Pengalaman Study Abroad Mahasiswa BINUS UNIVERSITY di Dua Universitas Jepang

Jakarta, Januari 2026 – Mahasiswa BINUS University terus menunjukkan kesiapan untuk bersaing di tingkat global melalui partisipasi aktif dalam berbagai program internasional. Salah satunya ditunjukkan oleh Harrison Deandre Gavriel, mahasiswa Business Law, Binusian angkatan 2026 yang saat ini menempuh semester 7, yang mengikuti program study abroad selama satu semester di University of Tsukuba, Jepang, setelah sebelumnya juga menyelesaikan program serupa di Tokyo Metropolitan University. 

Harisson berhasil meraih beasiswa AIMS Scholarship (Asian International Mobility for Student), sebuah program beasiswa hasil kerja sama multilateral antar pemerintah dan universitas di kawasan Asia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa, pemahaman lintas budaya, serta kompetensi akademik dan global. Melalui AIMS Scholarship, BINUS University mendukung kesempatan bagi mahasiswa terpilih untuk menjalani program study abroad selama satu semester hingga satu tahun di berbagai universitas mitra di Asia. Harrison menyampaikan bahwa informasi mengenai program ini diperolehnya melalui BINUS International Office, yang berperan aktif dalam memberikan pendampingan, termasuk dalam proses nominasi dan pendaftaran, sehingga ia dapat mengikuti program study abroad tersebut dengan lancar.

Ketertarikan Harrison pada bidang hukum menjadi alasan utama dirinya memilih Program Studi Business Law di BINUS University. Melalui pendekatan kurikulum yang komprehensif, program ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman hukum bisnis, tetapi juga fondasi ilmu hukum secara menyeluruh. Selain itu, reputasi BINUS University sebagai perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia, serta berbagai testimoni positif dari lingkungan sekitarnya, semakin menguatkan keputusannya untuk menempuh pendidikan tinggi di BINUS.

Pengalaman internasional bukanlah hal baru bagi Harrison. Sejak menempuh pendidikan menengah atas, ia telah terbiasa hidup dan belajar di luar negeri. Namun, keputusannya untuk kembali ke Indonesia dan melanjutkan studi hukum di BINUS dilandasi oleh kesadaran akan perbedaan sistem hukum antarnegara. Jepang kemudian dipilih sebagai destinasi study abroad karena dikenal sebagai negara maju di Asia dengan kualitas sumber daya manusia, budaya kerja, serta etika sosial yang kuat. University of Tsukuba, sebagai salah satu universitas terbaik di Jepang, menawarkan ragam mata kuliah yang relevan serta lingkungan internasional yang mendukung proses pembelajaran lintas budaya.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Harrison adalah ketika dirinya dipercaya menjadi pembicara bagi siswa-siswi SMA di Indonesia yang memiliki ketertarikan terhadap program study abroad. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman persiapan, strategi belajar yang efektif, serta tantangan yang dihadapi selama menjalani studi di luar negeri. Pengalaman ini menjadi momen penting, karena untuk pertama kalinya Harrison berbagi wawasan secara profesional dalam forum internasional

Dalam perjalanannya menempuh pendidikan, BINUS University berperan dalam membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik internasional melalui berbagai program pembelajaran global. BINUS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti lebih dari satu program study abroad selama masa studi, dengan dukungan kurikulum yang memungkinkan pengakuan akademik lintas institusi. Pendampingan juga dilakukan melalui BINUS International Office yang secara berkala memantau proses akademik dan adaptasi mahasiswa selama menjalani studi di luar negeri.

Melalui kisah Harrison Deandre Gavriel, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar berkelas dunia, memperluas perspektif global mahasiswa, serta mempersiapkan lulusan yang adaptif, berwawasan internasional, dan siap berkontribusi di tingkat global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Subholding Perkebunan Nusantara, terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas melalui pembinaan mitra. Salah satu hasilnya ditunjukkan oleh Dedi Ramdani, peracik kopi spesial mitra binaan PTPN I Regional 2, yang meraih silver winner pada ajang Dry Arabica Champions Session 5 di Jakarta, akhir Januari 2026.

Dari kompetisi tingkat nasional tersebut, Dedi berhak melaju ke kejuaraan tingkat dunia yang akan berlangsung di Manila, Filipina pada Maret 2026. Pria yang telah menjadi mitra PTPN I sejak 2002 itu fokus pada pengolahan pascapanen kopi. Untuk menghasilkan kualitas terbaik, ia memilih bahan baku dari kebun di sekitar tempat tinggalnya di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, atas dukungan penuh dari PTPN (PTPN I Regional 2), saya bisa sampai di sini. Saya sudah menjadi mitra binaan PTPN sejak 20 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002. Saya dibina, dipinjami modal usaha, dan mendapat banyak kesempatan untuk pameran dan ikut berbagai even. Salah satunya even ini. Alhamdulillah saya lolos untuk maju ke level internasional Maret nanti,” kata Dedi Ramdani di Bandung.

Keberhasilan ini tidak hanya menghadirkan prestasi nasional, tetapi juga menjadi tiket bagi kopi Indonesia untuk melaju ke babak final dunia. Dengan teknik natural anaerob yang digunakan, Dedi akan bersaing dengan para peracik kopi kelas dunia.

Prestasi tersebut diraih melalui proses seleksi ketat sejak November 2025, dengan persaingan dari 70 pengolah kopi terbaik dari seluruh Indonesia. Kopi olahan Dedi mencatatkan skor 83,64, yang termasuk kategori specialty coffee dengan standar tinggi.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bagian dari implementasi strategi hilirisasi yang dijalankan perusahaan sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara.

“Pencapaian Pak Dedi adalah bukti konkret implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi produk pertanian. Kami di PTPN I tidak hanya fokus pada produksi hulu, tetapi juga memastikan petani/ mitra binaan kami memiliki keahlian pasca-panen tingkat tinggi agar produk mereka memiliki nilai tambah yang luar biasa di pasar global,” kata Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Rabu (11/2/26).

Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menambahkan bahwa pendampingan terhadap mitra binaan akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan prestasi tersebut.

“Kami di Regional 2 sangat bangga melihat mitra binaan kami melaju ke Filipina. Kami telah mendampingi perjalanan Dedi sejak lama, dan pencapaian skor 83,64 dalam kategori specialty coffee adalah bukti kualitas kopi Pangalengan yang luar biasa. Kami siap mendukung penuh kebutuhan teknis maupun promosi untuk laga dunia nanti,” ungkap Desmanto.

Secara ekonomi, kualitas kopi yang dihasilkan juga telah teruji di pasar. Produk kopi Dedi diminati berbagai kafe di Indonesia dengan harga mencapai Rp300.000 per kilogram, menunjukkan daya saing tinggi di segmen specialty coffee.

Bagi Dedi, perjalanan panjang sebagai mitra binaan PTPN I menjadi faktor penting dalam pencapaian saat ini. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan PTPN I selama ini. Selain permodalan, kami dibekali pelatihan teknis dan dilibatkan dalam berbagai event strategis. Dukungan inilah yang membuat brand kami dikenal dan membuka jalan bagi kami untuk masuk ke pasar internasional. Kemenangan ini adalah kemenangan bersama untuk seluruh petani binaan PTPN,” kata Dedi.

Ke depan, keberhasilan ini diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas kopi Indonesia, sekaligus memperkuat peran PTPN I dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan komoditas perkebunan berbasis nilai tambah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Jakarta, 22 April 2026 – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada pada titik krusial seiring dengan berakhirnya batas waktu gencatan senjata dua minggu yang ditetapkan sebelumnya. Bertepatan dengan ini, Bittime mencatatkan kenaikan transaksi swap USDT/IDR hingga 57% dalam tiga hari terakhir, di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terpantau terus turun dalam 3 minggu terakhir hingga menyentuh level terendah Rp17.274 pada 20 April 2026 lalu, berdasarkan data Nilai Tukar IDR-USD oleh Bank Indonesia. Hal ini menyusul dampak dari gejolak geopolitik yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika-Iran yang terus berlanjut hingga saat ini.

Selaras dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan kenaikan transaksi swap USDT/IDR hingga 57% dalam tiga hari terakhir. Disusul volume perdagangan aset Tether ($USDT) pada platform Bittime yang juga turut menjadi Top Trade aset pada 22 April 2026.

Dikutip dari BBC News, tingginya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang membebani Indonesia sebagai negara pengimpor neto minyak. Faktor kondisi global yang tidak menentu tersebut kemudian secara langsung menekan posisi mata uang Rupiah.

Menanggapi hal ini, masyarakat Indonesia khususnya para investor mulai berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil. Di antaranya, aset diversifikasi yang kini dipandang sebagai alternatif lindung nilai adalah Tether ($USDT) karena likuiditas harga nya berbanding 1:1 dengan dolar Amerika Serikat (USD) sehingga pergerakannya cenderung lebih stabil.

Selain itu sebagai aset kripto, $USDT bersifat fraksional sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah. Apalagi, saat ini investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke $USDT melalui fitur swap USDT/IDR yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam.

Hal ini dipandang sebagai salah satu faktor yang mendorong nilai transaksi dan kenaikan pada trading volume aset kripto $USDT di platform Bittime. Bertepatan dengan ini, Bittime kembali mengingatkan bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global

Di tengah situasi logistik global yang penuh tantangan, kinerja sejumlah Terminal Peti Kemas (TPK) domestik justru menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026.

MERAUKE — Industri logistik global menghadapi tekanan akibat
kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik. Di
tengah situasi tersebut, kinerja sejumlah Terminal Peti Kemas (TPK) domestik
justru menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026.

 

Data yang dihimpun dari PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP)
terdapat 10 terminal yang mampu melampaui target hingga Maret 2026. Terminal
peti kemas (TPK) tersebut yaitu TPK Nilam yang mencapai target 118,24%, TPK
Semarang 117,26%, TPK Sorong 109,02%, TPK Kendari 107,03%, TPK Teluk Lamong
105,1%, TPK Merauke 103,86%, TPK Surabaya 102,09%, TPK Jayapura 101,36%, TPK
Makassar 100,75%, dan IPC Terminal Petikemas 100,6%.

 

Capaian ini mencerminkan tingginya aktivitas bongkar muat
serta meningkatnya arus distribusi barang di masing-masing daerah, termasuk
wilayah timur Indonesia.

 

Di PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Merauke salah
satunya, arus peti kemas meningkat sekitar 10 persen. Kepala Cabang PT Salam
Pacific Indonesia Lines (SPIL) Merauke, Puji Harmoko, mengatakan peningkatan
tersebut seiring penetapan Merauke sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

 

“Peningkatan ini seiring penetapan Merauke sebagai Proyek
Strategis Nasional (PSN). Banyak material pembangunan dan alat berat masuk dari
Pulau Jawa,” jelas Puji Harmoko saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

Selain itu, komoditas yang masuk ke TPK Merauke juga
mengalami perubahan. “Komoditas seperti buah, bawang, hingga hasil perkebunan
mulai berdatangan dalam jumlah lebih besar, membuka potensi ekonomi baru bagi
wilayah paling timur Indonesia tersebut,” ucapnya.

 

Namun pertumbuhan logistik saja saat ini belum cukup. Tanpa
dukungan infrastruktur, efisiensi operasional, dan kebijakan yang tepat, beban
logistik berpotensi terus menekan pelaku usaha dan masyarakat.

 

Sementara, di TPK Sorong arus peti kemas (throughput)
tercatat mencapai 16.131 TEUs, atau tumbuh 10 persen dibandingkan target
perusahaan hingga Maret 2026 sebesar 14.616 TEUs.

Peningkatan ini antara lain dipicu oleh momentum angkutan
barang selama periode Hari Raya Idulfitri pada Februari hingga Maret, serta
tambahan arus peti kemas dari perubahan pola distribusi (transhipment) kapal PT
SPIL yang kini melalui Pelabuhan Sorong.

 

Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, menyebut pertumbuhan
tersebut tidak terlepas dari proses transformasi terminal. “Pelabuhan Sorong
yang sebelumnya beroperasi secara konvensional kini telah berkembang menjadi
terminal petikemas yang lebih modern dan terstandarisasi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Senior Vice President International
Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA), Yukki Nugrahawan Hanafi,
menilai tekanan global menjadi momentum untuk mempercepat transformasi logistik
nasional. Menurutnya, integrasi transportasi multimoda dan pemanfaatan
teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci meningkatkan efisiensi
dan ketahanan rantai pasok.

 

“Pendekatan transportasi multimoda bukan lagi pilihan dalam
penguatan sistem logistik nasional, melainkan kebutuhan agar menjadi lebih
kompetitif dan resilien. Namun, integrasi fisik pada pembangunan infrastruktur
saja tidak cukup, dimana hal ini harus didukung oleh pemanfaatan teknologi,
khususnya AI,” jelas Yukki dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).

 

Penguatan integrasi digital melalui platform seperti
National Logistics Ecosystem (NLE) menjadi langkah strategis dalam menciptakan
visibilitas hulu ke hilir pada rantai pasok nasional.

 

“Dengan menggabungkan kekuatan multimoda, integrasi supply
chain, dan pemanfaatan AI, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat
transformasi logistik nasional. Ini bukan hanya tentang menurunkan biaya,
tetapi juga meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Indonesia dalam
rantai pasok global,” ujar Yukki.

 

Penopang Ekonomi

Pakar ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya,
Profesor Rossanto Dwi Handoyo, menyebutkan sektor logistik, khususnya pelabuhan
peti kemas, tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional. Hal ini tidak lepas
dari karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat bergantung
pada transportasi laut.

“Sebagian besar distribusi barang, baik domestik maupun
internasional, melalui jalur laut. Pelabuhan menjadi simpul utama yang
menggerakkan ekonomi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).  Peran ini menjadi semakin krusial karena
kapasitas angkutan udara yang terbatas dan biaya yang jauh lebih tinggi,
sehingga tidak bisa diandalkan untuk distribusi dalam skala besar.

 

Rossanto melihat adanya pertumbuhan arus peti kemas di
sejumlah terminal sebagai sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional,
termasuk di kawasan Indonesia Timur. Peningkatan throughput mencerminkan adanya
pergerakan barang yang lebih aktif, baik untuk konsumsi maupun produksi.

 

Rossanto menekankan pentingnya percepatan digitalisasi di
sektor pelabuhan dan logistik. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan
efisiensi, mempercepat layanan, serta menekan biaya operasional. “Digitalisasi
akan memangkas waktu tunggu, mempercepat proses bongkar muat, dan meningkatkan
transparansi. Ini sangat penting untuk daya saing. Selain itu, integrasi sistem
logistik juga dinilai penting agar arus barang dapat dipantau secara real time
dan lebih terkoordinasi,” ulasnya.(*)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan

Jakarta – Tembaga menjadi salah satu bahan baku krusial bagi industri global saat ini. Dengan kekayaan alamnya, Indonesia pun berpotensi untuk mendapat durian runtuh dari pemanfaatan komoditas ini.

Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Indonesia menempati peringkat tujuh besar cadangan tembaga dunia dengan porsi sekitar 3% dari total global. Namun, dari sisi produksi tambang Indonesia berada di posisi ke-11.

Sementara itu, di industri hilir, Indonesia berada di peringkat ke-18, dan mencoba untuk terus memperkuat posisi dari kompetitornya yakni Jepang, India, Korea, dan Bulgaria yang bahkan tidak memiliki sumber daya tembaga.

Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengungkapkan terdapat tiga sektor utama yang akan mendorong permintaan tembaga ke depan. Sektor tersebut meliputi infrastruktur dan listrik seperti kabel serta trafo, industri energi baru terbarukan seperti PLTS dan PLT angin, serta industri otomotif khususnya kendaraan listrik (EV).

Ia menekankan bahwa ekosistem industri ini membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah agar dapat berkembang optimal. Dia berharap ada kemudahan investasi di sektor-sektor turunan penyerap tembaga sehingga mampu mengoptimalkan produksi tembaga dalam negeri, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional.

“Itu yang nantinya akan menyerap produksi tembaga dan tembaga olahan (katoda) dari smelter tembaga yang beroperasi di Indonesia,” ujar Pri Agung.

Kendati demikian, dia mengapresiasi langkah hiliirsasi tembaga yang telah berjalan di Indonesia. Pasalnya, peningkatan nilai tambah dari ekspor mineral mentah menjadi katoda tembaga sudah cukup kuat untuk meningkatkan neraca perdagangan global Indonesia ke depan.

“Jika ekosistem industri itu belum berkembang, maka produksi yang ada akan lebih banyak terserap untuk ekspor,” sebutnya.

Adapun saat ini, industri tembaga Indonesia didominasi oleh sejumlah perusahaan tambang besar dengan proyek strategis. Di antaranya adalah PT Freeport Indonesia Anggota Grup MIND ID, PT Amman Mineral Internasional Tbk, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Masing-masing perusahaan tersebut pun memiliki besaran cadangan yang berbeda-beda. Freeport Indonesia misalnya, melaporkan bahwa hasil eksplorasi terbaru menunjukkan cadangan tembaga yang dapat diekstraksi hingga 2041 meningkat menjadi 8 miliar pon, angka ini naik dari sebelumnya yang diperkirakan sebesar 7 miliar pon.

Sementara itu, PT Amman Mineral Nusa Tenggara mencatat total cadangan mineral mencapai sekitar 460 juta ton hingga 2030. Peningkatan ini terjadi seiring dimulainya fase baru penambangan Fase 8 di Tambang Batu Hijau.

Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk melaporkan pertumbuhan cadangan tembaga sepanjang 2025 menjadi 9,1 juta ton atau naik 6%. Dari sisi bijih, cadangan bijih tembaga bahkan melonjak 60% menjadi 3,0 juta ton.

Besarnya cadangan tersebut juga didukung oleh kehadiran smelter yang meningkatkan nilai tambah komoditas tembaga. Berdasarkan penelitian Kementerian ESDM, nilai tambah dari smelter tembaga dapat mencapai sekitar 1,74 kali lipat dibandingkan bahan baku konsentrat.

Dalam sektor peleburan, Indonesia telah memiliki sejumlah smelter aktif yang menjadi tulang punggung hilirisasi. Fasilitas utama tersebut antara lain berada di Gresik, Jawa Timur, serta proyek smelter baru di Nusa Tenggara Barat yang memperkuat kapasitas pengolahan domestik.

Dengan kombinasi cadangan melimpah, proyek hilirisasi yang terus berkembang, serta potensi permintaan dari berbagai sektor strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan peran tembaga dalam perekonomian nasional.

Jika ekosistem industri berhasil dibangun secara terintegrasi, komoditas ini berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

AI Center Makassar dan GDGoC UNM menghadirkan pelatihan Robotics dan IoT berbasis praktik untuk membekali talenta muda menghadapi perkembangan teknologi.

Makassar – Telkom AI Center Makassar bersama Google Developer Group on Campus Universitas Negeri Makassar (GDGoC UNM) menggelar kegiatan Study Jam Robotics & IoT pada 18–19 April 2026 di Telkom AI Center of Excellence Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang fokus mendalami bidang robotika dan Internet of Things (IoT).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Business & Community Lead (BCL) Telkom AI Connect yang menyapa peserta dan panitia, sekaligus memperkenalkan Apilogy sebagai platform marketplace API milik Telkom. Platform ini dirancang untuk memudahkan developer dalam mengakses serta mengintegrasikan berbagai API guna mendukung pengembangan solusi digital yang lebih efisien. Pada kesempatan yang sama, peserta juga diperkenalkan dengan Telkom AI Connect community platform sebagai wadah untuk memperoleh informasi terkini, memperluas jejaring, serta mengembangkan kompetensi di bidang teknologi secara berkelanjutan.

Pada hari pertama, sesi Study Jam #1: “Robotics & IoT – Getting Started” menghadirkan Syahrur Adhe Pratama Putra sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Annisa Nur Aini. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar robotika dan IoT, mulai dari konsep hingga komponen utama dalam sistem. Sesi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung guna memperkuat pemahaman peserta terhadap implementasi teknologi.

Kegiatan berlanjut pada hari kedua melalui Study Jam #2: “Robotics & IoT – Sensors and Data Reading” yang kembali menghadirkan Syahrur Adhe Pratama Putra sebagai pembicara, dengan moderator Nur Hidayat. Sesi ini membahas penggunaan sensor serta proses pembacaan dan pengolahan data dalam sistem IoT, termasuk pemanfaatannya dalam berbagai skenario aplikasi.

Penguatan kompetensi di bidang ini dinilai semakin penting mengingat di tingkat nasional, kebutuhan talenta digital terus meningkat seiring ledakan perangkat IoT. “ASIOTI memproyeksikan jumlah perangkat IoT yang beredar di Indonesia mencapai sekitar 678 juta unit pada 2025 dengan potensi peningkatan hingga menembus 800 juta unit dalam beberapa tahun mendatang,” ujar perwakilan Asosiasi IoT Indonesia dalam Munas III 2026 (Selular.ID, 12 Februari 2026). Pemerintah melalui Roadmap AI Nasional juga menargetkan pengembangan sembilan juta talenta digital hingga 2030 guna mempercepat adopsi teknologi IoT dan AI, sebagaimana disampaikan Kemkomdigi dalam program Digital Talent Scholarship (Formosa News, 27 Juli 2025). 

BCL Telkom AI Connect Makassar, Sunarti M.R, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan talenta di tengah perkembangan tersebut. “Melihat tren pertumbuhan perangkat IoT dan kebutuhan industri yang semakin meningkat, penting bagi talenta muda untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam mengembangkan solusi. Melalui Study Jam ini, kami ingin membekali peserta dengan keterampilan yang relevan agar dapat berkontribusi dalam ekosistem digital,” ujarnya.

Salah satu peserta, Muhammad Rafly Armansyah, yang merupakan member GDGoC UNM, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. “Materinya tidak hanya teori, tetapi langsung praktik sehingga lebih mudah dipahami. Selain itu, suasana belajarnya juga interaktif dan membantu kami lebih cepat memahami implementasi robotics dan IoT,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, AI Center Makassar diharapkan dapat terus memperkuat perannya dalam mengembangkan ekosistem talenta digital, tidak hanya di bidang AI tetapi juga pada teknologi lain yang relevan seperti robotika dan Internet of Things (IoT). Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC

Telkom AI Center mendorong penguatan talenta AI melalui pendekatan Human-in-the-Loop dalam Workshop METC, hasil kolaborasi bersama Microsoft dan Dicoding untuk menjawab kebutuhan industri di era transformasi digital.

Bandung, 15 April 2026 — Di tengah pesatnya transformasi industri global, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi standar baru di berbagai sektor. Namun, keberhasilan implementasinya sangat ditentukan oleh kapabilitas manusia yang mengoperasikannya. Menjawab kebutuhan tersebut, digelar offline workshop sebagai bagian dari program Microsoft Elevate Training Center (METC). Program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan inisiatif elevAIte with Dicoding pada awal 2025, yang kini dikembangkan menjadi program pelatihan eksklusif untuk membantu para profesional maupun calon profesional menguasai keterampilan AI tingkat lanjut yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. METC mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran, mulai dari belajar mandiri, pelatihan online interaktif, workshop offline, hingga kompetisi AI Impact Challenge.

Dalam salah satu rangkaian offline workshop METC tersebut, Lusia Elsa Dika Damayanty selaku Business and Community Lead hadir memberikan opening speech sekaligus memperkenalkan peran strategis Telkom AI Center dalam ekosistem teknologi nasional. Dalam paparannya, Lusia menekankan bahwa di tengah era yang serba cepat, peran manusia tetap menjadi jantung dari pengembangan teknologi melalui pendekatan Human-in-the-Loop. Konsep ini memastikan bahwa AI belajar dari data yang berkualitas, selaras dengan nilai-nilai manusia, dan tetap diawasi secara etis sebelum diimplementasikan secara luas.

Sebagai pusat unggulan teknologi di Indonesia, Telkom AI Center memperkenalkan pilar-pilar utamanya yang dirancang untuk mendukung kedaulatan digital bangsa. Telkom AI Center berkomitmen tidak hanya menciptakan nilai bisnis, tetapi juga melahirkan operasional yang unggul melalui fondasi AI Native. Dalam kegiatan ini, Telkom AI Center berperan aktif sebagai support partner bagi Microsoft dan Dicoding untuk menyelenggarakan workshop secara offline. Sinergi antara Telkom AI Center, Microsoft, dan Dicoding diharapkan dapat menciptakan ekosistem talenta digital yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab penuh dalam mengawasi teknologi agar tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Melalui dukungan berkelanjutan ini, Telkom AI Center memperkuat perannya dalam menyediakan fondasi bagi pengembangan kapabilitas AI nasional melalui penyediaan infrastruktur digital dan platform riset. Partisipasi aktif dalam kegiatan offline ini merupakan langkah nyata untuk menjembatani penggunaan teknologi di industri dengan keahlian praktis para talenta lokal. Dengan fokus pada pengembangan talenta berbasis komunitas, Telkom AI Center berupaya memastikan bahwa setiap inovasi yang dihasilkan melalui kolaborasi strategis ini mampu memberikan dampak terukur bagi transformasi digital di seluruh pelosok tanah air.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA

Jakarta, 22 April 2026 — Pasar kripto kembali menunjukkan dinamika yang tinggi di tengah ketidakpastian global. Harga Bitcoin tercatat menguat ke kisaran US$77.500–78.100 pada Rabu (22/4), didorong oleh meredanya tensi geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, serta aksi akumulasi besar oleh institusi.

Sentimen positif tersebut turut diperkuat oleh pembelian Bitcoin senilai US$2,54 miliar oleh perusahaan Strategy, yang menjadi aksi beli terbesar mereka dalam 17 bulan terakhir.

Di sisi lain, aliran dana ke produk investasi kripto global juga menunjukkan tren positif dengan inflow mencapai US$1,4 miliar dalam sepekan, mengindikasikan meningkatnya minat investor institusional terhadap aset digital.

Ketidakpastian Geopolitik Masih Bayangi Pasar

Namun demikian, kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian, terutama terkait konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Pergerakan harga Bitcoin pun masih sangat sensitif terhadap perkembangan makroekonomi dan geopolitik, dengan level US$80.000 menjadi resistance penting untuk mengonfirmasi tren kenaikan lanjutan.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa volatilitas yang terjadi saat ini merupakan refleksi dari pasar yang masih dalam fase penyesuaian.

“Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan geopolitik dan arus investasi institusional. Meskipun ada penguatan harga, investor tetap perlu waspada karena volatilitas masih cukup tinggi dan sangat bergantung pada perkembangan situasi global,” ujar Calvin.

Ia juga menambahkan bahwa posisi harga Bitcoin saat ini yang berada di atas level psikologis tertentu memberikan sinyal positif, namun belum sepenuhnya stabil.

“Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas US$80.000, ini bisa menjadi konfirmasi awal tren bullish. Namun jika kembali turun di bawah US$75.000, pasar kemungkinan masih membutuhkan katalis baru untuk bergerak lebih kuat,” tambahnya.

Strategi DCA Jadi Solusi di Tengah Volatilitas

Dalam situasi pasar yang fluktuatif seperti saat ini, Tokocrypto mendorong investor, khususnya ritel, untuk menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur. Salah satu pendekatan yang relevan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu pembelian aset secara bertahap dalam periode waktu tertentu untuk mengurangi risiko akibat volatilitas harga.

Calvin menjelaskan bahwa strategi DCA dapat membantu investor tetap konsisten tanpa harus terjebak dalam spekulasi jangka pendek. “Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, strategi DCA menjadi pendekatan yang lebih aman karena investor tidak perlu menebak waktu terbaik untuk masuk pasar. Dengan pembelian bertahap, risiko dapat tersebar dan keputusan investasi menjadi lebih rasional,” jelasnya.

Melalui fitur DCA di platform Tokocrypto, pengguna dapat mengatur pembelian aset kripto secara otomatis mulai dari per jam, harian, hingga mingguan. Fitur ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus membantu investor menjaga konsistensi dalam berinvestasi.

Berdasarkan riset internal Tokocrypto, pengguna yang menerapkan strategi DCA menunjukkan performa yang lebih optimal, dengan hasil hingga 70% lebih baik secara rata-rata dibandingkan metode pembelian sekaligus. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu investor menghadapi fluktuasi pasar tanpa tekanan emosional yang tinggi.

Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, Tokocrypto mengingatkan pentingnya memiliki perencanaan investasi yang jelas, manajemen risiko yang baik, serta fokus pada tujuan jangka menengah hingga panjang. Strategi seperti DCA menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu investor tetap bertahan dan memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi analitik dan kecerdasan buatan, banyak organisasi masih menghadapi tantangan mendasar: bagaimana menerjemahkan insight berbasis data menjadi keputusan yang tepat dan berdampak. Ketika kemampuan prediksi semakin canggih, proses pengambilan keputusan justru tidak selalu menjadi lebih pasti. Menjawab tantangan ini, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui pengukuhan Guru Besar.

BINUS University mengukuhkan Prof. Drs. Tuga Mauritsius, MSi., PhD., sebagai Guru Besar Tetap di bidang Decision Support System (DSS), yang berfokus pada pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis data dan model analitik.  

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “A New Generation of Decision Support System: Integrating Machine Learning, Scenario Analysis, and System Dynamics”, Prof. Tuga menyoroti bahwa sistem pengambilan keputusan saat ini masih menghadapi kesenjangan antara insight dan aksi. 

Ia menjelaskan bahwa meskipun teknologi seperti machine learning telah mampu menghasilkan prediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi, banyak organisasi masih kesulitan menerjemahkan hasil tersebut menjadi keputusan strategis yang nyata. Dalam konteks ini, pendekatan DSS konvensional dinilai masih bersifat reaktif dan terbatas pada analisis deskriptif, tanpa mampu secara sistematis mengarahkan keputusan yang optimal dan berdampak. 

Sebagai solusi, Prof. Tuga memperkenalkan konsep DSS Generasi Baru yang mengintegrasikan tiga pendekatan utama: predictive analytics melalui machine learning, scenario analysis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan masa depan, serta system dynamics untuk mensimulasikan dampak kebijakan dalam sistem yang kompleks. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk alur pengambilan keputusan yang lebih komprehensif, mulai dari prediksi hingga rekomendasi kebijakan yang preskriptif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa integrasi ketiga elemen tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas analisis, tetapi juga memperkuat kemampuan pengambil keputusan dalam memahami konsekuensi jangka panjang dari setiap kebijakan. Dengan demikian, sistem tidak lagi berhenti pada “apa yang akan terjadi”, tetapi berkembang menjadi “apa yang sebaiknya dilakukan” dalam berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak. “Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Tuga akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan aplikatif.”

Sejalan dengan perkembangan menuju era pengambilan keputusan berbasis data, Prof. Tuga juga menekankan pentingnya transformasi dari decision support menuju decision intelligence. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai disiplin keilmuan serta kolaborasi lintas peran, mulai dari data engineer, data scientist, hingga pengambil kebijakan.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari perjalanan BINUS University dalam 45 tahun kontribusinya di dunia pendidikan, melalui komitmen menghadirkan inovasi pembelajaran, memperluas kolaborasi global, serta membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui penguatan peran Guru Besar, BINUS University terus mendorong lahirnya talenta unggul yang mampu menerjemahkan kompleksitas data dan teknologi menjadi keputusan strategis yang berdampak bagi masyarakat.

  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja BRI Branch Office Kramat menggelar kegiatan lomba busana nasional dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pekerja untuk menampilkan pakaian nasional terbaik sekaligus mengekspresikan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Berbagai busana adat dari beragam daerah dikenakan dengan anggun dan percaya diri oleh para peserta. Setiap penampilan menonjolkan keunikan motif, warna, serta filosofi yang terkandung dalam masing-masing pakaian tradisional, menjadikan suasana semakin meriah dan berwarna.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarpekerja serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa. Meski berlangsung dalam suasana santai dan penuh kegembiraan, para pekerja tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Melalui peringatan Hari Kartini ini, BRI Branch Office Kramat berharap semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus hidup dalam diri setiap pekerja, khususnya dalam berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES