PTPP Raih Proyek Jembatan Pulau Laut Senilai Rp1,02 Triliun, Perkuat Konektivitas Kalimantan Selatan

Jakarta, 10 April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, kembali mencatatkan pencapaian penting dengan meraih proyek infrastruktur strategis berupa Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Proyek ini dilaksanakan melalui skema Joint Operation (JO), dengan PTPP sebagai lead contractor dengan porsi 50%, sebagai bagian dari program pembangunan multiyears tahun 2026–2028 yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan.

Penandatanganan kontrak proyek dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, bersama pihak penyedia jasa, serta disaksikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Bumbu dan Bupati Kotabaru, serta Direktur Operasi Bidang Infrastruktur PTPP, Yul Ari Pramuraharjo.

Proyek dengan skema tahun jamak ini memiliki masa pelaksanaan konstruksi selama 1.005 hari kalender serta masa pemeliharaan selama 730 hari kalender. Perolehan proyek ini semakin memperkuat portofolio PTPP di sektor infrastruktur, khususnya pembangunan konektivitas wilayah, sekaligus menegaskan kapabilitas perseroan sebagai lead contractor pada proyek berskala besar.

Secara keseluruhan, pembangunan Jembatan Pulau Laut merupakan proyek strategis dengan dukungan pembiayaan dari berbagai pihak. Pembangunan jembatan yang berlokasi di Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut. Kehadiran infrastruktur ini akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa perolehan proyek JO ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor. Kami berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, PTPP menegaskan bahwa kontribusi dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut sejalan dengan semangat Asta Cita — khususnya pada upaya pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarwilayah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini menunjukkan bagaimana keterlibatan PTPP dalam proyek infrastruktur turut mendukung terwujudnya visi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

–SELESAI– 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bebas Overthinking, Ini Cara Lacak dan Amankan Kirim Paket Ke Luar Negeri

Sering cemas saat paket tidak bergerak di sistem? Pahami arti status tracking dan amankan proses kirim paket ke luar negeri Anda dari awal hingga akhir.

Mengapa Rasa Cemas Sering Muncul Setelah Mengirim Paket?

Mengirimkan barang berharga, baik secara nominal maupun sentimental, ke belahan dunia yang jaraknya ribuan kilometer memang sering kali memicu rasa cemas berlebih (overthinking). Setelah paket diserahkan, pengirim biasanya akan terus-menerus mengecek halaman status pelacakan (tracking) berulang kali setiap hari. Saat Anda kirim paket ke luar negeri, tidak adanya pembaruan status sistem selama beberapa hari sering kali langsung disalahartikan sebagai paket yang hilang, tersasar, atau disita. Padahal, pada kenyataannya, proses operasional logistik tidak selalu seburuk itu.

Memahami Arti Sebenarnya dari Status Tracking Anda

Agar hati lebih tenang, Anda perlu memahami bagaimana sistem pelacakan bekerja dalam pengiriman lintas benua. Paket Anda tidak terbang dalam satu rute garis lurus; ia akan melewati berbagai titik transit, pemindahan maskapai, dan berbagai zona waktu yang berbeda. Sebagai contoh, status In Transit biasanya berarti paket Anda sedang berada di dalam kontainer kargo udara untuk penerbangan panjang antarbana.

Selanjutnya, status seperti Customs Clearance menunjukkan bahwa barang tersebut telah mendarat dan sedang antre untuk diperiksa oleh otoritas pabean negara tujuan. Sering kali, pembaruan status baru akan muncul secara otomatis setelah paket Anda selesai dibongkar dan dipindai ulang (scan barcode) di pusat hub utama berikutnya, yang memang membutuhkan jeda waktu beberapa hari.

Pentingnya Komunikasi yang Responsif dari Pihak Ekspedisi

Meskipun jeda update adalah hal yang wajar dalam dunia penerbangan logistik, ketenangan sejati hanya bisa didapatkan jika Anda menggunakan jasa pengiriman yang sangat komunikatif. Apabila tiba-tiba muncul status peringatan seperti Held by Customs (tertahan di bea cukai), tim layanan pelanggan (customer service) ekspedisi yang baik harus segera menghubungi Anda secara proaktif. Mereka akan meminta klarifikasi kelengkapan dokumen atau merevisi invoice sebelum masalah tersebut berlarut-larut.

Rasa khawatir dan tegang saat kirim paket ke luar negeri kini bisa Anda tinggalkan sepenuhnya. Airway Express menghadirkan fitur tracking real-time yang terintegrasi secara langsung dengan sistem kurir global, dipadukan dengan layanan purna-jual (after-sales service) yang sangat responsif. Apabila terjadi kendala apa pun di lapangan, tim profesional Airway Express akan langsung menginformasikannya dan memandu Anda mencari solusi yang cepat, memastikan Anda selalu memegang kendali penuh atas paket Anda hingga tiba dengan selamat di tujuan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Akses Pasar Global dan Dukung Energi Berkelanjutan, SUCOFINDO Ekspansi ke Jepang

Jepang, (10/04) – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat perannya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dengan memperluas ekspansi layanan ke pasar internasional, khususnya Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong daya saing industri nasional, memperluas ekspor, serta mendukung harmonisasi standar global dan praktik bisnis berkelanjutan.

Ekspansi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara PT SUCOFINDO (PERSERO) dan Japan Quality Assurance Organization (JQA). Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan sertifikasi dan akses pasar, kolaborasi pengujian dan inspeksi, serta peningkatan kapasitas dan penguatan skema sertifikasi bersama.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“SUCOFINDO berperan sebagai enabler bagi industri nasional untuk memenuhi standar internasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya ke Jepang, serta meningkatkan kepercayaan global terhadap produk Indonesia,” ujar Sandry.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang TIC, SUCOFINDO memiliki peran penting dalam mendukung implementasi regulasi pemerintah, memastikan kepatuhan industri, serta memperkuat infrastruktur mutu nasional. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan antara Indonesia dan Jepang serta memperkuat pengakuan internasional terhadap layanan TIC Indonesia.

Direktur Operasi PT SUCOFINDO (PERSERO), Dani Pramantyo, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mengintegrasikan proses operasional dengan mitra global.

“Harmonisasi standar melalui kolaborasi ini akan meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi persaingan global,” jelas Dani.

Selain memperkuat akses perdagangan, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda global transisi energi berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan layanan pemastian biomassa kelapa sawit sebagai bagian dari ekosistem energi hijau.

Dalam ajang International Biomass Expo di Tokyo Big Sight, Jepang, SUCOFINDO menegaskan kapabilitasnya yang 68 laboratorium, 29 kantor cabang, serta 93 titik layanan di seluruh Indonesia.

“SUCOFINDO memiliki kapabilitas dalam memastikan biomassa kelapa sawit memenuhi standar internasional, meningkatkan kepercayaan pasar global, serta memperkuat rantai pasok energi berkelanjutan,” ujar Sandry.

Layanan yang diberikan mencakup pengambilan sampel dan pengujian, verifikasi kuantitas, verifikasi keberlanjutan, serta traceability assurance untuk memastikan transparansi rantai pasok. Hal ini menjadi penting dalam menjawab tuntutan global terhadap praktik ESG (Environmental, Social, and Governance) yang semakin ketat.

Lebih lanjut, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga terus mengembangkan berbagai layanan berbasis keberlanjutan, antara lain pemantauan dan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, audit lingkungan, konsultansi ESG, serta dukungan terhadap green mining, green smelter, sustainable procurement, eco-label, green building, green port, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan layanan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Melalui langkah ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) tidak hanya memperkuat perannya dalam meningkatkan daya saing industri nasional, tetapi juga berkontribusi dalam percepatan transisi menuju sistem energi rendah karbon serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ke depan, PT SUCOFINDO (PERSERO) optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan ekspor, penguatan industri nasional, maupun pengembangan ekosistem energi berkelanjutan.

“SUCOFINDO siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” tutup Sandry.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone

BONE – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi di wilayah Indonesia Timur.

Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kebun Camming, Kabupaten Bone, Kamis (2/4/2026). Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri peternakan ayam terintegrasi yang modern dan berkelanjutan.

Kerja sama strategis ini melibatkan tiga entitas utama, yaitu PTPN I, PT Berdikari, dan PT UGI Agri Harapan Indonesia. Kolaborasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan aset lahan perkebunan, teknologi peternakan, serta akses pasar dalam satu rantai pasok yang terstruktur dan efisien.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi BUMN dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.

“Kerja sama ini adalah bentuk sinergi murni untuk kemaslahatan bersama. Kami memberikan dukungan penuh agar target pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock, dapat berdiri kokoh dan mulai beroperasi dalam satu tahun ke depan,” ujar Teddy.

Dukungan terhadap percepatan program ini juga datang dari Pemerintah Pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Makmun, MSc, menyampaikan bahwa proyek di Bone menjadi perhatian langsung Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Kami sepakat untuk bergerak cepat. Peresmian kerja sama langsung di lokasi ini adalah instrumen hukum penting bagi kami untuk mengakselerasi segala perizinan yang dibutuhkan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas,” jelas Makmun.

Dari sisi mitra, PT Berdikari menyatakan kesiapan dalam mendukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi dan distribusi. Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai bahwa sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis Berdikari menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi ini.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pelaksanaan program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup dan PT UGI Agri Harapan Indonesia, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan nilai tambah serta memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Freeport Indonesia Terus Beperan Sebagai Fondasi Ekonomi Papua

JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus menjadi penopang utama perekonomian di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika pada 2025 tercatat tetap tinggi sebesar Rp131,07 triliun. Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi. Pada 2025, kontribusi sektor ini tercatat sebesar Rp114,48 triliun.

Porsi kontribusi dari sektor tambang terhadap total PDRB pun meningkat. Pada 2025, kontribusinya mencapai 14,51 persen, naik dari 12,35 persen pada 2024.

Dari sisi kontribusi fiskal, pada 2025 PTFI mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 4 persen atau senilai 112,4 juta dolar AS, serta kontribusi untuk pemerintah daerah sebesar 6 persen atau 168,6 juta dolar AS.

Total kontribusi langsung tersebut mencapai 281 juta dolar AS atau sekitar Rp4,5 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).

Selain itu, kontribusi royalti PTFI tercatat sebesar 345,8 juta dolar AS atau setara Rp5,9 triliun.

Dari sisi ketenagakerjaan, pada 2025 total ekosistem tenaga kerja PTFI mencapai sekitar 34.000 orang, terdiri dari 6.630 karyawan langsung dan 27.707 tenaga kerja kontraktor. Sebagian besar tenaga kerja terserap di wilayah operasional Papua, serta fasilitas hilirisasi seperti smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) di Gresik.

Selain kontribusi langsung, aktivitas PTFI juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui rantai pasok dan kegiatan ekonomi turunan lainnya.

Di sisi sosial, belanja program pengembangan masyarakat pada 2025 mencapai 86,2 juta dolar AS, yang difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman, menilai kontribusi PTFI dalam lima tahun terakhir semakin signifikan, terutama setelah proses divestasi yang membuat kepemilikan Indonesia mencapai 51 persen.

“Kontribusi Freeport untuk negara itu besar sekali, baik dari dividen maupun pajak. Sekarang juga terus berekspansi hingga ke hilirisasi, sehingga tidak hanya kontribusi fiskalnya besar, tapi juga potensi serapan tenaga kerja,” ujar Ferdy.

Menurut dia, keberadaan PTFI menjadikan Papua sebagai salah satu kontributor penting bagi perekonomian nasional, terutama melalui komoditas strategis seperti emas dan tembaga.

“Tembaga itu penting untuk industri, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik. Ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Ferdy juga menyoroti transformasi operasional PTFI di bawah MIND ID dari tambang terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah (underground) sebagai capaian besar dengan standar internasional dan nilai investasi yang signifikan.

“Investasinya sangat besar, bisa mencapai 15 miliar dolar AS sampai 20 miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia,” kata dia.

Dari sisi daerah, ia menambahkan kontribusi PTFI terhadap perekonomian Papua, khususnya Mimika, sangat dominan, termasuk melalui kepemilikan saham daerah sebesar 10 persen yang memberikan tambahan dividen bagi pemerintah daerah.

Namun demikian, Ferdy mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut.

“Freeport sudah berkontribusi besar untuk negara dan daerah. Harapannya, dana itu benar-benar digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Papua,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menilai PTFI telah memberikan kontribusi sosial melalui pembangunan fasilitas seperti rumah sakit dan infrastruktur olahraga di Mimika, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat lokal.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan pendapatan daerah dalam APBD 2026 sebesar Rp2,43 triliun. Dengan kontribusi yang besar terhadap struktur ekonomi dan fiskal daerah, PTFI diproyeksikan tetap menjadi kontributor utama dalam mendukung pencapaian target tersebut.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Hadirkan Solusi Kepemilikan Mobil Lebih Mudah di “BRI Goes to Office”

Jakarta, 10 April 2026 – Dalam upaya memperluas akses pembiayaan kendaraan yang mudah, cepat, dan kompetitif, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali berpartisipasi dalam gelaran “BRI Goes to Office”, program pameran otomotif yang diinisiasi oleh Divisi Consumer Loan BRI. Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 April 2026 di Branch Office BRI ini menjadi bagian dari strategi sinergi BRI Group dalam menghadirkan solusi keuangan terintegrasi, sekaligus mendekatkan layanan pembiayaan langsung kepada nasabah dan masyarakat.

Mengusung konsep mendekatkan layanan ke titik aktivitas nasabah, pameran ini menyasar karyawan BRI Group, nasabah setia BRI, hingga masyarakat umum yang tengah merencanakan pembelian kendaraan. Berbagai merek otomotif ternama seperti Mitsubishi, Hyundai, dan BYD turut hadir, menawarkan berbagai pilihan kendaraan sesuai kebutuhan dan preferensi, termasuk kesempatan melakukan test drive secara langsung di lokasi.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Melalui partisipasi kami dalam program BRI Goes to Office, BRI Finance ingin semakin mendekatkan solusi pembiayaan kepada masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kendaraan dengan skema yang fleksibel dan kompetitif. Sinergi dengan BRI menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih terintegrasi, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi nasabah dalam mewujudkan kepemilikan kendaraan.”

Dalam momentum ini, BRI Finance menghadirkan program pembiayaan kendaraan baru dengan suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang kompetitif mulai dari 2,73% per tahun. Selain itu, nasabah juga dapat menikmati promo kesempatan mendapatkan tambahan bonus berupa saldo BRIZZI senilai Rp1 juta di setiap pemesanan kendaraan.

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat positioning BRI Finance sebagai mitra pembiayaan terpercaya di Indonesia.

“Hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi masyarakat untuk menikmati berbagai penawaran spesial yang kami hadirkan. Kami mengundang nasabah BRI dan masyarakat luas untuk datang langsung ke lokasi pameran, mengeksplorasi pilihan kendaraan, serta memanfaatkan kemudahan pembiayaan dan promo menarik yang tersedia,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Tunjukkan Kinerja Positif, Tren Bullish Masih Terjaga Sepanjang Pekan

Pergerakan harga emas global sepanjang pekan ini mencatatkan performa yang cukup impresif dengan kecenderungan menguat di tengah dinamika pasar yang masih diliputi ketidakpastian. Berdasarkan kajian terbaru dari Dupoin Futures, logam mulia tersebut berhasil mempertahankan tren naik yang solid, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang saling menopang.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa dari perspektif teknikal, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan sinyal penguatan yang cukup konsisten. Salah satu indikator penting adalah keberhasilan harga menembus area Moving Average (MA) 21 dan 34, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dinamis. Saat ini, level tersebut telah beralih fungsi menjadi support, yang memperkuat struktur tren bullish dalam jangka pendek.

“Breakout ini menjadi konfirmasi bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar. Selama harga bertahan di atas area Moving Average, maka peluang kenaikan lanjutan masih terbuka lebar,” ujar Geraldo dalam analisisnya.

Selain itu, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang sejalan dengan tren tersebut. Posisi indikator yang berada di atas level 50 dan bergerak naik mencerminkan bahwa momentum penguatan masih terjaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat beli investor belum mengalami penurunan signifikan, sehingga ruang untuk kenaikan harga masih cukup besar.

Dengan dukungan sinyal teknikal tersebut, XAU/USD diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 4.946. Apabila level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, maka target kenaikan berikutnya berada di kisaran 5.047. Level tersebut menjadi area kunci yang saat ini tengah menjadi perhatian pelaku pasar, khususnya bagi trader jangka pendek.

Di sisi lain, faktor fundamental juga memainkan peran penting dalam menopang pergerakan harga emas sepanjang minggu ini. Salah satu pendorong utama adalah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor mulai memperkirakan adanya peluang pelonggaran kebijakan, termasuk kemungkinan penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi di Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda moderasi.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik aset berbasis bunga. Dalam situasi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai alternatif investasi yang menarik, mengingat perannya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Tak hanya itu, pelemahan dolar AS juga turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga emas. Hubungan terbalik antara dolar dan emas membuat logam mulia ini cenderung menguat ketika nilai tukar dolar melemah. Dengan dolar yang lebih rendah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan di pasar internasional.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi global yang masih diwarnai ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik. Situasi ini mendorong investor untuk mengadopsi sikap lebih berhati-hati (risk-off), dengan meningkatkan alokasi aset pada instrumen safe haven seperti emas. Permintaan yang stabil dari investor institusi serta bank sentral juga menjadi penopang tambahan bagi pergerakan harga.

Secara keseluruhan, kinerja emas sepanjang pekan ini mencerminkan fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan tren kenaikan. Kombinasi antara sinyal teknikal yang positif dan dukungan fundamental yang solid menjadi faktor utama yang menjaga momentum bullish tetap terjaga.

Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati berbagai perkembangan eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga ke depan. Rilis data ekonomi penting serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter dapat menjadi katalis yang memicu volatilitas dalam jangka pendek.

Dengan struktur tren yang masih solid dan dukungan sentimen global yang positif, emas diperkirakan tetap berada dalam jalur penguatan dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level resistance berikutnya masih terbuka lebar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dorong Ekspansi Pembiayaan, BRI Finance Siapkan Obligasi 2026

Jakarta, 9 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyiapkan langkah strategis melalui rencana penerbitan obligasi yang ditargetkan pada kuartal III 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung ekspansi pembiayaan yang direncanakan semakin meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa hingga kuartal I-2026, perseroan belum menjadwalkan aksi korporasi di pasar obligasi. Penerbitan surat utang diproyeksikan dilakukan pada kuartal III-2026 dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, kondisi pasar, serta rencana ekspansi pembiayaan ke depan.

“Hingga kuartal I-2026, kami belum memiliki rencana penerbitan obligasi. Kami menargetkan realisasi penerbitan pada kuartal III-2026 dengan tetap menyesuaikan kebutuhan ekspansi pembiayaan serta dinamika pasar,” ujar Wahyudi.

Seiring dengan rencana peningkatan aktivitas bisnis pada semester II-2026, BRI Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru dapat mencapai sekitar Rp1 triliun per bulan. Target ini mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan bisnis secara terukur, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

                                                                                                                                                                                                                                  

Untuk mendukung kebutuhan pendanaan tersebut, BRI Finance menargetkan penerbitan obligasi dengan nilai indikatif sebesar Rp500 miliar pada kuartal III-2026. Penerbitan ini dirancang sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur pendanaan, baik untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek maupun menopang pertumbuhan jangka panjang.

Dana hasil penerbitan obligasi nantinya akan difokuskan untuk memperkuat penyaluran pembiayaan baru, sejalan dengan arah pengembangan bisnis perseroan.

Dalam konteks yang lebih luas, BRI Finance juga memainkan peran strategis dalam memperkuat portofolio pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari ekspansi bisnis konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Melalui skema joint financing serta penguatan kanal distribusi, sinergi antara BRI dan BRI Finance diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) sekaligus memperluas akses pembiayaan yang kompetitif bagi masyarakat.

Sinergi ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung peningkatan volume pembiayaan, sekaligus memperkuat posisi BRI Finance dalam industri pembiayaan nasional yang semakin kompetitif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Melejit di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sinyal Awal Reli Baru?

Jakarta, 10 April 2026 – Pergerakan harga Bitcoin kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah mencatat kenaikan 1,0% dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/4) ke level US$72.258. Kenaikan ini bahkan melampaui pertumbuhan total pasar kripto yang hanya naik 0,79%, menandakan adanya dorongan kuat dari faktor eksternal, khususnya sentimen global.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah kabar meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu reli luas pada aset berisiko, termasuk saham dan kripto.

Sentimen Global Jadi Pemicu Utama

Kenaikan Bitcoin kali ini tidak terlepas dari pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang berlangsung selama dua minggu pada awal April 2026. Kabar ini langsung menurunkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.

Efeknya terlihat jelas di berbagai pasar. Indeks S&P 500 naik 1,9%, sementara Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi sebesar 0,88 terhadap indeks tersebut, menegaskan bahwa pergerakan kripto saat ini sangat dipengaruhi kondisi makro global.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan peran Bitcoin sebagai aset berisiko dalam ekosistem keuangan global.

“Reli Bitcoin saat ini lebih mencerminkan perubahan sentimen makro global, terutama meredanya risiko geopolitik. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin bergerak sejalan dengan aset berisiko lainnya, bukan didorong oleh faktor fundamental internal semata,” ujar Fyqieh.

Likuidasi Besar dan Breakout Teknikal Perkuat Kenaikan

Selain sentimen geopolitik, kenaikan harga Bitcoin juga diperkuat oleh faktor teknikal dan aktivitas di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, terjadi likuidasi posisi short senilai US$427 juta, yang memicu efek domino berupa aksi beli paksa.

Tekanan beli ini semakin memperkuat momentum setelah Bitcoin berhasil menembus level penting Fibonacci di kisaran US$71.515. Secara teknikal, indikator RSI 7 hari berada di level 67,49, yang menunjukkan tren bullish namun belum memasuki kondisi jenuh beli.

Fyqieh menilai kombinasi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pergerakan harga. “Likuidasi di pasar derivatif menciptakan tekanan beli tambahan yang mempercepat kenaikan. Ditambah dengan breakout di level teknikal kunci, ini memberikan validasi bahwa tren naik masih memiliki kekuatan, setidaknya dalam jangka pendek,” jelasnya.

Peran Data Inflasi dan Kebijakan The Fed

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif. Inflasi PCE Februari tercatat sebesar 2,8% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar, sementara inflasi inti berada di level 3%. Stabilnya inflasi ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga tidak meningkat signifikan, sehingga memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih fleksibel.

Namun demikian, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi CPI Maret yang diperkirakan naik menjadi 3,3% secara tahunan. Data ini menjadi penting karena mencerminkan dampak langsung dari konflik geopolitik terhadap inflasi, terutama melalui kenaikan harga energi.

“Pasar saat ini berada dalam fase yang sensitif terhadap data ekonomi. Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, maka narasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan bisa menekan Bitcoin. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan,” kata Fyqieh.

Outlook Jangka Pendek: Peluang Naik Masih Terbuka, Tapi Rapuh

Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menunjukkan potensi kenaikan lanjutan selama mampu bertahan di atas level US$71.500. Jika level ini terjaga, harga berpeluang menguji resistance di kisaran US$72.545 hingga US$73.500.

Namun, risiko koreksi tetap terbuka, terutama jika gencatan senjata antara AS dan Iran tidak bertahan atau ketegangan geopolitik kembali meningkat. Dalam skenario analisis Tokocrypto, Bitcoin berpotensi turun ke area support di sekitar US$68.700.

Fyqieh menegaskan bahwa stabilitas makro menjadi kunci utama pergerakan pasar saat ini. “Tren saat ini memang bullish, tetapi sangat bergantung pada faktor eksternal, terutama geopolitik dan kebijakan ekonomi global. Investor perlu tetap waspada terhadap perubahan sentimen yang bisa terjadi dengan cepat,” ujarnya.

Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bagaimana aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika global. Reli yang terjadi bukan hanya hasil dari faktor internal, tetapi juga refleksi dari perubahan sentimen investor terhadap risiko global.

Kombinasi sentimen geopolitik, tekanan derivatif, dan dukungan teknikal, Bitcoin memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan. Namun, ketidakpastian yang masih tinggi membuat pasar tetap berada dalam kondisi yang rapuh.

Pelaku pasar diharapkan tidak hanya melihat peluang, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu seiring perubahan kondisi global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Pariwisata Seririt Bali: Destinasi Tenang di Bali Utara yang Mulai Menarik Perhatian Wisatawan

Perkembangan pariwisata di Bali tidak lagi hanya terpusat di wilayah selatan seperti Kuta, Seminyak, atau Canggu. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Bali Utara, khususnya Kabupaten Buleleng, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas wisata. Salah satu wilayah yang perlahan masuk dalam radar wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir yang berada sekitar 20 kilometer dari Singaraja.

SERIRIT, BALI – Di tengah tingginya aktivitas pariwisata di kawasan Bali Selatan, sejumlah wilayah di Bali Utara mulai menunjukkan perkembangan yang semakin terlihat. Salah satu kawasan yang mulai menarik perhatian wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir di Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan suasana lebih tenang serta akses menuju berbagai destinasi alam di wilayah utara Pulau Bali.

Perkembangan ini sejalan dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan laporan analisis pasar pariwisata daerah, jumlah kunjungan wisatawan ke Buleleng pada 2023 mencapai sekitar 800.949 kunjungan, meningkat sekitar 12,15 persen dibandingkan dengan 2022 yang tercatat 703.642 kunjungan.

Sementara itu, data kunjungan destinasi wisata yang dirilis pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada Januari 2025 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 99.966 orang, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 73.699 kunjungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng juga mencatat bahwa sektor pariwisata di wilayah ini terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi terkait akomodasi, transportasi, dan jasa pariwisata.

Pergeseran Minat Wisatawan ke Bali Utara

Sejumlah pelaku industri pariwisata menilai bahwa peningkatan minat terhadap Bali Utara dipengaruhi oleh perubahan preferensi wisatawan yang kini mencari destinasi dengan suasana lebih santai dan autentik.

“Wisatawan sekarang banyak yang mencari pengalaman yang lebih tenang dan tidak terlalu padat. Bali Utara menawarkan karakter tersebut,” ujar Ibu Ketut selaku Hotel Manager Liberta Home Seririt di kawasan Buleleng.

Jika kawasan selatan Bali dikenal dengan kehidupan wisata yang lebih ramai, Bali Utara menawarkan lanskap berbeda berupa pantai yang relatif lebih sepi, desa tradisional, serta lingkungan alam yang masih cukup terjaga.

Seririt sebagai Bagian dari Jalur Wisata Bali Utara

Secara geografis, Seririt berada di jalur pesisir barat Kabupaten Buleleng dan menjadi salah satu titik penghubung menuju sejumlah destinasi wisata di Bali Utara, termasuk kawasan Lovina yang dikenal sebagai wisata lumba-lumba.

Wilayah ini juga memiliki karakter desa pesisir yang masih mempertahankan kehidupan lokal masyarakat, mulai dari aktivitas nelayan hingga pertanian di wilayah perbukitan di sekitarnya.

Kabupaten Buleleng sendiri merupakan wilayah terluas di Bali dengan luas sekitar 1.322 kilometer persegi, yang menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis alam dan budaya.

Perkembangan Akomodasi di Kawasan Seririt

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali Utara, perkembangan akomodasi di sekitar Seririt juga mulai terlihat, meskipun sebagian besar masih berskala kecil.

Berbeda dengan kawasan wisata utama di Bali Selatan yang didominasi oleh hotel besar dan resor, akomodasi di wilayah ini umumnya berupa homestay, vila kecil, maupun penginapan skala menengah yang menyesuaikan dengan karakter lingkungan setempat.

Salah satu contoh akomodasi yang hadir di kawasan ini adalah Liberta Home Seririt, yang menawarkan konsep penginapan sederhana dengan jumlah kamar terbatas. Kehadiran penginapan seperti ini menjadi bagian dari perkembangan pariwisata lokal yang cenderung tumbuh secara bertahap dan mengikuti kebutuhan wisatawan yang mencari suasana lebih tenang.

Potensi dan Tantangan Pengembangan

Meski menunjukkan tren pertumbuhan, pengembangan pariwisata Bali Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan jarak tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.

Namun, bagi sebagian wisatawan, jarak tersebut justru memberikan pengalaman berbeda dari Bali yang lebih dikenal secara global. Kawasan seperti Seririt menawarkan perjalanan dengan ritme yang lebih santai, dengan lanskap pesisir dan desa yang masih relatif alami.

Dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat serta potensi alam yang dimiliki wilayah Buleleng, Seririt diperkirakan akan semakin dikenal sebagai salah satu bagian dari perkembangan destinasi wisata Bali Utara dalam beberapa tahun mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES