Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan, Jasa Marga Kembali Tembus Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026

Jakarta (19/06), PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali memperoleh pengakuan di kancah internasional dengan masuk dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026. Dalam pemeringkatan perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan capaian pendapatan tersebut, Jasa Marga sukses menempati peringkat ke-180 pada tahun 2026, sekaligus melanjutkan tren kenaikan posisi selama tiga tahun berturut-turut, yang sebelumnya peringkat ke-184 pada tahun 2025 dan ke-213 pada tahun 2024.

Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan konsistensi Jasa Marga dalam memperkuat fundamental bisnis, menjalankan transformasi berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing di kawasan regional. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Trias Andriyanto yang hadir mewakili manajemen Perusahaan dalam Fortune Southeast Asia 500 Award di Jakarta, Kamis (18/06).

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan bahwa keberhasilan Jasa Marga kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 untuk ketiga kalinya merupakan bukti konsistensi dalam menjaga performa dan kesehatan finansial Perseroan di tengah dinamika industri.

“Masuknya Jasa Marga kembali dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026 menjadi bentuk pengakuan internasional atas kiprah Perseroan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, memperkuat fundamental bisnis, serta menjalankan transformasi untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Raihan ini juga semakin mengukuhkan posisi Jasa Marga sebagai market leader industri jalan tol di Indonesia, sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan melalui berbagai inovasi,” ujar Rivan.

Rivan menambahkan, fondasi bisnis yang kuat tercermin dari capaian Perseroan sepanjang tahun 2025 yang berhasil menjaga pertumbuhan kinerja secara stabil dengan mempertahankan core profit sebesar Rp3,7 triliun serta mencatat EBITDA Perseroan sebesar Rp13,3 triliun dengan capaian EBITDA Margin sebesar 67,0%.

“Selain didukung oleh kinerja keuangan yang kuat, pencapaian ini juga sejalan dengan keberhasilan Perseroan menjalankan transformasi operasional dan digital secara berkelanjutan. Melalui pengembangan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), optimalisasi Aplikasi Travoy sebagai asisten digital perjalanan, serta peningkatan kualitas layanan di Travoy Rest, Jasa Marga akan terus meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan di seluruh jaringan jalan tol yang dikelola,” tambahnya.

Sepanjang tahun 2025, jalan tol Jasa Marga Group melayani 1,31 miliar transaksi kendaraan dengan volume lalu lintas harian rata-rata mencapai 3,58 juta kendaraan. Berbagai upaya peningkatan layanan tersebut turut berkontribusi terhadap tingkat kepuasan pelanggan yang tercermin dari nilai Customer Satisfaction Index (CSI) tahun 2025 sebesar 5,13 dari skala 6 atau berada pada kategori “Puas”. Sebagai operator jalan tol pertama dan terbesar di Indonesia, hingga akhir tahun 2025 Jasa Marga Group telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 km dari total konsesi sepanjang 1.736 km atau merepresentasikan sekitar 42% pangsa pasar jalan tol nasional.

Pencapaian dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026 semakin memperkuat reputasi Jasa Marga di kancah internasional sekaligus mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga kinerja dan menjalankan transformasi secara berkelanjutan. Jasa Marga terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing guna memberikan manfaat bagi pengguna jalan, pemegang saham, serta seluruh pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dampak Pariwisata bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pariwisata memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia karena mampu menggerakkan berbagai sektor secara bersamaan. Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau, Indonesia memiliki keunggulan berupa pantai, laut, pegunungan, hutan tropis, desa tradisional, serta budaya yang sangat beragam. Kekayaan tersebut membuat pariwisata menjadi salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat, daerah, dan negara.

Salah satu dampak paling nyata dari pariwisata adalah meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar destinasi. Ketika sebuah tempat wisata ramai dikunjungi, berbagai usaha pendukung akan tumbuh. Penginapan, rumah makan, penyewaan kendaraan, toko oleh-oleh, jasa pemandu, tempat parkir, hingga usaha fotografi dapat berkembang karena adanya permintaan dari wisatawan. Bahkan, usaha kecil yang sederhana sekalipun dapat memperoleh keuntungan dari meningkatnya jumlah pengunjung.

Pariwisata juga memiliki hubungan erat dengan sektor transportasi. Wisatawan membutuhkan pesawat, kapal, kereta, bus, mobil sewaan, ojek, atau transportasi lokal untuk mencapai destinasi. Hal ini menciptakan pendapatan bagi perusahaan transportasi dan pekerja di dalamnya. Peningkatan akses menuju destinasi wisata sering kali mendorong pembangunan jalan, bandara, pelabuhan, dan fasilitas umum lainnya. Infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung wisatawan, tetapi juga memudahkan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Dari sisi ketenagakerjaan, pariwisata menjadi sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Industri ini membutuhkan pekerja dengan berbagai kemampuan, mulai dari manajer hotel, koki, resepsionis, sopir, pemandu wisata, petugas kebersihan, seniman, pedagang, hingga pengrajin. Banyak pekerjaan dalam sektor pariwisata dapat dimasuki oleh masyarakat lokal tanpa harus memiliki pendidikan tinggi, asalkan memiliki keterampilan pelayanan dan kemauan untuk belajar. Karena itu, pariwisata berpotensi membantu mengurangi pengangguran.

Pariwisata juga memberi ruang besar bagi pengembangan produk lokal. Wisatawan biasanya tertarik membeli sesuatu yang khas dari tempat yang mereka kunjungi. Hal ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan makanan tradisional, kerajinan tangan, kain daerah, kopi lokal, rempah-rempah, dan berbagai produk kreatif lainnya. Jika dikemas dengan baik, produk lokal dapat memiliki nilai jual lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain manfaat ekonomi langsung, pariwisata berkontribusi terhadap promosi citra Indonesia di dunia internasional. Wisatawan yang mendapatkan pengalaman baik dapat menjadi promotor tidak langsung melalui cerita, foto, video, dan ulasan di media sosial. Citra positif tersebut dapat menarik lebih banyak pengunjung, investor, dan kerja sama internasional. Dengan demikian, pariwisata tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang kaya budaya dan ramah wisatawan.

Meski potensinya besar, pariwisata harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan. Pengelolaan yang hanya mengejar jumlah pengunjung dapat menimbulkan masalah lingkungan dan sosial. Sampah, kerusakan terumbu karang, kepadatan kawasan wisata, serta perubahan nilai budaya dapat mengurangi kualitas destinasi. Oleh sebab itu, pembangunan pariwisata harus memperhatikan daya dukung lingkungan, keterlibatan masyarakat, dan pembagian manfaat ekonomi yang adil.

Pariwisata yang berkualitas bukan hanya diukur dari banyaknya wisatawan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat dan seberapa baik lingkungan tetap terjaga. Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar ekonomi. Dengan pengelolaan profesional, promosi yang tepat, pelayanan yang baik, dan pelestarian alam serta budaya, pariwisata dapat terus memberikan kontribusi penting bagi pembangunan ekonomi nasional.

Jaga Mutu Tata Kelola Manajemen, KAI Logistik Jalani Proses Resertifikasi ISO

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), tengah menjalani rangkaian proses resertifikasi dan surveillance Sistem Manajemen Berbasis ISO sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi penerapan standar tata kelola perusahaan. Proses tersebut telah berlangsung sejak 11 Mei 2026 dan mencakup evaluasi terhadap implementasi sistem manajemen di lingkungan perusahaan.

Agenda yang dilakukan pada pertengahan tahun 2026 ini, merupakan audit dalam rangka sertifikasi ulang beberapa ISO, yang bertujuan untuk memastikan bahwa Perseroan telah menerapkan tiga standar internasional,  yaitu ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan, serta ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan  dan Keselamatan Kerja (K3).

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan resertifikasi tersebut, KAI Logistik telah melaksanakan kegiatan in-house training yang berlangsung pada tanggal 17-18 Juni 2026. Pelatihan ini melibatkan 30 peserta internal yang dipersiapkan untuk menjadi auditor internal perusahaan. Materi pelatihan yang diberikan mencakup pemahaman mendalam terhadap ketiga standar ISO di atas, ditambah dengan ISO 19011:2018 yang mengatur tentang Pedoman Audit Sistem Manajemen.

Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik, menyampaikan bahwa melalui pembekalan ini, para auditor internal diharapkan mampu mengawal implementasi standar internasional secara objektif dan professional.”Melalui pelatihan ini, auditor internal diharapkan memiliki kompetensi yang memadai untuk mendukung pelaksanaan audit secara objektif, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” lanjut Dwi.

KAI Logistik menegaskan bahwa pelaksanaan audit internal dilakukan secara berkala bukan semata-mata dilakukan demi memenuhi kepatuhan terhadap standar ISO. Lebih dari itu, agenda krusial ini berfungsi sebagai instrumen untuk memperbaiki, meningkatkan efisiensi proses bisnis dan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan ke depan. Pada akhirnya, peningkatan ini akan berdampak langsung pada optimalisasi kinerja di setiap area kerja yang diaudit.

Seluruh rangkaian proses resertifikasi ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada awal Juli mendatang. Langkah akselerasi ini disesuaikan dengan masa berlaku sertifikasi ISO KAI Logistik sebelumnya yang akan berakhir pada tanggal 3 Juli 2026. Melalui resertifikasi yang tepat waktu, KAI Logistik berupaya memastikan keberlanjutan penerapan standar mutu, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan dalam mendukung layanan logistik perusahaan.

Tentang KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis hingga layanan door to door service untuk memberikan pelayanan yang excellent bagi Pelanggan. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Mengusung tagline KAI Logistik, ispossible! yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi yaitu KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Promo Pembiayaan Kendaraan Bunga 0%, Penawaran Spesial BRI Finance Padang dan Payakumbuh

Padang, 12 Juni 2026 – Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat mobilitas yang tinggi, didukung oleh aktivitas perdagangan, pariwisata, serta budaya merantau yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan sarana transportasi yang andal, baik untuk menunjang aktivitas usaha maupun kebutuhan keluarga sehari-hari.

Melihat potensi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperluas akses pembiayaan kendaraan di berbagai daerah melalui program-program yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar pameran otomotif di BRI Branch Office (BO) Padang dan BRI Branch Office (BO) Payakumbuh pada 8–12 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pelaku industri otomotif di daerah. Dalam pameran tersebut, BRI Finance bekerja sama dengan dealer Geely di Padang dan dealer Chery di Payakumbuh untuk menghadirkan berbagai pilihan kendaraan yang dapat diakses melalui skema pembiayaan yang kompetitif.

Selain menampilkan beragam model kendaraan terbaru, pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas test drive guna memperoleh pengalaman langsung sebelum melakukan pembelian. Selama pameran berlangsung, BRI Finance menawarkan sejumlah program unggulan, termasuk promo pembiayaan dengan bunga 0% yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi calon konsumen.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Mobilitas memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk di Sumatera Barat yang dikenal memiliki dinamika perdagangan dan kewirausahaan yang kuat. Melalui pameran ini, kami ingin memberikan akses yang lebih mudah kepada masyarakat untuk memperoleh kendaraan dengan berbagai pilihan skema pembiayaan yang kompetitif, termasuk program bunga 0%.”.

Selain promo bunga 0%, BRI Finance juga menghadirkan berbagai pilihan produk pembiayaan seperti KKB Prioritas, KKB Reguler, Captive, Non-Captive, serta BRIFlexy yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan dan profil nasabah.

Kolaborasi dengan dealer dan jaringan BRI di daerah menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan layanan perusahaan. Sinergi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif yang sehat dan berkelanjutan di daerah.

BRI Finance optimistis potensi pasar otomotif di Sumatera Barat masih terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan berkembangnya aktivitas ekonomi regional. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menghadirkan berbagai program pembiayaan yang inovatif serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Sebagai bagian dari BRI Group, kami akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan mudah dijangkau. Ke depan, BRI Finance akan terus memperkuat sinergi dengan jaringan BRI dan mitra otomotif guna menghadirkan solusi pembiayaan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Dhani.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Pentingnya Edukasi Gizi dalam Kesehatan Masyarakat Indonesia

Edukasi gizi merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Banyak masalah kesehatan terjadi bukan hanya karena kurangnya makanan, tetapi juga karena kurangnya pemahaman tentang cara memilih dan mengolah makanan yang tepat. Seseorang bisa saja makan tiga kali sehari, tetapi tetap kekurangan zat gizi tertentu apabila menu yang dikonsumsi tidak beragam dan tidak seimbang.

Di tengah keberagaman budaya pangan Indonesia, edukasi gizi perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Masyarakat perlu mengetahui bahwa makanan sehat tidak harus berasal dari bahan mahal. Lauk sederhana seperti tempe, tahu, ikan, telur, dan kacang-kacangan dapat menjadi sumber protein yang baik. Sayuran hijau, buah lokal, umbi-umbian, dan biji-bijian juga dapat mendukung kebutuhan vitamin, mineral, dan serat. Dengan pengetahuan yang tepat, keluarga dapat menyusun menu sehat sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.

Edukasi gizi sangat penting bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Masa kehamilan merupakan periode penting karena janin membutuhkan zat gizi untuk tumbuh dan berkembang. Ibu hamil perlu mendapat cukup energi, protein, zat besi, asam folat, kalsium, dan cairan. Setelah bayi lahir, pemberian ASI juga menjadi bagian penting dalam pemenuhan gizi awal kehidupan. Orang tua perlu memahami pentingnya pemberian makanan pendamping ASI yang aman, bergizi, dan sesuai usia anak.

Pada anak balita, pemantauan pertumbuhan harus dilakukan secara rutin. Berat badan, tinggi badan, dan perkembangan anak dapat menjadi tanda awal apakah asupan gizinya mencukupi. Posyandu memiliki peran besar dalam hal ini karena menjadi tempat masyarakat mendapat layanan pemantauan, imunisasi, serta penyuluhan kesehatan. Dengan deteksi dini, masalah seperti berat badan kurang, stunting, atau gizi lebih dapat segera ditangani.

Edukasi gizi di sekolah juga perlu diperkuat. Anak-anak dan remaja sering terpapar jajanan tinggi gula, garam, dan lemak. Tanpa pemahaman yang baik, mereka mudah memilih makanan berdasarkan rasa dan tampilan, bukan nilai gizinya. Sekolah dapat membantu melalui pelajaran kesehatan, kantin sehat, kebiasaan membawa bekal, serta kegiatan olahraga. Kebiasaan yang dibentuk sejak usia sekolah dapat berpengaruh hingga dewasa.

Selain itu, media massa dan media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi gizi. Namun, masyarakat juga perlu diajarkan untuk berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya. Banyak tren diet populer beredar tanpa dasar kesehatan yang kuat. Diet yang terlalu ketat atau menghilangkan kelompok makanan tertentu dapat berbahaya jika dilakukan tanpa pendampingan ahli.

Edukasi gizi harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat. Pesan kesehatan akan lebih mudah diterima jika menggunakan contoh makanan sehari-hari yang dikenal masyarakat setempat. Misalnya, edukasi di daerah pesisir dapat menekankan manfaat ikan, sedangkan di daerah pertanian dapat mengangkat potensi sayur, kacang, dan umbi lokal.

Ketika masyarakat memahami pentingnya gizi, mereka dapat membuat keputusan makan yang lebih baik. Perubahan sederhana seperti memperbanyak sayur, mengurangi minuman manis, memilih lauk berprotein, dan menjaga kebersihan makanan dapat memberi dampak besar bagi kesehatan keluarga dan masyarakat.

Mobil Baru Digenggaman, BRI Finance Tawarkan KKB 3,97% Flat

Di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat dan meningkatnya kebutuhan akan kendaraan yang mendukung aktivitas sehari-hari, kepemilikan mobil baru masih menjadi aspirasi banyak keluarga Indonesia. Tidak hanya sebagai sarana transportasi, kendaraan kini dipandang sebagai aset penunjang produktivitas, kenyamanan, serta fleksibilitas dalam menjalani berbagai aktivitas. Kondisi tersebut turut mendorong kebutuhan akan solusi pembiayaan yang mampu memberikan kemudahan akses kepemilikan kendaraan dengan skema yang lebih terjangkau.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,97% flat per tahun dan tenor hingga lima tahun. Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan baru melalui skema pembiayaan yang kompetitif dan proses pengajuan yang praktis.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Bagi banyak masyarakat, memiliki mobil baru merupakan salah satu tujuan finansial yang membutuhkan perencanaan yang matang. Oleh karena itu BRI Finance berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan kemudahan dan fleksibilitas sehingga rencana memiliki kendaraan dapat diwujudkan dengan lebih cepat dan terjangkau.”

Program pembiayaan mobil baru BRI Finance menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari suku bunga yang kompetitif, pilihan tenor yang fleksibel hingga lima tahun, serta proses pengajuan yang mudah melalui berbagai kanal layanan yang tersedia.

Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Finance terus berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Perseroan melihat bahwa kendaraan pribadi masih menjadi salah satu kebutuhan penting, baik untuk menunjang aktivitas pekerjaan, mendukung mobilitas keluarga, maupun meningkatkan produktivitas sehari-hari.

“Kami memahami bahwa kebutuhan setiap nasabah berbeda. Produk dan layanan BRI pun kami sesuaikan untuk memberikan nilai tambah serta membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka,” tambah Dhani.

Melalui program ini, BRI Finance berharap dapat mendukung semakin banyak masyarakat Indonesia dalam mewujudkan kepemilikan kendaraan baru dengan proses yang mudah, aman, dan terpercaya. Informasi lebih lanjut mengenai program pembiayaan mobil baru BRI Finance dapat diperoleh melalui situs resmi BRI Finance atau layanan WhatsApp resmi perusahaan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Portfolio Berkelanjutan, BRI Finance Tangkap Potensi Pertumbuhan EV

Upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan terus menunjukkan sinyal positif. Salah satunya melalui kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan pajak kendaraan listrik, yang dinilai dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memandang kebijakan tersebut sebagai langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di mata konsumen, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan pembiayaan berkelanjutan (green financing) di sektor multifinance.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai sarana mobilitas sehari-hari. Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi pendorong bagi industri pembiayaan untuk semakin aktif mendukung pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan melalui penyaluran pembiayaan yang lebih luas.”

BRI Finance melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen yang memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Oleh karena itu, Perseroan terus memperkuat strategi bisnis untuk menangkap peluang tersebut melalui perluasan kerja sama dengan berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), dealer resmi, serta mitra strategis di industri otomotif nasional.

Selain memperkuat jaringan kemitraan, BRI Finance juga terus mengoptimalkan kanal pemasaran digital dan konvensional guna meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai solusi pembiayaan kendaraan. Seluruh upaya tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang terukur untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan Perseroan.

Komitmen BRI Finance dalam mendukung pembiayaan kendaraan listrik tercermin dari kinerja yang berhasil dicatatkan sepanjang tahun berjalan. Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik Perseroan tumbuh sebesar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, meskipun saat ini portofolio pembiayaan kendaraan konvensional masih mendominasi keseluruhan pembiayaan otomotif Perseroan.

Tren positif tersebut juga sejalan dengan perkembangan industri multifinance nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 35,27% secara tahunan (year-on-year).

“BRI Finance akan terus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui penguatan portofolio pembiayaan hijau yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Kami optimistis pertumbuhan kendaraan listrik akan terus berlanjut dan menjadi salah satu motor pertumbuhan industri pembiayaan pada masa mendatang,” tutup Dhani.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Pembiayaan Mobil Bekas 169,34 Persen

Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan yang diminati karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dan fleksibel. Tren tersebut turut mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bekas di Indonesia, termasuk di PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”).

Hingga Februari 2026, BRI Finance mencatat penyaluran pembiayaan mobil bekas tumbuh sebesar 169,34 persen secara year-on-year (yoy). Segmen ini juga memberikan kontribusi sebesar 9,79 persen terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan, menunjukkan semakin besarnya peran kendaraan bekas dalam mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan otomotif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Mobil bekas kini semakin dipertimbangkan sebagai pilihan yang rasional bagi masyarakat. Selain menawarkan harga yang lebih kompetitif, kendaraan bekas juga tetap mampu menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari. Kami melihat segmen ini memiliki prospek yang baik seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.”

Dinamika pasar kendaraan baru turut mempengaruhi perkembangan pasar kendaraan bekas. Dalam kondisi tertentu, masyarakat cenderung mencari alternatif yang lebih efisien dari sisi anggaran tanpa mengurangi fungsi kendaraan sebagai sarana mobilitas. Fenomena tersebut semakin terlihat seiring berkembangnya ekosistem jual beli kendaraan bekas yang semakin modern dan transparan. Kehadiran berbagai platform digital turut mempermudah masyarakat dalam mencari, membandingkan, hingga melakukan transaksi kendaraan bekas secara lebih praktis.

Selain itu, tren penyesuaian harga pada sejumlah jenis kendaraan bekas, termasuk kendaraan listrik, juga menjadi faktor yang meningkatkan daya tarik pasar. Kondisi ini membuka peluang bagi konsumen untuk memperoleh kendaraan dengan nilai yang lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.

Melihat potensi tersebut, BRI Finance terus memperkuat strategi pengembangan pembiayaan mobil bekas melalui perluasan kerja sama dengan dealer dan mitra penjual kendaraan di berbagai wilayah. Perseroan juga terus meningkatkan kemudahan akses layanan pembiayaan melalui optimalisasi kanal pemasaran dan penyederhanaan proses pengajuan pembiayaan.

Meski mencatat pertumbuhan yang signifikan, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Perseroan secara konsisten menerapkan proses analisis kredit yang prudent guna menjaga kualitas portofolio dan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

“Baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas memiliki pasar dan karakteristik yang berbeda. Keduanya saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami terus memantau perkembangan pasar dan menjalankan strategi pembiayaan yang selektif agar dapat bertumbuh secara berkelanjutan,” tutup Dhani.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Persaingan industri otomotif nasional semakin dinamis seiring masuknya berbagai merek baru dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien. Di tengah kondisi tersebut, industri pembiayaan memiliki peran strategis dalam memperluas akses kepemilikan kendaraan melalui skema pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel.

Menangkap momentum tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menggelar pameran otomotif di dua lokasi sekaligus, yakni di BRI Branch Office (BO) Payakumbuh dan BRI Branch Office (BO) Padang pada 8–12 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat penetrasi pembiayaan kendaraan sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif di daerah.

Dalam pameran tersebut, BRI Finance menggandeng dealer Chery di BRI BO Payakumbuh dan dealer Geely di BRI BO Padang. Pengunjung tidak hanya dapat melihat langsung berbagai pilihan kendaraan terbaru, tetapi juga merasakan pengalaman berkendara melalui fasilitas test drive yang disediakan selama pameran berlangsung.

Sebagai daya tarik utama, BRI Finance menghadirkan program pembiayaan dengan promo bunga 0%, yang didukung berbagai pilihan skema pembiayaan lainnya seperti KKB Prioritas, KKB Reguler, Captive, Non-Captive, serta program BRIFlexy.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Sebagai perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari BRI Group, kami berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Pameran ini menjadi salah satu upaya kami untuk mendekatkan layanan kepada calon nasabah sekaligus memberikan berbagai pilihan program pembiayaan yang kompetitif, termasuk promo bunga 0% yang dapat membantu masyarakat mewujudkan kepemilikan kendaraan dengan lebih ringan.”

Kolaborasi dengan dealer dan jaringan BRI di berbagai daerah merupakan strategi yang terus diperkuat perusahaan guna memperluas jangkauan layanan serta mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, BRI Finance berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap berbagai alternatif pembiayaan yang tersedia, sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan baru di wilayah Sumatera Barat.

“BRI Finance akan terus memperkuat sinergi dengan ekosistem otomotif dan jaringan BRI Group untuk menghadirkan berbagai program pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar serta mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional,” tutup Dhani.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Jakarta, 17 Juni 2026 – Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan kedua Juni 2026. Tekanan berasal dari keluarnya arus dana besar dari ETF Bitcoin di Amerika Serikat, pelemahan harga Bitcoin dan Ethereum, serta meningkatnya kehati-hatian investor akibat dinamika ekonomi global dan domestik.

Market Outlook FLOQ di minggu kedua bulan Juni 2026, mencatat arus keluar dana dari ETF Bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Sejak pertengahan Mei, ETF Bitcoin AS tercatat mengalami outflow sekitar US$4,4 miliar atau setara lebih dari 59.000 BTC dalam periode 13 hari perdagangan berturut-turut.

Kondisi tersebut turut menekan harga Bitcoin yang sempat bergerak di bawah level psikologis US$60.000 sebelum kembali menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Harga BTC per hari ini berada di kisaran US$66.000 dengan kapitalisasi pasar (market cap) sekitar US$1,3 triliun. Sementara itu, Ethereum juga mengalami koreksi meskipun aktivitas fundamental di dalam ekosistemnya masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Pasar saat ini sedang berada dalam fase yang sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan arus dana institusi. Namun menariknya, di tengah tekanan harga, indikator fundamental seperti pertumbuhan staking Ethereum dan aktivitas akumulasi institusi masih menunjukkan tren yang positif,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pasar adalah langkah perusahaan Strategy yang sempat menjual 32 BTC pada awal Juni. Meskipun jumlah tersebut relatif kecil dibanding total kepemilikan mereka, pasar sempat merespons negatif karena dianggap bertentangan dengan strategi akumulasi jangka panjang yang selama ini identik dengan perusahaan tersebut.

Namun sentimen tersebut berbalik setelah Strategy kembali melakukan pembelian sekitar 1.550 BTC senilai lebih dari US$100 juta hanya beberapa hari kemudian.

“Aksi Strategy menunjukkan bahwa investor institusi masih aktif memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi. Ini menjadi pengingat bahwa pergerakan jangka pendek sering kali dipengaruhi oleh headline, sementara keputusan investasi institusi umumnya tetap berorientasi jangka panjang,” tambahnya.

Di dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar.

Langkah Bank Indonesia memberikan dampak langsung terhadap sentimen pasar domestik. Setelah sempat mengalami tekanan tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan terbatas pasca pengumuman kenaikan suku bunga.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah investasi ke depan, termasuk perkembangan geopolitik global, arah kebijakan moneter negara-negara besar, serta pergerakan arus modal internasional.

Para investor perlu memperhatikan bahwa pergerakan aset digital saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan industri blockchain, tetapi juga oleh faktor ekonomi makro yang lebih luas seperti inflasi, suku bunga, dan aliran modal global.

Bagi investor pemula, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar cost averaging (DCA) dinilai tetap relevan dalam menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. Sementara bagi trader, disiplin manajemen risiko menjadi faktor penting mengingat pasar masih bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan berita dan sentimen.

Di sisi lain, investor jangka panjang dinilai masih dapat melihat perkembangan positif dari sisi fundamental industri. Pertumbuhan staking Ethereum yang mencapai rekor baru serta aktivitas akumulasi oleh sejumlah institusi besar menunjukkan bahwa adopsi aset digital dan teknologi blockchain terus berkembang meskipun pasar sedang mengalami fase konsolidasi.

“Volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pasar. Yang terpenting bagi investor adalah memahami risiko, menjaga disiplin strategi, dan tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES