Harga Emas Tunjukkan Kinerja Positif, Tren Bullish Masih Terjaga Sepanjang Pekan

Pergerakan harga emas global sepanjang pekan ini mencatatkan performa yang cukup impresif dengan kecenderungan menguat di tengah dinamika pasar yang masih diliputi ketidakpastian. Berdasarkan kajian terbaru dari Dupoin Futures, logam mulia tersebut berhasil mempertahankan tren naik yang solid, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang saling menopang.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa dari perspektif teknikal, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan sinyal penguatan yang cukup konsisten. Salah satu indikator penting adalah keberhasilan harga menembus area Moving Average (MA) 21 dan 34, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dinamis. Saat ini, level tersebut telah beralih fungsi menjadi support, yang memperkuat struktur tren bullish dalam jangka pendek.

“Breakout ini menjadi konfirmasi bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar. Selama harga bertahan di atas area Moving Average, maka peluang kenaikan lanjutan masih terbuka lebar,” ujar Geraldo dalam analisisnya.

Selain itu, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang sejalan dengan tren tersebut. Posisi indikator yang berada di atas level 50 dan bergerak naik mencerminkan bahwa momentum penguatan masih terjaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat beli investor belum mengalami penurunan signifikan, sehingga ruang untuk kenaikan harga masih cukup besar.

Dengan dukungan sinyal teknikal tersebut, XAU/USD diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 4.946. Apabila level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, maka target kenaikan berikutnya berada di kisaran 5.047. Level tersebut menjadi area kunci yang saat ini tengah menjadi perhatian pelaku pasar, khususnya bagi trader jangka pendek.

Di sisi lain, faktor fundamental juga memainkan peran penting dalam menopang pergerakan harga emas sepanjang minggu ini. Salah satu pendorong utama adalah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor mulai memperkirakan adanya peluang pelonggaran kebijakan, termasuk kemungkinan penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi di Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda moderasi.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik aset berbasis bunga. Dalam situasi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai alternatif investasi yang menarik, mengingat perannya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Tak hanya itu, pelemahan dolar AS juga turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga emas. Hubungan terbalik antara dolar dan emas membuat logam mulia ini cenderung menguat ketika nilai tukar dolar melemah. Dengan dolar yang lebih rendah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan di pasar internasional.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi global yang masih diwarnai ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik. Situasi ini mendorong investor untuk mengadopsi sikap lebih berhati-hati (risk-off), dengan meningkatkan alokasi aset pada instrumen safe haven seperti emas. Permintaan yang stabil dari investor institusi serta bank sentral juga menjadi penopang tambahan bagi pergerakan harga.

Secara keseluruhan, kinerja emas sepanjang pekan ini mencerminkan fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan tren kenaikan. Kombinasi antara sinyal teknikal yang positif dan dukungan fundamental yang solid menjadi faktor utama yang menjaga momentum bullish tetap terjaga.

Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati berbagai perkembangan eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga ke depan. Rilis data ekonomi penting serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter dapat menjadi katalis yang memicu volatilitas dalam jangka pendek.

Dengan struktur tren yang masih solid dan dukungan sentimen global yang positif, emas diperkirakan tetap berada dalam jalur penguatan dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level resistance berikutnya masih terbuka lebar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dorong Ekspansi Pembiayaan, BRI Finance Siapkan Obligasi 2026

Jakarta, 9 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyiapkan langkah strategis melalui rencana penerbitan obligasi yang ditargetkan pada kuartal III 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung ekspansi pembiayaan yang direncanakan semakin meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa hingga kuartal I-2026, perseroan belum menjadwalkan aksi korporasi di pasar obligasi. Penerbitan surat utang diproyeksikan dilakukan pada kuartal III-2026 dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, kondisi pasar, serta rencana ekspansi pembiayaan ke depan.

“Hingga kuartal I-2026, kami belum memiliki rencana penerbitan obligasi. Kami menargetkan realisasi penerbitan pada kuartal III-2026 dengan tetap menyesuaikan kebutuhan ekspansi pembiayaan serta dinamika pasar,” ujar Wahyudi.

Seiring dengan rencana peningkatan aktivitas bisnis pada semester II-2026, BRI Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru dapat mencapai sekitar Rp1 triliun per bulan. Target ini mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan bisnis secara terukur, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

                                                                                                                                                                                                                                  

Untuk mendukung kebutuhan pendanaan tersebut, BRI Finance menargetkan penerbitan obligasi dengan nilai indikatif sebesar Rp500 miliar pada kuartal III-2026. Penerbitan ini dirancang sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur pendanaan, baik untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek maupun menopang pertumbuhan jangka panjang.

Dana hasil penerbitan obligasi nantinya akan difokuskan untuk memperkuat penyaluran pembiayaan baru, sejalan dengan arah pengembangan bisnis perseroan.

Dalam konteks yang lebih luas, BRI Finance juga memainkan peran strategis dalam memperkuat portofolio pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari ekspansi bisnis konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Melalui skema joint financing serta penguatan kanal distribusi, sinergi antara BRI dan BRI Finance diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) sekaligus memperluas akses pembiayaan yang kompetitif bagi masyarakat.

Sinergi ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung peningkatan volume pembiayaan, sekaligus memperkuat posisi BRI Finance dalam industri pembiayaan nasional yang semakin kompetitif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Melejit di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sinyal Awal Reli Baru?

Jakarta, 10 April 2026 – Pergerakan harga Bitcoin kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah mencatat kenaikan 1,0% dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/4) ke level US$72.258. Kenaikan ini bahkan melampaui pertumbuhan total pasar kripto yang hanya naik 0,79%, menandakan adanya dorongan kuat dari faktor eksternal, khususnya sentimen global.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah kabar meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu reli luas pada aset berisiko, termasuk saham dan kripto.

Sentimen Global Jadi Pemicu Utama

Kenaikan Bitcoin kali ini tidak terlepas dari pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang berlangsung selama dua minggu pada awal April 2026. Kabar ini langsung menurunkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.

Efeknya terlihat jelas di berbagai pasar. Indeks S&P 500 naik 1,9%, sementara Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi sebesar 0,88 terhadap indeks tersebut, menegaskan bahwa pergerakan kripto saat ini sangat dipengaruhi kondisi makro global.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan peran Bitcoin sebagai aset berisiko dalam ekosistem keuangan global.

“Reli Bitcoin saat ini lebih mencerminkan perubahan sentimen makro global, terutama meredanya risiko geopolitik. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin bergerak sejalan dengan aset berisiko lainnya, bukan didorong oleh faktor fundamental internal semata,” ujar Fyqieh.

Likuidasi Besar dan Breakout Teknikal Perkuat Kenaikan

Selain sentimen geopolitik, kenaikan harga Bitcoin juga diperkuat oleh faktor teknikal dan aktivitas di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, terjadi likuidasi posisi short senilai US$427 juta, yang memicu efek domino berupa aksi beli paksa.

Tekanan beli ini semakin memperkuat momentum setelah Bitcoin berhasil menembus level penting Fibonacci di kisaran US$71.515. Secara teknikal, indikator RSI 7 hari berada di level 67,49, yang menunjukkan tren bullish namun belum memasuki kondisi jenuh beli.

Fyqieh menilai kombinasi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pergerakan harga. “Likuidasi di pasar derivatif menciptakan tekanan beli tambahan yang mempercepat kenaikan. Ditambah dengan breakout di level teknikal kunci, ini memberikan validasi bahwa tren naik masih memiliki kekuatan, setidaknya dalam jangka pendek,” jelasnya.

Peran Data Inflasi dan Kebijakan The Fed

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif. Inflasi PCE Februari tercatat sebesar 2,8% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar, sementara inflasi inti berada di level 3%. Stabilnya inflasi ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga tidak meningkat signifikan, sehingga memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih fleksibel.

Namun demikian, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi CPI Maret yang diperkirakan naik menjadi 3,3% secara tahunan. Data ini menjadi penting karena mencerminkan dampak langsung dari konflik geopolitik terhadap inflasi, terutama melalui kenaikan harga energi.

“Pasar saat ini berada dalam fase yang sensitif terhadap data ekonomi. Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, maka narasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan bisa menekan Bitcoin. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan,” kata Fyqieh.

Outlook Jangka Pendek: Peluang Naik Masih Terbuka, Tapi Rapuh

Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menunjukkan potensi kenaikan lanjutan selama mampu bertahan di atas level US$71.500. Jika level ini terjaga, harga berpeluang menguji resistance di kisaran US$72.545 hingga US$73.500.

Namun, risiko koreksi tetap terbuka, terutama jika gencatan senjata antara AS dan Iran tidak bertahan atau ketegangan geopolitik kembali meningkat. Dalam skenario analisis Tokocrypto, Bitcoin berpotensi turun ke area support di sekitar US$68.700.

Fyqieh menegaskan bahwa stabilitas makro menjadi kunci utama pergerakan pasar saat ini. “Tren saat ini memang bullish, tetapi sangat bergantung pada faktor eksternal, terutama geopolitik dan kebijakan ekonomi global. Investor perlu tetap waspada terhadap perubahan sentimen yang bisa terjadi dengan cepat,” ujarnya.

Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bagaimana aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika global. Reli yang terjadi bukan hanya hasil dari faktor internal, tetapi juga refleksi dari perubahan sentimen investor terhadap risiko global.

Kombinasi sentimen geopolitik, tekanan derivatif, dan dukungan teknikal, Bitcoin memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan. Namun, ketidakpastian yang masih tinggi membuat pasar tetap berada dalam kondisi yang rapuh.

Pelaku pasar diharapkan tidak hanya melihat peluang, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu seiring perubahan kondisi global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Pariwisata Seririt Bali: Destinasi Tenang di Bali Utara yang Mulai Menarik Perhatian Wisatawan

Perkembangan pariwisata di Bali tidak lagi hanya terpusat di wilayah selatan seperti Kuta, Seminyak, atau Canggu. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Bali Utara, khususnya Kabupaten Buleleng, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas wisata. Salah satu wilayah yang perlahan masuk dalam radar wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir yang berada sekitar 20 kilometer dari Singaraja.

SERIRIT, BALI – Di tengah tingginya aktivitas pariwisata di kawasan Bali Selatan, sejumlah wilayah di Bali Utara mulai menunjukkan perkembangan yang semakin terlihat. Salah satu kawasan yang mulai menarik perhatian wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir di Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan suasana lebih tenang serta akses menuju berbagai destinasi alam di wilayah utara Pulau Bali.

Perkembangan ini sejalan dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan laporan analisis pasar pariwisata daerah, jumlah kunjungan wisatawan ke Buleleng pada 2023 mencapai sekitar 800.949 kunjungan, meningkat sekitar 12,15 persen dibandingkan dengan 2022 yang tercatat 703.642 kunjungan.

Sementara itu, data kunjungan destinasi wisata yang dirilis pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada Januari 2025 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 99.966 orang, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 73.699 kunjungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng juga mencatat bahwa sektor pariwisata di wilayah ini terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi terkait akomodasi, transportasi, dan jasa pariwisata.

Pergeseran Minat Wisatawan ke Bali Utara

Sejumlah pelaku industri pariwisata menilai bahwa peningkatan minat terhadap Bali Utara dipengaruhi oleh perubahan preferensi wisatawan yang kini mencari destinasi dengan suasana lebih santai dan autentik.

“Wisatawan sekarang banyak yang mencari pengalaman yang lebih tenang dan tidak terlalu padat. Bali Utara menawarkan karakter tersebut,” ujar Ibu Ketut selaku Hotel Manager Liberta Home Seririt di kawasan Buleleng.

Jika kawasan selatan Bali dikenal dengan kehidupan wisata yang lebih ramai, Bali Utara menawarkan lanskap berbeda berupa pantai yang relatif lebih sepi, desa tradisional, serta lingkungan alam yang masih cukup terjaga.

Seririt sebagai Bagian dari Jalur Wisata Bali Utara

Secara geografis, Seririt berada di jalur pesisir barat Kabupaten Buleleng dan menjadi salah satu titik penghubung menuju sejumlah destinasi wisata di Bali Utara, termasuk kawasan Lovina yang dikenal sebagai wisata lumba-lumba.

Wilayah ini juga memiliki karakter desa pesisir yang masih mempertahankan kehidupan lokal masyarakat, mulai dari aktivitas nelayan hingga pertanian di wilayah perbukitan di sekitarnya.

Kabupaten Buleleng sendiri merupakan wilayah terluas di Bali dengan luas sekitar 1.322 kilometer persegi, yang menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis alam dan budaya.

Perkembangan Akomodasi di Kawasan Seririt

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali Utara, perkembangan akomodasi di sekitar Seririt juga mulai terlihat, meskipun sebagian besar masih berskala kecil.

Berbeda dengan kawasan wisata utama di Bali Selatan yang didominasi oleh hotel besar dan resor, akomodasi di wilayah ini umumnya berupa homestay, vila kecil, maupun penginapan skala menengah yang menyesuaikan dengan karakter lingkungan setempat.

Salah satu contoh akomodasi yang hadir di kawasan ini adalah Liberta Home Seririt, yang menawarkan konsep penginapan sederhana dengan jumlah kamar terbatas. Kehadiran penginapan seperti ini menjadi bagian dari perkembangan pariwisata lokal yang cenderung tumbuh secara bertahap dan mengikuti kebutuhan wisatawan yang mencari suasana lebih tenang.

Potensi dan Tantangan Pengembangan

Meski menunjukkan tren pertumbuhan, pengembangan pariwisata Bali Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan jarak tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.

Namun, bagi sebagian wisatawan, jarak tersebut justru memberikan pengalaman berbeda dari Bali yang lebih dikenal secara global. Kawasan seperti Seririt menawarkan perjalanan dengan ritme yang lebih santai, dengan lanskap pesisir dan desa yang masih relatif alami.

Dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat serta potensi alam yang dimiliki wilayah Buleleng, Seririt diperkirakan akan semakin dikenal sebagai salah satu bagian dari perkembangan destinasi wisata Bali Utara dalam beberapa tahun mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Wedding Bogor 2026: Outdoor, Intimate, dan Venue-Only Semakin Populer

Tren wedding Bogor 2026 mengarah ke konsep outdoor dan intimate dengan rata-rata 200 tamu. Simak perubahan preferensi pasangan dan peluang venue seperti Amanuba Rancamaya Bogor.

Bogor, April 2026.  Industri pernikahan di Indonesia pada 2026
mengalami pergeseran yang cukup jelas. Pasangan tidak lagi hanya fokus pada
skala besar, tetapi mulai mengutamakan pengalaman yang lebih personal,
fleksibel, dan relevan dengan karakter mereka. Tren ini terlihat kuat di
kawasan Bogor, yang semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wedding
favorit, khususnya untuk konsep outdoor.

Pergeseran Tren Wedding: Lebih Personal dan Fleksibel

Dalam beberapa tahun terakhir, preferensi pasangan berubah
dari pesta besar ke konsep yang lebih terkurasi. Wedding tidak lagi sekadar
acara formal, tetapi menjadi pengalaman yang dirancang secara personal.

Tren wedding 2026 menunjukkan beberapa pola utama:

Skala
tamu lebih terkontrol Fokus
pada pengalaman, bukan kemewahan semata Fleksibilitas
dalam memilih vendor Kombinasi
konsep tradisional dan modern

Meskipun tren intimate wedding (50–150 tamu) meningkat,
segmen menengah tetap kuat, terutama untuk pasangan yang ingin menjaga
keseimbangan antara keintiman dan skala acara.

Bogor Makin Kuat sebagai Destinasi Wedding

Bogor menjadi salah satu lokasi yang paling diuntungkan dari
perubahan tren ini. Ada beberapa alasan yang cukup jelas:

Lokasi
dekat dari Jakarta Akses
mudah untuk tamu domestik Lanskap
alam yang mendukung konsep outdoor Pilihan
venue yang semakin beragam

Dibanding ballroom hotel di kota besar, venue di Bogor
menawarkan suasana yang lebih santai dan fleksibel. Ini sesuai dengan kebutuhan
pasangan yang ingin acara terasa lebih natural dan tidak terlalu kaku.

Dominasi Wedding Outdoor di 2026

Salah satu perubahan paling terlihat adalah meningkatnya
minat terhadap wedding outdoor di Bogor.

Konsep ini dipilih karena:

Memberikan
pengalaman visual yang lebih kuat Lebih
fleksibel dalam dekorasi Mendukung
konsep intimate dan semi-formal

Outdoor wedding juga memungkinkan pasangan untuk lebih bebas
dalam menentukan alur acara, dibandingkan format ballroom yang cenderung lebih
terbatas.

Pola Permintaan: 200 Pax Jadi Titik Tengah Baru

Di tengah tren intimate wedding, muncul pola menarik di
segmen menengah.

Rata-rata permintaan wedding di Bogor saat ini berada di
kisaran 200 tamu (pax). Angka ini menjadi titik tengah antara wedding
kecil dan pesta besar konvensional. Skala ini dianggap cukup ideal karena masih
terasa personal, tetapi tetap mengakomodasi keluarga besar dan relasi penting.

Kombinasi Tradisional dan Internasional

Tren lain yang semakin kuat adalah kombinasi konsep acara:

Akad
atau pemberkatan tetap mengusung nilai tradisional Resepsi
cenderung lebih modern dengan sentuhan internasional

Hal yang sama juga terlihat pada pilihan makanan, di mana
pasangan mulai menggabungkan menu tradisional Indonesia dengan hidangan
internasional untuk menjangkau preferensi tamu yang lebih beragam.

Tren Baru: Venue-Only Semakin Diminati

Salah satu perubahan paling signifikan di 2026 adalah
meningkatnya permintaan rental venue saja (venue-only).

Alih-alih mengambil paket lengkap, pasangan kini cenderung:

memilih
vendor secara mandiri merancang
konsep acara sendiri memiliki
kontrol penuh terhadap detail

Pendekatan ini membuat wedding terasa lebih personal,
meskipun di sisi lain menuntut koordinasi yang lebih kompleks.

Bagaimana Tren Ini Terlihat di Lapangan

Perubahan ini tidak hanya terlihat secara konsep, tetapi
juga mulai tercermin dalam pola permintaan di berbagai venue di Bogor.

Di kawasan Rancamaya, misalnya, beberapa venue berbasis
outdoor mulai mencatat kecenderungan yang serupa. Amanuba Rancamaya Bogor
menjadi salah satu contoh yang menggambarkan pola ini, di mana mayoritas
permintaan datang untuk:

acara
dengan kapasitas sekitar 200 tamukonsep
outdoor yang memanfaatkan lanskap alam format
akad tradisional dan resepsi dengan pendekatan internasionalpreferensi
menu kombinasi internasional dan tradisionalserta
meningkatnya permintaan untuk venue-only dibanding paket lengkap

Kecenderungan ini menunjukkan bahwa pasangan tidak hanya
mencari lokasi, tetapi juga fleksibilitas dalam mengeksekusi konsep mereka
sendiri.

“Kami melihat pasangan saat ini datang dengan referensi yang
jauh lebih spesifik. Mereka sudah punya gambaran konsep, dan venue dipilih
bukan hanya karena lokasi, tapi karena seberapa fleksibel tempat tersebut bisa
mengikuti visi mereka,” ujar Pak Angki selaku General Manager Amanuba Rancamaya
Bogor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mahasiswa BINUS @Bekasi Kembangkan Perspektif Global Lewat Study Abroad di Korea Selatan

Bekasi, 10 April 2026 – Di tengah dinamika global yang terus berkembang, pengalaman belajar di luar negeri menjadi salah satu cara bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta membangun perspektif global yang lebih komprehensif.

BINUS University melalui program Study Abroad menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung pengalaman belajar di lingkungan internasional. Hal ini tercermin dari perjalanan Madeleine Aisyamirah Mahardika, mahasiswi Psikologi BINUS @Bekasi, yang menjalani program study abroad di Hanyang University ERICA, Korea Selatan.

Melalui program tersebut, Maddie berkesempatan untuk belajar di lingkungan akademik global dengan sistem pembelajaran yang terbuka serta interaktif. Kesempatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas sudut pandangnya, baik secara akademik maupun personal.

Namun, perjalanan tersebut juga diwarnai berbagai tantangan. Tinggal jauh dari keluarga untuk pertama kalinya menuntut kemandirian yang lebih tinggi. Selain itu, proses adaptasi terhadap budaya baru, keterbatasan pilihan makanan halal, serta penyesuaian aktivitas sehari-hari menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk ketahanan diri.

Di balik tantangan tersebut, Maddie memperoleh pengalaman berharga melalui interaksi lintas budaya serta kebebasan dalam memilih mata kuliah sesuai minatnya. Lingkungan internasional yang dinamis memberikan ruang untuk berkembang dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.

“Belajar di luar negeri bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang bertumbuh menjadi versi diri yang lebih mandiri dan berwawasan global,” ujar Maddie.

Dukungan dari BINUS @Bekasi turut menjadi faktor penting dalam kelancaran program ini. Mulai dari penyediaan informasi yang transparan, reminder berkala, hingga bantuan yang responsif selama proses berlangsung, memastikan mahasiswa dapat menjalani pengalaman study abroad dengan lebih terarah dan nyaman.

Melalui positioning sebagai kampus Business, Service, and Technology atau yang dikenal sebagai kampus BEKEN, BINUS @Bekasi terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang global, serta membekali mereka dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan dunia internasional.

Dengan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dan jaringan global yang luas, BINUS @Bekasi berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman internasional yang tidak hanya memperkaya akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan karier mahasiswa di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Yudhi Isman: Sebuah Perjalanan dari Indonesia Menuju Panggung Teknologi Global

Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak kalangan: Yudhi Isman (Founder & CEO of Orbis Elite), perusahaan teknologi multinasional yang membangun ekosistem digital generasi baru. Cerita perjalanan hidupnya tidak dimulai dari Silicon Valley, Singapura, ataupun Tokyo—melainkan dari sebuah kota yang jauh dari pusat industri teknologi dunia: Pekanbaru.

Dari lingkungan sederhana itulah, seorang anak kelahiran 6 Januari 1995, putra kedua dari pasangan Manipol dan Ismawati, tumbuh dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap komputer, sistem digital, dan cara teknologi menghubungkan manusia. Bersama dua saudaranya, Randi Ramana dan Syifa Ega Ismanda, Yudhi menghabiskan masa kecilnya dengan ketertarikan yang tidak biasa: bukan pada mainan atau aktivitas umum anak seusianya, tetapi pada struktur perangkat lunak, arsitektur sistem, dan logika pemrograman.

Ketertarikan itu kelak membawanya pada perjalanan panjang, menantang, dan penuh tekad, hingga akhirnya menjadi salah satu figur teknologi paling menonjol yang lahir dari generasi baru Indonesia.

Pendidikan Internasional dan Fondasi Teknologi

Meskipun berasal dari latar belakang yang jauh dari pusat teknologi dunia, Yudhi memperluas wawasannya secara global. Ia menempuh studi Diploma di International Business Management Institute (IBMI), Berlin, Jerman, sebuah institusi yang memperkenalkannya pada prinsip manajemen modern, kepemimpinan organisasi, dan struktur pengembangan bisnis global.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan dalam bidang yang paling sesuai dengan minatnya sejak kecil: Computer Science BSc (Hons) di University of Essex, Colchester, Britania Raya.

Di sinilah pemahamannya mengenai:

– algoritma,

– kecerdasan buatan,

– pemrograman sistem,

– arsitektur perangkat lunak, dan

– infrastruktur komputasi skala besar

berkembang secara signifikan dan membentuk pola pikir teknologinya.

Pengalaman akademik internasional tersebut kemudian menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem digital yang kompleks dan berorientasi masa depan.

Awal Perjalanan Profesional: Dari Eksperimen Menuju Ekosistem

Pada 2018, Yudhi memulai proyek awalnya yang bernama Orbisflix, Inc., sebuah eksperimen dalam layanan streaming dan media berbasis internet. Orbisflix bukan hanya sebuah platform, tetapi sebuah laboratorium tempat Yudhi menguji:

– perilaku pengguna,

– sistem backend,

– arsitektur jaringan,

– desain antarmuka, dan

– model distribusi digital.

Konsep VOD yang menjadi fondasi Orbisflix merupakan jendela pertama menuju pemikiran besarnya tentang bagaimana sebuah platform digital harus beroperasi, berkembang, dan berinteraksi dengan manusia.

Selama empat tahun, Orbisflix menjadi wadah eksplorasi intensif. Banyak ide gagal, banyak yang diulang, banyak pula yang berubah arah. Namun proses itu justru membentuk pemahaman mendalam tentang apa yang diperlukan untuk membangun ekosistem teknologi berskala global.

2022: Lahirnya Orbis Elite — Visi Teknologi Indonesia untuk Dunia

Pada tahun 2022, sebuah babak baru dimulai. Orbisflix berevolusi menjadi Orbis Elite, Inc., dengan misi jauh lebih besar: membangun ekosistem digital terintegrasi untuk komunikasi, interaksi sosial, dan infrastruktur AI yang dirancang untuk masa depan.

Transformasi ini menandai tiga hal utama:

1. Perpindahan dari satu produk menjadi multi-platform ecosystem

2. Integrasi teknologi komunikasi, sosial, AI, dan cloud dalam satu sistem

3. Penegasan posisi sebagai perusahaan teknologi multinasional

Di bawah kepemimpinan Yudhi, Orbis Elite mulai membangun fondasi teknologi generasi berikutnya, salah satunya adalah platform sosial CoreX dan aplikasi komunikasi CoreX Messenger.

Filosofi Teknologi: Simpel, Manusiawi, dan Berorientasi Masa Depan

Bagi Yudhi, teknologi bukan hanya soal kemajuan, kecanggihan, atau kode pemrograman. Teknologi adalah medium untuk memperbaiki kehidupan manusia.

Dalam banyak kesempatan, ia menegaskan prinsipnya:

Teknologi yang baik adalah teknologi yang membuat hidup lebih sederhana, bukan lebih rumit.

Pernyataan ini menjadi dasar bagi seluruh arsitektur produk Orbis Elite. Mulai dari desain antarmuka yang intuitif, pengoptimalan sistem berbasis AI, hingga konsep komunikasi real-time yang ringan dan efisien—semuanya diciptakan dengan fokus pada pengguna sebagai pusat ekosistem.

Membangun dari Indonesia

Menuju Perusahaan Teknologi Multinasional Perjalanan Yudhi menjadi salah satu contoh paling nyata dari berkembangnya pemimpin teknologi baru dari Asia Tenggara. Dalam era di mana perusahaan teknologi besar sering muncul dari Silicon Valley, Korea Selatan, Tiongkok, atau India, keberhasilan Orbis Elite menjadi entitas global bermula dari Indonesia menawarkan perspektif baru bahwa:

– inovasi bisa lahir dari mana saja,

– ambisi tidak dibatasi geografi, dan

– talenta digital Indonesia memiliki potensi global.

Di bawah arahannya, Orbis Elite membangun infrastruktur digital yang diproyeksikan untuk:

– ekspansi lintas negara,

– kompatibilitas regulasi internasional,

– kemampuan penskalaan global, dan

– integrasi teknologi masa depan.

Kepemimpinan dan Peran Yudhi dalam Ekosistem Orbis Elite

Sebagai Founder, Chairman & CEO, Yudhi menjalankan beberapa peran strategis:

– arsitek utama produk,

– perancang ekosistem digital,

– pengambil keputusan teknis utama,

– pengembang visi jangka panjang,

– serta pembentuk budaya perusahaan.

Perannya bukan hanya sebagai pemimpin bisnis, tetapi juga sebagai teknologi yang memahami detail sistem hingga level kode.

Melihat ke Masa Depan

Dengan ambisi untuk memperluas jangkauan internasional, membangun infrastruktur digital baru, dan memperkenalkan generasi platform yang lebih inovatif, perjalanan Yudhi sebagai pemimpin teknologi Indonesia menjadi salah satu narasi penting dalam dunia digital saat ini.

Dari Pekanbaru hingga panggung global, perjalanannya menjadi bukti bahwa visi besar dapat lahir dari tempat yang kecil—dan dengan tekad, dedikasi, serta kerja keras, dapat berkembang menjadi sesuatu yang memengaruhi dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Catat Kinerja Ketepatan Waktu KA Berangkat Pada Angkutan Lebaran 2026 Mencapai 99,80% Meningkat dari Angkutan Lebaran 2025, berikut 10 KA Favorit Pelanggan

Bandung, (Jawa Barat) 9 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat kinerja operasional yang sangat positif selama masa Angkutan Lebaran 2026 selama 22 hari. Selain peningkatan ketepatan waktu perjalanan kereta api, KAI Daop 2 Bandung juga mencatat tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah kereta api favorit yang melayani berbagai relasi unggulan.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan total 3.948 perjalanan kereta api yang terdiri dari 1.257 KA Jarak Jauh, 1.298 KA Lokal, 1.380 KA Feeder, serta 13 perjalanan KA Barang. Tingginya frekuensi perjalanan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Dari sisi kinerja operasional, capaian On Time Performance (OTP) menunjukkan hasil yang melampaui target. Untuk keberangkatan, realisasi Angleb 2026 OTP mencapai 99,80%, lebih tinggi dari program yang ditetapkan sebesar 99,55% dan juga meningkat dibandingkan realisasi Angleb 2025 yang sebesar 99,65%.

Sementara itu, untuk kedatangan, realisasi OTP Angleb 2026 mencapai 99,45%, jauh melampaui target program sebesar 95,00% serta lebih baik dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 98,92%. Hal ini menunjukkan peningkatan kualitas layanan serta konsistensi KAI dalam menjaga ketepatan waktu perjalanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan KAI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Keberhasilan peningkatan On Time Performance ini merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan tepat waktu. Kami terus berupaya menjaga kualitas operasional agar kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api semakin meningkat,” ujar Kuswardojo.

Selain kinerja operasional, tingginya minat pelanggan juga tercermin dari okupansi sejumlah kereta api favorit selama Angleb 2026. KA Pasundan Tambahan menjadi yang paling diminati dengan okupansi mencapai 218,98%, disusul KA Kahuripan sebesar 188,26%, dan KA Malabar sebesar 187,40%.

KA lainnya yang juga menjadi favorit pelanggan antara lain KA Papandayan dengan okupansi 170,99%, KA Cikuray 152,25%, KA Pasundan 149,75%, KA Harina 148,16%, KA Mutiara Selatan 146,04%, serta KA Argo Wilis 140,22%.

Adapun relasi perjalanan KA Jarak Jauh yang paling diminati masyarakat selama Angleb 2026 meliputi rute Bandung – Gambir, Bandung – Yogyakarta, Kiaracondong – Kutoarjo, Kiaracondong – Gombong, Bandung – Solo Balapan, serta Bandung – Surabaya Gubeng. Relasi-relasi ini menjadi pilihan utama pelanggan karena menghubungkan kota-kota besar dengan tingkat mobilitas tinggi.

Kuswardojo menambahkan bahwa tingginya okupansi kereta api favorit menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai kereta api sebagai moda transportasi utama selama periode Lebaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya menggunakan kereta api. Tingginya okupansi pada KA favorit menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu,” tambahnya.

KAI Daop 2 Bandung akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan secara berkelanjutan guna menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh pelanggan di masa mendatang, tidak hanya pada periode Angkutan Lebaran tetapi juga pada layanan harian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Hadirkan Kampanye #FindingGoldInBlokM Bagikan Emas (XAUT) di Tengah Gejolak Pasar Ekonomi Global

Bittime Hadirkan #FindingGoldInBlokM, kampanye interaktif berbasis rewards bagi masyarakat di tengah panasnya kondisi geopolitik Amerika-Iran.

Jakarta, 9 April 2026 – Kondisi geopolitik dunia tengah menghadapi gejolak volatilitas menyusul ketegangan Amerika-Iran yang turut mempengaruhi kondisi psikologis pasar investasi. Di tengah dinamika tersebut, Bittime hadirkan kampanye #FindingGoldInBlokM membagikan hingga Rp8,000,000 dalam Tether Gold (XAUT).

Melalui kampanye ini, Bittime berharap dapat memberikan respon terhadap meningkatnya kebutuhan investor akan instrumen lindung nilai, sekaligus memperkenalkan alternatif diversifikasi melalui aset kripto berbasis Real World Assets (RWA) seperti $XAUT.

Lebih lanjut, kampanye #FindingGoldInBlokM yang berlangsung di kawasan Blok M, Jakarta Selatan ini mengusung pendekatan interaktif bagi investor muda dengan ketertarikan pada diversifikasi aset portfolio di tengah gejolak kondisi ekonomi global.

Di mana, investor mulai mengalihkan fokus strategi guna melindungi kekayaan melalui aset investasi yang lebih aman atau “safe haven” di tengah ancaman konflik global dan ketidakstabilan ekonomi. Sebagai aset yang menggabungkan antara nilai aset fisik emas murni dan efisiensi teknologi blockchain, $XAUT bersifat fraksional sehingga dapat diakses dengan harga yang lebih fleksibel.

Diharapkan kedepannya, program ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bittime dalam mendorong penggunaan platform yang bertanggung jawab serta mendukung perkembangan industri aset kripto nasional.

Namun, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada pemahaman yang komprehensif, bukan semata mengikuti tren. Aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, serta risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan terkait manajemen risiko dan pemahaman fundamental, termasuk kondisi makroekonomi, menjadi aspek penting dalam membangun portofolio investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan di era digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Perkuat Profesionalisme Personel Keamanan LRT Jabodebek melalui Pembinaan dan Evaluasi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan evaluasi bagi personel keamanan LRT Jabodebek di Auditorium Kantor LRT Jabodebek. Melibatkan jajaran Security Outsourcing Operation RMU, evaluasi ini menitikberatkan pada kedisiplinan, pelaksanaan tugas lapangan, dan kualitas pelayanan. Saat ini, sebanyak 123 personel keamanan disiagakan di 18 stasiun sebagai garda terdepan. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menegaskan bahwa langkah ini adalah komitmen berkelanjutan KAI untuk memastikan pengguna merasa aman dan nyaman, tidak hanya dari sisi operasional perjalanan tetapi juga keamanan di lingkungan stasiun.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat aspek keamanan layanan LRT Jabodebek dengan menggelar pembinaan dan evaluasi bagi personel keamanan guna memastikan operasional transportasi publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 2 Kantor LRT Jabodebek melibatkan jajaran Security Outsourcing Operation RMU. Evaluasi difokuskan pada pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan, kedisiplinan, serta peningkatan kualitas pelayanan. Saat ini, LRT Jabodebek didukung oleh sebanyak (123) personel keamanan yang tersebar di 18 stasiun dan area operasional, sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban layanan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas layanan dari sisi keamanan.

“Melalui pembinaan dan evaluasi yang dilakukan secara rutin, KAI memastikan seluruh personel memiliki kesiapan, profesionalisme, serta kemampuan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna LRT Jabodebek,” ujarnya.

Melalui langkah ini, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi operasional perjalanan, tetapi juga dalam memastikan lingkungan stasiun dan kereta tetap aman dan kondusif bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES