Pasar Crypto Semakin Dinamis, Bittime Hadirkan Program Berhadiah $HYPE hingga Sepuluh Juta Rupiah

Bittime menghadirkan program perdagangan pada 11–27 September 2026 dengan total reward hingga sepuluh juta rupiah dalam bentuk $HYPE. Program ini memberikan apresiasi kepada pengguna berdasarkan akumulasi volume perdagangan yang dicapai selama periode berlangsung.

Pasar aset digital terus berkembang dengan munculnya berbagai ekosistem blockchain yang menawarkan fungsi dan aktivitas berbeda. Salah satunya adalah Hyperliquid, blockchain yang dikenal dengan aktivitas perdagangan aset digital, khususnya perpetual futures dan spot trading. Berdasarkan data CoinGecko, token native ekosistem tersebut, $HYPE, mencatatkan all-time high (ATH) sebesar US$89,60. Pergerakan tersebut turut diikuti oleh volume perdagangan yang tinggi, dengan volume harian $HYPE menembus lebih dari US$1 miliar pada sejumlah hari di awal September, termasuk sekitar US$1,68 miliar pada 4 September dan US$1,48 miliar pada 7 September.

Melihat perhatian pasar terhadap ekosistem tersebut, Bittime menghadirkan program perdagangan pada 11–27 September 2026 dengan total reward hingga sepuluh juta rupiah dalam bentuk $HYPE. Program ini memberikan apresiasi kepada pengguna berdasarkan akumulasi volume perdagangan yang dicapai selama periode berlangsung.

Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, mengatakan bahwa meningkatnya perhatian terhadap $HYPE mencerminkan semakin beragamnya ekosistem dan aset yang tersedia di pasar crypto. “Perkembangan $HYPE dan ekosistem Hyperliquid menjadi salah satu dinamika yang menarik untuk diperhatikan. Semakin beragamnya ekosistem aset digital memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku pasar untuk mengeksplorasi berbagai instrumen. Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada pengguna berdasarkan aktivitas perdagangan yang memenuhi ketentuan program,” ujar Ryan.

Berbeda dari program yang hanya menghitung transaksi pada satu aset, volume perdagangan dalam program Bittime ini diakumulasikan dari seluruh token yang diperdagangkan pengguna selama periode berlangsung. Transaksi dalam IDR maupun USDT akan diperhitungkan dalam menentukan pencapaian tier reward, sehingga volume dapat dikumpulkan dari berbagai aset yang tersedia di Bittime.Syarat dan Ketentuan Program 

Reward diberikan satu kali berdasarkan tier volume trading yang dicapai pengguna selama periode kampanye. Pengguna dengan volume trading minimal Rp5 juta berkesempatan memperoleh reward hingga Rp100 ribu, dengan nominal reward yang meningkat sesuai tier, yaitu hingga Rp300 ribu untuk volume Rp25 juta, Rp1 juta untuk Rp100 juta, Rp2,5 juta untuk Rp350 juta, dan hingga Rp10 juta dalam bentuk $HYPE untuk volume minimal Rp2 miliar. 

Besaran reward yang diterima dapat berbeda-beda, tergantung pada proporsi volume trading dalam tier yang dicapai serta ketersediaan kuota. Pemberian reward dilakukan secara first-come, first-served, sehingga mencapai minimum volume pada suatu tier tidak otomatis menjamin pengguna mendapatkan reward maksimum. 

Menurut Ryan, semakin banyaknya pilihan aset dan strategi di pasar crypto juga perlu diikuti dengan pemahaman yang memadai mengenai karakteristik serta risiko masing-masing aset. “Di tengah pasar yang semakin dinamis, edukasi tetap menjadi bagian penting dalam aktivitas trading. Pengguna perlu memahami karakteristik aset, mekanisme perdagangan, dan risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan. Dengan pemahaman yang baik, pengguna dapat menyikapi peluang pasar secara lebih terukur dan tidak hanya mengikuti momentum,” lanjut Ryan.

Untuk berpartisipasi, pengguna wajib menyelesaikan verifikasi akun atau KYC dan melakukan registrasi melalui halaman event Bittime. Program menggunakan mekanisme first-come, first-served dengan kuota terbatas pada setiap tier. Bittime juga menerapkan ketentuan untuk menjaga integritas program, termasuk larangan penggunaan multi-akun, wash trading, maupun aktivitas manipulatif lainnya.

Reward akan diberikan dalam bentuk $HYPE dan dikreditkan ke wallet Bittime pengguna maksimal 7–14 hari kerja setelah periode program berakhir, sesuai ketentuan program. Melalui program ini, Bittime melihat dinamika $HYPE dan ekosistem Hyperliquid sebagai bagian dari semakin beragamnya perkembangan pasar aset digital, sekaligus memberikan apresiasi kepada pengguna yang berpartisipasi dalam aktivitas perdagangan selama periode program. Informasi lengkap mengenai program ini dapat dilihat melalui halaman resmi program Bittime.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Arsitek di Balik Layar: Selo Pangestu Imawan dan Agency yang Dibangunnya dalam Dua Tahun

Ia menghabiskan sepuluh tahun membantu media besar merebut perhatian orang Indonesia. Lalu ia keluar, dan membangun sesuatu yang menjual keahlian itu kepada brand.

Ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul ketika sebuah brand tiba-tiba ramai dibicarakan di media sosial Indonesia: siapa yang mengatur ini? Jawabannya jarang sekali punya wajah. Industri yang menggerakkan percakapan publik di negara ini bekerja dengan cara yang membuat pelakunya nyaris tidak pernah terlihat.

Selo Pangestu Imawan adalah salah satu dari mereka. Bedanya, ia tidak keberatan menjelaskan cara kerjanya.

Sebagai Founder dan CEO Posthinks Agency, ia memimpin perusahaan yang dalam waktu kurang dari dua tahun sudah menangani nama-nama seperti Pertamina, Shopee, Telkom, OCBC, Unilever, dan BRI. Angka yang dipegangnya juga tidak kecil: jaringan lebih dari 100 ribu talent dan buzzer, 10 ribu jaringan media, serta 500 lebih content clipper.

Sepuluh tahun di dalam ruang mesin

Untuk memahami bagaimana Posthinks bisa berdiri dengan skala seperti itu sejak awal, jejak kariernya perlu dibaca lebih dulu. Ia melewati hampir seluruh babak perubahan media Indonesia dari dalam: Suara Merdeka Group, Kompas Gramedia, RWE Digital Agency, Okezone, kumparan, hingga Urbanasia Group, tempat ia menjabat Chief Sales & Marketing Officer.

Susunan itu bukan sekadar daftar pindah kerja. Ia berada di media cetak ketika distribusi adalah segalanya, di era portal ketika trafik menjadi mata uang, di ruang redaksi digital-native ketika algoritma mulai menggantikan peran editor, lalu di kursi komersial ketika pertanyaannya berubah menjadi bagaimana semua ini dibayar.

“Saya tidak pernah pindah industri. Yang saya lakukan cuma pindah posisi duduk, sampai akhirnya saya melihat seluruh ruangannya.”

Yang ia temukan dari kursi terakhir itulah yang jadi alasan Posthinks ada. Brand membutuhkan satu pihak yang memahami redaksi, algoritma, komunitas, dan target bisnis sekaligus. Yang tersedia di pasar, menurutnya, umumnya hanya menguasai satu atau dua di antaranya.

Taruhan yang diambil pada Januari 2025

Ia mendirikan Posthinks pada Januari 2025, meninggalkan posisi C-level yang sudah mapan. Keputusan yang, diakuinya sendiri, terdengar tidak masuk akal di atas kertas.

Yang membuatnya berani adalah satu hal yang tidak dimiliki kebanyakan agency baru: ia sudah punya jaringannya lebih dulu. Sepuluh tahun berpindah dari satu ruang redaksi ke ruang redaksi lain meninggalkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan modal awal — nomor telepon orang-orang yang memutuskan.

Yang bisa dibuktikan

Posthinks memposisikan diri sebagai 360° media-tech agency, dan menolak dinilai dari metrik yang biasa dipakai industri. Bukan jangkauan, melainkan hasil yang bisa dilacak.

Salah satu angka yang mereka bawa ke meja klien: tiga juta unique visitor per bulan untuk OCBC — yang menurut Selo datang bukan dari memperbanyak jumlah konten, melainkan dari membenahi struktur dan otoritasnya.

“Reach itu angka yang enak dipresentasikan dan hampir tidak pernah menjelaskan apa pun soal penjualan.”

Ke mana ia melihat

Taruhan berikutnya sudah ia pasang: pergeseran dari mesin pencari ke mesin penjawab. Ketika semakin banyak orang bertanya langsung kepada AI alih-alih mengetik kata kunci, pekerjaan berubah dari merebut peringkat menjadi merebut kutipan.

Ia menyebut lima tahun ke depan akan ditentukan oleh tiga hal yang saling mengunci: SEO yang berevolusi, AI yang masuk ke alur kerja harian, dan data perilaku yang akhirnya benar-benar dipakai untuk mengambil keputusan.

Sampai di sana, ia tetap memilih bekerja dari balik layar. Yang berubah hanya satu: kali ini ia bersedia menjelaskan apa yang dikerjakannya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

5 Cara Mengidentifikasi Penyebab Perbedaan Performa Tim Sales

Tim sales merupakan salah satu bagian penting dalam mendorong penjualan bisnis. Karena itu, perusahaan biasanya merekrut anggota dengan keterampilan dan pengalaman yang sesuai untuk bergabung dalam tim sales.

Namun, meskipun memiliki keterampilan dan pengalaman yang relatif sama, tidak jarang muncul performance gap atau perbedaan performa dalam tim sales. Ada anggota yang konsisten mencapai target, sementara anggota lainnya masih mengalami kesulitan.

Perbedaan performa tersebut menjadi salah satu tantangan bagi sales manager. Berbagai insentif seperti komisi dan bonus juga tidak selalu menjamin seluruh anggota tim sales dapat mencapai performa yang optimal.

Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi penyebab gap atau kesenjangan performa dalam tim sales agar perusahaan dapat menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan kinerja tim. Lalu, bagaimana cara mengidentifikasinya?

1. Buatlah Tujuan dan Metrik yang Transparan

Pertama-tama, pastikan setiap anggota tim sales memahami target yang ingin dicapai perusahaan dan bagaimana keberhasilan tersebut diukur.

Tujuan tim sales tentu perlu selaras dengan tujuan bisnis dan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan metrik yang relevan dan realistis untuk mengukur kinerja tim sales.

Beberapa metrik yang dapat digunakan antara lain conversion rate, average deal size, customer retention, hingga skor kepuasan pelanggan. Metrik tersebut dapat membantu Anda membandingkan capaian dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi area yang masih perlu ditingkatkan.

Dengan tujuan dan metrik yang jelas, setiap anggota tim sales dapat memahami ekspektasi perusahaan sekaligus mengetahui aspek yang perlu mereka tingkatkan untuk mencapai target.

2. Menilai Kompetensi, Keterampilan, dan Motivasi

Melakukan penilaian dan evaluasi kompetensi, keterampilan, serta motivasi tim sales secara rutin dapat membantu mengidentifikasi penyebab perbedaan performa.

Mulailah dengan mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan dalam proses penjualan, seperti pengetahuan produk, problem solving, negosiasi, hingga layanan pelanggan. Kemudian, lakukan evaluasi melalui observasi, survei, tes, atau penilaian diri.

Memahami motivasi setiap anggota tim sales juga dapat membantu Anda menggali penyebab perbedaan performa secara lebih mendalam. Dari evaluasi tersebut, Anda dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan setiap anggota sekaligus mengidentifikasi kesenjangan keterampilan yang perlu diatasi.

3. Perhatikan Alat Pendukung dan Sistem Kerja

Di tengah transformasi digital, teknologi dapat menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan efektivitas kerja tim sales.

Cobalah pelajari bagaimana anggota tim dengan performa terbaik memanfaatkan teknologi dalam proses penjualan mereka. Pastikan seluruh anggota tim memiliki akses terhadap tool, sistem, proses, dan informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan secara efektif dan efisien.

Selain alat pendukung, evaluasi juga perlu dilakukan terhadap sistem kerja dan kolaborasi tim sales dengan tim lain di perusahaan, seperti marketing, product development, hingga customer service.

Dengan sistem kerja yang tepat dan dukungan teknologi yang memadai, tim sales dapat bekerja dengan lebih terstruktur dan memiliki dukungan yang lebih merata untuk mencapai target.

4. Tinjau Proses Perekrutan dan Onboarding

Proses perekrutan dan onboarding yang tidak merata dapat menyebabkan anggota tim sales memiliki tingkat pemahaman yang berbeda mengenai produk, strategi penjualan, dan pendekatan kepada pelanggan. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab perbedaan performa dalam tim.

Evaluasi kembali apakah proses onboarding telah memberikan landasan yang cukup bagi setiap anggota tim untuk bekerja secara efektif. Pastikan materi onboarding mencakup elemen penting seperti keunggulan produk, teknik menangani keberatan pelanggan, dan penggunaan alat penjualan dengan format yang sederhana dan mudah dipahami.

Untuk mengatasi keterbatasan waktu atau anggaran, pelatihan berbasis pengalaman juga dapat menjadi pilihan. Libatkan anggota tim dengan performa terbaik untuk berbagi praktik terbaik melalui sesi diskusi atau mentoring informal.

Selain itu, role-playing sederhana selama meeting tim dapat membantu meningkatkan keterampilan komunikasi dan strategi penjualan melalui latihan yang praktis dan langsung dapat diterapkan.

5. Evaluasi Cara Komunikasi Tim Sales Anda

Kemampuan komunikasi tim sales dengan pelanggan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan untuk mengetahui penyebab perbedaan performa.

Metrik seperti talk ratio, kecepatan berbicara, intonasi, hingga pilihan kata dapat memberikan gambaran mengenai pola komunikasi yang efektif dalam proses penjualan. Dengan memahami pola tersebut, sales manager dapat mengetahui strategi komunikasi yang efektif untuk diterapkan oleh anggota tim lainnya.

Namun, mengidentifikasi dan membandingkan berbagai aspek komunikasi secara manual tentu membutuhkan waktu dan dapat menimbulkan bias dalam penilaian.

Oleh karena itu, teknologi AI dapat membantu tim sales menganalisis percakapan secara lebih objektif dan berbasis data. Salah satunya melalui MiiTel, platform analisis percakapan yang dapat menganalisis interaksi sales dalam panggilan telepon maupun meeting secara otomatis.

MiiTel dapat membantu tim memahami berbagai aspek dalam percakapan, seperti talk ratio, silences, overlaps, kata kunci yang sering muncul, hingga sentimen dalam percakapan. Hasil analisis tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memahami pola komunikasi anggota tim dengan performa terbaik dan menjadikannya pembelajaran bersama.

Dengan demikian, tim sales tidak hanya mengandalkan pengalaman atau asumsi dalam mengevaluasi performa, tetapi dapat menggunakan data percakapan sebagai dasar untuk melakukan coaching dan meningkatkan kualitas komunikasi dengan pelanggan.

Tertarik mengetahui bagaimana MiiTel dapat membantu meningkatkan performa tim sales Anda? Konsultasikan kebutuhan Anda secara gratis bersama tim MiiTel di sini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

5 Tips Membangun Hubungan dengan Calon Klien di Online Meeting Pertama

First meeting atau pertemuan pertama dengan calon klien menjadi momen penting dalam membangun hubungan bisnis. Kesan yang terbentuk pada pertemuan pertama dapat memengaruhi bagaimana calon klien melihat bisnis Anda dan mempertimbangkan kerja sama selanjutnya.

Namun, melakukan meeting pertama dengan calon klien secara online memiliki tantangan tersendiri. Dibandingkan dengan pertemuan face-to-face, komunikasi secara online membuat Anda lebih sulit melihat bahasa tubuh, reaksi, dan nuansa percakapan secara langsung.

Oleh karena itu, penting bagi para sales untuk dapat melakukan pendekatan yang smooth dan tetap profesional dengan calon klien. Berikut beberapa trik yang dapat Anda lakukan untuk melakukan pendekatan dengan calon klien saat online meeting pertama:

1. Kenalkan Diri Anda, Baru Produk Anda

Alih-alih langsung memperkenalkan produk atau layanan Anda, mulailah meeting online dengan perkenalan diri Anda terlebih dahulu. Anda dapat menyebutkan nama, posisi Anda di perusahaan, pengalaman karier, hingga hobi Anda.

Momen ini bisa menjadi kesempatan untuk menemukan kesamaan dengan calon klien Anda. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut dan cobalah membangun komunikasi dengan melakukan small talk. 

Melalui upaya ini, Anda dapat memahami bagaimana jenis percakapan yang disukai calon klien, membangun kepercayaan, dan mencapai komunikasi bisnis yang efektif.

2. Cegahlah Terciptanya Momen Hening yang Canggung

Dalam percakapan secara langsung, momen diam terkadang diperlukan untuk memberikan waktu berpikir. Namun, hal ini dapat berbeda ketika momen diam terjadi dalam percakapan secara online karena dapat menciptakan suasana yang canggung. Oleh karena itu, cobalah untuk menjadi aktif dan proaktif dalam online meeting.

Jadilah peka dan perhatikan reaksi calon klien selama percakapan. Anda sesekali dapat bertanya, misalnya:

“Apakah ada yang ingin Anda tanyakan dari penjelasan Saya sejauh ini?”

“Adakah detail yang ingin Anda ketahui lebih lanjut?”

Memastikan komunikasi berjalan secara dua arah akan mencegah terciptanya momen hening dalam percakapan Anda.

3. Berikan Respons dalam Setiap Percakapan

Saat mengikuti online meeting, kita terkadang terlalu fokus mendengarkan penjelasan sehingga lupa memberikan respons. Kondisi ini dapat membuat lawan bicara bertanya-tanya apakah penjelasannya sudah dipahami dengan baik.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyimak, biasakan untuk memberikan tanggapan kecil seperti “oh ya, betul”, “setuju”, “luar biasa!”, atau “Saya mengerti”. Reaksi ini akan membuat calon klien Anda merasa benar-benar didengarkan dan dihargai.

4. Lakukan Follow-up setelah Meeting

Saat selesai melakukan meeting, ucapkanlah terima kasih sekaligus follow-up melalui e-mail. Hal ini bermanfaat untuk memberikan kesan yang baik pada calon klien Anda. Dengan memberikan ringkasan detail komunikasi dan negosiasi bisnis yang dilakukan, Anda juga dapat lebih mudah melanjutkan pembahasan pada tahap berikutnya.

5. Analisis dan Pelajari Online Meeting yang Berhasil

Pada tim sales, tidak jarang ada anggota yang berhasil menjalankan online meeting pertama dengan calon klien, sementara anggota lainnya masih menghadapi kesulitan. Kondisi ini merupakan hal yang wajar. Namun, bagaimana jika tim dapat mengetahui apa yang membuat sebuah online meeting berjalan dengan baik dan menjadikannya pembelajaran bersama?

Untuk mengetahuinya, Anda perlu melihat kembali bagaimana percakapan dalam online meeting berlangsung. Mulai dari seberapa banyak sales berbicara, kapan terjadi momen hening, hingga topik atau kata kunci apa yang paling sering muncul. Dengan begitu, tim dapat menemukan pola dari meeting yang berhasil dan menerapkannya pada percakapan berikutnya.

MiiTel Meetings dapat membantu tim melakukan analisis tersebut. Dengan fitur analisis online meeting, MiiTel Meetings dapat memberikan insight dari berbagai aspek percakapan, seperti talk ratio, silences, overlaps, kata kunci yang sering disebutkan, hingga tingkat sentimen positif dan negatif dalam percakapan antara tim sales dan calon klien.

Dengan dukungan analisis tersebut, tim sales tidak hanya mengandalkan pengalaman atau asumsi, tetapi dapat mempelajari percakapan berdasarkan data dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa online meeting.

MiiTel Meetings mendukung berbagai platform online meeting seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams. Tertarik mengetahui lebih lanjut? Konsultasikan kebutuhan tim Anda secara gratis bersama tim MiiTel di sini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPP Mulai Pembangunan Museum Majapahit, Usung Konsep Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Jakarta, 15 September 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) perusahaan konstruksi dan investasi nasional dibawah naungan Danantara, memulai Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pembangunan museum ini ditujukan sebagai wadah konservasi dan pelestarian sejarah Majapahit, sekaligus menjadi pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat serta mendukung pengembangan wisata budaya di kawasan Trowulan.

Groundbreaking Museum Majapahit yang dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026, dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Bupati Jombang Warsubi, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, serta Direktur Utama PTPP Novel Arsyad beserta jajaran. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PTPP dalam mendukung pembangunan serta pelestarian warisan budaya nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pembangunan Museum Majapahit merupakan bagian dari program revitalisasi sejumlah istana, keraton, museum, dan cagar budaya yang menjadi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Menurutnya, desain museum yang terpilih melalui proses sayembara diharapkan tidak hanya merepresentasikan nilai sejarah dan budaya, tetapi juga memperhatikan aspek environmentally friendly serta menyatu dengan alam.

“Kita harapkan juga environmentally friendly. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya. Mungkin harus ada juga dipikirkan pakai tenaga surya, solar nantinya, supaya ke depan maintenance tidak terlalu besar. Ini mungkin kepada Pak Novel PTPP yang akan melaksanakan ini,” ujar Fadli Zon.

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp145,30 miliar di luar PPN ini memiliki masa pelaksanaan selama 114 Hari Kerja. Dalam pelaksanaannya, PTPP memperhatikan karakter kawasan Trowulan sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan pondasi dangkal (raft foundation) yang lebih ramah terhadap kondisi arkeologi di sekitar area pembangunan.

Sejalan dengan arahan Menteri Kebudayaan, PTPP juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan Museum Majapahit. Sistem drainase dirancang untuk mengelola air hujan agar dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali (reuse), antara lain untuk penyiraman tanaman. Museum juga akan dilengkapi sistem solar panel yang dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk penerangan, sehingga dapat mendukung efisiensi penggunaan listrik.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa PTPP berkomitmen menerjemahkan arahan pemerintah tersebut melalui pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan nilai sejarah sekaligus prinsip keberlanjutan.

“Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia. PTPP berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan, sehingga museum ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan Trowulan sebagai destinasi budaya,” ujar Joko Raharjo.

Melalui pembangunan Museum Majapahit, PTPP turut mendukung upaya pemerintah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus menghadirkan fasilitas publik yang edukatif dan ramah lingkungan. PTPP berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.

—SELESAI—

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

7 Tips Memilih Tukang Jahit Garment Terdekat yang Rapi dan Tepat Waktu

Mencari tukang jahit garment terdekat untuk kebutuhan seragam bisnis, kaos komunitas, hingga produksi garmen skala besar membutuhkan ketelitian. Memilih mitra garmen yang tepat memastikan hasil jahitan rapi, presisi, dan selesai sesuai batas waktu.

Berikut adalah 7 tips praktis memilih konveksi atau pabrik garmen terdekat yang profesional:

1. Cek Portofolio dan Sampel Jahitan (Sample Making)

Vendor garmen profesional selalu menyediakan fasilitas pembuatan sampel (sample making) sebelum produksi massal dimulai. Periksa kerapian jahitan, ketepatan pola, hingga kekuatan obrasan untuk memastikan kualitas produksi sesuai standar bisnis Anda.

2. Pastikan Ketersediaan Fasilitas Mesin Modern

Pabrik garmen dengan kapasitas produksi besar dan mesin modern (seperti mesin potong otomatis, bordir komputer, dan mesin cetak digital) mampu menjaga konsistensi kerapian pada setiap helai pakaian.

3. Tinjau Kejelasan Alamat Kantor dan Pabrik Produksi

Pastikan vendor memiliki legalitas badan usaha serta alamat kantor operasional dan lokasi pabrik yang jelas. Kehadiran pabrik fisik memudahkan Anda melakukan kunjungan atau pengawasan produksi secara langsung.

4. Transparansi Estimasi Waktu Produksi (Lead Time)

Pilihlah vendor yang memiliki Standard Operating Procedure (SOP) pengerjaan yang ketat. Ketaatan terhadap lead time merupakan indikator utama konveksi yang tepat waktu.

5. Fleksibilitas Pilihan Bahan dan Aksesori

Pabrik garmen tepercaya akan memberikan rekomendasi bahan kain terbaik (seperti cotton combed, drill, atau polyester) serta opsi kustomisasi label merek dan aksesori.

6. Sistem Quality Control (QC) Berlapis

Vendor garmen terdekat yang berkualitas wajib menerapkan sistem Quality Control (QC) di setiap tahap—mulai dari pemotongan kain (cutting), penjahitan (sewing), hingga penyetrikaan dan pengemasan (finishing).

7. Layanan Pelanggan dan Garansi Hasil Produksi

Pilih produsen garmen yang responsif dalam komunikasi dan memberikan garansi perbaikan jika terdapat cacat produksi atau ketidaksesuaian spesifikasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Gresik Integrasikan Sistem Tiket, Perkuat Akurasi Manifest Penumpang

Gresik, September 2026 — Transformasi digital menjadi salah
satu strategi PT Pelindo Multi Terminal dalam meningkatkan kualitas layanan
kepelabuhanan. Di Terminal Penumpang Pelabuhan Gresik, upaya tersebut
diwujudkan melalui dorongan integrasi sistem tiket penumpang milik PT Sakti
Inti Makmur dengan SeaPass, sistem layanan penumpang yang digunakan Pelindo
Multi Terminal.

Integrasi ini tidak sekadar menyangkut konektivitas
antarsistem. Lebih jauh, langkah tersebut diarahkan untuk memastikan data
penumpang yang dikelola perusahaan pelayaran, pengelola terminal, maupun Kantor
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memiliki kesesuaian dan dapat
dimanfaatkan secara lebih efektif. Bagi operasional pelabuhan, validitas data
manifest merupakan elemen penting. Data yang akurat dibutuhkan untuk mendukung
kelancaran proses pelayanan, pengawasan, hingga penanganan kondisi tertentu
yang membutuhkan identifikasi penumpang secara cepat.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Gresik, Sutopo,
mengatakan integrasi sistem menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas
pelayanan penumpang melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami mendorong agar seluruh pelayaran penumpang ke depan
dapat terintegrasi dengan baik. Dengan demikian, data penumpang menjadi lebih
akurat dan pelayanan di terminal bisa semakin mudah, cepat, dan efektif,” ujar
Sutopo.

Menurut dia, integrasi antarsistem juga penting untuk
membangun keselarasan informasi antara perusahaan pelayaran dengan pengelola
terminal. Dengan basis data yang lebih sinkron, potensi perbedaan informasi
dalam manifest dapat diminimalkan.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya sistem yang terhubung,
tetapi juga proses pelayanan yang lebih tertib. Data yang masuk harus memiliki
kesesuaian sehingga setiap pihak yang berkepentingan memiliki referensi
informasi yang sama,” jelasnya.

Integrasi sistem tiket dengan SeaPass diharapkan memberikan
dampak langsung terhadap proses pelayanan penumpang di terminal. Pengelolaan
data yang sebelumnya berpotensi dilakukan melalui beberapa tahapan dapat
diarahkan menjadi lebih sederhana karena informasi dapat dipertukarkan
antarsistem. Dari perspektif bisnis dan operasional, digitalisasi tersebut
dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi potensi duplikasi pekerjaan
dalam pengelolaan data.

“Ketika sistem sudah terintegrasi, proses verifikasi dan
pengelolaan data tentu menjadi lebih sederhana. Ini akan membantu petugas di
lapangan sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi
penumpang,” kata Sutopo.

Bagi Pelindo Multi Terminal, penguatan sistem digital juga
menjadi bagian dari agenda peningkatan produktivitas dan kualitas layanan.
Pelabuhan tidak hanya dituntut memiliki infrastruktur fisik yang memadai,
tetapi juga membutuhkan sistem informasi yang mampu menopang aktivitas
operasional secara terintegrasi.

Di sisi lain, manfaat integrasi data tidak berhenti pada
aspek pelayanan. Data manifest yang akurat memiliki fungsi strategis dalam
mendukung keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Dalam
situasi tertentu, informasi mengenai jumlah dan identitas penumpang menjadi
bagian penting dalam proses identifikasi dan penanganan. Karena itu, semakin
baik kualitas data yang tersedia, semakin mudah pula pihak-pihak terkait
melakukan koordinasi ketika diperlukan.

“Manifest bukan hanya persoalan administrasi. Data penumpang
juga berkaitan dengan keselamatan. Ketika terjadi kondisi darurat, data yang
akurat akan sangat membantu proses identifikasi dan koordinasi,” tutur Sutopo.

Dalam pertemuan antara PT Pelindo Multi Terminal Branch
Gresik dan PT Sakti Inti Makmur, pihak perusahaan pelayaran menyatakan
persetujuan dan kesediaan untuk melakukan integrasi sistem tiket dengan
SeaPass. Tahap berikutnya akan difokuskan pada penyesuaian aspek teknis
antarsistem. Proses tersebut mencakup kebutuhan integrasi data dan mekanisme
pertukaran informasi agar sistem dapat berjalan secara optimal tanpa mengganggu
proses operasional yang telah berlangsung.

Pelindo Multi Terminal Branch Gresik memandang kolaborasi
antarpemangku kepentingan sebagai faktor penting dalam membangun ekosistem
pelayanan pelabuhan yang semakin terintegrasi. Dengan semakin terintegrasinya
data antara perusahaan pelayaran, pengelola terminal, dan regulator, proses
pelayanan diharapkan menjadi lebih sederhana dan terukur. Pada saat yang sama,
kualitas informasi yang tersedia dapat mendukung pengambilan keputusan serta
koordinasi operasional secara lebih cepat.

“Harapannya, integrasi ini menjadi langkah awal untuk
membangun ekosistem pelayanan penumpang yang semakin terhubung. Kami ingin
pelayanan di Pelabuhan Gresik semakin tertib, efisien, aman, dan tentunya
memberikan kemudahan bagi masyarakat,” pungkas Sutopo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hisense Perkenalkan RoamView, Layar yang Bisa Mengikuti Aktivitas Penggunanya

Hisense, merek peralatan elektronik dan rumah tangga terkemuka di dunia, memperkenalkan RoamView, produk terbaru dari Lifestyle Series. RoamView hadir untuk menjawab kebutuhan sederhana dalam kehidupan modern: pengalaman menikmati layar tidak lagi harus terpaku di satu ruangan atau posisi tertentu

QINGDAO,
Tiongkok, 15 September 2026
 – Hisense, merek peralatan elektronik dan rumah
tangga terkemuka di dunia, memperkenalkan RoamView, produk terbaru dari
Lifestyle Series. RoamView hadir untuk menjawab kebutuhan sederhana dalam
kehidupan modern: pengalaman menikmati layar tidak lagi harus terpaku di satu
ruangan atau posisi tertentu.

Mulai
dari mencari resep saat memasak di dapur, berolahraga di ruang keluarga, hingga
bersantai sambil menonton film sebelum tidur, pengguna kini membutuhkan layar
yang dapat mengikuti aktivitasnya. Televisi konvensional memiliki posisi tetap,
sementara tablet terkadang belum mampu memberikan pengalaman menonton dengan
ukuran layar yang imersif.

Hisense
menghadirkan RoamView yang menawarkan keleluasaan maksimal untuk menikmati
konten di mana saja. Pengguna bisa membawanya dari satu ruangan ke ruangan
lain, kemudian memutar, memiringkan, atau mengangkat layarnya agar mendapatkan
sudut pandang yang paling pas. Berkat baterai bawaan yang tahan lama, RoamView
dapat digunakan untuk menikmati konten favorit tanpa harus terus mencari
stopkontak, baik saat bersantai, bekerja, berkreasi, maupun berinteraksi.

RoamView
tidak hanya untuk menikmati tayangan. Pengguna dapat menuangkan gagasan melalui
fitur Whiteboard, mengembangkan proyek kreatif dengan digital sketchpad,
mempercantik suasana ruangan lewat Art Gallery, hingga mengubah ruang apa pun
menjadi panggung karaoke dengan Karafun. Untuk waktu bersantai, dukungan streaming 4K
menghadirkan pengalaman menonton dengan kualitas gambar yang tajam dan imersif.
Dari sisi performa, RoamView dibekali platform processing kinerja
tinggi, RAM 8 GB, dan penyimpanan 128 GB. Kombinasi tersebut mendukung
penggunaan berbagai aplikasi secara bersamaan dengan lancar, serta menyediakan
ruang penyimpanan data untuk film, acara, foto, dan beragam konten favorit
pengguna.

RoamView
melengkapi lini CanvasTV yang menghadirkan karya seni digital sebagai bagian
dari interior rumah, serta DécoTV yang memadukan desain elegan dengan
pengalaman menonton premium. Kehadiran RoamView semakin memperkaya Lifestyle
Series Hisense sebagai pilihan layar yang tak hanya menyatu dengan hunian, namun
juga dapat berpindah mengikuti aktivitas dan kebutuhan penggunanya sehari-hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Deteksi Dini Jadi Sorotan Utama dalam Sesi Edukasi Kesehatan di Palembang, Hadirkan Dua Dokter Spesialis dari Singapura

Edukasi kesehatan GrasiaCare di Palembang hadirkan dokter bedah & onkologi Singapura, ajak masyarakat lebih waspada lewat deteksi dini.

Palembang, 21 Agustus 2026 — Pentingnya deteksi dini terhadap penyakit serius seperti kanker menjadi sorotan utama dalam acara edukasi kesehatan bertajuk “Listen to Your Body, Early Detection Starts Here” yang digelar di Excelton Hotel, Palembang, pada 21 Agustus 2026. Acara ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang.

Dua narasumber ahli dihadirkan dalam sesi ini Dr. Aneez D.B. Ahmed, Direktur dan Konsultan Bedah Senior dari ICTS Singapore, dan Dr. Robert Lim, Senior Konsultan Spesialis Onkologi Medis dengan subspesialisasi kanker hati, saluran cerna, dan kolon dari ICON Cancer Centre Singapore.

Kehadiran kedua dokter ini merupakan bagian dari jejaring spesialis lintas negara yang dihubungkan GrasiaCare bagi masyarakat Indonesia, khususnya untuk kasus-kasus yang membutuhkan penanganan subspesialis seperti bedah dan onkologi.

Sesi edukasi ini turut diikuti dengan diskusi tanya jawab interaktif, di mana peserta berkesempatan menanyakan langsung kepada kedua dokter seputar kondisi kesehatan yang mereka alami atau khawatirkan.

Acara ini diselenggarakan oleh GrasiaCare, penyedia layanan medical concierge yang membantu masyarakat Indonesia mengakses layanan kesehatan di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, China, dan Korea Selatan. Sesi ini juga menjadi momen perkenalan GrasiaCare kepada masyarakat Palembang, disampaikan langsung oleh Grace Debby, CEO GrasiaCare, menyusul kehadiran GrasiaCare sebelumnya di sejumlah kota lain di luar wilayah operasional utamanya, yaitu Medan, Batam, dan Surabaya.

“Banyak orang menunda pemeriksaan karena belum merasakan gejala apa pun, padahal deteksi dini justru paling berarti saat kondisi belum menunjukkan tanda. Melalui acara ini, kami ingin masyarakat Palembang punya akses langsung pada informasi dan spesialis yang tepat, agar keputusan soal kesehatan bisa diambil lebih awal dan lebih tenang.” — Grace Debby, CEO GrasiaCare

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRICS 2026: Memperkuat Suara Global South dari New Delhi

New Delhi — Negara-negara BRICS memperkuat komitmen untuk membangun kerja sama yang lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India.

Pertemuan yang berlangsung pada 12–13 September 2026 tersebut menghasilkan Deklarasi New Delhi, yang menjadi arah bersama negara-negara BRICS dalam memperkuat kerja sama politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta hubungan antar masyarakat. KTT tahun ini digelar di bawah kepemimpinan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.”

Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut hadir dalam KTT tersebut sebagai salah satu pemimpin negara anggota BRICS. Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan bahwa kekuatan kolektif BRICS dapat digunakan untuk memperkuat ketahanan global sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” ujar Prabowo.

BRICS dan Perubahan Tatanan Global

BRICS telah berkembang jauh dari kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China. Setelah Afrika Selatan bergabung, kelompok tersebut kemudian mengalami ekspansi dan kini mencakup negara-negara seperti Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Perluasan tersebut membuat BRICS memiliki cakupan kepentingan yang semakin beragam. Forum ini tidak lagi hanya berbicara mengenai perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyentuh isu teknologi, energi, pangan, perubahan iklim, pendidikan, kesehatan, hingga reformasi tata kelola global.

Deklarasi New Delhi menegaskan kembali komitmen BRICS terhadap multilateralisme dan sistem internasional yang lebih representatif. Negara-negara anggota juga menyerukan partisipasi yang lebih bermakna bagi negara-negara berkembang dan emerging markets dalam proses pengambilan keputusan global.

Global South Harus Ikut Membentuk Aturan

Sebagai Ketua BRICS 2026, India mendorong agar BRICS menjadi salah satu wadah untuk memperkuat suara negara-negara berkembang.

Dalam sesi KTT mengenai tata kelola global dan penguatan multilateralisme, Perdana Menteri India Narendra Modi menyoroti ketimpangan antara besarnya dampak yang dirasakan Global South dan keterwakilannya dalam pengambilan keputusan dunia.

“Global South berada di barisan terdepan dalam menghadapi krisis global, tetapi berada di barisan belakang dalam pengambilan keputusan,” kata Modi.

Modi menyerukan agar negara-negara Global South tidak hanya menjadi rule-taker, tetapi berkembang menjadi rule-shaper dalam tata kelola global. BRICS, menurutnya, dapat menjadi platform untuk memperkuat kapasitas negara-negara berkembang.

Pandangan tersebut sejalan dengan Deklarasi New Delhi yang menekankan pentingnya memperluas partisipasi dan representasi negara-negara berkembang dalam institusi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ekonomi dan Ketahanan Menjadi Fondasi

Deklarasi New Delhi menekankan pentingnya rantai pasok yang lebih tangguh serta peningkatan kapasitas produksi negara berkembang agar dapat masuk ke segmen manufaktur dan produksi bernilai tambah lebih tinggi. Kerja sama tersebut juga mencakup transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, fasilitasi perdagangan, dan investasi.

BRICS juga melanjutkan pembahasan mengenai sistem pembayaran lintas batas dan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan serta investasi antaranggota, dengan tetap mempertimbangkan prioritas nasional masing-masing negara.

Prabowo menilai kekuatan kolektif BRICS dapat menjadi modal untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi serta menciptakan peluang pembangunan bagi negara-negara berkembang.

Dari Teknologi hingga Riset

BRICS juga memberikan perhatian besar terhadap perkembangan sains, teknologi, dan inovasi.

Deklarasi New Delhi menempatkan kerjasama Science, Technology and Innovation (STI) sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Negara-negara anggota mendukung kerja kelompok-kelompok kerja STI serta pengembangan BRICS Science and Research Repository sebagai platform berbagi pengetahuan dan hasil penelitian.

Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia menawarkan pemanfaatan infrastruktur dan fasilitas riset unggulan kepada periset, perguruan tinggi, industri, dan peneliti dari negara-negara anggota BRICS. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat mobilitas peneliti dan mendorong lahirnya kolaborasi riset yang lebih konkret.

Pendidikan Menjadi Investasi Jangka Panjang

Selain ekonomi dan teknologi, pendidikan menjadi bagian penting dari upaya BRICS membangun sumber daya manusia.

Deklarasi New Delhi mendorong peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, program pertukaran dan beasiswa pada tingkat sarjana maupun pascasarjana, termasuk dalam bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).

BRICS Network University menjadi salah satu mekanisme yang didukung untuk memperkuat kerjasama akademik dan penelitian antarnegara. Jaringan tersebut mendorong program bersama, mobilitas akademik, serta pertukaran pengetahuan lintas disiplin.

Menariknya, agenda pendidikan BRICS juga mencakup tahap paling awal dalam perkembangan manusia. Deklarasi mendorong pertukaran praktik terbaik dalam Early Childhood Care and Education (ECCE) serta Foundational Literacy and Numeracy (FLN). Penggunaan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam pendidikan juga didorong dengan prinsip aman, etis, dan berpusat pada manusia.

Indonesia Memperkuat Posisi di BRICS

Bagi Indonesia, KTT BRICS 2026 menjadi salah satu momentum penting setelah Indonesia bergabung sebagai anggota penuh.

Kehadiran Prabowo di New Delhi menunjukkan upaya Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam forum yang semakin berpengaruh terhadap pembahasan ekonomi dan tata kelola global. Pemerintah Indonesia menempatkan keanggotaan BRICS sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama multilateral dan membangun kemitraan strategis dengan negara-negara berkembang.

Indonesia memiliki kepentingan untuk memastikan keanggotaannya menghasilkan kerja sama konkret, mulai dari perdagangan dan investasi hingga pangan, energi, teknologi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan pasar yang luas dan sumber daya yang dimiliki negara-negara BRICS, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama ekonomi sekaligus membangun kapasitas nasional melalui pertukaran teknologi, pengetahuan, dan sumber daya manusia.

Deklarasi New Delhi dan Tantangan ke Depan

Deklarasi New Delhi menjadi salah satu hasil utama KTT BRICS 2026. Dokumen tersebut mencakup agenda yang luas, mulai dari reformasi tata kelola global dan kerja sama ekonomi hingga teknologi, pendidikan, perubahan iklim, kesehatan, dan hubungan antar masyarakat.

Dengan anggota yang memiliki sistem politik, struktur ekonomi, serta kepentingan nasional yang berbeda, konsensus menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas kerja sama.

Karena itu, keberhasilan BRICS tidak hanya akan diukur dari banyaknya deklarasi yang dihasilkan, tetapi dari sejauh mana kesepakatan tersebut dapat diterapkan melalui program, investasi, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama lintas negara.

Dari Suara Menjadi Aksi

Dua dekade setelah pembentukannya, BRICS kini memasuki fase yang berbeda. Ekspansi keanggotaan telah memperluas cakupan kelompok tersebut, sementara agenda kerja sama semakin masuk ke berbagai aspek yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

India, melalui kepemimpinannya pada 2026, mendorong BRICS untuk memperkuat ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan. Indonesia, sebagai anggota penuh, memiliki kesempatan untuk ikut membentuk agenda tersebut sekaligus memastikan kepentingan negara berkembang tetap mendapat tempat dalam pembahasan global.

Bagi negara-negara Global South, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa peningkatan suara juga diikuti dengan peningkatan pengaruh.

Prabowo melihat kekuatan tersebut sebagai sesuatu yang harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ketahanan kita harus memberikan manfaat bagi rakyat kita dan untuk memberikan manfaat bagi rakyat kita, kita harus mampu mengubah kerentanan kita menjadi peluang. Kelemahan kita menjadi kekuatan,” ujar Prabowo dalam KTT BRICS.

Menurut Prabowo, BRICS memiliki kesempatan untuk menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar yang dimiliki negara-negara anggotanya untuk menghasilkan perubahan yang nyata bagi dunia.

Pandangan tersebut bertemu dengan pesan yang disampaikan Modi dalam menutup sesi mengenai tata kelola global. Bagi India, masa depan BRICS bukan sekadar tentang seberapa besar suara yang dimiliki kelompok tersebut, tetapi bagaimana suara itu diterjemahkan menjadi pengaruh dan kemitraan yang lebih setara.

“Jika masa depan kita adalah milik bersama, maka hak untuk membentuk masa depan itu pun harus menjadi milik bersama. From voice to impact. From privilege to partnership.”

Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama India dalam kepemimpinan BRICS 2026: mengubah suara menjadi dampak dan privilese menjadi kemitraan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES