Perkuat Portfolio Berkelanjutan, BRI Finance Tangkap Potensi Pertumbuhan EV

Upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan terus menunjukkan sinyal positif. Salah satunya melalui kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan pajak kendaraan listrik, yang dinilai dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memandang kebijakan tersebut sebagai langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di mata konsumen, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan pembiayaan berkelanjutan (green financing) di sektor multifinance.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai sarana mobilitas sehari-hari. Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi pendorong bagi industri pembiayaan untuk semakin aktif mendukung pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan melalui penyaluran pembiayaan yang lebih luas.”

BRI Finance melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen yang memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Oleh karena itu, Perseroan terus memperkuat strategi bisnis untuk menangkap peluang tersebut melalui perluasan kerja sama dengan berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), dealer resmi, serta mitra strategis di industri otomotif nasional.

Selain memperkuat jaringan kemitraan, BRI Finance juga terus mengoptimalkan kanal pemasaran digital dan konvensional guna meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai solusi pembiayaan kendaraan. Seluruh upaya tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang terukur untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan Perseroan.

Komitmen BRI Finance dalam mendukung pembiayaan kendaraan listrik tercermin dari kinerja yang berhasil dicatatkan sepanjang tahun berjalan. Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik Perseroan tumbuh sebesar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, meskipun saat ini portofolio pembiayaan kendaraan konvensional masih mendominasi keseluruhan pembiayaan otomotif Perseroan.

Tren positif tersebut juga sejalan dengan perkembangan industri multifinance nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 35,27% secara tahunan (year-on-year).

“BRI Finance akan terus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui penguatan portofolio pembiayaan hijau yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Kami optimistis pertumbuhan kendaraan listrik akan terus berlanjut dan menjadi salah satu motor pertumbuhan industri pembiayaan pada masa mendatang,” tutup Dhani.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Pembiayaan Mobil Bekas 169,34 Persen

Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan yang diminati karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dan fleksibel. Tren tersebut turut mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bekas di Indonesia, termasuk di PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”).

Hingga Februari 2026, BRI Finance mencatat penyaluran pembiayaan mobil bekas tumbuh sebesar 169,34 persen secara year-on-year (yoy). Segmen ini juga memberikan kontribusi sebesar 9,79 persen terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan, menunjukkan semakin besarnya peran kendaraan bekas dalam mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan otomotif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Mobil bekas kini semakin dipertimbangkan sebagai pilihan yang rasional bagi masyarakat. Selain menawarkan harga yang lebih kompetitif, kendaraan bekas juga tetap mampu menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari. Kami melihat segmen ini memiliki prospek yang baik seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.”

Dinamika pasar kendaraan baru turut mempengaruhi perkembangan pasar kendaraan bekas. Dalam kondisi tertentu, masyarakat cenderung mencari alternatif yang lebih efisien dari sisi anggaran tanpa mengurangi fungsi kendaraan sebagai sarana mobilitas. Fenomena tersebut semakin terlihat seiring berkembangnya ekosistem jual beli kendaraan bekas yang semakin modern dan transparan. Kehadiran berbagai platform digital turut mempermudah masyarakat dalam mencari, membandingkan, hingga melakukan transaksi kendaraan bekas secara lebih praktis.

Selain itu, tren penyesuaian harga pada sejumlah jenis kendaraan bekas, termasuk kendaraan listrik, juga menjadi faktor yang meningkatkan daya tarik pasar. Kondisi ini membuka peluang bagi konsumen untuk memperoleh kendaraan dengan nilai yang lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.

Melihat potensi tersebut, BRI Finance terus memperkuat strategi pengembangan pembiayaan mobil bekas melalui perluasan kerja sama dengan dealer dan mitra penjual kendaraan di berbagai wilayah. Perseroan juga terus meningkatkan kemudahan akses layanan pembiayaan melalui optimalisasi kanal pemasaran dan penyederhanaan proses pengajuan pembiayaan.

Meski mencatat pertumbuhan yang signifikan, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Perseroan secara konsisten menerapkan proses analisis kredit yang prudent guna menjaga kualitas portofolio dan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

“Baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas memiliki pasar dan karakteristik yang berbeda. Keduanya saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami terus memantau perkembangan pasar dan menjalankan strategi pembiayaan yang selektif agar dapat bertumbuh secara berkelanjutan,” tutup Dhani.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Persaingan industri otomotif nasional semakin dinamis seiring masuknya berbagai merek baru dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien. Di tengah kondisi tersebut, industri pembiayaan memiliki peran strategis dalam memperluas akses kepemilikan kendaraan melalui skema pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel.

Menangkap momentum tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menggelar pameran otomotif di dua lokasi sekaligus, yakni di BRI Branch Office (BO) Payakumbuh dan BRI Branch Office (BO) Padang pada 8–12 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat penetrasi pembiayaan kendaraan sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif di daerah.

Dalam pameran tersebut, BRI Finance menggandeng dealer Chery di BRI BO Payakumbuh dan dealer Geely di BRI BO Padang. Pengunjung tidak hanya dapat melihat langsung berbagai pilihan kendaraan terbaru, tetapi juga merasakan pengalaman berkendara melalui fasilitas test drive yang disediakan selama pameran berlangsung.

Sebagai daya tarik utama, BRI Finance menghadirkan program pembiayaan dengan promo bunga 0%, yang didukung berbagai pilihan skema pembiayaan lainnya seperti KKB Prioritas, KKB Reguler, Captive, Non-Captive, serta program BRIFlexy.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Sebagai perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari BRI Group, kami berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Pameran ini menjadi salah satu upaya kami untuk mendekatkan layanan kepada calon nasabah sekaligus memberikan berbagai pilihan program pembiayaan yang kompetitif, termasuk promo bunga 0% yang dapat membantu masyarakat mewujudkan kepemilikan kendaraan dengan lebih ringan.”

Kolaborasi dengan dealer dan jaringan BRI di berbagai daerah merupakan strategi yang terus diperkuat perusahaan guna memperluas jangkauan layanan serta mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, BRI Finance berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap berbagai alternatif pembiayaan yang tersedia, sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan baru di wilayah Sumatera Barat.

“BRI Finance akan terus memperkuat sinergi dengan ekosistem otomotif dan jaringan BRI Group untuk menghadirkan berbagai program pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar serta mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional,” tutup Dhani.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Jakarta, 17 Juni 2026 – Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan kedua Juni 2026. Tekanan berasal dari keluarnya arus dana besar dari ETF Bitcoin di Amerika Serikat, pelemahan harga Bitcoin dan Ethereum, serta meningkatnya kehati-hatian investor akibat dinamika ekonomi global dan domestik.

Market Outlook FLOQ di minggu kedua bulan Juni 2026, mencatat arus keluar dana dari ETF Bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Sejak pertengahan Mei, ETF Bitcoin AS tercatat mengalami outflow sekitar US$4,4 miliar atau setara lebih dari 59.000 BTC dalam periode 13 hari perdagangan berturut-turut.

Kondisi tersebut turut menekan harga Bitcoin yang sempat bergerak di bawah level psikologis US$60.000 sebelum kembali menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Harga BTC per hari ini berada di kisaran US$66.000 dengan kapitalisasi pasar (market cap) sekitar US$1,3 triliun. Sementara itu, Ethereum juga mengalami koreksi meskipun aktivitas fundamental di dalam ekosistemnya masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Pasar saat ini sedang berada dalam fase yang sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan arus dana institusi. Namun menariknya, di tengah tekanan harga, indikator fundamental seperti pertumbuhan staking Ethereum dan aktivitas akumulasi institusi masih menunjukkan tren yang positif,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pasar adalah langkah perusahaan Strategy yang sempat menjual 32 BTC pada awal Juni. Meskipun jumlah tersebut relatif kecil dibanding total kepemilikan mereka, pasar sempat merespons negatif karena dianggap bertentangan dengan strategi akumulasi jangka panjang yang selama ini identik dengan perusahaan tersebut.

Namun sentimen tersebut berbalik setelah Strategy kembali melakukan pembelian sekitar 1.550 BTC senilai lebih dari US$100 juta hanya beberapa hari kemudian.

“Aksi Strategy menunjukkan bahwa investor institusi masih aktif memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi. Ini menjadi pengingat bahwa pergerakan jangka pendek sering kali dipengaruhi oleh headline, sementara keputusan investasi institusi umumnya tetap berorientasi jangka panjang,” tambahnya.

Di dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar.

Langkah Bank Indonesia memberikan dampak langsung terhadap sentimen pasar domestik. Setelah sempat mengalami tekanan tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan terbatas pasca pengumuman kenaikan suku bunga.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah investasi ke depan, termasuk perkembangan geopolitik global, arah kebijakan moneter negara-negara besar, serta pergerakan arus modal internasional.

Para investor perlu memperhatikan bahwa pergerakan aset digital saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan industri blockchain, tetapi juga oleh faktor ekonomi makro yang lebih luas seperti inflasi, suku bunga, dan aliran modal global.

Bagi investor pemula, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar cost averaging (DCA) dinilai tetap relevan dalam menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. Sementara bagi trader, disiplin manajemen risiko menjadi faktor penting mengingat pasar masih bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan berita dan sentimen.

Di sisi lain, investor jangka panjang dinilai masih dapat melihat perkembangan positif dari sisi fundamental industri. Pertumbuhan staking Ethereum yang mencapai rekor baru serta aktivitas akumulasi oleh sejumlah institusi besar menunjukkan bahwa adopsi aset digital dan teknologi blockchain terus berkembang meskipun pasar sedang mengalami fase konsolidasi.

“Volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pasar. Yang terpenting bagi investor adalah memahami risiko, menjaga disiplin strategi, dan tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembiayaan Kendaraan Bekas BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Dalam situasi tekanan terhadap daya beli masyarakat dan persaingan yang semakin ketat di industri otomotif nasional, kebutuhan akan solusi pembiayaan yang lebih terjangkau tetap menunjukkan tren positif. Kondisi ini tercermin dari meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan bekas yang dinilai mampu menjadi alternatif mobilitas yang ekonomis tanpa mengurangi fungsi dan kenyamanan.

Melihat tren tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen pembiayaan mobil bekas. Hingga Mei 2026, pembiayaan mobil bekas BRI Finance tumbuh sebesar 77,64% secara tahunan (year-on-year), menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap segmen kendaraan bekas di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa kendaraan bekas saat ini menjadi salah satu pilihan yang semakin relevan bagi masyarakat yang tetap membutuhkan kendaraan pribadi dengan pertimbangan efisiensi pengeluaran.

“Di tengah pelemahan daya beli masyarakat dan semakin kompetitifnya pasar otomotif, kami melihat segmen pembiayaan mobil bekas masih menunjukkan kinerja yang positif. Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa kendaraan bekas tetap menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat yang membutuhkan solusi mobilitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Dhani.

Industri pembiayaan otomotif saat ini menghadapi berbagai dinamika pasar yang perlu dicermati, mulai dari kondisi ekonomi domestik, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga perkembangan tingkat suku bunga yang berpotensi mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Meski demikian, BRI Finance menilai segmen pembiayaan mobil bekas memiliki tingkat ketahanan yang baik karena menawarkan nilai ekonomis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Selain memberikan alternatif kepemilikan kendaraan dengan harga yang lebih kompetitif, segmen ini juga dinilai mampu menjangkau kelompok konsumen yang lebih luas.

Untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, BRI Finance terus menerapkan strategi bisnis yang prudent dengan mengedepankan kualitas portofolio pembiayaan, pengelolaan risiko yang optimal, serta penyaluran pembiayaan yang selektif sesuai prinsip kehati-hatian.

“Kami tetap optimis terhadap prospek pembiayaan mobil bekas kedepannya. Dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang masih tinggi dan karakteristik segmen yang relatif adaptif terhadap kondisi ekonomi, kami meyakini pembiayaan kendaraan bekas akan terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis BRI Finance,” tutup Dhani.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

BRI Finance Dorong Kepemilikan Kendaraan Lewat Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026 Goes to Kota Baru Parahyangan

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut mendukung penyelenggaraan BRI Consumer Expo 2026 Goes to Kota Baru Parahyangan yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Hedjo Square, Kota Baru Parahyangan, Bandung. Kegiatan ini menghadirkan beragam solusi finansial terintegrasi mulai dari property expo, automotive expo, travel fair, fun activities, talkshow, hingga music performances.

Dalam gelaran tersebut, BRI Finance menawarkan promo pembiayaan kendaraan yang kompetitif guna menjawab kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi di tengah mobilitas yang semakin tinggi. Pengunjung dapat menikmati penawaran suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mulai dari 1,80% flat per tahun dengan tenor 1 tahun. Promo ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan impian dengan skema pembiayaan yang ringan dan terjangkau.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Melalui BRI Consumer Expo 2026 Goes to Kota Baru Parahyangan, BRI Finance ingin menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Tren industri otomotif nasional masih menunjukkan minat yang kuat, khususnya terhadap kendaraan yang mendukung mobilitas dan gaya hidup masyarakat urban. Karena itu, kami menghadirkan promo suku bunga spesial agar masyarakat dapat lebih mudah mewujudkan kepemilikan kendaraan impiannya.”

Kehadiran BRI Finance dalam expo seperti ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pembiayaan konsumer BRI Group melalui sinergi layanan finansial yang semakin terintegrasi. BRI Consumer Expo 2026 sendiri merupakan bagian dari strategi BRI Group dalam memperkuat bisnis konsumer melalui perluasan akses pembiayaan dan penguatan ekosistem layanan yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. 

Selain promo otomotif, pengunjung juga dapat menikmati berbagai penawaran lainnya dari BRI Group seperti suku bunga KPR mulai dari 1,75% effective per tahun fixed 1 tahun, cashback travel fair hingga Rp10 juta, serta cicilan mulai 0% hingga 36 bulan untuk kebutuhan perjalanan dan gaya hidup.

“Kami mengajak masyarakat Bandung dan sekitarnya untuk memanfaatkan momentum ini guna memperoleh berbagai solusi pembiayaan terbaik sekaligus menikmati pengalaman expo yang menghadirkan berbagai aktivitas menarik dalam satu lokasi,” tutup Dhani.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Sambut Pekerja Baru Melalui Program Onboarding

Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan Onboarding Pekerja Baru Bulan Juni 2026 yang bertempat di Ruang Qlola BRI Region 6. Kegiatan ini diikuti oleh para pekerja baru yang bergabung di berbagai unit kerja di lingkungan BRI Region 6.

Program onboarding merupakan tahapan penting dalam proses adaptasi pekerja baru agar dapat mengenal lebih dekat budaya perusahaan, nilai-nilai kerja, struktur organisasi, serta berbagai kebijakan dan prosedur yang berlaku di BRI. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai peran BRI sebagai institusi perbankan terdepan yang terus bertransformasi untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi terkait budaya kerja BRILiaN, tata kelola perusahaan, layanan perbankan, manajemen risiko, kepatuhan, hingga pengenalan produk dan layanan digital BRI. Selain itu, sesi interaktif dan diskusi turut memberikan kesempatan bagi para pekerja baru untuk mengenal lingkungan kerja serta membangun jejaring dengan sesama peserta.

Perwakilan Manajemen BRI Region 6 dalam sambutannya menyampaikan bahwa para pekerja baru merupakan bagian penting dari masa depan perusahaan. Oleh karena itu, diharapkan seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan onboarding ini untuk memahami nilai-nilai perusahaan serta mempersiapkan diri menjadi insan BRILiaN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan terbaik.

Kegiatan onboarding ini juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan kepada para pekerja baru. Dengan pemahaman yang baik mengenai budaya dan visi perusahaan, diharapkan mereka dapat beradaptasi dengan cepat serta memberikan kontribusi positif bagi pencapaian kinerja BRI Region 6.

Melalui program onboarding yang terstruktur dan komprehensif, BRI Region 6 terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan talenta dan mencetak sumber daya manusia unggul guna menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Encourages Competency Development through Specialized Industrial Training Programs

PetroSync encourages competency development through specialized industrial training programs designed to improve technical expertise, operational efficiency, and workforce performance across key industries.

Technical Competency Gaps Continue to Affect Industrial Operations

Inconsistent Piping Knowledge Increases Operational Risk

Many facilities experience operational disruptions because piping understanding differs across engineering teams. Small technical misunderstandings frequently create maintenance delays and unexpected operational safety concerns.

Limited Practical Experience Reduces Engineering Readiness

Young engineers often struggle handling field situations without sufficient industrial training exposure. Delayed technical decisions commonly affect maintenance schedules, commissioning activities, and project execution timelines.

Companies Face Pressure to Maintain Safe and Efficient Operations

Industrial companies continuously balance production targets alongside increasing operational safety requirements today. Limited technical competency often creates additional pressure during critical operational maintenance periods.

Specialized Training Helps Strengthen Engineering Competency

Practical Learning Supports Better Piping System Decisions

Practical industrial training helps engineers understand operational consequences behind every technical decision. Programs like ASME B31.3 Training support stronger piping system evaluation during operational activities.

Standardized Training Helps Reduce Technical Skill Gaps

Different engineering backgrounds often create inconsistent technical understanding during daily operational discussions. Standardized industrial training helps companies align engineering competency across multiple operational departments.

Continuous Development Supports Reliable ASME B31.3 Implementation Across Operations

Continuous learning supports stronger technical consistency during piping inspections, maintenance, and modifications. Better understanding of ASME B31.3 helps reduce operational mistakes across industrial facilities.

Stronger Technical Competency Helps Improve Operational Reliability

Reliable industrial operations depend heavily on accurate engineering judgment during critical situations. Strong technical competency helps teams respond faster when operational challenges suddenly appear.

PetroSync Supports Long-Term Competency Development Across Industries

Training Programs Are Designed Around Real Industrial Challenges

Industrial professionals prefer practical learning materials reflecting real operational situations and challenges. Relevant case discussions help participants understand technical problems commonly appearing during industrial operations.

Flexible Learning Solutions Help Teams Improve Technical Readiness

Busy operational schedules often prevent engineering teams attending conventional classroom training programs regularly. Flexible learning solutions help organizations maintain competency development without disrupting operational responsibilities.

Petrosync Supports Safer and More Reliable Industrial Operations

Many companies increasingly prioritize technical competency development to support safer operational environments today. Through specialized programs, PetroSync supports sustainable engineering competency development across multiple industrial sectors.

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

FLOQ Luncurkan World Cup Trading Campaign, Dukung Tim dan Menangkan Hadiah

Piala Dunia selalu menjadi momen yang menyatukan jutaan orang melalui semangat kompetisi, strategi, dan keyakinan terhadap tim yang mereka dukung. Semangat yang sama juga sering ditemukan di pasar aset digital, di mana keputusan, disiplin, dan perspektif jangka panjang menjadi faktor penting dalam membangun portofolio.

World Cup merupakan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh FIFA sejak tahun 1930. Selama lebih dari sembilan dekade, ajang ini telah menjadi panggung bagi para pemain terbaik dunia dan menghadirkan momen-momen bersejarah yang menyatukan miliaran penggemar dari berbagai negara. FIFA World Cup 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta diperkirakan akan menarik lebih dari 5 miliar penonton secara global sepanjang turnamen berlangsung.

Untuk merayakan kemeriahan World Cup 2026, FLOQ menghadirkan World Cup Trading Campaign dengan total hadiah hingga Rp200 juta yang dapat diperebutkan oleh seluruh pengguna. Selain kesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik, pengguna juga berkesempatan menikmati beragam penawaran spesial yang telah disiapkan, termasuk acara Nonton Bareng (NoBar) eksklusif di hotel berbintang lima bersama komunitas FLOQ dan sesama pecinta sepak bola.

Sebagai platform yang dibangun oleh tim yang mencintai sepak bola, FLOQ ingin ikut merayakan kemeriahan turnamen terbesar di dunia ini bersama para pengguna. Kecintaan tersebut bahkan tercermin dari Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, yang dikenal sangat antusias dan memiliki passion besar terhadap sepak bola. Karena itulah, bagi FLOQ, World Cup bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga momen spesial untuk berbagi semangat, kebahagiaan, hadiah, dan pengalaman yang berkesan dengan seluruh komunitas FLOQ.

Memanfaatkan momentum tersebut, FLOQ menghadirkan World Cup Trading Campaign, sebuah program yang mengajak pengguna untuk mendukung tim favorit mereka selama Piala Dunia sekaligus berpartisipasi dalam kompetisi berbasis aktivitas trading dengan total hadiah senilai Rp200 juta.

Kampanye ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif bagi komunitas FLOQ. Pengguna dapat memilih tim favorit, melakukan aktivitas trading sesuai dengan syarat yang berlaku, mengumpulkan poin, dan bersaing di leaderboard selama periode kampanye. Semakin aktif berpartisipasi, semakin besar peluang pengguna untuk memperoleh hadiah dan berbagai keuntungan lainnya.

Menurut FLOQ, kampanye ini bukan sekadar program promosi, melainkan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun pengalaman yang lebih relevan dan engaging bagi pengguna di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset digital.

“Piala Dunia adalah salah satu peristiwa global yang mampu membangun rasa kebersamaan, loyalitas, dan partisipasi komunitas dalam skala yang sangat besar. Di FLOQ, kami melihat nilai yang sama dalam komunitas aset digital. Karena itu, kami ingin menghadirkan sebuah kampanye yang tidak hanya memberikan kesempatan mendapatkan hadiah, tetapi juga menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan mendorong keterlibatan pengguna secara lebih aktif,” ujar Yudhono Rawis, CEO FLOQ.

Di tengah perkembangan industri aset digital yang semakin matang, partisipasi investor juga mengalami perubahan. Investor saat ini tidak hanya mencari akses ke berbagai aset, tetapi juga pengalaman yang lebih personal, edukatif, dan berbasis komunitas. Fenomena ini terlihat secara global, di mana platform digital mulai mengintegrasikan unsur gamifikasi, kompetisi komunitas, dan program loyalitas untuk meningkatkan engagement pengguna secara berkelanjutan.

Melalui World Cup Trading Campaign, FLOQ ingin membawa pendekatan tersebut ke pasar Indonesia dengan cara yang sederhana dan mudah diikuti. Kampanye ini menggabungkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dengan aktivitas trading aset crypto yang dilakukan sehari-hari oleh pengguna platform.

Selain mengumpulkan poin dan leaderboard, peserta juga akan mendapatkan akses terhadap berbagai konten edukasi pasar, insight mengenai perkembangan aset digital, serta berbagai aktivitas komunitas yang akan berlangsung selama periode kampanye. Dengan demikian, pengguna tidak hanya berpartisipasi untuk mendapatkan hadiah, tetapi juga memperoleh wawasan yang dapat membantu mereka memahami dinamika pasar dengan lebih baik.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen FLOQ untuk terus mendorong literasi aset digital di Indonesia melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Sebagai platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FLOQ percaya bahwa edukasi, transparansi, dan pengalaman pengguna yang baik merupakan fondasi penting dalam membangun industri yang sehat dan berkelanjutan.

Cara Mengikuti World Cup Trading Campaign

Peserta dapat mengikuti program dengan langkah-langkah berikut:

Pilih tim nasional favorit yang akan didukung selama Piala Dunia.

Lakukan aktivitas trading sesuai syarat yang berlaku selama periode kampanye.

Kumpulkan poin berdasarkan aktivitas yang dilakukan.

Pantau posisi pada leaderboard kampanye.

Raih kesempatan memenangkan bagian dari total hadiah senilai Rp200 juta.

Momentum Piala Dunia dan Partisipasi Komunitas Digital

Peristiwa olahraga global seperti Piala Dunia secara historis selalu menciptakan lonjakan percakapan digital, aktivitas komunitas, dan interaksi lintas platform. FLOQ melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengguna, sekaligus memperkuat semangat komunitas yang menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.

Dengan menggabungkan elemen kompetisi, komunitas, dan edukasi, FLOQ berharap kampanye ini dapat menjadi salah satu program paling menarik selama musim Piala Dunia serta memberikan nilai tambah bagi pengguna yang ingin tetap aktif mengikuti perkembangan pasar aset digital.

Pelajari Mekanisme dan Daftar Hadiah

Untuk melihat mekanisme lengkap, sistem pengumpulan poin, syarat dan ketentuan, serta rincian hadiah World Cup Trading Campaign, kunjungi:

World Cup Trading Campaign FLOQ

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen menghadirkan akses yang lebih mudah, aman, dan relevan terhadap aset digital melalui kombinasi teknologi, edukasi, dan pengembangan komunitas. Dengan fokus pada pengalaman pengguna dan literasi keuangan digital, FLOQ terus mendorong partisipasi masyarakat Indonesia dalam ekonomi digital yang berkembang pesat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh, BRI Finance Sambut Kebijakan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik

Jakarta, 5 Juni 2026 – Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif seiring meningkatnya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Berbagai kebijakan yang memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan industri pendukung, termasuk sektor pembiayaan.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan pajak kendaraan listrik. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik bagi masyarakat sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan pembiayaan berbasis keberlanjutan (green financing).

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pembebasan pajak kendaraan listrik memberikan manfaat yang cukup signifikan bagi masyarakat. Kebijakan ini dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik karena biaya kepemilikannya menjadi lebih efisien. Di sisi lain, hal ini juga membuka peluang bagi industri pembiayaan untuk terus memperluas portofolio pembiayaan yang mendukung prinsip keberlanjutan.”

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia saat ini didukung oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari regulasi yang semakin kondusif, ketersediaan pilihan produk yang semakin beragam, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Transformasi menuju kendaraan listrik memang membutuhkan waktu. Namun, kami melihat arah perkembangannya semakin jelas dan mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai kebijakan pemerintah. Seiring dengan semakin matangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, peluang pertumbuhannya juga akan semakin besar,” ujar Dhani.

Sebagai bagian dari upaya menangkap peluang tersebut, BRI Finance terus memperkuat strategi bisnis melalui perluasan kerja sama dengan dealer dan pelaku industri otomotif, serta optimalisasi kanal pemasaran untuk menjangkau lebih banyak calon konsumen kendaraan listrik. Perseroan juga tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan dengan memperhatikan perkembangan pasar dan profil kebutuhan konsumen agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik Perseroan tercatat meningkat sekitar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara industri, tren pembiayaan kendaraan listrik juga terus menguat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026, tumbuh 35,27% secara tahunan (year-on-year), yang mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis energi bersih di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES