BINUS @Medan Tunjukkan Peran Kampus Global Digitalpreneur di Momentum 45 Tahun BINUS

Medan 19 Mei – Memasuki usia lebih dari 45 tahun, BINUS University sebagai PTS terbaik di Indonesia membuktikan peran aktifnya melalui penciptaan ekosistem belajar yang berorientasi pada hasil dan kesiapan berkarier. Selama lebih dari empat dekade, BINUS secara konsisten menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri, seiring perubahan dunia yang semakin dinamis. Komitmen tersebut dilandasi oleh visi “Fostering and Empowering Society in Building and Serving the Nation”, yang mendorong BINUS untuk tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang siap berperan aktif dalam masyarakat dan pembangunan bangsa.

Semangat tersebut diwujudkan secara nyata melalui penguatan peran BINUS di berbagai daerah, salah satunya melalui BINUS @Medan. Kehadiran BINUS @Medan tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang tumbuh bersama Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara. Melalui pendekatan kolaboratif, BINUS @Medan secara aktif berkontribusi melalui rangkaian kegiatan yang bertujuan memperluas akses pembelajaran, meningkatkan literasi teknologi dan kewirausahaan, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai upaya menghadirkan dampak yang lebih terarah dan berkelanjutan, BINUS @Medan merancang rangkaian kegiatan yang saling terhubung yang dilaksanakan sepanjang pertengahan tahun 2026. Rangkaian ini dirancang untuk menjangkau siswa, orang tua, dan masyarakat luas melalui berbagai inisiatif edukatif, seperti seminar bagi siswa-siswi SMA/SMK bertajuk “Architecting the Future: From Business Model to System Logic” yang dibawakan oleh dosen Program Studi Information Systems dan Digital Business BINUS @Medan, workshop AI untuk produktivitas dan media sosial bersama praktisi komunikasi Dr. Judi Arto, Direktur Marketing BINUS Group, serta program SHE Codes hasil kolaborasi dengan Indosat.

Sebagai kampus Global Digitalpreneur yang mengusung semangat kewirausahaan, BINUS @Medan juga menyelenggarakan Bootcamp Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026, yang menyasar siswa SMA/SMK di wilayah Sumatera Utara, Riau, dan 

Aceh. Melalui bootcamp ini, peserta dibekali pelatihan pengembangan ide, pemahaman Business Model Canvas, hingga kompetisi FIKSI sebagai ruang implementasi gagasan bisnis.

Seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pola pikir inovatif, literasi teknologi, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan dan dunia kerja yang terus berkembang. Dalam kesempatan ini, Tri Juniarty, S.Kom., M.M., Direktur Kampus BINUS @Medan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan mencerminkan semangat BINUS dalam memberikan kontribusi nyata bagi tanah air Indonesia.

Memasuki 45 tahun perjalanan BINUS University, kami memaknai momentum ini sebagai komitmen berkelanjutan untuk terus berkontribusi bagi Indonesia melalui pendidikan yang relevan dan berdampak. Berbagai rangkaian kegiatan yang kami hadirkan di BINUS @Medan merupakan wujud nyata semangat untuk mempersiapkan generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pola pikir, keterampilan, dan kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Tri Juniarty.

Selaras dengan tujuan tersebut, pada periode yang sama, BINUS @Medan juga menghadirkan program-program pendampingan yang berfokus pada kesiapan jangka panjang generasi muda dan pemahaman orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan di kampus BINUS @Medan seperti seminar pertemuan universitas dan orang tua sebagai ruang dialog terbuka untuk membangun pemahaman bersama mengenai sistem pembelajaran, jalur pengembangan mahasiswa, serta prospek karier setelah lulus.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran orang tua dan calon mahasiswa dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi. Saat ini, perguruan tinggi tidak lagi dipandang semata sebagai tempat belajar, tetapi sebagai keputusan strategis yang berdampak pada masa depan karier. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Populix bersama BINUS University menunjukkan bahwa kekhawatiran orang tua tidak hanya terbatas pada pilihan jurusan, tetapi juga pada keterbatasan informasi mengenai prospek karier dan kemampuan lulusan untuk terserap di dunia kerja. Faktor employability pun semakin menjadi pertimbangan utama dalam memilih perguruan tinggi.

Ke depan, BINUS @Medan juga terus berencana untuk memperkuat kontribusinya melalui pengembangan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, baik dari dunia industri maupun pemerintah daerah. Salah satunya adalah rencana kerja sama dengan GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) dalam mendukung pengembangan teknologi di sektor perkebunan kelapa sawit, sekaligus membuka akses pembelajaran dan pengalaman industri bagi mahasiswa. Selain itu, BINUS @Medan juga menjajaki kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara melalui program lapangan pekerjaan. Kemudian penguatan relasi dengan dunia usaha juga dilakukan melalui kemitraan dengan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), khususnya dalam pendampingan UMKM, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Seluruh inisiatif ini menjadi langkah lanjutan BINUS @Medan dalam menghadirkan pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dihadirkan BINUS @Medan tersebut mencerminkan pendekatan pendidikan yang tidak berhenti pada wacana, tetapi terhubung langsung dengan sistem dan keunggulan yang dimiliki BINUS University seperti konsep 2,5 Tahun Kuliah Siap Berkarier, peluang beasiswa hingga 100%, serta Enrichment Program yang memungkinkan mahasiswa memilih jalur internship, entrepreneurship, research, maupun study abroad, menjadi fondasi pembelajaran yang selaras dengan berbagai program pengembangan dan pendampingan yang telah dilakukan di BINUS @Medan. Seluruh proses ini diperkuat oleh jejaring lebih dari 200.000 Binusian, kolaborasi dengan lebih dari 2.200 mitra industri global, serta dukungan fasilitas kampus modern yang mendorong pembelajaran kolaboratif dan inovatif. Dengan pendekatan tersebut, BINUS menempatkan diri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga menjawab harapan orang tua dan generasi muda akan pendidikan yang memberikan kesiapan nyata menghadapi dunia profesional.

Refleksi dan perayaan 45 tahun perjalanan BINUS University juga diwujudkan melalui penyelenggaraan BINUS Festival di BINUS @Medan, melalui International Seminar pada 19 Mei 2026 bersama Konsulat Jenderal Singapura di Medan, menghadirkan Dr. Edmund Chia Keng Wei dengan topik “Empowered Youth, Resilient Futures: Turning Vision into Reality”. BINUS Festival juga memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan industri melalui seminar bersama Alfian Linux, CEO PT Xtend Integrasi Indonesia, yang membagikan pengalaman serta dinamika dunia profesional sebagai bekal kesiapan karier generasi muda.

Masih dalam rangkaian yang sama, BINUS Festival turut menghadirkan intercultural sharing session bersama mahasiswa Student Exchange, yaitu Hana Nishida dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang, serta Bogdana Irina Dimofte dari The Bucharest University of Economic Studies, Romania. Melalui sesi ini, mahasiswa dan peserta memperoleh gambaran langsung mengenai pengalaman studi internasional, perbedaan sudut pandang lintas budaya, serta nilai global exposure sebagai bagian integral dari proses pembelajaran di BINUS University. Momentum 45 tahun BINUS menjadi penegasan bahwa berbagai inisiatif tersebut merupakan wujud kontribusi jangka panjang BINUS dalam membangun generasi muda yang berwawasan global, adaptif, dan siap berkontribusi bagi Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Gelar Pendidikan ToT New Qlola bagi Jajaran RMFT Seluruh Unit Kerja Supervisi

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pemahaman pekerja terhadap pengembangan layanan digital perbankan, BRI Region 6/Jakarta 1 melaksanakan kegiatan Pendidikan Training of Trainer (ToT) New Qlola bagi jajaran Relationship Manager Funding and Transaction (RMFT) dari seluruh unit kerja supervisi Region 6/Jakarta 1.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung transformasi digital dan memperkuat kapabilitas pekerja dalam memberikan edukasi serta pelayanan optimal kepada nasabah terkait platform Qlola BRI.

Acara diikuti oleh para RMFT dengan penuh antusiasme melalui berbagai sesi pembelajaran, diskusi, dan simulasi penggunaan fitur-fitur terbaru pada platform New Qlola. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan layanan transaksi digital, solusi cash management, serta strategi optimalisasi layanan bagi nasabah korporasi dan bisnis.

Manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menyampaikan bahwa pelaksanaan ToT ini bertujuan untuk menciptakan trainer internal yang kompeten sehingga mampu menjadi agen edukasi dan pendamping bagi unit kerja maupun nasabah dalam pemanfaatan layanan Qlola BRI.

“Melalui pendidikan ToT New Qlola ini, kami berharap para RMFT dapat memahami fitur dan manfaat layanan secara menyeluruh sehingga mampu memberikan edukasi dan solusi terbaik kepada nasabah,” ujar perwakilan manajemen.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan sinergi antar RMFT dari seluruh unit kerja supervisi Region 6/Jakarta 1 dalam mendukung pencapaian target bisnis perusahaan.

Dengan terselenggaranya Pendidikan ToT New Qlola, BRI Region 6/Jakarta 1 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital perbankan serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah melalui sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Helps Oil and Gas Professionals Improve Operational Competency

PetroSync helps oil and gas professionals improve operational competency through practical, industry-focused training designed to support safer, more efficient, and reliable operations.

Operational Competency Challenges Continue to Affect Oil and Gas Performance

Inconsistent Technical Skills Slow Field Operations

Many oil and gas companies experience delays from inconsistent technical understanding between engineers. Different operational approaches often create confusion during inspections, maintenance activities, and drilling execution.

These inconsistencies become problematic during complex projects involving multiple engineering teams simultaneously. Without regular competency development, operational coordination becomes slower and less reliable daily.

Limited Practical Experience Reduces Workforce Readiness

Many professionals understand operational theories but struggle handling unpredictable field conditions confidently. Unexpected equipment issues often require quick judgment during high-pressure operational situations onsite.

Limited practical exposure forces companies to increase supervision during critical operational activities significantly. As a result, project execution becomes slower while workforce confidence decreases during operations.

Companies Face Growing Pressure to Maintain Operational Reliability

Oil and gas companies now face stricter operational expectations and increasing production reliability demands. Small operational mistakes can disrupt maintenance schedules and delay important project deliverables significantly.

Companies increasingly prioritize professionals who contribute quickly during challenging operational and engineering situations. Workforce readiness now directly affects operational continuity, safety performance, and long-term business stability.

Industry Training Helps Strengthen Operational Competency

Practical Learning Supports Faster Operational Decisions

Operational training becomes valuable when participants directly understand realistic workplace operational challenges daily. Engineers often make important decisions while handling pressure from multiple operational departments simultaneously.

Programs like Drilling and Well Engineering Training help professionals strengthen practical operational decision-making skills. Participants gain confidence handling operational problems while improving communication during field coordination activities.

Standardized Training Helps Reduce Technical Skill Gaps

Different educational backgrounds often create uneven technical understanding within engineering and operational teams. Some employees work independently while others still depend heavily on senior operational supervision.

Standardized industry training helps companies align operational understanding across different engineering departments consistently. Teams communicate more effectively when operational standards and technical expectations become clearly aligned.

Continuous Development Supports Efficient Drilling and Well Engineering Operations

Oil and gas operations continue evolving through updated technologies and changing project operational requirements. Professionals lacking continuous development often struggle adapting to newer operational and technical expectations.

Continuous learning helps engineering teams remain operationally prepared during challenging project execution activities regularly. Insights from Drilling and Well Engineering practices support safer operational coordination and workforce readiness.

Stronger Competency Improves Coordination Across Engineering Teams

Oil and gas operations depend heavily on coordination between engineers, operators, and supervisors daily. Different competency levels often create communication gaps during critical operational execution and planning.

Training helps engineering teams build stronger operational understanding and collaborative workplace communication effectively. Employees become more confident solving operational challenges without creating unnecessary project delays internally.

PetroSync Supports Workforce Readiness Through Industry-Focused Training

Training Programs Are Built Around Real Operational Challenges

Many professionals prefer practical training programs reflecting realistic operational conditions and field situations directly. Real operational examples help participants understand how challenges appear during actual project execution.

This learning approach makes training more relevant for operational and engineering workforce development programs. Employees return better prepared handling operational challenges with stronger technical understanding and workplace confidence.

Flexible Learning Solutions Support Oil and Gas Professionals Across Asia

Engineering professionals often struggle balancing operational responsibilities with ongoing workforce development training schedules. Tight project timelines frequently limit opportunities for consistent competency improvement and technical learning.

Flexible learning solutions help companies continue workforce development without disrupting operational activities significantly. Professionals across Asia improve competency while maintaining productivity during daily operational responsibilities effectively.

PetroSync Helps Companies Build More Competent and Operationally Ready Teams

Companies increasingly treat workforce competency development as part of long-term operational reliability strategies today. Training now supports operational readiness, workforce stability, and sustainable engineering team performance consistently.

Through practical industry-focused programs, PetroSync supports operational competency development across various engineering disciplines. Companies strengthen workforce readiness while improving operational coordination and project execution performance naturally.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Universitas Brawijaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Unggulan Cybersecurity Indonesia Lewat Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies

Universitas Brawijaya (UB) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia, dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional Russia–Islamic World: KazanForum 2026. Penandatanganan MoU di forum internasional ini juga dilakukan oleh Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM) ini menjadi tonggak penting dalam peta jalan UB untuk membangun ekosistem pendidikan cybersecurity bertaraf internasional di Indonesia.

Melalui kemitraan dengan Positive
Technologies, Universitas Brawijaya mengambil langkah nyata untuk mengisi
kesenjangan tenaga ahli tersebut. Universitas Brawijaya kini bergabung dengan
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berbagau institusi pendidikan Indonesia
lainnya yang telah menandatangani MoU dengan Positive Technologies dalam
jejaring kolaborasi akademik industri di tahun 2025.

“Universitas Brawijaya
memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring
pendidikan dan riset internasional, khususnya di bidang cybersecurity. Peluang
seperti mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, kolaborasi riset, hingga
pengembangan program double degree menjadi hal yang sangat relevan untuk
dieksplorasi lebih jauh. Ke depan, kami berharap pembahasan ini dapat
menghasilkan program yang konkret, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi
dunia akademik maupun pengembangan sumber daya manusia digital di Indonesia.”

Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak. — Wakil Rektor Universitas Brawijaya

Program Kolaborasi: Dari Kelas
Dunia ke Dunia Kerja

Indonesia tengah berpacu mengisi
kebutuhan talenta keamanan siber yang diperkirakan mencapai jutaan posisi
secara global dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah akselerasi transformasi
digital nasional, kehadiran tenaga ahli yang terlatih secara teknis dan
berpengalaman secara global bukan lagi pilihan ini adalah keharusan strategis.

Kerja sama ini bukan sekadar
penandatanganan di atas kertas. Cakupan kolaborasi dirancang komprehensif untuk
menyentuh seluruh rantai nilai pendidikan cybersecurity:

1. Pelatihan intensif bagi dosen dan
tenaga kependidikan dalam keamanan siber terkini

2. Pembangunan laboratorium praktik
cybersecurity berstandar industri di kampus

3. Pengembangan kurikulum keamanan
defensif dan secure software development

4. Akses platform pembelajaran
digital berteknologi terkini untuk mahasiswa dan dosen

5. Penjajakan program double degree
dan pertukaran akademik internasional

“Pengembangan tenaga kerja
dengan keterampilan tinggi merupakan pondasi utama ketahanan siber yang kokoh.
Melalui kemitraan dengan universitas-universitas Indonesia, kami berkomitmen
untuk berbagi keahlian global dan bersama-sama membangun komunitas profesional
keamanan siber yang kuat di kawasan Asia Tenggara.”—
Elena Grishaeva —
Direktur Regional Asia Tenggara, Positive Technologies

Wawasan Global dari Pusat
Inovasi Rusia

Jejak Universitas Brawijaya dalam
ekosistem Positive Technologies sebenarnya telah dimulai lebih awal, ketika
hadir dalam pembukaan Positive Hack Camp 2025 di Moskow. Forum bertaraf
internasional itu mempertemukan praktisi ethical hacking, pakar cyber defense,
dan akademisi dari puluhan negara sebuah cerminan komitmen UB untuk aktif dalam
percaturan keamanan siber global.

Lebih dari sekadar menandatangani
perjanjian, para delegasi universitas dari Indonesia juga menjalani kunjungan
akademik eksklusif ke tiga institusi riset dan teknologi terdepan di Rusia:
RUDN University, Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT), dan
Innopolis University. Kunjungan ini memberi perwakilan UB gambaran langsung
tentang ekosistem inovasi, model riset terapan, dan kultur akademik yang dapat
diadopsi untuk memperkuat keunggulan kompetitif UB di level nasional maupun
regional.

Kerja sama ini tidak berdiri
sendiri. Ia merupakan bagian dari strategi besar Positive Technologies untuk
memperluas jejaring akademiknya di Asia Tenggara wilayah yang kini menjadi
salah satu medan pertempuran siber paling dinamis di dunia. Bagi Universitas
Brawijaya, ini adalah kesempatan untuk bertransformasi: dari universitas yang
mengajarkan cybersecurity, menjadi universitas yang membentuk para penjaga
keamanan digital masa depan Indonesia.

Dengan institusi pendidikan
tinggi terkemuka yang kini tergabung dalam jaringan kolaborasi ini, Indonesia
memiliki pondasi yang semakin kuat untuk menghadirkan generasi profesional
siber yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berpengalaman dalam
konteks ancaman siber global yang terus berevolusi.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rating Bintang 3 Validasi Komitmen Gokomodo terhadap Agribisnis Berkelanjutan

Gokomodo menerima penghargaan TOP CSR Awards 2026 dengan kategori Bintang 3.

Gokomodo menerima penghargaan TOP CSR Awards
2026 kategori Bintang 3
yang mengafirmasi standar praktik CSR yang
bertanggung jawab dan berdampak nyata pada acara yang diselenggarakan Senin, 25
Mei 2026 di Hotel Raffles Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan
pemerintah tingkat senior dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian
Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Kantor
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim.

TOP CSR Awards diikuti oleh lebih dari 200 perusahaan
dan dinilai oleh 30 juri independen berdasarkan kerangka Creating Shared Value (CSV) dan standar ISO 26000 Social Responsibility.

Program IMPACT

Penghargaan ini bertumpu pada program CSR
unggulan Gokomodo: IMPACT (Inisiasi Masyarakat Pertanian Cerdas dan Terpadu)
inisiatif pemberdayaan petani di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang
menargetkan peningkatan terukur dalam hasil pertanian, efisiensi karbon, dan
pendapatan petani. IMPACT diakui sebagai Top 9 Finalis dalam East
Ventures dan Temasek Foundation Climate Impact Innovation Challenge (CIIC)
2025, mencerminkan validasi eksternal atas pendekatannya terhadap pertanian
berkelanjutan.

Pendekatan CSV memastikan bahwa kesejahteraan
petani dan kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari model
penciptaan nilai jangka panjang Gokomodo.

“Pencapaian ini sejalan dengan apa yang selalu kami
perjuangkan di Gokomodo. Kami ingin tumbuh bersama selaras dengan kemajuan bisnis, ekonomi lokal
pun ikut bergerak, dan yang paling penting, taraf hidup petani di Indonesia
bisa terus meningkat.” 
Witny Virgiany Tanod, Chief of Corporate Affairs, Gokomodo

 Dinilai secara independen oleh 30 juri
berdasarkan standar ISO 26000 dan CSV, rating Bintang 3 memberikan investor
sebuah titik referensi ESG yang kredibel dan terverifikasi dari pihak ketiga.
Kehadiran pemerintah dalam acara tersebut mencerminkan keselarasan
institusional yang lebih luas dengan arah keberlanjutan Gokomodo. Keduanya
bertumpu pada program IMPACT sebuah inisiatif yang melayani komunitas petani
yang berada di jantung model komersial Gokomodo, menanamkan dampak sosial ke
dalam trajektori pertumbuhan perusahaan di 34 provinsi Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembangunan Huntap Dipercepat, Satgas PRR Pastikan Penyintas Tak Lama di Huntara

Huntap di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, yang dibangun Kemenko Polkam. dok. Satgas PRR/Kemenko Polkam

Meski huntara membantu memenuhi kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan bencana, pemerintah ingin memastikan masa tinggal penyintas di hunian sementara tidak berlangsung terlalu panjang.

Pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2026. Percepatan pembangunan huntap penting untuk memberi kepastian bagi masyarakat terdampak, khususnya korban rumah hilang dan rusak berat, agar segera bisa menata kehidupan kembali.

Progres pembangunan huntap dan informasi pemulihan pascabencana dapat diakses melalui satgasprr.id, agar masyarakat dan pemangku kepentingan selalu mendapatkan update resmi secara transparan.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pembangunan huntap menjadi fokus penting dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) yang tengah disiapkan pemerintah.

“Di 2026 pasti hal-hal prioritas misalnya adalah pembangunan huntap supaya (penyintas) jangan terlalu lama di huntara. Kalau semakin lama di huntara, huntap belum terbangun, nanti akan menjadi masalah kepastian bagi masyarakat yang rumahnya hilang dan rusak berat,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terdampak di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Tito, masyarakat terdampak membutuhkan kepastian untuk dapat kembali hidup di hunian tetap mereka sendiri. Meski huntara membantu memenuhi kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan bencana, pemerintah ingin memastikan masa tinggal penyintas di hunian sementara tidak berlangsung terlalu panjang.

Data Satgas PRR per 24 Mei 2026 menunjukkan pembangunan huntap di tiga provinsi terdampak terus bergerak. Dari total rencana 39.335 unit huntap, sebanyak 1.110 unit saat ini berada dalam tahap pembangunan dan 364 unit telah selesai dibangun. Jumlah huntap selesai tersebut meningkat dibandingkan data 11 Mei 2026 yang mencatat 357 unit telah terbangun.

Aceh menjadi provinsi dengan kebutuhan pembangunan huntap terbesar, yakni mencapai 28.910 unit. Dari jumlah tersebut, 758 unit saat ini dalam proses pembangunan dan 115 unit telah selesai dibangun.

Di Sumatera Utara, kebutuhan huntap tercatat sebanyak 7.601 unit. Saat ini, 297 unit berada dalam tahap pembangunan dan 227 unit telah selesai dibangun. Sementara di Sumatera Barat, tercatat kebutuhan pembangunan 2.824 unit huntap. Hingga 24 Mei 2026, sebanyak 55 unit berada dalam tahap pembangunan dan 22 unit telah selesai dibangun.

Pembangunan huntap melibatkan sejumlah pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Koordinator Politik dan keamanan (Kemenko Polkam), Polri, serta sejumlah institusi kemasyarakatan.

Sebelumnya, juru bicara Satgas PRR Amran mengatakan, pembangunan huntap memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan pembangunan hunian sementara (huntara) karena pemerintah ingin memastikan bangunan memiliki kualitas yang secara berkelanjutan.

“Huntap ini memang punya tahapan yang agak panjang untuk menjamin kualitas tempat tinggal karena sebagai hunian tetap, tidak bisa langsung kita paksakan untuk tuntas dalam waktu dekat seperti halnya huntara,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sulit Menabung dengan Target Terlalu Besar? Begini Cara Mengatasinya

Keinginan untuk memiliki tabungan sering kali dimulai dengan target yang besar. Ada yang ingin cepat mengumpulkan dana liburan, membeli gadget baru, dana pernikahan, hingga mempersiapkan kebutuhan darurat dalam waktu singkat.

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang justru merasa terbebani karena mencoba menabung dalam nominal besar sekaligus. Alih alih konsisten, proses menabung malah terasa berat sejak awal.

Pengeluaran harian yang terus berjalan membuat sebagian orang akhirnya kesulitan menjaga tabungan. Ketika kondisi keuangan sedang tidak stabil, target besar justru terasa semakin jauh untuk dicapai.

Menabung Tidak Selalu Harus Langsung Besar

Banyak orang masih menganggap menabung efektif hanya jika nominalnya besar. Padahal, kebiasaan finansial yang konsisten sering kali lebih penting dibanding jumlah besar dalam satu waktu.

Strategi menyisihkan dana secara bertahap mulai banyak dipilih karena terasa lebih realistis untuk dijalankan dalam kehidupan sehari hari. Dengan nominal yang lebih ringan, proses menabung menjadi lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Cara ini juga membantu seseorang membangun kebiasaan finansial tanpa merasa terlalu terbebani oleh target yang besar di awal.

Strategi Bertahap Membantu Lebih Konsisten

Menyimpan dana secara bertahap dapat dimulai dari nominal kecil yang disesuaikan dengan kondisi keuangan bulanan. Sebagian orang memilih menyisihkan uang setelah menerima gaji, sementara lainnya lebih nyaman menabung mingguan agar terasa lebih ringan.

Strategi seperti ini membuat proses simpan dana terasa lebih fleksibel. Selain membantu menjaga konsistensi, cara bertahap juga membantu mengurangi risiko menggunakan tabungan untuk kebutuhan impulsif.

Dalam banyak kasus, tabungan yang terkumpul perlahan justru lebih bertahan karena dibangun dari kebiasaan yang rutin.

Penting Memisahkan Dana Sesuai Tujuan

Agar proses menabung lebih terarah, banyak orang mulai memisahkan dana berdasarkan kebutuhan tertentu. Misalnya dana liburan, dana darurat, atau kebutuhan jangka pendek lainnya.

Pemisahan dana membantu seseorang lebih mudah memantau progres tabungan sekaligus menjaga disiplin finansial. Cara ini juga membuat penggunaan uang menjadi lebih terkontrol dibanding mencampur semua dana dalam satu rekening utama.

Opsi Pengelolaan Tabungan

Perkembangan bank dengan layanan digital ikut membantu masyarakat mengatur tabungan dengan lebih praktis. Pengguna dapat memantau saldo, melakukan transfer, hingga mengelola simpan dana langsung melalui aplikasi.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna juga dapat memanfaatkan Tabungan NOW untuk membantu menyimpan dana. Tabungan NOW di neobank memberikan bunga kompetitif dan cair harian. 

Menabung memang tidak selalu mudah, terutama ketika kondisi pengeluaran masih berubah ubah. Namun dengan strategi bertahap dan kebiasaan yang konsisten, proses membangun tabungan dapat terasa lebih ringan dan realistis dijalankan.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan bank. 

Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Mei 2026 adalah 3,50% (https://apps.lps.go.id/BankPesertaLPSRate). Bunga di atas tingkat penjaminan tidak dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku. 

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW atau https://s.id/fbtabungannow. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

Jakarta, Indonesia [28 Mei 2026] — Industri aset digital global tengah menyoroti kabar meninggalnya Nathan Allman beberapa hari lalu, pendiri Ondo Finance, salah satu proyek terbesar dalam sektor Real World Assets (RWA) dan tokenisasi aset berbasis blockchain

Nathan Allman dikenal sebagai salah satu figur penting yang mendorong integrasi antara sistem keuangan tradisional (Traditional Finance / TradFi) dengan teknologi blockchain. Di bawah kepemimpinannya, Ondo berkembang dari proyek DeFi menjadi salah satu pemain utama dalam narasi tokenisasi aset global. Namun di tengah kabar tersebut, perhatian market kini mulai bergeser pada pertanyaan yang lebih besar: apakah tokenisasi saham dan aset finansial benar-benar akan menjadi masa depan industri keuangan global? 

Secara sederhana, Ondo mencoba membawa saham dan aset finansial dunia nyata ke blockchain. Jika sebelumnya investor membeli saham melalui broker tradisional dengan jam market terbatas, proses settlement yang memakan waktu, serta akses geografis tertentu, Ondo mencoba menghadirkan versi digitalnya melalui teknologi blockchain. 

Melalui platform Ondo Global Markets, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token digital berbasis blockchain. Contohnya, saham seperti Apple, Tesla, Nvidia, hingga Meta dapat direpresentasikan menjadi token digital yang dapat diakses melalui ekosistem blockchain. 

Sebagai ilustrasi sederhana, ketika seseorang ingin memiliki eksposur terhadap saham Nvidia, aset saham tersebut dapat disimpan oleh kustodian resmi, lalu sistem menerbitkan token digital yang merepresentasikan eksposur ekonomi terhadap saham tersebut. Token tersebut kemudian dapat diakses, dipindahkan, dan digunakan di ekosistem blockchain secara lebih fleksibel. 

Konsep ini dikenal sebagai tokenized assets atau tokenisasi aset, di mana blockchain digunakan sebagai lapisan baru distribusi dan settlement aset finansial. Narasi ini mulai berkembang karena banyak pihak melihat sistem finansial tradisional masih memiliki berbagai keterbatasan, mulai dari jam trading yang terbatas, proses settlement yang membutuhkan waktu, hingga akses global yang belum sepenuhnya terbuka.  

Blockchain dinilai mampu menghadirkan sistem yang lebih cepat, transparan, dan dapat diakses secara global selama 24 jam. Karena itu, berbagai institusi besar mulai mengeksplorasi sektor tokenisasi aset, termasuk BlackRock, Franklin Templeton, JPMorgan, hingga Nasdaq. 

Di tengah berkembangnya sektor tersebut, Ondo Finance juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu proyek utama dalam narasi Real World Assets (RWA). Berdasarkan data market terbaru, ONDO saat ini memiliki Market Cap sekitar US$1.75 miliar dengan TVL (Total Value Locked) mencapai lebih dari US$3.83 miliar dan didukung oleh lebih dari 193 ribu holder global (data tanggal 28 Mei, 2.50PM WIB). Meski market mengalami volatilitas pasca kabar meninggalnya Nathan Allman, ONDO sendiri masih mencatatkan kenaikan sekitar +37% dalam 1 bulan terakhir, menunjukkan bahwa sektor tokenisasi aset dan Real World Assets (RWA) masih menjadi perhatian market global.

Ondo Global Markets juga berkembang menjadi salah satu platform tokenized equity terbesar dengan dukungan berbagai tokenized stocks dan ETF berbasis blockchain, termasuk eksposur terhadap saham seperti Apple, Nvidia, Tesla, dan Meta. 

Dalam market aset digital, berita terkait founder sebuah proyek memang dapat mempengaruhi sentimen market dan volatilitas harga dalam jangka pendek. Namun sebagian analis melihat perkembangan ONDO ke depan kemungkinan tetap akan bergantung pada pertumbuhan sektor tokenisasi aset, adopsi institusional, serta perkembangan blockchain sebagai infrastruktur finansial global. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan bahwa perkembangan sektor Real World Assets (RWA) menunjukkan bagaimana blockchain mulai berkembang menjadi bagian dari sistem finansial generasi baru. 

“Blockchain tidak lagi hanya berbicara mengenai aset digital spekulatif. Saat ini market mulai melihat bagaimana teknologi blockchain digunakan untuk menjembatani aset finansial dunia nyata dengan ekosistem digital secara lebih efisien dan terbuka,” ujar Yudhono Rawis. 

Menurut FLOQ, perkembangan tokenisasi aset juga menjadi relevan bagi pengguna ritel karena membuka akses edukasi terhadap berbagai narasi market global yang sebelumnya lebih banyak diakses institusi besar. 

Bagi pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai ONDO, sektor Real World Assets (RWA), serta perkembangan tokenisasi aset global, aset ONDO sendiri saat ini juga telah tersedia di platform FLOQ dan dapat menjadi salah satu aset yang dipertimbangkan pengguna dalam mengikuti perkembangan narasi tokenisasi aset dan blockchain global. Informasi lebih lanjut mengenai Ondo Finance dan Ondo Global Markets bisa langsung kesini.   

Selain itu, pengguna FLOQ juga bisa diversifikasi portofolio melalui tokenisasi saham global melalui beberapa xStocks di FLOQ. Melalui xStocks, pengguna dapat mengakses saham global seperti GOOGLX (Google), TSLAX (Tesla), NVDAX (NVIDIA), dan METAX (META), yang merepresentasikan perkembangan integrasi antara aset finansial tradisional dan teknologi blockchain. 

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital. 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Perkuat Strategi “Regulatory-First dan User-Centric” di Era Aset Kripto Indonesia Bersama IPB, Stellar, dan Rise In

Jakarta, 28 Mei 2026 – Di tengah pertumbuhan industri aset kripto Indonesia yang semakin dinamis, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hadir dalam kolaborasi strategis bersama Stellar dan Rise In di Universitas IPB. Dalam kolaborasi ini Bittime, menegaskan posisi nya dalam menyelaraskan kebutuhan pengguna dengan tren dinamis pasar aset kripto di Indonesia.

Sebelumnya, kolaborasi yang digelar pada, sabtu 23 Mei 2026, kemarin, bertujuan mempertemukan perspektif akademik, infrastruktur blockchain global, dan komunitas developer Indonesia. Hal ini menjadikannya ruang diskusi yang komprehensif tentang arah masa depan industri aset digital di Indonesia.

Salah satu fokus dalam sesi ini adalah seminar komprehensif terkait keragaman peran strategis yang dibutuhkan untuk membangun produk Web3 yang berkelanjutan. Berbeda dengan anggapan umum bahwa dunia aset kripto hanya untuk developer blockchain, Bittime menegaskan bahwa ekosistem Web3 yang sehat membutuhkan berbagai peran strategis dalam membangun ekosistem yang inklusif.

Mulai dari Smart Contract Engineer yang membangun fondasi protokol, hingga ke Desainer Frontend/UI/UX yang merancang user interface dan memastikan pengalaman pengguna yang seamless. Dan baru kemudian masuk ke tahap pengembangan produk mulai dari Riset & Validasi, Pengembangan, Audit & Testnet, dan Iterasi Mainnet.

Product Marketing Supervisor Bittime, Fini Charisa menyampaikan tingkat drop-off pengguna Web3 bahkan mencapai 90%, di mana calon pengguna mundur sebelum menyelesaikan proses onboarding pertama mereka. Hal ini bukan karena tidak tertarik mendalami Web3, melainkan karena pengalaman masuk ke dunia Web3 yang rumit bagi mayoritas pengguna.

“Di Indonesia, banyak proyek Web3 yang hanya fokus pada peluncuran produk tanpa benar-benar membantu penggunanya. Di Bittime, produk kami dibangun di atas dua pilar utama: menjadi Regulatory-First dengan mematuhi standar OJK secara ketat, dan menghadirkan User-Centric UX yang menyajikan aplikasi intuitif untuk pengguna sehari-hari,” ungkap Fini.

Sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin, Bittime berbasis pada dua fundamental utama, yakni Regulatory-First dan User-Centric UX yang menghadirkan aplikasi intuitif bagi pengguna sehari-hari.

Selain itu, Bittime memiliki fokus utama dalam membantu pengguna mengamankan dan mengembangkan portofolio mereka dengan mudah. Fokus strategis dan proposisi nilai ini, diwujudkan melalui tiga tahapan yakni Entry, Allocate, dan Earn.

Pada tahap Entry, Bittime menghadirkan IDR Swap Zero Fee, memungkinakn konversi Rupiah ke kripto tanpa biaya tambahan, dan menghilangkan hambatan finansial pertama bagi investor baru.

Allocate merupakan layanan bagi investor untuk dapat memiliki akses terhadap aset global nyata, seperti Tether Gold (XAUT), perak, dan saham Amerika seperti Magnificent 7 melalui tokenisasi Real World Assets (RWA) yang dapat diperdagangkan dengan Rupiah.

Setelah memberikan langkah awal dan akses terhadap aset-aset global  yang mudah bagi investor, Bittime juga menghadirkan fitur fleksibel staking dengan APY hingga 10% untuk pengguna baru. Dengan fitur ini, investor memiliki kesempatan untuk Earn passive income dari aset yang dipegang, tanpa perlu lock-up dana dalam jangka waktu tertentu.

Tahapan tersebut menekankan komitmen Bittime dalam menghadirkan akses bagi investor Indonesia untuk dapat memperluas portofolio investasi nya dan mengeksplorasi ekosistem Web3 dengan lebih mudah.

Melalui kolaborasi dengan Universitas IPB, Stellar, dan Rise In, Bittime menunjukkan komitmen transformasi industri aset kripto Indonesia tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi antara institusi akademik, infrastruktur blockchain global, dan komunitas pengembang lokal adalah fondasi yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem yang matang dan berkelanjutan.

Bagi Bittime, kolaborasi ini sebagai wadah mendidik talenta muda, membuka dialog dengan institusi akademik, dan membangun jaringan yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan publik terhadap industri aset digital Indonesia.

Dalam komitmennya, Bittime berharap untuk dapat terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang relevan dengan dinamika pasar, serta kebutuhan investor di Indonesia, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan ekosistem aset keuangan digital di dalam negeri.

Namun, tentu investor perlu memahami bahwa dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Sebab, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Info Daop 2 Bd

Kamis, 28 Mei 2026

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Bandung (Jawa Barat), 28 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan kereta api untuk memperhatikan ketentuan terkait barang bawaan selama perjalanan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama di dalam perjalanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan bahwa setiap pelanggan wajib memastikan barang bawaan yang dibawa ke dalam kabin kereta api sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, baik dari sisi ukuran maupun berat maksimal barang bawaan.

“KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk memperhatikan barang bawaan yang dibawa agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak melebihi batas ukuran maupun berat maksimal yang telah ditetapkan. Selain itu kami juga mengingatkan bahwa seluruh barang bawaan pelanggan merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan selama perjalanan,” ujar Kuswardojo.

KAI menetapkan bahwa barang bawaan yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin kereta api adalah barang bawaan pribadi pelanggan dengan ketentuan berat maksimal 20 kilogram dengan volume maksimum 100 dm³ dan dimensi tidak melebihi ukuran 70 x 48 x 30 cm. Barang bawaan juga harus ditempatkan pada rak bagasi atau area yang telah disediakan tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan lainnya.

Selain itu, KAI Daop 2 Bandung menegaskan terdapat sejumlah jenis barang yang dilarang dibawa masuk ke dalam kabin kereta api demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama. Adapun barang-barang yang dilarang tersebut antara lain :

* binatang;

* narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya;

* senjata api dan senjata tajam;

* papan selancar;

* barang yang mudah terbakar atau meledak;

* seluruh barang yang berbau busuk, amis, atau karena sifatnya dapat mengganggu kesehatan serta kenyamanan penumpang lainnya.

Tidak hanya itu, barang-barang yang menurut pertimbangan petugas memiliki ukuran atau kondisi yang tidak pantas diangkut sebagai bagasi penumpang, serta barang yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam kabin kereta api.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk mematuhi aturan barang bawaan yang berlaku demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pelanggan. Petugas di stasiun maupun di atas kereta akan melakukan pengawasan terhadap barang bawaan pelanggan,” tambah Kuswardojo.

Sementara itu, sampai dengan pagi hari ini Kamis (28/5) tercatat ada 13.898 pelanggan yang akan berangkat hari ini dari berbagai stasiun dengan menggunakan KA Jarak Jauh yang berangkat awal dari wilayah Daop 2 Bandung. Tercatat, pada hari ini penjualan tiket selama periode libur panjang Idul Adha 2026 dari 26 Mei s.d. 1 Juni 2026 sudah ada 83.705 tiket terjual dengan jumlah okupansi 81,9% dari total tempat duduk yang disediakan yakni 102.186 tempat duduk.

KAI Daop 2 Bandung juga mengingatkan agar pelanggan tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan serta memastikan barang bawaan disimpan pada tempat yang aman dan tidak mengganggu akses maupun kenyamanan penumpang lainnya. Selain itu juga dihimbau kepada pelanggan untuk selalu menjaga dan mengawasi barang bawaannya masing-masing selama berada di stasiun maupun selama perjalanan kereta api berlangsung guna menghindari risiko tertukar, tertinggal, ataupun kehilangan barang.

Dengan kepatuhan pelanggan terhadap aturan barang bawaan tersebut, KAI berharap seluruh perjalanan kereta api dapat berjalan dengan selamat, aman, nyaman, dan tertib.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES