Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari

JAKARTA — Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Sebagian besar sampah yang dihasilkan setiap hari belum terkelola dengan baik, memicu berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan. Di tengah situasi itu, inisiatif warga di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi.

Adalah Didi Saputra (41), yang akrab disapa Untung, menjadi penggerak pengelolaan sampah di desanya. Sejak 2021, ia bersama warga mulai mengolah sampah organik menggunakan maggot atau larva Black Soldier Fly.

Dari upaya tersebut, terbentuk kelompok Sari Larva Berdaya (SLB) yang kemudian berkembang menjadi Bank Sampah Berseri pada 2024.

“Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan,” ujar Didi.

Saat ini, kelompok tersebut mampu mengelola sekitar 1 hingga 2 ton sampah setiap hari. Sampah dikumpulkan dari limbah katering perusahaan serta rumah tangga warga sekitar.

Hasil pengolahannya beragam. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk ayam, bebek, dan ikan. Selain itu, limbah kayu palet diolah menjadi meja dan kursi, sementara limbah kertas dan pelepah pisang diubah menjadi kertas daur ulang dan paper bag yang memiliki nilai jual.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga. Sebanyak 17 orang kini aktif terlibat dalam pengelolaan sampah tersebut.

Didi secara khusus melibatkan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan anak-anak putus sekolah.

“Ada yang tuna netra, ada juga yang punya keterbatasan lain, tapi mereka tetap bisa bekerja, seperti memilah sampah atau membuat produk daur ulang,” katanya.

Selain itu, kelompok ini juga membantu anak-anak putus sekolah untuk mengikuti ujian Paket B dan C agar memiliki ijazah.

Manfaat ekonomi juga dirasakan melalui sistem tabungan Bank Sampah Berseri. Warga dapat menukarkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas menjadi saldo tabungan.

Menariknya, menjelang hari besar seperti Lebaran, saldo tersebut bisa dicairkan dalam bentuk paket sembako dengan harga sekitar 30 persen lebih murah dari pasaran.

Upaya ini turut didukung oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai bagian dari MIND ID. Dukungan diberikan dalam bentuk pelatihan dan penyediaan sarana, sehingga masyarakat mampu mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri.

Program ini menjadi bagian dari inovasi sosial yang berkontribusi pada capaian penghargaan PROPER Emas yang diraih perusahaan.

Meski demikian, Didi menilai perjalanan mereka masih panjang. Ke depan, ia berharap dapat memiliki armada pengangkut sampah agar jangkauan layanan bisa diperluas ke lebih banyak rumah tangga.

“Kami terus belajar dan bergerak. Dari sampah, kami bisa mandiri dan saling membantu,” ujarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (28/4) diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring belum adanya sinyal kuat yang menunjukkan kelanjutan tren kenaikan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa kondisi pasar saat ini justru mengarah pada potensi pelemahan lanjutan, terutama setelah harga gagal menembus sejumlah level penting di area resistance.

Dari sisi teknikal, harga emas pada timeframe harian terlihat kesulitan untuk melanjutkan kenaikan setelah tertahan di level 4.741 dan kembali gagal menembus resistance kuat di kisaran 4.832. Kegagalan ini menjadi indikasi bahwa dorongan beli mulai melemah dan pasar kehilangan momentum untuk bergerak lebih tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung beralih ke fase koreksi. Fase ini merupakan bagian normal dari siklus pasar, di mana harga mengalami penurunan sementara setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Koreksi tersebut dikenal sebagai secondary trend, yang biasanya terjadi sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

Dengan tekanan yang masih dominan, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support di sekitar 4.592. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpeluang bergerak lebih dalam hingga ke kisaran 4.480.

Meski demikian, area support tersebut tetap menjadi level krusial. Jika harga mampu bertahan, tidak menutup kemungkinan terjadi pergerakan konsolidasi atau bahkan pantulan sementara sebelum arah selanjutnya terbentuk. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area tersebut.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi dolar yang kuat, harga emas cenderung melemah karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan global terhadap emas.

Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve juga menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Tingginya suku bunga membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Kondisi ini diperkuat oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi. Ketika yield meningkat, investor cenderung memindahkan dana mereka ke aset yang memberikan keuntungan tetap, sehingga minat terhadap emas berkurang.

Di sisi lain, situasi pasar global yang relatif stabil juga ikut menekan harga emas. Dalam kondisi pasar yang cenderung positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas menjadi berkurang.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen yang terjadi secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu pergerakan yang cukup signifikan.

Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting sebagai acuan. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas harga emas saat ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Resilien di Tengah Koreksi Harga Batubara, Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Tetap Ekspansif

Jakarta, 27 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (‘BRI Finance’), anak usaha BRI yang bergerak di bidang pembiayaan, membukukan kinerja yang solid pada segmen pembiayaan alat berat sepanjang kuartal I-2026, di tengah dinamika penurunan harga batubara serta penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan.

Per akhir Maret 2026, penyaluran pembiayaan alat berat Perseroan tercatat tumbuh sebesar 33,26% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini mencerminkan daya tahan (resilience) permintaan pembiayaan alat berat yang tetap terjaga, meskipun berada dalam tekanan penurunan average selling price (ASP) batubara di pasar global.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa hingga saat ini, koreksi harga batubara belum memberikan dampak material terhadap kinerja pembiayaan alat berat Perseroan.

“Permintaan pembiayaan alat berat masih berada dalam tren yang positif. Penurunan ASP batubara belum memberikan tekanan yang signifikan terhadap aktivitas pembiayaan kami,” ujar Dhani.

Dari sisi portofolio, segmen pembiayaan alat berat memberikan kontribusi sebesar 17,80% terhadap total pembiayaan BRI Finance, sekaligus mempertegas perannya sebagai salah satu pilar pertumbuhan Perseroan.

Ke depan, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons potensi perlambatan pada sektor berbasis komoditas. Perseroan secara berkelanjutan memperkuat penerapan manajemen risiko serta meningkatkan selektivitas penyaluran pembiayaan, khususnya pada sektor-sektor dengan tingkat sensitivitas tinggi terhadap volatilitas harga komoditas.

Selain itu, Perseroan juga mengintensifkan pemantauan kualitas portofolio secara berkala guna memastikan kualitas aset tetap terjaga di tengah dinamika pasar.

Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, BRI Finance terus memperkuat diversifikasi pembiayaan ke sektor-sektor produktif dengan prospek pertumbuhan yang lebih stabil. Inisiatif ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan portofolio, mengendalikan konsentrasi risiko, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Staf Khusus Presiden Tiar N Karbala Serukan Gotong-Royong Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026

Festival UMKM bertema “Cerita Lokal, Karya Nusantara” sukses digelar tiga hari di M Bloc Space, Jakarta Selatan, menghadirkan model baru pemberdayaan UMKM berbasis solusi nyata.

JAKARTA, 26 April 2026 — Tiga hari penuh, Melting Pop M Bloc Space, Jakarta Selatan, bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi ekosistem UMKM Indonesia. MitMe Fest 2026, yang berlangsung pada 24–26 April 2026 dengan tema “Cerita Lokal, Karya Nusantara”, resmi ditutup dengan antusiasme luar biasa dari pelaku usaha, komunitas, hingga pemangku kepentingan nasional. 

Festival ini memperkenalkan format baru yang tidak sekadar mengejar transaksi komersial — melainkan berfokus pada penguatan kapasitas, literasi teknologi, dan ekosistem bisnis UMKM secara menyeluruh. Dalam konteks Indonesia yang kini memiliki sekitar 64 juta pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, urgensi pemberdayaan seperti ini tidak bisa ditunda.

Pemerintah Serukan Gotong-Royong Digital

Momen paling krusial MitMe Fest 2026 hadir pada hari penutupan: Dialog Strategis bersama Tiar N Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang UMKM dan Digitalisasi. Sesi ini bukan seremonial belaka — pameran tersebut menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan perspektif kebijakan negara dengan realitas keras yang dihadapi jutaan pelaku usaha di lapangan. 

Tiar membuka diskusi dengan mengurai paradoks digitalisasi Indonesia: meski penetrasi internet telah mencapai 77%–80% hingga pelosok negeri, indeks literasi digital pelaku usaha secara umum masih stagnan di level menengah. 

Kondisi ini memunculkan risiko nyata — adopsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) berpotensi memperlebar jurang antara korporasi besar bermodal kuat dengan pengusaha mikro yang masih minim literasi, bahkan takut sekadar untuk mencoba.

“Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri untuk mengurusi masalah yang sebegitu banyak dari Sabang sampai Merauke. Harus ada semangat gotong-royong di mana program-program ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus berkolaborasi secara kolektif dengan talenta muda, komunitas, hingga pihak swasta,” kata Tiar N Karbala, Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Digitalisasi. 

Pernyataan ini disambut dengan resonansi kuat dari audiens yang hadir — para pelaku UMKM, mitra strategis, dan komunitas yang selama ini bekerja di garis terdepan pemberdayaan ekonomi lokal. Tiar menegaskan bahwa kesenjangan digital bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan masalah ekosistem: butuh sinergi antara negara, platform digital, dan komunitas untuk benar-benar mengangkat UMKM naik kelas.

 

Lebih dari Pameran: Intervensi Nyata untuk UMKM

MitMe Fest 2026 dirancang sejak awal sebagai platform berbasis solusi — setiap program memiliki tujuan strategis yang terukur. Sepanjang acara, UMKM difasilitasi dengan asesmen level usaha untuk memetakan posisi dan kebutuhan kompetensi bisnis mereka. Pojok konsultasi strategis tanpa biaya dibuka untuk siapa saja, termasuk sesi mendalam selama 1,5 jam bersama pelaku usaha kopi roastery yang membedah strategi adaptasi teknologi hingga penyelesaian sertifikasi halal.

“Bagi kami, UMKM tidak boleh hanya dijadikan objek bisnis, melainkan harus diberdayakan agar mereka tumbuh lebih cepat dan kita bisa bersama-sama membangun cerita lokal,” kata Adhitya Noviardi, Founder Ekosistem Mitme.id

Program fasilitasi sertifikasi halal gratis turut hadir sebagai langkah konkret mendongkrak daya saing produk lokal. Workshop kreatif seperti merangkai bunga dan DIY keychain memperkuat dimensi experiential festival ini, menjadikannya inklusif bagi berbagai segmen — dari keluarga hingga generasi muda yang haus pengalaman berbasis kreativitas.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Bukti Nyata

Sebagai wujud konkret dari semangat gotong-royong yang disuarakan Tiar, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor yang mengirimkan perwakilan UMKM Binaan Wondr By Bank BNI, Bank Mandiri, Jamkrindo, InJourney Airports, JNE, dan Waringin Hospitality. Sinergi ini memastikan pendampingan UMKM berjalan terintegrasi — dari solusi pembiayaan hingga perluasan jaringan distribusi.

Jangkauan publikasi festival ini turut diperkuat oleh jaringan media nasional lintas provinsi: Trenasia.id, GAC Media, Soul of Jakarta, Potretpriangan.co, Jatengaja.com, Jogjaaja.com, Soloaja.co, Eduwara.com, Halojatim.com, Halopacitan.com, Balinesia.id, Floresku.com, Sumatrakini.co, Kabarsiger.com, Kabarminang.id, Potretutara.com, Ibukotakini.com, Makassarinsight.com, Starbanjar.com, Sijori.id, Wongkito.co, dan Lyfebengkulu.com.

Bukan Sekadar Event — Sebuah Gerakan Berkelanjutan

Founder MitMe menegaskan bahwa MitMe Fest bukan titik akhir, melainkan titik awal dari strategi jangka panjang yang lebih besar.

“Kami melihat UMKM tidak hanya butuh panggung, tetapi juga arah dan akses. MitMe Fest dirancang untuk menjawab itu — menghubungkan kebutuhan dengan solusi secara langsung,” kata Founder MitMe, Adhitya Noviardi.

Pasca-penyelenggaraan, MitMe berkomitmen melanjutkan rangkaian program pendampingan, edukasi bisnis melalui aplikasi digital, dan pemanfaatan media sosial — memastikan dampak tidak berhenti di hari penutupan, melainkan berlanjut dalam pertumbuhan bisnis yang nyata dan terukur bagi setiap UMKM yang terlibat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Positioning di Segmen Ritel, BRI Finance Ramaikan BRI Consumer Expo 2026 di Bandung

Bandung, 26 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi ekosistem melalui partisipasi pada BRI Consumer Expo 2026 yang diselenggarakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Agung Podomoro Land. Kegiatan ini berlangsung pada 25–26 April 2026 di kawasan Podomoro Park, Bandung.

Partisipasi BRI Finance dalam ajang ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan potensi captive market di dalam BRI Group, sekaligus memperluas penetrasi pembiayaan ritel, khususnya pada segmen otomotif.

Dalam kegiatan ini, BRI Finance menghadirkan penawaran pembiayaan kendaraan roda empat dengan suku bunga mulai dari 2,85% flat per tahun untuk tenor hingga 3 tahun. Penawaran tersebut dihadirkan secara terintegrasi dengan program pembiayaan properti BRI Group yang menawarkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai dari 1,75% efektif per tahun (fixed 1 tahun), guna memberikan solusi finansial yang komprehensif bagi masyarakat.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Partisipasi kami dalam BRI Consumer Expo 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI Finance untuk mengakselerasi sinergi dalam ekosistem BRI Group, sekaligus menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”

Lebih lanjut, Wahyudi menambahkan bahwa momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat positioning perseroan di segmen pembiayaan ritel.

“Kami melihat adanya potensi pertumbuhan yang signifikan pada pembiayaan ritel, khususnya otomotif. Oleh karena itu, BRI Finance terus mendorong inovasi produk dan kemudahan akses layanan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.

Selain menghadirkan solusi pembiayaan, kegiatan ini juga dirancang sebagai platform engagement dengan menghadirkan berbagai aktivitas seperti pameran properti dan otomotif, talkshow, serta pertunjukan musik yang dimeriahkan oleh Salma Salsabil. 

Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Finance akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian serta inovasi dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HOTELMURAH.COM BANTU 8.000 MASJID DAN MUSHOLA LEWAT PROGRAM TERANG BERSAMA

Sejak tahun 2025 lalu, Hotelmurah.com menghadirkan program tanggung jawab sosial bertajuk Terang Bersama yang berfokus pada pembiayaan listrik untuk masjid dan mushola di seluruh Indonesia. Program ini mencakup bantuan listrik prabayar (token) maupun pascabayar (tagihan bulanan) guna mendukung keberlangsungan aktivitas ibadah dan sosial Masyarakat.

“Melalui Terang Bersama, kami
ingin memastikan rumah ibadah tetap memiliki akses listrik yang memadai. Kami
juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan sahabat Hotelmurah
yang telah setia bertransaksi, karena program ini dapat berjalan berkat
dukungan mereka,” ujar perwakilan Hotelmurah.com.

Hotelmurah.com merupakan platform digital yang menyediakan layanan pemesanan
hotel, tiket perjalanan, serta pembayaran kebutuhan sehari-hari seperti
listrik. Memasuki tahun 2026, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan jumlah
masjid dan mushola yang menerima manfaat dari program Terang Bersama serta
memperluas jangkauan ke lebih banyak wilayah di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, program Terang Bersama telah membantu lebih dari 8.000
masjid dan mushola di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan ini memungkinkan
rumah ibadah tetap beroperasi secara optimal, khususnya dalam menunjang
kegiatan ibadah, pengajian, serta aktivitas sosial yang berlangsung hingga
malam hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bukan Sekadar Pilih Kampus, Psikolog Ungkap Fenomena ‘Decision Anxiety’ yang Hantui Orang Tua & Calon Mahasiswa 2026

Bekasi, 24 April 2026 – Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal “masuk mana”, tapi lebih dari itu, yaitu bagaimana mengelola kecemasan massal yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa. Fenomena ini dikenal sebagai decision anxiety, di mana banyaknya pilihan, informasi, dan ketidakpastian ekonomi membuat orang tua dan anak terjebak dalam siklus overthinking yang melumpuhkan.

“Kita sering melihat anak menunda-nunda pilihan karena takut salah langkah, sementara orang tua terjebak dalam pencarian pembanding yang tak ada ujungnya,” jelas Dr. Istiani, M.Psi., Faculty Member BINUS University. Menurutnya, tanggung jawab moral untuk memastikan investasi pendidikan tidak “sia-sia” menciptakan tekanan ganda yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya.

Kekhawatiran ini semakin besar dengan data yang menunjukkan bahwa sekitar 36% pemuda Indonesia bekerja di bidang yang tak sesuai dengan ijazah mereka. Angka ini tidak hanya menjadi statistik, melainkan pemicu utama kecemasan bagi banyak orang tua yang harus mengeluarkan biaya besar untuk pendidikan anak mereka.

Menanggapi hal ini, Prof. Gatot Soepriyanto, Direktur Kampus BINUS @Bekasi, menegaskan bahwa penawar terbaik bagi decision anxiety adalah kejelasan arah.

“Orang tua butuh ketenangan yang berasal dari progres nyata. Itulah mengapa kami mengintegrasikan industri langsung ke dalam kurikulum,” tegasnya.

BINUS @Bekasi sebagai Business, Service & Technology Campus menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih dari sekadar teori. Melalui program Enrichment dan pengalaman industri langsung yang terintegrasi dalam pembelajaran, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja. Hal ini memberi progres nyata yang bisa dirasakan oleh orang tua.

“Ketika orang tua melihat anaknya lebih percaya diri, punya pengalaman, dan mulai memahami arah kariernya, rasa cemas itu perlahan berubah menjadi rasa percaya,” tambah Prof. Gatot.

Selain memberikan kejelasan arah, BINUS @Bekasi juga memfokuskan diri pada meredam tekanan finansial yang menjadi salah satu faktor utama kecemasan orang tua. Salah satu solusi yang diberikan adalah Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student), yang tidak hanya meringankan biaya pendidikan, tetapi juga memberi simbol investasi masa depan anak.

“Dengan adanya Beasiswa EMAS, orang tua bisa lebih fokus pada masa depan anak tanpa merasa terbebani secara finansial. Beasiswa ini juga memberikan emas sebagai simbol investasi, mempertegas bahwa pendidikan adalah investasi yang dapat memberikan return dalam bentuk yang nyata, baik dari sisi finansial maupun karier,” tambah Prof. Gatot.

Dr. Istiani, M.Psi., menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini, kejelasan arah dan pengalaman nyata menjadi kunci dalam mengurangi kecemasan.

“Ketika seorang individu, baik orang tua maupun anak yang merasa bahwa mereka berada di jalur yang jelas dan memiliki gambaran masa depan, maka tingkat kecemasan akan berkurang secara signifikan,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang mengintegrasikan pengalaman nyata di dunia industri dan dukungan finansial melalui Beasiswa EMAS, BINUS @Bekasi berupaya membantu orang tua dan calon mahasiswa melewati perjalanan ini dengan lebih tenang dan yakin.

Pada akhirnya, keputusan pendidikan bukan hanya tentang memilih kampus, tetapi tentang memastikan bahwa anak mereka berada di jalur yang tepat, dengan rasa aman yang datang dari progres nyata dan pendidikan yang relevan dengan dunia kerja.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Jakarta, 27 April 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian Kuartal I-2026, Perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan ini. Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan.

Efisiensi sebagai Kunci Keberlanjutan

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan,
menyatakan bahwa hasil ini merupakan indikator bahwa program transformasi
perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, ia menegaskan
bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.

“Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di
awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih
menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini. Dengan hasil kuwartal satu yang mulai stabil, kami akan tetap  menjaga agar 
selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan
demikian Krakatau Steel memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung
kemandirian industri baja nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan dalam acara
Coffee Morning Media with CEO KRAS bertempat di The Surosowan Jakarta.

Posisi Keuangan
dan Operasional

Secara finansial, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar USD 262,4
juta pada Kuartal I-2026. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar USD
4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas Perusahaan di angka USD 745,7
juta. Penguatan neraca ini memberikan stabilitas bagi perseroan dalam
menjalankan aktivitas operasional dan menghadapi dinamika pasar yang sedang bergejolak saat ini.

Berdasarkan catatan positif tersebut, Krakatau
Steel optimis dalam menargetkan laba bersih sebesar USD 129 juta pada tahun
2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja keuangan perusahaan.

Optimalisasi Produksi dan
Kontribusi Nasional

Hingga Maret 2026, total produksi Krakatau Steel mencapai 360 ribu ton.
Capaian ini didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara
optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton
dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.

Optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam
menjalankan program penguatan permodalan bersama Danantara. Dengan
mengedepankan nilai tambah produk domestik, Krakatau Steel terus berupaya
menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur serta mendukung
visi kemandirian ekonomi nasional.

“Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat
menghasilkan  produk baja yang lebih
kompetitif  dan dapat bersaing di pasar.
Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus
melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan ,”
tutup Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai
Chairman IISIA (The Indonesia Iron & Steel Industry Association) dan ALFI
(Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia)/ILFA.

Adapun program kerja ini selaras dengan Asta Cita
Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Delivers API 510 Training to Help Engineers Pass Certification

Pass API 510 certification with PetroSync training. Build practical inspection skills, improve exam readiness, and grow your engineering career with confidence.

Many engineers in oil and gas have faced this moment: you’re ready to move forward, but certification still feels like a barrier. You’ve handled real field challenges, yet the exam still feels uncertain.

This isn’t about capability. It’s about preparation. Without the right approach, even experienced engineers can struggle, and career progress starts to slow down.

When Certification Becomes a Barrier to Career Growth

Certification should open doors, but for many engineers, it becomes a bottleneck. The longer it gets delayed, the more it affects confidence and career progression.

Without a clear structure, preparation feels scattered, making it harder to stay consistent and fully ready for the exam.

1. Many Engineers Delay Certification Due to Low Confidence in Exam Readiness

Many engineers delay certification for 6–12 months due to low confidence. Without structured preparation, study efforts become scattered, reducing readiness and increasing hesitation before taking the exam.

2. Understanding Codes Feels Overwhelming Without Practical Context

Engineers often spend 40–60 hours reviewing codes but still struggle to understand them. Without real context, concepts feel abstract and difficult to apply during actual exam scenarios.

3. Limited Hands-On Practice Makes It Hard to Apply Knowledge in Exams

Without enough practice, engineers may struggle with 30–40% of scenario-based questions. Knowing theory alone is not enough when the exam requires applying knowledge in real situations.

4. Failing Once Often Reduces Motivation to Retake the Certification

After failing once, many engineers delay retaking the exam for 6–12 months. This gap reduces retention and confidence, making the next attempt feel even more difficult.

At this point, many engineers start questioning whether certification is really within reach. The longer it’s delayed, the heavier it feels to restart.

But the real issue is not the exam itself—it’s the lack of a clear and structured way to prepare for it.

How Engineers Can Improve Their Chances of Passing API 510 Certification

Passing the certification is not about studying more, but studying with the right direction. Engineers need a structured approach that focuses on understanding, application, and exam mindset.

With the right method, preparation becomes more focused, efficient, and aligned with how the API 510 exam is actually designed.

1. Focus on Understanding Real Inspection Scenarios, Not Just Theory

Engineers who focus on real inspection scenarios in API 510 can improve answer accuracy by up to 30–40%. This approach connects theory with application and makes situational questions easier to interpret.

2. Strengthen Exam Readiness through Structured API 510 Training

Through API 510 Training, engineers follow a structured learning path over 40–60 hours. This focused preparation helps them understand API 510 concepts more clearly compared to unstructured self-study.

3. Practice Applying Knowledge to Case-Based Questions and Situations

Practicing case-based questions based on API 510 scenarios can improve response accuracy by up to 25–30%. Repeated exposure helps engineers recognize patterns and respond more effectively during the exam.

4. Build Confidence by Mastering Key Concepts in API 510

Engineers who master key concepts in API 510 can reduce hesitation by around 30–50%. Strong fundamentals help them evaluate options faster and choose answers with greater confidence.

When preparation becomes structured and practical, the exam is no longer something to avoid—it becomes something you’re ready to face.

And this is where the right training approach starts to make a real difference.

Why PetroSync Helps Engineers Move Forward with Confidence

At some point, engineers realize that passing certification requires more than effort. It requires the right structure, guidance, and learning experience that truly reflects real conditions.

PetroSync focuses on delivering training that is practical, relevant, and directly applicable to both API 510 exam requirements and real-world challenges.

1. Training Designed Around Real Exam Patterns and Field-Relevant Cases

The program is built based on real API 510 exam patterns and field cases. Participants learn how questions are structured and how to approach them using realistic inspection situations, not just theory.

2. Clear Learning Path That Simplifies Complex Concepts for Engineers

PetroSync provides a structured learning path that breaks down API 510 concepts into manageable steps. Engineers can follow the process more easily without feeling overwhelmed during preparation.

3. Guided Preparation to Help Participants Pass Certification and Grow Their Careers

Participants receive guided preparation throughout the program, helping them stay consistent and focused. This support builds confidence and improves readiness before taking the API 510 certification exam.

In the end, certification is not about how much you know, but how well you are prepared. Without the right strategy, even experienced engineers can struggle to pass.

In an industry where competition continues to grow, those who move forward are the ones who take control. If certification keeps getting delayed, your career will move at the same pace.

Now is the time to build that confidence, take control of your preparation, and move forward with PetroSync.

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan bagian dari strategi PAM JAYA dalam menjawab tantangan pelayanan air bersih di Jakarta. “Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” ujar Arief.

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Kuala Lumpur, 27 April 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA terus memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga Jakarta. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan internasional dengan portofolio bisnis luas di berbagai sektor strategis, mulai dari properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, hingga pengembangan infrastruktur.

Kunjungan PAM JAYA ke Malaysia ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pihak Bin Zayed International sebelumnya ke Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu dengan Gubernur Jakarta. Pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi awal mengenai potensi kerja sama strategis, khususnya dalam mendukung pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan di Jakarta.

Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA dalam mempercepat pemenuhan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta. Sebagai tindak lanjut komunikasi yang telah dibangun, pada hari ini juga dilakukan penandatanganan Non-Disclosure Agreement atau NDA antara Bin Zayed International dan PAM JAYA. Penandatanganan NDA ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci terkait potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM di Jakarta.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan bagian dari strategi PAM JAYA dalam menjawab tantangan pelayanan air bersih di Jakarta. “Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” ujar Arief.

Menurut Arief, tantangan PAM JAYA tidak hanya terletak pada perluasan cakupan layanan, tetapi juga pada upaya menekan tingkat Non-Revenue Water atau NRW. Tantangan tersebut semakin kompleks karena Jakarta merupakan kota padat dengan karakter infrastruktur bawah tanah yang sangat dinamis.

“Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, menjadi penting untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta,” tambah Arief.

Selain berminat pada pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menyampaikan perhatian terhadap agenda pembangunan infrastruktur strategis Jakarta, termasuk potensi keterlibatan dalam pengembangan Giant Sea Wall. Ketertarikan ini sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota global yang membutuhkan infrastruktur besar, tangguh, dan berkelanjutan.

PAM JAYA sendiri tidak hanya menjalin komunikasi dengan pihak Malaysia. Sebelumnya, PAM JAYA juga telah membuka komunikasi dengan sejumlah pihak dari negara lain, antara lain Turki dan Swiss, dalam rangka menjajaki peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi terkini yang dapat mendukung peningkatan operasional dan kualitas layanan air bersih di Jakarta.

“Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang. PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama,” tegas Arief.

Dengan penjajakan kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA berharap dapat memperluas opsi kolaborasi strategis dalam penyediaan air bersih, penguatan infrastruktur perkotaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta. Kerja sama ini juga diharapkan menjadi bagian dari langkah Jakarta membangun jejaring internasional menuju kota global yang berdaya saing, berketahanan, dan tetap berpihak pada kebutuhan dasar warganya.

-Selesai –

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES