Apa Itu AVO? Ini Konsep di Balik Cara Brand Direkomendasikan AI

Di era digital saat ini, cara orang mencari informasi mulai bergeser. Jika dulu pengguna mengetik kata kunci di mesin pencari dan memilih sendiri dari daftar link yang muncul, kini semakin banyak orang bertanya langsung ke asisten AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude dan menerima satu jawaban yang sudah disaring.

Pergeseran ini memunculkan kebutuhan akan strategi baru yang disebut Authority and Visibility Optimization, atau AVO.

Apa Itu AVO?

AVO adalah disiplin untuk mengukur dan membangun otoritas serta visibilitas sebuah brand agar dikenali, dipercaya, dan direkomendasikan oleh sistem AI.

Berbeda dengan SEO yang berfokus pada peringkat di halaman hasil pencarian, AVO berfokus pada satu pertanyaan yang lebih mendasar: apakah AI akan memilih brand ini sebagai jawaban, dari sekian banyak pilihan yang ada?

Konsep ini pertama kali dirumuskan secara formal melalui paper akademis berjudul “Authority and Visibility in the AI Search Era” yang dirilis awal 2026.

Kenapa AVO Penting untuk Bisnis?

1. Cara AI Memilih Brand Berbeda dari Cara Google

Mengurutkan Website
AI generatif tidak menampilkan daftar sepuluh link seperti mesin pencari konvensional. Ia langsung memberi satu rekomendasi. Artinya, brand yang tidak terpilih sebagai jawaban AI, praktis tidak terlihat sama sekali oleh pengguna yang bertanya lewat AI — tidak ada “halaman dua” untuk disembunyikan.

2. Otoritas Lama Belum Tentu Terbaca oleh AI

Metode pengukuran otoritas yang sudah ada, seperti Domain Authority atau backlink, dirancang untuk era mesin pencari berbasis daftar. AI generatif menilai brand dari sudut berbeda: apakah kontennya bisa dipahami sistem, apakah faktanya bisa dikutip, dan apakah ada validasi dari pihak eksternal seperti Wikidata atau media terpercaya.

3. Mendorong Konten yang Lebih Kredibel dan Terstruktur

Karena AI menilai kedalaman dan kejelasan konten, brand perlu menyajikan informasi yang lebih rapi, faktual, dan mudah diekstraksi sistem otomatis — bukan sekadar dipadati kata kunci.

4. Relevan untuk Pasar Multibahasa

Metodologi AVO dirancang mendukung pengukuran di berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, sehingga brand lokal juga dapat diukur kesiapannya untuk direkomendasikan AI, tidak hanya brand berbahasa Inggris.

Apa yang Membedakan AVO dari SEO?

SEO dan AVO sebenarnya saling melengkapi, bukan saling menggantikan. SEO tetap menjadi fondasi teknis agar sebuah situs bisa diakses dan dibaca oleh mesin, termasuk oleh AI.

AVO melangkah lebih jauh dengan mengukur dua hal tambahan: kesiapan brand untuk dikutip AI (disebut Authority Score), dan apakah brand tersebut benar-benar muncul dalam jawaban AI (disebut Visibility Score).

Kedua ukuran ini kemudian dipakai bersama untuk mengetahui apakah persoalannya ada di kesiapan brand atau di eksekusi strategi.

Bagaimana Cara Mengukurnya?

Karena AVO masih tergolong disiplin baru, banyak perusahaan belum tahu di posisi mana brand mereka saat ini di mata AI.

Untuk menjawab kebutuhan ini, kini tersedia tool seperti AVO AI dari Avonetiq, yang mengukur Authority Score (kesiapan brand untuk dikutip AI) dan Visibility Score (seberapa sering brand benar-benar muncul di jawaban AI) di berbagai platform seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity, lengkap dengan rekomendasi perbaikan yang bisa langsung ditindaklanjuti tim marketing.

Kesimpulan

AVO adalah pendekatan yang dirancang khusus menjawab tantangan baru: bagaimana sebuah brand bisa dikenali, dipercaya, dan akhirnya direkomendasikan oleh AI, bukan sekadar tampil di halaman pertama mesin pencari.

Seiring makin banyak orang mengandalkan AI untuk mencari rekomendasi, kesiapan brand di dimensi ini berpotensi menjadi faktor penentu baru dalam persaingan digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kapan Perlu Melakukan Transfer Valas? Kenali Fungsi, Biaya, dan Cara Kerjanya

Transfer valas diperlukan ketika kamu ingin mengirim dana dalam mata uang asing, baik untuk kebutuhan pribadi, pendidikan, bisnis, maupun transaksi internasional lainnya.

Sebelum melakukan transaksi, penting untuk memahami transfer valas adalah layanan pengiriman dana dalam valuta asing, termasuk cara kerja dan faktor yang memengaruhi biaya transfer valas.

Di era digital, kebutuhan transfer uang tidak lagi terbatas pada transaksi dalam rupiah. Semakin banyak masyarakat yang membutuhkan layanan transfer valas, misalnya untuk mengirim uang kepada keluarga di luar negeri, membayar biaya kuliah, atau melakukan pembayaran kepada mitra bisnis internasional.

Apa itu Transfer Valas?

Transfer valas adalah layanan pengiriman dana menggunakan mata uang asing dari satu rekening ke rekening penerima sesuai ketentuan yang berlaku.

Berbeda dengan transfer rupiah, transfer valas melibatkan proses konversi mata uang atau pengiriman dalam mata uang asing, tergantung tujuan transaksi dan negara penerima.

Layanan ini umumnya digunakan untuk berbagai kebutuhan internasional, baik oleh individu maupun pelaku usaha.

Kapan Perlu Melakukan Transfer Valas?

Transfer valas dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, di antaranya sebagai berikut.

1. Mengirim Uang kepada Keluarga di Luar Negeri

Jika anggota keluarga tinggal atau bekerja di luar negeri, transfer valas dapat menjadi salah satu cara untuk mengirim dana sesuai mata uang yang dibutuhkan.

2. Membayar Biaya Pendidikan

Banyak institusi pendidikan di luar negeri menerima pembayaran dalam mata uang asing.

Transfer valas dapat digunakan untuk membayar biaya kuliah, biaya pendaftaran, maupun kebutuhan pendidikan lainnya sesuai ketentuan institusi tujuan.

3. Berbelanja atau Bertransaksi Internasional

Beberapa transaksi internasional memerlukan pembayaran langsung dalam mata uang asing.

Misalnya untuk pembayaran kepada penyedia jasa, vendor, atau mitra bisnis di luar negeri.

4. Kebutuhan Bisnis

Pelaku usaha yang bekerja sama dengan pemasok atau pelanggan di luar negeri juga dapat memanfaatkan transfer valas untuk menyelesaikan transaksi lintas negara.

Bagaimana dengan Transfer Valas Antar Bank Dalam Negeri?

Sebagian orang juga mencari informasi mengenai transfer valas antar bank dalam negeri.

Secara umum, transfer valas antar bank dalam negeri merupakan pengiriman dana dalam mata uang asing antara rekening di bank yang berbeda tetapi masih berada di Indonesia, apabila layanan tersebut tersedia dan memenuhi ketentuan masing-masing bank.

Mekanisme, mata uang yang didukung, biaya, serta persyaratan dapat berbeda pada setiap bank. Oleh karena itu, penting untuk memastikan layanan yang tersedia sebelum melakukan transaksi.

Apa Saja yang Memengaruhi Biaya Transfer Valas?

Selain kurs mata uang, biaya transfer valas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

1. Negara tujuan

2. Mata uang yang digunakan

3. Kebijakan bank atau penyedia layanan

4. Biaya dari bank koresponden (apabila ada)

5. Nominal transaksi

Karena itu, sebelum melakukan transfer, pastikan kamu telah memahami rincian biaya dan nilai tukar yang berlaku agar transaksi sesuai dengan kebutuhan.

Cara Melakukan Transfer Valas di neobank

Melalui aplikasi neobank, layanan Transfer Valas tersedia bekerja sama dengan RemitPro sehingga proses pengiriman dana dapat dilakukan langsung dari aplikasi.

Berikut langkah-langkahnya.

1. Login ke aplikasi neobank

2. Pilih menu Transfer

3. Pilih Transfer Valas

4. Masukkan nominal uang yang akan dikirim sesuai ketentuan minimum transaksi yang berlaku

5. Pilih negara tujuan

6. Masukkan data penerima

7. Periksa kembali detail transaksi

8. Pilih Selanjutnya untuk menyelesaikan transaksi

9. Setelah transaksi berhasil diproses, kamu akan menerima konfirmasi pada aplikasi.

Ketersediaan negara tujuan, mata uang, batas minimum transaksi, kurs, biaya, serta estimasi waktu penerimaan dana mengikuti ketentuan layanan Transfer Valas dan mitra penyedia layanan.

Tips Sebelum Melakukan Transfer Valas

Agar transaksi berjalan lebih lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan.

1. Pastikan nama penerima sesuai dengan rekening tujuan

2. Periksa kembali nomor rekening atau identitas penerima

3. Pilih mata uang yang sesuai dengan kebutuhan transaksi

4. Cek kurs dan biaya sebelum mengirim dana

5. Pastikan seluruh data telah diisi dengan benar sebelum transaksi dikonfirmasi

6. Melakukan pengecekan ulang dapat membantu meminimalkan kesalahan saat proses transfer berlangsung.

Transfer Valas Lebih Praktis Melalui neobank

Melalui aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, kamu dapat melakukan pengiriman dana ke luar negeri menggunakan layanan Transfer Valas yang bermitra dengan RemitPro.

Proses pengajuan transaksi dilakukan langsung melalui aplikasi sehingga kamu tidak perlu datang ke kantor cabang. Sebelum melakukan transfer, pastikan Anda memahami kurs, biaya, negara tujuan yang didukung, serta syarat dan ketentuan layanan yang berlaku.

***

Jika ingin mencoba fitur Transfer Valas unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Transfer Valas di website resmi Bank Neo Commerce

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menyusun Peta Navigasi Baru: Strategi Persiapan Trading Plan Awal Bulan

Beberapa jam sebelum bursa keuangan internasional kembali beroperasi pada Senin pagi, malam hari di hari Minggu memegang peranan yang sangat vital bagi kesiapan seorang trader. Memasuki awal bulan yang baru tanpa perencanaan yang terukur ibarat memulai perjalanan di medan asing tanpa panduan petunjuk arah. Oleh karena itu, para pelaku pasar profesional selalu menggunakan waktu di hari Minggu untuk mengamati grafik kerangka waktu besar (timeframe harian dan mingguan), memetakan level-level kunci, serta merumuskan rencana perdagangan yang objektif agar siap menghadapi dinamika pasar esok hari.

Langkah awal yang krusial dalam persiapan hari Minggu adalah menentukan batas bawah (support) dan batas atas (resistance) baru yang terbentuk dari penutupan harga bulan lalu. Dalam prinsip dasar belajar trading, memetakan zona-zona psikologis ini berfungsi sebagai acuan utama untuk mengidentifikasi area jenuh beli maupun jenuh jual. Dengan memahami struktur pergerakan harga ini lebih awal, Anda tidak akan mudah panik atau terburu-buru mengambil keputusan saat melihat lonjakan harga jangka pendek yang sering muncul pada pembukaan sesi perdagangan Asia di awal pekan.

Persiapan teknis tersebut kemudian disempurnakan dengan menyelaraskan peta analisis bersama agenda kalender ekonomi internasional untuk seminggu ke depan. Mencatat jadwal rilis data penting seperti pengumuman kebijakan bank sentral atau angka ketenagakerjaan memungkinkan Anda untuk mengantisipasi lonjakan volatilitas secara presisi. Di dalam ekosistem pasar berjangka, kesiapan ini memberi Anda keunggulan taktis untuk menetapkan pembatasan risiko yang aman sebelum pergerakan besar terjadi, sehingga aktivitas trading online yang Anda jalankan dapat dieksekusi dengan ketenangan mental yang penuh.

Mengeksekusi rencana perdagangan awal bulan yang terstruktur menuntut dukungan dari broker dengan keunggulan eksekusi sistem tingkat tinggi tanpa kendala penundaan. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang berdedikasi tinggi untuk menyediakan lingkungan transaksi yang aman, transparan, serta sepenuhnya patuh pada regulasi industri. Untuk segera memulai langkah taktis awal bulan Anda dan menguasai peluang pasar keuangan internasional secara konsisten, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

UGC Jadi Andalan Baru Marketer, Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Ikut Tren Ini

Cara bikin konten promosi di media sosial pelan-pelan berubah. Kalau dulu banyak brand fokus bikin video iklan yang rapi dan mahal, sekarang justru konten sederhana buatan pelanggan sendiri yang lebih banyak dilirik orang.

Apa Itu UGC dan Kenapa Algoritma 2026 Lebih Menyukainya

UGC, singkatan dari User-Generated Content, sederhananya adalah konten yang dibuat oleh pelanggan atau pengguna biasa, bukan konten yang sengaja dirancang tim marketing brand. Contohnya seperti video ulasan produk, video “bongkar paket” saat barang baru datang, atau testimoni yang direkam apa adanya pakai HP.

Kenapa algoritma sekarang lebih suka konten seperti ini? Karena orang lebih betah menonton sampai habis. Konten yang terlihat jujur dan tidak dibuat-buat membuat penonton tidak buru-buru geser ke video lain, dan itu yang jadi salah satu penilaian utama algoritma.

Menurut riset Emplifi, 47 persen orang yang bekerja di bidang pemasaran sekarang lebih mengutamakan konten semacam ini dibanding video iklan yang terlalu rapi. Sebanyak 73 persen lainnya juga lebih fokus ke video pendek seperti Reels dan TikTok dibanding format video panjang.

Tiga Alasan Kenapa Konten Jujur Lebih Diuntungkan Algoritma

Completion rate yang lebih tinggi. Audiens cenderung menonton UGC sampai selesai karena kesannya jujur dan tidak berlebihan dipoles, berbeda dari konten branded yang sering terasa terlalu rapi untuk dipercaya sepenuhnya.

Sinyal keaslian yang sulit direplikasi. Algoritma membaca pola respons emosional yang natural dari audiens, sesuatu yang jauh lebih sulit ditiru oleh konten yang dirancang secara performatif.

Distribusi yang lebih luas untuk konten native. Video yang membawa watermark dari platform lain, misalnya Reels dengan watermark TikTok, justru mendapat penurunan distribusi dibanding konten yang dibuat native di platform tersebut.

Sisi Lain yang Perlu Diperhatikan

Pergeseran ke arah konten yang terasa “jujur” ini juga membawa konsekuensi baru. Platform media sosial semakin ketat mendeteksi konten atau interaksi yang terlihat direkayasa, karena nilai UGC justru terletak pada keasliannya. Ini artinya, brand yang mencoba memalsukan kesan UGC lewat konten yang sebenarnya dipoles atau interaksi yang dibeli secara serampangan berisiko kehilangan kepercayaan justru lebih cepat, karena audiens dan algoritma sama-sama semakin peka membaca sinyal yang tidak natural.

Bagi pelaku bisnis, ini artinya penting untuk membedakan antara membangun fondasi yang mendukung distribusi konten (seperti basis followers awal) dengan memalsukan keaslian konten itu sendiri. Keduanya sering dianggap sama, padahal secara prinsip cukup berbeda.

Kenapa Konten Jujur Saja Kadang Belum Cukup

Meski dinilai lebih otentik oleh algoritma, UGC punya satu kelemahan yang sering luput dari perhatian: konten ini tetap membutuhkan audiens awal yang cukup supaya bisa dilihat dan direspons secara berarti. Testimoni pelanggan sebagus apa pun akan sulit berdampak maksimal kalau diunggah dari akun yang followers dan engagement-nya masih kosong sama sekali.

“Banyak brand berpikir UGC akan otomatis berjalan begitu diunggah, padahal kenyataannya konten itu tetap butuh audiens yang siap merespons,” kata Azalea, Content Marketing Specialist ProviderSMM.id, salah satu penyedia layanan pertumbuhan digital di Indonesia. “Yang sering luput, fondasi audiens dan keaslian konten itu dua hal berbeda. Satu soal jangkauan, satu soal substansi. Keduanya perlu jalan bersama, bukan saling menggantikan.”

Pengamatan ini sejalan dengan pola yang lebih luas di industri: layanan pertumbuhan digital seperti SMM panel kini banyak dipakai bukan untuk memalsukan keaslian, melainkan sebagai fondasi awal sebelum strategi konten organik, termasuk UGC, mulai berjalan efektif.

Cara Bisnis Memanfaatkan Tren Ini Secara Sehat

Dorong pelanggan membuat testimoni atau review secara natural, bukan konten yang terlalu diarahkan sehingga terasa dipaksakan.

Bangun fondasi audiens lebih dulu, baik lewat strategi organik maupun layanan pendukung, supaya UGC yang diunggah tidak sepi penonton dari hari pertama.

Jaga proporsi antara dukungan eksternal dan substansi konten. Fondasi audiens membantu jangkauan, tapi keaslian tetap harus datang dari konten itu sendiri.

Tetap konsisten posting. UGC melengkapi strategi jangka panjang, bukan menggantikannya sepenuhnya.

Penutup

Tren UGC menunjukkan audiens dan algoritma sama-sama bergerak ke arah yang sama: menghargai keaslian dibanding polesan berlebihan. Bagi pelaku bisnis, tantangannya bukan cuma mengikuti tren ini, tapi memahami batas antara membangun fondasi yang mendukung jangkauan konten, dengan memalsukan keaslian konten itu sendiri. ProviderSMM.id, sebagai salah satu penyedia layanan SMM panel indonesia termurah dari BisnisOn, turut mengamati pergeseran ini sebagai bagian dari perkembangan lanskap pemasaran digital di Indonesia

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bolehkah Bayi Pakai Sunscreen Dewasa? Ini Jawaban dan Bedanya

Karena praktis, sebagian orang tua tergoda memakaikan sunscreen dewasa pada bayi. Berikut pertanyaan yang sering muncul beserta jawabannya.

Bolehkah bayi memakai sunscreen dewasa?

Sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Sunscreen dewasa umumnya dirancang untuk kulit yang lebih tebal dan matang, serta bisa mengandung parfum, alkohol, atau bahan lain yang kurang ideal untuk kulit bayi yang tipis dan sensitif.

Apa beda utamanya dengan sunscreen bayi?

Sunscreen yang diformulasikan untuk bayi cenderung lebih lembut dan sering ditambah bahan menenangkan untuk mengurangi risiko iritasi.

Mulai usia berapa bayi boleh memakai sunscreen?

Umumnya mulai usia 6 bulan ke atas. Untuk bayi di bawah 6 bulan, andalkan naungan, pakaian tertutup, dan topi — bukan sunscreen — sesuai anjuran IDAI dan American Academy of Pediatrics.

Apa contoh sunscreen yang memang ditujukan untuk bayi?

Salah satunya CoveBaby Arctic Aqua-Sun Jelly: ber-SPF 35 PA++ dengan filter UV kimia yang larut air (Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid + Bisdisulizole Disodium, tanpa filter mineral), sehingga teksturnya jelly ringan, meresap tanpa meninggalkan white cast. Formulanya juga diperkaya Centella Asiatica, Lotus Extract, Gentiana Scabra Root, Allantoin, dan Hyaluronic Acid untuk membantu menenangkan dan melembapkan. Produk ini terdaftar BPOM NA18261700716.

Bagaimana cara pakai yang benar?

Lakukan patch test sebelum pemakaian pertama. Oleskan 15–30 menit sebelum keluar, lalu ulangi tiap 2 jam atau setelah berkeringat/terkena air.

Kesimpulannya, memilih produk yang memang ditujukan untuk bayi lebih bijak daripada memakai sunscreen dewasa. Sunscreen membantu mengurangi paparan UV, bukan mengobati; jika muncul kemerahan atau iritasi, hentikan dan konsultasikan ke dokter.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Jebol Support US$64.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

Jakarta, 2 Agustus 2026 — Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan setelah harga Bitcoin atau BTC turun ke kisaran US$63.900 pada 30 Juli 2026. Dalam tujuh hari terakhir, aset kripto terbesar tersebutterkoreksi sekitar 2,7% dan sempat menyentuh level terendah US$62.785, sekaligus menembus area support penting di US$64.000. 

Berdasarkan laporan Market Outlook FLOQ, pelemahan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Setidaknya terdapat tiga tekanan utama yang membayangi pasar, yaitu meningkatnya ekspektasi kenaikansuku bunga Amerika Serikat, eskalasi konflik di Timur Tengah, serta melemahnya struktur teknikal BTC setelah support US$64.000 ditembus. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor kembali mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. 

“Pasar sedang menghadapi kombinasi tekanan makroekonomi, geopolitik, dan teknikal secara bersamaan. Penembusan level US$64.000 menjadi penting karena menunjukkan bahwa sentimen pasar belum cukup kuatuntuk mempertahankan momentum pemulihan Bitcoin,” kata Yudho. 

The Fed Tahan Suku Bunga, tetapi Pasar Justru Makin Hawkish 

Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% pada pertemuan 29 Juli. Keputusan tersebut merupakan penahanan suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut. 

Namun, keputusan tersebut tidak serta-merta dibaca sebagai sinyal pelonggaran oleh pelaku pasar. Tiga pejabat regional The Fed justru memberikan suara untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. 

Akibatnya, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi sekitar 72,3%, lebih tinggi dibandingkan kisaran 54–63% dalam dua pekan sebelumnya. Kondisi ini berpotensi mempertahankan tekananterhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya. 

Menurut Yudho, investor perlu melihat lebih jauh dari sekadar keputusan The Fed untuk menahan suku bunga. “Kata ‘menahan’ tidak selalu berarti dovish. Dalam pertemuan kali ini, komposisi voting dan pernyataan The Fed justru memperlihatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga masih tinggi, ruang penguatan aset kripto kemungkinan tetap terbatas,” jelasnya. 

Konflik AS-Iran Dorong Harga Minyak Melonjak 

Tekanan tambahan datang dari meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Jeda serangan yang dimulai pada 27 Juli hanya bertahan sekitar dua hari sebelum kembali terjadi eskalasi. 

Pada 29 Juli, Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania. Amerika Serikat dan Arab Saudi kemudian membalas dengan menyerang kelompok pro-Iran di Irak timur. 

Ketegangan tersebut turut mendorong harga minyak dunia. Harga Brent meningkat sekitar 3,42% menjadi US$86,97 per barel, sedangkan West Texas Intermediate atau WTI naik sekitar 3,58% menjadi US$82,09 per barel. 

Kenaikan harga energi dikhawatirkan dapat kembali mendorong tekanan inflasi global dan memperkuat alasan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. 

“Dalam jangka pendek, harga minyak kini menjadi salah satu indikator eksternal yang perlu diperhatikan investor kripto. Apabila konflik terus mengganggu distribusi minyak melalui Selat Hormuz, kekhawatiran inflasidapat meningkat dan memperburuk sentimen terhadap aset berisiko,” ujar Yudho. 

Meski demikian, pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz masih menjadi salah satu saluran diplomatik yang dapat membantu meredakan tekanan harga minyak. 

Arus Dana ETF Bitcoin Belum Stabil 

Dari sisi institusional, produk exchange-traded fund atau ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat masih mencatatkan arus dana masuk selama tiga pekan berturut-turut. Pada pekan hingga sekitar 24 Juli, ETF Bitcoin mencatatkan net inflow sekitar US$33,8 juta. 

Namun, tren tersebut kehilangan momentum pada akhir pekan. ETF Bitcoin mencatatkan arus keluar sekitar US$225,1 juta pada Kamis dan US$240 juta pada Jumat, memutus rangkaian tujuh hari arus dana masuk. 

Sementara itu, ETF Ethereum membukukan arus masuk mingguan sekitar US$104 juta, atau sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan total arus masuk mingguan ETF Bitcoin. Data tersebut mengindikasikan adanyarotasi modal ke Ethereum, meskipun belum dapat dipastikan sebagai tren jangka panjang. 

“Arus dana ETF menunjukkan minat institusional belum menghilang, tetapi tingkat sensitivitasnya terhadap kebijakan suku bunga masih sangat tinggi. Investor besar terlihat lebih selektif dan cepat melakukanpenyesuaian menjelang rilis data ekonomi penting,” kata Yudho. 

Bitcoin Berpotensi Bergerak di Rentang US$62.800–US$65.700 

Dari sisi teknikal, level US$62.800 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan setelah Bitcoin menembus US$64.000. Sementara itu, area US$65.700 hingga US$66.500 menjadi zona resistensi yang perlu dilewatiuntuk membuka peluang pemulihan lebih lanjut. 

Menurut Yudho, pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek kemungkinan masih berada dalam rentang konsolidasi yang lebar. “Selama Bitcoin belum mampu kembali dan bertahan di atas US$65.700, pasar masih berisikomengalami tekanan lanjutan. Di sisi lain, area US$62.800 menjadi level penting karena penembusan yang konsisten di bawah area tersebut dapat membuka ruang koreksi yang lebih dalam,” ungkapnya. 

Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah agenda penting pada awal Agustus, termasuk data ISM Manufacturing PMI, ADP Employment Report, ISM Services PMI, serta laporan ketenagakerjaan Amerika Serikatpada 7 Agustus. 

Rilis data tersebut akan menjadi indikator penting untuk mengukur apakah kebijakan hawkish The Fed mendapat dukungan dari kondisi ekonomi Amerika Serikat. 

“Investor sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan arah pasar hanya berdasarkan satu indikator. Kondisi saat ini membutuhkan pengelolaan risiko yang lebih disiplin karena data tenaga kerja, harga minyak, dan perkembangan geopolitik dapat memicu perubahan sentimen secara cepat,” tutup Yudho. 

Sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan literasi aset digital, FLOQ juga menyediakan platform edukasi yang dapat diakses oleh siapa saja melalui kanal FLOQ Academy. Kanal ini menghadirkan berbagaimateri untuk membantu masyarakat memahami pergerakan pasar, strategi investasi aset kripto, serta perkembangan teknologi blockchain dan Web3 secara lebih mudah, terstruktur, dan relevan dengan kondisi pasar terkini.. 

 

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 30 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruhinformasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.  

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto. 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program B50, PTPN IV PalmCo Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani

Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus memperkuat dukungan terhadap program Mandatori Biodiesel B50 dan ketahanan pangan nasional melalui penguatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta peningkatan serapan tandan buah segar (TBS) petani. Hingga Juni 2026, PalmCo telah menyerap sebanyak 1,73 juta ton TBS petani sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperkuat pasokan bahan baku energi nabati nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat kunjungan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina PTPN IV Regional 2 di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang didampingi Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, pada Rabu (15/7/2026).

Kunjungan tersebut menegaskan peran PalmCo dalam memperkuat pasokan pangan, energi, dan keberlanjutan sektor perkebunan melalui peningkatan produktivitas sawit rakyat, penguatan kemitraan petani, serta dukungan terhadap implementasi Mandatori Biodiesel B50.

Dalam kesempatan tersebut, Heru Tri Widarto menegaskan bahwa PTPN IV PalmCo memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi nasional. Menurutnya, implementasi B50 membutuhkan dukungan pasokan CPO domestik yang kuat, yang hanya dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas kebun rakyat dan penguatan rantai pasok sawit nasional.

Ia juga memastikan Kementerian Pertanian memandang langkah PalmCo sebagai momentum strategis untuk mempercepat transformasi industri sawit nasional.

“Kami mengapresiasi peran PTPN IV PalmCo yang menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas sawit rakyat dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap program energi nasional,” ujar Heru dalam dialog bersama petani di Adolina.

Program Biodiesel B50 yang dimandatkan pemerintah mewajibkan pencampuran 50 persen solar fosil dengan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis sawit. Kebijakan tersebut diproyeksikan menyerap tambahan sekitar 1–2 juta ton CPO domestik setiap tahun sehingga memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

Hingga Juni 2026, PTPN IV PalmCo telah memproduksi 1,29 juta ton CPO yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng nasional sekaligus mendukung peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel B50. Perseroan memandang peningkatan produktivitas menjadi kunci agar kebutuhan pangan dan energi dapat dipenuhi secara bersamaan.

Kontribusi PalmCo terhadap penguatan petani juga tercermin dari penyerapan TBS. Sepanjang 2025 perusahaan menyerap 3,26 juta ton TBS petani. Hingga Juni 2026, serapan mencapai 1,73 juta ton, dengan sekitar 30 persen bahan baku industri PalmCo berasal dari petani rakyat. Pada periode yang sama, PalmCo telah membina 28.786 keluarga petani di lahan seluas 54.148 hektare.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa implementasi B50 menjadi momentum untuk memperkuat produktivitas sawit rakyat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI kepada PTPN IV PalmCo. Dukungan tersebut semakin memperkuat komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap peningkatan kebutuhan energi nasional juga menciptakan peningkatan kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.

Menurut Jatmiko, penguatan produktivitas dilakukan melalui empat Program PTPN untuk Sawit Rakyat, yakni pola single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan swadaya/offtaker, serta pemberdayaan koperasi petani. Pendekatan tersebut dirancang agar petani memperoleh akses teknologi, pendampingan, dan kepastian pasar secara berkelanjutan.

Strategi hilirisasi tersebut juga diperkuat melalui kerja sama PTPN IV PalmCo dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam riset “Bensin Sawit” sebagai bagian dari diversifikasi produk hilir dan penguatan ekosistem energi terbarukan nasional.

Menutup kunjungan tersebut, Jatmiko K. Santosa menegaskan bahwa PalmCo akan terus memperkuat sinergi antara peningkatan produktivitas sawit, penguatan petani rakyat, dukungan terhadap program B50, serta pengembangan inovasi energi berbasis sawit guna mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Wujudkan Jalan Tol yang Andal dan Berkualitas, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Ruas Jalan Tol Semarang

Semarang, 01 Agustus 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) kembali melaksanakan pekerjaan preservasi jalan tol melalui metode Scrapping, Filling and Overlay (SFO) dan rekonstruksi perkerasan pada Ruas Jalan Tol Semarang. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya PT JMTM dalam menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur jalan tol serta mendukung kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

Pekerjaan SFO dilaksanakan pada beberapa titik di Ruas Jalan Tol Semarang selama periode Rabu, 5 Agustus hingga Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan waktu pekerjaan pukul 18.00–06.00 WIB. Adapun lokasi pekerjaan meliputi:

– Rabu, 5 Agustus 2026 : Jalur B-B/L1, STA 432+397 s.d. STA 432+318 dan STA 432+274 s.d. STA 432+085.

– Kamis, 6 Agustus 2026 : Jalur A-B/L1, STA 426+248 s.d. STA 426+200 dan Jalur A-B/BL, STA 426+204 s.d. STA 426+103.

– Jumat, 7 Agustus 2026 : Jalur C-A/L1, STA 435+075 s.d. STA 435+200.

– Sabtu, 8 Agustus 2026 : Jalur A-A/L0, STA 425+233 s.d. STA 425+258 dan Jalur A-A/BL, STA 428+319 s.d. STA 428+533.

Selain pekerjaan SFO, PT JMTM juga melaksanakan rekonstruksi perkerasan jalan pada Jalur A-A/L0, STA 425+233 s.d. STA 425+258, dengan panjang penanganan 25 meter dan luas pekerjaan 100 m².

Pekerjaan rekonstruksi tersebut dilaksanakan mulai Senin, 3 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB dan ditargetkan selesai serta dibuka kembali untuk lalu lintas pada Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB.

Direktur Utama PT JMTM Suchandra P. Hutabarat menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan preservasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan kondisi jalan tol tetap memenuhi standar kualitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan.

“Kami terus memastikan pekerjaan preservasi dilaksanakan secara terencana dengan memperhatikan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, serta kelancaran lalu lintas. Pelaksanaan SFO dan rekonstruksi ini diharapkan dapat menjaga keandalan perkerasan jalan tol sehingga pengguna jalan dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” ujar Suchandra.

Dalam pelaksanaannya, PT JMTM berkoordinasi dengan pihak terkait dan menerapkan manajemen lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan, dan mengantisipasi potensi perlambatan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Melalui pelaksanaan preservasi secara berkala dan berkelanjutan, PT JMTM berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya jalan tol yang andal, aman, nyaman, dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi seluruh pengguna jalan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Transformasi, Abdul Rivai Ras: Transformasi PTPN I (Persero) Harus Lebih Progresif!

Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat transformasi bisnis di seluruh entitasnya guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perusahaan. Sejalan dengan langkah tersebut, PT Perkebunan Nusantara I (Persero) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi transformasi perusahaan melalui tata kelola yang semakin modern, profesional, dan adaptif terhadap dinamika industri agribisnis global.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan bahwa transformasi yang telah dijalankan perusahaan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang tepat. Namun, menurutnya, percepatan transformasi membutuhkan komitmen yang lebih kuat, terukur, dan progresif agar mampu menjawab tantangan industri ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Rivai Ras di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Direktur Utama bergelar Doktor Ilmu Politik Bidang Kebijakan Pertanahan itu menegaskan bahwa percepatan transformasi hanya dapat diwujudkan melalui komitmen bersama seluruh insan perusahaan.

“Industri perkebunan atau farming adalah main course alias menu utama sebagai penyedia bahan baku industri manufaktur. Industri ini tidak akan mati selagi masih ada kehidupan. Oleh karena itu, kita harus memperkuat semua lini dengan modernisasi dan profesionalitas agar perusahaan kita berkembang lebih progresif,” kata Abdul Rivai Ras.

Menurutnya, industri agribisnis memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional karena tidak hanya menghasilkan komoditas penting, tetapi juga menjadi sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tersebar di berbagai daerah.

“Kita harus bertransformasi dengan cepat dan masif bukan hanya karena mengejar profit, tetapi menjaring efek sosial yang lebih luas. Kita tahu, perkebunan dan pertanian menyerap tenaga paling besar dalam rantai ekonomi. Sebarannya juga sangat luas, tidak terkonsentrasi di titik tertentu. Dan lebih penting lagi, lapangan kerja yang tercipta bisa dimasuki oleh siapa saja,” ujarnya.

Abdul Rivai Ras menjelaskan bahwa dinamika industri perkebunan saat ini berkembang sangat cepat. Persaingan global, volatilitas harga komoditas, perubahan iklim, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, hingga percepatan digitalisasi telah mengubah paradigma pengelolaan perusahaan perkebunan.

“Mengelola PTPN I hari ini bukan lagi sekadar mengelola kebun atau mengejar target produksi. Amanah ini adalah tanggung jawab untuk membangun sebuah korporasi negara yang mampu bersaing di tingkat global, adaptif terhadap perubahan, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” katanya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, PTPN I menetapkan lima pilar transformasi sebagai fondasi pengembangan perusahaan menuju korporasi agribisnis berkelas dunia, yaitu penguatan Good Corporate Governance (GCG), penguatan manajemen risiko, digitalisasi manajemen, optimalisasi aset negara, serta penguatan sinergi kelembagaan.

Terkait tata kelola perusahaan, Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa sebagai perusahaan yang mengelola aset strategis milik negara, seluruh proses bisnis PTPN I harus dijalankan secara transparan, akuntabel, profesional, dan patuh terhadap regulasi. Tata kelola yang kuat diyakini menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan.

Pada aspek manajemen risiko, ia menilai bahwa kemampuan mengelola risiko secara terukur menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan di tengah ketidakpastian bisnis global. Restrukturisasi organisasi melalui integrasi Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengantisipasi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global,” tegasnya.

Abdul Rivai Ras juga menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar pemanfaatan teknologi, melainkan transformasi budaya kerja yang mengedepankan efisiensi, kecepatan, akurasi, serta pengambilan keputusan berbasis data. Implementasi smart farming, digitalisasi proses bisnis, dan integrasi sistem informasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.

Sementara itu, optimalisasi aset negara diarahkan agar seluruh aset yang dikelola perusahaan mampu menghasilkan produktivitas dan nilai ekonomi yang optimal, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan kemitraan yang inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi di wilayah operasional perusahaan.

Pada pilar penguatan sinergi kelembagaan, Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, DPR, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Transformasi bukanlah pekerjaan satu orang atau satu institusi. Ini adalah gerakan bersama untuk membangun PTPN I menjadi perusahaan agribisnis nasional yang mampu berdiri sejajar dengan perusahaan-perusahaan perkebunan terbaik di dunia. Dengan tata kelola yang kuat, digitalisasi, inovasi, serta kolaborasi yang solid, kami optimistis PTPN I akan menjadi korporasi yang semakin profesional, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” pungkas Abdul Rivai Ras.

Melalui implementasi lima pilar transformasi tersebut, PTPN I bersama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing perusahaan melalui tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, keberlanjutan, dan kolaborasi. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat posisi PTPN I sebagai bagian dari ekosistem agribisnis nasional yang mampu memberikan nilai tambah bagi negara, masyarakat, dan perekonomian Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Ungkap Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto

Data internal Bittime menunjukkan investor Indonesia semakin beragam dalam memilih aset digital. Selain tetap aktif bertransaksi pada aset kripto utama dan USDT, minat terhadap Tokenized US Stocks juga meningkat 2,5 kali lipat pada Juli 2026, mencerminkan tren diversifikasi portofolio ke aset global.

Investor kripto semakin selektif dalam menentukan aset untuk bertransaksi di tengah dinamika pasar aset digital yang terus berkembang. Data Bittime menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset kripto utama, hingga stablecoin USDT, serta aset global berbasis tokenisasi, seiring investor mencari peluang yang lebih luas untuk membangun portofolio aset digital.

“Investor saat ini semakin selektif dalam menentukan aset yang ingin mereka transaksikan. Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi aset utama yang banyak diperhatikan, tetapi investor juga mulai melihat peluang lain berdasarkan kondisi pasar, momentum, dan strategi masing-masing. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa pasar semakin berkembang dan investor semakin memahami bahwa setiap aset memiliki karakteristik dan peluang yang berbeda,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime.

Tren selektivitas investor juga terlihat dalam pasar aset digital global. Berdasarkan laporan CoinShares, pada Mei 2026 Bitcoin mencatat arus dana keluar sebesar US$982 juta, sementara XRP dan Solana masih mencatat arus dana masuk masing-masing sebesar US$67,6 juta dan US$55,1 juta. Perbedaan arus dana tersebut menunjukkan bahwa investor dapat memberikan respons yang berbeda terhadap setiap aset dan tetap mencari peluang tertentu di tengah dinamika pasar.

Investor Kripto Indonesia Mulai Mengeksplorasi Beragam Aset

Di Indonesia, perubahan preferensi investor juga tercermin dalam aktivitas transaksi di Bittime. Berdasarkan data internal Bittime, minat transaksi pengguna terlihat pada sejumlah aset seperti USDT, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Hal ini menunjukkan bahwa aset kripto utama masih memiliki peran penting, sementara investor semakin memperhatikan pilihan aset berdasarkan kondisi dan peluang yang tersedia.

Selain aset kripto, minat terhadap instrumen digital yang memberikan eksposur ke pasar global juga mulai berkembang. Data internal Bittime menunjukkan aktivitas perdagangan Tokenized US Stocks pada Juli 2026 meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan Juni 2026. Lima Tokenized US Stocks yang paling banyak diminati di Bittime adalah SPCXX, NVDAX, CRCLX, MSTRX, dan AAPLX.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan investor dalam mengakses pasar juga semakin beragam. Mereka tetap menjadikan aset kripto utama sebagai bagian penting dari aktivitas transaksi, namun pada saat yang sama mulai mengeksplorasi instrumen lain yang dapat memberikan eksposur terhadap peluang di pasar global. Bagi Bittime, tren ini menjadi dorongan untuk terus menghadirkan pilihan aset yang relevan bagi investor Indonesia dalam satu ekosistem aset digital,” pungkas Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES