ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY

Beasiswa penuh dan kesempatan magang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia, dijalankan bersama MAXY Academy mitra resmi Kemdiktisaintek dengan jaringan 400+ perguruan tinggi.

JAKARTA, 7 Agustus 2026 World Economic Forum memperkirakan 170 juta peran pekerjaan baru akan tercipta akibat perkembangan AI menjelang 2030, dengan hampir 40% keterampilan inti pekerja berubah dalam lima tahun ke depan. Bagi Anteraja, angka tersebut menegaskan satu hal: AI bukan pengganti manusia, melainkan alat yang memperbesar kemampuan manusia dalam bekerja. Menyikapi hal itu, Anteraja hari ini meluncurkan Anteraja NextGen AI Academy, program beasiswa penuh dan magang di bidang Artificial Intelligence bagi mahasiswa terpilih dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program ini dibiayai sepenuhnya oleh Anteraja dan dijalankan bersama MAXY Academy, mitra resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan jaringan lebih dari 400 perguruan tinggi.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dari kerja ribuan orang di lapangan, Anteraja memandang teknologi selalu berjalan di belakang manusia bukan sebaliknya. Setiap paket yang sampai ke tangan pelanggan adalah hasil kerja banyak peran: dari tim di kantor, tim operasional, hingga kurir yang mengetuk pintu. Tidak ada peran yang terlalu kecil. Dan ketika setiap peran dijalankan dari hati sampai tuntas, maknanya akan sampai ke masyarakat.

Keyakinan itulah yang melahirkan Anteraja NextGen AI Academy: sebuah undangan bagi generasi muda untuk belajar memakai AI sebagai alat kerja, lalu membawa cara berpikir itu kembali ke tempat mereka berkarya nanti.

“Di Anteraja, kami percaya inovasi tidak dibangun oleh teknologi, melainkan oleh manusia yang menggerakkannya,” ujar perwakilan pengampu program dari Anteraja. “AI kami lihat sebagai alat yang membantu setiap orang bekerja lebih baik bukan menggantikan siapa pun. Program ini gratis sepenuhnya karena kami tidak ingin biaya menjadi alasan seorang mahasiswa berbakat kehilangan kesempatan belajar memakai alat itu.”

Menjawab kesenjangan yang nyata

Kebutuhannya mendesak. Riset global Pearson dan Amazon Web Services (AWS) bertajuk AI Readiness: Building the Bridge from Higher Education to Work, yang diluncurkan di Jakarta pada Juli 2026, menemukan 53% pemberi kerja kesulitan menemukan lulusan dengan keterampilan AI yang mereka butuhkan. Sebaliknya, 78% pimpinan perguruan tinggi meyakini institusi mereka telah memenuhi ekspektasi industri sementara hanya 14% lulusan yang merasa mampu menerapkan AI dalam alur kerja profesional.

Angka terakhir itu yang paling menjelaskan persoalannya: tantangannya bukan pada pengenalan AI, melainkan pada kemampuan menerapkannya di pekerjaan nyata. Sejalan dengan itu, studi terhadap lebih dari 10 juta lowongan kerja menunjukkan kandidat dengan keterampilan AI menerima tawaran gaji rata-rata 23% lebih tinggi dibanding kandidat setara tanpa keterampilan tersebut.

Mendukung agenda link and match pemerintah

Anteraja NextGen AI Academy dirancang sebagai kontribusi sektor swasta terhadap agenda link and match Pemerintah Republik Indonesia penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata industri, sejalan dengan kerangka Merdeka Belajar–Kampus Merdeka dan visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai mitra resmi Kemdiktisaintek dengan jaringan lebih dari 400 perguruan tinggi, MAXY Academy berperan sebagai jembatan antara kampus dan industri: menerjemahkan kebutuhan teknis perusahaan menjadi kurikulum yang dapat diserap mahasiswa, lalu mengantarkan mereka langsung ke ruang kerja sesungguhnya.

“Indonesia tidak kekurangan anak muda yang cerdas. Yang kurang adalah jembatan antara ruang kelas dan ruang kerja,” ujar Isaac Munandar, CEO MAXY Academy. “Bersama Anteraja, kami membangun jembatan itu. Dan yang kami ajarkan bukan sekadar teori AI, melainkan cara memakai AI untuk menyelesaikan persoalan nyata. Standar yang kami pakai pun bukan standar lokal kami menyiapkan mereka bersaing dengan talenta dari Singapura, India, dan Vietnam. Talenta Indonesia layak berada di meja yang sama.”

Belajar dari kasus nyata, bukan teori

Kurikulum program disusun mengacu pada praktik terbaik industri teknologi global, dengan penekanan pada penerapan AI sebagai alat bantu dalam pekerjaan sehari-hari. Peserta tidak berhenti pada simulasi: mereka akan mengerjakan tantangan langsung dari tim Anteraja, mulai dari optimasi operasional logistik hingga pemanfaatan AI dalam pemasaran digital.

Harapannya, inovasi yang lahir dari program ini dapat dirasakan manfaatnya secara berlapis bagi perusahaan, bagi pelanggan yang menerima layanan lebih baik, hingga bagi para kurir yang setiap hari berada di garis depan. Bagi Anteraja, teknologi baru bernilai ketika kesejahteraan yang dihasilkannya sampai kepada semua orang yang terlibat di dalamnya.

Detail program

– Bidang: Applied AI Digital Marketing & Applied AI Full Stack Development
– Kriteria: Mahasiswa aktif semester 5–8 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia
– Biaya: Beasiswa penuh, dibiayai Anteraja
– Periode: September 2026 Februari 2027
– Benefit: Sertifikasi, mentoring praktisi, dan kesempatan magang di Anteraja

Pendaftaran: Dibuka hingga 18 Agustus 2026 melalui bit.ly/AnterajaNextGenAI-MAXY

Melalui program ini, Anteraja dan MAXY Academy berkomitmen mencetak talenta digital Indonesia yang siap menghadapi era AI dan berkontribusi bagi daya saing bangsa di panggung global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

AI Agent mulai digunakan bisnis untuk membantu melayani pelanggan secara otomatis. Teknologi ini dapat menjawab pertanyaan, memberikan informasi, hingga menangani percakapan tertentu tanpa selalu membutuhkan bantuan tim.

Namun, penggunaan AI Agent masih sering berfokus pada satu channel, terutama WhatsApp. Padahal, pelanggan dapat menghubungi bisnis melalui berbagai platform. Karena itu, otomatisasi customer service juga perlu berkembang agar tidak berhenti pada satu channel.

AI Agent yang Terbatas di Satu Channel Membatasi Otomatisasi

Ketika AI Agent hanya tersedia di satu channel, otomatisasi juga ikut terbatas. Pertanyaan yang masuk melalui platform lain tetap harus ditangani secara manual oleh tim customer service. Akibatnya, tim perlu memantau beberapa platform sekaligus. Mereka juga harus memastikan setiap pertanyaan mendapat respons dan tidak ada percakapan yang terlewat.

Riwayat interaksi dapat tersebar di berbagai platform. Ketika pelanggan berpindah channel, tim bisa kesulitan memahami konteks percakapan tanpa sistem yang mendukung komunikasi secara terintegrasi.

Masalah ini semakin terasa ketika jumlah pelanggan dan channel terus bertambah. Tim akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk menangani pertanyaan berulang, sementara kebutuhan pelanggan tetap harus dilayani dengan cepat.

AI Agent Omnichannel untuk Otomatisasi yang Lebih Luas

AI Agent omnichannel memungkinkan otomatisasi digunakan di berbagai titik komunikasi pelanggan. Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat memperoleh respons otomatis melalui channel yang mereka gunakan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh bisnis antara lain:

● Respons lebih cepat, karena pertanyaan umum dapat dijawab secara otomatis.

● Mengurangi pekerjaan repetitif, sehingga tim customer service dapat fokus pada kebutuhan yang lebih kompleks.

● Komunikasi lebih konsisten, karena AI dapat menggunakan informasi dari knowledge base yang telah disiapkan.

● Layanan di luar jam kerja, sehingga pelanggan tetap mendapatkan respons awal ketika tim tidak tersedia.

● Pengalihan ke tim, ketika percakapan membutuhkan bantuan atau keputusan dari agent manusia.

AI Agent omnichannel bukan sekadar menambahkan chatbot ke berbagai platform. Teknologi ini membantu menghubungkan otomatisasi dengan alur customer service yang sudah berjalan, sehingga pelanggan tetap mendapatkan respons tanpa menghilangkan peran tim.

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel

Barantum adalah solusi aplikasi CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center berbasis cloud asal Indonesia yang membantu bisnis mengelola penjualan, komunikasi pelanggan, dan layanan pelanggan dalam satu platform.

Barantum telah dipercaya oleh lebih dari 5.000 bisnis di Indonesia dari berbagai industri, mulai dari ritel, pendidikan, logistik, keuangan, kesehatan, hingga jasa profesional.

Melalui AI Agent Barantum, bisnis dapat mengotomatisasi interaksi pelanggan berdasarkan informasi dan kebutuhan bisnis. AI Agent dapat dilatih menggunakan knowledge base sehingga respons yang diberikan lebih sesuai dengan konteks bisnis.

AI Agent Barantum juga tidak hanya berfokus pada WhatsApp. Dukungan omnichannel memungkinkan otomatisasi digunakan pada berbagai channel komunikasi, seperti:

● WhatsApp

● Instagram

● Facebook

● Line

● Telegram

● TikTok

● Live Chat

● Marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop)

Dengan kombinasi AI dan omnichannel, bisnis tidak perlu memilih antara otomatisasi dan layanan manusia. AI dapat menangani interaksi awal serta pekerjaan berulang, sementara tim tetap dapat mengambil alih ketika percakapan membutuhkan pendekatan yang lebih personal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

Shanghai, (16/8) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama sertifikasi lintas negara dan mendukung perdagangan global berbasis standar mutu melalui partisipasi pada 2026 China Quality Certification Centre (CQC) Conference on High-Quality Development of Cross-Border Cooperation yang diselenggarakan di Shanghai, Tiongkok. Mengusung tema “Uniting Through Certification, Quality Connecting the World”, forum ini menjadi wadah strategis bagi lembaga sertifikasi, akreditasi, regulator, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk mendorong pengembangan kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, memaparkan peran dan kapabilitas PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai pionir layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1956. Saat ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) merupakan bagian dari Danantara Indonesia dan holding IDSurvey yang mendukung layanan di berbagai sektor industri.

“Kolaborasi berbasis sertifikasi dan standar mutu merupakan fondasi penting dalam memperkuat perdagangan internasional yang transparan, aman, dan berkelanjutan. SUCOFINDO siap menjadi mitra terpercaya bagi pelaku usaha global dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta memfasilitasi akses pasar Indonesia,” ujar Sandry Pasambuna.

Dalam paparannya, Sandry Pasambuna menjelaskan bahwa PT SUCOFINDO (PERSERO) memiliki jaringan layanan yang luas di seluruh Indonesia yang terdiri atas 29 cabang, 38 unit pelayanan, 19 site operasional, 5 kantor pemasaran, dan 68 laboratorium pengujian. Infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan memberikan layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, dan pelatihan secara cepat dan andal guna mendukung kebutuhan industri nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, PT SUCOFINDO (PERSERO) mengoperasikan ekosistem layanan yang terintegrasi melalui lima pilar utama, yaitu Testing, Inspection, Certification, Consultancy, dan Training. Layanan tersebut mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari industri manufaktur, energi, minyak dan gas, pertambangan, maritim, pertanian, logistik, pemerintahan, hingga sektor keuangan.

“Pada bidang sertifikasi, SUCOFINDO melalui SUCOFINDO International Certification Services (SICS) juga memiliki peran penting dalam mendukung produsen global yang ingin memasuki pasar Indonesia. Hingga saat ini, SUCOFINDO telah menerbitkan lebih dari 1.000 Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk lebih dari 350 sertifikat bagi produsen luar negeri, dengan Tiongkok menjadi salah satu negara dengan jumlah sertifikasi terbesar,” paparnya.

Selain memperkuat layanan sertifikasi, Sandry Pasambuna juga menyebutkan bahwa PT SUCOFINDO (PERSERO) juga terus mengembangkan inovasi berbasis digital dan keberlanjutan. Salah satu inovasi unggulan perusahaan adalah SPARING, sistem pemantauan kualitas air limbah berbasis Internet of Things (IoT) yang mengirimkan data secara real-time ke pusat data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. PT SUCOFINDO (PERSERO) juga mengembangkan solusi berbasis IoT dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung efisiensi operasional industri serta menyediakan layanan halal yang mencakup sertifikasi produk halal, sistem manajemen halal, dan pelatihan industri halal.

“Keikutsertaan kami dalam forum CQC 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat pengakuan global terhadap kompetensi TIC Indonesia, serta mendukung pencapaian visi SUCOFINDO menjadi salah satu perusahaan Top 20 TIC Global. Kami percaya bahwa kolaborasi, inovasi, dan keunggulan layanan merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan di tingkat global,” tutup Sandry Pasambuna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA

Session Highlights

Date: August 17, 2026

Event: PURANA 17: “Renjana Perca”

Location: Grand Indonesia, Main Atrium, East Mall level 1

Talkshow 1: From Bottle to Beauty (11:00 AM – 1:00 PM)

Speakers: Nonita Respati (Founder & CCO, PURANA) and Representatives from ParagonCorp.

Key Discussion: Highlighted PURANA’s 17-year journey of converting fabric waste into Livable Art. The session framed discarded plastic and cosmetic packaging cases (such as Wardah’s) as new raw materials rather than waste, reinforcing the philosophy of mindful fashion and mindful beauty.

Live Demonstration: Included a live interactive lab where participants observed and tested ParagonCorp’s recycling machines to melt and reshape cosmetic packaging into new art elements, buttons, and decorative accessories.

Workshop 2: Flower Charm by Maritza Putri (3:00 PM – 5:00 PM)

Facilitator: Maritza Putri.

Key Activity: Attendees participated in a hands-on session creating custom flower charms, furthering the event’s core focus on upcycling material and creative craftsmanship.

Sponsors & Strategic Partners Acknowledgment

Official Venue Partner: Grand Indonesia

Official Banking Partner: BRI

Government Support: Wonderful Indonesia

Sustainability & Beauty Partners: ParagonCorp & Wardah

Home Living Partner: Vicenza

Lifestyle Partners: Optik Seis, Primaya Hospital, 5asec, Yats Colony Hotel, Fuguku

F&B Partners: Djournal Coffee, Doré by LeTAO, Coca-Cola Europacific Partners, Dailah Sajian Kontemporer

Retail & Agency Partners: Central Department Store, JIM Models, Tulola, Marista Santividya

Media Partners: Femina, Fimela, Her World Indonesia, Kompas.com, Kumparan Woman, Narasi, Popbela.com, The Luxury Reports, Wanita Wirausaha Femina

Organizers & Producers: StratEdgeMarketing, Kreasi8, Purana, Puragraph, Purana Home, Purana Kids

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Jakarta, Juni 2026. Setiap kali pasar keuangan memasuki masa gejolak, satu pertanyaan yang sama selalu muncul di benak banyak investor: ke mana sebaiknya dana ditempatkan agar lebih tahan terhadap guncangan? Menengok ke belakang, tiga periode krisis besar yang dialami pasar Indonesia, yaitu krisis keuangan global 2008, pandemi 2020, dan volatilitas pasar 2024, memberikan gambaran yang menarik mengenai bagaimana emas dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke arah yang sering kali berlawanan.

Babak Pertama: Guncangan Global 2008

Krisis keuangan global 2008 menjadi salah satu ujian terberat bagi pasar saham di hampir seluruh dunia. Tekanan yang berawal dari sektor keuangan negara maju merembet dengan cepat ke berbagai bursa, termasuk Indonesia. IHSG mengalami koreksi yang dalam seiring meningkatnya kehati-hatian investor secara global.

Pada periode yang sama, harga emas dalam denominasi dolar AS justru bergerak menguat. Banyak pelaku pasar internasional mengalihkan sebagian dananya ke aset yang dianggap lebih defensif ketika ketidakpastian meningkat. Inilah pertama kalinya, dalam ingatan banyak investor modern, pola pergerakan emas dan saham yang berlawanan arah terlihat begitu jelas.

Babak Kedua: Tekanan Pandemi 2020

Lebih dari satu dekade kemudian, pandemi 2020 kembali menghadirkan tekanan yang luar biasa pada pasar keuangan dunia. Dalam waktu singkat, IHSG sempat turun tajam ketika kekhawatiran menyebar lebih cepat daripada kepastian. Pola yang serupa dengan 2008 pun terulang.

Di tengah gelombang ketidakpastian itu, harga emas global sempat menyentuh kisaran rekor tertingginya, sementara harga emas dalam rupiah juga mencatat penguatan. Bagi sebagian investor, emas kembali menjalankan perannya sebagai salah satu aset penyeimbang ketika kelas aset lain berada di bawah tekanan.

Babak Ketiga: Dinamika Pasar 2024

Berbeda dengan dua periode sebelumnya, 2024 tidak ditandai oleh satu guncangan besar, melainkan oleh dinamika pasar yang lebih beragam sepanjang tahun. IHSG menutup tahun dengan koreksi tipis. Pada saat yang sama, harga emas, baik secara global maupun dalam bentuk emas Antam, melanjutkan tren penguatan yang cukup konsisten.

Rangkuman berikut memberikan gambaran umum atas pola pergerakan kedua aset selama tiga periode tersebut.

Konteks yang Sering Terlewat: Pola Bukan Jaminan

Meski pola di atas terlihat berulang, penting untuk dipahami bahwa hal ini bukan jaminan akan terjadi kembali dengan cara yang sama. Sejumlah studi akademik di Indonesia justru menunjukkan bahwa peran emas sebagai aset lindung nilai bersifat kontekstual. Pada beberapa periode, kekuatan hubungannya dengan pasar saham tidak selalu konsisten.

Temuan ini memberi pelajaran berharga: tidak ada satu pun kelas aset yang dapat dianggap sepenuhnya bebas risiko. Setiap aset memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya masing-masing, yang perlu dipahami sebelum keputusan investasi diambil.

Market Insight

Ada beberapa pelajaran yang dapat dibaca dari ketiga periode tersebut. Pertama, pada masa tekanan pasar yang luas, emas dan saham kerap bergerak ke arah yang berbeda, sehingga keduanya dapat saling melengkapi dalam sebuah portofolio. Kedua, besarnya pergerakan tidak pernah sama di setiap krisis, sehingga mengandalkan satu skenario tunggal berisiko menyesatkan.

Ketiga, dan yang paling konsisten muncul, adalah pentingnya diversifikasi. Dengan menyebar penempatan dana pada beberapa kelas aset yang memiliki karakteristik berbeda, investor memiliki peluang lebih baik untuk membangun portofolio yang seimbang dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.

Menurut tim Research Valbury, data historis sebaiknya dipahami sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai ramalan. Hal yang ingin terus didorong adalah literasi keuangan, agar masyarakat memahami karakteristik setiap aset beserta risikonya, dan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sesuai dengan profil masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik

Memadukan aset defensif, komoditas, dan saham global dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio di tengah pasar yang dinamis.
JAKARTA, Juli 2026. Di tengah dinamika pasar yang meningkat, Valbury menyoroti pentingnya strategi diversifikasi yang memadukan aset defensif, komoditas, dan saham global sebagai cara bagi investor domestik untuk menjaga kinerja portofolio. Menurut Valbury, volatilitas sebaiknya tidak dipandang sebagai alasan untuk keluar dari pasar, melainkan sebagai pengingat untuk membangun portofolio yang lebih seimbang dan tidak bertumpu pada satu kelas aset saja.
Kombinasi lintas aset dan lintas geografi dinilai relevan karena setiap kelas aset memiliki karakteristik yang berbeda. Komoditas kerap berperan sebagai penyeimbang ketika pasar ekuitas terkoreksi atau ketika terjadi dinamika pada nilai tukar. Sementara itu, saham global memberi akses ke sektor-sektor besar seperti teknologi, kesehatan, dan energi, yang pergerakannya tidak selalu searah dengan pasar domestik. Prinsip diversifikasi inilah yang menjadi inti strategi tersebut.
“Tidak ada satu kelas aset yang selalu unggul di setiap kondisi. Dengan memadukan beberapa aset yang berkarakter berbeda, investor memiliki peluang lebih baik untuk menjaga keseimbangan portofolionya. Yang ingin kami tekankan adalah pentingnya proses dan diversifikasi, bukan menebak arah pasar,” demikian keterangan resmi Valbury.

Menyesuaikan Alokasi dengan Profil Risiko

Komposisi portofolio yang ideal berbeda untuk setiap orang, bergantung pada profil risiko dan tujuannya. Sebagai gambaran, sejumlah rujukan pasar kerap menggunakan kisaran persentase berikut untuk mengilustrasikan bagaimana porsi aset dapat disesuaikan dari profil konservatif hingga agresif, termasuk porsi saham global/AS di dalamnya.

Peran Komoditas sebagai Penyeimbang

Komoditas dinilai berguna sebagai penyeimbang, terutama pada saat pasar ekuitas tertekan atau ketika terjadi pergerakan harga energi. Meski demikian, karena volatilitasnya yang relatif tinggi, komoditas umumnya tidak disarankan menjadi porsi yang terlalu dominan dalam portofolio. Besarannya biasanya disesuaikan dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.

Peran Saham Global, Termasuk Saham AS

Saham global, khususnya saham AS, memberi investor domestik akses ke sejumlah perusahaan terbesar dan paling likuid di dunia. Eksposur ini sebaiknya dibangun secara bertahap dan tertata, misalnya melalui saham berkapitalisasi besar maupun instrumen yang terdiversifikasi, agar akumulasi tidak terkonsentrasi pada satu harga.

Sebagai gambaran rujukan, panduan diversifikasi global umumnya menyarankan agar porsi eksposur ini menyesuaikan profil risiko. Investor konservatif dapat memulai dari porsi kecil (kisaran ilustratif 0–5% dari total portofolio), profil moderat pada kisaran 5–15%, sementara profil agresif dapat mengarah ke kisaran 15–25%. Angka-angka ini bersifat ilustratif dan merupakan bagian dari total alokasi saham, bukan patokan yang berlaku sama untuk setiap orang.

Untuk sisi saham global, sektor yang umum dipantau investor antara lain teknologi besar sebagai mesin pertumbuhan, serta energi global yang dapat memberi unsur defensif sekaligus keterkaitan dengan harga komoditas. Pemantauan sektor ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi atas instrumen tertentu.

Indikator yang Perlu Dipantau dan Kaitannya dengan Rebalancing

Untuk menavigasi volatilitas, terdapat sejumlah indikator yang umum diperhatikan investor domestik karena dapat memengaruhi arah sentimen pasar. Yang penting, indikator ini bukan sinyal untuk sering trading/berdagang, melainkan konteks untuk membantu menilai kapan proporsi aset mulai bergeser dari target dan perlu dikembalikan melalui rebalancing.

Strategi Praktis Menjaga Kinerja

Selain alokasi, terdapat sejumlah kebiasaan praktis yang umum dianjurkan untuk membantu menjaga kinerja portofolio di tengah pasar yang dinamis.

Melakukan rebalancing berkala — atau ketika indikator di atas menunjukkan proporsi aset telah bergeser jauh dari target — agar komposisi kembali sesuai rencana awal.

Mempertimbangkan pembelian bertahap saat pasar terkoreksi, agar akumulasi tidak terkonsentrasi pada satu harga.

Menjaga likuiditas, sehingga tidak terpaksa menjual aset berisiko pada saat yang kurang tepat.

Membatasi jumlah aset inti agar portofolio tetap mudah dipantau, dengan mengutamakan kualitas dibanding kuantitas posisi.

Market Insight

Inti dari strategi ini adalah keseimbangan. Dengan memadukan aset defensif, komoditas, dan saham global, investor domestik berpeluang memiliki portofolio yang lebih tahan menghadapi berbagai kondisi pasar, sekaligus tetap terbuka pada peluang pertumbuhan. Pendekatan ini menempatkan diversifikasi sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap.

Menurut tim Research Valbury Asia Futures, strategi semacam ini sebaiknya dipahami sebagai bagian dari literasi keuangan, bukan sebagai jaminan hasil tertentu. “Yang ingin terus kami dorong adalah pemahaman investor terhadap karakteristik dan risiko setiap aset, agar keputusan dapat diambil secara lebih bijak sesuai profil masing-masing,” demikian keterangan perusahaan. Valbury juga mengingatkan agar investor selalu menggunakan platform yang resmi dan diawasi otoritas berwenang, serta memahami bahwa setiap investasi mengandung risiko, termasuk risiko nilai tukar untuk aset dalam denominasi mata uang asing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

Panduan menekankan metodologi penyaringan dan manajemen risiko, dari sektor teknologi hingga energi global, sebagai bagian dari edukasi investor.

JAKARTA, Juni 2026. Di tengah meningkatnya minat investor Indonesia terhadap pasar saham global, Valbury membagikan panduan edukatif tentang cara menyusun watchlist atau daftar pantau saham secara terstruktur. Panduan ini menekankan pentingnya metodologi penyaringan, disiplin manajemen risiko, dan peninjauan berkala, alih-alih sekadar mengikuti tren sesaat. Tujuannya adalah membantu investor membangun proses yang lebih sistematis dalam memantau peluang di pasar global.

Watchlist adalah daftar saham yang dipantau secara aktif oleh investor sebelum mengambil keputusan. Fungsinya membantu investor tetap fokus, terorganisasi, dan mengambil keputusan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan dorongan sesaat. Menurut Valbury, watchlist yang baik dimulai dari kejelasan tujuan, bukan dari banyaknya saham yang dipantau.

“Watchlist yang efektif bukan soal seberapa panjang daftarnya, melainkan seberapa jelas kriteria dan alasan di baliknya. Inti dari panduan ini adalah proses, agar investor terbiasa mengambil keputusan secara objektif dan terukur,” demikian keterangan resmi Valbury.

Mulai dari Tujuan dan Struktur

Langkah pertama yang dianjurkan adalah menentukan tujuan dari setiap watchlist, misalnya untuk investasi jangka panjang, fokus pertumbuhan, fokus pendapatan dividen, atau aktivitas trading. Tujuan yang berbeda akan menghasilkan kriteria yang berbeda pula. Sebagai gambaran umum, sebuah watchlist sebaiknya tidak terlalu panjang agar tetap mudah dikelola, dan setiap saham yang dipantau disertai catatan ringkas mengenai alasan pemantauan serta rencana tinjauannya.

Menggunakan Kriteria yang Terukur

Valbury menekankan pentingnya memadukan kriteria kuantitatif dan kualitatif dalam menyaring saham. Dari sisi fundamental, hal yang umum diperhatikan mencakup pertumbuhan pendapatan, kestabilan margin, arus kas, serta tingkat utang yang wajar. Dari sisi valuasi, sejumlah indikator umum digunakan untuk menilai apakah harga sudah mencerminkan prospek perusahaan. Selain itu, likuiditas dan kapitalisasi pasar turut menjadi pertimbangan untuk mengelola risiko.

Tabel berikut memberikan gambaran umum kategori tematik yang sering digunakan investor untuk mengelompokkan watchlist berdasarkan sektor. Penyebutan kategori ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi atas saham tertentu.

Menetapkan Aturan Sebelum Masuk Posisi

Salah satu prinsip yang ditekankan adalah menetapkan aturan terlebih dahulu sebelum mengambil posisi. Hal ini mencakup gambaran alokasi yang wajar untuk setiap saham, batas risiko per transaksi, serta rencana keluar yang jelas, baik untuk mengambil keuntungan maupun membatasi kerugian. Dengan aturan yang ditetapkan di awal, keputusan cenderung lebih terukur dan tidak didorong emosi.

Template dan Kolom yang Disarankan

Agar watchlist mudah dikelola, Valbury menyarankan penggunaan format tabel dengan sejumlah kolom informasi penting.

Memantau Berita Makro dan Meninjau Berkala

Panduan ini juga menggarisbawahi pentingnya memantau peristiwa makroekonomi yang dapat mempengaruhi pasar, seperti keputusan suku bunga, data inflasi, serta dinamika harga komoditas yang relevan bagi sektor energi. Selain itu, watchlist sebaiknya ditinjau secara berkala agar tetap relevan, dengan frekuensi yang disesuaikan dengan tujuan, baik untuk kebutuhan trading maupun investasi jangka panjang.

Pentingnya Diversifikasi

Valbury mengingatkan agar investor tidak menumpuk pantauan hanya pada satu sektor. Menyertakan beberapa sektor dengan karakteristik berbeda, seperti teknologi, energi, konsumer defensif, dan sektor lainnya, dapat membantu mengurangi konsentrasi risiko. Memeriksa sejauh mana beberapa saham bergerak serupa juga berguna untuk menjaga keseimbangan portofolio.

Watchlist hanyalah alat bantu. Yang membuatnya bermanfaat adalah disiplin penggunanya dalam menerapkan kriteria dan manajemen risiko. Kami mendorong investor menjadikan ini bagian dari proses belajar yang berkelanjutan,” demikian keterangan perusahaan. Valbury menambahkan bahwa investor disarankan untuk selalu menggunakan platform yang resmi dan diawasi otoritas berwenang, serta memahami bahwa investasi pada pasar saham mengandung risiko, termasuk risiko nilai tukar untuk aset dalam denominasi mata uang asing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Panduan Lengkap Safe Haven Investment 2026: Memahami Aset Pelindung Nilai dan Posisi Magnificent Seven

Disusun dan ditinjau oleh: Valbury Research
Jakarta, Juni 2026. Memasuki 2026, ketidakpastian global membuat banyak investor kembali menaruh perhatian pada konsep aset pelindung nilai atau safe haven. Pertanyaannya bukan sekadar aset mana yang paling menguntungkan, melainkan bagaimana membangun portofolio yang lebih tahan menghadapi berbagai kondisi pasar. Panduan ini merangkum karakteristik sejumlah aset safe haven, kerangka alokasi berdasarkan profil risiko, serta menjernihkan satu kesalahpahaman yang umum, yaitu posisi kelompok saham teknologi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven.

Apa Itu Aset Safe Haven

Aset safe haven adalah instrumen yang cenderung dipandang lebih aman oleh investor ketika pasar sedang bergejolak. Ciri utamanya adalah korelasi yang rendah atau berlawanan arah terhadap aset berisiko seperti saham. Fungsinya beragam, mulai dari membantu menjaga daya beli terhadap inflasi, menjadi tempat berlindung di tengah ketidakpastian, hingga relatif lebih stabil terhadap perubahan kebijakan moneter.

Meski demikian, istilah aman di sini bersifat relatif. Tidak ada aset yang sepenuhnya bebas risiko. Setiap aset safe haven tetap berfluktuasi dan memiliki keterbatasannya sendiri.

Ragam Aset Safe Haven dan Karakteristiknya

Berikut gambaran umum sejumlah aset yang umum dikategorikan sebagai safe haven, beserta karakteristik dan catatan pentingnya.

Kerangka Alokasi Berdasarkan Profil Risiko
Salah satu prinsip yang konsisten dalam pengelolaan portofolio adalah menyesuaikan porsi aset pelindung nilai dengan profil risiko masing-masing investor. Secara umum, semakin konservatif profil seorang investor, semakin besar porsi yang biasanya dialokasikan untuk aset safe haven. Sebaliknya, investor dengan profil lebih agresif cenderung mengalokasikan porsi yang lebih kecil karena lebih mengutamakan pertumbuhan jangka panjang.

Prinsip Pengelolaan yang Konsisten

Di luar pilihan aset, terdapat beberapa prinsip pengelolaan yang relevan dalam menghadapi pasar yang dinamis.

Diversifikasi lintas kelas aset, dengan memadukan aset fisik, aset likuid, dan aset penghasil imbal hasil.

Manajemen risiko yang terukur dan disiplin dalam menetapkan batasan.

Rebalancing berkala, yaitu meninjau ulang komposisi portofolio agar tidak terlalu terkonsentrasi pada satu aset.

Magnificent Seven: Saham Pertumbuhan, Bukan Safe Haven

Salah satu kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap kelompok saham teknologi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven, yaitu Nvidia, Apple, Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta, dan Tesla, sebagai aset pelindung nilai. Pada kenyataannya, kelompok ini lebih tepat dipahami sebagai saham pertumbuhan.

Karakteristik saham pertumbuhan berbeda mendasar dari safe haven. Nilainya banyak ditopang oleh ekspektasi pertumbuhan ke depan, sehingga cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Beberapa kalangan analis pasar juga menilai bahwa kelompok ini lebih mencerminkan konsentrasi pada tema pertumbuhan dan likuiditas, bukan fungsi perlindungan saat pasar tertekan.

Hal ini terlihat pada dinamika awal 2026. Setelah periode kenaikan yang kuat dalam beberapa tahun sebelumnya, kinerja kolektif kelompok ini sempat melemah pada awal tahun, dengan sebagian saham mengalami koreksi yang cukup berarti. Pergerakan seperti ini menegaskan bahwa saham pertumbuhan dapat memberikan potensi imbal hasil tinggi, namun juga membawa volatilitas yang lebih besar, sehingga tidak dapat disamakan dengan aset safe haven.

Market Insight

Ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari pembahasan ini. Pertama, safe haven bukan tentang mencari satu aset paling unggul, melainkan tentang menggabungkan aset dengan karakteristik berbeda agar portofolio lebih seimbang. Kedua, label aman bersifat relatif, sehingga pemahaman atas risiko setiap aset tetap diperlukan.

Ketiga, penting untuk membedakan antara aset pelindung nilai dan saham pertumbuhan. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam sebuah portofolio, dan menyamakan keduanya berisiko menimbulkan ekspektasi yang keliru.

Menurut Valbury Research, panduan seperti ini sebaiknya dipahami sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai ramalan atau rekomendasi yang bersifat personal. Hal yang ingin terus didorong adalah literasi keuangan, agar masyarakat memahami karakteristik setiap aset beserta risikonya, dan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sesuai dengan profil masing-masing. Dalam memilih instrumen, investor juga disarankan untuk selalu memastikan legalitasnya, yaitu produk yang diawasi otoritas berwenang seperti OJK maupun Bappebti sesuai jenisnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ikuti Transformasi Otomotif ASEAN melalui Berbagai Acara Pendukung di Automechanika Jakarta 2026

Hadir perdana pada 24–27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Automechanika Jakarta menawarkan lebih dari sekadar area pameran dengan rangkaian lengkap konferensi, lokakarya, kegiatan bisnis, dan pengalaman interaktif. Dirancang khusus bagi para profesional industri, acara-acara pendukung ini menghadirkan pengetahuan praktis, wawasan pasar, serta peluang untuk menjalin jejaring dengan para ahli, inovator, dan pengambil keputusan utama di seluruh rantai nilai otomotif.

Daftar Sekarang dan turut serta dalam diskusi yang membentuk masa depan industri otomotif ASEAN.

Jelajahi masa depan mobilitas di Automotive Mobility Solutions Conference

Ikuti perkembangan transformasi industri di Automotive Mobility Solutions Conference, tempat para pemimpin industri dan pakar teknologi akan mengupas tuntas masa depan otomotif Indonesia serta tren inovasi global.

Topik utama:

– Cetak biru elektri kasi campuran: mengintegrasikan infrastruktur perkotaan dengan transparansi data baterai.

– Mempercepat rantai pasok: mengatasi hambatan modal dan teknis dalam digitalisasi manufaktur otomotif.

– Rantai nilai digital: keterlacakan suku cadang terstandarisasi dan ecommerce cerdas dalam ekosistem layanan purnajual modern.

– Baterai sirkular, material ramah lingkungan, dan operasi rendah emisi: mengubah keberlanjutan menjadi pendapatan purnajual.

Tanggal: 24 – 26 September 2026

Lokasi: Mainstage, Hall 5

Agenda Konferensi

Kembangkan keterampilan teknis yang relevan untuk masa depan di Tech & Skills Workshop

Workshop ini membekali para profesional otomotif dengan pengetahuan terkini dan keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk unggul dalam perbaikan serta perawatan kendaraan modern.

Topik utama:

– Esensi bengkel modern: diagnostik ADAS yang akurat dan system kelistrikan kendaraan listrik (EV).

– Pengembangan bengkel: meningkatkan standar bengkel demi operasional yang lebih aman, ramah lingkungan, dan efisien.

– Meningkatkan profitabilitas: pelatihan penyelarasan roda (wheel alignment) dan perbaikan tingkat lanjut bagi bengkel.

– Perbaikan bodi kendaraan generasi baru: pengecatan dan penyelesaian akhir (finishing) presisi menggunakan VR serta peralatan canggih.

– Menguasai perbaikan kendaraan listrik: perbaikan cepat dan diagnostik efisien untuk bengkel EV.

Tanggal dan waktu:

24 September 2026, 14.00 – 16.00

25 – 26 September 2026, 10.00 – 16.00

Lokasi: Skills Hub, Hall 7

Agenda Workshop

Perluas jaringan Anda dan bangun koneksi yang bermakna

Perluas jaringan Anda melalui program bisnis dan kolaborasi khusus yang dirancang untuk mendukung kemitraan, pertukaran pengetahuan, dan pertumbuhan bisnis.

Acara unggulan:

Forum Kolaborasi Rantai Pasok:  menghubungkan produsen luar negeri, mitra lokal di Indonesia, dan penyedia layanan purnajual untuk mendorong efisiensi, inovasi, serta peningkatan teknologi dalam proses produksi.

Kunjungan Industri: kunjungan eksklusif ke produsen otomotif terkemuka dan fasilitas rantai pasok utama untuk mendapatkan wawasan langsung mengenai ekosistem produksi otomotif Indonesia.

Program Business Matching: tingkatkan efisiensi pengadaan melalui pertemuan tatap muka dengan peserta pameran yang tepat, didukung oleh tim khusus untuk memfasilitasi koneksi bisnis yang bernilai.

Rasakan keseruan inovasi dan budaya otomotif

Nikmati pengalaman interaktif yang memadukan teknologi, kreativitas, dan kecintaan terhadap dunia otomotif, serta temukan cara baru untuk menjelajahi inovasi yang membentuk masa depan mobilitas.

Xperience Zone: area interaktif yang dinamis tempat pengunjung dapat mencoba langsung berbagai aktivitas di lima pos, termasuk perbaikan bodi penyok (*dent repair*), pengelasan titik (*spot welding*), pemolesan mobil, pemasangan lapisan pelindung (*protective lm*), dan pengecatan semprot berbasis VR.

autoFEST@Jakarta: perayaan budaya otomotif dan beragam aktivitas seru, yang menghadirkan Simulator Racing Challenge, Auto Slalom dan Braking Challenge, Auto Service Day, modi kasi bergaya klasik, Auto Bazaar, dan banyak lagi.

Drive Expo Jakarta: pameran kendaraan cerdas yang saling terhubung (*connected vehicles*), kendaraan listrik (EV), kendaraan komersial, dan sepeda motor; sebuah wadah lengkap untuk menjelajahi model, teknologi, serta tren mobilitas terkini di Indonesia.

Fakta pameran

Tanggal: 24 – 27 September 2026

Jam buka: 10:00 – 19:00 (open until 17:00)

Tempat:  Hall 5 – 8, Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Jakarta

Luas area pameran: 20,000 sqm

Kelompok produk:

Suku Cadang & Komponen

Elektrik & Elektronik

Aksesori & Kustomisasi

Diagnostik & Perbaikan

Oli, Pelumas & Bahan Bakar

Solusi Digital & Layanan

Cuci Mobil, Perawatan & Detailing

Konektivitas & Mengemudi Otonom

Ban & Roda

Bodi & Cat

Motor

Manufaktur Otomotif & Otomasi

Logistik, Pergudangan & Rantai Pasokan

Profil pengunjung:

Produsen, dealer, agen, distributor, grosir, pengecer, penyedia layanan (penyesuai, modi kasi mobil, bengkel, center layanan, stasiun pengisian bahan bakar), armada pribadi dan resmi, asosiasi dagang, instansi pemerintah, penerbit, lembaga riset, universitas, politeknik.

Pelajari lebih lanjut

Pra-pendaftaran pengunjung

Hubungi

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jasa Marga Teguhkan Komitmen Menjaga Konektivitas Nasional dan Meningkatkan Kualitas Layanan

Jakarta (17/08), PT Jasa Marga (Persero) Tbk meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Jasa Marga menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat untuk terus memberikan kontribusi nyata melalui pengelolaan infrastruktur jalan tol yang mengedepankan keselamatan, keandalan, dan kualitas pelayanan.

Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jasa Marga menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Pusat Jasa Marga pada Senin (17/08). Upacara dihadiri oleh jajaran Direksi Jasa Marga, BOD-1 Jasa Marga Group, serta diikuti oleh Roadster di lingkungan Jasa Marga.

Upacara tersebut menjadi momentum bagi seluruh Roadster Jasa Marga untuk terus bersatu dalam kebersamaan dan terus berkolaborasi dalam menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai perusahaan pengelola infrastruktur jalan tol, Jasa Marga terus menjalankan perannya dalam mendukung konektivitas antarwilayah melalui pengelolaan jalan tol yang mengutamakan keselamatan, keandalan operasional, dan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata Jasa Marga dalam menjalankan perannya sebagai pengelola infrastruktur jalan tol sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di tengah suasana duka atas bencana yang melanda masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Jasa Marga juga berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan empati, kepedulian, dan solidaritas sebagai bagian dari tanggung jawab moral perusahaan.

“Di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, izinkan kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana yang melanda saudara-saudara kita di NTT. Duka mereka adalah duka kita bersama. Mari kita maknai kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian kepada sesama. Semangat inilah yang terus kami jaga di Jasa Marga melalui komitmen Melayani Sepenuh Hati dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan untuk segera bangkit dan pulih kembali,” ujar Rivan.

Momentum kemerdekaan juga menjadi penyemangat bagi Jasa Marga untuk terus memperkuat kontribusi pelayanan jalan tol yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai penguatan operasional dan pengembangan layanan, termasuk pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam pengelolaan jalan tol. Melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jasa Marga terus memperkuat pemantauan kondisi lalu lintas, penanganan insiden, serta pengambilan keputusan operasional berbasis data. Di sisi layanan pengguna, aplikasi Travoy menyediakan berbagai informasi perjalanan, mulai dari kondisi lalu lintas dan CCTV secara real-time, tarif tol, informasi rest area, hingga layanan darurat yang terhubung dengan One Call Center 133.

Saat ini, Jasa Marga mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 km. Dari jaringan tersebut, sekitar 1.294 km merupakan jalan tol komersial yang telah beroperasi, dengan pangsa pasar sebesar 42%. Melalui pengelolaan jaringan tersebut, Jasa Marga menjalankan perannya dalam mendukung konektivitas nasional serta memfasilitasi pergerakan masyarakat dan distribusi barang.

Memasuki 81 tahun perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, Jasa Marga akan terus memperkuat perannya dalam menjaga konektivitas dan meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Danantara Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta stakeholder terkait lainnya, untuk mendukung konektivitas, keselamatan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.

“Kebersamaan dan kolaborasi merupakan bagian penting dalam menjalankan operasional Jasa Marga untuk memastikan layanan kepada pengguna jalan dapat berjalan dengan baik. Semangat tersebut perlu terus dijaga agar Jasa Marga dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat dan Indonesia,” tutup Rivan.

Jasa Marga turut mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ketiga melalui pengembangan infrastruktur serta Asta Cita keenam dalam mendorong pemerataan pembangunan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui penguatan operasional, inovasi, dan kolaborasi, Jasa Marga berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur dan layanan jalan tol yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES