BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

BRI BO Mangga Dua melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Mangga Dua. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai rasa kebangsaan serta semangat nasionalisme.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai wujud penghormatan terhadap Pancasila dan komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Mangga Dua untuk senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Melalui momentum ini, BRI BO Mangga Dua terus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi BRI, menghadirkan pelayanan yang optimal bagi nasabah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan

Skincare bisa menjadi bagian dari kebutuhan perawatan diri, tetapi pengeluarannya tetap perlu masuk ke dalam anggaran bulanan. Apalagi, produk skincare biasanya tidak dibeli dalam satu waktu. Ada produk yang habis setiap beberapa minggu, sementara produk lain bisa digunakan selama beberapa bulan.

Karena itu, membuat bujet skincare dapat membantu mengetahui berapa dana yang memang dialokasikan untuk kebutuhan tersebut tanpa mengganggu pengeluaran lain. Cara mengaturnya pun tidak harus rumit. Pengeluaran skincare dipisahkan dari kebutuhan utama dan disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Mulai dengan Menghitung Pengeluaran Skincare

Langkah pertama adalah melihat berapa banyak uang yang biasanya dikeluarkan untuk skincare dalam satu bulan.

Coba catat produk yang digunakan secara rutin, misalnya cleanser, moisturizer, sunscreen, serum, atau produk perawatan lainnya. Jangan hanya menghitung produk yang dibeli bulan ini. Produk yang dibeli setiap beberapa bulan juga perlu diperhitungkan agar gambaran bujet lebih realistis.

Misalnya, kamu membeli serum seharga Rp300.000 yang rata-rata habis dalam tiga bulan. Untuk membuat anggaran bulanan, kamu dapat mencatatnya sebagai sekitar Rp100.000 per bulan.

Dengan cara ini, kamu bisa mengetahui kebutuhan skincare secara lebih teratur tanpa menganggap seluruh harga produk sebagai pengeluaran satu bulan.

Tentukan Bujet Skincare Bulanan

Tidak ada persentase khusus yang wajib digunakan untuk menentukan bujet skincare. Besarannya dapat disesuaikan dengan penghasilan, kebutuhan rutin, serta prioritas keuangan masing-masing.

Setelah mengetahui rata-rata pengeluaran, tentukan batas yang realistis. Misalnya, jika rata-rata kebutuhan skincare Rp300.000 per bulan, kamu dapat menjadikannya sebagai salah satu pos dalam anggaran bulanan.

Jika ingin membeli produk yang lebih mahal, pertimbangkan terlebih dahulu apakah pembelian tersebut masih dapat dilakukan tanpa mengurangi dana untuk kebutuhan utama, tabungan, atau kewajiban lainnya.

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Tidak semua produk skincare perlu dibeli ketika ada produk baru yang menarik perhatian.

Coba pisahkan produk berdasarkan fungsi dan frekuensi penggunaan. Produk yang memang digunakan secara rutin dapat masuk ke dalam anggaran utama. Sementara produk tambahan atau produk yang ingin dicoba dapat dimasukkan ke dalam anggaran belanja opsional.

Cara ini juga dapat membantu menghindari pembelian produk yang akhirnya jarang digunakan.

Buat Dana Khusus untuk Skincare

Jika pengeluaran skincare cukup rutin, kamu bisa membuat pos dana khusus. Setiap menerima penghasilan, sisihkan sejumlah uang yang memang dialokasikan untuk kebutuhan tersebut.

Misalnya, kamu menentukan bujet Rp300.000 per bulan. Dana tersebut dapat disisihkan terlebih dahulu sehingga ketika sunscreen atau cleanser habis, uang untuk membelinya sudah tersedia.

Metode ini juga dapat diterapkan dengan menabung harian. Misalnya, target bujet skincare bulan depan adalah Rp300.000. Jika menggunakan periode 30 hari, kamu dapat menyisihkan sekitar Rp10.000 per hari.

Namun, angka tersebut hanya contoh pembagian target. Jumlah yang disisihkan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan kebutuhan masing-masing.

Tips Menabung Harian untuk Bujet Skincare

Ada beberapa tips menabung harian yang bisa dicoba agar target lebih mudah dicapai:

1. Tentukan nominal target sebelum mulai menabung.

2. Pisahkan uang untuk skincare dari uang kebutuhan sehari-hari.

3. Catat setiap setoran agar dapat melihat perkembangan dana.

4. Gunakan nominal yang realistis dan konsisten.

5. Evaluasi kembali target jika kondisi penghasilan atau pengeluaran berubah.

Menabung dalam nominal kecil juga dapat digunakan untuk kebutuhan lain. Yang penting, targetnya jelas dan dana yang disisihkan tidak mengganggu kebutuhan yang lebih prioritas.

Gunakan Aplikasi Menabung Harian untuk Membantu Mengatur Dana

Jika lebih nyaman mengelola uang secara digital, aplikasi menabung harian dapat digunakan untuk membantu memisahkan dana berdasarkan tujuan.

Untuk kebutuhan skincare, dana yang disisihkan juga sebaiknya tetap mudah diakses ketika produk yang digunakan sudah habis. Sementara itu, jika memiliki dana yang tidak diperlukan dalam waktu dekat, kamu dapat mempertimbangkan produk simpanan berdasarkan tujuan dan jangka waktu penggunaannya.

Salah satu pilihan untuk menyimpan dana sambil tetap memiliki akses fleksibel adalah Tabungan NOW di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Tabungan NOW menawarkan suku bunga kompetitif* yang cair harian.  

Dengan mengatur bujet dan memisahkan dana sesuai kebutuhan, menabung untuk skincare pun bisa dilakukan tanpa mengganggu pengeluaran lainnya. Salah satu pilihan untuk menyimpan dana tersebut adalah Tabungan NOW di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Januari 2027 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas

LBFest 2026 perkuat penerapan pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman (experiential learning) bagi mahasiswa Business Creation BINUS @Alam Sutera.

Sebanyak 82 tenant yang menghadirkan beragam produk karya mahasiswa dan alumni Business Creation BINUS Business School, ambil bagian dalam Local Brand Festival (LBFest) 2026 yang digelar pada 2–4 Oktober 2026 di area Parkir External Utara & Koridor Upper Ground Supermal Karawaci, Tangerang.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-7, LBFest tidak sekadar menjadi ajang pameran dan penjualan produk. Festival tahunan ini dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk membawa bisnis yang mereka bangun di kampus berhadapan langsung dengan pasar, mulai dari menguji produk (product testing), membaca respon konsumen (market testing), hingga membangun brand awareness di tengah masyarakat.

LBFest diinisiasi dan dikelola oleh mahasiswa aktif Business Creation, salah satu jurusan di BINUS BUSINESS SCHOOL Undergraduate Program, BINUS @Alam Sutera. Tenant yang berpartisipasi merupakan bisnis yang dikembangkan oleh mahasiswa aktif dan alumni Business Creation.

“Di BINUS @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus, kami ingin mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas menjadi sesuatu yang memiliki nilai nyata. Melalui LBFest, mahasiswa tidak hanya menciptakan produk dan membangun brand, tetapi juga belajar langsung dari konsumen, memahami pasar, serta mengembangkan bisnis agar dapat terus bertumbuh dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Direktur Kampus BINUS @Alam Sutera, Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M.

Head of Business Creation Program, Dr. Yunita Wijaya Handranata, B.Eng., M.M., CERA, mengatakan pengalaman berhadapan langsung dengan konsumen menjadi bagian penting dari proses pembelajaran calon entrepreneur.

“LBFest kami hadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus membawa produk mereka bertemu langsung dengan masyarakat. Di sini mereka dapat melihat apakah produk yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pasar, menerima masukan dari konsumen, sekaligus belajar membangun bisnis dalam situasi yang sesungguhnya,” ujar Yunita.

Menurut Yunita, pengalaman tersebut menjadi bekal penting karena mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana menciptakan sebuah produk, tetapi juga memahami pemasaran, pelayanan konsumen, evaluasi produk, hingga membangun jejaring yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis.

Penyelenggaraan LBFest 2026 turut melibatkan berbagai pihak eksternal untuk mendekatkan mahasiswa dengan ekosistem bisnis yang sesungguhnya. Selain berkolaborasi dengan Supermal Karawaci sebagai lokasi penyelenggaraan, LBFest juga menggandeng komunitas serta menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan musik, mini games, e-sport hingga cosplay competition.

Kolaborasi juga diarahkan untuk membuka peluang kemitraan bisnis terhadap produk-produk yang dikembangkan mahasiswa.

“Kami sangat bangga dan menyambut hangat penyelenggaraan LBFest 2026 di Supermal Karawaci. Sebagai pusat perbelanjaan dan gaya hidup di Tangerang, Supermal Karawaci berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan brand lokal serta melahirkan generasi entrepreneur muda Indonesia. Kami percaya sinergi ini akan memberikan pengalaman belanja dan hiburan yang segar serta inspiratif bagi para pengunjung setia kami selama akhir pekan ini,” ujar Eddy Halim selaku Direktur Supermal Karawaci.

LBFest 2026 turut dihadiri Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Dewi Rokhayati, S.S., serta Deputi Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng. Dalam kesempatan tersebut, Dewi Rokhayati menyoroti besarnya potensi generasi muda dalam memperkuat perkembangan brand lokal di Indonesia untuk pasar dalam negeri ataupun ekspor.

Sementara itu, Hendro Wicaksono menilai pengalaman kewirausahaan sejak dini dapat mendorong semakin banyak anak muda untuk berani menciptakan peluang. Usaha yang dirintis dari skala kecil pun berpotensi berkembang hingga menembus pasar global.

Melalui LBFest 2026, BINUS Business School Undergraduate Program bersama BINUS @Alam Sutera memperkuat penerapan pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman (experiential learning).

Mahasiswa tidak berhenti pada mempelajari konsep dan menyusun rencana bisnis di ruang kelas, tetapi mendapatkan kesempatan membangun, menguji, mengevaluasi, dan mengembangkan bisnis secara langsung di tengah masyarakat.

Dengan mempertemukan mahasiswa, alumni, konsumen, komunitas, pemerintah, serta ekosistem bisnis dalam satu ruang, LBFest diharapkan dapat menjadi salah satu wadah yang mendorong lahirnya entrepreneur muda sekaligus memperkuat perkembangan brand lokal Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395

Zyrex APEX menghadirkan 128GB unified memory dan performa AI hingga 126 TOPS untuk mendukung komputasi AI secara lokal.

Jakarta, 6 Oktober 2026 – PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk memperluas portofolio solusi
komputasi berbasis artificial intelligence (AI) melalui peluncuran Zyrex
APEX
, AI mini workstation yang dirancang untuk menjalankan berbagai
kebutuhan AI secara lokal.

Peluncuran ini menempatkan Zyrex
sebagai merek Indonesia pertama yang menghadirkan AI mini workstation
berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
, sekaligus memberikan alternatif bagi
perusahaan, pengembang, dan profesional yang membutuhkan performa AI tinggi,
kapasitas memori besar, serta kendali lebih penuh atas data dan infrastruktur
AI mereka.

Mengusung pesan “Data-Center-Class
AI Memory. Desktop-Sized.”
, Zyrex APEX memadukan kapasitas memori besar
untuk beban kerja AI dengan desain desktop yang ringkas. Unified memory sebesar
128GB memberikan ruang bagi pengguna untuk menjalankan large language models
(LLM) secara lokal, sementara kombinasi CPU, GPU, dan NPU menyediakan
akselerasi komputasi untuk berbagai jenis workload AI.

“Dengan Zyrex APEX, kami ingin
membantu perusahaan dan pengembang di Indonesia memanfaatkan teknologi AI
secara lokal dengan kendali yang lebih besar terhadap keamanan dan pengelolaan
data mereka. Kapasitas unified memory yang besar dalam perangkat ringkas ini
memberikan fondasi yang ideal untuk menjalankan model AI secara independen dan
membangun solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis,” ujar Aliudin
Sutedja, Chief Marketing Officer (CMO) Zyrex
.

Zyrex APEX ditujukan untuk berbagai
kebutuhan, mulai dari asisten AI internal, pencarian dan analisis informasi
dari dokumen perusahaan, penyusunan dokumen, hingga pengembangan perangkat
lunak dan coding
.

Perangkat ini juga dapat menjadi
fondasi untuk membangun private Retrieval-Augmented Generation (RAG),
yaitu sistem AI yang mampu memberikan respons berdasarkan basis pengetahuan
internal perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat mengembangkan
sistem AI yang memanfaatkan dokumen dan data internal tanpa harus menjadikan
data tersebut bagian dari layanan AI publik.

Melalui konsep Private Local AI,
model, data, dan proses inferensi dapat disimpan serta dijalankan pada
infrastruktur yang dikelola sendiri. Dalam implementasi yang sepenuhnya lokal,
dokumen perusahaan tidak perlu dikirimkan ke layanan AI berbasis cloud,
sehingga pengguna memiliki kendali lebih besar terhadap penyimpanan,
pemrosesan, serta tata kelola data.

Spesifikasi dan Keunggulan Utama

128GB Unified Memory
Menggunakan memori LPDDR5X-8000 yang dapat
digunakan bersama oleh CPU dan GPU, dengan bandwidth hingga 256GB/s. Kapasitas
ini memberikan ruang untuk menjalankan berbagai model AI berukuran besar secara
lokal.

Hingga 120GB GPU-Accessible Memory
Sebagian besar unified memory dapat dialokasikan
untuk kebutuhan GPU, sehingga memungkinkan perangkat menangani workload LLM
dengan kebutuhan memori besar. Kapasitas aktual bergantung pada sistem operasi,
perangkat lunak, dan konfigurasi alokasi memori yang digunakan.

Hingga 126 TOPS AI Performance
Kemampuan komputasi AI gabungan dari CPU, GPU
Radeon 8060S, dan NPU, dengan kemampuan NPU hingga 50 TOPS. TOPS atau trillion
operations per second
merupakan salah satu metrik yang digunakan untuk
mengukur kemampuan pemrosesan komputasi AI.

16-Core, 32-Thread Zen 5
Didukung prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan 16
core dan 32 thread serta boost clock hingga 5,1GHz untuk pemrosesan data,
multitasking, pengembangan aplikasi, dan workload profesional.

AMD Radeon 8060S Graphics
GPU terintegrasi dengan 40 compute units berbasis
arsitektur RDNA 3.5 untuk akselerasi grafis dan workload AI tanpa memerlukan
GPU diskret tambahan.

Private Local AI
Memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk
mengelola model AI, data, software stack, serta perangkat keras secara mandiri
di lingkungan internal.

Compact & Efficient
CPU, GPU, dan NPU terintegrasi dalam mini
workstation berukuran sekitar 200 × 69,5 × 226 mm, memberikan kemampuan
komputasi AI dalam form factor yang ringkas sekaligus mengurangi kebutuhan
terhadap komponen tambahan.

Zyrex APEX dilengkapi SSD NVMe 1TB
dan tiga slot M.2 NVMe untuk kebutuhan ekspansi penyimpanan. Dari sisi
konektivitas, perangkat menyediakan USB4, HDMI, serta dua port Ethernet 10GbE
dan mendukung penggunaan hingga empat layar.

Platform ini mendukung Windows 11
dan Linux
, sehingga pengguna dapat memilih sistem operasi dan software
stack yang sesuai dengan kebutuhan implementasi AI mereka.

Untuk
penggunaan large language models, Zyrex APEX dirancang untuk menangani berbagai
model AI mulai dari kelas 7B hingga 32B parameter, serta model berukuran
lebih besar hingga sekitar 120B parameter, termasuk model seperti GPT-OSS
120B
, dengan konfigurasi quantization dan software inference yang sesuai.

Kemampuan dan performa aktual dapat
berbeda tergantung pada arsitektur model, tingkat quantization, panjang context
window, inference engine, sistem operasi, serta konfigurasi memori yang
digunakan.

Melalui kehadiran Zyrex
APEX, Zyrex memperluas pilihan solusi komputasi AI lokal bagi perusahaan,
pengembang, dan profesional di Indonesia yang membutuhkan kapasitas memori
besar, perangkat ringkas, serta kendali lebih besar atas data dan infrastruktur
AI. Peluncuran ini sekaligus memperkuat langkah Zyrex dalam memperluas
portofolio perangkat dan solusi komputasi yang mendukung kebutuhan AI di
Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

CX100 menempatkan pengalaman masyarakat sebagai bagian penting dalam menilai kualitas layanan BUMN melalui aspek effectiveness, ease, dan emotion. Penilaian ini dapat diperkuat melalui survey kepuasan pelanggan untuk memahami persepsi dan tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan.

Namun, angka kepuasan belum selalu menjelaskan di mana masalah terjadi dan apa penyebabnya. Di sinilah mystery shopping melengkapi survey dengan melihat langsung bagaimana layanan diberikan, mulai dari kejelasan informasi, respons petugas, hingga konsistensi pengalaman di lapangan.

Kolaborasi survey kepuasan pelanggan dan mystery shopping membantu perusahaan menghubungkan apa yang dirasakan pelanggan dengan apa yang benar-benar terjadi dalam proses layanan, sehingga insight dapat diterjemahkan menjadi perbaikan yang lebih tepat sasaran.

Penilaian pelanggan dapat membantu BUMN menentukan
perbaikan yang manfaatnya terasa dalam layanan sehari-hari.

JAKARTA, OKTOBER
2026 —
Mengurus layanan bank, naik kereta, membayar listrik, atau mengirim
barang adalah bagian dari keseharian masyarakat. Dalam setiap urusan itu, orang
berharap kebutuhannya terpenuhi tanpa harus melewati proses yang membingungkan.
Ketika ada masalah, mereka ingin mendapat bantuan yang jelas.

Harapan tersebut
menjadi perhatian Danantara Indonesia melalui program Danantara Indonesia
CX100. Sebagai bagian dari komitmen “Melayani Sepenuh Hati”, program ini
mengukur kualitas pengalaman pelanggan BUMN dengan menempatkan perspektif
masyarakat sebagai pengguna layanan dalam penilaian.

Tujuannya adalah
memberikan tolak ukur bagi BUMN untuk memperkuat kualitas pelayanan. Pengalaman
pelanggan melengkapi indikator bisnis dan operasional, sehingga perusahaan
dapat melihat bagaimana layanan yang mereka sediakan dirasakan oleh orang yang
menggunakannya.

Menurut
penjelasan Danantara di laman resminya, CX100 juga diarahkan untuk mengenali
praktik pelayanan terbaik dan mendorong budaya pelayanan yang berorientasi pada
pelanggan di lingkungan BUMN.

Apa yang Dinilai, dan untuk
Siapa Manfaatnya?

Penilaian CX100 bertumpu pada tiga pilar:
effectiveness atau ketepatan, ease atau kemudahan, dan emotion atau kenyamanan.
Ketiganya melihat apakah layanan memenuhi kebutuhan pelanggan, mudah diakses
dan digunakan, serta memberi pengalaman yang nyaman.

Gambaran
sederhananya bisa terlihat saat seseorang mengurus keluhan. Ia membutuhkan solusi yang tepat, prosedur yang dapat diikuti, dan
petugas yang mendengarkan. Balasan
cepat tentu membantu, tetapi urusannya belum selesai bila ia tetap tidak tahu
harus melakukan apa.

Dalam laman program CX100, pengumpulan data
mencakup polling, survei daring, wawancara langsung, in-depth interview, focus
group discussion
dan mystery shopping. Pendekatan yang beragam ini memberi
ruang untuk menjaring penilaian publik sekaligus menelusuri pengalaman layanan
dari beberapa sudut.

Bagi BUMN, hasil pengukuran dapat menjadi
bahan untuk menentukan bagian layanan yang perlu mendapat perhatian. Misalnya,
keluhan tentang persyaratan yang tidak jelas dapat mendorong pembenahan
informasi. Kesulitan saat berpindah kanal layanan dapat menjadi alasan untuk
memperbaiki alur penanganan pelanggan.

Adanya tolak ukur bersama juga membuka
kesempatan bagi BUMN untuk belajar dari praktik pelayanan yang baik. Dengan
begitu, evaluasi dapat digunakan sebagai bahan kerja oleh manajemen dan tim
layanan, lalu diperiksa kembali dalam pengukuran berikutnya.

Manfaat akhirnya diharapkan sampai kepada
masyarakat: informasi lebih mudah dipahami, proses lebih sederhana, dan keluhan
ditangani dengan lebih baik. Perubahan seperti itu berarti pelanggan tidak
perlu bolak-balik atau menghabiskan waktu untuk mencari jawaban yang seharusnya
tersedia.

Namun, manfaat tersebut bergantung pada
tindak lanjutnya. Mengetahui
pelanggan merasa kesulitan baru memberi petunjuk awal. Perusahaan masih perlu
mencari tahu di mana kesulitan itu muncul dan apa penyebabnya.

Menelusuri Pengalaman di Balik
Penilaian

Bayangkan
pelanggan mendapat jawaban yang berbeda dari pusat layanan dan kantor cabang.
Survei mungkin merekam ketidakpuasannya, tetapi untuk membenahi masalah,
perusahaan perlu memeriksa informasi yang diberikan petugas, panduan yang
digunakan, dan alur komunikasi antarbagian.

Kebutuhan untuk
menelusuri pengalaman secara lebih rinci inilah yang menjadi fokus Evaluate
Indonesia
. Melalui riset pelanggan dan evaluasi layanan, Evaluate membantu
perusahaan menghubungkan masukan pelanggan dengan pelaksanaan pelayanan di
lapangan.

“Kepuasan
pelanggan merupakan hasil dari pengalaman yang mereka rasakan. Karena itu,
perusahaan perlu memahami pengalaman tersebut secara nyata, bukan hanya melihat
hasil akhirnya melalui angka kepuasan,” ujar Ridhaka Mathlubi, Project
Director,
Evaluate Indonesia.

Salah satu
pendekatannya adalah dengan metode mystery shopping, dimana evaluator terlatih
atau yang dikenal dengan istilah mystery shopper menjalani skenario sebagai
pelanggan untuk mengamati kejelasan informasi, respons petugas, waktu tunggu,
hingga penanganan komplain. Pengamatan ini dapat
melengkapi survei yang menangkap persepsi pelanggan.

Evaluasi juga bisa dilakukan melalui
telepon dan kanal digital, termasuk ketika pelanggan berpindah dari kanal
komunikasi daring ke kantor cabang. Perusahaan dapat memeriksa apakah informasi
tetap konsisten dan apakah pelanggan harus mengulang ceritanya setiap kali
berbicara dengan petugas yang berbeda.

Temuan tersebut kemudian dapat menjadi
dasar untuk memperbaiki alur layanan, memperbarui panduan operasional, atau
menentukan kebutuhan pelatihan. Pengukuran berkala akan membantu perusahaan
agar dapat melihat apakah perbaikan yang dilakukan sudah mengurangi hambatan
yang sebelumnya dirasakan pelanggan.

Bagi BUMN maupun perusahaan swasta, hal ini
membutuhkan perhatian yang berkelanjutan karena prosedur berubah, kanal layanan
bertambah, dan kebutuhan pelanggan ikut berkembang. Evaluasi ini membantu tim
menjaga agar pelayanan sehari-hari tetap sesuai dengan kebutuhan tersebut.

CX100 memberi dorongan untuk mendengarkan
pengalaman masyarakat. Pekerjaan selanjutnya adalah memastikan suara itu sampai
kepada pihak yang dapat melakukan perbaikan, sehingga pelanggan merasakan
perbedaannya saat kembali menggunakan layanan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

MEDAN — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Regional 2 membuka akses edukasi lapangan di Kebun Adolina bagi 126 pekebun sawit asal Kabupaten Simalungun yang mengikuti Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang digelar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)–PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) di Medan pada 13–19 September 2026.

Kunjungan ke Kebun Adolina menjadi sarana untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh peserta selama pelatihan dengan praktik tata kelola dan budidaya perkebunan secara langsung di lapangan, guna mempercepat peningkatan produktivitas kebun rakyat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai penguatan kapasitas pekebun menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas sawit rakyat.

“Peningkatan produktivitas harus dibangun melalui penguatan kapasitas pekebun, penerapan praktik budidaya yang tepat, serta pembelajaran langsung dari tata kelola perkebunan yang telah berjalan secara terukur.”

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, M. Yusuf Lubis, menekankan pentingnya memastikan kualitas bahan tanam sejak awal karena kesalahan memilih bibit dapat berdampak panjang terhadap produktivitas kebun.

“Jangan tanam sekarang, lima tahun kemudian baru tahu hasilnya gagal. Sudah capek menunggu bertahun-tahun, hasilnya tidak memuaskan,” ujar Yusuf.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi pekebun sawit rakyat Simalungun yang saat ini menghadapi kesenjangan produktivitas. Kebun swadaya di daerah tersebut umumnya menghasilkan sekitar 12–15 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, sementara perkebunan perusahaan mampu mencapai rata-rata hingga 24 ton TBS per hektare per tahun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, menyebut luas perkebunan sawit rakyat di wilayahnya mencapai 38.905,5 hektare dengan total produksi sekitar 317.771 ton TBS. Besarnya areal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas, tanpa harus memperluas tutupan lahan, berpotensi memberikan dampak terhadap peningkatan produksi sekaligus perekonomian masyarakat.

“Produktivitas perkebunan swadaya selama ini selalu lebih rendah dibandingkan perusahaan. Inilah yang harus kita ubah,” tegas Jenri.

Ia mendorong pekebun menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara konsisten, termasuk melalui pemupukan berimbang, pengendalian gulma, pemantauan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan perawatan kebun secara rutin.

Penguatan kapasitas tersebut selanjutnya diperkuat melalui pembelajaran lapangan di Kebun Adolina PTPN IV Regional 2. Para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana tata kelola dan standar operasional perkebunan diterapkan dalam pengelolaan kebun, sehingga materi pelatihan tidak berhenti pada pemahaman teoritis tetapi dapat dibandingkan dengan kondisi kebun rakyat masing-masing.

Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara dan PTPN Group, PTPN IV PalmCo terus membuka ruang kolaborasi yang menghubungkan pengalaman pengelolaan perkebunan perusahaan dengan kebutuhan pekebun rakyat. Jatmiko menegaskan bahwa kolaborasi antara perusahaan, lembaga riset, pemerintah, dan pekebun dapat menjadi ruang untuk mempercepat transfer pengetahuan sekaligus memperkuat ekosistem perkebunan sawit rakyat.

“Kami ingin pengetahuan dan praktik yang dipelajari dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing kebun, sehingga peningkatan produktivitas benar-benar terlihat dalam keberjalanan pengelolaan kebun petani.”

Penguatan produktivitas juga diarahkan pada pemanfaatan program pemerintah, termasuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan bantuan sarana produksi. Dengan dukungan bahan tanam yang legal dan berkualitas, penerapan GAP, serta pembelajaran langsung dari kebun perusahaan, pekebun diharapkan memiliki referensi yang lebih konkret untuk memperbaiki praktik budidaya di kebun masing-masing.

Keberadaan Kebun Adolina sebagai ruang pembelajaran lapangan memperkuat peran PTPN IV PalmCo, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara/ PTPN Group, dalam membangun konektivitas antara praktik perkebunan perusahaan dan kebutuhan pekebun rakyat. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan dapat memperkuat efisiensi, keberlanjutan kebun, dan kesejahteraan pekebun dalam jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Info Daop 2 Bd

Selasa, 6 Oktober 2026

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Bandung (Jawa Barat), 6 Oktober 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan bahwa keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab PT KAI, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sekitar jalur rel dan pengguna jalan yang melintasi perlintasan sebidang.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa jalur rel kereta api merupakan area yang harus steril dari berbagai aktivitas masyarakat yang tidak berkaitan dengan operasional perjalanan kereta api. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta memastikan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman, selamat, dan lancar.

“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab kita bersama. PT KAI terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keselamatan perjalanan KA, namun upaya tersebut harus didukung oleh masyarakat dengan tidak melakukan aktivitas di jalur rel serta mematuhi seluruh ketentuan keselamatan saat berada di sekitar jalur kereta api,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menjelaskan, ketentuan mengenai jalur kereta api sebagai ruang yang diperuntukkan bagi operasional perkeretaapian telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Oleh karena itu, masyarakat dilarang memasuki, beraktivitas, maupun menggunakan area jalur rel untuk kepentingan selain yang berkaitan dengan operasional kereta api.

“Jalur rel bukan merupakan tempat untuk beraktivitas, bermain, berkumpul, maupun melakukan kegiatan lainnya. Selain membahayakan diri sendiri, keberadaan masyarakat di jalur rel juga dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar jalur kereta api tetap steril,” tegas Kuswardojo.

Data KAI Daop 2 Bandung menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga September 2026 telah terjadi 38 kejadian KA tertemper orang dan 14 kejadian KA tertemper kendaraan, baik yang terjadi di jalur rel maupun di perlintasan sebidang. Dari berbagai kejadian tersebut tercatat 34 orang meninggal dunia dan 12 orang mengalami luka-luka. Selain itu, terdapat 9 kejadian kendaraan menemper palang pintu perlintasan.

Menurut Kuswardojo, angka tersebut menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan tidak dapat hanya mengandalkan petugas maupun sarana prasarana perkeretaapian. Kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan keselamatan dan berlalu lintas menjadi bagian penting dalam mewujudkan perjalanan kereta api yang aman dan lancar.

“Kami sangat prihatin dengan masih terjadinya kejadian KA tertemper orang maupun kendaraan. Setiap kejadian memiliki risiko yang sangat besar, bukan hanya bagi pengguna jalan atau masyarakat yang berada di sekitar jalur rel, tetapi juga bagi perjalanan kereta api dan seluruh pengguna jasa KA di dalamnya,” kata Kuswardojo.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, KAI Daop 2 Bandung secara rutin melaksanakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang bersama stakeholder terkait serta komunitas pencinta kereta api. Sosialisasi dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya berada di jalur rel serta pentingnya mematuhi aturan ketika melintasi perlintasan sebidang.

Selain di perlintasan, KAI Daop 2 Bandung juga secara aktif melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur rel. Edukasi keselamatan turut menyasar lingkungan sekolah di wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya untuk menanamkan kesadaran keselamatan perkeretaapian sejak usia dini.

“Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Kami tidak hanya menyampaikan pesan keselamatan kepada pengguna jalan di perlintasan, tetapi juga kepada masyarakat di sekitar jalur rel dan para pelajar. Harapannya, pemahaman mengenai bahaya di sekitar jalur kereta api dapat tumbuh menjadi budaya keselamatan di tengah masyarakat,” ungkap Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati ketika melewati perlintasan sebidang, baik perlintasan yang dijaga maupun yang tidak dijaga. Pengguna jalan wajib memperhatikan kondisi sekitar, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Kuswardojo menegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, melainkan salah satu alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Karena itu, pengguna jalan tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dirinya ketika akan melintasi perlintasan sebidang.

“Palang pintu bukan jaminan bahwa pengguna jalan otomatis aman. Keselamatan tetap membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan pengguna jalan. Jangan menerobos ketika palang sudah mulai menutup atau tanda kereta api akan melintas sudah dibunyikan. Berhentilah sejenak sebelum melalui perlintasan, tengok kiri dan kanan, pastikan benar-benar aman, kemudian baru melanjutkan perjalanan,” jelas Kuswardojo.

Untuk memudahkan masyarakat mengingat langkah keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang, KAI Daop 2 Bandung mengajak seluruh pengguna jalan menerapkan “BERTEMAN”, yaitu Berhenti, Tengok Kiri dan Kanan, Pastikan Aman Untuk Melanjutkan Perjalanan.

“BERTEMAN bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi kebiasaan setiap kali masyarakat akan melewati perlintasan sebidang. Mari kita bersama-sama menciptakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan seluruh pengguna jalan,” tutup Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Vulnerability management semakin menghadapi tantangan karena lingkungan enterprise berubah terus-menerus. Ketika assessment dilakukan terlalu jarang, hasil yang diterima tim keamanan dapat segera tertinggal setelah aplikasi, infrastruktur, atau konfigurasi berubah.

Zentara melihat empat perubahan penting dalam pendekatan vulnerability management: assessment on demand, prioritisasi berdasarkan exploitability, output yang langsung terhubung ke workflow, dan penggunaan tenaga ahli untuk melakukan validasi mendalam.

Melalui AVAS, komponen lingkungan enterprise dapat dipindai secara paralel. Menurut Zentara, full enterprise assessment dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit. Hal tersebut memungkinkan assessment dilakukan setelah release besar, perubahan infrastruktur, atau ketika vulnerability kritis baru dipublikasikan.

Prioritas juga tidak hanya ditentukan oleh CVSS. AVAS menggunakan sinyal exploitability, informasi threat feed, status known-exploited vulnerability, peran aset dalam bisnis, dan sinyal predictive modelling untuk membantu menentukan temuan yang perlu mendapat perhatian.

Pendekatan tersebut menempatkan vulnerability assessment platform sebagai bagian dari vulnerability assessment services, bukan sebagai pengganti validasi manusia.

Automation dapat membantu menemukan dan memprioritaskan kerentanan, tetapi pembuktian dampak tetap membutuhkan pengujian manual. Dalam praktiknya, certified testers dapat melakukan exploitation dan lateral movement dalam scope yang telah diotorisasi untuk membuktikan bagaimana sebuah rangkaian kelemahan dapat memengaruhi aset penting.

Dengan assessment yang lebih cepat dan output yang dapat dihubungkan ke SOC, SIEM, serta DevSecOps, vulnerability management dapat bergerak dari proyek berkala menjadi proses yang lebih berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Oleh *Satish Chandra Misra

JAKARTA — Pada 7 Oktober 2001, Narendra Modi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Ketua Menteri Gujarat. Dua puluh lima tahun kemudian, ia masih menjabat sebagai kepala pemerintahan, pertama di Gandhinagar dan sejak Mei 2014 di New Delhi, di mana masa jabatannya tidak pernah terputus. Sangat sedikit negara demokrasi yang memungkinkan keberlanjutan seperti itu. Angela Merkel dan Helmut Kohl masing-masing memimpin Jerman selama enam belas tahun. Lee Kuan Yew memimpin Singapura selama tiga puluh satu tahun dan Mahathir Mohamad memimpin Malaysia selama dua puluh dua tahun pada masa jabatan pertamanya, keduanya di negara yang jauh lebih kecil. 

Masa jabatan Perdana Menteri Modi telah melalui berbagai pemilihan umum yang berulang, pertama di tingkat negara bagian dan kemudian di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa. Sepanjang kepemimpinan Perdana Menteri Modi, kedudukan India di tingkat global terus meningkat, memelopori penyampaian kebutuhan dan aspirasi kawasan Global South, serta terlibat aktif dalam isu-isu kompleks terkait teknologi, kesehatan, iklim, dan pertukaran pengetahuan. India telah mengedepankan filosofi “Vasudhaiva Kutumbakam” serta kekuatan hubungan budaya, pengetahuan, dan perdagangan masa lampau sebagai kontribusi nyata bagi dunia abad ke-21 yang penuh tantangan. 

Memperluas Agenda Global

Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Modi, India memegang Presidensi G20 dari 1 Desember 2022 hingga 30 November 2023 dengan tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Satu Masa Depan”. Presidensi sebelum-sebelumnya sebagian besar mengelola agenda negara-negara ekonomi terbesar. India bertekad mengubah siapa saja yang duduk di meja perundingan. 

KTT New Delhi pada September 2023 resmi menerima Uni Afrika sebagai anggota tetap. Benua yang terdiri dari 55 negara tersebut sebelumnya tidak memiliki keterwakilan. Secara luar biasa, Deklarasi Para Pemimpin berhasil disahkan secara konsensus. Indonesia telah berhasil melewati ujian serupa setahun sebelumnya di Bali. Delhi mengikuti preseden tersebut, yang kemudian dilanjutkan oleh Brasil pada tahun 2024 dan Afrika Selatan pada tahun 2025, menjadikan G20 dipegang oleh empat negara ekonomi berkembang secara berturut-turut. 

Dimensi maritim diplomasi India terus berkembang seiring meluasnya agenda Global South. Konsep SAGAR, yang diumumkan pada tahun 2015, berkembang menjadi MAHASAGAR di Mauritius pada Maret 2025 dengan dukungan penempatan kekuatan angkatan laut. Indonesia berada di gerbang timur samudra ini, di mana Selat Malaka, Sunda, dan Lombok menjadi jalur perdagangan bagi kedua negara. Konsep Poros Maritim Dunia milik Jakarta dan SAGAR milik New Delhi muncul dalam rentang waktu satu tahun satu sama lain, dan pada tahun 2018 kedua pemerintah menandatangani Visi Bersama tentang kerja sama maritim di Indo-Pasifik. 

Bagi Indonesia, relevansi hal ini sangat langsung. Jakarta dan New Delhi sama-sama menegaskan pentingnya otonomi strategis. Selama masa jabatan PM Modi, Kemitraan Strategis Komprehensif yang disepakati saat kunjungan beliau ke Jakarta pada tahun 2018 memberikan struktur formal bagi konvergensi tersebut. Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan pada Hari Republik India pada Januari 2025, di bulan yang sama saat Indonesia resmi bergabung dengan BRICS, dan kepemimpinan India di BRICS pada tahun 2026 kembali mempertemukan keduanya dalam satu meja. Penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (local-currency settlement) antar kedua negara turut menekan biaya transaksi.

Prioritas Utama Abad ke-21

Di bawah kepemimpinan PM Modi, India memberikan penekanan kuat pada diplomasi teknologi abad ke-21 yang bertumpu pada infrastruktur publik digitalnya: trinitas JAM (akun Jan Dhan, identitas Aadhaar, dan konektivitas seluler), serta Unified Payments Interface (UPI), yang memproses hampir separuh dari volume pembayaran real-time dunia. Standar pembayaran QRIS di Indonesia menerapkan logika yang sama. Inisiatif TRUST (Transforming the Relationship Utilizing Strategic Technology) bersama Amerika Serikat serta EU Trade and Technology Council dibangun di atas fondasi ini. 

Perjanjian dengan Mauritius pada tahun 2021, UEA dan Australia pada tahun 2022, Britania Raya pada tahun 2025, serta Uni Eropa pada tahun 2026 telah membuka akses pasar di seluruh Afrika, Teluk, Pasifik, dan Eropa.

Mineral kritis menjadi bagian dari strategi yang sama. Di bawah arahan Perdana Menteri Modi, Khanij Bidesh India Ltd telah mengamankan kesepakatan dengan Argentina, Australia, dan Cile, serta India meluncurkan National Critical Mineral Mission pada tahun 2025. Indonesia menambang lebih dari separuh nikel dunia. India membutuhkan pasokan yang aman dan Indonesia menginginkan investasi hilirisasi serta mitra teknologi. Keselarasan ini sangat jelas, meskipun ketentuan mengenai akses, pengolahan, dan harga masih harus dinegosiasikan. 

Iklim, Kesehatan, dan Budaya

Inisiatif India di bidang-bidang krusial ini tetap mengagumkan. Ambil contoh isu iklim. India meluncurkan International Solar Alliance bersama Prancis pada tahun 2015. India juga turut mendirikan Coalition for Disaster Resilient Infrastructure pada tahun 2019 dan Global Biofuels Alliance pada tahun 2023. Pada tahun 2025, energi non-fosil telah mencapai 50 persen dari total kapasitas daya terpasang; lima tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan. Angka ini terus meningkat pada tahun 2026. 

Di bidang kesehatan, hasilnya tidak kalah impresif. Selama pandemi Covid-19, di bawah kepemimpinan luar biasa Perdana Menteri Modi, melalui diplomasi vaksin (Vaccine Maitri), India memasok vaksin ke negara-negara mitra, dan WHO Global Traditional Medicine Centre resmi dibuka di Jamnagar pada tahun 2022. Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional pada tahun 2014 dengan rekor jumlah negara pendukung (co-sponsors). India juga aktif memperjuangkan pengembalian benda-benda bersejarah era kolonial, sebuah pemulihan yang memiliki nilai moral bagi setiap negara yang memiliki sejarah penjajahan, termasuk Indonesia. 

Pertukaran Pengetahuan dan Penanggulangan Krisis

Kemitraan mobilitas tenaga kerja, yang dimulai dengan Prancis pada tahun 2018, kini mencakup Britania Raya, Jerman, Portugal, Australia, Austria, Italia, dan Denmark. India memiliki angkatan kerja muda di saat banyak negara mitra mengalami penuaan populasi. Jalur kredit, hibah, dan pelatihan dari India telah menjangkau lebih dari 160 negara. Kampus baru Universitas Nalanda di Rajgir dibuka pada Juni 2024 dengan 18 negara mitra, serta Indian Institutes of Technology (IIT) cabang Madras dan Delhi membuka kampus di Zanzibar dan Abu Dhabi. 

Sepanjang masa jabatan Perdana Menteri Modi, India telah membangun reputasi sebagai pihak yang sigap hadir saat bencana melanda melalui Operasi Maitri, Dost, Sadbhav, Brahma, dan Sagar Bandhu. Pasca gempa bumi dan tsunami Sulawesi pada tahun 2018, kapal-kapal Angkatan Laut India membawa bantuan ke Sulawesi Tengah di bawah Operasi Samudra Maitri. Misi Vande Bharat berhasil memulangkan lebih dari tujuh juta orang selama pandemi, dan evakuasi dari wilayah konflik kerap kali turut mengangkut warga negara lain. 

Indonesia dan India: Kedekatan Berbasis Budaya

Kedua negara berbagi samudera yang sama, warisan peradaban kuno yang majemuk, tatanan demokratis yang harus memenuhi kebutuhan populasi yang besar dan beragam, serta preferensi terhadap dunia multipolar di mana ASEAN tetap memegang peranan penting. 

Di balik kedekatan ini, tantangan masih ada dalam menyeimbangkan arus perdagangan. Perdagangan bilateral mencapai puluhan miliar dolar, yang surplus bagi Indonesia, didominasi oleh batu bara dan minyak kelapa sawit. Mengalihkannya ke barang manufaktur, jasa, pembayaran digital, dan mineral olahan merupakan tugas bagi pelaku usaha dan regulator, sebagaimana halnya bagi pemerintah. Sektor keuangan, energi, mineral, sistem digital, dan kelautan dapat terus maju tanpa harus menunggu KTT berikutnya. 

Warisan Kepemimpinan Modi

Dua puluh lima tahun menjabat dalam pemerintahan adalah pencapaian yang langka dalam negara demokrasi mana pun. Di India, hal tersebut mendekati sebuah keajaiban. Jumlah pemilih terdaftar mencapai 980 juta orang pada pemilu 2024; dengan 646 juta pemilih memberikan suara. Media di India sangat beragam, multibahasa, dan kritis; lembaga peradilannya tegas; dan setiap pemilu di tingkat negara bagian sekaligus menjadi tolok ukur penilaian terhadap pemerintah pusat. 

Periode ini juga diwarnai gejolak yang tidak biasa. Profil pemilih mengalami perubahan selama masa kepemimpinannya. Generasi baru, yang tumbuh bersama ponsel pintar dan ekspektasi yang kian tinggi, mulai masuk dalam daftar pemilih. Pada saat yang sama, tatanan ekonomi dan politik global ditata ulang: pandemi, perang di Eropa, gangguan rantai pasok, serta tekanan pada lembaga-lembaga multilateral. Krisis-krisis tersebut bisa saja menjatuhkan pemimpin lain. Namun Perdana Menteri Modi berhasil melewati setiap krisis tersebut dan tampil semakin tangguh. Ia dengan cepat meraih reputasi, baik di dalam maupun di luar negeri, sebagai sosok yang berkarisma sekaligus penggerak yang tidak tergoyahkan, yang fokus sepenuhnya pada tujuan mewujudkan India sebagai negara maju pada tahun 2047, saat peringatan satu abad kemerdekaan India. 

Ia telah memegang jabatan selama dua puluh lima tahun tanpa ada tuduhan korupsi pribadi yang terbukti dan tanpa upaya membangun dinasti politik. Dalam budaya politik di mana suksesi keluarga adalah hal umum, hal ini saja sudah menjadikan Modi sebuah pengecualian Jika digabungkan, faktor-faktor di atas tidak hanya melahirkan satu warisan kepemimpinan saja, melainkan beberapa sekaligus: sebuah pencapaian yang patut dibanggakan baik oleh Modi maupun India. 

*Satish Chandra Mishra adalah Direktur Eksekutif Arthashastra Institute Indonesia

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Bagi Nurma Satria dan suaminya, Eka Hitami Tanjung, menjaga satu sama lain bukan sekadar ucapan. Pasangan asal Medan ini mewujudkannya lewat keputusan nyata, termasuk mempersiapkan perlindungan kesehatan dan finansial keluarga.

Nurma telah menjadi Peserta Prudential Syariah sejak 2013. Keputusannya memilih perlindungan berbasis syariah berangkat dari keyakinan yang ia pegang. Bagi keduanya, keputusan itu menjadi ikhtiar untuk menghadapi saat-saat kritis tanpa membuat kondisi keuangan keluarga ikut terguncang.

“Kami sadar risiko tidak bisa diprediksi. Karena itu perlindungan harus disiapkan jauh sebelum dibutuhkan, bukan saat sudah terjadi apa-apa,” ujar Eka.

Makna perlindungan itu terasa nyata ketika keduanya berlibur bersama teman-teman ke Penang, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Langkawi. Tiket menuju Langkawi sudah di tangan ketika Nurma tiba-tiba merasakan nyeri di dada.

“Kalau sedang sakit, liburan juga tidak bisa dinikmati sepenuhnya. Jadi kami memilih berobat lebih dulu,” kata Eka.

Mereka membatalkan rencana dan mendatangi rumah sakit di Penang. Nurma menjalani sejumlah pemeriksaan jantung, tes laboratorium, kateterisasi, hingga rawat inap. Karena kondisinya mendesak, biaya perawatan dibayarkan terlebih dahulu untuk kemudian diajukan melalui proses reimbursement. Dari beberapa kali perawatan yang dijalaninya, total manfaat yang Nurma terima mencapai hampir Rp100 juta.

“Alhamdulillah, prosesnya cepat. Disampaikan maksimal 14 hari kerja, tetapi sekitar lima hari sampai satu minggu manfaatnya sudah masuk,” tutur Nurma.

Dalam proses tersebut, tenaga pemasar mendampingi Nurma menjelaskan tahapan dan dokumen yang dibutuhkan. Bagi keluarga yang sedang menghadapi risiko kesehatan, pendampingan seperti itu membuat mereka tidak perlu mengurus semuanya sendirian.

Pengalaman itu mempertegas arti perlindungan bagi Nurma dan Eka. Menurut mereka, risiko dapat datang ketika kondisi keuangan tidak selalu siap. Perlindungan membantu menjaga bukan hanya kesehatan, tetapi juga kestabilan ekonomi rumah tangga, sehingga keluarga dapat mengambil keputusan dengan lebih tenang.

“Dengan asuransi, kami merasa lebih nyaman secara keuangan. Ketika sakit, kami bisa fokus pada perawatan dan prosesnya juga dimudahkan,” ujar Eka.

Bagi Nurma dan Eka, keputusan memiliki perlindungan merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir dan saling menjaga. Di sanalah janji untuk menjaga yang berarti menemukan maknanya.

Ikhtiar tersebut juga membawa semangat tolong-menolong atau ta’awun antarsesama Peserta melalui dana tabarru’. Dengan demikian, perlindungan tidak hanya menjadi langkah untuk menjaga diri dan keluarga, tetapi juga bagian dari kepedulian bersama kepada Peserta lain yang sedang membutuhkan.

Vivin Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, mengatakan, “Perlindungan sering baru terasa maknanya ketika risiko benar-benar datang. Tugas kami adalah memastikan di momen itu Peserta tidak sendirian dan tidak perlu memilih antara kesehatan dan kondisi keuangan keluarganya. Ketika seseorang menyiapkan perlindungan bagi yang nomor satu di hatinya, di situlah kami hadir, melindungi yang paling berarti bagi kamu, agar setiap janji bisa jadi nyata.”

Saat ditanya siapa yang paling ingin mereka lindungi, Nurma dan Eka memberikan jawaban yang sama, yakni pasangan masing-masing. Jawaban sederhana itu merangkum perjalanan mereka. Karena yang nomor satu di hati layak dijaga, janji untuk selalu melindungi pun diwujudkan sejak hari ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES