Minat Kendaraan Listrik Menguat, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13,8 Kali

Jakarta, 1 Oktober 2026 – Dinamika pasar kendaraan di Indonesia terus berkembang seiring perubahan preferensi dan kebutuhan konsumen. Kondisi tersebut turut tercermin pada perkembangan pembiayaan kendaraan, termasuk mobil konvensional dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan roda empat atau mobil bekas konvensional terkontraksi 4,52% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp86,25 triliun pada Juli 2026. Sementara itu, pembiayaan kendaraan listrik/hybrid bekas tumbuh 103,06% YoY menjadi Rp1,52 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan bahwa perkembangan tersebut mencerminkan dinamika positif dalam industri pembiayaan kendaraan, seiring dengan perubahan preferensi dan kebutuhan konsumen.

“Kontraksi pembiayaan mobil bekas konvensional antara lain dipengaruhi oleh pergeseran preferensi konsumen serta kondisi pasar mobil bekas. Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan EV didorong oleh meningkatnya minat dan awareness masyarakat terhadap kendaraan listrik, semakin beragamnya pilihan model, serta berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Dhani.

Menurutnya, perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan listrik mulai terlihat seiring dengan meningkatnya awareness dan semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik di pasar. Segmen tersebut memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan pembiayaan kendaraan ke depan, sejalan dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik, infrastruktur pendukung, serta penerimaan masyarakat.

“BRI Finance terus mencermati perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi pembiayaan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen,” kata Dhani.

Sejalan pula dengan perkembangan pasar tersebut, kinerja penyaluran pembiayaan BRI Finance menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data per Agustus 2026, disbursement pembiayaan new car meningkat sekitar 9,4 kali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, disbursement pembiayaan EV meningkat sekitar 13,8 kali secara tahunan.

“Pertumbuhan penyaluran pembiayaan baik pada mobil konvensional maupun kendaraan listrik menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan terus berkembang. BRI Finance akan terus mencermati dinamika tersebut dan menyesuaikan strategi pembiayaan dengan kebutuhan pasar,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Jakarta, 30 September 2026 – Sepeda motor masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Kepraktisan, fleksibilitas, serta pilihan model yang semakin beragam membuat sepeda motor tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat dalam menunjang aktivitas produktif dan gaya hidup.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan distribusi sepeda motor domestik sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 4,46 juta unit. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada Agustus 2026, distribusi domestik tercatat sebanyak 596.461 unit atau tumbuh 3,19% secara tahunan. AISI juga memproyeksikan pasar sepeda motor domestik sepanjang 2026 berada pada kisaran 6,4 juta–6,7 juta unit.

Perkembangan pasar tersebut turut didukung oleh semakin beragamnya pilihan sepeda motor baru yang tersedia bagi konsumen. Produsen menghadirkan berbagai model dengan karakter dan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, mulai dari motor untuk mobilitas harian hingga model dengan fitur dan teknologi yang semakin lengkap.

Bagi masyarakat perkotaan, misalnya, sepeda motor dapat memberikan fleksibilitas dalam menjalani mobilitas sehari-hari. Sementara bagi pekerja maupun pelaku usaha, kendaraan roda dua juga dapat mendukung aktivitas produktif dengan mobilitas yang lebih praktis.

Di tengah kebutuhan tersebut, kemampuan finansial menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum konsumen memutuskan untuk memiliki kendaraan. Pembiayaan dapat menjadi alternatif bagi konsumen untuk memperoleh motor yang dibutuhkan tanpa harus menyediakan seluruh dana pembelian secara sekaligus.

Melihat peluang tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mewujudkan motor impian melalui pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan ADDM dan tenor hingga 5 tahun.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa semakin beragamnya kebutuhan mobilitas masyarakat turut mendorong permintaan terhadap kendaraan roda dua dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen.

“Sepeda motor memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas produktif. Di saat yang sama, pilihan motor baru yang semakin beragam memberikan lebih banyak alternatif bagi konsumen untuk menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensinya,” ujar Dhani.

Melalui pembiayaan motor baru, BRI Finance berupaya memberikan alternatif solusi bagi masyarakat yang ingin mewujudkan motor impiannya dengan skema pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial. BRI Finance memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam merencanakan pembiayaan motor baru sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan besaran angsuran dan jangka waktu pembiayaan sebelum mengambil keputusan.

“Kami melihat kepemilikan kendaraan bukan hanya mengenai memiliki sebuah motor, tetapi bagaimana kendaraan tersebut dapat memberikan nilai bagi aktivitas dan produktivitas penggunanya,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital yang Lebih Terarah dan Hadirkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

Jakarta, 06 Oktober 2026 –  OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan, melalui Head of Marketing, Vincent Salaka, mendorong masyarakat terkait pentingnya strategi investasi yang lebih terarah dan berdasarkan pada pemahaman atas risiko investasi masing-masing.

Perkembangan industri aset digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengenal dan berpartisipasi dalam ekosistem keuangan digital. Namun, seiring dengan semakin luasnya akses terhadap aset digital, investor juga dihadapkan pada tantangan untuk menentukan strategi yang sesuai dengan kebutuhan, profil, dan tujuan masing-masing.

Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, melihat bahwa salah satu tantangan terbesar dalam berinvestasi bukan hanya memahami pergerakan pasar, tetapi juga memahami diri sendiri sebagai investor.

“Bagi investor baru dan ingin berinvestasi pada aset kripto, sangat penting untuk selalu melakukan riset terlebih dahulu. Jangan pernah berinvestasi pada aset investasi yang belum dikenal dan belum mengerti sepenuhnya. Kenali dulu aset investasi dan profil risiko masing-masing,” jelas Vincent.

Lebih lanjut, pemahaman terhadap aset dan perilaku diri sendiri menjadi bagian penting dalam membangun strategi investasi. Dalam hal ini, pendekatan Dollar-Cost Averaging (DCA) menjadi salah satu strategi yang mengedepankan konsistensi. Dengan investasi yang dilakukan secara terjadwal, investor dapat membangun kebiasaan secara lebih konsisten tanpa harus terus menentukan waktu pembelian secara manual.

Sejalan dengan ini, OSL Indonesia menghadirkan fitur Auto-Invest (DCA) pada platform nya. Fitur yang didesain berdasarkan pendekatan DCA, sehingga dapat membantu investor dengan fokus dan strategi investasi jangka panjang.

Sedangkan, bagi investor dengan kebutuhan dan aktivitas transaksi yang lebih tinggi, OSL Indonesia merilis OSL Elite. Guna menghadirkan pengalaman yang lebih eksklusif dengan benefit dan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan investor dengan investasi dengan jumlah lebih besar. 

Menurut Vincent, setiap investor memiliki karakter yang berbeda, karena itu, pendekatan investasi juga tidak dapat disamaratakan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari filosofi OSL Indonesia dalam mengembangkan pengalaman pengguna. 

Selain itu, OSL Indonesia juga menghadirkan OSL Launchpool, fitur yang memungkinkan pengguna yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam program alokasi aset kripto tertentu dengan mengalokasikan aset kripto yang dimilikinya selama periode program. Alokasi yang diterima pengguna bergantung pada ketentuan masing-masing program, tidak dijamin, dan nilai aset kripto yang dialokasikan dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar. OSL Launchpool menjadi fitur launchpool pertama di Indonesia yang dirancang untuk memberdayakan investor dalam mengembangkan portofolionya.

Alih-alih menawarkan satu pendekatan untuk semua, OSL Indonesia berupaya menyediakan berbagai pilihan yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Berdasar pada pilar Global. Compliant. Empowering.OSL Indonesia terus membangun ekosistem aset digital yang dapat mendukung pengguna dalam berbagai tahap perjalanan mereka.

Tentu, bersama dengan ini perlu dipahami bahwa perdagangan dan investasi aset digital memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga, risiko kehilangan modal, likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi. Oleh karena itu, pengguna perlu memahami karakteristik dan risiko aset digital, melakukan riset secara mandiri, serta mempertimbangkan profil risiko dan kondisi masing-masing sebelum mengambil keputusan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Odoo POS dan E-Faktur: Pajak Retail Multi-Outlet Tanpa Lembur

Integrasi Odoo POS dan E-Faktur membantu peritel multi-outlet mengurangi kesalahan rekap serta menjaga data penjualan dan pajak tetap sinkron. Dengan pencatatan otomatis sejak transaksi kasir, proses tutup buku menjadi lebih cepat dan fokus pada pemeriksaan data.

Tanggal tutup buku selalu terasa berat bagi peritel multi-outlet. Struk dari belasan gerai harus direkap satu per satu. Karena itu banyak tim keuangan mencari cara menghubungkan Odoo POS dan E-Faktur. Tujuannya sederhana, yaitu menutup bulan tanpa lembur berhari-hari.

Rekap manual membuka ruang kesalahan yang mahal. Angka penjualan kasir kerap berbeda dengan omzet yang dilaporkan. Selisih kecil di satu gerai berlipat setelah dikalikan dua belas lokasi. Koreksinya baru muncul saat pemeriksaan, ketika biayanya jauh lebih besar.

Perubahan aturan menambah beban administrasi. Setiap penyesuaian tarif harus diterapkan pada seluruh mesin kasir. Bila satu gerai terlewat, laporan bulanannya langsung tidak sinkron. Staf pajak pun sibuk memverifikasi, bukan menganalisis.

Akar masalahnya terletak pada data yang terpisah sejak awal. Transaksi kasir seharusnya langsung membentuk jurnal beserta rekap pajaknya. Banyak peritel karena itu menggandeng Partner Odoo untuk menata konfigurasinya. Pekerjaan akhir bulan berubah menjadi pemeriksaan, bukan penyusunan ulang.

Mengapa Rekap Pajak Retail Menumpuk di Akhir Bulan

Data Kasir yang Terpisah dari Pembukuan

Banyak gerai memakai aplikasi kasir yang berdiri sendiri. Datanya dikirim ke pusat berupa berkas ekspor harian. Penggabungannya dikerjakan manual memakai lembar kerja. Setiap penyalinan menambah peluang salah ketik.

Dua Jenis Faktur di Satu Meja Kasir

Sebagian pembeli datang sebagai konsumen akhir. Sebagian lain meminta faktur atas nama perusahaan. Kasir harus memisahkan keduanya sejak transaksi dibuat. Tanpa pemisahan itu, rekap bulanan sulit dipertanggungjawabkan.

Aturan yang Perlu Dipahami Sebelum Konfigurasi

Penyetelan pajak sebaiknya berangkat dari ketentuan, bukan dari kebiasaan lama. Dua hal berikut paling sering salah dipahami oleh tim gerai. Keduanya juga menentukan bentuk struk yang keluar dari mesin kasir.

Faktur Pajak Pedagang Eceran dan Batasnya

Peraturan Dirjen Pajak PER-11/PJ/2025 mengatur faktur pajak pedagang eceran. Bentuknya bisa berupa bon kontan, struk mesin kasir, atau kuitansi. Identitas pembeli tidak wajib tercantum di dalamnya. Meski begitu, sebagian penyerahan tetap memerlukan faktur pajak lengkap.

Struk tersebut tetap harus memuat informasi pokok:

• Nama, alamat, dan nomor identitas penjual

• Jenis barang, jumlah harga jual, serta potongan harga

• Nilai pajak pertambahan nilai yang dipungut

Tarif 12 Persen dengan Dasar Pengenaan 11/12

Tarif pajak pertambahan nilai tercatat 12 persen dalam ketentuan berlaku. Untuk barang di luar kategori mewah, dasar pengenaannya memakai nilai lain 11/12. Hasil akhirnya membuat beban pajak setara 11 persen. Konfigurasi kasir wajib mengikuti rumus itu agar struk tidak keliru.

Cara Odoo POS dan E-Faktur Bekerja Beriringan

Kasir dan pembukuan berada dalam satu basis data yang sama. Setiap transaksi langsung membentuk catatan penjualan beserta pajaknya. Rekap tidak perlu disusun ulang pada akhir periode. Urutan penyiapannya umumnya seperti berikut:

1. Susun daftar pajak sesuai tarif dan dasar pengenaan yang berlaku

2. Tetapkan harga jual sudah termasuk pajak untuk transaksi gerai

3. Pisahkan alur pelanggan korporat yang meminta faktur lengkap

4. Sambungkan tiap outlet ke jurnal penjualan masing-masing

5. Siapkan berkas rekap untuk diunggah ke aplikasi pajak

Langkah terakhir sering menimbulkan salah paham. Rekap dari kasir tidak berpindah sendiri ke aplikasi pajak pemerintah. Penyesuaian formatnya dikerjakan tim implementasi sesuai kebutuhan pelaporan. Hubungan Odoo POS dan E-Faktur karena itu perlu disepakati sejak awal proyek.

Posisi Fiskal untuk Tiap Outlet

Posisi fiskal menentukan pajak mana yang dipakai pada transaksi tertentu. Gerai dengan perlakuan khusus bisa mengikuti aturan berbeda. Pengaturannya disusun sekali di pusat, lalu berlaku pada semua kasir. Penyesuaian tarif pun cukup dikerjakan satu kali.

Ketika Jumlah Outlet Bertambah Tanpa Menambah Lembur

Gerai baru hanya perlu mengikuti konfigurasi yang sudah berjalan. Tidak ada mesin kasir yang disetel sendiri-sendiri di lapangan. Pusat tetap memegang kendali atas daftar harga dan pajaknya. Ekspansi pun berhenti menjadi mimpi buruk bagi tim keuangan.

Penutupan Sesi Kasir sebagai Kunci

Setiap sesi kasir ditutup dengan pencocokan fisik dan sistem. Data yang mengalir ke pembukuan berasal dari sesi tersebut:

• Total penjualan beserta pajak yang dipungut

• Rincian metode pembayaran yang diterima

• Selisih kas yang perlu dijelaskan hari itu juga

Konsultan Odoo biasanya menyiapkan pola penutupan sesi sejak pelatihan awal. Kebiasaan sederhana ini menjaga akurasi laporan sepanjang tahun. Selisih kecil bisa ditelusuri ketika ingatan kasir masih segar. Audit internal pun tidak perlu membongkar arsip berbulan-bulan.

Menyiapkan Odoo POS dan E-Faktur Sebelum Musim Audit

Pemeriksaan pajak menuntut jejak transaksi yang bisa ditelusuri. Struk, jurnal, dan rekap pajak idealnya berasal dari satu sumber. Kesiapan seperti itu dibangun jauh sebelum surat pemeriksaan datang. Sistem yang rapi membuat proses audit berjalan lebih tenang.

i2C Studio mendampingi peritel menata konfigurasi tersebut sejak audit alur kerja. Sebagai Partner Odoo dengan status Silver, timnya memetakan proses kasir tiap gerai. Format rekap disesuaikan mengikuti kebutuhan pelaporan perusahaan. Diskusi awal bersama konsultan Odoo cukup untuk menilai kesiapan sistem Anda.

1. Apakah struk kasir sudah cukup sebagai faktur pajak di toko retail?

Cukup untuk penyerahan kepada konsumen akhir, sepanjang isinya memenuhi ketentuan faktur pajak pedagang eceran.

2. Bagaimana bila pembeli meminta faktur pajak dengan identitas perusahaan?

Transaksi itu dipisahkan sejak di kasir, lalu fakturnya diterbitkan mengikuti ketentuan umum.

3. Apakah penambahan outlet baru menuntut konfigurasi pajak dari awal?

Tidak, karena pengaturan pajak disusun di pusat lalu diterapkan pada setiap gerai baru.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Ethereum Mengincar $3.000, Level $2.800 Jadi Penentu Reli Oktober

Jakarta, 6 Oktober 2026 – Harga Ethereum (ETH) memasuki Oktober 2026 dengan peluang melanjutkan pemulihan, tetapi masih menghadapi satu penghalang penting di area $2.775–$2.800. Jika level tersebut berhasil ditembus dan bertahan sebagai support, ETH berpotensi membuka ruang kenaikan menuju $3.000.

Berdasarkan data internal FLOQ pada 4 Oktober 2026, Ethereum diperdagangkan di sekitar $2.693–$2.695, naik sekitar 0,7% dalam 24 jam. Namun, pergerakan ETH dalam sepekan relatif datar setelah sebelumnya sempat menyentuh level sekitar $2.775 pada 2 Oktober.

Pergerakan tersebut menjadi perhatian karena Ethereum sebelumnya mencatat kenaikan 32,6% pada Agustus dan kembali naik 8,8% pada September. ETH menutup September di sekitar $2.685 setelah sempat bergerak dari sekitar $2.398 pada 15 September menuju $2.775 pada 21 September.

$2.800 Jadi Level Kunci Ethereum

Secara teknikal dilaporkan Crypto News, area $2.775–$2.800 menjadi resistensi utama yang perlu ditembus Etheeum untuk memperkuat momentum bullish.

Jika ETH mampu mencatat penutupan yang meyakinkan di atas $2.800 dan mempertahankan level tersebut sebagai support, target berikutnya berada di sekitar $2.900 hingga $3.000.

Sebaliknya, kegagalan menembus area tersebut dapat membuat Ethereum kembali bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran $2.500–$2.800.

Sementara itu, area $2.400–$2.500 menjadi support penting apabila tekanan jual kembali meningkat. Penurunan lebih jauh ke sekitar $2.350–$2.360 bahkan berpotensi melemahkan struktur bullish yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Ethereum pada Oktober akan sangat bergantung pada kemampuan ETH mengubah area $2.800 dari resistance menjadi support.

“Secara teknikal, $2.800 menjadi level yang cukup penting untuk diperhatikan. Jika Ethereum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang menuju $3.000 akan semakin terbuka. Namun, jika kembali gagal menembusnya, pasar kemungkinan masih melihat konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya,” ujar Yudhono Rawis.

Momentum ETH Belum Sepenuhnya Kuat

Indikator teknikal juga menunjukkan kondisi yang masih bercampur.

RSI bulanan Ethereum berada di sekitar 51,53, sedikit di atas rata-rata pergerakannya yang berada di 48,46. Posisi tersebut menunjukkan momentum mulai mengarah positif, tetapi belum memasuki kondisi overbought yang biasanya ditandai RSI di atas 70.

Di sisi lain, MACD masih menunjukkan momentum yang relatif lemah. Garis MACD berada di sekitar -98,3, sementara garis sinyal berada di sekitar -66,4. Histogram tercatat sekitar -31,9 dan belum menunjukkan persilangan bullish.

Kondisi tersebut membuat penembusan resistance $2.800 menjadi semakin penting. Kenaikan harga tanpa dukungan momentum yang kuat masih berisiko menghasilkan rejection.

Arus ETF Ethereum Mulai Mendingin

Dari sisi permintaan institusional, arus dana ETF Ethereum menunjukkan perkembangan yang lebih beragam.

Pada September, produk ETF Ethereum BlackRock dilaporkan mengakumulasi ETH sekitar $1,57 miliar dalam periode 20 hari. Namun, memasuki akhir September hingga awal Oktober, arus ETF justru mengalami tekanan.

Data Farside Investors menunjukkan ETF Ether spot AS mencatat arus keluar gabungan sekitar $59,6 juta pada 30 September, $55,4 juta pada 1 Oktober, dan $17,3 juta pada 2 Oktober.

Secara keseluruhan, periode 28 September hingga 2 Oktober mencatat arus keluar bersih sekitar $118 juta.

Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan Ethereum tidak hanya bergantung pada arus dana institusional.

“Arus ETF tetap menjadi salah satu indikator penting karena menunjukkan minat investor institusional. Namun, pasar perlu melihat konsistensi arus tersebut. Untuk mengonfirmasi rally yang lebih kuat, Ethereum membutuhkan kombinasi antara permintaan institusional, momentum teknikal, dan kemampuan mempertahankan level support baru,” kata Yudhono.

Glamsterdam Jadi Katalis Berikutnya

Selain faktor teknikal dan arus ETF, Ethereum juga memiliki katalis dari sisi fundamental jaringan.

Ethereum dijadwalkan mengaktifkan upgrade Glamsterdam di testnet Sepolia pada 6 Oktober 2026. Upgrade tersebut menggabungkan perubahan pada execution layer dan consensus layer Ethereum, termasuk mekanisme untuk meningkatkan efisiensi eksekusi serta pengelolaan pertumbuhan state.

Namun, aktivasi di Sepolia belum berarti Glamsterdam sudah diluncurkan di mainnet. Ethereum Foundation masih mencantumkan Glamsterdam sebagai upgrade mainnet pada kuartal IV 2026, tetapi tanggal peluncurannya belum dikonfirmasi.

Karena itu, hasil pengujian di Sepolia akan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pasar dalam menilai perkembangan upgrade Ethereum berikutnya.

Tiga Skenario Harga Ethereum pada Oktober

Dengan kondisi tersebut, terdapat tiga skenario utama untuk pergerakan Ethereum pada Oktober.

Skenario bullish: ETH berhasil menembus dan bertahan di atas $2.775–$2.800. Jika momentum berlanjut, harga berpotensi bergerak menuju $2.900 dan kemudian $3.000. Struktur channel naik bahkan membuka ruang menuju kisaran $2.950–$3.100.

Skenario konsolidasi: Ethereum kembali gagal melewati $2.800 sehingga bergerak sideways di kisaran $2.500–$2.800. Dalam kondisi ini, pasar masih menunggu katalis baru sebelum menentukan arah.

Skenario bearish: Kripto ETH kehilangan area pertengahan $2.600 dan gagal merebutnya kembali. Tekanan jual berpotensi membawa harga menuju support $2.400–$2.500. Jika area tersebut juga ditembus, perhatian berikutnya berada di sekitar $2.350–$2.360.

Model harga ETH sendiri menempatkan skenario dasar Oktober di sekitar $3.034, dengan skenario bearish sekitar $2.579 dan bullish sekitar $3.641. Namun, angka tersebut merupakan hasil model dan bukan target harga yang pasti.

Sementara itu, Citi pada 1 Oktober menaikkan target harga Ether 12 bulan menjadi $3.028 dari sebelumnya $2.240. Target tersebut memiliki horizon 12 bulan sehingga tidak dapat dipandang sebagai target Ethereum khusus untuk Oktober.

Level $2.800 masih menjadi titik krusial bagi Ethereum pada awal Oktober. Kemampuan ETH menembus resistance tersebut akan menjadi indikator penting apakah pemulihan dapat berlanjut menuju $3.000 atau justru kembali memasuki fase konsolidasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS @Bandung Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence bagi Generasi Muda

Bandung – Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan proses lahirnya berbagai karya dan inovasi. Mulai dari merancang produk, menghasilkan konten, membaca kebutuhan pengguna, mengembangkan pengalaman digital, hingga membangun layanan dan model bisnis baru, AI membuka ruang eksplorasi yang semakin luas bagi generasi muda.

Di tengah karakter Bandung yang lekat dengan kreativitas, perkembangan AI menghadirkan peluang untuk membawa sebuah gagasan melampaui karya menjadi solusi yang memiliki nilai. Namun, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Generasi muda juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami kebutuhan pengguna, membaca peluang, serta mengembangkan ide menjadi produk, layanan, maupun usaha yang relevan bagi masyarakat dan industri.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University mempertegas komitmennya dalam menyiapkan talenta digital Indonesia melalui perluasan akses pendidikan Artificial Intelligence ke berbagai wilayah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung yang diselenggarakan pada 8 September 2026 di Kampus Paskal, BINUS @Bandung.

Kehadiran program ini merupakan bagian dari semangat AI Empowers @ BINUS, yang menegaskan komitmen BINUS University dalam mengintegrasikan pemahaman dan pemanfaatan AI ke dalam ekosistem pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menggunakan teknologi AI, tetapi juga memahami cara mengembangkan dan menerapkannya secara strategis, etis, serta bertanggung jawab dalam berbagai bidang.

Melalui AI Empowers @ BINUS, BINUS University menghadirkan pengalaman belajar yang didukung Artificial Intelligence secara menyeluruh, membantu mahasiswa berkembang sejak hari pertama hingga menjadi profesional yang siap menghadapi tantangan masa depan dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Bagi BINUS University, memilih perguruan tinggi saat ini bukan sekadar memilih jurusan, tetapi juga memilih ekosistem pembelajaran yang mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan profesi dan industri. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai etika AI, komunikasi, kolaborasi, dan aspek bisnis melalui proyek nyata serta kolaborasi bersama industri.

Kehadiran Program Artificial Intelligence di berbagai kampus BINUS merupakan bagian dari upaya BINUS University untuk memberikan kesempatan yang semakin luas kepada generasi muda Indonesia dalam mempelajari teknologi masa depan. Langkah ini sejalan dengan semangat Fostering and Empowering the Society yang menjadi landasan BINUS University dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa penguasaan AI perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga untuk mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia.

“Perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Di BINUS @Bandung, kehadiran Program Artificial Intelligence turut memperkuat fokus kampus pada Creative Technology Entrepreneurship. Pendekatan tersebut menghubungkan kreativitas dengan penguasaan teknologi dan kemampuan entrepreneurship agar mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan gagasan, tetapi juga mengembangkannya menjadi inovasi yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi.

Melalui ekosistem pembelajaran tersebut, mahasiswa didorong untuk bereksperimen, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat peluang dari berbagai permasalahan yang terdapat di sekitarnya. Kreativitas kemudian diperkuat dengan teknologi agar dapat berkembang menjadi produk, layanan, atau usaha yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.

Direktur Kampus BINUS @Bandung, Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa perkembangan AI membuka kesempatan yang semakin besar bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas menjadi inovasi dan peluang usaha berbasis teknologi.

“Bandung memiliki generasi muda dengan kreativitas dan keberanian bereksperimen yang sangat kuat. Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung, kami ingin membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas tersebut menjadi inovasi berbasis teknologi yang memiliki nilai, dapat diterapkan, dan berpotensi menjadi peluang usaha,” ujar Dr. Johan.

Menurutnya, sebuah ide perlu didukung oleh kemampuan untuk memahami kebutuhan pasar, membangun solusi, dan menciptakan nilai bagi penggunanya. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya, tetapi juga didorong memiliki pola pikir entrepreneurship agar mampu membawa inovasi yang dikembangkan menuju penerapan yang lebih luas.

Dari sisi akademik, kurikulum Program Artificial Intelligence di BINUS University dirancang secara multidisiplin dengan mengombinasikan fondasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami cara kerja teknologi AI, tetapi juga mampu mengevaluasi hasil, mengembangkan solusi, dan menerapkannya secara etis serta bertanggung jawab.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menegaskan bahwa tantangan utama generasi muda saat ini adalah mempersiapkan diri agar mampu bekerja secara optimal bersama AI.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Di tengah perkembangan AI, kreativitas manusia tetap memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana teknologi digunakan dan dikembangkan. Kemampuan memahami masalah, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, serta melihat kebutuhan dari perspektif yang berbeda menjadi dasar untuk menghasilkan inovasi yang relevan.

Melalui pengalaman pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa didorong untuk menjadikan AI bukan sebagai pengganti kreativitas dan proses berpikir, tetapi sebagai teknologi yang memperkuat kemampuan mereka dalam mengembangkan gagasan, membuat prototipe, dan menciptakan solusi.

Relevansi Program Artificial Intelligence dengan kebutuhan dunia kerja turut menjadi salah satu perhatian utama BINUS University. Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan talenta yang mampu menggunakan berbagai perangkat berbasis AI, tetapi juga individu yang dapat memahami permasalahan bisnis, berpikir kritis, bekerja secara kolaboratif, serta mengubah teknologi menjadi solusi nyata.

Menurut Pujo Laksono, CEO dari Kazee Digital Indonesia, kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri menjadi semakin penting untuk memastikan kemampuan yang dipelajari mahasiswa tetap selaras dengan perkembangan kebutuhan profesional.

“Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya mampu menggunakan berbagai tools AI, tetapi juga memiliki kreativitas dan kemampuan memahami kebutuhan bisnis. Talenta masa depan perlu mampu menerjemahkan teknologi menjadi solusi, produk, atau layanan yang memberikan nilai nyata bagi perusahaan dan masyarakat,” jelas Pujo.

Kolaborasi dengan dunia industri juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman mengenai penerapan AI dalam situasi nyata. Pengalaman tersebut menjadi penting agar mahasiswa memahami bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh relevansi, manfaat, dan nilai yang diberikan kepada pengguna.

Selain perspektif industri, pengalaman alumni menjadi gambaran mengenai pentingnya fondasi akademik, pengalaman mengerjakan proyek, dan kemampuan untuk terus belajar serta beradaptasi. Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, lulusan perlu mampu menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan tantangan nyata di dunia profesional.

Peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung turut menjadi ruang untuk mempertemukan dunia pendidikan, industri, alumni, dan generasi muda. Melalui rangkaian kegiatan yang diselenggarakan, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan AI, kebutuhan kompetensi masa depan, serta peluang pemanfaatannya dalam berbagai bidang.

Keterlibatan praktisi industri dan alumni juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang semakin utuh mengenai perjalanan pendidikan, karier, dan entrepreneurship di era AI. Generasi muda dapat memahami bahwa kompetensi teknologi perlu dilengkapi dengan kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta keberanian untuk melihat dan mengembangkan peluang.

Sebagai langkah strategis jangka panjang, School of Computer Science BINUS University menempatkan penguasaan AI bukan sekadar sebagai tambahan keterampilan teknis, tetapi sebagai pola pikir yang perlu dimiliki mahasiswa. Di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang, AI diproyeksikan menjadi penggerak efisiensi dan inovasi di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, finansial, manufaktur, pendidikan, layanan publik, hingga kesehatan.

Melalui peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung dan semangat #AIverywhereInBINUS, BINUS University berharap dapat melahirkan talenta digital yang mampu mengombinasikan kompetensi teknologi, kreativitas, dan jiwa entrepreneurship. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan gagasan menjadi karya, membawa karya menjadi inovasi, serta mengubah inovasi menjadi solusi dan peluang usaha yang memberikan nilai bagi masyarakat dan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Biaya AI per Respons vs Token, Mana Lebih Hemat untuk Bisnis?

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Dua proposal AI Agent dapat terlihat sama-sama murah, tetapi sebenarnya memakai satuan berbeda. Penyedia pertama mengenakan biaya per respons. Penyedia kedua menghitung token input dan output. Tanpa menyamakan asumsi, angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara adil.

Bisnis perlu memahami apa yang memengaruhi setiap unit, lalu menambahkan biaya kanal dan kebutuhan operasional. Model yang paling hemat bukan hanya yang memiliki tarif awal terendah, tetapi yang paling sesuai dengan volume, panjang jawaban, dan kompleksitas layanan.

Pahami Satuan yang Sebenarnya Dibayar

Pada model per respons, bisnis membayar setiap jawaban AI yang dikirim. Struktur ini lebih mudah diproyeksikan: jumlah respons dikalikan tarif. Namun, definisi respons perlu dibaca dengan jelas karena jawaban yang lebih panjang dapat memiliki biaya berbeda.

Pada model token, biaya dihitung dari potongan teks yang diproses AI. Token mencakup konteks percakapan, instruksi sistem, dokumen knowledge base yang dipanggil, dan output. Semakin panjang konteks serta jawaban, semakin besar pemakaian token.

Karena itu, dua chatbot dengan jumlah pesan sama belum tentu memakai token sama. Use case FAQ singkat berbeda dengan troubleshooting yang membaca histori panjang atau menghasilkan penjelasan bertahap.

Tanyakan apakah riwayat lengkap selalu dikirim ulang, apakah sistem merangkum konteks, dan bagaimana dokumen dipilih sebelum jawaban dibuat. Cara tersebut memengaruhi token jauh lebih besar daripada jumlah file knowledge base semata.

Buat Simulasi dengan Asumsi yang Sama

Rumus model per respons adalah volume respons dikalikan tarif per respons. Rumus token adalah total token input dan output dibagi satu juta, kemudian dikalikan tarif per satu juta token.

Dalam ilustrasi campaign ini, tarif US$2 per satu juta token dan penggunaan sekitar 20–25 ribu token per respons menghasilkan kira-kira 40–50 respons. Contoh tersebut tidak dikonversi ke rupiah karena kurs dapat berubah.

Perbandingan harus memakai pertanyaan, panjang knowledge base, kualitas jawaban, dan tingkat eskalasi yang sama. Lakukan simulasi ringan, normal, dan berat agar perusahaan melihat seberapa sensitif biaya terhadap konteks panjang.

Tambahkan skenario kenaikan traffic 20–30 persen dan respons yang lebih panjang. Model yang stabil pada demo dapat menjadi sulit diprediksi ketika histori percakapan bertambah atau pertanyaan membutuhkan beberapa dokumen sekaligus.

Sebagai contoh model per respons, AI Agent Barantum menggunakan harga mulai Rp150 per respons. Jika bisnis memperkirakan 10.000 respons, simulasi awal memakai 10.000 dikalikan tarif yang berlaku, lalu disesuaikan dengan panjang respons dan kebutuhan implementasi. Contoh ini tidak otomatis menjadikannya paling murah.

Hitung Total Cost, Bukan Tarif AI Saja

Respons yang dikirim melalui WhatsApp Business API Barantum tetap perlu memperhitungkan service message WhatsApp. Karena itu, total biaya pada kanal tersebut adalah biaya AI ditambah biaya pesan yang berlaku.

Selanjutnya, masukkan biaya handoff manusia, jumlah kanal, pengelolaan knowledge base, routing, laporan, serta integrasi data. AI yang sedikit lebih mahal per unit dapat memberi total cost lebih baik jika mengurangi alat terpisah dan menjaga histori pelanggan.

Masukkan pula waktu review jawaban, maintenance konten, pelatihan agent, dan kebutuhan audit. Komponen tersebut tidak selalu muncul sebagai biaya pemakaian AI, tetapi memengaruhi total cost of ownership sepanjang kontrak.

Saat menilai proposal, minta definisi respons, aturan pembulatan token, biaya model, batas knowledge base, channel yang termasuk, mekanisme handoff, dan format laporan. Jika data layanan terhubung dengan CRM Barantum, biaya dapat dianalisis bersama histori pelanggan, tahap pipeline, dan outcome per use case.

Keputusan akhir sebaiknya memakai volume aktual dan uji coba terukur. Per-respons unggul dalam kemudahan proyeksi, sedangkan token memberi rincian pemakaian yang granular. Mana yang lebih hemat tetap bergantung pada cara AI digunakan dan seluruh biaya yang menyertainya.

Lakukan pilot dengan daftar pertanyaan dan volume yang sama, kemudian bandingkan biaya per percakapan selesai, bukan hanya biaya per respons. Ukuran ini menghindari kesimpulan keliru ketika satu model menghasilkan respons murah tetapi lebih banyak percakapan ulang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai

Dukungan
pembelajaran berbasis AI terintegrasi yang menghubungkan pembelajaran di kelas,
belajar mandiri, dan asesmen dalam satu perangkat.

JAKARTA,
6 OKTOBER 2026
 — IMAGO
Technologies
 hari ini memperkenalkan PaperSmart, sebuah
tablet dengan dua mode penggunaan yang menggabungkan perangkat lunak
pembelajaran personal EdPrep.ai dengan berbagai fitur untuk
kolaborasi di kelas, asesmen digital, dan pengelolaan perangkat.

Dirancang
untuk siswa dan tenaga pendidik, PaperSmart menyatukan berbagai aktivitas
pembelajaran dalam satu perangkat. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran,
membuat catatan tulisan tangan, dan mengerjakan latihan terstruktur, sementara
institusi pendidikan dapat mengelola perangkat serta mendukung aktivitas
pembelajaran di kelas melalui perangkat lunak yang terintegrasi.

Tutor
AI Personal untuk Mendukung Pembelajaran Mandiri

Inti
dari pengalaman PaperSmart adalah EdPrep.ai, sebuah platform
pembelajaran personal yang dirancang untuk membantu siswa memahami konsep
secara mendalam, belajar dari kesalahan, serta mempersiapkan ujian dengan
arahan yang lebih jelas.

Bagi
siswa, tantangan dalam belajar sehari-hari bukan hanya menemukan informasi,
tetapi juga mengetahui apa yang harus dipelajari selanjutnya, memahami alasan
di balik jawaban yang salah, serta mengubah umpan balik atau feedback menjadi
perkembangan belajar.

EdPrep.ai
berfungsi sebagai tutor “Second Brain”, yang membimbing
siswa melalui penjelasan, pertanyaan latihan, dan penalaran langkah demi
langkah melalui pendamping AI di layar yang mudah digunakan.

Mendukung
proses tersebut adalah Smart Learning Memory, sebuah teknologi yang
mengolah riwayat belajar siswa, hasil latihan, umpan balik, dan pencapaian.
Teknologi ini menciptakan kesinambungan dalam setiap sesi belajar dan
menyesuaikan dukungan berdasarkan area yang dikuasai serta area yang masih
perlu ditingkatkan oleh siswa.

EdPrep.ai
mendukung persiapan untuk berbagai ujian lokal dan internasional,
termasuk IGCSE, IELTS, SAT, TOEFL, UTBK, AKM, dengan aktivitas
latihan yang mencakup soal pilihan ganda, perhitungan, esai, serta respons
lisan.

Bagi
tenaga pendidik, berbagai fitur ini membantu menghubungkan pembelajaran di
kelas dengan kegiatan belajar mandiri, pengulangan materi, dan latihan
lanjutan.

“Kami
bangga dapat menghadirkan PaperSmart dan EdPrep.ai ke pasar. Ini bukan sekadar
peluncuran perangkat, tetapi merupakan kontribusi besar terhadap bagaimana
teknologi dapat mendukung dunia pendidikan. Dengan memadukan perangkat lunak AI
adaptif dengan perangkat keras yang dirancang khusus, kami mendorong
perkembangan proses belajar dan mengajar ke tingkat yang benar-benar baru,”
 ujar Rob
Hughes, Chief Revenue Officer IMAGO Technologies
.

Dua
Mode Tampilan untuk Berbagai Kebutuhan Pembelajaran

Dengan
mengetuk layar dua kali, pengguna PaperSmart dapat beralih antara Standard
Mode
 dengan tampilan penuh warna untuk konten visual dan interaktif,
serta Paper Mode untuk membaca dan membuat catatan tulisan
tangan.

Aplikasi
yang sedang dibuka, halaman buku teks, anotasi, dan catatan tulisan tangan
tetap berada pada posisi semula saat pengguna berpindah mode. Dengan demikian,
pengguna dapat melanjutkan aktivitas tanpa harus memulai kembali dari awal.

Ruang
kerja IMAGO Collab yang terintegrasi menggabungkan papan tulis
interaktif dengan buku catatan digital. Guru dan siswa dapat memberikan anotasi
pada materi serta berkolaborasi secara real-time, didukung oleh berbagai
template pembelajaran dan integrasi dengan Google Workspace.

PaperSmart
juga dilengkapi dengan Meeting Mind untuk mendukung kegiatan
kuliah, briefing, dan diskusi kelompok. Fitur ini mendukung perekaman audio
secara offline, dilengkapi dengan perangkat transkripsi dan peringkasan yang
membantu mengubah hasil diskusi menjadi catatan belajar, poin-poin penting, dan
daftar tindakan yang perlu dilakukan.

Perangkat
untuk Pengelolaan Institusi dan Asesmen

Kemampuan Mobile
Device Management (MDM)
 pada PaperSmart memungkinkan tim IT untuk
melakukan enrolment perangkat dan mengelola kebijakan perangkat secara jarak
jauh.

Untuk
kebutuhan ujian digital, Proctor Mode membatasi akses terhadap
aplikasi dan fungsi perangkat tertentu untuk membantu menciptakan lingkungan
asesmen yang lebih terkontrol.


Ketersediaan

IMAGO
Technologies
 kini
membuka pendaftaran bagi institusi pendidikan dan organisasi yang berminat
untuk menerapkan PaperSmart. Penawaran perkenalan, harga khusus untuk pembelian
dalam jumlah institusi, serta paket bundling tersedia melalui program
peluncuran.

Untuk
informasi produk dan pendaftaran, kunjungi imago.us/paper-smart-tablet/.


Tentang
IMAGO Technologies

IMAGO
Technologies
 adalah
pemimpin global dalam solusi smart classroom dan tempat kerja
kolaboratif terpadu, yang memberdayakan institusi pendidikan dan perusahaan di
seluruh dunia untuk mengajar, belajar, dan bekerja secara lebih terintegrasi.

IMAGO
menjembatani kesenjangan antara performa perangkat keras, SaaS cerdas,
dan administrasi terpadu di seluruh lingkungan kampus maupun institusi.

Untuk
informasi lebih lanjut, kunjungi imago.us.


Kontak
Media

Antonia
Lydia

IMAGO
Technologies


Email: hello@imago.us

Website: imago.us

Ikuti
IMAGO Technologies di LinkedIn, Facebook, Instagram, dan YouTube.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

AI dan YouTube sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreator Indonesia 2026

Adopsi AI di Kalangan Kreator Indonesia

Tahun 2026 menandai akselerasi signifikan dalam adopsi kecerdasan buatan di kalangan kreator Indonesia. Data dari penelitian yang melibatkan 847 responden menunjukkan bahwa 73,2% kreator telah menggunakan alat berbasis AI dalam alur kerja mereka. Yang lebih menarik, kreator dengan penghasilan utama dari aktivitas kreatif menunjukkan tingkat adopsi lebih tinggi (79,1%) dibandingkan mereka yang menjadikan konten sebagai penghasilan tambahan (68,9%).

Temuan ini sejalan dengan laporan Google Indonesia yang menyebutkan lebih dari 59% pengguna internet di Indonesia (sekitar 130 juta hingga 150 juta orang) telah menggunakan atau mencoba alat berbasis AI. Mereka memanfaatkan AI sebagai wadah untuk mencari ide dan meningkatkan produktivitas.

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengungkapkan bahwa ekosistem kreatif YouTube di Indonesia telah berkontribusi lebih dari Rp 8,4 triliun terhadap PDB Indonesia, mendukung lebih dari 190.000 lapangan pekerjaan, dan membantu 81% kreator memperoleh pendapatan dari YouTube serta menjangkau audiens internasional.

Transformasi Produksi Konten Berbasis AI

Integrasi AI dalam produksi konten kreator telah menghasilkan transformasi yang terukur. Salah satu bukti nyata datang dari Podcast “Keluarga Artis” oleh Mario Caesar dan Niky Putra yang berhasil mengubah penonton setia menjadi sumber pendapatan dengan perencanaan yang matang. Lebih dari 25% jumlah saluran di YouTube dapat menghasilkan pendapatan sebesar 10 digit atau lebih secara tahunan.

Di sektor animasi, pendekatan hibrida terhadap AI memungkinkan percepatan produksi dan penyuntingan. Hasil dari pembuatan konten animasi yang didukung AI tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga menghasilkan peningkatan penonton sebesar 93%, naik dari peringkat 11 ke peringkat 6 dalam peringkat TV prime-time.

Namun, adopsi AI juga membawa paradoks. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah mengungkapkan bahwa integrasi AI generatif ke dalam ekonomi kreator platform Indonesia menghasilkan hasil yang kontradiktif, dengan beberapa kreator merasakan peningkatan produktivitas signifikan sementara yang lain menghadapi tantangan dalam mempertahankan keaslian dan diferensiasi konten.

Dampak Ekonomi dan Proyeksi Pertumbuhan

Google memproyeksikan bahwa penerapan penuh kecerdasan buatan generatif di sektor ekonomi kreatif Indonesia dapat menghasilkan tambahan nilai ekonomi sebesar Rp66 triliun setiap tahunnya. Angka ini mencerminkan potensi besar AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Di tingkat kreator individu, AI membuka peluang pendapatan yang lebih beragam. Kreator dapat menjangkau audiens internasional tanpa hambatan penerjemahan, produksi, pemasaran, dan distribusi. Data menunjukkan bahwa 75% usaha kecil dan menengah dengan channel YouTube dapat menjangkau pasar internasional, sementara 81% kreator menyebutkan konten mereka menjadi mudah menjangkau audiens internasional.

Tren ini juga tercermin dari jumlah video yang diunggah kreator Indonesia yang tercepat kedua di Asia Tenggara, dengan CAGR mencapai 16 persen selama 2022–2024. Pertumbuhan konten digital Indonesia sangat masif, didorong oleh kombinasi adopsi teknologi, peningkatan keterampilan, dan ekspansi pasar.

Ke depan, AI diprediksi akan semakin terintegrasi dalam alur kerja kreator, bukan sebagai pengganti manusia, tetapi sebagai alat yang memperkuat kreativitas. Kreator yang mampu mengombinasikan keahlian manusia dengan efisiensi AI akan memiliki keunggulan kompetitif dalam ekosistem yang semakin padat dan kompetitif.

Pertahankan Kualitas di Tengah Anomali Cuaca, PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Borong 14 Gelar di National Tea Competition 2026

Jakarta – Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo kembali membuktikan eksistensinya di industri teh nasional dengan memborong belasan penghargaan pada ajang The 4th National Tea Competition (NTC) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak acara yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Teh Indonesia (ATI) ini, teh produksi PTPN IV PalmCo berhasil memenangkan total 14 penghargaan dari berbagai kategori, bersaing dengan puluhan produsen teh dari seluruh penjuru Nusantara.

Capaian prestasi ini diraih dari empat pabrik pengolahan teh milik PalmCo, yakni Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong, Kebun Kayu Aro, dan Kebun Danau Kembar.

Untuk pengolahan teh hitam Orthodox, Pabrik Tobasari sukses menempatkan produk unggulannya sebagai Juara 1 pada kategori Broken Pekoe (BP), Juara 2 kategori Pekoe Fannings (PF), serta Juara 3 masing-masing untuk kategori Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF) dan DUST. Sementara itu, Pabrik Bah Butong meraih Juara 2 untuk kategori BP, BOP, dan BOPF, serta Juara 3 untuk kategori PF. Tak ketinggalan, Pabrik Danau Kembar juga mencatatkan namanya sebagai Juara 3 pada kategori BP.

Pada sistem pengolahan teh hitam Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Pabrik Kayu Aro tampil gemilang dengan menjuarai kategori Fanning (Juara 1), diikuti dengan raihan Juara 2 untuk kategori PD dan BP1, serta Juara 3 pada kategori PF 1 dan D1.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa rentetan penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen dan konsistensi perusahaan dalam menjaga standar mutu dari hulu hingga hilir.

“Capaian di NTC 2026 ini bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan wujud dari konsistensi kami untuk terus memproduksi teh berkualitas grade satu. Transformasi yang berjalan di internal perusahaan memastikan bahwa standar operasional, mulai dari proses pemetikan pucuk daun, proses pengolahan, sortasi hingga tahap pengepakan, dilakukan secara presisi untuk memenuhi ekspektasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.

Jatmiko menambahkan, penghargaan dari ajang yang dijurikan oleh para pakar teh bersertifikasi internasional ini menjadi tolok ukur bahwa teh produksi perusahaan pelat merah mampu bersaing secara kualitas di kancah global.

Tantangan Industri Teh Nasional

Meski mencatatkan prestasi membanggakan, industri teh nasional saat ini tidak lepas dari berbagai tantangan berat. Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan bahwa pencapaian ini diraih di tengah kondisi makro dan iklim yang cukup menantang bagi para produsen teh.

“Kondisi di lapangan saat ini cukup dinamis. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino. Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” jelas Rediman.

Namun demikian, Rediman menegaskan bahwa kondisi tersebut justru menjadi pemacu bagi PTPN IV PalmCo untuk lebih adaptif. Pihaknya berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi agronomi demi mempertahankan tingkat produksi dan tidak mengorbankan kualitas daun teh yang dihasilkan.

“Di tengah tantangan El Nino, penghargaan yang diraih pabrik-pabrik kami membuktikan bahwa intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat (on the track). Tantangan cuaca tidak menyurutkan komitmen kami dalam menghadirkan secangkir teh terbaik bagi konsumen,” tutup Rediman.

Sebagai informasi, National Tea Competition 2026 melibatkan 74 sampel teh unggulan dari 32 perusahaan yang dinilai secara buta (blind testing) oleh dewan juri. Acara ini secara konsisten digelar untuk dan citra teh Indonesia di pasar dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES