Menyatukan Laporan Puluhan Cabang Tanpa Menunggu Rekap Manual dari Daerah

Kelola laporan dari puluhan cabang secara terpusat tanpa menunggu proses rekap manual dari masing masing daerah. Data yang terintegrasi membantu mempercepat pelaporan, meningkatkan akurasi, dan memudahkan manajemen mengambil keputusan.

Tanggal sepuluh sudah lewat, tetapi laba bulan lalu belum diketahui. Kantor pusat masih menunggu berkas dari beberapa cabang di daerah. Setiap cabang mengirim format berbeda, sebagian bahkan lewat foto dokumen. Menyatukan laporan puluhan cabang akhirnya menjadi pekerjaan bulanan yang melelahkan.

Masalahnya bukan sekadar lelah. Keputusan harga dan pembelian diambil memakai angka berumur tiga minggu. Revisi kecil dari satu cabang bisa mengubah seluruh laporan gabungan. Auditor pun kesulitan menelusuri asal angka saat pemeriksaan berlangsung.

Akar persoalannya ada pada cara data dikumpulkan, bukan pada tim keuangan. Selama pencatatan berjalan terpisah, rekap manual akan selalu dibutuhkan. Karena itu, jasa pembuatan ERP sebaiknya dimulai dari penyeragaman struktur akun. Tanpa itu, laporan gabungan hanya memindahkan kekacauan ke tempat lain.

Rekap Manual Membuat Angka Selalu Ketinggalan

Rekap manual membuat laporan puluhan cabang selalu tertinggal dari kebutuhan. Semakin banyak lokasi, semakin panjang antrean berkas yang harus diperiksa. Waktu tim keuangan pun habis untuk menyalin, bukan menganalisis. Padahal, analisis itulah yang sebenarnya ditunggu manajemen.

Tanda Bahwa Proses Sudah Terlalu Berat

Beberapa kondisi berikut biasanya muncul lebih dulu:

● Tutup buku bulanan selesai lebih dari dua minggu setelah periode.

● Nama akun yang sama ditulis berbeda di tiap cabang.

● Satu transaksi antar cabang tercatat dua kali di laporan gabungan.

● Revisi angka dikirim lewat pesan singkat, bukan lewat sistem.

Kondisi tersebut sering dianggap wajar bagi perusahaan yang sedang tumbuh. Namun, risikonya membesar seiring bertambahnya jumlah lokasi.

Fondasi Menyatukan Laporan Puluhan Cabang

Konsolidasi yang rapi selalu dimulai dari struktur, bukan dari laporan. Seluruh cabang sebaiknya memakai satu bagan akun yang sama. Perbedaan lokasi cukup ditandai lewat kode analitik, bukan lewat akun baru. Cara ini membuat laporan dapat dipecah per cabang tanpa mengubah struktur.

Transaksi Antar Cabang yang Sering Kacau

Pengiriman barang antar cabang kerap tercatat sebagai penjualan biasa. Akibatnya, omzet gabungan terlihat lebih besar daripada kenyataan. Transaksi semacam itu perlu ditandai agar bisa dieliminasi otomatis. Tanpa penandaan, koreksinya harus dikerjakan manual setiap bulan.

Angka yang Dibutuhkan Manajemen Setiap Hari

Tidak semua laporan harus menunggu proses tutup buku selesai. Penjualan harian, piutang jatuh tempo, dan stok kritis bisa dipantau lebih awal. Data itu terbentuk otomatis begitu cabang mencatat transaksinya di sistem. Manajemen pun bisa menindak penyimpangan pada minggu berjalan, bukan bulan berikutnya.

Kunci penyajiannya ada pada hak akses tiap pengguna. Cabang cukup melihat datanya sendiri, sedangkan pusat memegang tampilan gabungan.

Administrasi Pajak Terpusat, Laporan Internal Menyusul

Arah kebijakan sebenarnya sudah mendukung pemusatan. Melalui PMK 81 Tahun 2024, kewajiban perpajakan dijalankan memakai NPWP pusat. Setiap lokasi usaha kini ditandai NITKU sebagai identitas tempat kegiatan usaha. Logika serupa layak diterapkan pada pelaporan internal perusahaan.

Menyelaraskan Kode Cabang dengan Data Pajak

Kode cabang di sistem sebaiknya mengikuti daftar lokasi yang dilaporkan. Keselarasan itu memudahkan pencocokan faktur pajak dengan catatan penjualan. Selisih antara data pajak dan pembukuan pun lebih cepat ditemukan. Penyusunan laporan puluhan cabang juga jauh lebih mudah ditelusuri saat audit.

Tahapan Menyusun Laporan Puluhan Cabang Secara Otomatis

Penataannya biasanya berjalan dalam empat tahap:

1. Penyeragaman bagan akun dan istilah biaya di seluruh cabang.

2. Penetapan kode analitik untuk tiap lokasi serta lini bisnis.

3. Penandaan transaksi antar cabang agar eliminasi berjalan otomatis.

4. Penetapan tenggat tutup buku yang sama bagi semua lokasi.

Tahap terakhir paling sering diabaikan. Banyak proyek jasa pembuatan ERP tersendat justru karena tenggatnya tidak disepakati. Tenggat yang seragam membuat semua cabang bekerja pada ritme sama.

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Sistem Berjalan

Tiga hal berikut menentukan kualitas laporan gabungan:

● Daftar cabang beserta penanggung jawab pembukuannya.

● Batas wewenang persetujuan jurnal di masing-masing lokasi.

● Jadwal penguncian periode agar angka tidak berubah setelah dilaporkan.

Vendor ERP berpengalaman biasanya menanyakan ketiganya sejak pertemuan awal. Pertanyaan itu justru menghemat waktu pada tahap implementasi.

Mengubah Laporan Bulanan Menjadi Angka Harian

Intinya, banyaknya cabang bukan penyebab lambatnya laporan. Penyebab utamanya adalah pencatatan yang masih berdiri sendiri di tiap lokasi. Dengan struktur seragam, laporan puluhan cabang dapat dibaca hampir kapan saja. Prosesnya bertahap dan menuntut kesepakatan lintas divisi sejak awal.

i2C Studio sebagai vendor ERP mendampingi penyeragaman akun hingga proses tutup buku. Pendekatannya menyesuaikan kebiasaan pelaporan yang sudah berjalan di perusahaan. Diskusi awal membantu menilai kesiapan data sebelum sistem dijalankan penuh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Manajemen

1. Apakah setiap cabang perlu bagan akun sendiri? Tidak, cukup satu bagan akun dengan kode analitik untuk membedakan tiap lokasi.

2. Bagaimana menghindari penjualan ganda antar cabang? Transaksi internal ditandai khusus agar tereliminasi otomatis saat laporan digabungkan.

3. Seberapa cepat tutup buku bisa dicapai? Bergantung disiplin cabang, tetapi tenggat sepuluh hari kerja cukup realistis dikejar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter

JAKARTA — Pemerintah mendorong penguatan sistem moneter Indonesia dengan mengoptimalkan potensi cadangan emas tambang sebesar 3.600 ton.

Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengatakan, Indonesia perlu membangun ekosistem emas dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, traceability, pemurnian, perdagangan hingga bullion banking. Hal ini akan berkontribusi besar bagi perekonomian negara.

Dengan kata lain, emas tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen keuangan dan aset strategis negara dan mampu mendukung sistem moneter.

“Kalau nanti ditambah lagi dengan penguatan cadangan devisa, emasnya BI semakin baik-semakin besar, maka ketika ada guncangan dinamika global, guncangan ekonomi, kita punya stabilizer namanya emas selain cadangan devisa tadi,” kata Elen.

Diketahui, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral.

Sebagai gambaran, negara maju seperti Amerika Serikat memiliki cadangan emas mencapai 8.133,5 ton. Sementara Jerman memiliki 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Meski penyerapannya belum semasif negara maju, produksi emas Indonesia disebut telah mencapai kisaran 100 ton per tahun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut, produksi yang tercatat secara resmi belum sepenuhnya menggambarkan aktivitas emas di lapangan. Masih terdapat produksi dan perdagangan emas yang belum tercatat dalam sistem resmi.

“Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” ujar Tri.

Ke depan, pemerintah akan mendorong penataan aktivitas pertambangan rakyat melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Upaya tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan emas lebih tertata dan produksinya dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mengurangi peredaran emas melalui jalur ilegal.

“Mungkin nanti penambangannya lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, tidak lari ke mana-mana, ilegalitasnya sedikit,” tutupnya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional.

Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun.

Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun.

Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SINERGI SUCOFINDO-SUKAWA EDUPARK: WUJUDKAN PUSAT PETERNAKAN BERKELANJUTAN DARI HULU HINGGA HILIR

Magelang, 13 Agustus 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Sukawa Edupark dalam membangun pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah terintegrasi yang mengedepankan standar pengelolaan peternakan dari hulu hingga hilir di Sukawa Edupark, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang (8/8.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat, kualitas pengelolaan peternakan, serta menciptakan ekosistem usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian lokal.

Direktur Sumber Daya Manusia PT SUCOFINDO (PERSERO) Budi Utomo menyampaikan bahwa SUCOFINDO sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC), turut berperan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi yang selaras dengan kompetensi dan core business perusahaan.

“SUCOFINDO memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program TJSL, kami berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Pengembangan pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Budi Utomo.

Budi Utomo melanjutkan bahwa dalam kolaborasi tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) turut berkontribusi dalam penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeliharaan ternak dengan mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola peternakan yang lebih etis, higienis, terstandar sekaligus mendukung produktivitas peternakan.

“Prinsip animal welfare menjadi bagian penting karena kondisi ternak yang sehat dan terpelihara dengan baik turut mendukung kualitas hasil produksi, termasuk susu kambing yang dihasilkan,” jelas Budi Utomo.

PT SUCOFINDO (PERSERO) juga mendukung penyediaan fasilitas pengolahan susu kambing etawa sebagai bagian dari penguatan rantai nilai di tingkat hilir. “Dukungan fasilitas pengolahan ini memastikan seluruh proses, mulai dari pemerahan hingga pengolahan produk, berjalan secara sistematis dan higienis sehingga mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk olahan susu etawa lokal,” tutur Budi Utomo.

Pada kesempatan yang sama Kepala Unit TJSL PT SUCOFINDO (PERSERO) Nuri Hidayat menyampaikan bahwa pengembangan pusat pelatihan dan edukasi tersebut dirancang tidak hanya untuk menyediakan sarana fisik, tetapi juga sebagai wadah peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat.

“Melalui edukasi peternakan yang beretika, para peternak dan pengelola lokal dibekali pemahaman bahwa kesejahteraan hewan merupakan pilar utama dalam menjaga produktivitas usaha dan keberlanjutan ekosistem eduwisata. Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang dibangun dapat menjadi ruang belajar dan praktik yang memberikan manfaat secara berkelanjutan,” kata Nuri Hidayat.

Menurut Nuri Hidayat, program ini juga selaras dengan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

“Secara komprehensif, kolaborasi strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, antara lain melalui penerapan standar pengelolaan peternakan yang baik, dan peningkatan kesadaran animal welfare, serta tersedianya fasilitas praktik berkualitas bagi berbagai elemen Masyarakat, termasuk peternak. Seluruh Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pusat pelatihan nasional bagi peternakan berkelanjutan,” ujar Nuri Hidayat.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Semarang Habib Krisna Wijaya mengatakan bahwa melalui kolaborasi ini, Sukawa Edupark berpotensi menjadi kawasan eduwisata percontohan di wilayah Jawa Tengah yang memadukan etika pemeliharaan hewan, edukasi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Sinergi berkelanjutan melalui program TJSL SUCOFINDO ini diharapkan menciptakan dampak berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan standar pengelolaan kawasan dan mutu produk olahan hingga terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” tutup Habib Krisna Wijaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

JAKARTA — Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dan menempati posisi keempat dunia sebagai negara dengan cadangan terbesar. Namun, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan.

Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Angka tersebut terpaut jauh dari Amerika Serikat yang mencapai 8.133,5 ton, Jerman 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Chairman Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arif mempertanyakan kecilnya porsi emas dalam cadangan BI, mengingat Indonesia memiliki kekayaan emas yang besar.

“Jadi pertanyaan kita kenapa Indonesia cuma sekian? Kenapa Bank Indonesia cuma sekian?” kata Irwandy dalam MINDialogue, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Dia menyebut kepemilikan emas bank sentral RI juga masih di bawah sejumlah negara di kawasan. Singapura, misalnya, memiliki 194 ton, sedangkan Thailand mencapai 234 ton.

Menurut Irwandy, hal ini terjadi karena strategi BI selama ini lebih berorientasi pada cadangan valuta asing, terutama dolar Amerika Serikat. Aset tersebut dinilai lebih likuid sehingga dapat digunakan langsung ketika BI melakukan intervensi di pasar valuta asing.

“Rupanya strategi Bank Indonesia itu mudah-mudahan saya nggak salah, lebih berorientasi pada cadangan valuta asing. Dolar,” ujarnya.

Irwandy menyebut cadangan devisa nasional saat ini sekitar US$146 miliar atau setara dengan 5,5 bulan impor. Menurut dia, keterbatasan cadangan devisa nasional turut membatasi ruang untuk memperbesar kepemilikan emas.

“Yang persoalan kedua kenapa cuma 80 ton, keterbatasan total cadangan devisa nasional. Kita memang belum besar juga cadangan devisa nasionalnya,” kata Irwandy.

Lebih lanjut, Irwandy menilai strategi tersebut perlu dipertimbangkan kembali di tengah tren bank sentral dunia yang meningkatkan kepemilikan emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan.

Sejumlah negara, seperti China, Rusia, India, Turki, dan Polandia, terus menambah kepemilikan emas. Langkah tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

“Indonesia belum atau tidak mempunyai urgensi untuk melakukan diversifikasi dolar, padahal sekarang ini dedolarisasi sedang terjadi di dunia,” ujar Irwandy.

Karena itu, dia mengusulkan agar BI mulai menyerap sebagian produksi emas dalam negeri. Salah satu skema yang ditawarkan adalah pembelian sekitar 20 ton emas ketika produksi nasional mencapai 100 ton.

“Misalnya kalau kita produksi 100 ton ya, maka Bank Indonesia itu nambah 20 ton,” katanya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional.

Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun.

Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun.

Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lampung Selatan Jadi Lokasi Relawan Bakti BUMN 2026, PTPN Group dan InJourney Group Siap Bersinergi

Bandar Lampung – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney akan menggelar Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada 16–19 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional Relawan Bakti BUMN yang dilaksanakan di 11 titik lokasi di Indonesia, sebagai wujud kolaborasi BUMN dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berkelanjutan.

Di Lampung Selatan, program dijalankan melalui sinergi PTPN III (Persero), PTPN I (Persero) sebagai subholding PTPN Group, serta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero/InJourney), PT Angkasa Pura Indonesia, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata yang berdaya, lestari, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan bahwa Program Relawan Bakti BUMN merupakan bentuk kehadiran BUMN di tengah masyarakat melalui kerja sama lintas sektor yang berorientasi pada dampak jangka panjang.

“Relawan Bakti BUMN 2026 merupakan wujud sinergi dan kolaborasi BUMN untuk hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. PTPN Group bersama InJourney Group ingin memastikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan selama beberapa hari, tetapi menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan bersama masyarakat Desa Bulok agar potensi yang dimiliki dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” ujar Denaldy.

Pemilihan Desa Bulok didasarkan pada potensi wisata alam yang dimiliki, terutama kawasan Pantai Teluk Nipah, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Di sisi lain, desa tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pengelolaan lingkungan, penguatan kapasitas UMKM, peningkatan layanan pariwisata, dan akses terhadap pendidikan.

Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan akan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Agustus 2026, dengan total 12 kegiatan yang terbagi ke dalam tiga klaster utama. Klaster Kelestarian Lingkungan dan Infrastruktur mencakup pembersihan pantai, pembuatan tempat sampah, perbaikan rumah ibadah, serta penanaman 810 bibit kelapa. Klaster Pemberdayaan Ekonomi berfokus pada pelatihan digitalisasi UMKM, pengelolaan media sosial, penyusunan keuangan usaha, dan peningkatan standar pelayanan bagi pengelola guest house. Sementara itu, klaster Sosial, Kesehatan, dan Pendidikan meliputi kegiatan relawan mengajar, layanan Posyandu, pemeriksaan kesehatan, serta rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN diharapkan dapat mempercepat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata berkelanjutan.

Denaldy menambahkan, momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, gotong royong, dan kolaborasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap Relawan Bakti BUMN 2026 dapat menjadi awal dari kemitraan jangka panjang antara BUMN dan masyarakat Desa Bulok. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang terus tumbuh setelah program selesai,” katanya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan bahwa Program Relawan Bakti BUMN menjadi ruang bagi insan BUMN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membawa semangat kolaborasi dan gotong royong dalam memberikan manfaat yang nyata.

“Bagi InJourney, Relawan Bakti BUMN bukan sekadar kegiatan kerelawanan, tetapi juga menjadi ruang bagi insan BUMN untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya. Karena itu, keterlibatan para relawan di Desa Bulok kami harapkan dapat turut memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi desa secara berkelanjutan,” ujar Herdy.

Herdy juga menambahkan kalau kegiatan ini harus berkelanjutan dengan memberikan dampak kepada masyarakat lokal.

“Pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan membangun kapasitas agar mereka mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui materi workshop yang dibuat oleh Sarinah Pandu mengenai pengelolaan keuangan, digitalisasi, dan pemanfaatan media sosial ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat semakin adaptif, profesional, serta mampu memperluas akses pasar. Inilah semangat Bakti BUMN, menghadirkan manfaat yang nyata sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat lokal.” pungkas Herdy

Rangkaian kegiatan Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan akan dimulai pada Minggu, 16 Agustus 2026, dan menjadi bagian dari gerakan kolaboratif BUMN untuk memperkuat desa, mendorong pemberdayaan ekonomi, menjaga lingkungan pesisir, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan dan berbagai kegiatan Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan melalui akun Instagram resmi @rbblampungselatan2026. Melalui kanal tersebut, publik dapat memperoleh informasi mengenai jadwal kegiatan, dokumentasi harian, serta berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BP Tapera Perkuat Sinergi Perumahan melalui REI Kalsel Expo ke-20

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya REI Kalsel Expo ke-20 Tahun 2026. Melalui expo tersebut, BP Tapera berharap sinergi dengan REI, perbankan, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder semakin kuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

BANJARMASIN, 12 AGUSTUS 2026 — Badan Pengelola Tabungan
Perumahan Rakyat (BP Tapera) menghadiri sekaligus membuka REI Kalsel Expo ke-20
Tahun 2026 di Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan masyarakat,
pengembang, perbankan, pemerintah, dan stakeholder dalam memperluas akses
hunian serta pembiayaan perumahan.Ketua DPD REI Kalimantan Selatan
mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang membuat REI Expo mampu bertahan
hingga 20 tahun.

“REI Kalsel Expo telah memasuki usia 20 tahun. Ini merupakan
perjalanan panjang dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi REI Kalimantan
Selatan,” ujarnya.Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan dan Pembiayaan
Syariah, Royzani Sjachril, menilai expo menjadi momentum memperkuat kolaborasi
sektor perumahan.

“Expo menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan
masyarakat, solusi perumahan dan pembiayaan. Tema sinergi tanpa batas sangat
tepat, karena pembangunan perumahan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” kata
Royzani.Sementara itu, Kepala Disperkim Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti
Janoezir Pamuntjak, yang mewakili Gubernur Kalsel, menekankan dampak ekonomi
pembangunan perumahan.“Setiap hunian yang dibangun akan menggerakkan rantai
pasok, membuka lapangan kerja, dan menambah pendapatan masyarakat di banyak
lini sekaligus,” ujarnya.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menegaskan REI
merupakan mitra strategis BP Tapera dalam penyediaan rumah subsidi bagi
masyarakat berpenghasilan rendah.“BP Tapera adalah mitra yang luar biasa,
karena dalam penyediaan rumah subsidi, tentu REI juaranya,” ujar Heru.Heru
menjelaskan, BP Tapera mendapat mandat pemerintah untuk membantu MBR memperoleh
rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP. Program tersebut juga menjadi salah
satu instrumen penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

“Masih menjadi tantangan bahwa masih banyak keluarga di
Kalimantan Selatan yang belum memiliki rumah, sehingga pemerintah harus hadir
di sana,” katanya.Berdasarkan data BP Tapera, hingga 12 Agustus 2026, realisasi
KPR Sejahtera FLPP di Kalimantan Selatan mencapai 5.147 unit dengan nilai
pembiayaan Rp676,5 miliar. Program tersebut menjangkau 13 kabupaten/kota,
didukung 9 bank penyalur, 9 asosiasi, 574 pengembang, dan 521 perumahan.

Heru juga mendorong perluasan akses KPR subsidi bagi pekerja
informal.“Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal. Pekerja
informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,” tegasnya.Ia
menambahkan, pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga
menggerakkan tenaga kerja, industri bahan bangunan, konstruksi, hingga berbagai
sektor ekonomi pendukung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai
tanda resmi dibukanya REI Kalsel Expo ke-20 Tahun 2026. Melalui expo tersebut,
BP Tapera berharap sinergi dengan REI, perbankan, pemerintah daerah, dan
seluruh stakeholder semakin kuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap
hunian yang layak dan terjangkau.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BP Tapera Tinjau Mahantas Modern Land, Pekerja Muda Belum Menikah Sudah Miliki Rumah

Heru menegaskan bahwa program KPR subsidi merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama.“Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal.

BANJARMASIN, 12 AGUSTUS 2026 — Komisioner BP Tapera Heru
Pudyo Nugroho meninjau langsung kawasan Mahantas Modern Land, perumahan subsidi
dan komersial di Jalan AMD XII, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, Kalimantan
Selatan. Kunjungan tersebut didampingi Ketua DPD REI Kalimantan Selatan H.
Ahyat Sarbini dan Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan dan Pembiayaan
Syariah Royzani Sjachril.

Dalam kunjungan tersebut, Heru melihat sejumlah rumah yang
telah dihuni masyarakat sekaligus berdialog dengan penerima KPR subsidi.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi hunian dan manfaat
pembiayaan perumahan bagi masyarakat.Salah satu penerima KPR subsidi yang
ditemui adalah M. Aries Apriliadi, seorang karyawan swasta yang masih berstatus
single. Aries melakukan akad KPR pada 13 Juli 2026 dan kini telah memiliki
rumah sebagai tempat tinggal sekaligus aset untuk masa depan.

Kisah Aries menjadi gambaran bahwa akses KPR subsidi juga
dapat dimanfaatkan pekerja muda yang belum menikah untuk mulai memiliki rumah
sejak dini.“Luar biasa, masih muda dan belum menikah sudah berani mengambil
rumah. Ini investasi untuk masa depan. Daripada uang dihabiskan untuk gaya
hidup, lebih baik mulai dipikirkan untuk memiliki rumah,” ujar Heru.

Menurut Heru, kepemilikan rumah sejak usia muda merupakan
langkah positif dalam mempersiapkan masa depan. Rumah tidak hanya berfungsi
sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi aset jangka panjang.Mahantas
Modern Land berada di kawasan dataran rendah atau rawa yang menjadi karakter
geografis sebagian wilayah Banjarmasin. Kondisi tersebut membutuhkan proses
penyiapan dan pengurukan lahan sebelum dikembangkan menjadi kawasan hunian.

Meski berada di kawasan dengan karakter lahan rawa,
rumah-rumah yang telah dibangun di Mahantas Modern Land terlihat tertata dengan
desain sederhana dan modern. Sejumlah unit juga telah dihuni masyarakat.Peninjauan
tersebut menjadi bagian dari perhatian BP Tapera terhadap penyediaan hunian
yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga memperhatikan kualitas bangunan dan
kondisi lingkungan kawasan.

Heru menegaskan bahwa program KPR subsidi merupakan salah
satu instrumen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah
memperoleh rumah pertama.“Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja
formal. Pekerja informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,”
tegasnya.Melalui sinergi BP Tapera bersama REI, pengembang, perbankan, dan
pemerintah daerah, akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau
diharapkan terus diperluas, termasuk bagi generasi muda yang mulai
mempersiapkan kepemilikan rumah sejak dini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Para Pendukung Industri Global dan Lokal Mendukung Automechanika Jakarta karena Minat Peserta Pameran yang Kuat Mendorong Pameran yang Lebih Besar

Automechanika Jakarta 2026 membangun momentum yang kuat di seluruh komunitas otomotif regional, didukung oleh dukungan industri internasional dan lokal yang luas untuk edisi perdananya. Dengan ruang pameran yang sudah dipesan melebihi kapasitas, penyelenggara telah memperluas pameran sebesar 33% menjadi 20.000 m2 – sebuah sinyal yang jelas tentang permintaan yang kuat dan kepercayaan yang tumbuh di pasar otomotif Indonesia.

Diselenggarakan pada 24 – 27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), pameran ini siap untuk menyatukan para pelaku industri untuk terhubung, bermitra, dan mengeksplorasi peluang bisnis baru.

Amankan stan Anda sekarang – ruang terbatas dan terjual dengan cepat.

Pendaftaran pengunjung kini telah dibuka. Daftar sekarang untuk mendapatkan akses jalur cepat dan pemesanan prioritas untuk acara fringe.

Para pendukung industri global dan lokal memberikan dukungan penuh kepada Automechanika Jakarta

Diposisikan sebagai pusat perdagangan, pertukaran pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi lintas batas, acara ini menyatukan lembaga pemerintah, asosiasi, dan bisnis untuk membentuk masa depan sektor otomotif Indonesia dan memperkuat kepemimpinan regionalnya.

Pameran ini didukung kuat oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian UMKM Republik Indonesia. Momentum lebih lanjut datang dari dukungan 16 asosiasi lokal dan internasional – termasuk AAMPACT, ADPA, AISMOLI, APROBI, ASA, EGEA, EMPTA, FAWOAM, FIGIEFA, GATOMI, JABRA, JAMTA, MUVATA, PAHAMI, PERDIPPI, dan PERIKLINDO – bersama dengan pemain domestik utama seperti Astra Otoparts (mitra strategis) dan Timur Raya Anugerah Damai (sponsor emas). Dukungan luas ini menyoroti meningkatnya kepercayaan pada Indonesia sebagai pasar yang berpotensi tinggi untuk kemitraan dan ekspansi.

Pelajari lebih lanjut tentang para pendukung kami

“Debut Automechanika di Indonesia merupakan tonggak penting bagi industri kami. Dengan pasar kendaraan bekas yang besar dan permintaan yang cepat berubah, pasar purna jual memiliki potensi yang kuat. Automechanika Jakarta akan menjadi platform penting untuk mempelajari teknologi dan inovasi terbaru serta membangun koneksi global.”

Ayong Jeo, Ketua GATOMI

“Indonesia adalah pasar dengan pertumbuhan tinggi dan kehadiran merek Jepang yang kuat. Seiring meningkatnya permintaan, produksi lokal dan kemitraan distributor akan semakin erat – menjadikan Automechanika Jakarta sebagai platform penting untuk mempercepat kolaborasi dan pertumbuhan industri.”

Masami Yamada, Presiden JAMTA

Jajaran peserta pameran dan merek utama yang kuat

Automechanika Jakarta akan menampilkan peserta pameran dan merek utama di seluruh solusi OEM dan aftermarket, menyatukan pemain industri terkemuka dari Indonesia dan luar negeri serta menyoroti cakupan pameran di seluruh rantai pasokan otomotif.

Untuk meningkatkan keragaman peserta pameran, paviliun negara dan regional dari India, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Uni Eropa akan memamerkan produk unggulan dan sektor khusus, membantu pengunjung mencari berdasarkan pasar dan membangun kemitraan lintas batas.

Akses ke daftar peserta pameran

Dapatkan Kesempatan Tampil di Zona Solusi Mobilitas Otomotif

Tampilkan inovasi Anda di hadapan calon pembeli di Automechanika Jakarta. Kami mengundang perusahaan untuk bergabung di zona pameran Automotive Mobility Solutions – yang berlokasi di samping Automotive Mobility Solutions Conference.

Tampilkan solusi di bidang:

Elektri kasi & konektivitas

Industri 4.0 / manufaktur otomatis

Rantai pasokan yang tangguh

Mobilitas berbasis AI

Operasi berkelanjutan

Mulai dari demo produk hingga pameran interaktif, ini adalah kesempatan Anda untuk menonjol dan terhubung dengan para pengambil keputusan utama. Slot terbatas, hubungi kami untuk detail lebih lanjut.

Pelajari lebih lanjut

Fakta pameran

Tanggal: 24 – 27 September 2026

Jam buka: 10:00 – 19:00 (hari terakhir hingga pukul 17:00)

Tempat: Hall 5 – 8, Nusantara International Convention Exhibition

Luas area pameran: 20,000 sqm

Kelompok produk:

Suku Cadang & Komponen

Elektrik & Elektronik

Aksesori & Kustomisasi

Diagnostik & Perbaikan

Oli, Pelumas & Bahan Bakar

Solusi Digital & Layanan

Cuci Mobil, Perawatan & Detailing

Konektivitas & Mengemudi Otonom

Ban & Roda

Bodi & Cat

Motor

Manufaktur Otomotif & Otomasi

Logistik, Pergudangan & Rantai Pasokan

Profil pengunjung:

Produsen, dealer, agen, distributor, grosir, pengecer, penyedia layanan (penyesuai, modi kasi mobil, bengkel, center layanan, stasiun pengisian bahan bakar), armada pribadi dan resmi, asosiasi dagang, instansi pemerintah, penerbit, lembaga riset, universitas, politeknik.

Pra-registrasi pengunjung

Pasang booth Anda sekarang

Pelajari lebih lanjut

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Solusi Terlengkap Budidaya: FisTx Tunjukkan Komitmen #MerdekaBersamaFisTx Lewat Kerja Sama Operasional Tambak di Purworejo

FisTx tak lagi sekadar vendor teknologi, kini ikut kelola tambak lewat kerja sama operasional di Purworejo dalam rangkaian MerdekaBersamaFisTx.

Purworejo, 13 Agustus 2026 — Di tengah semangat memperingati kemerdekaan Indonesia, FisTx melalui divisi Farming Expert menandai babak baru bagi sebuah tambak di kawasan pantai Dewaruci, Purworejo, yang mulai menjalani siklus budidaya dengan skema kerja sama operasional (KSO). Momentum ini menjadi bagian dari semangat besar #MerdekaBersamaFisTx : membebaskan tambak-tambak Indonesia dari masalah klasik yang selama ini berulang setiap musim, dimulai dari kolam ini.

Tambak ini dikelola melalui skema kerja sama operasional, di mana pemilik lahan dan modal mempercayakan pengelolaan harian budidaya kepada divisi Farming Expert FisTx, mulai dari penerapan sistem teknologi, standar prosedur operasional (SOP), hingga pemantauan performa harian. Skema ini berbeda dari pola jual-beli produk pada umumnya, karena FisTx turut serta langsung dalam operasional tambak, bukan sekadar menyediakan teknologi.

Sebagai penanda dimulainya siklus ini, tim Farming Expert memasang sistem sterilisasi Baskara UV 4 Inch di kolam budidaya, sekaligus melakukan persiapan menyeluruh menjelang tebar benih. Instalasi ini menjadi langkah pertama dari rangkaian penerapan semangat Merdeka dari Kaporit, di mana air disterilkan tanpa lagi bergantung pada kaporit maupun bahan kimia keras. Semangat yang sama akan terus dijalankan sepanjang siklus: Merdeka dari FCR Tinggi lewat manajemen pakan yang terukur, Merdeka dari Penyakit lewat program biosecurity air, hingga Merdeka dari Kualitas Air Buruk lewat pemantauan parameter air secara berkala. Bagi tambak ini, kemerdekaan bukan lagi jargon musiman, melainkan satu sistem yang benar-benar dijalankan sejak hari pertama, bukan ditambahkan satu per satu di tengah jalan.

Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx, mengatakan tambak KSO Purworejo ini menjadi bukti nyata bahwa FisTx tidak hanya berhenti pada penyediaan teknologi, tetapi juga siap terlibat langsung memastikan penerapannya berjalan optimal di lapangan. “Bertepatan dengan bulan kemerdekaan, tambak ini menjadi bukti bahwa semangat Merdeka Bersama FisTx merupakan komitmen yang benar-benar kami jalankan dari hari pertama di lapangan. Kami tidak hanya menjual alat, tetapi turut bertanggung jawab atas hasilnya bersama mitra,” kata Rico.

Bachtiar Umar, Head of Farming Expert Division FisTx yang menjadi penanggung jawab utama pengelolaan tambak ini, mengatakan penerapan SOP yang terukur menjadi kunci utama keberhasilan skema KSO. “Bagi kami, merdeka bukan cuma bebas dari satu masalah, tapi dari seluruh rantai masalah yang selama ini menghambat performa panen. Setiap tahapan di tambak ini kami kelola dengan sistem dan SOP yang terukur, dari kualitas air hingga manajemen pakan, agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan kepada mitra pemilik tambak,” kata Bachtiar. 

Eko, kepala teknisi tambak yang mewakili pihak pemilik lahan dan modal, menyambut baik dimulainya kerjasama ini. “Semoga momentum kemerdekaan ini juga jadi awal kemerdekaan tambak kami dari masalah-masalah yang selama ini kami hadapi setiap musim. Kami berharap kerjasama ini membawa performa yang lebih baik dan konsisten, apalagi dengan sistem dan pendampingan langsung dari tim FisTx,” kata Eko. 

Kerja sama operasional ini merupakan bagian dari semangat dan komitmen #MerdekaBersamaFisTx sekaligus momentum di mana FisTx mengajak petambak di seluruh Indonesia untuk turut “memerdekakan” tambaknya dari masalah klasik yang selama ini dianggap sebagai risiko yang harus diterima begitu saja. Melalui skema KSO, FisTx berharap tambak Purworejo ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan sistem yang terintegrasi mampu menghasilkan panen yang maksimal dan berkelanjutan, sekaligus menjadi rujukan bagi pemilik tambak lain yang ingin merasakan semangat kemerdekaan yang sama di kolamnya masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cara Menyesuaikan Utang dengan Kemampuan Bayar agar Keuangan Tetap Sehat

Mengajukan pinjaman sebaiknya selalu disesuaikan dengan kemampuan bayar, bukan hanya berdasarkan jumlah dana yang dibutuhkan. Dengan mempertimbangkan penghasilan, pengeluaran rutin, dan tujuan penggunaan dana, kamu dapat memilih produk pinjaman yang lebih sesuai sehingga cicilan tetap dapat dikelola dengan baik.

Saat ini banyak orang mencari pinjaman cepat, pinjaman bunga rendah, atau pinjaman hanya dengan KTP. Namun sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk memahami bahwa proses pengajuan dan persetujuan tetap mengikuti evaluasi dari penyedia layanan keuangan sesuai kebijakan yang berlaku.

Mengapa Kemampuan Bayar Perlu Menjadi Prioritas?

Pinjaman merupakan komitmen finansial yang perlu dipenuhi sesuai perjanjian. Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, sebaiknya hitung terlebih dahulu kondisi keuanganmu.

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:

– Total penghasilan setiap bulan

– Pengeluaran rutin dan kebutuhan pokok

– Cicilan yang sedang berjalan

– Dana darurat yang dimiliki

– Kemampuan membayar cicilan hingga pinjaman lunas

Dengan mengetahui kondisi keuangan sejak awal, kamu dapat menentukan jumlah pinjaman yang lebih sesuai dengan kemampuan bayar.

Cara Menyesuaikan Pinjaman dengan Kemampuan Bayar

1. Pinjam Sesuai Kebutuhan

Ajukan pinjaman sesuai tujuan penggunaan dana, bukan berdasarkan limit maksimum yang tersedia. Semakin besar pinjaman, semakin besar pula kewajiban pembayaran yang perlu dipenuhi.

2. Pilih Tenor yang Sesuai

Tenor memengaruhi besarnya cicilan bulanan. Tenor yang lebih panjang dapat membuat cicilan bulanan lebih ringan, sementara tenor yang lebih pendek umumnya membuat pinjaman lebih cepat selesai. Pilih tenor yang sesuai dengan kemampuan finansial dan rencana keuanganmu.

3. Perhatikan Total Biaya

Selain mencari pinjaman bunga rendah, pahami juga informasi mengenai biaya lain yang mungkin dikenakan sesuai ketentuan produk, sehingga kamu dapat mengetahui total kewajiban pembayaran secara menyeluruh.

4. Jangan Menggunakan Dana Kebutuhan Pokok

Pastikan cicilan tidak mengganggu kebutuhan utama sehari-hari. Sisakan ruang dalam anggaran untuk kebutuhan hidup dan dana darurat.

Apakah Pinjaman Cepat Selalu Menjadi Pilihan Terbaik?

Banyak orang membutuhkan pinjaman cepat ketika menghadapi kebutuhan mendesak. Namun, kecepatan proses sebaiknya bukan menjadi satu-satunya pertimbangan.

Sebelum mengajukan pinjaman, perhatikan juga:

– Legalitas penyedia layanan

– Suku bunga

– Biaya

– Tenor

– Total kewajiban pembayaran

– Syarat dan ketentuan produk

Dengan memahami seluruh informasi tersebut, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kondisi keuangan.

Bagaimana dengan Pinjaman Hanya dengan KTP?

Istilah pinjaman hanya dengan KTP cukup sering dicari karena dianggap lebih praktis. Namun, setiap lembaga keuangan memiliki proses verifikasi dan persyaratan yang berbeda sesuai kebijakan masing-masing.

Dokumen maupun informasi yang diminta akan disesuaikan dengan proses evaluasi yang dilakukan oleh penyedia layanan. Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan kemudahan persyaratan, tetapi pahami juga seluruh informasi produk sebelum mengajukan pinjaman.

Kapan Pinjaman Jangka Pendek Tepat Digunakan?

Pinjaman jangka pendek dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan yang sifatnya sementara atau mendesak, misalnya:

– Biaya kesehatan

– Kebutuhan pendidikan

– Perbaikan rumah yang mendesak

– Modal usaha yang telah direncanakan

Sebelum memilih tenor, pastikan rencana pembayaran sudah disesuaikan dengan kemampuan finansial agar kewajiban dapat dipenuhi tepat waktu.

Neo Pinjam, Alternatif Pembiayaan Sesuai Kebutuhan

Neo Pinjam adalah layanan pinjaman digital di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce yang dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi nasabah sesuai hasil evaluasi Bank.

Beberapa keunggulan Neo Pinjam:

– Pengajuan dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank

– Limit pinjaman hingga Rp100 juta

– Pilihan tenor hingga 24 bulan

– Proses pengajuan praktis melalui aplikasi

– Informasi pinjaman dapat dipantau langsung dari aplikasi

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu telah membaca syarat dan ketentuan, memahami bunga, biaya, tenor, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

Menyesuaikan utang dengan kemampuan bayar merupakan langkah penting dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab. Saat mempertimbangkan pinjaman bunga rendah, pinjaman cepat, pinjaman hanya dengan KTP, maupun pinjaman jangka pendek, jangan hanya fokus pada kemudahan proses. Pastikan kamu juga memahami seluruh informasi produk dan memilih jumlah pinjaman serta tenor yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Jika membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan yang telah direncanakan, Neo Pinjam di aplikasi neobank dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan sesuai hasil evaluasi Bank.

***

Fitur, limit, tenor, bunga, biaya, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. 

Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar agar kewajiban dapat dipenuhi tepat waktu.

Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES