PT Akarsa Garment Indonesia dan Alas Kaki Tangguh Sepakati Kemitraan Manufaktur Terintegrasi untuk Pasar B2B

JAKARTA, 15 September 2026 – PT Akarsa Garment Indonesia secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan produsen sepatu nasional, Alas Kaki Tangguh, untuk menghadirkan konsolidasi layanan manufaktur perlengkapan kerja terpadu (one-stop B2B procurement). Kesepakatan kemitraan bertempo dua tahun ini ditandatangani di Jakarta guna menjawab meningkatnya permintaan pengadaan seragam dan sepatu kerja industri di Indonesia.
Sinergi ini menggabungkan kapasitas produksi pakaian kerja PT Akarsa Garment Indonesia yang mencapai 50.000 unit per bulan dengan kapasitas manufaktur Alas Kaki Tangguh sebesar 10.000 pasang sepatu keselamatan (safety shoes) dan sepatu dinas harian per bulan. Melalui skema terintegrasi ini, perusahaan korporasi, BUMN, dan instansi pemerintah dapat melakukan pengadaan seragam serta alas kaki kerja melalui satu pintu koordinasi produksi.

Efisiensi Rantai Pasok dan Standar Mutu Industri

Langkah strategis ini diambil untuk memangkas durasi rantai pasok (lead time) serta meminimalisasi ketidaksesuaian spesifikasi yang kerap terjadi pada pengadaan terpisah antara pakaian dan alas kaki

Dalam kesepakatan tersebut, kedua produsen menerapkan sistem pengawasan mutu bersama (joint Quality Control) yang meliputi konsistensi warna, ketahanan material bahan terhadap standar keselamatan kerja (K3), serta uji durabilitas jahitan sebelum pengiriman

 “Kemitraan B2B ini berfokus pada penyederhanaan proses manufaktur bagi klien korporasi. Dengan menyatukan lini produksi garmen dan alas kaki, kami dapat menjamin kepastian jadwal pengiriman serta efisiensi biaya logistik hingga 15 persen bagi mitra perusahaan,” ujar Manajemen PT Akarsa Garment Indonesia dalam keterangannya di Jakarta.

Target Pasar dan Fasilitas Operasional

Pada tahap awal kerja sama tahun 2026–2028, konsolidasi manufaktur ini membidik penyerapan pengadaan dari sektor industri pengolahan, energi, logistik, serta instansi pelayanan publik skala nasional.

Seluruh proses koordinasi sampel (sample making) dan manajemen layanan difokuskan di Kantor Utama PT Akarsa Garment Indonesia di Joglo, Jakarta Barat, sementara eksekusi produksi skala besar dijalankan di fasilitas pabrik Pemalang, Jawa Tengah, serta jaringan pabrik mitra di Jawa Barat.

  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lebih Leluasa Wujudkan Rencana Finansial, BRI Finance Siapkan Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Jakarta, 18 Agustus 2026 – Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus selalu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang memiliki ruang untuk menentukan arah dan pilihan dalam kehidupan. Semangat tersebut kini semakin relevan ketika masyarakat mulai memaknai kemerdekaan dalam konteks yang lebih personal, termasuk kebebasan dalam menentukan tujuan finansial.

Bagi sebagian orang, kemerdekaan finansial dapat berarti memiliki kendaraan yang menunjang pekerjaan. Bagi yang lain, kendaraan bisa menjadi bagian dari kebutuhan keluarga, mendukung mobilitas sehari-hari, atau bahkan membuka peluang untuk mengembangkan usaha. Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda, dan untuk mencapainya dibutuhkan pilihan pembiayaan yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB kendaraan yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memperoleh dana tunai sekaligus tetap menggunakan kendaraannya untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui BRI Flash, masyarakat dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun. 

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, semangat kemerdekaan dapat dimaknai secara luas, termasuk sebagai keberanian untuk menentukan tujuan dan mengambil langkah untuk mencapainya.

“Momentum kemerdekaan mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Dalam konteks finansial, tujuan setiap orang tentu berbeda. Ada yang ingin mendukung mobilitas keluarga, mengembangkan usaha, maupun memenuhi kebutuhan produktif lainnya. Karena itu, kami berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Dhani.

Dengan BRI Flash, BRI Finance memungkinkan masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk menentukan prioritas finansialnya. Kendaraan yang dimiliki tetap dapat digunakan, sementara dana yang diperoleh dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing, tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan finansial.

Semangat “Merdeka dari Menentukan Tujuan Finansial” pun menjadi relevan di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Kemerdekaan finansial tidak selalu dimulai dari keputusan besar, melainkan dari kemampuan untuk menentukan prioritas, mengelola sumber daya yang dimiliki, dan memilih solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Pada akhirnya, setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda. Yang terpenting adalah memiliki kebebasan untuk menentukan tujuan tersebut dan merencanakan langkah untuk mencapainya secara bijak. BRI Finance dapat menjadi salah satu pilihan yang membantu masyarakat melangkah menuju tujuan finansial mereka,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendekatan Hak Asasi Manusia dan Target 95-95-95, Arah Baru Penanggulangan HIV/AIDS Indonesia 2026

Realitas HIV/AIDS di Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa diperkirakan ada 0,7 persen atau 1,96 juta orang Indonesia yang terkena HIV, dan dari angka itu baru 564 ribu orang yang teridentifikasi. Kesenjangan antara estimasi dan jumlah yang teridentifikasi ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia.

Capaian saat ini masih jauh dari target global 95-95-95 pada 2030. Dante menyebutkan bahwa capaian Indonesia baru sekitar 65 persen yang teridentifikasi, 70 persen yang terobati, dan 56 persen yang tersupresi viral load-nya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa masih diperlukan kerja keras dan pendekatan yang lebih komprehensif untuk menutup kesenjangan yang ada.

Tiga Upaya Komprehensif Berbasis Hak Asasi Manusia

Kementerian Kesehatan menekankan perlunya pendekatan berbasis hak asasi manusia dalam penanggulangan AIDS guna penanganan yang lebih komprehensif. Terdapat tiga upaya utama yang diusung: pemerataan akses, mengubah stigma, serta merangkul semua pihak.

“Agar supaya lebih komprehensif, penanggulangan HIV/AIDS ini harus lebih adil dan harus lebih merata, tidak membebani. Itu yang pertama,” kata Dante. Ia juga menyoroti bahwa stigma terkait HIV/AIDS dalam masyarakat perlu diubah karena hal itu menjadi kendala dalam pengobatan dan evaluasi para pasien.

Pemerintah juga mengusung tata laksana program HIV yang dikenal dengan ABCDE: abstinence (tidak berhubungan seks), be faithful (setia pada pasangan), condom, don’t use drugs (tidak memakai narkoba), dan edukasi. Prinsip “no one left behind” menjadi landasan moral dalam setiap upaya penanggulangan, memastikan tidak ada satupun yang tertinggal, baik yang sudah teridentifikasi maupun yang belum.

Strategi STOP dan Akses Pengobatan Gratis

Di tingkat daerah, pemerintah mengusung strategi nasional bertajuk STOP untuk menekan kasus HIV menuju target 2030. Pokja Litbang KPA Merauke, Inge Silvia, menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan minimal 95 persen masyarakat mendapatkan sosialisasi terkait HIV. Strategi ini menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Salah satu pilar penting dalam penanggulangan HIV/AIDS adalah akses pengobatan yang terjangkau. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi, memastikan pengobatan HIV/AIDS bisa diakses secara gratis di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Seluruh proses pemeriksaan hingga pengobatan HIV di puskesmas telah dijamin oleh program pemerintah tanpa dipungut biaya, mencakup konseling, pengujian sampel darah laboratorium, hingga pemberian obat ARV secara gratis.

RAN HIV dan IMS 2026–2029 sebagai Kerangka Kerja

Untuk memberikan arah yang lebih terstruktur, Kemenkes menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanggulangan HIV dan IMS Tahun 2026–2029. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) turut berkomitmen penuh dalam mendukung program kesehatan nasional ini. PPNI memberikan masukan dan usulan demi efektivitas RAN 2026–2029, di antaranya optimalisasi peran perawat di fasilitas primer, peningkatan kompetensi khusus, integrasi asuhan keperawatan, serta perlindungan dan keselamatan kerja.

Dengan kerangka kerja yang jelas, pendekatan berbasis hak asasi manusia, dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, pemerintah berharap dapat mempercepat pencapaian target 95-95-95 pada 2030. Namun, keberhasilan akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuan mengatasi stigma sosial, memperluas akses deteksi dini, dan memastikan kesinambungan pengobatan bagi semua orang yang membutuhkan.

ETF Bitcoin Kehilangan US$450 Juta Setelah Clarity Act Gagal Melaju di Senat AS

Pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana keluar hingga sekitar US$450 juta dalam satu hari. Arus keluar tersebut terjadi setelah Senat Amerika Serikat gagal meloloskan langkah prosedural untuk melanjutkan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act, atau CLARITY Act, sebuah rancangan regulasi yang dinilai penting bagi kepastian aturan aset digital di AS.

Data yang dikutip dari SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mengalami net outflow sekitar US$450,33 juta pada Selasa, menjadi arus keluar harian terbesar sejak 25 Juni 2026. Pergerakan tersebut terjadi ketika investor merespons ketidakpastian regulasi yang kembali meningkat setelah rancangan undang-undang tersebut gagal memperoleh dukungan yang dibutuhkan di Senat.

CLARITY Act Gagal Mendapatkan 60 Suara

CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri aset digital di Amerika Serikat. Salah satu tujuan utama rancangan tersebut adalah memperjelas status dan pembagian kewenangan pengawasan terhadap berbagai jenis aset digital serta aktivitas yang berkaitan dengan perdagangan kripto.

Namun, pada pemungutan suara prosedural di Senat, langkah untuk melanjutkan pembahasan hanya memperoleh 49 suara, sementara dibutuhkan setidaknya 60 suara untuk dapat maju. Kegagalan tersebut secara efektif menghentikan peluang rancangan regulasi tersebut untuk disahkan melalui Senat pada 2026, meskipun pembahasan mengenai regulasi aset digital masih dapat berlanjut melalui jalur lain.

Sejumlah anggota Partai Demokrat yang sebelumnya terlibat dalam negosiasi rancangan tersebut juga menentang langkah prosedural tersebut. Reuters melaporkan bahwa perdebatan tidak hanya berkaitan dengan aturan pasar aset digital, tetapi juga mencakup kekhawatiran mengenai ketentuan etika dan kepentingan finansial yang terkait dengan industri kripto.

Bitcoin Ikut Mengalami Tekanan

Kegagalan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar. Bitcoin sempat turun di bawah US$76.000, setelah sebelumnya berada di atas US$80.000 pada awal September. Data pasar yang dikutip sejumlah media menunjukkan Bitcoin berada sekitar 8% di bawah level tertingginya pada 4 September.

Meski demikian, penurunan Bitcoin relatif lebih terbatas dibandingkan beberapa aset kripto lainnya. CoinDesk mencatat Bitcoin turun sekitar 1,7% dalam periode 24 jam, sementara XRP turun sekitar 8,1% dan Stellar (XLM) sekitar 9,6%. Dari 100 aset yang masuk dalam CoinDesk 100 Index, sebanyak 95 mengalami penurunan dalam periode tersebut.

Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dampak kegagalan regulasi tidak dirasakan secara seragam di seluruh pasar kripto. Aset yang lebih sensitif terhadap perubahan regulasi di AS mengalami tekanan lebih besar dibandingkan Bitcoin.

ETF Bitcoin Jadi Perhatian Investor

ETF Bitcoin spot menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan karena memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap Bitcoin melalui produk yang diperdagangkan di bursa saham AS.

Namun, arus dana masuk dan keluar dari produk tersebut juga dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan sentimen investor. Dalam kasus terbaru, ketidakpastian regulasi menjadi salah satu faktor yang bertepatan dengan keluarnya modal dalam jumlah besar dari ETF Bitcoin.

Arus keluar sebesar US$450 juta juga menjadi indikator bahwa investor institusional dan pemegang ETF sedang melakukan penyesuaian terhadap kondisi pasar. Sebelumnya, ETF Bitcoin AS telah mengalami sejumlah periode arus dana keluar ketika harga Bitcoin dan sentimen terhadap aset kripto melemah.

Tekanan Juga Terlihat di Pasar Derivatif

Selain ETF, tekanan juga terlihat pada pasar derivatif kripto. Data yang dikutip CoinDesk menunjukkan posisi futures dengan leverage senilai lebih dari US$570 juta mengalami likuidasi dalam periode 24 jam setelah pemungutan suara Senat. Angka tersebut menjadi yang terbesar sejak 22 Agustus.

Likuidasi terjadi ketika posisi leverage tidak lagi mampu memenuhi persyaratan margin akibat pergerakan harga. Kondisi tersebut dapat memperbesar volatilitas ketika banyak posisi harus ditutup secara otomatis dalam waktu berdekatan.

Data derivatif juga menunjukkan adanya perubahan posisi trader. Rasio long-short taker berbalik menjadi bearish, dengan posisi short mencakup sekitar 51,5% dari volume dalam periode 24 jam. Di sisi lain, open interest Bitcoin futures justru meningkat, yang menunjukkan adanya aktivitas baru di tengah penurunan harga.

Pasar Kini Menunggu Kebijakan The Fed

Selain perkembangan regulasi kripto, investor juga mengalihkan perhatian pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Keputusan Federal Reserve menjadi katalis penting bagi pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Kondisi tersebut membuat pasar kripto menghadapi dua faktor penting secara bersamaan: ketidakpastian regulasi aset digital di AS dan arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Sementara itu, pasar tradisional menunjukkan pergerakan yang relatif berbeda. Dalam laporan CoinDesk, futures Nasdaq 100 berada di zona positif, sementara emas juga mengalami kenaikan sekitar 0,88% pada periode yang sama.

Apa Artinya bagi Investor Kripto?

Peristiwa ini menunjukkan bahwa perkembangan regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar aset digital. Meskipun kegagalan CLARITY Act meningkatkan ketidakpastian mengenai kerangka regulasi kripto di AS, hal tersebut tidak serta-merta menentukan arah jangka panjang Bitcoin maupun aset digital lainnya.

Investor tetap perlu memperhatikan berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter, arus dana ETF, kondisi likuiditas, perkembangan regulasi, hingga pergerakan harga dan volatilitas masing-masing aset.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Dengan ETF Bitcoin mencatat outflow terbesar dalam beberapa bulan dan CLARITY Act gagal melaju di Senat, perkembangan regulasi AS menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Untuk investor, memahami hubungan antara kebijakan, arus dana institusional, dan pergerakan aset menjadi bagian penting dalam melihat dinamika pasar kripto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kebutuhan Dana Tunai Menguat, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan 44,74%

Jakarta, 14 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat pertumbuhan positif pada bisnis pembiayaan dana tunai hingga paruh pertama 2026. Per Juni 2026, tercatat penyaluran pembiayaan dana tunai tumbuh 44,74% secara tahunan (year on year/yoy) dan memberikan kontribusi sebesar 10,88% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pendanaan yang praktis dan fleksibel masih terjaga di tengah dinamika perekonomian sepanjang semester pertama tahun ini.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa peningkatan penyaluran pembiayaan dana tunai turut mencerminkan respons perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Pertumbuhan pembiayaan dana tunai sebesar 44,74% secara tahunan hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pendanaan masih cukup kuat. Kami melihat peluang ini dengan tetap mengedepankan kualitas pembiayaan dan prinsip kehati-hatian,” ujar Dhani.

Pertumbuhan bisnis tersebut tidak terlepas dari kemudahan akses terhadap layanan pembiayaan, dukungan jaringan layanan yang luas, serta strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan untuk menjangkau kebutuhan nasabah secara lebih efektif.

Untuk itu, BRI Finance juga terus mengembangkan pendekatan pembiayaan yang mempertimbangkan karakteristik dan profil risiko masing-masing segmen. Dalam penyaluran pembiayaan dana tunai, perusahaan menerapkan proses seleksi dan underwriting secara prudent untuk memastikan pertumbuhan bisnis tetap berjalan seiring dengan terjaganya kualitas aset.

“Pertumbuhan pembiayaan harus selalu diikuti dengan pengelolaan risiko yang disiplin. Karena itu, kami terus memperkuat proses seleksi debitur dan melakukan monitoring kualitas kredit secara berkelanjutan, khususnya pada segmen pembiayaan dana tunai,” jelas Dhani.

Ke depan, BRI Finance akan terus mengoptimalkan pertumbuhan bisnis pembiayaan dengan menyeimbangkan aspek ekspansi, kualitas portofolio, dan manajemen risiko. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Long Weekend Kemerdekaan, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Liburan

Jakarta, 13 Agustus 2026 – Momentum libur panjang Hari Kemerdekaan dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk sejenak beristirahat dari rutinitas dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Tahun ini, masyarakat akan menikmati long weekend selama tiga hari, mulai Sabtu (15/8) hingga Senin (17/8), saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi sebagian masyarakat, momentum tersebut menjadi waktu yang tepat untuk merealisasikan rencana yang sudah lama disiapkan, termasuk melakukan perjalanan singkat bersama keluarga. Dengan waktu yang terbatas, perjalanan ke destinasi dalam kota maupun luar kota menggunakan kendaraan pribadi menjadi salah satu pilihan untuk menikmati libur panjang secara lebih fleksibel.

Namun, selain waktu dan tujuan perjalanan, kesiapan anggaran juga menjadi bagian penting dalam merencanakan liburan. Biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga kebutuhan selama perjalanan perlu diperhitungkan agar rencana liburan tetap berjalan sesuai kemampuan finansial.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan fasilitas dana tunai, BRI Flash, dengan jaminan BPKB kendaraan sebagai salah satu alternatif solusi pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan dana untuk berbagai kebutuhan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Libur panjang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk sejenak keluar dari rutinitas dan menikmati waktu bersama keluarga. Bagi yang sudah memiliki rencana perjalanan, tentu persiapan perlu dilakukan dengan baik, termasuk dari sisi anggaran. BRI Finance berupaya menyediakan alternatif pembiayaan yang fleksibel untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di tengah situasi ekonomi saat ini.”

Melalui fasilitas dana BRI Finance, masyarakat dapat memperoleh pencairan hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun. Fasilitas tersebut menggunakan BPKB kendaraan sebagai jaminan, sementara kendaraan tetap dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari selama masa pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penggunaan BPKB sebagai jaminan memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan dana namun tetap ingin mempertahankan kendaraan sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari. Di sisi lain, BRI Finance mengingatkan masyarakat untuk tetap mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum mengajukan pembiayaan. Besaran dana, tenor, dan kewajiban pembayaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing agar pembiayaan dapat dikelola secara sehat.

“Pada akhirnya, pembiayaan perlu direncanakan dengan matang. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara bijak dan sesuai kebutuhan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya sekaligus tetap menjaga kesehatan keuangan,” ujar Dhani.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai BRI Flash, informasi dan pengajuan dapat dilakukan melalui WhatsApp resmi BRI Finance di (+62) 811-1937-0838 maupun kanal resmi BRI Finance.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menjawab Dinamika Perdagangan Dunia, BINUS @Bekasi Hadirkan Program S1 Global Trade Management

Gandeng Kementerian Perdagangan dan Praktisi Ekspor-Impor
dalam Peluncuran Program Baru

BEKASI,
16 September 2026
— BINUS
University resmi meluncurkan Global Trade Management (GTM), program
studi baru di bawah BINUS Business School Undergraduate Program, pada Rabu
(16/9) di Multimedia Gallery, BINUS @Bekasi. Peluncuran ini menandai satu
dasawarsa BINUS @Bekasi sekaligus menjadi respon atas dinamika perdagangan
internasional yang terus bergerak.

Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia periode Januari–Juli 2026
mencapai US$167,03 miliar, naik 4,43 persen dibanding periode sama tahun 2025,
sementara impor tumbuh lebih cepat sebesar 19,94 persen menjadi US$163,33
miliar, sehingga neraca perdagangan Indonesia Januari-Juli 2026 mencatat
surplus US$3,70 miliar. Tren ini menegaskan kebutuhan tenaga kerja yang
memahami ekspor-impor, kepabeanan, dan rantai pasok global — kompetensi inti
yang dibangun GTM.

Program
ini memadukan perspektif global business, kebijakan perdagangan, supply
chain, data analytics,
dan artificial intelligence, dengan
pendekatan experiential learning: simulasi bisnis, proyek industri, dan
sertifikasi profesional ekspor-impor.

“Global
Trade Management hadir karena Bekasi dan kawasan sekitarnya memiliki ekosistem
bisnis yang sangat dinamis. Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana bisnis
lokal terhubung dengan rantai nilai global,” ujar Prof. Gatot Soepriyanto,
S.E., Ak., M.Buss., Ph.D., Direktur Kampus BINUS @Bekasi.

Senada,
Prof. Dr. Sevenpri Candra, Dekan BINUS Business School Undergraduate Program
menyampaikan, “GTM melengkapi program Management yang sudah lebih dulu
berkembang di BINUS @Bekasi. Lulusan diharapkan mampu melihat bagaimana
pertumbuhan bisnis berkembang dan mengambil keputusan berbasis data dengan AI
Tools.”

Peluncuran
turut dimeriahkan talkshow ‘The World in Motion: How Global Trade
Connects Business, People, and Opportunities’
, menghadirkan:

1. Dr. Reza
Pahlevi Chairul, Direktur Pengamanan Perdagangan, Ditjen Perdagangan Luar
Negeri, Kementerian Perdagangan RI
2. Hilmi
Kartasasmita, B.Sc. (Hons), M.A., Deputy Head of The Global Engagement
Office (GEO), Indonesian Chamber of Commerce and Industry
3. Dr. Bilal
Khalid, Assistant Dean for International Education Standards
Accreditation, King Mongkut’s Institute of Technology Ladkraban
g (KMITL),
Thailand
4. Gyandev
Timothy Pandori, S.E., alumnus BINUS Business School, Founder PT
Ayo Makan Sayur dan Business Development PT Sumatran Organic Spice

Sebagai
alumni S1 BINUS Business School, Gyandev Timothy Pandori, telah malang
melintang di dunia perdagangan internasional, khususnya dalam bisnis
ekspor-impor rempah-rempah Nusantara. Kehadirannya turut membawa perspektif
praktis mengenai tantangan dan peluang membawa produk Indonesia ke pasar
global.

Keterlibatan
berbagai perspektif tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi di
bidang perdagangan global membutuhkan keterhubungan antara akademisi,
pemerintah, dan industri. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh gambaran
mengenai perkembangan perdagangan internasional, kebijakan, kebutuhan industri,
serta peluang bisnis yang muncul dari semakin terhubungnya pasar global.

Pendaftaran
Program Global Trade Management BINUS @Bekasi kini telah dibuka, dengan beragam
skema beasiswa yang tersedia bagi calon mahasiswa. Program ini berada di bawah
naungan BINUS Business School yang telah terakreditasi AACSB (Association to
Advance Collegiate Schools of Business)
, akreditasi internasional yang
hanya dimiliki sekitar 5 persen sekolah bisnis di dunia.

—

Dapatkan dokumentasi selengkapnya di tautan berikut: https://drive.google.com/drive/folders/1qVgpNvA7hEI_fa3U2xywMB_8-Jldt29v 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

USDJPY Berpotensi Naik ke 157.503, Dupoin Futures Waspadai Tren Bearish

Pergerakan pasangan mata uang USD/JPY atau USDJPY berpotensi menguat dalam jangka pendek pada perdagangan hari Kamis (17/9). Berdasarkan analisis Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe Daily berpeluang membentuk secondary trend dengan bergerak naik menuju resistance terdekat di level 157.503. Namun, secara tren utama, pergerakan USDJPY masih berada dalam kecenderungan bearish sehingga penguatan harga berpotensi menjadi bagian dari koreksi sebelum kembali menghadapi tekanan jual.

Analis Dupoin Futures melihat level 157.503 sebagai area penting yang perlu diperhatikan dalam pergerakan USDJPY selanjutnya. Kenaikan menuju resistance tersebut dapat menjadi bagian dari secondary trend atau tren sekunder yang bergerak berlawanan dengan tren utama. Dengan struktur tersebut, pergerakan naik USDJPY belum serta-merta menunjukkan perubahan tren besar menjadi bullish.

Dalam analisis Dupoin Futures, tren utama USDJPY masih menunjukkan arah penurunan. Oleh karena itu, area resistance 157.503 menjadi salah satu level yang perlu dicermati untuk melihat respons harga. Apabila USDJPY mengalami koreksi setelah mencapai resistance tersebut, tekanan bearish berpotensi kembali muncul dan membuka ruang bagi pelemahan harga.

Secara teknikal, strategi yang menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures adalah menunggu pergerakan harga mendekati atau melakukan koreksi di area resistance sebelum melihat potensi pelemahan lebih lanjut. Level 157.503 dapat menjadi acuan untuk mengamati apakah momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga atau justru mampu mengubah struktur tren utama.

Pergerakan USDJPY juga mendapat dukungan dari sisi fundamental melalui penguatan dolar AS. Dolar AS bergerak di sekitar level tertinggi dalam tujuh minggu setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan tambahan masih terbuka. Kondisi tersebut memberikan dukungan terhadap USD dan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong USDJPY bergerak lebih tinggi.

Kebijakan The Fed menjadi perhatian penting karena perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi perbedaan imbal hasil antara aset dalam dolar AS dan yen Jepang. Ketika ekspektasi suku bunga Amerika Serikat meningkat, daya tarik dolar dapat ikut menguat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap yen sekaligus mendukung pasangan USDJPY.

Namun, arah USDJPY tidak hanya ditentukan oleh kebijakan Federal Reserve. Pasar juga menantikan keputusan Bank of Japan atau BOJ. Kebijakan BOJ dapat memberikan katalis yang berbeda bagi yen, khususnya apabila bank sentral Jepang mempertahankan atau memperkuat kebijakan moneternya.

Menurut Dupoin Futures, apabila BOJ mengambil pendekatan yang lebih ketat terhadap kebijakan moneter, peluang penguatan yen dapat meningkat. Penguatan JPY tersebut berpotensi membatasi kenaikan USDJPY meskipun dolar AS masih mendapatkan dukungan dari kebijakan The Fed.

Perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan BOJ menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasangan mata uang ini. Di satu sisi, ekspektasi kenaikan suku bunga AS memberikan dukungan terhadap dolar. Di sisi lain, kebijakan BOJ yang lebih ketat dapat memberikan dukungan terhadap yen. Kondisi tersebut berpotensi membuat USDJPY bergerak volatil ketika pasar merespons keputusan dan komunikasi kedua bank sentral.

Dupoin Futures melihat kondisi tersebut perlu diperhatikan bersamaan dengan struktur teknikal USDJPY. Secara Daily, kenaikan menuju 157.503 masih dapat dikategorikan sebagai secondary trend selama tren besar belum berubah. Artinya, penguatan harga dalam jangka pendek masih berpotensi menghadapi resistance sebelum menentukan arah berikutnya.

Jika harga gagal mempertahankan momentum bullish ketika mendekati 157.503, pelaku pasar dapat mencermati kemungkinan munculnya tekanan jual. Sebaliknya, kemampuan USDJPY menembus resistance tersebut perlu diamati untuk melihat apakah terdapat perubahan pada struktur teknikal. Namun, berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren besar masih bergerak turun sehingga resistance tersebut menjadi area penting dalam membaca potensi kelanjutan bearish.

Dari sisi fundamental, pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan dolar AS setelah keputusan The Fed serta respons pasar terhadap kebijakan BOJ. Perubahan ekspektasi suku bunga kedua negara dapat memengaruhi selisih imbal hasil dan pada akhirnya berdampak terhadap pergerakan USDJPY.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prediksi USDJPY hari ini menunjukkan adanya peluang kenaikan menuju resistance 157.503 sebagai bagian dari secondary trend. Namun, Dupoin Futures menilai tren utama masih berada dalam arah bearish. Oleh karena itu, respons harga di sekitar resistance tersebut menjadi penting untuk melihat potensi munculnya kembali tekanan pelemahan.

Secara keseluruhan, USDJPY masih memiliki ruang untuk bergerak naik dalam jangka pendek seiring penguatan dolar AS, tetapi struktur Daily menunjukkan bahwa kenaikan tersebut berpotensi menjadi tren sekunder. Level 157.503 menjadi resistance utama yang perlu dicermati. Pergerakan di area tersebut, ditambah keputusan BOJ dan perkembangan kebijakan The Fed, akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah USDJPY berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Minyak Anjlok 3%, Dupoin Futures Prediksi WTI Berpotensi Lanjut Melemah

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Berdasarkan analisis Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures, pergerakan WTI pada timeframe H4 menunjukkan adanya potensi penurunan setelah harga membentuk pola Rising Wedge. Pola tersebut menjadi salah satu sinyal teknikal yang perlu diperhatikan karena dapat mengindikasikan potensi pembalikan tren dari bullish menjadi bearish.

Dalam analisis Dupoin Futures, pembentukan Rising Wedge pada grafik H4 menunjukkan bahwa momentum kenaikan harga minyak mulai menghadapi tekanan. Setelah sebelumnya bergerak dalam tren bullish, struktur tersebut membuka peluang bagi WTI untuk mengalami koreksi lebih lanjut. Jika tekanan jual berlanjut, harga minyak berpotensi bergerak menuju area support yang berada di level 98.46 hingga 96.07.

Analis Dupoin Futures melihat area 98.46 sebagai support yang perlu diperhatikan dalam skenario pelemahan WTI. Apabila harga mampu menembus area tersebut, tekanan bearish berpotensi semakin kuat dan membuka ruang bagi minyak untuk bergerak menuju support berikutnya di 96.07. Respons harga pada kedua level tersebut akan menjadi penting untuk melihat apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi perubahan tren yang lebih luas.

Prediksi harga minyak WTI hari ini juga tidak terlepas dari perkembangan fundamental pasar energi global. Harga minyak sebelumnya mengalami penurunan lebih dari 3% setelah muncul laporan mengenai peningkatan pasokan crude oil dari Arab Saudi. Tambahan pasokan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi supply-demand minyak global dan menjadi salah satu faktor yang menekan harga WTI.

Menurut Dupoin Futures, peningkatan pasokan minyak dari salah satu produsen utama dunia dapat memberikan tekanan terhadap harga apabila pasar menilai ketersediaan crude cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sentimen tersebut menjadi semakin penting ketika pasar sebelumnya telah memperhitungkan risiko pasokan akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Penurunan harga minyak juga memiliki implikasi terhadap perekonomian global. Harga energi merupakan salah satu komponen yang dapat memengaruhi tekanan inflasi. Ketika harga minyak mengalami penurunan, kekhawatiran terhadap kenaikan biaya energi dan inflasi global berpotensi ikut berkurang. Kondisi ini dapat memberikan sedikit ruang bagi bank sentral, termasuk Federal Reserve, dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Dupoin Futures menilai pelemahan harga minyak dapat mengurangi salah satu faktor yang sebelumnya berpotensi mempertahankan tekanan inflasi. Jika harga energi lebih rendah, tekanan terhadap biaya produksi dan transportasi juga berpotensi menurun. Situasi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed, khususnya terkait kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Namun, risiko geopolitik Timur Tengah masih menjadi faktor yang dapat membatasi penurunan WTI. Kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah penting dalam rantai pasokan energi global. Setiap peningkatan ketegangan berpotensi memunculkan kekhawatiran mengenai gangguan distribusi atau pasokan minyak, sehingga dapat meningkatkan volatilitas harga.

Dalam pandangan Dupoin Futures, perkembangan geopolitik perlu terus dipantau karena dapat mengubah sentimen pasar minyak dengan cepat. Ketika risiko gangguan pasokan meningkat, harga WTI berpotensi mendapatkan dorongan meskipun secara teknikal sedang menunjukkan sinyal bearish. Sebaliknya, apabila kondisi geopolitik relatif mereda dan pasokan tetap meningkat, tekanan terhadap harga minyak dapat berlanjut.

Dari sisi teknikal, pola Rising Wedge menjadi perhatian utama dalam analisis WTI saat ini. Pola tersebut terbentuk ketika harga masih mencatat kenaikan, tetapi ruang pergerakannya semakin menyempit. Dalam konteks ini, Dupoin Futures melihat adanya potensi reversal dari tren bullish menuju bearish apabila tekanan jual semakin dominan.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan WTI memiliki peluang untuk melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Area 98.46 menjadi support awal yang perlu dicermati. Jika harga berhasil menembus level tersebut, WTI berpotensi melanjutkan penurunan menuju 96.07.

Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan pasokan crude global, kebijakan produsen minyak utama, pergerakan harga energi lainnya, serta dinamika geopolitik Timur Tengah. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas dan menyebabkan pergerakan WTI berubah dengan cepat.

Secara keseluruhan, prediksi harga minyak WTI hari ini dari Dupoin Futures menunjukkan kecenderungan bearish dalam jangka pendek. Pembentukan Rising Wedge pada timeframe H4 memberikan sinyal potensi pembalikan tren setelah periode penguatan. Selama tekanan jual berlanjut, WTI berpeluang menguji support 98.46 dan kemudian 96.07. Meski demikian, perkembangan geopolitik Timur Tengah tetap menjadi faktor kunci yang berpotensi memengaruhi arah harga minyak berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

XAUUSD Berpotensi Lanjut Turun, Dupoin Futures Soroti Level 4.318

Harga emas dunia atau XAUUSD masih berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan hari Kamis (17/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily menunjukkan peluang pelemahan lanjutan menuju area support 4.235 hingga 4.186. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tren penurunan masih menjadi perhatian selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance 4.318.

Dalam analisis Dupoin Futures, level 4.318 menjadi area penting untuk menentukan perkembangan arah XAUUSD selanjutnya. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, struktur pergerakan emas dinilai masih berada dalam tren penurunan yang relatif panjang. Kondisi ini membuat area support 4.235-4.186 menjadi zona yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual kembali meningkat.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menjelaskan bahwa apabila XAUUSD gagal menembus resistance 4.318, peluang harga untuk melanjutkan pelemahan masih terbuka. Penurunan dapat membawa harga emas menguji support 4.235 terlebih dahulu sebelum bergerak menuju level 4.186. Respons harga di area tersebut akan menjadi penting untuk melihat apakah tekanan bearish mulai mereda atau justru semakin kuat.

Prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures juga mendapat perhatian dari sisi fundamental. Sentimen pasar emas masih dipengaruhi oleh perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat. Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu dan memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih dapat terjadi pada tahun ini. Keputusan tersebut mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap aset non-yielding seperti emas.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi pergerakan XAUUSD. Data perdagangan terbaru menunjukkan indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu setelah keputusan The Fed, sementara Treasury yield juga bergerak lebih tinggi. Reuters mencatat indeks dolar berada di sekitar 100,33 pada Kamis, sedangkan imbal hasil Treasury 10 tahun masih berada di sekitar 5%.

Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi harga emas karena kenaikan yield meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Ketika investor mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dari instrumen berbasis dolar dan obligasi pemerintah AS, minat terhadap emas dapat mengalami tekanan.

Pergerakan Treasury yield juga menjadi perhatian utama pasar. Yield Treasury 10 tahun sempat menyentuh sekitar 5,04%, level tertinggi dalam beberapa dekade, sebelum bergerak lebih rendah. Pada perdagangan terbaru, yield tersebut kembali berada di sekitar 5%, menunjukkan bahwa tekanan dari pasar obligasi terhadap emas masih cukup signifikan.

Di sisi lain, penurunan harga minyak dapat menjadi faktor yang sedikit mengurangi tekanan terhadap emas. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap inflasi sehingga dapat mengurangi dorongan terhadap kenaikan yield. Sebelumnya, penurunan harga minyak dan Treasury yield turut membantu emas menguat menjelang keputusan The Fed.

Selain itu, risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik berpotensi mendorong investor mencari aset defensif, sehingga dapat menahan sebagian tekanan jual yang berasal dari penguatan dolar AS dan tingginya yield.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor tersebut, Dupoin Futures melihat XAUUSD masih memiliki risiko pelemahan dalam perspektif Daily. Level 4.318 menjadi resistance utama yang perlu ditembus untuk mengurangi dominasi tren bearish. Selama level tersebut belum berhasil ditembus, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju support 4.235 hingga 4.186.

Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, serta Treasury yield sebagai katalis utama XAUUSD. Guidance bank sentral AS mengenai arah suku bunga berikutnya dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap USD dan yield, sementara perkembangan geopolitik tetap berpotensi memberikan dukungan safe haven bagi emas.

Secara keseluruhan, prediksi harga emas hari ini menurut Dupoin Futures masih menunjukkan kecenderungan bearish. Selama XAUUSD belum mampu menembus resistance 4.318, area 4.235-4.186 menjadi zona support yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Namun, perubahan pada USD, Treasury yield, harga minyak, serta risiko geopolitik tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi volatilitas dan arah pergerakan emas selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES