhir. Rinciannya, tiga UU oleh Komisi I, 10 UU oleh Komisi II, tiga UU oleh Komisi III, dua UU oleh Komisi VI, masing-masing satu UU oleh Komisi VII dan Komisi VIII, serta masing-masing dua UU oleh Komisi XI dan Komisi XIII.

Badan Legislasi sebanyak 3 Undang Undang, Panitia Khusus sebanyak 1 Undang-Undang,” imbuh Puan.

Pada Masa Persidangan I ini, DPR RI bersama Pemerintah akan memfokuskan pembahasan 14 RUU pada tahap Pembicaraan Tingkat I. DPR juga akan melanjutkan penyusunan 43 RUU, termasuk RUU tentang Perampasan Aset yang masih dalam tahap penjaringan aspirasi publik.

RUU tentang Perampasan Aset, masih dalam tahap untuk menerima masukan dari masyarakat yang bermakna atau meaningful participation, sehingga dapat memperkuat substansi Undang-Undang tersebut dan memiliki legitimasi yang kuat,” jelasnya.

Puan menekankan pembentukan undang-undang harus tetap melalui proses yang terbuka dan melibatkan masyarakat. Menurutnya, dinamika politik dalam pembentukan UU merupakan hal yang wajar, baik antarfraksi, antara DPR dan Pemerintah, maupun dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat.

“Titik temu yang menegaskan Kehadiran Negara, keberpihakan kepada rakyat, dan kemanfaatan dari Undang-Undang tersebut,” tukasnya.

Ia menegaskan, DPR RI dan Pemerintah berkomitmen membentuk UU sesuai amanat konstitusi, membuka partisipasi masyarakat yang bermakna, serta memperhatikan kebutuhan hukum nasional dan legitimasi sosial, politik, serta ekonomi.

“Serta tidak terdapat tumpang tindih antar Undang-Undang dan/atau kewenangan aparatur negara,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Dari fungsi pengawasan, Puan mengatakan DPR RI akan terus memastikan kinerja Pemerintah memberikan dampak positif bagi kehidupan rakyat. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain penyelesaian kasus hukum, relaksasi kebijakan belanja pegawai di daerah, perluasan kesempatan kerja, perlindungan pekerja migran dan pekerja transportasi daring, serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

“Antara lain penyelesaian berbagai kasus hukum, relaksasi kebijakan belanja pegawai di daerah, perluasan kesempatan kerja serta pelindungan terhadap pekerja migran dan transportasi online, antisipasi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kemarau panjang terhadap ketersediaan air dan keberlangsungan sektor pertanian,” papar Puan.

“Kemudian, evaluasi tata kelola anggaran dan penyelenggaraan pendidikan nasional, dan penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, PHK, serta akses Pelayanan BPJS Kesehatan,” sambungnya.

Sementara itu, dalam fungsi diplomasi parlemen, Puan mengatakan DPR RI terus berupaya memperkuat politik luar negeri Indonesia. Salah satunya melalui penyelenggaraan Sidang ke-17 AIPA Caucus secara hybrid pada 22 Juli 2026.

“Pada tanggal 22 Juli 2026, DPR RI telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang ke-17 AIPA Caucus secara hybrid, bertepatan dengan peringatan 50 tahun Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara,” jelas Puan.

DPR RI dalam setiap kesempatan di forum internasional selalu ikut mendorong terciptanya perdamaian yang inklusif dan kolaborasi parlemen antarnegara untuk ikut menyuarakan tata geopolitik dan geo-ekonomi yang lebih baik bagi semua,” tambah mantan Menko PMK tersebut.

Dalam rapat paripurna tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukung lainnya. Dokumen tersebut selanjutnya menjadi dasar pembahasan RAPBN 2027 antara DPR RI dan Pemerintah.

Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 merupakan bagian dari rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RIDPD RI. Puan kemudian secara resmi membuka masa persidangan di hadapan Presiden Prabowo.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, atas nama Pimpinan DPR RI, dengan ini saya mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 dimulai sejak hari Jumat, 14 Agustus 2026 sampai dengan Senin, 9 November 2026,” ucap Puan.

Adapun Puan juga menyampaikan selamat bekerja dan mengingatkan pentingnya memperjuangkan kesejahteraan rakyat kepada seluruh anggota DPR RI.

“Marilah kita, DPR RI, pada masa persidangan I ini, dapat menghasilkan Kebijakan-kebijakan Negara yang dapat melindungi rakyat, menyejahterakan rakyat, mencerdaskan rakyat, dan ikut serta dalam membangun tatanan dunia yang lebih baik,” pungkasnya. (hal/rdn)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tigo AI Memperkenalkan Matrix v4.0 untuk Mendukung Pemasaran Digital di Asia Tenggara

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus membuka peluang baru dalam industri pemasaran digital. Teknologi ini mulai digunakan tidak hanya untuk menghasilkan konten, tetapi juga untuk membantu proses distribusi, pengelolaan kreator, hingga analisis performa kampanye.
Di tengah perkembangan tersebut, Tigo AI memperkenalkan Matrix v4.0 di Indonesia, sebuah sistem pemasaran yang dirancang untuk menghubungkan sejumlah aktivitas pemasaran digital dalam satu platform.
Menurut perusahaan, Matrix v4.0 mengintegrasikan produksi materi kreatif, distribusi konten, aktivitas promosi melalui kreator, serta evaluasi data kampanye.
Sistem tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter ekosistem digital di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.
Menghubungkan Beberapa Proses Marketing
Dalam aktivitas pemasaran digital, perusahaan biasanya menggunakan berbagai layanan berbeda untuk membuat konten, mencari kreator, menjalankan kampanye, dan melakukan analisis.
Kondisi ini dapat membuat proses pemasaran menjadi lebih kompleks, khususnya bagi bisnis yang menjalankan kampanye di beberapa kanal sekaligus.
Matrix v4.0 mencoba menyederhanakan proses tersebut dengan menghubungkan sejumlah fungsi dalam satu sistem.
Menurut Tigo AI, platform dapat digunakan untuk membantu pembuatan materi pemasaran sekaligus mendukung distribusinya melalui berbagai kanal digital.
Beberapa platform yang menjadi fokus antara lain TikTok, Instagram, dan kanal e-commerce seperti Shopee.
Indonesia Menjadi Salah Satu Pasar Utama
Indonesia memiliki ekosistem media sosial dan e-commerce yang besar sehingga menjadi salah satu pasar penting dalam perkembangan pemasaran digital di Asia Tenggara.
Tidak hanya perusahaan berskala besar, UMKM dan pelaku e-commerce juga semakin bergantung pada kanal digital untuk menjangkau konsumen.
Tigo AI menyatakan bahwa pengembangan Matrix v4.0 diarahkan untuk mengurangi hambatan penggunaan teknologi AI dalam pemasaran.
Dengan pendekatan tersebut, solusi AI diharapkan dapat digunakan oleh bisnis dengan skala yang lebih beragam.
Ke depan, perusahaan menyebut akan terus mengembangkan fitur seperti produksi konten multibahasa, live streaming virtual, mekanisme anti-fraud, serta pengendalian risiko kampanye.
— — —
2. Produksi Konten AI dan Jaringan Kreator Mulai Terintegrasi dalam Pemasaran Digital
Perkembangan media sosial membuat proses pemasaran semakin bergantung pada kemampuan bisnis dalam menghasilkan dan mendistribusikan konten secara konsisten.
Namun, produksi materi kreatif dan distribusi konten selama ini sering kali dikelola melalui proses yang berbeda.
Perusahaan dapat menggunakan satu penyedia layanan untuk membuat video dan desain, kemudian bekerja sama dengan pihak lain untuk mengelola kreator maupun distribusi konten.
Model seperti ini dapat menambah proses komunikasi dan koordinasi dalam sebuah kampanye.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tigo AI mengembangkan sistem yang menggabungkan produksi materi berbasis AI dengan distribusi melalui jaringan kreator.
Dari Produksi hingga Distribusi
Dalam sistem yang dikembangkan perusahaan, AI digunakan untuk membantu membuat sejumlah jenis materi pemasaran seperti copy media sosial, poster, dan video pendek.
Materi kemudian dapat digunakan di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Shopee, dan Lazada.
Tigo AI menyebut sistemnya mendukung beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.
Hal tersebut ditujukan untuk membantu bisnis yang menjalankan aktivitas pemasaran di beberapa negara.
Setelah materi dibuat, konten dapat diteruskan kepada micro-creator untuk disesuaikan dengan karakter audiens masing-masing.
Pendekatan tersebut menghasilkan format seperti review produk, pengalaman penggunaan, maupun konten rekomendasi.
Konten Native Semakin Mendapat Perhatian
Banyak pengguna media sosial terbiasa menemukan iklan dalam jumlah besar setiap hari.
Hal ini membuat brand semakin memperhatikan format konten yang terasa lebih natural dan sesuai dengan karakter platform.
Konten native maupun user-generated content menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengurangi kesan komunikasi yang terlalu komersial.
Namun, efektivitas strategi tersebut tetap dipengaruhi oleh relevansi kreator, kualitas konten, transparansi hubungan komersial, serta kesesuaian produk dengan audiens.
Tigo AI menyebut bahwa seluruh proses tersebut dapat dipantau melalui sistem yang sama, mulai dari produksi materi, distribusi kepada kreator hingga data exposure, engagement, traffic, dan conversion.
Platform juga menyatakan telah menerapkan mekanisme verifikasi untuk membantu mengurangi trafik yang tidak valid.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri pemasaran digital mulai bergerak dari penggunaan tools yang berdiri sendiri menuju sistem yang lebih terintegrasi.
— — —
3. AI Mulai Mengubah Proses dan Biaya Produksi Materi Periklanan
Penggunaan generative AI mulai memberikan perubahan dalam proses produksi materi pemasaran.
Jika sebelumnya pembuatan sebuah kampanye membutuhkan keterlibatan copywriter, desainer, editor, tim produksi, hingga fotografer atau videografer, sebagian proses tersebut kini dapat dibantu oleh teknologi AI.
Tigo AI menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut melalui AI Creative Engine yang digunakan untuk menghasilkan berbagai materi pemasaran.
Menurut perusahaan, sistem tersebut dapat menghasilkan materi tertentu dalam waktu yang sangat singkat.
Tigo AI mengklaim bahwa pada kondisi tertentu proses generasi materi dapat mencapai sekitar 0,8 detik.
Perusahaan juga menyebut penggunaan AI berpotensi mengurangi sebagian biaya produksi dibandingkan model produksi konvensional, meskipun tingkat efisiensi pada praktiknya dapat berbeda tergantung jenis dan kompleksitas materi.
Satu Informasi Produk Menjadi Beberapa Konten
AI Creative Engine milik Tigo AI menggunakan informasi dasar seperti produk, positioning brand, selling point, dan target audiens sebagai bahan untuk menghasilkan materi.
Dari informasi tersebut, sistem dapat membantu menghasilkan poster, naskah video pendek, hingga copy media sosial.
Materi kemudian dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai platform digital.
Menurut perusahaan, sistem juga dikembangkan dengan pendekatan lokalisasi agar bahasa dan gaya visual lebih sesuai dengan karakter pasar Indonesia.
Hal tersebut menjadi salah satu tantangan penting bagi generative AI.
Konten yang secara teknis terlihat baik belum tentu sesuai dengan budaya, kebiasaan komunikasi, maupun preferensi masyarakat di suatu pasar.
AI Mempercepat Proses Eksperimen Kreatif
Salah satu perubahan yang ditawarkan generative AI adalah kemampuan menghasilkan lebih banyak variasi materi.
Bagi advertiser, hal ini memungkinkan proses pengujian ide dilakukan lebih cepat.
Bisnis dapat mencoba beberapa versi headline, desain, video, atau konsep komunikasi sebelum menentukan materi yang memberikan respons terbaik.
Dengan demikian, peran AI tidak hanya berkaitan dengan efisiensi produksi, tetapi juga dengan kemampuan bisnis melakukan eksperimen kreatif dalam skala lebih besar.
Namun, hasil dari teknologi tersebut tetap membutuhkan evaluasi manusia untuk memastikan kualitas, akurasi informasi, identitas brand, serta kesesuaian dengan audiens.
— — —
4. AI Content Factory Menjadi Pendekatan Baru dalam Produksi Materi Marketing
Pertumbuhan e-commerce dan media sosial membuat kebutuhan terhadap materi pemasaran terus meningkat.
Satu brand dapat membutuhkan puluhan jenis konten untuk berbagai kebutuhan, mulai dari posting media sosial, promosi produk, video pendek, hingga kampanye penjualan.
Kondisi tersebut mendorong berkembangnya konsep AI Content Factory, yaitu sistem yang memanfaatkan AI untuk membantu menghasilkan materi pemasaran secara lebih terstruktur dan dalam jumlah besar.
Tigo AI mengembangkan konsep tersebut melalui Smart Content Factory yang mencakup tiga kategori utama: AI copy, AI poster, dan AI short video.
Produksi Konten dalam Satu Sistem
Dalam sistem tersebut, pengguna memasukkan informasi produk, target konsumen, serta tema pemasaran.
AI kemudian mengolah informasi tersebut menjadi beberapa jenis materi.
Misalnya, satu informasi produk dapat dikembangkan menjadi caption Instagram, poster promosi, serta video pendek yang digunakan untuk TikTok.
Menurut perusahaan, materi juga dapat disesuaikan dengan konteks bahasa dan karakter pasar Indonesia.
Pendekatan ini dapat membantu bisnis yang sebelumnya harus menggunakan beberapa software maupun tenaga profesional untuk pekerjaan yang berbeda.
UMKM dan Brand Memiliki Kebutuhan Berbeda
Jumlah materi yang dibutuhkan setiap perusahaan tidak selalu sama.
Brand berskala besar mungkin membutuhkan banyak variasi konten untuk melakukan A/B testing dan menjalankan kampanye dalam skala besar.
Sebaliknya, UMKM mungkin hanya membutuhkan beberapa materi setiap minggu untuk menjaga aktivitas media sosial maupun mempromosikan produk tertentu.
Karena itu, pemanfaatan AI dalam content production berpotensi memberikan manfaat yang berbeda bagi setiap skala bisnis.
Bagi perusahaan besar, AI dapat meningkatkan kapasitas produksi.
Sementara bagi bisnis kecil, teknologi tersebut dapat membantu mengurangi hambatan dalam menghasilkan materi pemasaran secara rutin.
Perkembangan AI Content Factory menunjukkan bahwa teknologi generatif mulai bergerak dari sekadar alat pembuat gambar atau teks menjadi bagian dari workflow pemasaran perusahaan.
— — —
5. Platform Marketing Mulai Menawarkan Layanan Berbeda Berdasarkan Skala Bisnis
Tidak semua perusahaan memiliki kebutuhan pemasaran yang sama.
Brand besar biasanya berfokus pada peningkatan awareness, jangkauan pasar, dan pengelolaan kampanye dalam skala besar.
Sementara bisnis yang sedang berkembang lebih sering berorientasi pada peningkatan traffic dan conversion.
UMKM memiliki tantangan lain, terutama keterbatasan anggaran, tenaga kerja, dan kemampuan teknis.
Perbedaan kebutuhan tersebut mendorong perusahaan marketing technology untuk mengembangkan layanan yang lebih fleksibel.
Tigo AI termasuk salah satu platform yang memperkenalkan sistem layanan pemasaran berdasarkan skala bisnis.
Brand Besar
Untuk perusahaan berskala besar, kebutuhan marketing biasanya mencakup produksi konten dalam volume tinggi, distribusi melalui sejumlah kanal, serta analisis data kampanye.
Tigo AI menyediakan kombinasi materi kreatif berbasis AI, jaringan micro-creator, serta data lintas kanal untuk kategori tersebut.
Bisnis yang Sedang Berkembang
Untuk seller maupun perusahaan yang sedang memperbesar skala bisnis, fokus kampanye dapat lebih diarahkan pada traffic dan conversion.
Dalam konteks e-commerce, pendekatan tersebut dapat mencakup produksi konten promosi dan distribusi melalui kreator yang diarahkan ke kanal seperti Shopee atau Lazada.
UMKM
Bagi UMKM, kesederhanaan operasional menjadi salah satu faktor penting.
Pelaku usaha kecil umumnya tidak memiliki tim marketing yang terdiri dari desainer, copywriter, social media specialist, dan video editor.
Karena itu, penggunaan sistem yang mengintegrasikan beberapa pekerjaan dapat mengurangi hambatan awal untuk menjalankan promosi digital.
Menurut Tigo AI, pengguna dapat memilih layanan berdasarkan skala usaha, anggaran, dan tujuan kampanye.
Model bertingkat seperti ini mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan pelaku ekonomi digital Indonesia.
— — —
6. AI Membuka Alternatif Promosi Digital bagi UMKM dengan Anggaran Terbatas
Digitalisasi memberikan banyak peluang bagi UMKM Indonesia, tetapi aktivitas pemasaran online masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha.
Membuat konten secara konsisten membutuhkan waktu dan kemampuan tertentu, sedangkan menggunakan jasa profesional dapat meningkatkan biaya operasional.
Perkembangan generative AI mulai menawarkan alternatif baru.
Teknologi tersebut memungkinkan berbagai aktivitas dasar seperti pembuatan copy, desain promosi, dan video pendek dilakukan dengan proses yang lebih sederhana.
Tigo AI menjadi salah satu platform yang menawarkan layanan pemasaran berbasis AI untuk segmen UMKM.
Menurut informasi perusahaan, layanan tertentu dapat digunakan dengan anggaran awal mulai sekitar Rp50 ribu, tergantung jenis kampanye dan kebutuhan pengguna.
Dari Informasi Produk ke Materi Promosi
Dalam sistem yang dikembangkan platform, pemilik usaha memberikan informasi dasar mengenai produk.
AI kemudian dapat membantu menghasilkan beberapa jenis materi seperti copy media sosial, poster, dan video pendek.
Materi tersebut dapat digunakan untuk akun bisnis atau didistribusikan melalui jaringan micro-creator.
Bagi UMKM, pendekatan ini dapat mengurangi kebutuhan memiliki kemampuan desain maupun editing secara mendalam.
Memulai dari Skala Kecil
Salah satu tantangan dalam pemasaran adalah menentukan seberapa besar anggaran yang perlu dikeluarkan.
Bisnis kecil umumnya memiliki toleransi risiko yang lebih rendah dibanding perusahaan besar.
Karena itu, kemampuan memulai kampanye dalam skala kecil dapat memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk melakukan eksperimen sebelum meningkatkan investasi.
Menurut Tigo AI, pengguna dapat memantau indikator seperti exposure dan engagement untuk mengevaluasi respons kampanye.
Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi berikutnya.
Meskipun AI dapat menurunkan sebagian hambatan produksi, keberhasilan pemasaran tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, pelayanan, strategi distribusi, kreativitas komunikasi, serta kesesuaian dengan target konsumen.
— — —
7. Review Pengguna dan Micro-Creator Semakin Berperan dalam Strategi E-Commerce
Ulasan menjadi salah satu elemen yang diperhatikan konsumen sebelum melakukan pembelian secara online.
Selain membaca informasi produk yang disediakan seller, pembeli juga dapat melihat komentar pelanggan, video review, maupun pengalaman pengguna di media sosial.
Fenomena tersebut membuat reputasi digital semakin penting dalam persaingan e-commerce.
Tigo AI mengembangkan pendekatan pemasaran yang menggabungkan jaringan micro-creator dengan produksi konten berbasis AI.
Menurut perusahaan, sistem digunakan untuk membantu seller memperoleh distribusi konten dari pengguna atau kreator yang relevan.
Dari Media Sosial ke E-Commerce
Dalam model tersebut, kreator dapat membuat konten berupa pengalaman penggunaan, foto produk, ataupun video review yang kemudian dipublikasikan melalui kanal seperti TikTok dan Instagram.
Konten tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan konsumen sebelum akhirnya mengunjungi halaman produk di marketplace.
Pendekatan semacam ini mencoba menghubungkan social media discovery dengan transaksi e-commerce.
Keaslian Tetap Menjadi Faktor Penting
Penggunaan review sebagai bagian dari strategi marketing perlu dibedakan dari manipulasi ulasan.
Review palsu dapat merugikan konsumen, merusak reputasi brand, dan bertentangan dengan kebijakan sejumlah platform.
Tigo AI menyatakan bahwa sistemnya memiliki mekanisme verifikasi untuk membantu memastikan aktivitas dilakukan oleh pengguna nyata serta mengurangi risiko trafik yang tidak valid.
Menurut perusahaan, platform juga digunakan untuk membantu bisnis memilih kreator berdasarkan kategori produk serta melihat data exposure, engagement, dan traffic.
Bagi produk baru, konten dari pengguna dapat membantu meningkatkan percakapan mengenai produk sekaligus memberikan feedback kepada seller.
Namun, kredibilitas strategi tersebut tetap bergantung pada transparansi, pengalaman penggunaan yang nyata, serta kebebasan kreator dalam menyampaikan pendapat.
Ke depan, perpaduan antara micro-creator, UGC, social commerce, dan e-commerce diperkirakan akan semakin banyak digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran digital.
— — —
8. Tigo Mengembangkan Sistem Produksi Short Drama Berbasis AI dalam Skala Besar
Perkembangan artificial intelligence mulai memberikan dampak pada industri produksi video dan konten hiburan.
Teknologi generative AI kini dapat digunakan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari pengembangan naskah, pembuatan karakter, desain latar, suara, hingga video.
Tigo menjadi salah satu platform yang mencoba menerapkan teknologi tersebut dalam produksi serial video pendek atau short drama.
Pada Agustus 2026, perusahaan memperkenalkan konsep layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”.
Menurut perusahaan, angka tersebut menggambarkan target kapasitas produksi yang dapat dicapai melalui workflow AI yang telah distandardisasi, bukan berarti setiap proyek secara otomatis menghasilkan 100 episode dalam kondisi yang sama.
Dari Produksi Berbasis Proyek ke Workflow Terstandardisasi
Produksi serial video secara tradisional membutuhkan banyak tenaga kerja.
Proses dapat melibatkan penulis naskah, sutradara, pemain, tim kamera, lighting, lokasi, editor, voice-over, hingga tim pascaproduksi.
Untuk proyek dengan jumlah episode besar, proses tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Tigo mencoba menerapkan pendekatan berbeda.
Tema dan konsep cerita terlebih dahulu dikembangkan menjadi struktur karakter, dunia cerita, serta format episode.
Setelah elemen dasar tersebut ditentukan, AI digunakan untuk membantu mempercepat berbagai bagian produksi.
AI Script Generation
AI dapat digunakan untuk menyusun struktur cerita berdasarkan genre, audiens, dan kebutuhan platform.
Proses tersebut mencakup pengembangan karakter, konflik utama, serta alur setiap episode.
AI Character Generation
Teknologi generatif digunakan untuk membuat desain karakter dan mempertahankan konsistensi tampilan di berbagai scene dan episode.
Konsistensi karakter masih menjadi salah satu tantangan utama dalam produksi video berbasis AI.
AI Scene Generation
AI memungkinkan pembuat konten menghasilkan berbagai lingkungan tanpa membangun seluruh set secara fisik.
Latar tersebut dapat berupa sekolah, rumah, kantor, kawasan perkotaan, dunia historis, maupun lingkungan futuristik.
AI Video Generation
Visual statis kemudian dapat dikembangkan menjadi rangkaian shot atau video menggunakan teknologi generative video.
AI Voice-Over dan Dialogue
Teknologi suara sintetis dapat digunakan untuk menghasilkan dialog dalam beberapa bahasa maupun karakter suara yang berbeda.
Kemampuan ini membuka kemungkinan lokalisasi konten untuk berbagai negara.
AI Subtitle dan Post-Production
Sebagian proses subtitle, editing dasar, audio, dan pengolahan visual juga dapat diotomatisasi.
Dengan menggabungkan beberapa tahapan tersebut dalam satu workflow, proses produksi yang sebelumnya tersebar ke banyak fungsi dapat dikelola secara lebih terintegrasi.
Mengapa Mengejar Skala Produksi?
Dalam ekosistem TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, dan platform video pendek lainnya, konsistensi publikasi menjadi salah satu tantangan utama kreator.
Satu konten viral dapat menghasilkan pertumbuhan tinggi dalam waktu singkat, tetapi mempertahankan perhatian audiens membutuhkan produksi konten secara terus-menerus.
Menurut Tigo, konsep 100 episode bukan hanya tentang jumlah video.
Perusahaan ingin mengembangkan sistem di mana karakter, dunia cerita, dan format produksi dibuat terlebih dahulu sehingga proses berikutnya dapat dilakukan lebih cepat.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan kreator menguji beberapa genre dan konsep cerita dalam waktu yang relatif singkat.
Tidak Hanya untuk Industri Film
Tigo menyebut sistem tersebut tidak hanya ditujukan kepada studio film atau perusahaan produksi profesional.
Brand dapat menggunakan serial cerita sebagai bagian dari branded content.
Produk dapat ditempatkan sebagai bagian dari cerita, bukan hanya muncul dalam format iklan konvensional.
Bisnis lokal juga dapat mengembangkan cerita untuk sektor seperti kuliner, kecantikan, pendidikan, maupun pariwisata.
Sementara kreator individual dapat menggunakan teknologi tersebut untuk membangun karakter dan intellectual property mereka sendiri.
Indonesia Menjadi Pasar Menarik untuk Eksperimen AI Short Drama
Indonesia memiliki basis pengguna media sosial yang besar dan aktivitas konsumsi video pendek yang tinggi.
Kondisi ini membuat Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik untuk perkembangan format konten baru.
Video pendek, live streaming, social commerce, e-commerce, dan storytelling juga semakin saling terhubung.
Menurut Tigo, perkembangan tersebut berpotensi membuat short drama tidak hanya berfungsi sebagai konten hiburan tetapi juga sebagai salah satu format komunikasi pemasaran.
Alih-alih hanya membuat satu iklan, sebuah brand dapat membangun rangkaian cerita yang terus diikuti pengguna.
Meski demikian, peningkatan kapasitas produksi tidak otomatis menjamin keberhasilan sebuah konten.
Kualitas cerita, konsistensi karakter, kreativitas, relevansi budaya, serta kemampuan memahami audiens tetap menjadi faktor penting.
Perkembangan AI kemungkinan akan membuat proses produksi menjadi semakin mudah diakses.
Namun, persaingan selanjutnya bukan hanya mengenai siapa yang mampu menghasilkan lebih banyak video, melainkan siapa yang mampu menghasilkan cerita yang relevan dan cukup menarik untuk terus diikuti audiens.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Urutan Pembubuhan e-Meterai dan Tanda Tangan Elektronik yang Sering Tertukar

Memahami urutan pembubuhan e-Meterai dan tanda tangan elektronik penting agar dokumen tetap sah dan dapat diproses dengan benar. Ketahui tahapan yang tepat untuk menghindari kesalahan saat menandatangani dokumen digital.

Tim legal sering berdebat soal mana yang harus didahulukan pada dokumen digital. Sebagian yakin meterai wajib lebih dulu, sebagian lagi sebaliknya. Urutan Pembubuhan e-Meterai memang menjadi salah satu pertanyaan paling berulang.

Perdebatan itu memakan waktu yang seharusnya dipakai memproses kontrak. Lebih repot lagi bila dokumen telanjur dibubuhi lalu dianggap salah prosedur. Sebagian tim akhirnya mengulang proses dari awal tanpa alasan yang tepat. Kuota terbuang, jadwal mundur, dan keraguan tetap tersisa.

Padahal acuan resminya sudah tersedia sejak beberapa tahun lalu. Perusahaan yang memakai ematerai cukup memahami satu prinsip dasarnya. Sisanya soal ketelitian teknis yang jauh lebih menentukan.

Dua Fungsi Berbeda yang Kerap Dianggap Satu Rangkaian

Meterai elektronik dan tanda tangan elektronik menjawab kebutuhan yang berlainan. Meterai berfungsi sebagai pembayaran pajak atas dokumen tertentu. Tanda tangan berfungsi sebagai persetujuan dan pengesahan oleh pihak berwenang. Keduanya berdiri sendiri, meski tampil pada lembar yang sama.

Asal Mula Kekeliruan

Kebiasaan dokumen kertas ikut terbawa ke ranah digital. Pada meterai tempel, tanda tangan memang harus mengenai sebagian meterai. Aturan itu lalu diasumsikan berlaku sama pada dokumen elektronik.

Penjelasan Resmi soal Urutan Pembubuhan e-Meterai

Peruri sebagai penerbit meterai elektronik sudah menjawab pertanyaan ini. Keduanya dinyatakan tidak berkaitan, sehingga pembubuhannya boleh dilakukan mana saja lebih dulu. Untuk waktu pembubuhan, acuannya adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai. Pasal-pasal di dalamnya mengatur saat terutang untuk tiap jenis dokumen.

Pengecualian yang Perlu Dicatat

Ada satu hal yang urutannya justru mengikat. Bila dokumen memerlukan stempel digital, pembubuhannya dilakukan paling akhir. Stempel tersebut berfungsi sebagai penyegel yang memastikan tidak ada perubahan berikutnya.

Kesalahan yang Jauh Lebih Berisiko daripada Soal Urutan

Fokus yang keliru membuat risiko sesungguhnya luput dari perhatian. Beberapa kesalahan berikut lebih sering membatalkan validitas dokumen:

● Menempatkan tanda tangan menimpa kode QR pada meterai

● Mengedit, mengompres, atau mengubah ukuran dokumen setelah pembubuhan

● Membubuhkan meterai pada dokumen yang isinya masih akan direvisi

● Meletakkan meterai hingga menutupi informasi penting di dalam dokumen

Alasan Teknis di Balik Larangan Tumpang Tindih

Meterai elektronik berbentuk kode QR yang dipakai sebagai media validasi. Kode yang tertimpa objek lain berisiko gagal terbaca sistem pemeriksa. Karena itu posisi meterai dan tanda tangan sebaiknya berdampingan.

Alur Kerja yang Aman untuk Dokumen Perusahaan

Alur berikut membantu tim menghindari pengulangan proses:

1. Finalkan seluruh isi dokumen sebelum apa pun dibubuhkan.

2. Pastikan kuota meterai tersedia agar proses tidak terhenti.

3. Tentukan posisi meterai dan kolom tanda tangan secara berdampingan.

4. Bubuhkan meterai dan tanda tangan sesuai alur persetujuan internal.

5. Periksa hasil akhirnya melalui kanal verifikasi resmi.

Menyiapkan Kuota Sebelum Dokumen Menumpuk

Kuota yang menipis sering menjadi penyebab proses tertunda. Perusahaan sebaiknya beli meterai elektronik sesuai perkiraan volume bulanan. Pengelolaannya dilakukan melalui admin korporat agar pemakaiannya terpantau.

Menertibkan Urutan Pembubuhan e-Meterai di Tingkat Perusahaan

Inti persoalannya bukan pada mana yang lebih dulu. Yang menentukan adalah kesiapan dokumen, posisi penempatan, dan disiplin setelah pembubuhan. Perusahaan yang menuangkannya dalam prosedur tertulis jarang mengalami dokumen ditolak.

ezSign menyediakan pembubuhan meterai elektronik terbitan Peruri berdampingan dengan tanda tangan elektronik. Keduanya berjalan dalam satu aplikasi, sehingga tim tidak perlu berpindah platform. Perusahaan yang hendak beli meterai elektronik untuk kebutuhan rutin dapat berdiskusi melalui kanal resmi ezSign.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah meterai elektronik wajib dibubuhkan sebelum tanda tangan?
Tidak wajib, karena keduanya memiliki fungsi berbeda dan urutannya dapat disesuaikan kebutuhan.

2. Bolehkah tanda tangan diletakkan menimpa meterai elektronik?
Sebaiknya tidak, sebab kode QR yang tertimpa berisiko gagal terbaca saat proses validasi.

3. Apa yang terjadi bila dokumen diedit setelah dibubuhi meterai?
Perubahan setelah pembubuhan berisiko membuat dokumen tidak lolos pemeriksaan keaslian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menyatukan Laporan Puluhan Cabang Tanpa Menunggu Rekap Manual dari Daerah

Kelola laporan dari puluhan cabang secara terpusat tanpa menunggu proses rekap manual dari masing masing daerah. Data yang terintegrasi membantu mempercepat pelaporan, meningkatkan akurasi, dan memudahkan manajemen mengambil keputusan.

Tanggal sepuluh sudah lewat, tetapi laba bulan lalu belum diketahui. Kantor pusat masih menunggu berkas dari beberapa cabang di daerah. Setiap cabang mengirim format berbeda, sebagian bahkan lewat foto dokumen. Menyatukan laporan puluhan cabang akhirnya menjadi pekerjaan bulanan yang melelahkan.

Masalahnya bukan sekadar lelah. Keputusan harga dan pembelian diambil memakai angka berumur tiga minggu. Revisi kecil dari satu cabang bisa mengubah seluruh laporan gabungan. Auditor pun kesulitan menelusuri asal angka saat pemeriksaan berlangsung.

Akar persoalannya ada pada cara data dikumpulkan, bukan pada tim keuangan. Selama pencatatan berjalan terpisah, rekap manual akan selalu dibutuhkan. Karena itu, jasa pembuatan ERP sebaiknya dimulai dari penyeragaman struktur akun. Tanpa itu, laporan gabungan hanya memindahkan kekacauan ke tempat lain.

Rekap Manual Membuat Angka Selalu Ketinggalan

Rekap manual membuat laporan puluhan cabang selalu tertinggal dari kebutuhan. Semakin banyak lokasi, semakin panjang antrean berkas yang harus diperiksa. Waktu tim keuangan pun habis untuk menyalin, bukan menganalisis. Padahal, analisis itulah yang sebenarnya ditunggu manajemen.

Tanda Bahwa Proses Sudah Terlalu Berat

Beberapa kondisi berikut biasanya muncul lebih dulu:

● Tutup buku bulanan selesai lebih dari dua minggu setelah periode.

● Nama akun yang sama ditulis berbeda di tiap cabang.

● Satu transaksi antar cabang tercatat dua kali di laporan gabungan.

● Revisi angka dikirim lewat pesan singkat, bukan lewat sistem.

Kondisi tersebut sering dianggap wajar bagi perusahaan yang sedang tumbuh. Namun, risikonya membesar seiring bertambahnya jumlah lokasi.

Fondasi Menyatukan Laporan Puluhan Cabang

Konsolidasi yang rapi selalu dimulai dari struktur, bukan dari laporan. Seluruh cabang sebaiknya memakai satu bagan akun yang sama. Perbedaan lokasi cukup ditandai lewat kode analitik, bukan lewat akun baru. Cara ini membuat laporan dapat dipecah per cabang tanpa mengubah struktur.

Transaksi Antar Cabang yang Sering Kacau

Pengiriman barang antar cabang kerap tercatat sebagai penjualan biasa. Akibatnya, omzet gabungan terlihat lebih besar daripada kenyataan. Transaksi semacam itu perlu ditandai agar bisa dieliminasi otomatis. Tanpa penandaan, koreksinya harus dikerjakan manual setiap bulan.

Angka yang Dibutuhkan Manajemen Setiap Hari

Tidak semua laporan harus menunggu proses tutup buku selesai. Penjualan harian, piutang jatuh tempo, dan stok kritis bisa dipantau lebih awal. Data itu terbentuk otomatis begitu cabang mencatat transaksinya di sistem. Manajemen pun bisa menindak penyimpangan pada minggu berjalan, bukan bulan berikutnya.

Kunci penyajiannya ada pada hak akses tiap pengguna. Cabang cukup melihat datanya sendiri, sedangkan pusat memegang tampilan gabungan.

Administrasi Pajak Terpusat, Laporan Internal Menyusul

Arah kebijakan sebenarnya sudah mendukung pemusatan. Melalui PMK 81 Tahun 2024, kewajiban perpajakan dijalankan memakai NPWP pusat. Setiap lokasi usaha kini ditandai NITKU sebagai identitas tempat kegiatan usaha. Logika serupa layak diterapkan pada pelaporan internal perusahaan.

Menyelaraskan Kode Cabang dengan Data Pajak

Kode cabang di sistem sebaiknya mengikuti daftar lokasi yang dilaporkan. Keselarasan itu memudahkan pencocokan faktur pajak dengan catatan penjualan. Selisih antara data pajak dan pembukuan pun lebih cepat ditemukan. Penyusunan laporan puluhan cabang juga jauh lebih mudah ditelusuri saat audit.

Tahapan Menyusun Laporan Puluhan Cabang Secara Otomatis

Penataannya biasanya berjalan dalam empat tahap:

1. Penyeragaman bagan akun dan istilah biaya di seluruh cabang.

2. Penetapan kode analitik untuk tiap lokasi serta lini bisnis.

3. Penandaan transaksi antar cabang agar eliminasi berjalan otomatis.

4. Penetapan tenggat tutup buku yang sama bagi semua lokasi.

Tahap terakhir paling sering diabaikan. Banyak proyek jasa pembuatan ERP tersendat justru karena tenggatnya tidak disepakati. Tenggat yang seragam membuat semua cabang bekerja pada ritme sama.

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Sistem Berjalan

Tiga hal berikut menentukan kualitas laporan gabungan:

● Daftar cabang beserta penanggung jawab pembukuannya.

● Batas wewenang persetujuan jurnal di masing-masing lokasi.

● Jadwal penguncian periode agar angka tidak berubah setelah dilaporkan.

Vendor ERP berpengalaman biasanya menanyakan ketiganya sejak pertemuan awal. Pertanyaan itu justru menghemat waktu pada tahap implementasi.

Mengubah Laporan Bulanan Menjadi Angka Harian

Intinya, banyaknya cabang bukan penyebab lambatnya laporan. Penyebab utamanya adalah pencatatan yang masih berdiri sendiri di tiap lokasi. Dengan struktur seragam, laporan puluhan cabang dapat dibaca hampir kapan saja. Prosesnya bertahap dan menuntut kesepakatan lintas divisi sejak awal.

i2C Studio sebagai vendor ERP mendampingi penyeragaman akun hingga proses tutup buku. Pendekatannya menyesuaikan kebiasaan pelaporan yang sudah berjalan di perusahaan. Diskusi awal membantu menilai kesiapan data sebelum sistem dijalankan penuh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Manajemen

1. Apakah setiap cabang perlu bagan akun sendiri? Tidak, cukup satu bagan akun dengan kode analitik untuk membedakan tiap lokasi.

2. Bagaimana menghindari penjualan ganda antar cabang? Transaksi internal ditandai khusus agar tereliminasi otomatis saat laporan digabungkan.

3. Seberapa cepat tutup buku bisa dicapai? Bergantung disiplin cabang, tetapi tenggat sepuluh hari kerja cukup realistis dikejar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter

JAKARTA — Pemerintah mendorong penguatan sistem moneter Indonesia dengan mengoptimalkan potensi cadangan emas tambang sebesar 3.600 ton.

Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengatakan, Indonesia perlu membangun ekosistem emas dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, traceability, pemurnian, perdagangan hingga bullion banking. Hal ini akan berkontribusi besar bagi perekonomian negara.

Dengan kata lain, emas tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen keuangan dan aset strategis negara dan mampu mendukung sistem moneter.

“Kalau nanti ditambah lagi dengan penguatan cadangan devisa, emasnya BI semakin baik-semakin besar, maka ketika ada guncangan dinamika global, guncangan ekonomi, kita punya stabilizer namanya emas selain cadangan devisa tadi,” kata Elen.

Diketahui, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral.

Sebagai gambaran, negara maju seperti Amerika Serikat memiliki cadangan emas mencapai 8.133,5 ton. Sementara Jerman memiliki 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Meski penyerapannya belum semasif negara maju, produksi emas Indonesia disebut telah mencapai kisaran 100 ton per tahun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut, produksi yang tercatat secara resmi belum sepenuhnya menggambarkan aktivitas emas di lapangan. Masih terdapat produksi dan perdagangan emas yang belum tercatat dalam sistem resmi.

“Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” ujar Tri.

Ke depan, pemerintah akan mendorong penataan aktivitas pertambangan rakyat melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Upaya tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan emas lebih tertata dan produksinya dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mengurangi peredaran emas melalui jalur ilegal.

“Mungkin nanti penambangannya lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, tidak lari ke mana-mana, ilegalitasnya sedikit,” tutupnya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional.

Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun.

Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun.

Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SINERGI SUCOFINDO-SUKAWA EDUPARK: WUJUDKAN PUSAT PETERNAKAN BERKELANJUTAN DARI HULU HINGGA HILIR

Magelang, 13 Agustus 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Sukawa Edupark dalam membangun pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah terintegrasi yang mengedepankan standar pengelolaan peternakan dari hulu hingga hilir di Sukawa Edupark, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang (8/8.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat, kualitas pengelolaan peternakan, serta menciptakan ekosistem usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian lokal.

Direktur Sumber Daya Manusia PT SUCOFINDO (PERSERO) Budi Utomo menyampaikan bahwa SUCOFINDO sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC), turut berperan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi yang selaras dengan kompetensi dan core business perusahaan.

“SUCOFINDO memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program TJSL, kami berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Pengembangan pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Budi Utomo.

Budi Utomo melanjutkan bahwa dalam kolaborasi tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) turut berkontribusi dalam penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeliharaan ternak dengan mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola peternakan yang lebih etis, higienis, terstandar sekaligus mendukung produktivitas peternakan.

“Prinsip animal welfare menjadi bagian penting karena kondisi ternak yang sehat dan terpelihara dengan baik turut mendukung kualitas hasil produksi, termasuk susu kambing yang dihasilkan,” jelas Budi Utomo.

PT SUCOFINDO (PERSERO) juga mendukung penyediaan fasilitas pengolahan susu kambing etawa sebagai bagian dari penguatan rantai nilai di tingkat hilir. “Dukungan fasilitas pengolahan ini memastikan seluruh proses, mulai dari pemerahan hingga pengolahan produk, berjalan secara sistematis dan higienis sehingga mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk olahan susu etawa lokal,” tutur Budi Utomo.

Pada kesempatan yang sama Kepala Unit TJSL PT SUCOFINDO (PERSERO) Nuri Hidayat menyampaikan bahwa pengembangan pusat pelatihan dan edukasi tersebut dirancang tidak hanya untuk menyediakan sarana fisik, tetapi juga sebagai wadah peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat.

“Melalui edukasi peternakan yang beretika, para peternak dan pengelola lokal dibekali pemahaman bahwa kesejahteraan hewan merupakan pilar utama dalam menjaga produktivitas usaha dan keberlanjutan ekosistem eduwisata. Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang dibangun dapat menjadi ruang belajar dan praktik yang memberikan manfaat secara berkelanjutan,” kata Nuri Hidayat.

Menurut Nuri Hidayat, program ini juga selaras dengan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

“Secara komprehensif, kolaborasi strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, antara lain melalui penerapan standar pengelolaan peternakan yang baik, dan peningkatan kesadaran animal welfare, serta tersedianya fasilitas praktik berkualitas bagi berbagai elemen Masyarakat, termasuk peternak. Seluruh Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pusat pelatihan nasional bagi peternakan berkelanjutan,” ujar Nuri Hidayat.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Semarang Habib Krisna Wijaya mengatakan bahwa melalui kolaborasi ini, Sukawa Edupark berpotensi menjadi kawasan eduwisata percontohan di wilayah Jawa Tengah yang memadukan etika pemeliharaan hewan, edukasi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Sinergi berkelanjutan melalui program TJSL SUCOFINDO ini diharapkan menciptakan dampak berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan standar pengelolaan kawasan dan mutu produk olahan hingga terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” tutup Habib Krisna Wijaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lampung Selatan Jadi Lokasi Relawan Bakti BUMN 2026, PTPN Group dan InJourney Group Siap Bersinergi

Bandar Lampung – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney akan menggelar Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada 16–19 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional Relawan Bakti BUMN yang dilaksanakan di 11 titik lokasi di Indonesia, sebagai wujud kolaborasi BUMN dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berkelanjutan.

Di Lampung Selatan, program dijalankan melalui sinergi PTPN III (Persero), PTPN I (Persero) sebagai subholding PTPN Group, serta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero/InJourney), PT Angkasa Pura Indonesia, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata yang berdaya, lestari, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan bahwa Program Relawan Bakti BUMN merupakan bentuk kehadiran BUMN di tengah masyarakat melalui kerja sama lintas sektor yang berorientasi pada dampak jangka panjang.

“Relawan Bakti BUMN 2026 merupakan wujud sinergi dan kolaborasi BUMN untuk hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. PTPN Group bersama InJourney Group ingin memastikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan selama beberapa hari, tetapi menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan bersama masyarakat Desa Bulok agar potensi yang dimiliki dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” ujar Denaldy.

Pemilihan Desa Bulok didasarkan pada potensi wisata alam yang dimiliki, terutama kawasan Pantai Teluk Nipah, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Di sisi lain, desa tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pengelolaan lingkungan, penguatan kapasitas UMKM, peningkatan layanan pariwisata, dan akses terhadap pendidikan.

Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan akan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Agustus 2026, dengan total 12 kegiatan yang terbagi ke dalam tiga klaster utama. Klaster Kelestarian Lingkungan dan Infrastruktur mencakup pembersihan pantai, pembuatan tempat sampah, perbaikan rumah ibadah, serta penanaman 810 bibit kelapa. Klaster Pemberdayaan Ekonomi berfokus pada pelatihan digitalisasi UMKM, pengelolaan media sosial, penyusunan keuangan usaha, dan peningkatan standar pelayanan bagi pengelola guest house. Sementara itu, klaster Sosial, Kesehatan, dan Pendidikan meliputi kegiatan relawan mengajar, layanan Posyandu, pemeriksaan kesehatan, serta rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN diharapkan dapat mempercepat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata berkelanjutan.

Denaldy menambahkan, momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, gotong royong, dan kolaborasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap Relawan Bakti BUMN 2026 dapat menjadi awal dari kemitraan jangka panjang antara BUMN dan masyarakat Desa Bulok. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang terus tumbuh setelah program selesai,” katanya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan bahwa Program Relawan Bakti BUMN menjadi ruang bagi insan BUMN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membawa semangat kolaborasi dan gotong royong dalam memberikan manfaat yang nyata.

“Bagi InJourney, Relawan Bakti BUMN bukan sekadar kegiatan kerelawanan, tetapi juga menjadi ruang bagi insan BUMN untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya. Karena itu, keterlibatan para relawan di Desa Bulok kami harapkan dapat turut memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi desa secara berkelanjutan,” ujar Herdy.

Herdy juga menambahkan kalau kegiatan ini harus berkelanjutan dengan memberikan dampak kepada masyarakat lokal.

“Pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan membangun kapasitas agar mereka mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui materi workshop yang dibuat oleh Sarinah Pandu mengenai pengelolaan keuangan, digitalisasi, dan pemanfaatan media sosial ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat semakin adaptif, profesional, serta mampu memperluas akses pasar. Inilah semangat Bakti BUMN, menghadirkan manfaat yang nyata sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat lokal.” pungkas Herdy

Rangkaian kegiatan Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan akan dimulai pada Minggu, 16 Agustus 2026, dan menjadi bagian dari gerakan kolaboratif BUMN untuk memperkuat desa, mendorong pemberdayaan ekonomi, menjaga lingkungan pesisir, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan dan berbagai kegiatan Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan melalui akun Instagram resmi @rbblampungselatan2026. Melalui kanal tersebut, publik dapat memperoleh informasi mengenai jadwal kegiatan, dokumentasi harian, serta berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

JAKARTA — Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dan menempati posisi keempat dunia sebagai negara dengan cadangan terbesar. Namun, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan.

Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Angka tersebut terpaut jauh dari Amerika Serikat yang mencapai 8.133,5 ton, Jerman 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Chairman Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arif mempertanyakan kecilnya porsi emas dalam cadangan BI, mengingat Indonesia memiliki kekayaan emas yang besar.

“Jadi pertanyaan kita kenapa Indonesia cuma sekian? Kenapa Bank Indonesia cuma sekian?” kata Irwandy dalam MINDialogue, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Dia menyebut kepemilikan emas bank sentral RI juga masih di bawah sejumlah negara di kawasan. Singapura, misalnya, memiliki 194 ton, sedangkan Thailand mencapai 234 ton.

Menurut Irwandy, hal ini terjadi karena strategi BI selama ini lebih berorientasi pada cadangan valuta asing, terutama dolar Amerika Serikat. Aset tersebut dinilai lebih likuid sehingga dapat digunakan langsung ketika BI melakukan intervensi di pasar valuta asing.

“Rupanya strategi Bank Indonesia itu mudah-mudahan saya nggak salah, lebih berorientasi pada cadangan valuta asing. Dolar,” ujarnya.

Irwandy menyebut cadangan devisa nasional saat ini sekitar US$146 miliar atau setara dengan 5,5 bulan impor. Menurut dia, keterbatasan cadangan devisa nasional turut membatasi ruang untuk memperbesar kepemilikan emas.

“Yang persoalan kedua kenapa cuma 80 ton, keterbatasan total cadangan devisa nasional. Kita memang belum besar juga cadangan devisa nasionalnya,” kata Irwandy.

Lebih lanjut, Irwandy menilai strategi tersebut perlu dipertimbangkan kembali di tengah tren bank sentral dunia yang meningkatkan kepemilikan emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan.

Sejumlah negara, seperti China, Rusia, India, Turki, dan Polandia, terus menambah kepemilikan emas. Langkah tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

“Indonesia belum atau tidak mempunyai urgensi untuk melakukan diversifikasi dolar, padahal sekarang ini dedolarisasi sedang terjadi di dunia,” ujar Irwandy.

Karena itu, dia mengusulkan agar BI mulai menyerap sebagian produksi emas dalam negeri. Salah satu skema yang ditawarkan adalah pembelian sekitar 20 ton emas ketika produksi nasional mencapai 100 ton.

“Misalnya kalau kita produksi 100 ton ya, maka Bank Indonesia itu nambah 20 ton,” katanya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional.

Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun.

Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun.

Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BP Tapera Tinjau Mahantas Modern Land, Pekerja Muda Belum Menikah Sudah Miliki Rumah

Heru menegaskan bahwa program KPR subsidi merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama.“Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal.

BANJARMASIN, 12 AGUSTUS 2026 — Komisioner BP Tapera Heru
Pudyo Nugroho meninjau langsung kawasan Mahantas Modern Land, perumahan subsidi
dan komersial di Jalan AMD XII, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, Kalimantan
Selatan. Kunjungan tersebut didampingi Ketua DPD REI Kalimantan Selatan H.
Ahyat Sarbini dan Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan dan Pembiayaan
Syariah Royzani Sjachril.

Dalam kunjungan tersebut, Heru melihat sejumlah rumah yang
telah dihuni masyarakat sekaligus berdialog dengan penerima KPR subsidi.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi hunian dan manfaat
pembiayaan perumahan bagi masyarakat.Salah satu penerima KPR subsidi yang
ditemui adalah M. Aries Apriliadi, seorang karyawan swasta yang masih berstatus
single. Aries melakukan akad KPR pada 13 Juli 2026 dan kini telah memiliki
rumah sebagai tempat tinggal sekaligus aset untuk masa depan.

Kisah Aries menjadi gambaran bahwa akses KPR subsidi juga
dapat dimanfaatkan pekerja muda yang belum menikah untuk mulai memiliki rumah
sejak dini.“Luar biasa, masih muda dan belum menikah sudah berani mengambil
rumah. Ini investasi untuk masa depan. Daripada uang dihabiskan untuk gaya
hidup, lebih baik mulai dipikirkan untuk memiliki rumah,” ujar Heru.

Menurut Heru, kepemilikan rumah sejak usia muda merupakan
langkah positif dalam mempersiapkan masa depan. Rumah tidak hanya berfungsi
sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi aset jangka panjang.Mahantas
Modern Land berada di kawasan dataran rendah atau rawa yang menjadi karakter
geografis sebagian wilayah Banjarmasin. Kondisi tersebut membutuhkan proses
penyiapan dan pengurukan lahan sebelum dikembangkan menjadi kawasan hunian.

Meski berada di kawasan dengan karakter lahan rawa,
rumah-rumah yang telah dibangun di Mahantas Modern Land terlihat tertata dengan
desain sederhana dan modern. Sejumlah unit juga telah dihuni masyarakat.Peninjauan
tersebut menjadi bagian dari perhatian BP Tapera terhadap penyediaan hunian
yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga memperhatikan kualitas bangunan dan
kondisi lingkungan kawasan.

Heru menegaskan bahwa program KPR subsidi merupakan salah
satu instrumen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah
memperoleh rumah pertama.“Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja
formal. Pekerja informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,”
tegasnya.Melalui sinergi BP Tapera bersama REI, pengembang, perbankan, dan
pemerintah daerah, akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau
diharapkan terus diperluas, termasuk bagi generasi muda yang mulai
mempersiapkan kepemilikan rumah sejak dini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES