Optimalkan Kondisi Perkerasan Jalan, PT JMTM Lakukan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi di Tol Semarang

Semarang, 4 Oktober 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) melaksanakan pekerjaan preservasi jalan berupa Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) serta rekonstruksi rigid di Ruas Tol Semarang. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan tol guna mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.

Pekerjaan SFO dijadwalkan berlangsung pada 5–11 Oktober 2026, sementara pekerjaan rekonstruksi rigid dilaksanakan pada 1–19 Oktober 2026. Selama pekerjaan berlangsung, akan dilakukan pengaturan lalu lintas secara situasional dengan penutupan lajur pada titik pekerjaan.

Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, Suchandra P. Hutabarat, menyampaikan bahwa pekerjaan preservasi jalan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas infrastruktur dan memastikan pelayanan jalan tol tetap optimal.

“Pekerjaan preservasi ini merupakan upaya berkelanjutan kami untuk menjaga kualitas dan keandalan jalan tol, sehingga dapat memberikan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan. Kami juga berupaya memastikan seluruh pekerjaan terlaksana sesuai dengan standar yang ditetapkan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” ujar Suchandra.

Adapun jadwal dan lokasi pekerjaan preservasi jalan di Ruas Tol Semarang adalah sebagai berikut:

1. Pekerjaan Scrapping, Filling, and Overlay (SFO)

Periode: 5–11 Oktober 2026

📍 Senin, 5 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi C, KM 435+636 s.d. KM 435+465.

* Jalur/Lajur: Jalur B/L1.

* Waktu pekerjaan: Pukul 18.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.

📍 Selasa, 6 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi A, KM 427+686 s.d. KM 427+821 dan Seksi C, KM 436+648 s.d. KM 436+864.

* Jalur/Lajur: Jalur A/L1.

* Waktu pekerjaan: Pukul 18.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.

📍 Rabu, 7 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi B, KM 428+912 s.d. KM 429+066.

* Jalur/Lajur: Jalur A/L2.

* Waktu pekerjaan: Pukul 18.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.

📍 Kamis, 8 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi B, KM 429+066 s.d. KM 429+221.

* Jalur/Lajur: Jalur A/L2.

* Waktu pekerjaan: Pukul 18.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.

📍 Jumat, 9 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi B, KM 429+221 s.d. KM 429+376.

* Jalur/Lajur: Jalur A/L2.

* Waktu pekerjaan: Pukul 18.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.

📍 Sabtu, 10 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi C, KM 434+784 s.d. KM 434+921.

* Jalur/Lajur: Jalur A/L1.

* Waktu pekerjaan: Pukul 18.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.

2. Pekerjaan Rekonstruksi Rigid

Periode: 1–19 Oktober 2026

📍 Kamis, 1 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi A, KM 420+460 s.d. KM 420+535.

* Jalur/Lajur: Jalur A/L2.

* Waktu pekerjaan: Pukul 09.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB.

📍 Sabtu, 3 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi B, KM 432+684 s.d. KM 428+494.

* Jalur/Lajur: Jalur B/BL.

* Waktu pekerjaan: Pukul 09.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Senin, 19 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB.

📍 Senin, 5 Oktober 2026

* Lokasi: Seksi A, KM 427+736 s.d. KM 421+821.

* Jalur/Lajur: Jalur A/L1.

* Waktu pekerjaan: Pukul 00.00 WIB.

* Lalu lintas dibuka kembali: Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB.

PT JMTM mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan diharapkan menjaga jarak aman, mengatur kecepatan kendaraan, serta mengantisipasi waktu perjalanan dengan memperhatikan jadwal pekerjaan yang telah diinformasikan.

Informasi lalu lintas terkini di jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 133 dan aplikasi Travoy yang tersedia untuk pengguna iOS dan Android.

Melalui pelaksanaan pekerjaan preservasi ini, PT JMTM terus berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur jalan tol dan meningkatkan keandalan layanan demi mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Managed SOC Semakin Dibutuhkan untuk Memperkuat Deteksi dan Respons Ancaman Siber 24/7

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Ancaman siber tidak mengikuti jam kerja. Ketika tim IT sedang tidak bertugas, infrastruktur perusahaan tetap dapat menghadapi serangan, sementara log dan alert keamanan terus muncul dari endpoint, jaringan, cloud, aplikasi, dan perangkat yang terhubung.

Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak cukup hanya memiliki perangkat keamanan. Mereka juga membutuhkan kemampuan untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang digunakan perusahaan adalah Managed Security Operations Center atau Managed SOC.

Managed SOC memungkinkan fungsi Security Operations Center dijalankan oleh provider keamanan sebagai perpanjangan dari tim internal. Cakupannya dapat meliputi monitoring 24/7, threat detection, alert triage, incident analysis, incident response, threat hunting, dan security reporting.

Zentara mengoperasikan Managed SOC dengan certified analyst coverage 24/7. Halaman layanan Zentara menyebut P1 response SLA 15 menit dan P1 containment SLA 2 jam. Operasi tersebut menggunakan platform ZX dengan kemampuan SIEM, behavioral analytics, dan AI-assisted triage.

Dalam model Managed SOC, perusahaan dapat menggunakan operasi keamanan yang dikelola provider tanpa harus membangun seluruh SOC dari awal. Zentara menyediakan beberapa model delivery, termasuk SOC as a Service, Co-Managed SOC, dan SOC Staff Augmentation.

SOC as a Service merupakan model fully managed, dengan provider menjalankan operasi dari SOC-nya sendiri. Co-Managed SOC membagi tanggung jawab antara tim internal dan provider, misalnya tim internal menangani jam kerja sementara provider menangani coverage di luar jam kerja atau kebutuhan L3. Sementara Staff Augmentation menempatkan certified analysts ke dalam SOC milik pelanggan.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan model operasi berdasarkan kemampuan internal, kebutuhan coverage, dan tingkat kedalaman keahlian yang tersedia. Bagi perusahaan yang sudah memiliki SOC, model co-managed dapat digunakan untuk menutup gap coverage atau specialist depth.

Fungsi Managed SOC tidak berhenti pada monitoring. Incident response membutuhkan proses yang jelas mulai dari preparation, detection and analysis, containment, eradication, hingga recovery. Threat hunting juga dapat dilakukan untuk mencari aktivitas yang mungkin belum menghasilkan alert.

Bagi perusahaan yang membutuhkan coverage berkelanjutan, Managed SOC Services dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas kemampuan security operations tanpa harus membangun seluruh infrastruktur, proses, dan tim secara internal.Efektivitas security operations kemudian dapat dievaluasi melalui metrik seperti waktu deteksi, waktu respons, kualitas triage, coverage telemetry, hasil threat hunting, dan kemampuan perusahaan menutup insiden. Dengan pendekatan tersebut, security operations dapat menjadi bagian dari pengelolaan risiko bisnis secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menaikkan Daya Listrik

Kebutuhan listrik di rumah bisa berubah seiring waktu. Penambahan perangkat elektronik, penggunaan AC, water heater, mesin cuci, atau peralatan rumah tangga lainnya dapat membuat daya listrik yang tersedia terasa semakin terbatas.

Dalam kondisi tertentu, menaikkan daya listrik bisa menjadi salah satu pilihan. Namun, keputusan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan listrik dan kondisi anggaran rumah tangga. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum mengajukan tambah daya.

Apa Itu Tambah Daya Listrik?

Tambah daya listrik adalah layanan untuk meningkatkan kapasitas listrik yang terpasang pada pelanggan PLN. Layanan ini dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan listrik di rumah sudah meningkat dan kapasitas yang tersedia tidak lagi mencukupi.

Sebelum mengajukan perubahan daya, kenali terlebih dahulu pola penggunaan listrik di rumah. Jika kebutuhan meningkat karena adanya beberapa perangkat elektronik baru, menghitung kebutuhan listrik dapat membantu menentukan apakah daya memang perlu dinaikkan.

Kapan Perlu Menaikkan Daya Listrik?

Tidak setiap peningkatan penggunaan listrik berarti harus langsung menaikkan daya. Beberapa kondisi berikut dapat menjadi pertimbangan.

1. Peralatan elektronik semakin banyak

Coba perhatikan perangkat yang digunakan secara bersamaan, seperti AC, kulkas, mesin cuci, microwave, pompa air, dan perangkat elektronik lainnya.

Jika beberapa perangkat sering digunakan dalam waktu yang sama dan kapasitas listrik yang tersedia tidak lagi mencukupi, penambahan daya dapat dipertimbangkan.

2. Ada rencana membeli perangkat dengan kebutuhan listrik lebih besar

Jika dalam beberapa bulan ke depan berencana membeli AC tambahan, kompor listrik, water heater, atau perangkat lainnya, perhitungkan kebutuhan dayanya terlebih dahulu.

Dengan begitu, keputusan menaikkan daya dapat didasarkan pada kebutuhan yang sudah direncanakan, bukan sekadar perkiraan.

3. Pola penggunaan listrik sudah berubah

Kebutuhan listrik rumah dapat berubah ketika jumlah penghuni bertambah atau aktivitas di rumah semakin banyak. Rumah yang sebelumnya lebih sering digunakan pada malam hari, misalnya, bisa memiliki kebutuhan listrik yang berbeda ketika salah satu anggota keluarga mulai bekerja dari rumah.

Karena itu, melihat pola penggunaan listrik secara berkala dapat membantu menentukan apakah kapasitas daya yang tersedia masih sesuai dengan kebutuhan.

Perhatikan Tagihan Listrik Bulanan

Menaikkan daya tidak berarti tagihan listrik otomatis bertambah dalam jumlah tertentu. Besaran tagihan dipengaruhi oleh penggunaan energi listrik serta komponen biaya dan tarif yang berlaku.

Sebelum mengajukan tambah daya, coba cek tagihan listrik bulanan selama beberapa periode terakhir. Perhatikan perubahan jumlah pembayaran dan kaitkan dengan pola penggunaan listrik di rumah.

Bagi pelanggan pascabayar, informasi mengenai tagihan dan penggunaan listrik dapat diakses melalui kanal layanan PLN yang tersedia.

Hitung Kembali Anggaran Bulanan

Setelah mengetahui pola penggunaan listrik, masukkan biaya listrik ke dalam anggaran rumah tangga secara keseluruhan.

Selain listrik, ada pengeluaran lain seperti internet, air, transportasi, kebutuhan rumah tangga, cicilan, hingga kebutuhan rutin lainnya. Dengan melihat seluruh pengeluaran, kamu dapat mengetahui ruang yang tersedia dalam anggaran bulanan.

Keputusan menaikkan daya sebaiknya tetap mempertimbangkan kemampuan mengatur pengeluaran secara rutin.

Cek Tarif dan Ketentuan yang Berlaku

Tarif tenaga listrik tidak hanya berkaitan dengan daya terpasang. PLN menetapkan tarif berdasarkan golongan pelanggan dan ketentuan pemerintah. Untuk golongan tertentu, tarif juga dapat mengalami penyesuaian sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, sebelum mengajukan perubahan daya, cek informasi tarif dan biaya layanan terbaru melalui kanal resmi PLN. Hindari menggunakan nominal dari simulasi atau informasi lama sebagai patokan pembayaran saat ini.

Pertimbangkan Kembali Penggunaan Pinjaman untuk Tagihan Rutin

Tagihan listrik merupakan bagian dari pengeluaran rumah tangga yang perlu diperhitungkan secara berkala. Ketika anggaran sedang terbatas, mencari pinjaman untuk menutup pengeluaran rutin mungkin terlihat sebagai salah satu alternatif.

Namun, pinjaman tetap merupakan kewajiban yang perlu dibayar kembali beserta biaya yang berlaku. Jika kesulitan membayar tagihan terjadi secara berulang, evaluasi kembali anggaran rumah tangga dan penggunaan listrik dapat menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan sebelum menambah kewajiban baru.

Setelah mengetahui kebutuhan dan anggaran, pastikan tagihan listrik dibayar sesuai jadwal. Untuk pelanggan pascabayar, kamu dapat melakukan cek tagihan listrik bulanan terlebih dahulu agar mengetahui jumlah yang perlu dibayarkan.

Bayar Listrik di neobank

Kalau kamu ingin membayar tagihan listrik tanpa berpindah aplikasi, Bayar listrik di neobank dapat dilakukan melalui fitur Tagihan dan Isi Ulang. Selain tagihan PLN, fitur Tagihan & Isi Ulang di neobank juga menyediakan berbagai layanan pembayaran lainnya, seperti BPJS, PDAM, internet, TV kabel, dan pembelian token PLN.

Di aplikasi neobank, pembayaran tagihan listrik tersedia secara online melalui fitur Tagihan & Isi Ulang. Sebelum melakukan pembayaran, periksa kembali detail tagihan yang ditampilkan agar nominal yang dibayarkan sesuai.

***

Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri

Jakarta, 4 Oktober 2026 – Industri aset kripto, termasuk Bitcoin, dan teknologi blockchain dinilai mulai memasuki fase baru yang ditandai dengan percepatan adopsi dan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari perkembangan jaringan blockchain, tetapi juga dari semakin luasnya penerapan teknologi digital pada sektor keuangan.

Pandangan mengenai fase baru pertumbuhan industri kripto sebelumnya disampaikan oleh Founder Cardano, Charles Hoskinson. Ia menilai perkembangan blockchain mulai memasuki periode pertumbuhan eksponensial, seiring dengan semakin luasnya penerapan teknologi seperti blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan tokenisasi.

Hoskinson juga menyoroti perkembangan tokenisasi aset sebagai salah satu indikasi semakin luasnya penggunaan blockchain di sektor keuangan. Tokenisasi memungkinkan berbagai aset tradisional, termasuk saham, mata uang, dan properti, direpresentasikan secara digital di jaringan blockchain.

Blockchain Mulai Bergerak ke Sektor Keuangan

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri kripto mulai bergerak dari sekadar penggunaan aset digital sebagai instrumen perdagangan menuju pemanfaatan teknologi blockchain yang lebih luas.

“Kalau melihat perkembangan industri saat ini, blockchain semakin bergerak dari sekadar teknologi di balik aset kripto menjadi infrastruktur yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan keuangan. Salah satu perkembangan yang paling menarik adalah tokenisasi saham dan ETF, karena teknologi ini membuka kemungkinan baru dalam bagaimana aset keuangan diterbitkan, ditransaksikan, dan diselesaikan,” kata Yudho.

Menurut Yudho, pertumbuhan eksponensial pada teknologi tidak selalu terlihat sejak tahap awal. Adopsi biasanya berlangsung secara bertahap, kemudian dapat meningkat lebih cepat ketika infrastruktur, regulasi, dan kebutuhan pasar mulai menemukan titik temu.

Dalam konteks industri aset digital, ia melihat semakin besarnya keterlibatan institusi keuangan dan perusahaan teknologi sebagai salah satu faktor yang dapat mempercepat proses tersebut.

“Fase berikutnya bukan hanya soal seberapa cepat sebuah blockchain memproses transaksi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat terintegrasi dengan sistem keuangan yang sudah ada. Ketika infrastruktur, regulasi, dan kebutuhan pengguna berkembang secara bersamaan, adopsi blockchain berpotensi meningkat jauh lebih cepat,” ungkap Yudho.

Tokenisasi Jadi Salah Satu Tren Utama

Perkembangan tokenisasi juga menjadi salah satu indikator yang menunjukkan semakin dekatnya hubungan antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem aset digital. Data internal FLOQ menunjukkan nilai ekuitas yang ditokenisasi meningkat dari sekitar US$600 juta pada awal 2025 menjadi sekitar US$3 miliar.

Yudho menilai pertumbuhan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari perubahan struktural dalam industri keuangan, bukan hanya sebagai tren jangka pendek.

“Tokenisasi saham dan ETF menjadi salah satu contoh bagaimana aset digital dapat menjembatani pasar tradisional dengan teknologi blockchain. Ke depan, yang penting bukan hanya pertumbuhan nilainya, tetapi juga bagaimana ekosistem ini membangun standar keamanan, transparansi, kepatuhan, dan pengalaman pengguna yang dapat diterima secara luas,” jelasnya.

Perkembangan AI juga menjadi bagian dari perubahan teknologi yang dapat berdampak pada ekosistem aset digital. Efisiensi model AI yang semakin meningkat berpotensi membuat teknologi tersebut dapat digunakan secara lebih luas, termasuk dalam pengembangan infrastruktur dan layanan keuangan digital.

Tantangan Adopsi dan Regulasi

Menurut Yudho, perkembangan berbagai teknologi secara bersamaan dapat menciptakan ekosistem baru bagi industri aset digital. Namun, pertumbuhan tersebut tetap perlu diikuti dengan kesiapan infrastruktur dan kerangka regulasi.

“Kita sekarang melihat beberapa teknologi berkembang secara bersamaan. Blockchain, AI, dan tokenisasi masing-masing memiliki use case yang berbeda, tetapi ketika semuanya bertemu dengan kebutuhan sektor keuangan, potensi transformasinya menjadi semakin besar. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tetap berjalan dengan tata kelola dan perlindungan konsumen yang kuat,” tutur Yudho.

Ia menambahkan, pertumbuhan industri aset digital di masa mendatang kemungkinan tidak hanya diukur dari kenaikan harga aset kripto, tetapi juga dari semakin luasnya penggunaan teknologi blockchain dalam aktivitas ekonomi dan keuangan sehari-hari.

“Industri ini akan semakin matang ketika blockchain tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat memperdagangkan aset kripto, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi digital. Dari sisi industri, kami melihat perkembangan tersebut sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk terus membangun ekosistem yang aman, transparan, dan sesuai dengan kerangka regulasi,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Zentara Dorong Perusahaan Beralih dari Pengujian Keamanan Berkala ke Pendekatan Proaktif

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Perubahan infrastruktur digital berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan jadwal pengujian keamanan tahunan. Cloud workload baru, koneksi vendor, aplikasi baru, dan perubahan konfigurasi dapat menciptakan attack surface baru sebelum siklus penetration test berikutnya dimulai.

Menurut Zentara, proactive security testing bertujuan memperkecil jarak antara perubahan lingkungan dan validasi keamanan. Pendekatan tersebut menghubungkan threat intelligence dengan pengujian sehingga perubahan yang relevan dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas assessment.

ZEN iNTEL memantau apa yang terlihat dari sisi eksternal, termasuk IP address, domain, port, service, SSL certificate, dan DNS record. Modul attack surface melakukan discovery terjadwal dan membandingkan snapshot untuk mengidentifikasi exposure baru.

Threat intelligence juga dapat digunakan untuk menemukan indikasi seperti kredensial yang bocor, domain yang menyerupai brand, serta informasi ancaman yang dapat memengaruhi perusahaan. Ketika informasi tersebut menunjukkan risiko tertentu, scope pengujian dapat disesuaikan.

Model tersebut melengkapi penetration testing services dengan konteks dari cyber threat intelligence platform. Dengan demikian, pengujian tidak hanya menggambarkan kondisi perusahaan pada hari assessment, tetapi dapat diarahkan berdasarkan perubahan exposure dan informasi ancaman terbaru.

Dalam engagement penetration testing, Zentara menerapkan Rules of Engagement sebelum pengujian dilakukan. Automated discovery kemudian dilanjutkan dengan analisis dan eksploitasi manual oleh certified operators, termasuk privilege escalation dan lateral movement ketika berada dalam scope yang telah disepakati.

Pendekatan proactive security testing membuat pengujian lebih dekat dengan perubahan risiko aktual. Bagi perusahaan dengan attack surface yang terus berkembang, model ini dapat menjadi pelengkap terhadap penetration test berkala dan kebutuhan compliance.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ION Build Dorong Startup dan Pelaku Bisnis Manfaatkan Open Network untuk Perluas Konektivitas Digital

JAKARTA — Indonesia Open Network (ION) bersama Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Jakarta menggelar ION Build: Build on the Open Network – A Connector for Digital Commerce & Interoperable Solutions di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Didukung Google.org dan Indosat Ooredoo Hutchison, kegiatan ini mempertemukan startup, founder, developer, serta pelaku bisnis untuk membahas open network dan interoperabilitas dalam membangun ekosistem perdagangan digital yang lebih terhubung.

Kegiatan tersebut memperkenalkan digital public infrastructure (DPI) dan Indonesia Open Network sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai pelaku dan layanan digital saling terhubung. Diskusi berfokus pada bagaimana interoperabilitas dapat membuka akses terhadap pasar, layanan, mitra, dan peluang bisnis baru di tengah ekosistem digital yang masih terfragmentasi.

Open Network Buka Peluang bagi Startup

Pembahasan manfaat open network diperdalam T. Koshy, Founding MD & CEO ONDC India dan Former Executive Director NSDL. Koshy menjelaskan bahwa ekosistem perdagangan digital yang terkonsentrasi pada platform tertentu dapat membuat bisnis kecil menghadapi tantangan dalam memperoleh pelanggan, mengakses pemasok, hingga mendapatkan layanan pendukung.

Melalui jaringan terbuka, berbagai layanan dapat tersedia di dalam jaringan dan diakses menggunakan protokol yang interoperabel.

“Dibandingkan dengan dunia yang berpusat pada platform, di jaringan terbuka Anda memiliki peluang yang sangat besar.”

Koshy menjelaskan bahwa pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan yang sudah tersedia di jaringan tanpa harus membangun seluruh koneksi secara terpisah. Pendekatan ini memungkinkan bisnis kecil tetap fokus pada kemampuan utama sembari memanfaatkan layanan dari pihak lain.

“Itulah keindahan dari jaringan terbuka. Jaringan ini memungkinkan Anda menghasilkan uang dari keahlian Anda, baik Anda perusahaan besar maupun kecil.”

ION Ditempatkan sebagai Infrastruktur di Bawah Platform

Dr. Bayu Prawira Hie, CEO Indonesia Open Network, menjelaskan bahwa ION bukan platform yang menggantikan platform digital yang sudah ada, melainkan infrastruktur yang berada di bawah berbagai platform dan layanan.

“Padahal sesungguhnya kita tuh infrastruktur di bawahnya platform. Jadi platform marketplace yang sekarang ada baik hijau, orange, biru, atau lainnya itu pun bisa menggunakan Indonesia Open Network.”

Ia menggunakan analogi jalan raya untuk menggambarkan konsep open network, dengan berbagai pelaku dapat terhubung dan menjalankan aktivitas bisnis selama mengikuti aturan yang berlaku. Bayu juga menyoroti manfaat interoperabilitas bagi buyer dan seller. Seller dapat memperoleh akses kepada lebih banyak buyer, sementara buyer mendapatkan lebih banyak pilihan seller.

“Kalau kita lihat dari seller happy karena dia bisa ketemu lebih banyak buyer. Buyer pun happy karena bisa lebih banyak seller yang dia bisa pilih.”

Pemerintah Soroti Pemerataan Nilai Ekonomi Digital

Dr. Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital pada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, menempatkan pengembangan ekosistem digital sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.

Sonny menyoroti besarnya potensi e-commerce Indonesia serta peran UMKM dalam perdagangan digital.

“Kalau kita melihat sekarang kita itu nomor tiga terbesar … in terms of e-commerce society, kemudian delapan puluh persen dilakukan oleh UMKM. Ini potensi yang sangat besar.”

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah berada dalam periode bonus demografi yang perlu dimanfaatkan untuk membangun kapasitas digital dan kewirausahaan.

“Kita mengalami ini, bonus demografi yang hanya kita alami sampai 2035. Energinya harus kita maksimalkan di sembilan tahun ini.”

Dalam paparannya, Sonny membagi ekosistem digital ke dalam beberapa lapisan, mulai dari infrastruktur fisik, virtual infrastructure atau digital public infrastructure, platform dan integrasi, hingga layanan dan aplikasi. Menurut Sonny, pengembangan ekonomi digital perlu menjaga keseimbangan antara kompetisi, perlindungan konsumen, dan inovasi.

“Tugas pemerintah … adalah bagaimana balancing antara competition, consumer protection dan innovation.”

Dari Digitalisasi Menuju Integrasi

Sesi panel menghadirkan Tutus Kusuma, Head of Operations, Indonesia Open Network; Deni Krida Laksana, President Director, HaloJe Delivery Indonesia; serta Eka Citra, Chief Commercial Officer, Olsera.

Tutus menjelaskan bahwa interoperabilitas dapat memperluas koneksi antarsektor. Jaringan terbuka tidak hanya mempertemukan warung dengan e-commerce atau layanan keuangan dan teknologi, tetapi juga supply chain, food and agriculture, hingga hospitality.

“Tidak hanya warung dengan e-commerce kemudian dengan finance dan teknologi tapi juga dengan supply chain, dengan food and agri, dengan hospitality.”

Ia juga menekankan bahwa tidak seluruh layanan digital harus dikerjakan oleh satu pihak.

“Tidak semua service, tidak semua layanan digital itu harus dilakukan oleh satu pihak.”

Dari perspektif bisnis logistik, Deni Krida Laksana menyoroti pentingnya mengubah visibilitas digital menjadi transaksi. Keberadaan bisnis di ruang digital tidak cukup apabila hanya menghasilkan perhatian atau followers tanpa mendorong aktivitas bisnis.

“Yang dilakukan HaloJe adalah HaloJe tidak ingin visibility itu kita hanya terlihat oleh orang, lalu orang hanya menjadi follower kita. Kita bagaimana tampilan atau visibility HaloJe itu membuat orang menjadi transaksi.”

Sementara itu, Eka Citra mengangkat persoalan ketika digitalisasi tidak diikuti integrasi sistem. Sebuah bisnis dapat memiliki banyak aplikasi dan kanal digital, tetapi belum tentu seluruh proses bisnis menjadi terhubung.

“Digital belum tentu terintegrasi.”

Ia menjelaskan bahwa merchant dapat menerima pesanan dari berbagai kanal dan mengelola data melalui sistem terpisah.

“Digitalisasi tanpa integrasi dapat menciptakan inefisiensi baru.”

Karena itu, Eka menekankan bahwa tujuan digitalisasi bukan sekadar menggunakan semakin banyak aplikasi, tetapi menciptakan pengalaman yang lebih utuh dan memberikan manfaat bagi bisnis.

“Jangan sekedar menambah fitur. Yang penting adalah menambah value.”

Peserta Melihat Potensi bagi Startup

Feriska Oktarina, CEO CSI Brandify, mengatakan ION menarik karena memperkenalkan infrastruktur yang dapat menghubungkan berbagai bisnis.

“Saya baru tahu kalau ada semacam kayak infrastruktur yang bisa meng-connect dengan berbagai macam bisnis.”

Feriska melihat pendekatan tersebut berpotensi membantu startup membangun koneksi dengan ekosistem bisnis yang lebih luas, termasuk dengan bisnis lain maupun bank.

Membangun Ekosistem Digital yang Saling Terhubung

Melalui ION Build, ION dan GSIH mempertemukan perspektif pemerintah, pengembang infrastruktur digital, perusahaan teknologi, penyedia layanan, dan startup untuk membahas interoperabilitas serta peluang ekonomi digital.

Diskusi menunjukkan bahwa open network tidak hanya berkaitan dengan konektivitas teknologi, tetapi juga akses pasar, visibilitas bisnis, integrasi layanan, kolaborasi, dan distribusi nilai dalam ekosistem digital.

Bagi startup dan pelaku usaha, pendekatan tersebut membuka peluang untuk tetap fokus pada kemampuan utama masing-masing sambil memanfaatkan koneksi dengan pihak lain. Pelaku usaha tidak harus membangun seluruh layanan dan koneksi secara mandiri, tetapi dapat memanfaatkan layanan dari pihak lain sesuai kebutuhan.

Sementara bagi ekosistem digital secara lebih luas, interoperabilitas memungkinkan berbagai layanan dan pelaku usaha bekerja bersama melalui infrastruktur serta aturan yang sama. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi fragmentasi ketika berbagai layanan digital berjalan dalam sistem terpisah dan tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.

Dengan demikian, open network tidak hanya berbicara mengenai konektivitas teknologi, tetapi juga bagaimana pelaku usaha dapat saling terhubung untuk mengakses pasar, layanan, mitra, dan peluang bisnis. Digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan teknologi atau penambahan aplikasi, tetapi juga mencakup bagaimana berbagai sistem dan layanan dapat terhubung sehingga memberikan nilai yang lebih nyata bagi bisnis dan pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?

Reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan investasi untuk membantu menyiapkan dana sesuai tujuan finansial. Namun, ketika dana tersebut mulai dibutuhkan, ada satu pertanyaan yang sering muncul: reksa dana bisa dicairkan kapan?

Berbeda dengan tabungan yang bisa digunakan secara langsung, pencairan reksa dana mengikuti mekanisme penjualan kembali unit penyertaan dan ketentuan dari produk yang dipilih. Karena itu, memahami prosesnya sejak awal akan membantu kamu mengatur waktu investasi dan kebutuhan dana dengan lebih baik.

Reksa Dana Bisa Dicairkan Kapan?

Pada reksa dana terbuka, investor dapat menjual kembali sebagian atau seluruh unit penyertaannya sesuai dengan ketentuan produk.

Proses pencairan tidak selalu berarti dana langsung masuk ke rekening pada hari yang sama. Ada proses transaksi dan penyelesaian yang perlu dilalui. Waktu pencairan juga dapat berbeda sesuai dengan ketentuan masing-masing produk.

Kenapa Pencairan Reksa Dana Memerlukan Waktu?

Ketika berinvestasi di reksa dana, dana investor dikelola dalam portofolio investasi oleh Manajer Investasi. Saat investor ingin mencairkan dana, unit penyertaan tersebut dijual kembali sesuai mekanisme yang berlaku.

Nilai yang diterima saat pencairan mengikuti nilai investasi pada saat unit penyertaan dijual kembali sesuai ketentuan produk. Karena nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan, jumlah dana yang diterima juga dapat berbeda dari jumlah dana yang pertama kali diinvestasikan.

Dengan memahami hal ini sejak awal, kamu bisa mengatur kapan investasi perlu dicairkan dan menghindari keputusan yang terburu-buru ketika dana sedang dibutuhkan.

Bagaimana Cara Investasi di Reksa Dana?

Sebelum mulai berinvestasi, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan agar pilihan produk sesuai dengan kebutuhan.

1. Tentukan tujuan investasi

Mulailah dengan menentukan untuk apa dana tersebut disiapkan dan kapan kira-kira akan digunakan.

Tujuan investasi dapat membantu menentukan jangka waktu investasi serta mempertimbangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko.

2. Kenali profil risiko

Setiap produk reksa dana memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, kenali profil risiko sebelum memilih produk.

Pertimbangkan juga kemampuan finansial dan jangka waktu investasi agar dana yang ditempatkan tidak mengganggu kebutuhan lain.

3. Pelajari produk sebelum membeli

Sebelum berinvestasi, baca informasi produk dengan teliti. Perhatikan jenis reksa dana, tujuan investasi, risiko, biaya, serta ketentuan pembelian dan penjualan kembali.

Prospektus dan Fund Fact Sheet dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk memahami produk yang dipilih.

4. Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi

Sebaiknya dana yang ditempatkan dalam investasi sudah dialokasikan untuk tujuan tersebut. Dengan begitu, kebutuhan sehari-hari tetap dapat dipenuhi tanpa harus menjual investasi secara terburu-buru.

Kapan Sebaiknya Reksa Dana Dicairkan?

Tidak ada satu waktu pencairan yang berlaku untuk semua investor. Waktu yang tepat bergantung pada tujuan investasi dan kapan dana tersebut dibutuhkan.

Jika sejak awal reksa dana ditujukan untuk kebutuhan tertentu, kamu dapat mempertimbangkan waktu pencairannya sebelum dana benar-benar diperlukan. Berikan ruang untuk proses penjualan kembali sesuai ketentuan produk.

Kondisi nilai investasi juga perlu diperhatikan. Nilai unit penyertaan dapat berubah sehingga jumlah dana yang diterima saat pencairan dapat berbeda dari modal awal.

Selain itu, reksa dana memiliki risiko yang perlu dipahami, termasuk risiko penurunan nilai unit penyertaan, risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko likuidasi. 

Reksa Dana di neobank

Melalui Reksa Dana di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, kami menyediakan akses ke berbagai pilihan reksa dana yang dapat dipilih berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial. 

Reksa Dana di neobank tersedia melalui kerja sama dengan mitra. Informasi produk, ketersediaan, dan ketentuan transaksi dapat berubah. Pastikan menggunakan informasi terbaru yang tersedia di aplikasi neobank sebelum melakukan investasi. 

***

Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus serta Ringkasan Informasi Produk sebelum melakukan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang.

Jika ingin mulai investasi reksa dana, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Reksa Dana di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IRGCE 2026 CONCLUDES WITH STRONG INTERNATIONAL PARTICIPATION AND BUSINESS PROSPECTS

Post-event feedback indicated potential business sales of more than USD1.48 billion, equivalent to over RM6 billion, over the next six months, reflecting the strong commercial opportunities and business connections generated through the event.

KUALA LUMPUR, 3rd OCTOBER 2026 — The Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), together with co-host the Malaysian Rubber Council (MRC), successfully concluded the 12th International Rubber Glove Conference & Exhibition 2026 (IRGCE 2026) at the Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), recording strong international participation and encouraging business prospects.

Held from 8 to 10 September 2026, IRGCE 2026 attracted nearly 9,000 visitors from 75 countries, with 215 exhibitors from 17 countries occupying 605 exhibition booths. The Conference also drew approximately 600 delegates from 22 countries.

Post-event feedback indicated potential business sales of more than USD1.48 billion, equivalent to over RM6 billion, over the next six months, reflecting the strong commercial opportunities and business connections generated through the event.

MARGMA President Mr Oon Kim Hung said the strong participation reaffirmed IRGCE’s role as an important global platform for the rubber glove industry. “IRGCE is more than an exhibition and conference. It is where the industry comes together to exchange ideas, understand market developments, explore new technologies and create new business opportunities and partnerships.”

Held under the theme “Synergising Innovation: Redefining the Future of the Rubber Glove Ecosystem,” IRGCE 2026 brought together manufacturers, buyers, suppliers, technology providers, researchers, regulators and other industry stakeholders from across the global rubber glove ecosystem.

The Conference addressed key developments shaping the future of the industry, including global trade and market access, automation, artificial intelligence, advanced materials, sustainability, regulatory requirements and talent development. The Exhibition, meanwhile, provided participants with opportunities to explore new technologies and solutions, reconnect with business partners and establish new commercial relationships.

The Conference also featured prominent international and Malaysian experts, including Dr Robert G. Hamilton of Johns Hopkins University School of Medicine, Dr Zhaomin Hou of RIKEN Center for Sustainable Resource Science, Prof Dato’ Dr Adeeba Kamarulzaman of Monash University Malaysia, Prof Alex Routh of the University of Cambridge and Prof Dr Yeah Kim Leng of the Jeffrey Cheah Institute on Southeast Asia.

Mr Oon said the industry’s continued competitiveness would increasingly depend on its ability to innovate, improve productivity and create greater value. “Our future cannot depend only on scale. It must depend on how well we operate, how quickly we adapt, how effectively we innovate and how much value we can create.”

Malaysian Rubber Glove Industry Outlook

In the first half of 2026, rubber gloves generated more than RM7 billion in export revenue, accounting for approximately 66% of Malaysia’s total rubber product exports.

The Malaysian Rubber Council has projected global glove consumption to reach approximately 405 billion pieces in 2026, compared with around 290 billion pieces in 2019, reflecting sustained demand across healthcare, industrial, cleanroom and other applications.

MARGMA said the outlook reinforces the importance of continued investment in innovation, technology, productivity and higher-value manufacturing to strengthen Malaysia’s competitiveness in the global market.

MARGMA expressed its appreciation to the Malaysian Rubber Council as co-host, supporting ministries and agencies, sponsors, supporting organisations, exhibitors, speakers, delegates and industry partners for their contribution to the success of IRGCE 2026.

Following the successful conclusion of this year’s event, MARGMA announced that the 13th International Rubber Glove Conference & Exhibition will return to the Kuala Lumpur Convention Centre from 5 to 7 September 2028.

“We look forward to building on the momentum of IRGCE 2026 and welcoming the global rubber glove community back to Kuala Lumpur in 2028,” Mr Oon said.

For booth bookings, sponsorship enquiries and preliminary information on IRGCE 2028, please contact the MARGMA Secretariat at lysaiyeni@margma.com.my

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Software Distributor: 5 Kebocoran Margin yang Tak Terlihat di Laporan Manual

Kebocoran margin pada bisnis distributor sering berasal dari selisih kecil yang berulang dan sulit terlihat dalam laporan manual. Software distributor membantu memantau penjualan, gudang, dan pengiriman agar potensi kebocoran margin lebih mudah ditemukan.

Omzet distributor bisa naik dua digit sementara labanya jalan di tempat. Angka penjualan terlihat sehat pada laporan bulanan. Selisihnya justru menghilang di antara gudang, pengiriman, dan meja penjualan. Kebutuhan software distributor biasanya muncul tepat setelah pola ini disadari.

Kebocoran margin jarang datang sebagai satu kejadian besar. Bentuknya potongan kecil yang berulang setiap hari kerja. Karena nilainya kecil, tidak ada yang merasa perlu melapor. Setelah setahun berjalan, jumlahnya bisa setara laba satu kuartal.

Pencatatan manual memperburuk keadaan tanpa disadari siapa pun. Rekap baru rampung dua minggu setelah bulan ditutup. Pada saat itu barang sudah terkirim dan faktur sudah terbit. Koreksi pun berubah menjadi catatan, bukan lagi keputusan.

Persoalannya bukan pada ketelitian staf, melainkan pada alat kerjanya. Sistem terintegrasi menutup celah sejak transaksi pertama dicatat. Karena itu banyak distributor mulai mencari ERP terbaik yang sesuai alur gudangnya. Lima kebocoran berikut paling sering ditemukan di lapangan.

Lima Titik Kebocoran yang Jarang Terbaca di Laporan Manual

Polanya cenderung mirip di banyak perusahaan distribusi:

• Selisih stok yang baru ketahuan saat opname tahunan

• Barang lambat bergerak yang menahan modal hingga nilainya susut

• Retur dan klaim kerusakan yang tidak dipotongkan dari margin

• Diskon manual di luar daftar harga yang disepakati

• Biaya angkut dan bea yang tidak masuk harga pokok

Kelima pola itu tampak sepele bila dilihat satu per satu. Dampaknya baru terasa ketika volume pengiriman ikut meningkat. Software distributor yang tepat membuat setiap potongan kecil tercatat otomatis. Angka margin pun berhenti bergantung pada ingatan tim gudang.

Selisih Stok dan Barang yang Terlalu Lama Diam

Selisih fisik umumnya baru terlihat pada penghitungan akhir tahun. Saat itu penyebabnya sudah mustahil ditelusuri satu per satu. Barang lambat bergerak juga menahan modal dalam diam. Nilainya menyusut, apalagi bila produk memiliki masa kedaluwarsa.

Retur dan Klaim yang Tidak Pernah Dipotongkan

Retur sering hanya tercatat lewat percakapan atau nota kecil. Barang kembali ke gudang, tetapi margin order awal tidak diperbaiki. Klaim kerusakan pengiriman mengalami nasib serupa. Laporan penjualan pun menampilkan laba lebih besar dari kenyataan.

Kebocoran yang Lahir dari Keputusan Harga Harian

Diskon di Luar Daftar Harga Resmi

Setiap sales memiliki pelanggan lama dengan perlakuan khusus. Potongan tambahan diberikan lisan agar order tidak lepas ke pesaing. Tanpa daftar harga yang mengikat, diskon itu tidak pernah terlihat. Produk bermargin tipis justru paling sering dijadikan alat tawar.

Biaya Kirim dan Bea yang Tidak Masuk Harga Pokok

Ongkos angkut, bongkar muat, dan bea sering dicatat terpisah. Akibatnya harga pokok tampak lebih murah dari biaya sebenarnya. Standar akuntansi persediaan PSAK 14 menempatkan biaya tersebut sebagai bagian biaya perolehan. Fitur landed cost membebankannya langsung ke nilai barang.

Cara Software Distributor Menutup Celah Tersebut

Penutupan celah tidak dimulai dari fitur, melainkan dari alur kerja. Setiap titik kebocoran perlu memiliki pemilik proses yang jelas. Urutan berikut lazim dipakai selama pendampingan implementasi:

1. Petakan titik kebocoran memakai data enam bulan terakhir

2. Tetapkan daftar harga resmi beserta batas diskon tiap segmen

3. Aktifkan aturan pengisian ulang stok agar pembelian darurat berkurang

4. Bebankan biaya angkut dan bea ke harga pokok tiap penerimaan

5. Jadwalkan penghitungan stok bergilir, bukan sekali dalam setahun

Data yang Perlu Rapi Lebih Dulu

Hasil sistem selalu mengikuti kualitas data awalnya. Harga beli, satuan, dan kode barang wajib konsisten antar gudang. Data pelanggan juga perlu dikelompokkan sesuai segmen harganya. Tahap ini biasanya memakan waktu terpanjang sebelum sistem dipakai.

Angka yang Bisa Dibaca Sebelum Bulan Berakhir

Nilai terbesar sistem terintegrasi bukan pada kecepatan input. Manajemen dapat melihat margin ketika transaksi masih berjalan. Keputusan harga dan pembelian pun masih sempat diperbaiki. Laporan berhenti menjadi catatan sesudah semuanya terlambat.

Margin per Pelanggan, Bukan Sekadar Total

Laporan yang benar-benar dipakai biasanya terdiri atas tiga sudut:

• Margin per pelanggan untuk menilai kelayakan diskon rutin

• Margin per produk untuk menentukan prioritas pembelian

• Perputaran stok per gudang untuk menekan barang mengendap

Vendor ERP berpengalaman umumnya menyiapkan tiga laporan itu sejak awal. Formatnya disesuaikan dengan cara pemilik membaca angka. Tanpa penyesuaian tersebut, laporan bagus pun jarang dibuka. Adopsi sistem justru ditentukan oleh hal sederhana semacam ini.

Memilih Software Distributor yang Mengikuti Alur Kerja Gudang

Perangkat lunak sebaik apa pun gagal bila dipaksakan pada proses keliru. Implementasi perlu dimulai dari pemetaan alur barang dan dokumen. Semakin dekat sistem dengan kebiasaan kerja tim, semakin cepat adopsinya. Kebocoran margin menyusut seiring pencatatan yang menjadi disiplin harian.

i2C Studio mendampingi implementasi Odoo sebagai vendor ERP yang berbasis di Bandung. Statusnya sebagai Odoo Silver Partner ditopang pendekatan audit alur kerja di lapangan. Konfigurasi baru disentuh setelah proses bisnisnya dipetakan bersama tim Anda. Diskusi awal biasanya cukup untuk menilai ERP terbaik bagi skala bisnis Anda.

1. Apakah distributor skala kecil tetap membutuhkan sistem terintegrasi?

Perlu bila jumlah SKU dan transaksi harian sudah sulit dipantau melalui catatan manual.

2. Apakah biaya kirim bisa masuk otomatis ke harga pokok barang?

Bisa, karena fitur landed cost mengalokasikan biaya pengiriman ke nilai persediaan.

3. Berapa lama implementasi sistem distribusi biasanya berjalan?

Durasinya bergantung pada jumlah gudang, kerapian data, dan kesiapan tim mengikuti proses baru.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dokumen yang Belum Bisa Ditandatangani Secara Elektronik di Indonesia

Tidak semua dokumen di Indonesia dapat diproses menggunakan tanda tangan elektronik. Memahami batasan dokumen sejak awal membantu menghindari penundaan, pengulangan proses, dan biaya tambahan.

Tim legal sudah memindahkan hampir semua kontrak ke format digital. Lalu muncul satu berkas yang ditolak notaris dengan alasan tidak bisa diproses. Ternyata tidak semua dokumen boleh ditandatangani secara elektronik di Indonesia.

Ketidaktahuan soal batas ini menimbulkan kerugian yang tidak perlu. Jadwal mundur, pihak lawan menunggu, dan berkas harus disiapkan ulang dalam bentuk kertas. Pada transaksi properti, keterlambatan semacam itu bisa menggeser tanggal serah terima. Biaya yang muncul jelas lebih besar daripada waktu yang sempat dihemat.

Batasnya sebenarnya bisa dipetakan sejak awal. Memahami cakupan Tandatangan Elektronik membuat tim tahu kapan harus beralih ke kertas. Pemetaan itu cukup dilakukan sekali untuk dipakai seterusnya.

Yang Berubah pada Aturan Induknya

Dulu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik memuat daftar pengecualian yang gamblang. Disebutkan di sana surat yang wajib tertulis serta akta notaris dan akta pejabat pembuat akta.

Perubahan kedua pada tahun 2024 mengganti rumusan itu. Pengecualiannya kini dinyatakan berlaku sepanjang ada undang-undang lain yang mengaturnya. Artinya jawabannya tidak lagi berhenti di satu pasal, melainkan menyebar ke aturan sektoral.

Kenapa perubahan ini penting

Rumusan baru membuat peta pengecualian lebih dinamis. Selama undang-undang sektoralnya belum berubah, praktik lamanya tetap berjalan. Karena itu pengecekan sebaiknya dilakukan per jenis dokumen, bukan disamaratakan.

Dokumen yang Belum Bisa Ditandatangani Secara Elektronik

Berikut kelompok yang sampai sekarang masih menuntut bentuk kertas atau kehadiran fisik.

● Akta notaris, karena Undang-Undang Jabatan Notaris masih mensyaratkan pembuatan akta dalam bentuk kertas.

● Akta pejabat pembuat akta tanah, termasuk akta jual beli dan pengikatan hak atas tanah.

● Surat yang oleh undang-undang tertentu diwajibkan dibuat dalam bentuk tertulis dengan tata cara khusus.

● Dokumen yang menuntut kehadiran para pihak di hadapan pejabat berwenang.

Perlu dicatat, larangannya tidak bersifat mutlak untuk seluruh pekerjaan notaris. Sebagian kewenangan yang menyangkut sertifikasi transaksi elektronik justru diakui. Pembahasan mengenai akta elektronik pun masih terus berjalan di kalangan akademisi dan praktisi.

Hambatan Praktis yang Bukan Soal Hukum

Ada kelompok kedua yang sering tertukar dengan kelompok pertama. Dokumennya sebenarnya boleh diteken elektronik, tetapi penerimanya belum siap.

Contohnya institusi yang prosedur internalnya masih mensyaratkan berkas bercap basah. Ada pula dokumen untuk keperluan luar negeri yang membutuhkan legalisasi berjenjang. Penanganannya berbeda, karena yang perlu disesuaikan adalah prosedur, bukan cara penandatanganan.

Cara membedakannya dengan cepat

Tanyakan dasar penolakannya secara tertulis. Bila yang dirujuk undang-undang, persoalannya memang batas hukum. Bila yang disebut kebijakan internal, jalan keluarnya melalui pembicaraan antar bagian legal.

Memastikan Dokumen Boleh Ditandatangani Secara Elektronik

Pemeriksaan ini tidak memakan waktu lama bila dijadikan kebiasaan.

1. Kelompokkan dokumen perusahaan menurut jenis dan dasar hukumnya.

2. Tandai dokumen yang melibatkan notaris atau pejabat pembuat akta.

3. Tanyakan kepada penerima dokumen apakah format elektronik diterima.

4. Konsultasikan kelompok yang meragukan kepada penasihat hukum perusahaan.

5. Tuangkan hasilnya dalam satu daftar rujukan internal yang mudah dibuka.

Daftar seperti ini sangat membantu tim administrasi. Mereka tidak perlu menebak-nebak setiap kali ada berkas baru. Peninjauan ulang setahun sekali biasanya sudah memadai.

Bagi tim yang sedang mempelajari cara buat tanda tangan digital, pemetaan ini sebaiknya didahulukan. Percuma alurnya rapi bila dokumennya ternyata tidak boleh diproses elektronik.

Menempatkan Tanda Tangan Elektronik pada Porsinya

Sebagian besar dokumen bisnis sudah bisa dikerjakan secara digital. Kontrak vendor, surat tugas, invoice, dan perjanjian kerja sama termasuk di dalamnya. Yang tersisa hanyalah kelompok kecil yang memang diatur khusus oleh undang-undang.

ezSign merupakan layanan PT Solusi Identitas Global Net, penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui Kementerian Komunikasi dan Digital. Layanannya mencakup sertifikat elektronik, tanda tangan, e-Meterai, serta pencatatan aktivitas dokumen. Perusahaan yang ingin merapikan alur dokumennya sekaligus memahami cara buat tanda tangan digital dapat menjadikannya rujukan diskusi awal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah akta jual beli tanah bisa ditandatangani secara elektronik?

Belum, karena pembuatannya masih terikat ketentuan yang mensyaratkan kehadiran para pihak di hadapan pejabat berwenang.

2. Apakah pengecualian dalam undang-undang bersifat permanen?

Tidak, sebab rumusannya kini bergantung pada undang-undang sektoral yang sewaktu-waktu dapat diperbarui.

3. Bagaimana bila mitra menolak dokumen elektronik tanpa dasar hukum?

Penolakan seperti itu tergolong persoalan kebijakan internal, sehingga jalan keluarnya lewat kesepakatan antar pihak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES