Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun

Harga minyak
mentah West Texas Intermediate (WTI) masih berpotensi menghadapi tekanan pada
perdagangan hari ini, Selasa (6/10/2026), setelah kekhawatiran mengenai
keterbatasan pasokan global mulai mereda. Peningkatan ekspor minyak dari
kawasan Timur Tengah serta rencana negara-negara G7 untuk menambah pasokan dari
cadangan darurat menjadi sentimen yang membatasi kenaikan harga minyak.

Reuters melaporkan
harga WTI berada di sekitar US$89,33 per barel pada awal perdagangan Selasa,
turun 11 sen atau sekitar 0,1%. Pergerakan tersebut mencerminkan pasar yang
masih menimbang peningkatan pasokan dari Timur Tengah terhadap risiko gangguan
akibat konflik di kawasan.

Dari sisi
teknikal, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat WTI masih memiliki
peluang untuk melanjutkan pelemahan. Pada timeframe Daily, harga berpotensi
bergerak menuju zona support 86.68–83.42.

“Secara teknikal,
WTI masih berada dalam tekanan bearish. Harga membentuk pola Bearish Pennant
yang mengindikasikan peluang kelanjutan tren turun. Konfirmasi tambahan
terlihat dari pola Bearish Engulfing, sehingga area 86.68–83.42 menjadi support
yang perlu diperhatikan,” ujar Geraldo.

Pola Bearish
Pennant umumnya menunjukkan fase konsolidasi setelah pergerakan turun yang
kuat. Apabila harga menembus batas bawah pola tersebut, tekanan jual berpotensi
kembali meningkat. Sementara itu, pembentukan Bearish Engulfing memperkuat
sinyal bahwa seller masih memiliki kendali terhadap pergerakan harga pada
timeframe Daily.

Dari sisi
fundamental, salah satu faktor yang menekan minyak adalah membaiknya aliran
pasokan dari kawasan Timur Tengah. Reuters melaporkan ekspor minyak dari
kawasan tersebut telah meningkat dan bahkan sempat melampaui level sebelum
perang pada sejumlah hari di akhir September. Peningkatan pengiriman terutama
didorong oleh pemulihan ekspor Arab Saudi.

Selain peningkatan
ekspor, keputusan negara-negara G7 untuk melepas minyak dan produk energi dari
cadangan darurat juga mengurangi kekhawatiran mengenai ketatnya pasokan.
Reuters melaporkan negara-negara G7 menyepakati pelepasan sekitar 100 juta
barel dari cadangan darurat, meskipun jumlah tambahan yang benar-benar masuk ke
pasar masih menjadi perhatian.

Menurut Geraldo,
kombinasi antara pemulihan ekspor dan tambahan pasokan dari cadangan strategis
dapat menjadi faktor bearish bagi WTI dalam jangka pendek. Namun, potensi
penurunan harga tidak berarti risiko pasokan telah sepenuhnya hilang.

“Fundamental
pasokan saat ini cenderung memberikan tekanan terhadap WTI karena ekspor Timur
Tengah kembali meningkat dan G7 berkomitmen menambah pasokan dari cadangan
darurat. Tetapi risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat membatasi penurunan
apabila terjadi gangguan terhadap infrastruktur atau jalur distribusi minyak,”
jelas Geraldo.

Risiko tersebut
masih terlihat dari perkembangan di kawasan Teluk. Reuters melaporkan serangan
oleh kelompok Houthi terhadap target di Arab Saudi tetap menjadi perhatian
pasar karena dapat meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap pasokan dari
kawasan produsen minyak utama.

Kondisi ini
membuat pasar minyak berada dalam tarik-menarik antara membaiknya pasokan dan
risiko geopolitik. Di satu sisi, peningkatan ekspor dan rencana pelepasan
cadangan dapat mengurangi premi risiko pada harga minyak. Di sisi lain,
eskalasi konflik yang mengganggu jalur perdagangan atau fasilitas produksi
dapat dengan cepat mengubah sentimen menjadi bullish.

Dalam jangka
pendek, Dupoin Futures melihat struktur teknikal WTI masih cenderung bearish.
Selama harga belum menunjukkan pembalikan yang kuat, zona 86.68–83.42 menjadi
area support yang berpotensi diuji. Apabila harga berhasil bertahan di atas
support tersebut dan muncul katalis geopolitik baru, tekanan jual dapat
berkurang.

Dengan demikian,
harga WTI hari ini berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area 86.68–83.42
sebagai target support utama. Pelaku pasar tetap perlu memperhatikan
perkembangan ekspor Timur Tengah, kebijakan pelepasan cadangan G7, serta risiko
gangguan pasokan akibat konflik geopolitik sebagai faktor yang dapat mengubah
arah harga minyak secara cepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086

Harga emas masih
menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (6/10/2026), di tengah
penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil Treasury Amerika Serikat. Kondisi
tersebut membuat pergerakan XAU/USD masih berpotensi melanjutkan tren bearish,
meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober
mulai menurun setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan.

Analis Dupoin
Futures
, Geraldo Kofit, melihat tekanan jual pada emas masih cukup kuat secara
teknikal. Pada timeframe Daily, harga kembali membentuk rejection kuat di zona
resistance 4.170. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa buyer belum mampu
mempertahankan momentum kenaikan setelah harga menguji area resistance
tersebut.

“Pada timeframe
Daily, emas kembali menunjukkan rejection di level 4.170. Selama harga belum
mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, tekanan bearish masih
berpeluang berlanjut menuju support berikutnya di 4.109–4.086,” ujar Geraldo.

Secara teknikal,
pergerakan tersebut juga berkaitan dengan pola Drop Base Drop yang terbentuk
pada chart Daily. Pola ini menunjukkan potensi kelanjutan tren turun apabila
tekanan jual kembali menguat. Dengan demikian, area 4.109–4.086 menjadi zona
penting yang perlu diperhatikan apabila harga kembali bergerak ke bawah.

Dari sisi
fundamental, emas masih berhadapan dengan tekanan dari dolar AS dan tingginya
Treasury yield. Reuters melaporkan pada Selasa bahwa harga emas spot turun
sekitar 0,3% ke US$4.128,69 per troy ounce. Penguatan dolar dan kenaikan yield
Treasury menjadi faktor yang membatasi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal
hasil.

Kondisi tersebut
terjadi meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober telah
berkurang setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Reuters
mencatat pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober jauh lebih
rendah, sementara peluang kenaikan pada Desember masih menjadi perhatian
investor.

Geraldo menilai
kondisi tersebut membuat respons pasar terhadap data ekonomi AS tetap penting.
Jika tekanan terhadap pasar tenaga kerja terus meningkat dan ekspektasi
pengetatan moneter semakin berkurang, emas sebenarnya berpotensi mendapatkan
dukungan dari sisi fundamental. Namun, selama dolar dan yield Treasury masih
bertahan tinggi, ruang kenaikan emas dapat tetap terbatas.

“Penurunan
ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober memang dapat menjadi faktor pendukung
emas. Namun, penguatan dolar dan Treasury yield yang masih tinggi menjadi
hambatan utama. Karena itu, secara teknikal rejection di 4.170 perlu menjadi
perhatian sebelum melihat peluang pembalikan arah,” jelas Geraldo.

Reuters juga
mencatat yield Treasury AS masih berada di level tinggi, sementara dolar AS
tetap mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed belum sepenuhnya
keluar dari kemungkinan pengetatan kebijakan. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa perubahan ekspektasi suku bunga belum secara otomatis menghilangkan
tekanan terhadap emas.

Selain faktor
moneter, perkembangan geopolitik juga tetap menjadi variabel yang dapat
memengaruhi permintaan safe haven. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi
meningkatkan minat terhadap emas apabila risiko geopolitik kembali meningkat.
Namun, dalam jangka pendek, pergerakan dolar dan yield masih menjadi faktor
utama yang perlu diperhatikan.

Dengan kombinasi
faktor teknikal dan fundamental tersebut, harga emas hari ini berpotensi
melanjutkan pelemahan apabila gagal menembus resistance 4.170. Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, area 4.109–4.086 menjadi target support yang perlu
dicermati. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus resistance 4.170 dan
mempertahankan posisi di atasnya, tekanan bearish dapat berkurang dan membuka
ruang bagi pemulihan harga.

Bagi pelaku pasar,
area resistance 4.170 dan support 4.109–4.086 menjadi level penting untuk
memantau arah XAU/USD selanjutnya, bersamaan dengan pergerakan dolar AS dan
Treasury yield.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital

Jakarta, 06 Oktober 2026 — Tigo AI memperkenalkan sistem distribusi iklan terintegrasi yang dirancang untuk membantu bisnis menjalankan proses periklanan digital secara lebih terstruktur, mulai dari penerimaan kebutuhan pengiklan, produksi materi dengan bantuan AI, publikasi, verifikasi, hingga pelaporan hasil kampanye.

Melalui alur kerja ini, Tigo AI menghubungkan proses pembuatan materi iklan dengan distribusi ke berbagai platform digital yang banyak digunakan di Indonesia, termasuk TikTok, Instagram, Facebook, Shopee, dan Lazada.

Tujuh Langkah Distribusi Iklan

Proses dimulai ketika pengiklan menentukan kebutuhan kampanye, termasuk anggaran dan parameter iklan yang ingin dijalankan.Setelah informasi diterima, materi iklan diproses menjadi tugas di dalam sistem Tigo AI. Pengguna kemudian dapat menjalankan tugas tersebut dengan memanfaatkan fitur dan teknologi AI yang tersedia untuk membantu menghasilkan materi promosi sesuai kebutuhan kampanye.Setelah materi selesai, konten dapat dipublikasikan melalui kanal digital yang sesuai dengan strategi pengiklan.Sistem kemudian melakukan proses verifikasi untuk memastikan materi yang dipublikasikan sesuai dengan kebutuhan kampanye sebelum hasil aktivitas tersebut masuk ke dalam proses pelaporan.Secara sederhana, alurnya terdiri dari:Kebutuhan Pengiklan → Pembuatan Tugas → Produksi Materi dengan AI → Publikasi → Verifikasi → Distribusi → Laporan

Menjangkau Berbagai Platform Digital

Salah satu fokus Tigo AI adalah membantu pengiklan menggunakan materi promosi pada berbagai jenis platform.Pada TikTok, materi dapat disesuaikan untuk format seperti video pendek dan konten video lainnya. Di Instagram, materi promosi dapat digunakan untuk Reels, Stories, maupun Feed.Untuk Facebook, konten dapat dikembangkan dalam bentuk teks, gambar, video, maupun materi yang relevan untuk komunitas digital. Selain media sosial, Tigo AI juga mendukung kebutuhan promosi yang berkaitan dengan platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada, sehingga strategi advertising dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing kanal. Pendekatan lintas platform ini memungkinkan sebuah kampanye memiliki beberapa variasi materi tanpa harus menggunakan format yang sama untuk setiap kanal.

Verifikasi dan Pelaporan untuk Pengiklan

Distribusi iklan tidak berhenti ketika konten dipublikasikan. Tigo AI juga memasukkan tahap verifikasi dan pelaporan sebagai bagian dari proses kampanye. Pengiklan dapat menggunakan data seperti impresi, interaksi, serta indikator performa lainnya untuk memahami bagaimana materi promosi berjalan. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar evaluasi untuk menentukan materi, platform, maupun pendekatan kampanye berikutnya.

Membantu Bisnis Menjalankan Advertising Secara Lebih Terstruktur

Melalui sistem distribusi yang terhubung dari awal hingga akhir, Tigo AI berupaya menyederhanakan proses advertising digital yang biasanya melibatkan banyak tahapan terpisah.Mulai dari kebutuhan pengiklan hingga laporan hasil, setiap tahap dirancang untuk menjadi bagian dari satu alur kerja yang saling terhubung. Dengan pendekatan ini, Tigo AI hadir sebagai platform periklanan berbasis AI yang membantu bisnis membuat, mendistribusikan, dan mengevaluasi materi advertising pada berbagai platform digital.Informasi lebih lanjut mengenai Tigo AI dapat diakses melalui tigoads.com.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2

Melalui kolaborasi antara Kementerian PKP, BP Tapera, Pemerintah Kabupaten Subang, perbankan, dan pengembang, pemerintah terus mendorong percepatan penyediaan hunian layak sebagai bagian dari Program Tiga Juta Rumah.Kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan program perumahan berjalan secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan rumah, kualitas bangunan, hingga tersedianya fasilitas pendukung yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Subang, 5 Oktober 2026 – Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo
Nugroho dan Bupati Subang Reynaldi Putra Andita Budi Raemi meninjau Perumahan
Buana Subang Raya 2, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kunjungan tersebut dilakukan
untuk melihat langsung perkembangan penyediaan hunian serta memastikan kualitas
rumah subsidi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses
masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian layak dan terjangkau.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan bersama
pengembang Buana Kassiti Group yang juga Ketua Umum DPP Realestat Indonesia
(REI) Joko Suranto mengawali kegiatan dengan penanaman pohon di kawasan
perumahan. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan
kawasan hunian yang tidak hanya menyediakan rumah layak, tetapi juga
memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Perumahan Buana Subang Raya 2 dikembangkan di atas lahan
seluas 13 hektare sejak Maret 2025. Kawasan tersebut direncanakan menyediakan
sebanyak 1.300 unit rumah yang terdiri dari 1.100 unit rumah subsidi dan 200
unit rumah komersial. Hingga saat ini, sebanyak 105 unit rumah telah dibangun
sebagai bagian dari pengembangan kawasan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait
bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho turut berdialog langsung dengan
masyarakat penghuni rumah subsidi untuk mendengarkan pengalaman serta aspirasi
warga setelah memperoleh hunian melalui program pembiayaan perumahan.

Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi rumah yang telah
dihuni masyarakat dinilai telah memenuhi aspek kelayakan hunian. Warga
menyampaikan bahwa kawasan tersebut memiliki lokasi yang strategis dengan akses
terhadap fasilitas umum seperti terminal dan rumah sakit. Selain itu,
masyarakat juga menyampaikan kondisi lingkungan yang tidak mengalami banjir
serta fasilitas air yang berjalan dengan baik.

Dalam dialog tersebut, masyarakat turut menyampaikan
aspirasi terkait fasilitas pendukung kawasan, salah satunya pembangunan masjid
yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Menanggapi hal tersebut, pihak
pengembang menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan fasilitas
ibadah tersebut sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat penghuni
kawasan.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa
penyediaan rumah bagi masyarakat tidak hanya berfokus pada jumlah unit yang
tersedia, tetapi juga kualitas hunian dan lingkungan yang mendukung kenyamanan
masyarakat.

“Penyediaan hunian layak membutuhkan sinergi antara
pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan agar
masyarakat mendapatkan rumah yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga nyaman
untuk dihuni,” ujar Heru.

Melalui kolaborasi antara Kementerian PKP, BP Tapera,
Pemerintah Kabupaten Subang, perbankan, dan pengembang, pemerintah terus
mendorong percepatan penyediaan hunian layak sebagai bagian dari Program Tiga
Juta Rumah.Kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam
memastikan program perumahan berjalan secara berkelanjutan, mulai dari
penyediaan rumah, kualitas bangunan, hingga tersedianya fasilitas pendukung
yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BP Tapera dan Bank bjb Perkuat Ekosistem Pembiayaan Perumahan bagi MBR di Jawa Barat

Melalui kolaborasi tersebut, BP Tapera, Kementerian PKP, Bank bjb, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat serta mendukung keberhasilan Program Tiga Juta Rumah

Subang, 5 Oktober 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan
Rakyat (BP Tapera) bersama Bank bjb memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan
bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Barat melalui Kolaborasi
Sosialisasi Program Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas
Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Subang. Kegiatan ini menjadi bagian
dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau
melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang perumahan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar
Sirait dalam sambutannya menyampaikan bahwa percepatan penyediaan rumah bagi
masyarakat membutuhkan kerja bersama seluruh pihak dalam ekosistem perumahan.
Menurutnya, optimalisasi program tidak hanya dilakukan dari sisi pembiayaan,
tetapi juga harus memperhatikan kesiapan pasokan rumah dan kebutuhan
masyarakat.

“Supply dan demand semuanya harus disisir. Tentu ini harus
teamwork, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh pihak yang terlibat dalam
ekosistem perumahan,” ujar Maruarar.

Maruarar juga mendorong Bank bjb untuk meningkatkan
kontribusinya dalam mendukung program pembiayaan perumahan, mengingat besarnya
potensi kebutuhan rumah subsidi di Jawa Barat. Ia menilai jaringan Bank bjb
yang luas menjadi modal penting untuk memperbesar akses masyarakat terhadap
pembiayaan hunian.

“Saya pernah menemukan masa-masa Bank Jabar itu juara satu.
Saya doakan Bank Jabar bisa nomor satu lagi,” katanya.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam
wawancara usai kegiatan menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Bank bjb menjadi
bagian penting dalam memperkuat penyaluran program FLPP dan memperluas akses
kepemilikan rumah bagi MBR.

“Bank bjb merupakan salah satu mitra strategis BP Tapera
dalam memperluas akses pembiayaan rumah subsidi FLPP. Sinergi ini menjadi
bagian penting untuk menjawab tantangan kepemilikan rumah, khususnya bagi
masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Heru.

Heru menjelaskan, berdasarkan data backlog kepemilikan rumah
tahun 2026, Jawa Barat masih memiliki 2.025.120 rumah tangga atau sebesar 14,21
persen yang belum memiliki rumah. Sementara Kabupaten Subang mencatat backlog
kepemilikan sebanyak 17,98 ribu rumah tangga atau sebesar 3,76 persen.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah terus
memperkuat program perumahan melalui berbagai kebijakan, seperti peningkatan
kuota FLPP menjadi 350 ribu unit pada 2026, relaksasi SLIK OJK, pembebasan
pajak PBG dan BPHTB, hingga perluasan tenor pembiayaan rumah subsidi hingga 40
tahun.

BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP tahun 2026
telah mencapai 166.938 unit rumah senilai Rp20,79 triliun. Provinsi Jawa Barat
menjadi daerah dengan kontribusi penyaluran tertinggi sebanyak 39.140 unit
rumah.

Dalam capaian tersebut, Bank bjb telah menyalurkan 17.154
unit rumah senilai Rp2,1 triliun secara nasional. Khusus di Jawa Barat, Bank
bjb menyalurkan 1.099 unit rumah senilai Rp133 miliar.

Selain FLPP, Bank bjb juga menyampaikan komitmennya dalam
mendukung program perumahan melalui penyaluran KPR rumah subsidi sejak 2016
dengan total penyaluran mencapai Rp5,3 triliun kepada 42.600 debitur. Bank bjb
juga menjadi salah satu bank penyalur Program Bantuan Stimulan Perumahan
Swadaya (BSPS) dengan target penerima manfaat lebih dari 49.000 masyarakat di
27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada 2026.

Di Kabupaten Subang, realisasi penyaluran FLPP telah
mencapai 1.115 unit rumah. Dari sisi pasokan, tersedia 1.678 unit rumah yang
terdiri dari 127 unit ready stock, 29 unit dalam proses pembangunan, serta
1.360 unit dalam tahap kavling.

Melalui kolaborasi tersebut, BP Tapera, Kementerian PKP,
Bank bjb, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen
menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat serta mendukung
keberhasilan Program Tiga Juta Rumah

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Dengan dukungan pembiayaan, ketersediaan pasokan rumah, serta kemudahan akses informasi, penyaluran FLPP diharapkan dapat semakin optimal dan menjangkau lebih banyak MBR di Kabupaten Subang.

Subang, 5 Oktober 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan
Rakyat (BP Tapera) terus mendorong percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas
Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Subang. Upaya tersebut dilakukan
bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BRI, serta
Pemerintah Kabupaten Subang untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian
layak dan terjangkau.

SEVP Micro Business Empowerment BRI Muhammad Candra Utama
menyampaikan bahwa BRI terus mendukung sektor perumahan, baik dari sisi
pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha. Hingga 1 Oktober 2026, BRI mencatat
penyaluran pembiayaan program perumahan sekitar Rp12,54 triliun kepada 85.539
debitur.

Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat
kemampuan masyarakat dalam memiliki rumah sekaligus mendorong kapasitas pelaku
usaha yang terlibat dalam pembangunan perumahan.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menyambut
baik program tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi, industri, investasi,
dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Subang perlu diikuti dengan
peningkatan akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Perkembangan kawasan industri juga dinilai mendorong
peningkatan kebutuhan hunian, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah
dan pekerja di sekitar kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kebijakan di
sektor perumahan harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Dalam dialog
bersama peserta, Maruarar menggali kondisi pelaku ekosistem perumahan, mulai
dari pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan hingga pelaku usaha lainnya.

Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya perlu
diberikan kepada masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga kepada
pelaku usaha di sisi penyediaan agar pembangunan rumah dapat berlangsung lebih
cepat.“Mari kita berlomba-lomba bahagiakan rakyat,” ujar Maruarar.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho
menyampaikan bahwa target penyaluran FLPP tahun 2026 sebesar 350 ribu unit.
Hingga 4 Oktober 2026, realisasinya telah mencapai 166.938 unit atau 47,69
persen dari target. Jawa Barat mencatat realisasi tertinggi sebanyak 39.140
unit, sementara Kabupaten Subang telah merealisasikan 1.115 unit rumah subsidi.

Kabupaten Subang juga memiliki pasokan sebanyak 1.678 unit
rumah dalam berbagai tahapan, mulai dari booking, kavling, pembangunan hingga
siap huni. Secara nasional, BP Tapera memperkuat ekosistem pembiayaan melalui
kerja sama dengan 43 bank penyalur dan 22 asosiasi pengembang.

“BP Tapera terus mendorong percepatan penyaluran FLPP dengan
memperkuat dukungan dari pemerintah daerah, perbankan, pengembang, dan seluruh
pemangku kepentingan. Kabupaten Subang memiliki potensi besar, didukung
pertumbuhan kawasan industri, investasi, serta ketersediaan pasokan rumah yang
dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan
terjangkau,” ujar Heru.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi
Kusuma menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan Sikumbang dan aplikasi Tapera
Mobile untuk mencari informasi rumah subsidi, melakukan simulasi pembiayaan,
serta mengakses proses pengajuan KPR FLPP melalui bank penyalur.

“BP Tapera ingin memastikan masyarakat semakin mudah
memahami dan mengakses KPR FLPP, mulai dari mencari rumah yang sesuai,
mengetahui persyaratan, melakukan simulasi pembiayaan, hingga mengajukan KPR
melalui bank penyalur. Kami berharap berbagai kemudahan yang tersedia dapat
semakin membuka akses MBR untuk memiliki rumah pertama yang layak dan
terjangkau,” ujar Sid.

Dengan dukungan pembiayaan, ketersediaan pasokan rumah,
serta kemudahan akses informasi, penyaluran FLPP diharapkan dapat semakin
optimal dan menjangkau lebih banyak MBR di Kabupaten Subang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Proyek Siring Pengaman Sungai di Kalimantan Selatan Gunakan CCSP Waskita Beton Precast

Jakarta, Oktober 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, salah satunya melalui penyediaan produk beton precast untuk berbagai kebutuhan konstruksi di sejumlah wilayah.

Salah satu proyek tersebut adalah Pembuatan Siring Pengaman Sungai di Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kalimantan Selatan, yang ditujukan untuk melindungi area di sekitar aliran sungai dari potensi gerusan dan menjaga kestabilan tebing sungai. Dalam proyek ini, sebanyak 80 batang Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) yang disuplai oleh Waskita Beton Precast digunakan sebagai struktur penahan untuk memperkuat dan melindungi tebing sungai.

Sampai saat ini seluruh produk telah selesai diproduksi untuk selanjutnya, produk akan dikirimkan ke lokasi proyek. Seluruh produk CCSP yang disuplai dalam kondisi prima hingga diterima di lokasi dan dapat digunakan sesuai dengan spesifikasi serta kebutuhan proyek.

“Produk CCSP untuk Proyek Pembuatan Siring Pengaman Sungai di Desa Kunyit ini diproduksi di Precast Plant WSBP Karawang melalui proses pengendalian mutu sesuai standar yang berlaku. Setelah selesai diproduksi dan melalui tahapan pengujian mutu, produk akan dikirimkan menggunakan truk trailer dan kapal tongkang menuju lokasi proyek di Kalimantan Selatan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

CCSP merupakan produk beton precast yang dapat digunakan sebagai elemen penahan tanah pada berbagai kebutuhan konstruksi, termasuk pekerjaan pengamanan sungai. Pada proyek pembuatan siring pengaman sungai di Desa Kunyit, CCSP digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan struktur penahan tanah guna membantu menjaga kestabilan area di sekitar sungai. Dengan karakteristik tersebut, CCSP menjadi salah satu produk beton precast yang sesuai untuk digunakan dalam pekerjaan siring pengaman sungai.

“Dengan menggunakan CCSP Waskita Beton Precast, kami harap Siring Pengaman Sungai dapat secara jangka panjang memberikan perlindungan yang terbaik terhadap tebing sungai dan area di sekitarnya, sehingga aktivitas masyarakat di kawasan tersebut dapat berlangsung dengan lebih aman,” tambahnya.

Dalam menjalankan proses bisnisnya, Waskita Beton Precast berkomitmen untuk senantiasa menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas proses bisnis dan mendukung keberlanjutan kegiatan usaha Perseroan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Surat Berharga Multifinance Turun, BRI Finance Tetap Jaga Fleksibilitas Pendanaan

Jakarta, 5 Oktober 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penerbitan surat berharga multifinance turun 12,71% menjadi Rp62,19 triliun. Di tengah dinamika suku bunga, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan penurunan kebutuhan pendanaan perusahaan pembiayaan. Kebutuhan pendanaan tetap berjalan seiring dengan kebutuhan ekspansi dan refinancing.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengungkap sejumlah alternatif sumber pendanaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan. Saat ini, pendanaan perbankan masih mendominasi industri multifinance karena cenderung lebih fleksibel terhadap kebutuhan likuiditas harian, dengan proses dan biaya administrasi yang relatif lebih cepat dan lebih rendah dibandingkan penerbitan surat berharga.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan perubahan pada penerbitan surat berharga lebih mencerminkan penyesuaian strategi perusahaan dalam menentukan komposisi sumber pendanaan dan waktu yang tepat untuk melakukan pendanaan.

“Penurunan penerbitan surat berharga tidak dapat dikatakan karena penurunan kebutuhan pendanaan. Hal ini tercermin dari data OJK bahwa piutang pembiayaan multifinance Juli 2026 masih tumbuh 2,01%. Yang terjadi saat ini adalah adanya perubahan strategi pendanaan perusahaan dalam komposisi dan waktu yang tepat untuk melakukan pendanaan,” ujar Dhani.

Menurutnya, keputusan penerbitan surat berharga mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari biaya dana atau yield di pasar, kondisi pasar, appetite investor, hingga kebutuhan ekspansi dan refinancing. Terlebih, BI Rate yang sempat mengalami penurunan pada akhir 2025 kembali mengalami peningkatan pada Juni 2026.

“Di tengah peningkatan suku bunga saat ini dan ekspektasi imbal hasil surat berharga yang tinggi dari investor, perusahaan memilih untuk menggunakan sumber pendanaan lain, salah satunya dari fasilitas perbankan, dengan suku bunga yang lebih fleksibel dan negotiable,” jelas Dhani.

Meski demikian, BRI Finance tetap melihat peluang di pasar obligasi. Perusahaan masih memiliki sisa plafon Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan pada periode 2027. Pemanfaatannya akan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan ekspansi perusahaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SUCOFINDO Tawarkan Solusi Terintegrasi untuk Industri Batubara Berkelanjutan di Coaltrans Asia 2026

Denpasar, (5/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam mendukung praktik pertambangan batubara yang berkelanjutan melalui partisipasinya dalam Coaltrans Asia 2026 di Bali. Kehadiran PT SUCOFINDO (PERSERO) pada forum internasional industri batubara tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri melalui layanan Comprehensive Coal Services yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Mengusung tema “From Pit to Port, Building Trust Across the Coal Value Chain”, PT SUCOFINDO (PERSERO) menghadirkan berbagai layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) yang mendukung pengelolaan batubara secara andal, transparan, dan bertanggung jawab. Layanan tersebut mencakup seluruh rantai nilai industri, mulai dari tahap eksplorasi, kegiatan pertambangan, pengendalian kualitas, hingga perdagangan dan pengiriman.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, turut hadir sebagai pembicara dalam SUCOFINDO Thought Leader Session dengan materi bertajuk “Pricing Signals vs Physical Market Reality”. Dalam paparannya, Sandry Pasambuna membahas pentingnya memahami keterkaitan antara sinyal harga pasar dan kondisi fisik komoditas batubara guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat di tengah dinamika industri global.

Menurut Sandry Pasambuna, keberlanjutan industri batubara tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pelaku industri dalam menerapkan tata kelola yang baik, pengendalian kualitas yang konsisten, serta pengelolaan operasional yang efisien dan bertanggung jawab.

“Batubara masih memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi. Oleh karena itu, yang perlu terus didorong adalah praktik pengelolaan batubara yang semakin berkelanjutan. Melalui layanan Comprehensive Coal Services, SUCOFINDO hadir untuk mendukung industri dalam memastikan kualitas, kepatuhan, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik di setiap tahapan rantai nilai batubara,” ujarnya.

Dalam Coaltrans Asia 2026, PT SUCOFINDO (PERSERO) menampilkan berbagai layanan yang mendukung pengelolaan batubara secara menyeluruh, antara lain Pit to Port Coal Quality Monitoring, Geomechanical Testing, Geological & Geophysical Services, Resource & Reserve Estimation, Coal Superintending, Coal Loading & Unloading Services, Mining Services, serta Geotechnical & Infrastructure Services.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO), Agus Permadi menjelaskan salah satu layanan yang menjadi fokus utama PT SUCOFINDO (PERSERO), adalah Pit to Port Coal Quality Monitoring, yang mendukung pengukuran, pengujian, dan pemantauan kualitas batubara sejak proses penambangan hingga pengiriman. Layanan ini membantu pelaku industri memperoleh data yang akurat untuk mendukung perencanaan tambang, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan efisiensi operasional.

“Pada sektor hulu (upstream), SUCOFINDO mendukung kegiatan eksplorasi melalui layanan survei geologi, pengeboran geologi dan geofisika, estimasi sumber daya dan cadangan, studi lingkungan, hingga investigasi tanah dan geoteknik. Pada sektor pertambangan (midstream), perusahaan menyediakan layanan pemantauan kualitas batubara, pengujian geomekanika, pelatihan jasa pertambangan, serta berbagai layanan teknis yang mendukung operasional tambang. Sementara pada sektor hilir (downstream), SUCOFINDO mendukung aktivitas perdagangan dan pengiriman batubara melalui layanan coal superintending, pengawasan proses bongkar muat batubara, serta verifikasi kualitas dan kuantitas untuk memastikan transparansi dan keandalan transaksi,” jelasnya.

Selain itu, Agus Permadi nenambahkan, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga menyediakan layanan pendukung infrastruktur yang meliputi survei topografi, survei batimetri, due diligence, desain infrastruktur, serta layanan pendukung infrastruktur dan fasilitas pengolahan pertambangan.

“Melalui kapabilitas tersebut, SUCOFINDO terus berupaya membangun kepercayaan di setiap tahapan rantai nilai industri batubara sekaligus mendukung terciptanya praktik pertambangan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Partisipasi dalam Coaltrans Asia 2026 menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan menghadirkan solusi TIC yang memberikan nilai tambah bagi industri pertambangan Indonesia, tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembiayaan Digital BRI Finance Melaju 65%, KKB Mobil Baru Mendominasi

Jakarta, 2 Oktober 2026 – Pemanfaatan kanal digital dalam layanan keuangan terus berkembang seiring dengan semakin luasnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital di masyarakat. Bank Indonesia mencatat volume transaksi mobile banking pada Agustus 2026 tumbuh 47,08% secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara secara keseluruhan volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36% YoY. Bank Indonesia menyebut perkembangan tersebut didukung oleh semakin luasnya penerimaan tren pembayaran digital.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu konteks bagi semakin relevannya kanal digital dalam akses masyarakat terhadap layanan keuangan, termasuk pembiayaan. Di sisi lain, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) juga mencatatkan pemanfaatan kanal digital untuk pengajuan pembiayaan menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2026, penyaluran pembiayaan melalui kanal digital BRI Finance tumbuh 65% secara YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, total disbursement BRI Finance hingga Agustus 2026 meningkat 84,15% secara YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran melalui kanal digital tercatat tumbuh 65% YoY pada periode yang sama.

Dari sisi jenis pembiayaan, pengajuan melalui kanal digital BRI Finance paling banyak didominasi oleh pembiayaan KKB mobil baru (new car). Hal tersebut sejalan dengan fokus BRI Finance dalam mengembangkan pembiayaan kendaraan baru, yang didukung oleh sinergi dengan ekosistem dan platform digital BRI.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Per Agustus 2026, permintaan dan pembiayaan melalui kanal digital aplikasi menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ini antara lain didukung oleh sinergi dengan platform digital BRI, yang memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan serta memberikan proses pengajuan yang lebih mudah dan praktis.”

Menurut Dhani, pengembangan kanal digital juga perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai proses pengajuan pembiayaan secara digital. Hal ini menjadi penting agar kemudahan akses tetap diiringi dengan proses yang mudah, cepat, dan aman.

Untuk itu, BRI Finance terus memperkuat sinergi dengan platform digital BRI, melakukan pengembangan dan penyempurnaan user experience, serta meningkatkan edukasi dan komunikasi kepada calon nasabah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kanal digital secara lebih luas sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES