SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kolaborasi antara swasta dan pemerintah dinilai sangat penting untuk membantu lebih banyak UMKM nasional naik kelas dan menembus pasar ekspor.

JAKARTA – Kolaborasi antara swasta dan pemerintah dinilai
sangat penting untuk membantu lebih banyak UMKM nasional naik kelas dan
menembus pasar ekspor.

Dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, UMKM yang naik
kelas akan berdampak pada pertumbuhan Indonesia. 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
(PPKUKM), Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov)
DKI Jakarta mengatakan, kolaborasi pemerintah dan swasta untuk mendukung
peningkatan kapasitas UMKM sangat penting karena ketika UMKM naik kelas, maka perekonomian
Indonesia juga ikut tumbuh. Pasalnya, UMKM menyumbang sekitar 61% dari Produk
Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97% tenaga kerja.

Dia mengapresiasi pendampingan dan pelatihan UMKM yang dilakukan PT HM
Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Sampoerna Entrepreneurship Training
Center
(SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk
Indonesia” yang konsisten mendampingi UMKM naik kelas termasuk untuk ekspor.

“Ini bukti bahwa kolaborasi pemerintah, swasta, perusahaan, dapat
menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan bangsa. Ketika UMKM naik kelas,
pasti Jakarta naik kelas, pasti Indonesia juga naik kelas,” ujarnya pada
pembukaan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa,
Menembus Batas, Membuka Pasar Global
di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Program SETC – UUI 2026 merupakan komitmen jangka panjang Sampoerna
dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Didirikan pada tahun
2007, SETC telah melatih lebih dari 108.000 pengusaha UMKM serta memfasilitasi
penetrasi ekspor UMKM ke Jepang dan Tiongkok melalui program WikiExport KADIN.
Keberadaan SETC diperkuat oleh sinergi Sampoerna Retail Community (SRC) yang
membina lebih dari 250.000 toko kelontong dan menghasilkan total omzet Rp251
triliun per tahun (berkontribusi 9,46% terhadap PDB Ritel Nasional 2025).

Elisabeth menegaskan, pemerintah, lewat berbagai cara, seperti business
matching
, pameran dan lainnya, telah membantu UMKM untuk mendapatkan akses
pembeli di luar negeri. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka akses pengusaha
UMKM untuk mendapatkan mitra atau pembeli yang berkelanjutan yang dapat
mendukung pertumbuhan usaha. Untuk itu, dia berharap UMKM dapat memanfaatkan
secara optimal peluang dan dukungan pemerintah dan swasta.

“Yang kita cari dari event dan pameran di luar negeri itu buyer
yang berkelanjutan, bukan jual semua produk yang dibawa, lalu pulang dengan
koper kosong,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Director of Stakeholder Relations &
Sustainability Sampoerna, Romulus Sutanto, mengatakan bahwa bootcamp yang
diselenggarakan SETC bertujuan membantu pengusaha UMKM meningkatkan kapasitas
usaha, memanfaatkan peluang lewat digitalisasi, memperluas networking,
dan mempersiapkan diri untuk memasuki pasar yang lebih luas termasuk ekspor.

Adapun, bootcamp yang dilaksanakan SETC selama 2 hari ini
(29-30 September 2026) melibatkan lebih dari 180 pelaku UMKM dari seluruh
Indonesia.

Romulus menuturkan, SETC terus berinovasi, salah
satunya lewat Collaborator Hub yang tersebar di sejumlah kota besar di
Indonesia sehingga bisa lebih menjangkau lebih banyak pengusaha UMKM. Saat ini
SETC telah memiliki 30 Collaborator Hub yang mendampingi lebih dari 2.300
UMKM secara berkelanjutan, mendukung UMKM naik kelas, dan semakin berdaya
saing. Jejaring Collaborator Hub tersebut telah hadir di 17 provinsi dan
berperan sebagai local enabler yang mengaktifkan ekosistem pemberdayaan
UMKM di berbagai daerah, terutama melalui penguatan kapabilitas sumber daya
manusia agar pelaku usaha dapat terus naik kelas dan berdaya saing.

Melalui pendampingan berbasis praktik, jejaring
kolaborasi, dan akses pasar, Collaborator Hub menjadi mitra bagi pelaku
UMKM untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sekaligus membuka
peluang kerja baru di tingkat lokal. Kehadiran jejaring ini juga menjadi bagian
penting dalam memperluas jangkauan program SETC agar pendampingan dapat
menjangkau UMKM di berbagai daerah.

“Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan
kolaborasi dengan mitra, SETC berupaya menghadirkan lebih dari sekadar ruang
belajar. SETC membantu pengusaha UMKM membangun fondasi usaha agar mampu
menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar,” imbuhnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRILiaN Culture Festival BO Cut Mutiah, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja

Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Cut Mutiah menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Cut Mutiah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pekerja BO Cut Mutiah diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan BCF menjadi energi positif bagi seluruh pekerja. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan, soliditas, dan kolaborasi sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin positif dan produktif.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BO Cut Mutiah terus mendorong agar budaya kerja tidak hanya dipahami sebagai nilai perusahaan, tetapi juga dihidupkan dan diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Dengan semangat BRILiaN dan kebersamaan yang semakin kuat, seluruh pekerja BO Cut Mutiah diharapkan mampu membawa energi positif tersebut ke lingkungan kerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kerja 5x Lebih Cepat Pakai AI Agent Rahasia Perusahaan Top Nasional Dirombak Freddie Kashawan dan AIPreneur Menggunakan Workflow AI Multi-Agen

Praktisi Bisnis AI Freddie Kashawan dari AIPreneur membagikan strategi transformasi bisnis menggunakan Workflow AI Multi-Agen. Edukasi ini dilakukan karena banyak jajaran direksi yang masih sekadar ikut-ikutan tren AI tanpa memahami fundamental alur kerjanya. Melalui penerapan one-stop solution yang menyelaraskan sistem otomatisasi multi-agen dengan pelatihan SDM, AIPreneur berhasil memangkas beban operasional perusahaan dari yang biasanya memakan waktu satu minggu menjadi 1-2 hari saja (kerja 5x lebih cepat). Strategi yang telah divalidasi pada brand Skinku dan Rave Tailor ini kini ditargetkan untuk membantu 1 juta pekerja dan 10.000 UMKM di Indonesia agar relevan di era digital.

Surabaya, 28 September 2026 – Lanskap bisnis dan industri di Indonesia saat ini menuntut kemampuan adaptasi yang sangat cepat, khususnya dalam adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI). Mengamati urgensi ini, Freddie Kashawan, seorang Praktisi Bisnis AI sekaligus Pendiri dan CEO dari AIPreneur, membagikan wawasan strategisnya berdasarkan rekam jejak sukses perusahaan dalam meng-coaching berbagai perusahaan terkemuka di tanah air.

Sebagai pakar strategi dan akselerasi bisnis berbasis AI, Freddie Kashawan menemukan bahwa kelemahan terbesar di jajaran direksi saat ini adalah kurangnya pemahaman terhadap alur kerja (workflow) dan fundamental AI. Banyak pemimpin perusahaan menggunakan AI sekadar ikut-ikutan tanpa pemikiran mendasar tentang bagaimana memperlakukan teknologi tersebut agar dapat bekerja layaknya manusia dan menjawab kebutuhan spesifik bisnis.

Di era digital, transformasi bukan hanya tentang kecepatan, tetapi tentang efisiensi biaya dan kemampuan menemukan potensi pasar baru melalui riset berbasis AI yang terstruktur.

“Sekarang adalah zamannya teknologi AI, dan semua harus berubah ke sana. Kalau mereka tidak berubah, mereka bakal kalah,” tegas Freddie Kashawan, menyoroti dinamika bisnis saat ini. Ia mendefinisikan pemimpin yang adaptif sebagai sosok yang langsung mengikuti dan mengadopsi teknologi baru ketika teknologi tersebut muncul di pasaran.

Melalui metodologi coaching unik yang dikembangkan oleh AIPreneur, Freddie membantu para pemimpin memecah kebuntuan eksekusi inovasi melalui penerapan Workflow AI dengan ekosistem Multi-Agen. Pendekatan AIPreneur membedakan diri melalui penyediaan solusi terintegrasi (one-stop solution) yang menggabungkan konsultasi bisnis, perancangan sistem multi-agen otomatis, dengan bukti data yang kuat.

Keberhasilan strategi ini tidak sekadar teori konsultan di atas kertas, melainkan telah dibuktikan langsung oleh Freddie Kashawan pada lini bisnis yang ia miliki sendiri, yakni brand Skinku dan Rave Tailor. Sebagai seorang praktisi bisnis murni, Freddie mengimplementasikan efisiensi Workflow AI Multi-Agen untuk mengakselerasi operasional harian di kedua perusahaannya tersebut. Keberhasilan penerapan teknologi (use case) pada bisnis pribadinya inilah yang menjadikan metodologi AIPreneur sangat aplikatif, realistis, dan teruji di lapangan.

Bermodalkan pondasi praktis tersebut, AIPreneur sukses melakukan pendampingan untuk korporasi berskala besar, salah satunya adalah perusahaan sekuritas terbesar di Indonesia dengan sekitar 250 karyawan. Hasil dari implementasi sistem ini sangat terukur, beban pekerjaan operasional yang sebelumnya membutuhkan waktu satu minggu kini dapat diselesaikan hanya dalam satu hingga dua hari dengan bantuan kolaborasi agen AI. Dampak nyata dari transformasi ini bahkan sudah mulai terlihat dan dirasakan secara minimal dalam waktu dua hari masa pelatihan.

Pencapaian strategis ini semakin mengukuhkan posisi AIPreneur sebagai mitra transformasi bisnis yang diperhitungkan, sekaligus menempatkan Freddie Kashawan sebagai thought leader dan Praktisi Bisnis AI yang membawa dampak nyata bagi ekosistem industri nasional.

Kedepannya, AIPreneur memiliki visi besar untuk membantu 1 juta pekerja di Indonesia agar mahir menggunakan AI. Langkah ini dirancang untuk membuka peluang pendapatan baru, serta meningkatkan kredibilitas dan keterampilan pekerja agar terus relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, Freddie Kashawan juga menargetkan adaptasi workflow AI pada 10.000 UMKM dan pemilik bisnis di seluruh Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Perkuat Pengelolaan Sampah sebagai Komitmen Implementasi ESG

KAI Logistik terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan kerja dan operasional perusahaan. Memasuki triwulan III 2026, perhatian perusahaan terhadap pengelolaan sampah semakin difokuskan melalui pengelolaan sampah yang dihasilkan dengan berkolaborasi bersama mitra pengelola sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi
Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK) tahun 2025, sektor perkantoran secara nasional menyumbang 4,78% dari
total timbulan sampah, atau setara dengan sekitar 1,77 juta ton per tahun. Meskipun
kontribusinya relatif kecil dibandingkan sektor lainnya, pengelolaan sampah
dari lingkungan perkantoran tetap menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi
dampak terhadap lingkungan.

Manager Public Relations KAI Logistik,
Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa perusahaan memandang pengelolaan sampah
sebagai salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan pada lingkup terdekat
yaitu lingkungan kerja.“Meski secara persentase kontribusi sampah dari sektor
perkantoran tidak terlalu besar, tetap diperlukan upaya pengelolaan yang
bertanggung jawab. Karena itu, KAI Logistik mulai
memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan serta bekerja
sama dengan mitra yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan pemanfaatan
sampah,” ujar Adjeng.

Sepanjang Agustus 2026, area Kantor
Pusat KAI Logistik mencatatkan total timbulan sampah sebesar 753,5 kilogram.
Seluruh sampah tersebut dikelola melalui proses pemilahan dari dan tidak
terdapat sampah yang langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Langkah
ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong pengelolaan sampah
yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi
sirkular (circular economy).

Dari total timbulan tersebut, sampah
plastik tercatat sebesar 185,2 kilogram atau 24,6%, sampah organik 136,2
kilogram atau 18,1%, kertas 113,8 kilogram atau 15,1%, kaca 6,3 kilogram atau
0,8%, dan logam 4,5 kilogram atau 0,6%. Sementara itu,
sampah residu dan kategori lainnya mencapai 307,5 kilogram atau 40,8%.

Melalui kerja sama
dengan mitra pengelola, setiap jenis sampah diarahkan pada metode penanganan
sesuai karakteristiknya. Material yang masih memiliki nilai guna disalurkan ke
fasilitas daur ulang pihak ketiga, sementara sampah organik diolah melalui proses
pengomposan dan pemanfaatan maggot untuk mendukung kebutuhan pakan ternak. Adapun sampah residu diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar alternatif
melalui teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF).

“Penerapan
pengelolaan sampah di Kantor Pusat saat ini merupakan tahap awal sekaligus pilot
project
bagi KAI Logistik. Ke depan, kami melihat peluang untuk memperluas
inisiatif ini ke area operasional maupun wilayah bisnis lainnya, sehingga
pengelolaan sampah dapat diterapkan secara lebih menyeluruh di lingkungan KAI
Logistik,” tambah Adjeng.

Fokus pada pengelolaan sampah ini juga
sejalan dengan inisiatif keberlanjutan yang telah dilakukan KAI Logistik, salah
satunya melalui pemanfaatan kembali pakaian dinas yang sudah tidak digunakan.
Melalui proses daur ulang dan pengolahan kembali, pakaian dinas tersebut tidak
berhenti sebagai limbah, tetapi diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna
baru. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip circular
economy
, sekaligus mendorong optimalisasi penggunaan sumber daya dan
mengurangi potensi timbulan sampah tekstil dari aktivitas perusahaan.

Melalui penerapan yang dilakukan secara
bertahap dan berkesinambungan, KAI Logistik terus mengintegrasikan aspek
lingkungan ke dalam aktivitas perusahaan guna mendukung penerapan green logistics yang
lebih menyeluruh. Pengelolaan sampah menjadi salah satu program quick
win
dalam peta jalan ESG KAI Logistik yang diarahkan untuk mendorong
penerapan praktik pengelolaan lingkungan secara lebih terstruktur. Upaya
tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi ESG perusahaan sekaligus
mendukung kontribusi KAI Logistik terhadap penerapan prinsip ekonomi sirkular
dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI BO Gunung Sahari Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Gunung Sahari menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Gunung Sahari.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah aktivitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pekerja BO Gunung Sahari diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan BCF menjadi energi positif bagi seluruh pekerja. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan, soliditas, dan kolaborasi antarp pekerja sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin positif dan produktif.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BO Gunung Sahari terus mendorong agar budaya kerja tidak hanya dipahami sebagai nilai perusahaan, tetapi juga dihidupkan dan diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Dengan semangat BRILiaN dan kebersamaan yang semakin kuat, seluruh pekerja BO Gunung Sahari diharapkan mampu membawa energi positif tersebut ke lingkungan kerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Kebersamaan dan Sportivitas, BRI Region 6 Gelar Kompetisi Futsal dalam Rangkaian BCF

Dalam rangkaian pelaksanaan BRILiaN Culture Festival (BCF), BRI Region 6 menyelenggarakan lomba futsal antar pekerja yang dilaksanakan di Ciloto. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun semangat sportivitas di antara para pekerja BRI Region 6.

Pertandingan futsal berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Setiap tim menunjukkan semangat, kekompakan, dan kerja sama dalam menghadapi setiap pertandingan. Tidak hanya mengedepankan persaingan di lapangan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para pekerja untuk saling berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih erat dalam suasana yang penuh kegembiraan.

Melalui olahraga futsal, nilai-nilai BRILiaN Culture turut diimplementasikan melalui kerja sama tim, komunikasi, disiplin, tanggung jawab, serta semangat untuk memberikan kontribusi terbaik. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif.

Pelaksanaan lomba futsal juga menjadi bagian dari upaya BRI Region 6 dalam menciptakan keseimbangan antara aktivitas pekerjaan dan kegiatan yang mendukung kebersamaan pekerja. Semangat dan energi positif yang tercipta selama pertandingan diharapkan dapat meningkatkan engagement serta memperkuat soliditas antarpekerja.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus mendorong budaya kerja yang tidak hanya diterapkan dalam aktivitas profesional, tetapi juga dihidupkan melalui kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi. Semangat BRILiaN yang terbangun di Ciloto diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh pekerja untuk kembali menjalankan aktivitas pekerjaan dengan semakin solid dan penuh semangat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Penuh Kehangatan dan Kebersamaan, BRI Region 6 Gelar Bonfire Night dalam Rangkaian BCF

Rangkaian BRILiaN Culture Festival (BCF) BRI Region 6 di Ciloto semakin meriah dengan kegiatan bonfire pada malam hari. Suasana hangat dan penuh kebersamaan semakin terasa saat Hendra Winata selaku RCEO BRI Region 6 secara simbolis menyalakan bonfire yang menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian kegiatan BCF.

Penyalaan bonfire menjadi simbol dimulainya malam kebersamaan bagi seluruh pekerja BRI Region 6. Kobaran api yang menerangi suasana malam di Ciloto turut menciptakan atmosfer yang hangat, penuh keceriaan, dan menjadi ruang bagi para pekerja untuk berkumpul serta menikmati kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Dalam suasana tersebut, para pekerja BRI Region 6 berbaur dan menikmati berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Momen kebersamaan ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarp pekerja, membangun komunikasi yang lebih dekat, serta menumbuhkan semangat teamwork dan collaboration.

Kegiatan bonfire juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan nilai-nilai budaya kerja BRI melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat memperkuat engagement serta menciptakan energi positif yang dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja.

Melalui rangkaian BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong kebersamaan, kolaborasi, dan semangat positif di antara para pekerja. Kobaran bonfire di Ciloto menjadi simbol semangat BRILiaN yang terus menyala, memperkuat rasa kebersamaan dan soliditas seluruh pekerja BRI Region 6.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengintip Dapur Produksi PT Akarsa Garment Indonesia: Vendor Utama Seragam Korporat dan Fesyen Lokal

Di balik rapinya penampilan para eksekutif ibukota dan rilisnya koleksi terbaru dari sebuah brand fesyen lokal, terdapat ekosistem manufaktur yang bekerja tanpa henti. Industri tekstil dan pakaian jadi (TPJ) kini dituntut tidak hanya untuk memproduksi massal, tetapi juga memberikan presisi dan kecepatan. Menelusuri dapur produksi PT Akarsa Garment Indonesia, kita dapat melihat secara langsung bagaimana pabrik garmen modern bertransformasi menjadi one-stop solution yang mampu menjawab beragam kompleksitas pengadaan sandang saat ini.

Dari Seragam Kantoran hingga Pakaian Lapangan

Di satu sisi fasilitas produksi, fokus utama tertuju pada pengerjaan busana korporat. Banyak pimpinan perusahaan yang kini mulai memahami mengapa seragam berkualitas meningkatkan citra perusahaan? karena visual karyawan adalah representasi langsung dari profesionalisme bisnis. Kendati demikian, bagian pengadaan (purchasing) tetap harus cermat mengkalkulasi harga bikin seragam kantor agar perusahaan mendapatkan material premium seperti drill atau tropical tanpa harus melampaui efisiensi anggaran.

Bergerak ke lini produksi lainnya, spesifikasi teknis berubah drastis saat menangani pakaian lapangan (wearpack atau kemeja PDL). Bagi para pekerja di sektor konstruksi maupun tambang, mengaplikasikan tips memilih baju kerja lapangan dengan material yang tahan banting dan dilengkapi reflektor cahaya adalah standar mutlak Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Tidak hanya pakaian berat, dapur produksi Akarsa juga menangani pesanan activewear. Meningkatnya tren gaya hidup sehat pascapandemi menjadikan fasilitas konveksi baju olahraga bikin tampil makin pede incaran banyak komunitas yang membutuhkan seragam lari berbahan dry-fit dengan sirkulasi udara maksimal.

Menjadi Tulang Punggung Kreator Fesyen Lokal

Selain instansi B2B, denyut nadi produksi Akarsa juga digerakkan oleh para pelaku UMKM dan kreator pakaian (clothing line). Pabrik ini kerap masuk dalam rekomendasi vendor baju clothing untuk kebutuhan bisnis berkat kemampuannya memproduksi ribuan potong pakaian kasual dengan jaminan bebas cacat (zero-defect).

Kunci dari efisiensi ini adalah integrasi fasilitas di bawah satu atap. Para perintis merek fesyen lokal kini tidak perlu lagi repot mencari jasa cetak sablon polyflex terdekat atau vendor bordir terpisah, karena keseluruhan proses kustomisasi desain digital telah terintegrasi langsung di dalam pabrik Akarsa, menjamin akurasi warna dan ketahanan cuci.

Jejaring Rantai Pasok yang Strategis

Berbicara mengenai efisiensi manufaktur, lokasi menjadi faktor yang tak kalah penting. Banyak korporasi multinasional yang kerap meriset di mana lokasi sentra pabrik garmen terbesar di Indonesia guna memangkas jalur distribusi logistik mereka. Mengetahui secara akurat peta lokasi sentra pabrik garment di Indonesia sangat membantu manajemen perusahaan dalam memilih vendor yang mampu memberikan jaminan ketepatan waktu pengiriman (lead time) dengan biaya logistik yang masuk akal.

Berada di pusat urat nadi logistik tersebut, operasional PT Akarsa Garment Indonesia membuktikan bahwa manufaktur lokal siap bersaing di level tertinggi. Bagi korporasi, instansi, maupun pelaku bisnis fesyen yang ingin melihat lebih detail mengenai rekam jejak, kapasitas mesin, dan legalitas operasional, informasi selengkapnya dapat diakses melalui profil pabrik Akarsa Garment Indonesia di portal resminya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apresiasi Semangat dan Sportivitas, BRI Region 6 Gelar Awarding Pemenang Lomba BCF

Rangkaian BRILiaN Culture Festival (BCF) BRI Region 6 di Ciloto berlangsung semakin meriah dengan digelarnya acara awarding bagi para pemenang berbagai lomba yang telah dilaksanakan selama rangkaian kegiatan. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat, antusiasme, sportivitas, dan kekompakan para pekerja BRI Region 6.

Berbagai perlombaan yang digelar dalam rangkaian BCF menjadi wadah bagi para pekerja untuk berinteraksi dan membangun kebersamaan dalam suasana yang penuh kegembiraan. Mulai dari kegiatan olahraga hingga berbagai games, seluruh peserta menunjukkan semangat kompetisi sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

Dalam acara awarding, para pemenang menerima apresiasi atas pencapaian yang telah diraih. Suasana penuh kebanggaan dan keceriaan mewarnai prosesi penghargaan, terlebih ketika para pemenang mendapatkan dukungan dan apresiasi dari rekan-rekan pekerja yang hadir.

Lebih dari sekadar pemberian penghargaan, awarding menjadi momentum untuk mengapresiasi proses, kerja sama, dan kontribusi setiap peserta selama mengikuti perlombaan. Semangat untuk berkompetisi secara positif, saling mendukung, serta bekerja sama menjadi bagian penting dari nilai teamwork dan collaboration yang ingin terus dibangun di lingkungan BRI Region 6.

Melalui rangkaian BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus mendorong terciptanya budaya kerja yang diwujudkan melalui kebersamaan, kolaborasi, sportivitas, dan semangat positif. Dengan berakhirnya rangkaian perlombaan dan awarding di Ciloto, semangat BRILiaN diharapkan terus terbawa ke lingkungan kerja dan menjadi energi bagi seluruh pekerja untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semarak Malam BRILiaN Culture Festival, Pekerja BRI Region 6 Ikuti Games untuk Perkuat Teamwork dan Collaboration

Rangkaian BRILiaN Culture Festival (BCF) BRI Region 6 di Ciloto semakin semarak dengan pelaksanaan berbagai games pada malam hari yang diikuti oleh para pekerja BRI Region 6. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat teamwork dan collaboration antarpekerja dalam suasana yang penuh keceriaan.

Berbagai games yang dilakukan secara berkelompok menghadirkan suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Para pekerja ditantang untuk berkomunikasi, menyusun strategi, serta saling mendukung dalam menyelesaikan setiap permainan. Tawa dan semangat para peserta menciptakan suasana malam yang semakin meriah.

Melalui games tersebut, para pekerja mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim. Setiap peserta dituntut untuk berkontribusi, mendengarkan ide rekan satu tim, serta membangun koordinasi yang baik untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini menjadi gambaran sederhana mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Kegiatan malam BCF juga menjadi ruang bagi para pekerja untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai di luar rutinitas pekerjaan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat mempererat hubungan antarpekerja, meningkatkan engagement, serta menciptakan lingkungan kerja yang semakin positif dan harmonis.

Melalui rangkaian BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus mendorong implementasi budaya kerja melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Semangat teamwork, collaboration, dan kebersamaan yang tercipta di Ciloto diharapkan dapat terus dibawa ke lingkungan kerja sehingga seluruh pekerja BRI Region 6 semakin solid dalam memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan nasabah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES