ORIJIN JAPANESE DINING MENGHADIRKAN HIRUDOKI CITA RASA JEPANG, DIRANCANG KHUSUS UNTUK MAKAN SIANG

Jakarta, 5 Oktober 2026 — ORIJIN Japanese Dining memperkenalkan Hirudoki (昼どき),

sebuah set makan siang bisnis khas Jepang yang dirancang bagi mereka yang menginginkan

santapan siang yang elegan dan memuaskan. Mengambil namanya dari bahasa Jepang yang

berarti “waktu makan siang”, Hirudoki menghadirkan hidangan musiman hasil kreasi Chef Ito,

memadukan cita rasa tradisional Jepang dengan persiapan yang teliti dalam satu set lengkap

yang dirancang khusus untuk jam makan siang di hari kerja.

Setiap set terdiri dari hidangan utama, hidangan pendamping, dan pelengkap klasik,

menghadirkan santapan yang seimbang tanpa perlu memilih dari daftar menu yang panjang.

Para tamu dapat memilih satu dari empat menu, masing-masing dengan karakter dan

keunikannya sendiri.

Menu A berfokus pada Nabeyaki Udon Konabe, sup mi udon dengan daging ayam, telur, dan

sayuran yang disajikan dalam panci kecil. Menu ini dilengkapi dengan Ebi & Yasai Tempura

serta Sushi Morikomi, sajian aneka sushi.

Menu B menampilkan Sutamina Chicken Don, ayam dan sayuran tumis dengan bawang putih

“sutamina” yang disajikan di atas nasi putih hangat. Menu ini dipadukan dengan Aburi Salmon

Sashimi, salmon yang dibakar ringan, serta Agedashi Tofu, tahu goreng yang disajikan dengan

saus bonito.

Menu C menonjolkan Robatayaki Saba Shioyaki, ikan makarel panggang yang dibumbui

dengan garam secara ringan dan disajikan bersama jeruk nipis. Menu ini dilengkapi dengan

Ten Don, aneka tempura dengan saus gurih di atas nasi putih, serta Chawanmushi, puding telur

kukus dengan potongan paha ayam, udang, dan jamur.

Menu D menyajikan Beef Hamburg, patty daging sapi yang digoreng dan disajikan bersama

sayuran tumis. Menu ini dilengkapi dengan Maguro Tataki, sashimi tuna berbumbu yang

dibakar tipis, serta Hiyayakko, tahu sutra dingin dengan aneka pelengkap.

Setiap menu disajikan bersama Wakame Green Salad dan Sliced Fruits, sementara Menu B,

C, dan D juga dilengkapi dengan Miso Shiru. Menu D disajikan bersama “Gohan”, nasi putih

hangat.

Hirudoki tersedia setiap hari kerja mulai pukul 11.30 hingga 14.00, dengan harga IDR

300.000++ per set. Memadukan hidangan musiman dalam satu set yang dirancang dengan

cermat, Hirudoki menghadirkan pengalaman makan siang yang elegan untuk pertemuan bisnis,

jamuan bersama klien, maupun untuk menikmati waktu istirahat di tengah hari.

Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut:

+62 815-1472-7722

fnb.reservation@saripacificjakarta.com

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Motor Tetap Prospektif, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Motor Baru

Jakarta, 7 Oktober 2026 – Pasar sepeda motor domestik masih menunjukkan permintaan yang relatif kuat sepanjang 2026. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor domestik mencapai 4,36 juta unit sepanjang Januari–Agustus 2026. Pada Agustus 2026, penjualan tercatat sebanyak 596.461 unit, meningkat 3,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik tahun ini berada pada kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa sepeda motor masih memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Selain menawarkan kepraktisan untuk aktivitas sehari-hari, kendaraan roda dua juga dapat mendukung mobilitas untuk bekerja maupun menjalankan kegiatan produktif.

Di tengah kebutuhan tersebut, pembiayaan turut menjadi bagian penting dalam mendukung kepemilikan sepeda motor. AISI mencatat sekitar 65% pembelian sepeda motor pada 2025 dilakukan secara kredit, yang menunjukkan besarnya peran industri pembiayaan dalam membantu masyarakat memperoleh kendaraan roda dua.

Melihat peluang tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mewujudkan motor impian melalui pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan dengan skema Angsuran Dibayar di Muka (ADDM) dan tenor hingga 5 tahun.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa kebutuhan terhadap sepeda motor tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga erat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Sepeda motor memiliki peran yang dekat dengan keseharian masyarakat, baik sebagai sarana transportasi maupun untuk menunjang aktivitas produktif. Melihat kebutuhan tersebut, BRI Finance berupaya menghadirkan alternatif pembiayaan yang dapat membantu masyarakat mewujudkan kepemilikan motor baru sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansialnya,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, keputusan untuk memiliki kendaraan perlu disertai dengan perencanaan finansial yang matang. Pilihan skema pembiayaan menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan konsumen sebelum menentukan pembelian.

“Bagi kami, memberikan akses pembiayaan bukan hanya mengenai kemudahan memperoleh kendaraan, tetapi juga bagaimana konsumen dapat merencanakan kepemilikannya secara bijak. Kami berharap fasilitas yang tersedia di BRI Finance dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mobilitas sekaligus mendukung aktivitas produktif mereka,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Siapkan Perjalanan Akhir Tahun, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mobil Baru

Jakarta, 6 Oktober 2026 – Memasukki kuartal terakhir di tahun 2026, banyak individu maupun keluarga yang mulai merencanakan perjalanan akhir tahunnya. Destinasi, akomodasi, hingga moda transportasi menjadi bagian dari persiapan, terutama bagi keluarga yang memilih melakukan perjalanan darat dengan kendaraan pribadi.

Bagi sebagian orang, perjalanan tersebut juga menjadi alasan untuk mengevaluasi kembali kendaraan yang digunakan sehari-hari. Mobil yang sebelumnya cukup untuk aktivitas dalam kota belum tentu memberikan kenyamanan yang sama ketika digunakan bepergian bersama keluarga dalam jarak jauh. Kapasitas penumpang dan bagasi, kenyamanan kabin, hingga kondisi kendaraan menjadi pertimbangan yang mulai diperhatikan.

Bagi masyarakat yang memang sudah mempertimbangkan untuk mengganti atau membeli mobil baru, kebutuhan perjalanan akhir tahun dapat menjadi salah satu momentum untuk merealisasikan rencana tersebut. Namun, selain menentukan model dan spesifikasi kendaraan, kemampuan finansial tetap menjadi bagian penting dalam keputusan pembelian.

Menangkap kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun bagi masyarakat.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan kebutuhan mobil setiap konsumen dapat berbeda, sehingga keputusan membeli kendaraan perlu disesuaikan dengan penggunaan dan kondisi finansial masing-masing.

“Mobil bukan hanya digunakan untuk perjalanan liburan, tetapi juga untuk aktivitas sehari-hari setelahnya. Karena itu, ketika memutuskan membeli mobil baru, konsumen perlu melihat kebutuhan secara keseluruhan, termasuk kemampuan membayar cicilan. Dengan perhitungan yang tepat, mobil baru bisa menunjang mobilitas keluarga tanpa mengganggu kebutuhan finansial lainnya,” ujar Dhani.

Melalui KKB mobil baru, BRI Finance memberikan alternatif pembiayaan bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan baru tanpa mengorbankan tujuan finansialnya.  Konsumen dapat memperoleh informasi dan mengajukan pembiayaan melalui kanal resmi BRI Finance maupun Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga WTI Hari Ini Berpotensi Rebound, Dupoin Futures Waspadai Tren Bearish

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi mengalami rebound dalam perdagangan hari ini setelah kembali gagal menembus zona support 86.77–88.47. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, kegagalan menembus area tersebut memberikan ruang bagi WTI untuk membentuk penguatan sementara atau secondary trend menuju resistance terdekat sebelum kembali menghadapi tekanan jual.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, mengatakan bahwa struktur harga WTI pada timeframe Daily masih menunjukkan tren utama bearish. Karena itu, Dupoin Futures menilai penguatan yang terjadi setelah harga bertahan di area support belum dapat menjadi indikasi pembalikan tren secara penuh.

“WTI kembali gagal menembus zona support 86.77–88.47 sehingga berpotensi mengalami penguatan sementara. Namun, penguatan ini masih merupakan secondary trend karena tren utama minyak tetap berada dalam kondisi bearish,” ujar Geraldo Kofit dari Dupoin Futures.

Menurut analisis Dupoin Futures, rebound WTI perlu diperhatikan sebagai koreksi terhadap tren utama, bukan langsung dianggap sebagai perubahan arah. Selama harga belum mampu menembus resistance dan membentuk struktur bullish yang lebih kuat, peluang pelemahan masih relatif dominan.

Dupoin Futures melihat zona 86.77–88.47 sebagai area support penting bagi pergerakan minyak. Kegagalan WTI untuk menembus support tersebut dapat mendorong harga melakukan pemulihan menuju resistance terdekat. Namun, apabila harga kembali mendapatkan tekanan jual dan akhirnya menembus support, potensi pelemahan berikutnya akan semakin terbuka.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap WTI sebelumnya berasal dari meningkatnya pasokan minyak global, termasuk pelepasan cadangan strategis. Tambahan pasokan tersebut membantu meredakan kekhawatiran mengenai ketatnya supply dan menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan harga minyak.

Meski begitu, Dupoin Futures melihat risiko geopolitik masih menjadi faktor yang dapat meningkatkan volatilitas WTI. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak global.

Reuters melaporkan bahwa periode 28 September hingga 5 Oktober mencatat sedikitnya 12 serangan, percobaan serangan, dan gangguan terhadap kapal tanker minyak, LNG, serta LPG di sekitar Selat Hormuz. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu minggu sejak perang AS-Iran dimulai pada Februari.

Kondisi tersebut memberikan sentimen positif bagi harga minyak karena gangguan terhadap kapal tanker berpotensi meningkatkan risiko distribusi dan pasokan. Reuters pada 8 Oktober juga melaporkan harga minyak menguat seiring kekhawatiran terhadap pasokan dari kawasan Timur Tengah yang masih berlangsung di tengah meningkatnya serangan terhadap kapal.

Namun, Dupoin Futures menilai sentimen geopolitik tersebut belum cukup untuk mengubah tren utama WTI. Pasar masih mempertimbangkan besarnya arus pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah serta tambahan supply dari cadangan strategis. Artinya, meskipun risiko gangguan pasokan dapat mendorong rebound dalam jangka pendek, tekanan bearish masih dapat kembali muncul.

Dengan demikian, prediksi harga WTI hari ini menurut analisis Dupoin Futures menunjukkan peluang penguatan sementara setelah harga bertahan di atas support 86.77–88.47. Rebound tersebut berpotensi membentuk secondary trend menuju resistance terdekat. Namun, selama struktur utama belum berubah menjadi bullish, Dupoin Futures masih melihat peluang pelemahan sebagai skenario yang lebih dominan.

Geraldo Kofit menilai pelaku pasar perlu mencermati kemampuan WTI dalam menembus resistance saat rebound berlangsung. Kegagalan melewati resistance dapat menjadi sinyal bahwa penguatan hanya bersifat sementara dan membuka peluang bagi WTI untuk kembali bergerak mengikuti tren bearish.

Di tengah kondisi geopolitik yang masih dinamis, WTI juga berpotensi bergerak volatil. Karena itu, perkembangan terkait pasokan minyak, kondisi Selat Hormuz, serta perubahan sentimen pasar global menjadi faktor yang perlu diperhatikan bersamaan dengan level teknikal yang dipantau Dupoin Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Layani 5,1 Juta Penumpang pada Triwulan III 2026

PT Railink selaku operator layanan KAI Bandara mencatat sebanyak 5,1 juta penumpang telah menggunakan layanan KAI Bandara selama periode Triwulan III tahun 2026. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan layanan transportasi kereta api bandara di wilayah Sumatera Utara dan Yogyakarta.

Dari total tersebut, sebanyak 3,2 juta penumpang tercatat menggunakan layanan KAI Bandara di wilayah Sumatera Utara, sementara sebanyak 1,9 juta penumpang tercatat di wilayah Yogyakarta.

Khusus wilayah Yogyakarta, data 1,9 juta penumpang tersebut merupakan jumlah penumpang yang tercatat hingga 16 September 2026. Hal ini sejalan dengan adanya pengalihan operasional layanan KAI Bandara di wilayah Yogyakarta kepada KAI Commuter mulai 17 September 2026. Pengalihan tersebut tidak mengubah layanan yang diterima masyarakat, termasuk rute, tarif, maupun perjalanan kereta yang tetap berjalan seperti sebelumnya.

“Capaian 5,1 juta penumpang pada Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa layanan kereta api bandara terus menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Yogyakarta. Kami mengapresiasi kepercayaan dan antusiasme masyarakat yang terus menggunakan layanan KAI Bandara,” ujar Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho.

Berdasarkan pergerakan penumpang selama periode tersebut, bulan Maret 2026 menjadi periode dengan jumlah penumpang tertinggi, yaitu mencapai sekitar 633 ribu penumpang. Tingginya mobilitas pada periode tersebut salah satunya dipengaruhi oleh peningkatan perjalanan masyarakat selama masa libur dan arus mudik serta balik Lebaran.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen PT Railink untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya. Kehadiran layanan KAI Bandara diharapkan dapat terus mendukung konektivitas masyarakat serta memperkuat akses menuju dan dari kawasan bandara.

PT Railink juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna jasa yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada layanan KAI Bandara. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta berkontribusi dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin mudah diakses dan dapat diandalkan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?

Jakarta, 8 Oktober 2026 – Indonesia memiliki basis pengguna aset kripto yang besar, tetapi masih tertinggal dari Singapura dalam menjadikan aset digital sebagai bagian dari infrastruktur keuangan dan menarik aktivitas institusional.

Temuan tersebut tercermin dalam riset terbaru Chainalysis bertajuk 2026 Geography of Crypto Report. Dalam periode Juli 2025 hingga Juni 2026, Singapura tercatat sebagai ekonomi kripto terbesar di kawasan Central & Southeast Asia and Oceania (CSAO), dengan aktivitas mencapai US$284 miliar, tumbuh 55,4 persen secara tahunan.

Sebaliknya, pasar kripto di kawasan secara keseluruhan justru mengalami kontraksi 6,8 persen. Namun, Singapura mampu mencatat pertumbuhan di berbagai indikator, mulai dari aktivitas centralized exchange (CEX), decentralized exchange (DEX), hingga aktivitas institusional.

Hal paling menonjol adalah aktivitas melalui platform institusional di Singapura yang melonjak 94 persen menjadi US$60 miliar. Aktivitas tersebut mencakup market maker, broker institusional, OTC, dan layanan lain yang melayani investor serta pelaku pasar berskala besar.

Sementara itu, Chainalysis menilai perkembangan pasar kripto di kawasan Asia mulai bergerak dari sekadar aktivitas perdagangan menuju pemanfaatan aset digital untuk kebutuhan yang lebih luas, seperti pembayaran lintas negara, tokenisasi aset, dan manajemen treasury perusahaan.

Indonesia Punya Basis Pengguna, tetapi Tantangannya Berbeda

Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk mengejar posisi tersebut.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 23,21 juta akun pada Agustus 2026, meningkat 1,23 persen dibandingkan Juli yang berada di level 22,93 juta akun.

Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto Indonesia mencapai Rp23,16 triliun, naik 12,87 persen secara bulanan dari Rp20,52 triliun pada Juli 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar domestik tetap memiliki basis pengguna dan aktivitas transaksi yang kuat. Namun, besarnya jumlah pengguna belum otomatis membuat Indonesia menjadi pusat aktivitas aset digital regional.

Perbedaan tersebut menjadi semakin terlihat jika dibandingkan dengan pendekatan Singapura. Chainalysis mencatat pertumbuhan Singapura terutama ditopang oleh masuknya institusi, pengembangan infrastruktur pasar, serta penggunaan aset digital untuk kebutuhan finansial yang lebih luas.

Di Singapura, arus ke centralized exchange tumbuh 30 persen, sedangkan arus ke decentralized exchange meningkat 69 persen dalam periode penelitian. Pada saat yang sama, aktivitas platform institusional tumbuh jauh lebih cepat, yakni 94 persen.

Artinya, kompetisi pasar kripto ke depan tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak orang yang memiliki atau memperdagangkan aset kripto, termasuk Bitcoin tetapi juga oleh seberapa besar ekosistem tersebut mampu menarik institusi, modal, infrastruktur, dan use case baru.

Mengapa Singapura Bisa Lebih Unggul?

Salah satu faktor utama yang membedakan Singapura adalah kepastian dan perkembangan kerangka regulasi untuk aset digital.

Chainalysis mencatat bahwa rezim lisensi Digital Payment Token (DPT) serta kerangka regulasi stablecoin di Singapura memberikan dasar yang relatif jelas bagi perusahaan dan investor institusional untuk mengembangkan berbagai use case aset digital.

Kondisi tersebut membuat pasar Singapura berkembang bukan hanya sebagai tempat transaksi aset kripto, tetapi juga sebagai pusat aktivitas perdagangan institusional, kustodian, market making, OTC, tokenisasi, dan penyelesaian transaksi lintas negara.

Dalam laporan yang sama, Chainalysis mencatat bahwa stablecoin semakin banyak digunakan untuk transaksi lintas negara di kawasan. Bahkan, aktivitas stablecoin lintas negara di seluruh pasar yang dianalisis lebih besar dibandingkan aktivitas domestiknya.

Perubahan ini menjadi sinyal penting bagi Indonesia.

Pasar domestik yang besar perlu dilanjutkan dengan pengembangan infrastruktur dan produk yang memungkinkan aset digital digunakan untuk kebutuhan ekonomi yang lebih luas.

Indonesia Punya Momentum untuk Mengejar

Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, perbandingan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan ekosistem aset digital, bukan sekadar melihat besarnya volume perdagangan.

“Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat. Kita punya basis pengguna yang besar, pertumbuhan transaksi yang signifikan, serta ekosistem pelaku industri yang terus berkembang. Tantangannya sekarang adalah bagaimana modal tersebut kita naikkan kelas menjadi ekosistem yang mampu menarik lebih banyak institusi dan menghasilkan use case yang lebih luas,” kata Yudho.

Ia menilai pertumbuhan industri kripto Indonesia ke depan perlu diarahkan dari sekadar aktivitas trading menuju pengembangan produk dan infrastruktur yang memiliki manfaat nyata bagi ekonomi digital.

“Kita perlu bergerak dari crypto as an asset menuju crypto and blockchain as infrastructure. Artinya, selain perdagangan, kita perlu mendorong inovasi di area seperti tokenisasi, stablecoin, pembayaran lintas negara, kustodian, serta berbagai layanan yang dapat terintegrasi dengan sistem keuangan. Di situlah Indonesia punya peluang untuk mengejar Singapura,” jelasnya Yudho.

Menurutnya, besarnya jumlah pengguna kripto di Indonesia merupakan fondasi penting untuk membangun ekosistem yang lebih besar.

Data OJK memperlihatkan jumlah akun konsumen aset digital telah mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Pada saat yang sama, OJK juga telah memperkuat struktur industri dengan memberikan persetujuan kepada 34 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, yang terdiri dari dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 28 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).

OJK juga mencatat bahwa hingga September 2026 terdapat perkembangan pada berbagai model bisnis aset digital melalui regulatory sandbox. Beberapa model yang telah menyelesaikan uji coba antara lain tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbit stablecoin Rupiah, kustodian aset digital nonperdagangan, dan manajer dana kripto.

Menurut Yudho, perkembangan tersebut dapat menjadi titik awal bagi Indonesia untuk memperluas fungsi aset digital.

“Regulasi yang semakin jelas dan infrastruktur yang mulai terbentuk adalah fondasi yang sangat penting. Berikutnya adalah bagaimana industri, regulator, lembaga keuangan, dan pelaku teknologi bisa membangun use case bersama. Jika kita berhasil menghubungkan basis pengguna yang besar dengan inovasi institusional dan kebutuhan ekonomi nyata, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di kawasan,” ujarnya.

Mengejar Singapura Bukan Sekadar Mengejar Volume

Data Chainalysis menunjukkan bahwa Singapura saat ini berada di posisi yang kuat bukan semata-mata karena volume transaksinya, tetapi karena struktur ekosistemnya.

Aktivitas institusional di kawasan CSAO mencapai US$152,3 miliar selama periode penelitian dan tumbuh 40 persen secara tahunan. Porsi aktivitas platform institusional juga meningkat menjadi 18,9 persen dari keseluruhan aktivitas kawasan pada akhir kuartal II 2026.

Indonesia pun mulai menunjukkan arah yang sama. Chainalysis mencatat bahwa keterlibatan antara perusahaan kripto dan institusi keuangan tradisional di Indonesia semakin meningkat. Laporan tersebut juga menyoroti pergeseran menuju use case seperti real-world assets dan investment token.

Dengan demikian, pekerjaan rumah Indonesia bukan hanya meningkatkan jumlah transaksi, melainkan membangun ekosistem yang dapat membuat modal institusional masuk, produk baru berkembang, dan teknologi blockchain digunakan untuk kebutuhan ekonomi riil.

Besarnya pasar domestik memberikan Indonesia keunggulan dari sisi basis pengguna. Jika dikombinasikan dengan regulasi yang semakin matang, infrastruktur perdagangan yang kuat, inovasi produk, serta keterlibatan institusi keuangan, Indonesia memiliki peluang untuk mempersempit jarak dengan Singapura.

“Kalau Singapura sudah menunjukkan bagaimana aset digital bisa menjadi bagian dari infrastruktur keuangan, Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun modelnya sendiri dengan kekuatan pasar domestik yang jauh lebih besar. Yang penting adalah kita tidak berhenti pada pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi, tetapi terus naik kelas menuju inovasi dan utilitas,” tutup CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Berpotensi Naik ke 4.163, Ini Analisis Dupoin Futures

Harga emas atau XAUUSD berpotensi mengalami penguatan dalam jangka pendek sebelum kembali menghadapi tekanan jual. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada timeframe Daily menunjukkan bahwa XAUUSD tengah melakukan koreksi naik setelah sebelumnya berhasil breakout dari level support kuat di 4.100. Dupoin Futures melihat koreksi tersebut berpotensi membawa harga emas menuju area 4.163 sebelum kembali melanjutkan pelemahan.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa breakout pada level 4.100 menjadi sinyal penting bagi pergerakan emas. Setelah menembus support tersebut, harga emas kini memasuki fase koreksi atau rebound. Namun, menurut analisis Dupoin Futures, penguatan tersebut belum dapat dianggap sebagai perubahan tren selama XAUUSD belum mampu menembus zona resistance kuat.

“Pada timeframe Daily, emas telah breakout dari support 4.100 dan saat ini berpotensi mengalami koreksi naik menuju 4.163. Selama harga belum mampu menembus resistance kuat, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut,” ujar Geraldo Kofit dari Dupoin Futures.

Menurut Dupoin Futures, area 4.163 menjadi level yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika XAUUSD gagal menembus area tersebut, peluang munculnya kembali tekanan jual akan semakin terbuka. Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju zona support berikutnya di 4.065–4.037.

Sebaliknya, apabila harga emas mampu menembus resistance secara kuat dan mempertahankan posisi di atas area tersebut, skenario bearish yang disampaikan Dupoin Futures perlu dievaluasi kembali. Karena itu, reaksi harga di sekitar 4.163 menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan apakah koreksi naik hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi perubahan momentum.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas sebelumnya datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat emas menjadi relatif kurang menarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil. Reuters mencatat harga emas sempat turun ke level terendah dalam dua bulan pada 7 Oktober karena penguatan dolar dan tingginya yield Treasury.

Namun, tekanan tersebut mulai sedikit mereda. Pada perdagangan 8 Oktober, Reuters melaporkan emas kembali menguat sekitar 0,5% setelah dolar AS melemah dari level tertinggi 18 bulan. Pergerakan tersebut memberikan ruang bagi XAUUSD untuk melakukan rebound.

Meski demikian, Dupoin Futures menilai ruang kenaikan emas masih menghadapi sejumlah hambatan. Ekspektasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga hingga akhir tahun dapat menjaga yield dan dolar AS tetap tinggi. Reuters mencatat pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 80%, sementara peluang kenaikan pada Oktober jauh lebih rendah.

Dengan kondisi tersebut, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa kenaikan XAUUSD menuju 4.163 masih berpeluang terjadi sebagai koreksi jangka pendek. Namun, selama resistance tersebut belum berhasil ditembus, tren bearish masih menjadi skenario utama. Dupoin Futures melihat penolakan di area resistance dapat kembali membuka ruang penurunan menuju 4.065 hingga 4.037.

Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan dolar AS, yield Treasury, serta ekspektasi kebijakan moneter The Fed karena ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi momentum emas. Dari perspektif teknikal Dupoin Futures, kemampuan XAUUSD bertahan atau menembus area 4.163 akan menjadi penentu penting arah harga emas berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Quality Control Odoo: Tolak Produk Cacat Sebelum Sampai ke Pelanggan

Quality control Odoo membantu pabrik mendeteksi produk cacat lebih awal sebelum menimbulkan biaya dan komplain yang lebih besar. Dengan titik pemeriksaan terintegrasi di setiap tahap, standar mutu menjadi lebih konsisten dan mudah ditelusuri.

Satu komplain pelanggan bisa menghapus hasil kerja sebulan penuh. Barang kembali, biaya kirim terbuang, dan kepercayaan ikut tergerus. Kondisi seperti ini mendorong banyak pabrik menata quality control Odoo secara serius. Pemeriksaan mutu tidak lagi ditaruh di ujung proses.

Biaya cacat memang meningkat seiring jauhnya barang melangkah. Bahan bermasalah yang tertahan di gudang hanya perlu ditukar. Produk cacat yang sudah dikirim menuntut penarikan, penggantian, dan permintaan maaf. Prinsip biaya mutu menyebut beban itu berlipat pada setiap tahap berikutnya.

Masalahnya, pemeriksaan sering bergantung pada ingatan petugas. Standar tertulis tersimpan di lemari, jarang dibuka saat produksi berjalan. Hasil pemeriksaan dicatat di buku tulis yang berbeda tiap regu. Ketika ada keluhan, penelusurannya nyaris mustahil dilakukan.

Perbaikannya dimulai dari memindahkan standar ke dalam alur kerja. Setiap tahap memiliki titik periksa yang tidak bisa dilewati. Banyak produsen menata hal tersebut memakai sistem ERP Odoo. Mutu pun berhenti menjadi urusan satu departemen saja.

Mengapa Cacat Baru Ketahuan di Tangan Pelanggan

Pemeriksaan yang Hanya Terjadi di Ujung Proses

Banyak pabrik memeriksa mutu setelah barang selesai dikemas. Pada titik itu biaya bahan dan tenaga sudah terlanjur keluar. Perbaikan berarti membongkar ulang pekerjaan satu batch. Sebagian perusahaan akhirnya memilih meloloskan barang yang meragukan.

Catatan Mutu yang Berhenti di Buku Tulis

Hasil pemeriksaan biasanya ditulis tangan oleh operator. Buku itu jarang diketik ulang menjadi data yang bisa dianalisis. Pola kegagalan berulang pun tidak pernah terlihat. Keputusan perbaikan diambil berdasarkan kesan, bukan angka.

Tiga Titik Pemeriksaan yang Sering Dilewatkan

Alur produksi sebenarnya menyediakan beberapa kesempatan menyaring cacat:

• Saat bahan baku diterima dari pemasok

• Saat proses berlangsung di mesin atau stasiun kerja

• Saat barang jadi disiapkan untuk pengiriman

Bahan Baku yang Lolos Tanpa Diuji

Penerimaan barang sering hanya mencocokkan jumlah dengan surat jalan. Mutu bahan baru diperiksa ketika proses produksi bermasalah. Padahal penolakan di tahap ini paling murah biayanya. Pemasok pun lebih mudah dimintai pertanggungjawaban.

Pemeriksaan Sebelum Barang Naik ke Kendaraan

Pemeriksaan akhir kerap dilewati karena kejar tenggat pengiriman. Satu kardus salah label bisa memicu retur satu pengiriman penuh. Pemeriksaan singkat di titik ini menahan biaya terbesar. Waktunya pun jauh lebih pendek daripada proses penarikan barang.

Cara Menyusun Quality Control Odoo di Alur Produksi

Titik periksa disusun mengikuti operasi, bukan mengikuti jabatan. Sistem menahan proses berikutnya bila pemeriksaan belum diselesaikan. Urutan penyiapannya umumnya seperti berikut:

1. Tentukan produk atau kategori yang membutuhkan pemeriksaan

2. Pilih operasi tempat pemeriksaan itu dijalankan

3. Tetapkan jenis pemeriksaan beserta batas toleransinya

4. Atur frekuensi, apakah setiap kali atau secara acak

5. Tunjuk tim yang menangani kegagalan pemeriksaan

Jenis Pemeriksaan dan Batas Toleransi

Pemeriksaan tidak selalu berbentuk lulus atau gagal. Operator dapat diminta mengukur dimensi dengan batas minimum dan maksimum. Angka hasil ukur tersimpan sebagai data, bukan sekadar centang. Foto kondisi barang juga bisa diminta untuk bukti visual.

Frekuensi pemeriksaan perlu disesuaikan dengan risiko produknya. Pemeriksaan acak menjaga kecepatan lini pada produk berisiko rendah. Komponen kritis tetap diperiksa pada setiap unit. Konsultan Odoo biasanya membantu menimbang keseimbangan tersebut sejak awal.

Ketika Satu Pemeriksaan Dinyatakan Gagal

Kegagalan seharusnya memicu proses, bukan sekadar catatan. Sistem membuat peringatan mutu yang langsung terhubung ke transaksinya. Barang tertahan sampai keputusan penanganan dibuat. Jejaknya tersimpan lengkap untuk penelusuran di kemudian hari.

Dari Peringatan Menuju Tindakan Korektif

Setiap peringatan mutu sebaiknya memuat beberapa hal:

• Uraian masalah beserta bukti pendukungnya

• Dugaan akar masalah dari hasil penelusuran

• Tindakan korektif dan langkah pencegahannya

Standar sistem manajemen mutu ISO 9001 menekankan tindakan berbasis akar masalah. Tanpa penelusuran itu, masalah yang sama kembali beberapa bulan kemudian. Data pemeriksaan membantu menunjuk mesin atau pemasok yang bermasalah. Perbaikan pun berhenti bergantung pada dugaan.

Peringatan mutu juga berguna sebagai bahan evaluasi pemasok. Sistem ERP Odoo menyimpan riwayatnya bersama dokumen penerimaan barang. Pola penolakan pada satu pemasok akan terlihat dalam beberapa bulan. Negosiasi berikutnya bisa memakai data, bukan keluhan lisan.

Menjadikan Quality Control Odoo Kebiasaan, Bukan Proyek

Sistem mutu gagal ketika dianggap beban administrasi tambahan. Operator perlu melihat manfaatnya pada pekerjaan mereka sendiri. Pemeriksaan yang ringkas dan jelas lebih mungkin dijalankan konsisten. Titik periksa berlebihan justru membuat orang mencari jalan pintas.

Penerapan quality control Odoo sebaiknya dimulai dari produk yang paling sering dikomplain. Cakupannya diperluas setelah operator terbiasa dengan alurnya. Cara bertahap ini menekan penolakan dari lantai produksi.

i2C Studio mendampingi produsen menata alur mutu sejak audit di lapangan. Sebagai Odoo Silver Partner yang berbasis di Bandung, timnya memetakan proses produksi lebih dulu. Konfigurasi titik periksa disusun setelah risikonya dipahami bersama. Diskusi awal bersama konsultan Odoo cukup untuk menilai kesiapan proses Anda.

1. Apakah pemeriksaan mutu bisa menahan pengiriman barang?

Bisa, karena proses berikutnya tertahan sampai pemeriksaan tersebut diselesaikan petugas.

2. Apakah semua produk harus diperiksa satu per satu?

Tidak, karena frekuensi pemeriksaan dapat diatur acak sesuai tingkat risiko produk.

3. Apakah hasil pengukuran tersimpan sebagai data yang bisa dianalisis?

Ya, nilai hasil ukur tercatat pada setiap pemeriksaan beserta batas toleransinya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sisa Potongan Besi Menumpuk, Anggaran Proyek Bocor Diam-Diam

Sisa potongan besi yang tidak dikelola dapat menyebabkan pemborosan dan kebocoran anggaran proyek. Perencanaan pola potong serta koordinasi dengan pemasok sejak awal dapat membantu mengurangi sisa material dan biaya.

Di sudut hampir setiap proyek ada tumpukan potongan besi pendek. Panjangnya bervariasi, dari setengah meter sampai dua meter. Tumpukan itu dianggap wajar dan jarang dihitung ulang. Padahal isinya uang yang sudah dibayarkan penuh kepada distributor besi beton.

Pekerjaan pembesian lazim menyerap seperlima hingga seperempat biaya material gedung. Porsi sebesar itu membuat pemborosan kecil terasa nyata di akhir proyek. Sayangnya kebocoran ini tidak pernah muncul sebagai pos tersendiri. Ia larut dalam selisih antara volume rencana dan realisasi.

Persoalan bertambah karena sisa potongan besi konstruksi dianggap barang rongsok. Padahal biayanya sudah dibayar penuh sejak material dibeli. Nilai jual kembalinya jauh di bawah harga pembelian. Selisih itulah yang hilang tanpa pernah tercatat.

Kabar baiknya, pemborosan semacam ini termasuk yang paling mudah dikendalikan. Kuncinya terletak pada perencanaan pola potong sebelum material datang. Koordinasi dengan pemasok tulangan maupun distributor besi siku sidoarjo sejak tahap pengadaan sangat membantu.

Panjang Batang Standar Jarang Cocok dengan Kebutuhan Lapangan

Besi beton di pasaran umumnya dijual dalam panjang 12 meter. Profil seperti besi siku dan kanal biasanya tersedia 6 meter. Angka itu mengikuti standar pabrik, bukan kebutuhan gambar kerja. Perbedaan inilah yang melahirkan sisa potongan.

Aritmetika Sederhana yang Sering Terlewat

Bayangkan kolom membutuhkan tulangan sepanjang 4,5 meter. Satu batang 12 meter hanya menghasilkan dua potong. Sisanya 3 meter, atau seperempat dari batang utuh. Bila pola ini berulang ribuan kali, angkanya menjadi serius.

Sebaliknya, kebutuhan 3,8 meter menghasilkan tiga potong dari satu batang. Sisanya tinggal 60 sentimeter. Perbedaan hasil itu tidak ditentukan harga, melainkan perencanaan.

Riset Menunjukkan Angka Pemborosan Bisa Ditekan Jauh

Penelitian yang terbit di Teras Jurnal edisi Maret 2026 menguji persoalan ini. Objeknya proyek rumah susun sembilan lantai di Semarang. Dengan bantuan perangkat lunak optimasi pemotongan, sisa material ditekan di bawah satu persen untuk seluruh diameter. Padahal studi terdahulu mencatat rata-rata pemborosan sekitar 2,99 persen.

Selisih tersebut setara penghematan sekitar Rp 8,8 juta pada satu proyek. Nilainya tampak kecil dibanding total anggaran. Namun penghematan itu diperoleh tanpa menurunkan mutu sedikit pun.

Dari Memotong di Lokasi ke Merencanakan Pola Potong

Banyak proyek masih memotong besi konstruksi secara spontan di lapangan. Tukang mengambil batang terdekat lalu memotong sesuai kebutuhan saat itu. Cara ini cepat, tetapi membuang sisa yang sebenarnya masih terpakai. Daftar potong yang disusun lebih dulu mencegah hal tersebut.

Peran Distributor Besi Beton dalam Menekan Sisa Potongan

Pemasok sebetulnya punya andil yang jarang dimanfaatkan. Sebagian menyediakan panjang di luar ukuran standar atau layanan potong. Diskusi sejak awal membuka pilihan yang tidak terlihat di daftar harga. Distributor besi beton yang terbiasa melayani proyek umumnya memahami kebutuhan ini.

Beberapa hal layak ditanyakan sebelum pesanan dikunci:

• ketersediaan panjang selain ukuran standar pabrik

• layanan potong mengikuti daftar yang sudah disiapkan

• kemungkinan pengiriman bertahap sesuai urutan pekerjaan

• konsistensi panjang aktual pada tiap batang yang dikirim

• ragam ukuran profil untuk kebutuhan rangka dan braket

Pertanyaan terakhir penting bagi pekerjaan fabrikasi. Rangka tangga, rak gudang, dan braket banyak memakai profil bersudut. Distributor besi siku sidoarjo dengan pilihan ukuran lengkap membantu menekan sisa pada pekerjaan semacam itu.

Menyusun Rencana Pemotongan Sebelum Material Datang

1. Tarik seluruh kebutuhan panjang dan bengkokan dari gambar kerja.

2. Kelompokkan kebutuhan berdasarkan diameter serta jenis profilnya.

3. Susun kombinasi potongan agar mendekati panjang batang utuh.

4. Tentukan panjang pesanan yang paling sedikit menyisakan material.

5. Siapkan daftar potong tertulis untuk dipegang tim pembesian.

Daftar semacam ini lazim disebut bar bending schedule. Penyusunannya memang memakan waktu, tetapi hanya dikerjakan sekali. Hasilnya dipakai berulang sepanjang pekerjaan struktur berlangsung.

Memilih Distributor Besi Beton yang Mendukung Efisiensi Material

Sisa potongan bukan sekadar urusan kerapian lokasi kerja. Ia mencerminkan seberapa matang perencanaan material disiapkan. Proyek yang menghitung pola potong sejak awal memperoleh dua keuntungan sekaligus. Anggaran lebih terkendali dan area kerja lebih lapang.

Potongan yang tersisa pun masih bernilai bila direncanakan. Sengkang, kaki ayam, dan stek sambungan dapat memanfaatkannya. Yang benar-benar terbuang biasanya hanya potongan di bawah setengah meter.

Peran pemasok melengkapi upaya tersebut. Ketersediaan ukuran yang beragam memberi ruang menyusun kombinasi potongan. Distributor besi beton yang komunikatif memudahkan pelaksana menyelaraskan pesanan dengan daftar potongnya.

CV Sentral Besi Pratama Putra di Sepanjang, Sidoarjo, menyediakan besi konstruksi dalam beragam ukuran dan profil. Timnya terbiasa membantu pelaksana mencocokkan kebutuhan gambar dengan ketersediaan stok. Pembicaraan sejak tahap pengadaan umumnya menekan sisa material di lapangan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

1. Berapa sisa besi tulangan yang masih tergolong wajar di proyek?

Dengan perencanaan pola potong yang baik, sisa material dapat ditekan hingga di bawah satu persen.

2. Apakah potongan besi yang tersisa masih bisa dimanfaatkan?

Bisa, terutama untuk sengkang, kaki ayam, dan stek sambungan selama panjangnya masih memadai.

3. Kapan rencana pemotongan sebaiknya disusun?

Sebelum pesanan dikunci, agar panjang batang yang dibeli menyesuaikan kebutuhan pada gambar kerja.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika AI Makin Dekat dengan Manusia, Digital Psychology BINUS UNIVERSITY Bahas Dampak Bagi Manusia di Digital Psychology Forum 2026

Digital Psychology BINUS University bersama Asia Pacific University of Technology & Innovation (APU) Malaysia dan RMIT Vietnam menghadirkan Digital Psychology Forum 2026: International Joint Research Symposium (IJRS): Exploring the Future of Digital Psychology pada 7 Oktober 2026 secara daring. Forum ini diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi akademik internasional untuk melihat perkembangan cyberpsychology dari berbagai perspektif.

Jakarta, 8 Oktober 2026 – Curhat kepada AI, meminta saran ketika menghadapi masalah pribadi, hingga menggunakan chatbot sebagai bentuk dukungan emosional mulai menjadi bagian dari interaksi manusia dengan teknologi. Fenomena tersebut kini ikut menjadi perhatian dunia kesehatan. Menjawab isu tersebut, BINUS University bersama Asia Pacific University of Technology & Innovation (APU) Malaysia dan RMIT Vietnam menghadirkan Digital Psychology Forum 2026: International Joint Research Symposium (IJRS): Exploring the Future of Digital Psychology pada 7 Oktober 2026 secara daring. 

Mengusung tema “Risks and Opportunities of Digital Interactions for People’s Wellbeing”, forum ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk mengeksplorasi hubungan antara perilaku manusia, teknologi, serta interaksi digital. Forum ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi akademik internasional untuk melihat perkembangan cyberpsychology dari berbagai perspektif.

Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., Dean Faculty of Humanities BINUS University, menegaskan pentingnya kerja sama lintas disiplin dan institusi dalam memahami dampak teknologi terhadap kesejahteraan manusia. “Inovasi yang bermakna terjadi ketika orang-orang dari berbagai latar belakang berkumpul dengan tujuan yang sama. Saya berharap simposium ini dapat melahirkan gagasan baru, menginspirasi kolaborasi di masa depan, dan memperkuat upaya kita bersama untuk menciptakan lingkungan digital yang mendukung serta meningkatkan kesejahteraan manusia,” ujarnya.

Salah satu sesi utama menghadirkan Professor Andrew J. Campbell dari The University of Sydney sebagai keynote speaker. Prof. Campbell merupakan akademisi dan peneliti yang berkecimpung dalam bidang cyberpsychology, digital mental health, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kesejahteraan manusia. Melalui pengalaman yang dimilikinya, ia membuka pembahasan mengenai peluang sekaligus tantangan yang muncul ketika teknologi semakin melekat dalam pengalaman psikologis manusia.

Menurut Professor Andrew J. Campbell dari The University of Sydney, semakin besarnya peran AI dalam pengambilan keputusan justru membuat kemampuan manusia untuk berpikir kritis menjadi semakin penting. “Ketika mesin semakin banyak mengambil keputusan, penilaian manusia justru menjadi semakin berharga. Kita perlu mengembangkan kemampuan untuk mempertanyakan, mengevaluasi, dan berinteraksi secara kritis dengan AI,” ujarnya. 

Ia juga menekankan bahwa keamanan AI membutuhkan kemampuan untuk menilai kapan teknologi dapat dipercaya, menjaga kemandirian berpikir, menguji kebenaran informasi, serta mempertimbangkan aspek etis dan hubungan antarmanusia. “Sistem keamanan terpenting di era AI bukanlah sesuatu yang berada di dalam mesin, melainkan pikiran manusia yang terdidik dengan baik dan masyarakat yang tahu cara menggunakannya,” tambah Professor Andrew.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi panel dengan tema “AI for Emotional and Psychological Support: Risks and Opportunities” diskusi yang menghadirkan Dr. Esther Widhi Andangsari, M.Si., Head of Psychology Department, Faculty of Humanities BINUS University; Dhevaania C. Gendsen, Programme Leader, School of Psychology APU; Duy Tran Hoang Le, Psychology Lecturer RMIT Vietnam, serta Dr. Gordon Ingram dari RMIT Vietnam sebagai moderator. 

Para panelis mengangkat isu terkait dimensi psikologis dari semakin luasnya integrasi AI dalam kehidupan manusia mulai dari bagaimana AI mulai diadopsi dalam konteks klinis dan layanan kesehatan, konsep artificial empathy atau kemampuan sistem digital untuk menampilkan respons yang menyerupai empati, serta konsekuensi psikologis ketika seseorang memperoleh dukungan emosional melalui teknologi berbasis AI.

Dhevaania C. Gendsen, Programme Leader, School of Psychology APU menyoroti pentingnya membedakan antara respons AI yang membantu seseorang memahami emosinya dan respons yang justru memperkuat penafsiran yang belum tentu tepat. “Kita perlu membedakan antara memvalidasi emosi seseorang dan sekadar membenarkan interpretasinya. AI seharusnya membantu seseorang melakukan refleksi, bukan memperkuat asumsi yang tidak membantu,” jelasnya.

Dari perspektif lain, Duy Tran Hoang Le selaku Psychology Lecturer RMIT Vietnam, mengingatkan bahwa penerimaan positif terhadap AI tidak serta-merta berarti masyarakat siap mengandalkannya sepenuhnya. “AI memiliki potensi besar dalam layanan kesehatan. Namun, sikap positif terhadap teknologi ini tidak selalu berarti orang siap untuk sepenuhnya bergantung padanya, terutama ketika interaksi manusia dan aksesibilitas masih menjadi perhatian,” ungkapnya.

Selain sesi keynote dan panel, forum ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membawa perspektif generasi muda melalui presentasi paper penelitian dari BINUS University, APU Malaysia, dan RMIT Vietnam. Rangkaian ini merupakan puncak dari Student Research Competition yang sebelumnya dimulai dari seleksi proposal, dilanjutkan dengan penyusunan poster ilmiah dan presentasi penelitian.

Isu yang dibawa mahasiswa menunjukkan betapa luasnya ruang penelitian Digital Psychology saat ini. Beberapa penelitian yang diumumkan untuk sesi oral presentation antara lain DINAMIS, sebuah aplikasi digital mindfulness berbahasa Indonesia untuk membantu mengurangi stres akademik mahasiswa; penelitian mengenai automation bias dan self-efficacy dalam penyelesaian kesalahan yang dimediasi AI; serta M.I.N.D, intervensi berbasis notifikasi terjadwal yang dirancang untuk membantu mengurangi perilaku doomscrolling pada mahasiswa.

Rangkaian Digital Psychology Forum 2026 tidak berhenti sampai penyelenggaraan secara daring pada 7 Oktober 2026. Forum ini akan berlanjut secara on-site di BINUS @Malang pada 29 Oktober 2026, dengan menghadirkan pembicara dari Monash University untuk diskusi lanjutan mengenai perkembangan Digital Psychology di era perkembangan AI.

Digital Psychology Forum 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan bidang Digital Psychology. Kolaborasi BINUS University, APU, dan RMIT Vietnam memungkinkan mahasiswa serta akademisi dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar wawasan, pendekatan penelitian, serta perspektif mengenai perubahan perilaku manusia di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan bagaimana teknologi membentuk manusia yang menggunakannya mulai dari cara berpikir, berinteraksi, membangun hubungan, hingga menjaga kesejahteraan psikologis.

Head of Psychology Department BINUS University Dr. Esther Widhi Andangsari, M.Si., Psikolog, mengingatkan pentingnya mempertahankan hubungan antarmanusia ketika AI digunakan untuk mencari dukungan emosional. “Risiko terbesar penggunaan AI sebagai dukungan emosional adalah kedekatan semu atau pseudo-intimacy, ketika seseorang menjadi terlalu bergantung pada AI alih-alih mencari dukungan yang bermakna dari sesama manusia atau tenaga profesional,” jelasnya. Pesan ini mempertegas pentingnya literasi digital dan pemahaman psikologis agar teknologi dimanfaatkan sebagai alat pendukung, bukan pengganti relasi dan bantuan manusia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES